BPBD Kalsel Jalin Kerjasama Dengan BPN, Untuk Pendataan Lahan Berpotensi Karhutla

BANJARBARU – Langkah pemetaan lahan terhadap lahan kebakaran juga menjadi langkah solutif untuk penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan dengan melibatkan Badan Pertanahan Nasional (BPN). Pendataan ini diperlukan untuk menekan pemilik lahan agar tidak melakukan pembiaran pembakaran lahan.

Menurut Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Provinsi Kalsel Suria Fadliansyah, jika melihat fakta di lapangan lahan yang terbakar itu pemilik lahan membiarkan lahan tidak terawat. Sehingga diperlukan formulasi khusus dan tindakan terukur untuk dikoordinasi ke pemilik lahan.

“Kami akan melakukan Kerjasama dengan BPN, ” ucap Suria saat menggelar rapat koordinasi dan konferensi Pers, di Aula BPBD Provinsi Kalsel, Senin (18/9) sore.

Rapat koordinasi dan konferensi Pers, BPBD Kalsel

Selain mendata areal yang sering terbakar, juga diperlukan solusi yang tepat untuk penanganan Karhutla baik jangka pendek dan solusi jangka panjang.

“Kami tidak diam dalam menangani Karhutla terutama di area ring 1 Bandara,” lanjut Suria.

Ia melanjutkan, BPBD Provinsi Kalsel sudah membentuk lima pos dan mengerahkan petugas disetiap pos, yakni di Pos Induk di kantor BPBD Kalsel, Pos 2 dekat Bandara pos Guntung Damar. Pos 3 dekat gunung Raja Bati-bati. Pos 4 daerah sungai tabuk. Pos 5 di daerah Simpang empat Kabupaten Banjar.

“Tujuannya jika ada kebakaran maka petugas itu langsung bergerak memadamkan api,” lanjut Suria.

Selain berkoordinasi bersama seluruh Instansi Pemerintah, BPBD Provinsi Kalsel juga merangkul Damkar Swasta di momen tertentu untuk ikut dalam penanganan Karhutla. Selain mengerahkan Satgas Darat, BPBD Provinsi Kalsel juga diperkuat dengan empat heli water boombing dan dua heli patroli.

“Satgas Udara masih tetap mengandalkan operasional heli water bombing. Terutama untuk memadamkan titik api yang sulit dijangkau melalui jalur darat, dan mensiagakan petugas di lapangan,” tutup Suria. (MRF/RDM/RH)

Geopark Meratus Diharapkan Bantu Tingkatkan Ekonomi Masyarakat

BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, resmi membuka sosialisasi Geopark Meratus yang dilaksanakan di Gedung Idham Chalid Setdaprov Kalsel, Senin (18/9).

Sosialisasi Geopark Meratus

Selain dihadiri Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, sosialisasi juga dihadiri Ketua Badan Pengelola Geopark Meratus (BPGM) Hanifah Dwi Nirwana, Wakil Ketua Badan Pengelola Geopark Meratus (BPGM) Nurul fajar Desira, beserta sejumlah Kepala SKPD Lingkup Provinsi Kalimantan Selatan.

Dalam sambutannya, orang yang akrab disapa Paman Birin tersebut mengatakan, Geopark Meratus adalah sebuah anugerah alam yang luar biasa, yang diakui secara nasional pada tahun 2018 dan saat ini sedang diusulkan untuk menjadi salah satu UNESCO Geopark yang akan dilakukan penilaiannya pada 2024. Bila usulan ini diterima, Geopark Meratus akan menjadi ke- 11 Geopark UNESCO di Indonesia, dan ratusan Geopark di seluruh dunia.

“Kita harus berfikir positif, dan yakin bahwa usulan ini akan diterima,” ungkap Paman Birin.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menyatakan komitmennya, untuk terus mendorong upaya mendapatkan UNESCO Geopark. Dikarenakan, ini merupakan kesempatan besar bagi Provinsi Kalsel untuk lebih dikenal lagi di mata dunia.

“Saya harapkan SKPD terkait, juga ikut mendorong Geopark UNESCO sesuai tugas fungsi masing-masing,” lanjut Paman Birin.

Dengan diakuinya Geopark Meratus sebagai Geopark UNESCO, maka juga berdampak positif bagi masyarakat, dengan peningkatan taraf ekonomi dengan mendapatkan kunjungan dari wisatawan untuk melihat Geopark Meratus.

“Geopark bukan hanya sekadar tempat wisata alam yang memukau, tetapi juga melambangkan komitmen dalam melestarikan alam, menjaga adat istiadat dan budaya, serta meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat setempat, ” lanjut Paman Birin.

Geopark Meratus adalah harta berharga. Pegunungan Meratus, terbentuk dari susunan kerak samudera atau ophiolite, yang terangkat ke permukaan sejak 200-150 juta tahun lalu. Di dalam perut pegunungan tersebut mengandung banyak batu mulia, intan atau permata. Pegunungan yang sudah ditetapkan sebagai Geopark (Taman Bumi) Nasional pada tahun 2018 dan kini diajukan untuk menjadi UNESCO Global Geopark (UGGp) tersebut terbukti sudah memperlihatkan banyak batu mulia yang sangat berharga tersebut.

Dengan menjaga kelestarian dan mempromosikan Geopark Meratus, berarti tidak hanya memberikan kontribusi positif bagi lingkungan dan ekonomi, tetapi juga mewujudkan Geopark Meratus sebagai sebagai pelindung kelestarian bumi dan penjaga budaya. (MRF/RDM/RH)

2 WBTb di Kalsel Telah Ditetapkan Oleh Pemerintah Pusat

BANJARMASIN – Tahun 2023 ini dua buah Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Kalimantan Selatan, telah ditetapkan oleh Pemerintah Pusat.

Suasana sidang WBTb Kalsel

Kepada wartawan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan Muhammaddun, melalui Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kalsel, Raudati Hildayati, baru-baru menjelaskan, dua
Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Milik Kalsel yang ditetapkan dari hasil sidang oleh Tim Ahli Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia yaitu Bapandung dari Kabupaten Tapin, dan Arangan dari Kabupaten Balangan.

“Arangan ini merupakan Anyaman Khas Pada Komunitas Adat Dayak Meratus, sedangkan Bapandung, berupa seni teater tutur yang berkembang di masyarakat suku Banjar Hulu, Pandung artinya menirukan tingkah laku manusia atau hewan dan berbeda dengan bercerita biasa dalam bahasa banjar,” jelasnya

Suasana sidang WBTb Kalsel

Disampaikan Raudati, setelah ditetapkan dua Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia dari Kalimantan Selatan, guna melestarikan dan mempromosikan karya itu, akan digelar workshop, agar generasi muda menghargai dan mencintai budaya daerahnya sendiri.
Hal itu dimaksudkan, untuk memberi perlindungan, pemanfaatan, pengembangan, dan pembinaan.

“Pelestarian kearifan lokal tidak hanya menjadi kenangan, tetapi identitas di Banua,” ungkapnya

Lebih lanjut Raudati menambahkan, dengan masuknya dua Warisan Budaya Takbenda Kalimantan Selatan, kedalam (WBTb) Indonesia, total keseluruhan karya budaya yang terdaftar menjadi 41 buah. Sehingga, ini akan terus dilestarikan, agar tidak diakui oleh Daerah maupun Negara lain.

“Tahun berikutnya kami akan mempersiapkan lebih banyak lagi Warisan Budaya Takbenda Kalsel,” tutup Helda. (NHF/RDM/RH)

Dorong Penerapan “Srikandi” di Seluruh SKPD, Pemprov Kalsel Akan Berikan Penghargaan

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar rapat koordinasi penerapan aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (Srikandi).

Suasana Rakor, Penandatanganan Komitmen Bersama dan Bimtek Penerapan Aplikasi Srikandi

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor yang berlangsung di salah satu hotel berbintang, Senin (18/9).

Dalam kesempatan itu, juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama antara Gubernur dan Kepala SKPD tentang Kearsipan lingkup Pemprov Kalsel dan dilanjutkan dengan bimbingan teknis bagi operator UPTD/UPPD terkait penerapan aplikasi Srikandi.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Kalsel Raudhatul Jannah, Kepala Dispersip Kalsel Nurliani, Kepala Diskominfo Kalsel Muhammad Muslim dan sejumlah pejabat SKPD Lingkup Pemprov Kalsel.

Gubernur Kalsel yang akrab disapa Paman Birin ini memberikan apresiasi kepada Dispersip Kalsel atas terselenggaranya rapat koordinasi penerapan aplikasi Srikandi ini. Menurutnya, kegiatan ini sebagai tindak-lanjut penghargaan penerapan aplikasi Srikandi yang diperoleh Gubernur Kalsel dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).

“Melalui kegiatan ini, bisa terjalin koordinasi sinkronisasi dan kolaborasi antara SKPD lingkup Pemprov Kalsel sehingga kearsipan di Kalsel bisa lebih baik lagi ke depannya,” harapnya.

Paman Birin menyebutkan bahwa penerapan aplikasi Srikandi di SKPD masuk dalam salah satu penilaian capaian kinerja organisasi bidang kearsipan. Sehingga Pemprov Kalsel melalui Dispersip Kalsel akan memberikan penghargaan dan apresiasi kepada SKPD yang telah menerapkan aplikasi Srikandi dengan baik dalam pengelolaan persuratannya dan akan ada sanksi apabila tidak menerapkan aplikasi Srikandi.

Paman Birin berharap, ke depan pemberian penghargaan ini dapat menjadi motivasi bagi setiap SKPD lingkup Pemprov Kalsel untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola arsip melalui pemanfaatan aplikasi Srikandi dan dapat menjadi warisan bagi generasi muda penerus bangsa.

Sementara, Kepala Dispersip Kalsel, Nurliani mengungkapkan pihaknya telah melaksanakan monitoring dan evaluasi (monev) penerapan aplikasi Srikandi di seluruh SKPD lingkup Pemprov Kalsel. Dari hasil monev tersebut bahwa untuk surat masuk di aplikasi Srikandi sebanyak 8.910 dan surat keluar sebanyak 2.601.

“Dari 49 Organisasi Perangkat Daerah (OPD), baru sekitar 8 OPD yang aktif menggunakan aplikasi Srikandi dalam persuratannya,” terangnya.

Oleh karena itu, Nurliani berharap setelah dilaksanakannya kegiatan ini, penggunaan dan penerapan aplikasi Srikandi di SKPD dapat lebih dioptimalkan agar di tahun-tahun mendatang Pemprov Kalsel bisa mendapatkan kembali penghargaan dari Arsip Nasional. (NRH/RDM/RH)

Kejurprov Judo Kalsel Tahun 2023 Digelar

BANJARMASIN – Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar, Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Tahun 2023 di Kota Banjarmasin, Mingggu (17/9).

Ketua Harian PJSI Provinsi Kalimantan Selatan Jumadiono menjelaskan, Kejurprov ini dilaksanakan untuk mempersiapkan atlet judo Kalsel, untuk dapat bertanding pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas).

Ketua Harian PJSI Kalsel Jumadiono

“Kejurnas Judo ini, mengacu pada program PB PJSI, yaitu menghasilkan poin,” ungkapnya.

Dan, Kejurprov Judo di Kalsel ini juga memiliki poin, untuk dapat mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON) Tahun 2024 mendatang di Sumatera Utara dan Aceh.

“Untuk cabang olahraga Judo ini tidak ada Pra Pon, untuk mendapatkan tiket ke PON tersebut, Judo hanya mengumpulkan poin sebanyak-banyaknya agar dapat lolos ke PON,” tuturnya lebih lanjut.

Pada Kejurprov Judo Tahun 2023 ini, diikuti kurang lebih 200 atlet putra dan putri, perwakilan dari 13 kabupaten dan kota di Provinsi Kalimantan Selatan.

Jumadiono berharap, pada Kejurprov Judo ini melahirkan atlet atlet judo handal, agar kedepannya dapat membawa nama harum Provinsi Kalimantan Selatan pada tingkat nasional maupun internasional.

Saat ini, lanjutnya, untuk prestasi atlet Judo hampir merata di Banua ini. Seperti, Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kota Banjarbaru, Kota Banjarmasin, Kabupaten Batola, serta lainnya.

“Kami berharap seluruh daerah di Provinsi Kalimantan Selatan ini memiliki atlet Judo yang handal,” ujar Jumadiono. (SRI/RDM/RH)

Ramaikan Harjad Kota Banjarmasin ke 497 Pertandingan Sepakbola Piala Walikota Banjarmasin Digelar

BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kota Banjarmasin menggelar, Pertandingan Sepakbola Piala Walikota Banjarmasin Tahun 2023.

Pertandingan dilaksanakan di lapangan Sepakbola Mini, Kecamatan Banjarmasin Selatan, Senin (18/9). Dibuka Walikota Banjarmasin Ibnu Sina, didampingi Kabid Olahraga Disbudporapar Roenissa.

“Digelarnya Pertandingan ini, dalam rangka Memperingati Hari Jadi Kota Banjarmasin ke 497 dan Hari Olahraga Nasional Tahun 2023,” ungkap Walikota Banjarmasin Ibnu Sina.

Pertandingan ini, lanjutnya, digelar 4 hari, 18 – 21 September 2023.

Pertandingan ini diikuti tim sepakbola pelajar SMP Se Kota Banjarmasin.

“Diharapkan para atlet sepakbola muda ini, dapat bertanding dengan sportivitas dan menjunjung kejujuran selama bertanding,” ucap Ibnu.

Selain itu, tambahnya, Pemerintah Kota Banjarmasin berharap dari pertandingan ini, dapat melahirkan atlet muda cabang olahraga sepakbola.

Sementara itu, Kabid Olahraga Disbudporapar Roenissa mengatakan, Pemerintah Kota Banjarmasin memberikan dukungan terhadap peningkatan olahraga sepakbola di Kota ini.

“Pada kejuaraan kali ini diikuti 16 tim sepakbola dari berbagai Sekolah Tingkat Pertama (SMP) sederajat di Kota Banjarmasin,” ucap Nissa.

Kejuaraan ini memperebutkan piala/troppy Walikota Banjarmasin, uang pembinaan, serta lainnya.

Juara 1 mendapatkan hadiah uang tunai sebesar Rp 3,5 juta, juara 2 mendapatkan Rp 2,5 juta, sedangkan juara 3 mendapat Rp1,5 juta.

Serta peraih troppy Top Score, Pemain Terbaik, Kiper Terbaik masing masing mendapatkan Rp 500 ribu. (ADV/SRI/RDM/RH)

Ribuan Peserta Ramaikan Jalan Santai Harjad Kota Banjarmasin ke 497

BANJARMASIN – Ribuan peserta meramaikan olahraga Jalan Santai dalam rangka Peringatan Hari Jadi Kota Banjarmasin ke 497 dan Hari Perhubungan Nasional Tahun 2023.

Kegiatan Jalan Santai ini dilepas oleh Walikota Banjarmasin Ibnu Sina, didampingi Wakil Walikota Banjarmasin Arifin Noor, di kawasan Siring Balaikota Banjarmasin, Minggu (17/9).

Ibnu menjelaskan, kegiatan ini bertujuan supaya, masyarakat turut serta merasakan suasana Hari Jadi Kota Banjarmasin.

“Hari jadi Kota Banjarmasin juga diperingati dengan olahraga jalan santai,” ungkapnya.

Sedangkan, lanjutnya, untuk puncak peringatan tinggal satu pekan lagi. Sehingga, rangkaian kegiatan Peringatan Hari Jadi Kota Banjarmasin terus dilaksanakan di kota ini.

“Kami meminta doa dan dukungan dari seluruh masyarakat, agar pelaksanaan Hari Jadi Kota Banjarmasin dapat berjalan lancar dan sukses,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Walikota Banjarmasin ini juga melaunching lima unit Trans Banjarmasin ramah disabilitas untuk koridor 4, dengan rute Sungai Andai – Teluk Tiram.

Launchingnya transportasi itu,tentunya sesuai dengan visi misi Wali Kota Banjarmasin memberikan kenyamanan bagi warga Banjarmasin terutama dalam menggunakan angkutan umum.

“Lima unit bis trans Banjarmasin sudah dilaunching, untuk warga Kota Banjarmasin, agar nyaman dalam ber transportasi,” ucap Ibnu.

Dalam kesempatan tersebut juga ditandai peletakan batu pertama pembangunan Shelter Siring Nol Kilometer. (ADV/SRI/RDM/RH)

Gelar High Level Meeting di Banjarmasin, TPID Kalsel Susun Strategi Ketahanan Pangan Selama El-Nino

BANJARMASIN – BMKG memperkirakan, dampak iklim El-Nino di Indonesia akan dirasakan hingga November 2023 mendatang. Yakni musim kemarau kering, akan berlangsung lebih lama, hingga jelang akhir tahun. Dampak El-Nino inipun, dikhawatirkan dapat mempengahi inflasi, termasuk di provinsi Kalimantan Selatan.

Untuk mengantisipasi hal ini, maka Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar rapat tingkat tinggi atau high level meeting se-Kalsel di di Banjarmasin, mulai Senin (18/9) hingga Selasa (19/9). Hadir langsung membuka acara ini, Gubernur, Sahbirin Noor.

Dalam sambutannya, Gubernur menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antara seluruh anggota TPID se-Kalsel, guna mengantisipasi dampak El-Nino yang memicu kenaikan harga-harga pangan.

Gubernur Kalsel

“Di tengah kondisi global yang masih penuh dengan ketidakpastian, kita patut bersyukur bahwa tingkat inflasi di Kalsel masih terkendali dan berada dalam tren yang melandai,” tutur pria yang akrab disapa Paman Birin tersebut.

Setelah mencapai puncaknya sebesar 7,35 persen (year-on-year, yoy) pada September 2022, lanjutnya, tingkat inflasi Kalsel terus menurun hingga mencapai 4,36 persen (yoy) pada Agustus 2023.

Paman Birin juga menyampaikan, bahwa capaian itu tidak lepas dari kerja keras dan sinergitas di antara anggota TPID, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

Senada disampaikan Kepala Perwakilan BI Provinsi Kalsel Wahyu Pratomo. Bahwa TPID Provinsi memberikan perhatian lebih pada komoditas beras.

Menurutnya, meski berangsur terkendali, inflasi beras di Kalsel pada Agustus 2023 masih tercatat tinggi yakni sebesar 21,7% (yoy).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalsel

“Kenaikan harga beras dunia terjadi karena berbagai faktor, utamanya perubahan iklim dan kebijakan proteksionisme negara-negara di dunia untuk menjaga ketahanan pangan di masing-masing negara. Termasuk India, produsen utama beras dunia, yang telah melarang ekspor beras sejak Juli 2023,” ungkap Wahyu.

Untuk itu, Wahyu menekankan urgensi TPID se-Kalsel untuk terapkan lima langkah pengendalian inflasi.

Yakni mengoptimalisasi APBD melalui intervensi pasar, operasi pasar, ataupun pasar murah. Kedua, penguatan sarana dan prasarana pertanian guna tingkatkan produktivitas pangan.

“Ketiga, memperkuat kebijakan pengendalian inflasi daerah lewat data stok dan neraca pangan serta implementasi KAD. Keempat, memperkuat infrastuktur dan rantai pasok untuk distribusi barang dan jasa, termasuk optimalisasi peran BUMD Pangan,” kata Wahyu.

Terakhir, lanjut Wahyu, memperkuat koordinasi, komunikasi, dan sinergi pengendalian inflasi guna menjaga ekspektasi inflasi masyarakat.

Wahyu juga meyakini, dengan berbagai upaya tadi, inflasi gabungan 3 kota IHK di Kalsel pada sisa tahun 2023 tetap terkendali pada titik tengah tengah sasaran target 3,0±1% (yoy).

Wahyu juga menegaskan BI dan Pemprov Kalsel akan terus bersinergi dalam kerangka TPID untuk menjaga inflasi Kalsel berada pada kisaran sasaran 2,5±1 persen (yoy) pada tahun 2024. (RIW-BI.KALSEL/RDM/RH)

Gelar Jalan Sehat, FKPPI Kalsel Berharap Dapat Dikenal Masyarakat Luas

BANJARMASIN – Perayaan Hari Ulang Tahun Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan dan putra putri TNI/Polri (FKPPI) ke-45 , yang dimeriahkan dengan jalan sehat akhir pekan lalu, yang diikuti 5000 lebih masyarakat banua, menjadi momen penting untuk FKPPI Kalsel.

Kepada Abdi Persada FM, Bendahara PD XVI KB FKPPI Kalsel, Novita Tyasti Setyanti, pada Sabtu (16/9) mengatakan, dengan digelarnya rangkaian kegiatan diantaranya Jalan Sehat, untuk memeriahkan FKPPI ke -45, seluruh lapisan masyarakat di Banua dapat mengenal FKPPI Kalsel dan bergabung menjadi anggota terutama Putra-Putri dari purnawirawan baik TNI dan Polri.

Bendahara PD XVI KB FKPPI Kalsel, Novita Tyasti Setyanti, saat diwancara

“Melalui Jalan Sehat ini kami apresiasi telah diikuti ribuan warga,” ucapnya

Hal senada disampaikan, Sekretaris HIPWI PDXVI KB FKPPI Kalsel, Nawang Wijayati. Ia menyampaikan, kegiatan ini untuk semakin meningkatkan silaturahmi dan kekompakan. Ia berharap, dapat terus digelar nantinya.

Pihaknya mengapresiasi besarnya dukungan dari Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Selatan Muhammad Yani Helmi, dan Forkopimda Kalsel yang turut berpartisipasi dalam memberikan beragam hadiah seperti sepeda, alat elektronik, dan uang tunai, satu buah motor, satu ekor sapi hingga hadiah utama Umroh.

“Kami ucapkan banyak terima kasih atas dukungan dan support hingga acara berjalan lancar dan sukses,” katanya

Suasana pengumuman pemenang undian, hadiah satu buah motor, dari Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel

Sementara itu, Ketua Wanita Keluarga Besar FKPPI Kalsel, Yani Maryani, menambahkan, guna memeriahkan Jalan Sehat, pihaknya turut serta dengan membuka stand yang menampilkan beberapa produk usaha mikro kecil, diantaranya es jelly melon, akar pinang, dan pentol bakar pedas.

“Semoga kegiatan ini, FKPPI Kalsel semakin dikenal,” tutupnya.

Untuk diketahui, Jalan Sehat HUT FKPPI Ke-45, di Siring Nol KM Bnajarmasin ini dihadiri langsung oleh Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, dihadiri Ketua DPRD Kalimantan Selatan Supian HK, sejumlah pejabat SKPD dilingkup Pemprov Kalsel, dan unsur Forkopimda Kalsel, diikuti ribuan masyarakat Kalsel. (NHF/RDM/RH)

Gema Maulid 14 Malam, Wujud Pembangunan Spritual Banua

BANJARMASIN – Ada yang berbeda pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini, di lingkup pemerintah provinsi Kalimantan Selatan. Selama kurang lebih 7 tahun masa kepemimpinan Gubernur, Sahbirin Noor, inilah pertama kalinya digelar Gema Maulid 14 Malam. Yakni lantunan Maulid Habsyi dan Tausiyah agama, digelar selama 14 malam berturut – turut. Mulai dari 16 – 29 September 2023.

Suasana saat Gema Maulid 14 Malam

Setiap malamnya, pemerintah provinsi mengundang grup Maulid Habsyi yang berbeda. Begitu juga dengan guru atau ustadz yang memberikan Tausiyah. Pada malam pertama Gema Maulid 14 Malam 1445 Hijriah pada Sabtu (16/9) di gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin, guru Oton atau ustadz Muhammad Syarif Bustomi didaulat menjadi guru pertama memberikan Tausiyah, kepada ratusan jemaah yang hadir. Baik masyarakat umum, maupun ASN lingkup pemerintah provinsi Kalsel.

Dalam sambutannya, Paman Birin (sapaan khas Gubernur Kalsel) mengatakan, bahwa selama kurang lebih 7 tahun memimpin Kalsel,  Gema Maulid semacam ini, baru pertama kali digelar. Tujuannya adalah untuk lebih mendorong pembangunan bidang spritual.

“Kita tidak hanya ingin pembangunan fisik saja yang maju di Banua ini, tetapi juga spiritual. Berimbang keduanya,” ujar Paman Birin.

Oleh karena itu, Gubernur mengundang seluruh masyarakat Kalsel, agar tidak sungkan dan meramaikan Gema Maulid 14 Malam ini. Apalagi setiap malamnya, akan ada Tausiyah dari guru atau ustadz yang berbeda – beda. Termasuk guru Wildan Salman, dan ustadz nasional, Fikri Haikal MZ. (RIW/RDM/RH)

Exit mobile version