Pemprov Kalsel Gencar Gelar Pasmur TPID Kendalikan Inflasi

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, terus menggelar pasar murah melalui gabungan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kalsel, sebagai upaya mengendalikan Inflasi. Hal itu disampaikan Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, disela peninjauan langsung pasar murah di halaman eks Kantor Gubernur Banjarmasin, pada Senin (20/2).

Suasana operasi pasar murah TPID Kalsel

Sahbirin menjelaskan, kegiatan pasar murah dari gabungan TPID Kalimantan Selatan ini, merupakan arahan Presiden RI Joko Widodo, dalam rangka mengendalikan Inflasi. Salah satunya di Kota Banjarmasin.

Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, saat diwancara awak media

“Pak Presiden minta pemerintah daerah, melakukan langkah cepat pengendalian Inflasi, yakni operasi pasar murah,” katanya

Disampaikan Gubernur, dalam kegiatan operasi pasar murah, Kabupaten dan Kota di daerah ini, dapat menyelenggarakan untuk bersama – sama melakukan pengendalian Inflasi, sehingga masyarakat merasakan kemudahan mendapat bahan pokok dengan harga terjangkau.

“Jangan sampai warga kesulitan mendapat bahan pokok, untuk memenuhi keperluan sehari-hari,” pinta Paman Birin.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan, Birhasani menjelaskan, dalam operasi pasar murah ini pihaknya bersama TPID se Kalsel, yang merupakan gabungan SKPD dan bekerjasama dengan Bulog serta pihak swasta. Ia berharap seluruh masyarakat, dapat memanfaatkan untuk membeli keperluan bahan pokok tersebut.

Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan, Birhasani

“Operasi pasmur sebelumnya kami gelar di Kabupaten Kotabaru, dilanjutkan Kota Banjarmasin dan setelah itu Kabupaten Tabalong, masing-masing selama tiga hari,” katanya

Birhasani menambahkan, dalam kegiatan pasar murah pengendalian Inflasi Daerah ini, juga diberikan subsidi harga bervariasi, yang telah diperhitungkan antara sekitar 2 ribu – 5 ribu rupiah.

“Ini merupakan kebijakan Gubernur Kalsel, melalui biaya tidak terduga (BTT),” tutup Birhasani.

Untuk diketahui, Operasi Pasar Murah oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah Kalimantan Selatan, salah satu komoditi beras yang paling banyak dibeli warga, karena dari pembelian 10 kilogram, hanya 90 ribu rupiah.

Ada sebelas komoditi yang diperjualbelikan yaitu beras premium, bawang merah, daging sapi, daging ayam, gula pasir, ikan segar, tepung terigu, cabe rawit, telur ayam dan cabe merah keriting. (NHF/RDM/RH)

Bawa Nama Harum Sekolah, Tim Futsal SMAN 2 Kotabaru Raih Juara I se Kalsel

BANJARBARU – Tim futsal SMA Negeri 2 Kotabaru berhasil menyabet gelar juara pada laga pertandingan yang dihelat di lapangan Pernando 2, Banjarbaru, Sabtu (18/2) sore, setelah menumbangkan SMA Negeri 2 Banjarbaru dengan skor 4-2.

Turnamen sepak bola jarak pendek 25 – 42 meter yang diselenggarakan STIE Pancasetia tersebut dikhususkan bagi pelajar SMA/SMK dan MA se Kalimantan Selatan dan memperebutkan piala bergilir.

Kepala SMA Negeri 2 Kotabaru, Abdul Gapur, saat dikonfirmasi, menuturkan, sangat bangga dengan hasil yang telah dicapai. Apalagi, kemenangan ini merupakan wujud semangat nyata oleh peserta didiknya.

“Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan mitra kami Winmart. Serta arahan langsung pelatih didampingi alumni SMA Negeri 2 Kotabaru yaitu M Fauzan, M Dodi Anwari, Renaldi dan warga sekolah,” ucapnya.

Lanjut dia, torehan prestasi yang diraih tim futsal SMA Negeri 2 Kotabaru tak hanya sekali ini saja. Melainkan sudah beberapa kali menyabet gelar juara di daerah.

“Tingkat kabupaten sering juara 1 yakni di Kotabaru dan Tanah Bumbu. Ini juga sesuai dengan misi sekolah, berprestasi dibidang akademik dan no akademik,” ucapnya.

Dirinya membeberkan, sebagai bentuk apresiasi tentu bakal ada penghargaan yang diberikan pihaknya kepada tim futsal tersebut.

“Yang jelas, harapannya peserta didik tidak melihat dari jumlah nominalnya. Melainkan, perhatian serta dukungan lebih dari sekolah akan terus mengalir ,” bebernya.

Pada laga sebelumnya, SMA Negeri 2 Kotabaru juga berhasil menggagalkan SMK Negeri 1 Banjarmasin melaju ke pertandingan selajutnya di final. Bahkan, menorehkan skor 9 – 3.

Atas kemenangan itu, SMA Negeri 2 Kotabaru akhirnya melaju ke pertandingan berikutnya. Dibabak final pun, mereka semakin percaya diri dan tampil memukau. Hingga berhasil menjatuhkan lawannya di laga terakhir.

“Saya langsung menyaksikan keberhasilan yang didapatkan tim futsal kami. Sungguh, ini merupakan capaian luar biasa,” tutupnya. (RHS/RDM/RH)

Satu Abad NU, Paman Birin : Jangan Lupakan Sejarah

BANJAR – Ribuan santri dan warga Nahdlatul Ulama (NU) di Kalimantan Selatan (Kalsel), turut hadir pada puncak peringatan Hari Lahir ke 100 tahun (Satu Abad) NU di Kiram, Kabupaten Banjar, Sabtu (18/2).

Warga NU dan santri saat menghadiri peringatan 1 Abad NU

Peringatan diawali dengan kirab santri bersama Gubernur Kalsel Sahbirin Noor serta warga NU yang dimulai di halaman Ponpes Tahfidz dan Ilmu Al-Quran Darussalam Martapura.

Kakanwil Kemenag Kalsel Muhammad Tambrin foto bersama dengan Gubernur Kalsel usai menyerahkan jaket Banser

Kirab dengan kendaraan roda dua melewati Tugu Intan Banjarbaru, ke arah Jalan RO Ulin – Jalan Trikora – Jalan Mistar Cokrokusumo – Jalan Gunung Kupang, hingga finish di Kiram Park yang menjadi lokasi utama peringatan.

Dalam sambutannya Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor mengatakan, perjalanan panjang NU hingga mencapai usia yang ke 1 abad ini patut dihargai, karena menurutnya, berdirinya NU erat kaitannya dengan berdirinya NKRI.

“Jas Merah, Jangan Lupakan Sejarah. Kemerdekaan Indonesia juga tidak lepas dari peran serta pengorbanan para Ustadz, Kiai, Alim ulama,” ujarnya lantang.

Gubernur akrab disapa Paman Birin ini berharap, 1 abad hari lahir NU dapat lebih membuka pikiran warga NU dalam menghadapi zaman.

“Seperti kita tahu, narkoba banyak menyerang warga kita. Barang haram itu datang dari luar sana. Ini termasuk tugas Aswaja (Ahlusunnah Waljamaah) untuk membentengi,” imbuhnya.

Sementara itu, Pengurus Pengkaderan Aswaja Center Pesantren Tebuireng, Syukron Makmun dalam tausyiahnya mengaku tidak menyangka dengan sejarah berdirinya NU di Kalsel yang hanya selisih 2 tahun setelah didirkan pertama kalinya di Jombang, Jawa Timur pada tahun 1926 lalu.

“Sebab itu, kalau di daerah lain tema peringatannya yakni membangun melestarikan budaya, kalau disini (Kalsel) yakni menyambung sanat jejak juang Muasis NU,” paparnya.

Organisasi keagamaan yang memiliki cabang di seluruh Indonesia bahkan hingga di dunia ini, pun diakuinya, selalu melaksanakan tradisi yang tidak henti-hentinya.

“Mulai dari yasinan, tahlilan, haul dan lain sebagainya,” bebernya.

Tak heran, jumlah warga NU hingga saat ini bahkan sampai tidak bisa di data dengan detail karena begitu banyak pengikutnya.

Syukron berharap, organisasi ini dapat lebih meningkatkan pendidikan yang dinaungi agar paham arti mendalam dari NU itu sendiri.

“Ajarkan tentang Ahlussunah Wal Jamaah, baik sejarah, akidah maupun fiqihnya. Ajarkan tentang argumentasi amaliyah warga NU,” pintanya.

Untuk diketahui, puncak peringatan juga dirangkai dengan penyerahan penghargaan kepada keturunan ulama besar di Kalsel. Selain itu, Paman Birin juga mengadiahkan dua buah mobil operasional masing-masing kepada Ponpes Tahfidz dan Ilmu Al-Quran Darussalam serta Ponpes Darussalam Martapura, serta pemberian jaket Banser kepada Paman Birin oleh Kakanwil Kemenag Kalsel Muhammad Tambrin. (SYA/RDM/RH)

Kominfo Kalsel Gelar Isra Miraj dan Haul ke-18 Guru Sekumpul

BANJARBARU – Dalam rangka meningkatkan silaturahmi antar pegawai, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar peringatan Isra Miraj yang dirangkai dengan Haul ke-18 Guru Sekumpul, pada Jum’at (17/2). Acara ini diisi ceramah agama oleh alumnus Pondok Pesantren Dalwa Bangil Pasuruan, Ustadz Abdul Aziz Muslim, Dan dihadiri seluruh karyawan Diskominfo Provinsi Kalimantan Selatan.

Dengan adanya tema “Implementasi Sholat Akan Meningkatkan Kinerja dan Profesionalitas Yang Bertanggung Jawab”, Kepala Diskominfo Provinsi Kalsel, Muhamad Muslim ingin kembali mengingatkan bahwa sholat memiliki manfaat yang baik dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala Diskominfo Provinsi Kalsel Muhammad Muslim

“Banyak hikmah yang bisa kita ambil dari ibadah sholat ini, seperti kepemimpinan, ketaatan, aturan, dan lain sebagainya,” ucap Muslim usai menghadiri peringatan Isra Miraj.

Muslim menambahkan, dirinya mengharapkan agar ASN di lingkup Diskominfo Provinsi Kalsel terus menjaga sholat dan memetik hikmah dari pelaksanaan sholat tersebut.

“Semoga ini menjadi penguat kita dalam meningkatkan kinerja dan profesionalitas kita dalam berkinerja sehari-hari,” tutup Muslim. (MRF/RDM/RH)

Bank Kalsel Cabang Batulicin Salurkan KUR 70 M Untuk Pertanian dan Perkebunan

TANAH BUMBU – Bank Kalsel Cabang Batulicin, Tanah Bumbu, akan menyalurkan 75 persen Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada 2023 di sektor perdagangan dan perkebunan. Alokasi yang ditargetkan sebesar Rp70 miliar.

Koordinator UMK Bank Kalsel Cabang Batulicin, Herman, menuturkan, saat ini alokasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang siap disalurkan tercatat ada sekitar Rp3 miliar lebih dan program ini dimulai Februari 2023.

“Berhubung awal Januari lalu belum bisa direalisasikan karena kemarin masih menunggu aturan dari Kemenkeu RI, makanya, kami akan mengejar bulan ini bahkan anggarannya sudah siap realisasikan,” ungkapnya, kepada awak media, Jumat (17/2) siang.

Dia menuturkan, cakupan skala prioritas utama yang saat ini tengah didorong pihaknya adalah sektor perkebunan dan perdagangan.

“Yakni perkebunan sawit, karet hingga kelontongan (kios) ketiga ini yang unggul di daerah Tanah Bumbu,” ucapnya.

Namun demikian, sektor pendukung lainnya juga tengah digarap pihaknya supaya KUR yang dijalankan mampu maksimal.

“Ada juga pertanian dan jasa penyewaan rumah (real estate) artinya seluruh sektor sudah masuk,” paparnya.

Sebagai optimalisasi, total penyaluran dari seluruh unit yang ada di Tanah Bumbu mencapai Rp21 miliar.

“Kalau dari target per unit sekitar Rp4 miliar dan itu rata kami bagi. Namun, seperti daerah pelosok yang kebanyakan adalah KUR mikro di bawah Rp100 juta itu sebesar Rp3,7 miliar bedanya disana. Nah, jadi satu triwulan target keseluruhan adalah Rp21 miliar,” paparnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi, mengharapkan, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang diprogramkan Bank Kalsel Cabang Batulicin mampu mendorong dan penumbuhkan perekonomian masyarakat. Termasuk pertanian yang saat ini menjadi fokus pihaknya dalam melakukan pengendalian inflasi.

“KUR saat ini memang sangat dibutuhkan baik masyarakat atau pun UMKM. Sehingga, kami mengharapkan agar Bank Kalsel dapat mempermudah hal ini. Karena apabila tidak dibantu, maka, perekonomian bakal stagnan, meski kita ketahui ada regulasi yang mengatur tetapi setidaknya dipermudah,” harap politisi dari Partai Golongan Karya (Golkar) ini.

Dari hasil pembicaraan, tutur dia, masyarakat yang belum pernah meminjam hanya dikenakan beban angsuran sebesar 6 persen. Sebaliknya, apabila pernah meminjam akan dikenakan angsuran sebanyak 8 persen.

“Sebagai bank milik pemda yang dipercaya oleh pemerintah pusat untuk menyalurkan KUR ini dapat dimudahkan. Tentu saja tujuannya adalah lebih mempermudah ekonomi masyarakat lebih menggeliat lagi,” imbuhnya.

Dilokasi yang sama, Anggota Komisi II DPRD Kalsel, Burhanuddin, mengungkapkan, dengan adanya program KUR yang dijalankan Bank Kalsel Cabang Batulicin bisa menjadi satu-satunya konvensional dalam peminjaman kredit bagi masyarakat setempat.

“KUR dalam rangka membantu masyarakat kecil, pemberian modal. Terpenting, jaga kepercayaan pihak bank. Jangan disalah gunakan, apabila dijalan yang benar maka mereka siap selalu membantu. Perlu diketahui Bank Kalsel Cabang Batulicin ini telah mendapat kepercayaan dari Bank Indonesia (BI),” tuturnya.

Pada Kunjungan Kerja (Kunker) kali ini, hadir pula Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Imam Suprastowo, didampingi Kepala Kantor Bank Kalsel Cabang Batulicin, Aziz Nurhakim beserta jajarannya. (RHS/RDM/APR)

32 TIM BOLA VOLI DI KALSEL RAMAIKAN FESTIVAL BOLA VOLI PIALA PAMAN BIRIN

BANJARMASIN – Festival Bola Voli Piala Paman Birin Tahun 2023 digelar di Gedung Bola Voli Mulawarman Kota Banjarmasin. Digelar untuk mencari bibit muda prestasi.

Kabid Pembudayaan Olahraga Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan Budiono mengatakan, Festival Bola Voli Piala Paman Birin ini, diikuti perwakilan tim bola voli Se Kalimantan Selatan.

“Tujuan digelarnya Festival Bola Voli Piala Paman Birin ini, dalam rangka mencari bibit atlet bola voli berusia muda, yang dapat memberikan prestasi bagi Provinsi Kalimantan Selatan,” ungkap Budiono, kepada sejumlah wartawan, Jumat (17/2).

Kabid Pembudayaan Olahraga Dispora Kalsel Budiono

Festival Bola Voli Piala Paman Birin ini digelar selama 4 hari, dari tanggal 17 sampai 20 Februari 2023. Dan diikuti sebanyak 32 Tim Bola Voli dari 13 Kabupaten dan kota di Kalsel.

“Festival Bola Voli Piala Paman Birin ini, merupakan kegiatan dari Bidang Pembudayaan Olahraga Dispora Kalsel, yang sudah dilaksanakan selama tiga tahun berturut-turut,” jelasnya.

Oleh karena itu, lanjut Budiono, Festival Bola Voli ini dijadikan agenda tahunan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui pihaknya.

Budiono berharap, dengan adanya Festival Olahraga Bola Voli Piala Paman Birin ini, semakin meningkat olahraga tersebut, di Provinsi Kalimantan Selatan.

“Kami berharap olahraga Bola Voli semakin maju dan meningkatkan di Kalsel,” ucap Budiono. (SRI/RDM/APR)

DPRD BANJARMASIN DUKUNG GERAKAN “BABARASIH SERIBU KOLONG RUMAH”

BANJARMASIN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banjarmasin mendukung penuh, gerakan membersihkan seribu kolong rumah atau dikenal “Babarasih”.

Hal itu disampaikan, Sekretaris Komisi IV DPRD Banjarmasin, Mathari, kepada wartawan, pada Jumat (17/2).

Mathari menjelaskan, kegiatan dari lima Kecamatan, melalui gerakan masyarakat membersihkan Seribu Kolong Rumah, sangat tetap dilaksanakan, karena cuaca saat ini masih mengalami musim penghujan dan mencegah bersarangnya nyamuk aides aigepty.

“Gerakan ini hendaklah dilaksanakan secara kontinue,” katanya.

Disampaikan Mathari, dengan kegiatan ini
semua elemen masyarakat turut terlibat, untuk saling bergotong royong dalam membersihkan lingkungan sekitar, yaitu berbagai tumpukan sampah. Dengan demikian mulai sekarang bersama-sama, melakukan penanganan sampah secara masif dan terarah.

“Kami ingin kolong rumah warga bersih dari sampah,” pintanya

Lebih lanjut Mathari menyarankan, selain
gerakan masyarakat membersihkan Seribu Kolong Rumah, nantinya juga ke anak sungai, karena banyak anak-anak sungai yang tidak berfungsi lagi diakibatkan banyak tumpukan sampah.

“Pemukiman warga dan sungai bersih, mari bersama-sama kita wujudkan,” tutupnya.
(NHF/RDM/APR)

BPIH 2023 Disepakati 90 Juta Rupiah, Jemaah Hanya Perlu Melunasi 49,8 Juta Rupiah

Banjarmasin – Pemerintah dan Komisi VIII DPR RI menyepakati besaran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 1444 Hijriyah atau 2023 Masehi dengan rata-rata 90 juta Rupiah per jemaah haji reguler. Terdiri atas dua komponen, yaitu Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) yang ditanggung jemaah dengan rata-rata 49,8 juta (55,3 persen) dan penggunaan nilai manfaat per jemaah sebesar 40,2 juta (44,7 persen). Dengan skema ini, penggunaan dana nilai manfaat keuangan haji secara keseluruhan sebesar 8 juta rupiah.

Kepala Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Kalsel, Muhammad Tambrin mengatakan, bahwa angka ini turun dibandingkan dengan usulan sebelumnya, pada 19 Januari 2023. Dimana pemerintah mengajukan usulan BPIH dengan rata-rata sebesar 98,8 juta dengan komposisi Bipih sebesar 69 juta (70 persen) dan nilai manfaat (optimalisasi) sebesar 29,7 juta Rupiah (30 persen).

“Penurunan itu ada di beberapa komponen, seperti pada harga akomodasi di Mekah, uang saku jemaah karena adanya penurunan kurs Dollar, kemudian penurunan biaya sewat pesawat dan lainnya,” katanya.

Selanjutnya Tambrin mengatakan, proses berikutnya akan dikeluarkan Keputusan Presiden tentang biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) per embarkasi.

“Termasuk untuk penetapan kuota secara resmi kita masih menunggu Keputusan Menteri Agama (KMA) tentang penetapan kuota dan KMA tentang rincian Bipih serta jadwal pelunasan. Mekanisme penetapan besaran Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) per embarkasi ini, biasanya sudah ditetapkan sepekan setelah kesepakatan ini”, ujar Tambrin saat ditemui wartawan di ruang kerjanya.

Tahun 2022, rata-rata Bipih yang dibayar jemaah haji reguler adalah sebesar 39, 8 juta Rupiah. Selanjutnya berdasarkan Keppres untuk jemaah haji embarkasi Banjarmasin sebesar 41,2 juta Rupiah. (RIW/RDM/APR)

Raperda Keperpustakaan dan Pembudayaan Literasi Diharapkan Mampu Tingkatkan IPM

Banjarmasin – Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Keperpustakaan dan Pembudayaan Literasi di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) diharapkan mampu meningkatkan angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Anggota DPRD Kalsel, Gusti Rosyadi Elmi mengatakan keperpustakaan dan pemudayaan literasi sebagai sarana penyelenggaraan pendidikan dan penunjang pembelajaran sepanjang hayat di daerah, yang merupakan wahana pemenuhan kebutuhan pendidikan, sumber informasi, ilmu pengetahuan dan teknologi, penelitian, rekreasi dan pelestarian khazanah budaya lokal.

“Tentu literasi tidak hanya sekedar membaca, menulis dan berhitung, tetapi penalaran dan pemahaman itu penting bagi anak didik generasi mendatang,” jelasnya kepada wartawan, belum lama tadi.

Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kalsel ini mengapresiasi sasaran dari pelaksanaan Raperda Keperpustakaan dan Pembudayaan Literasi adalah terbentuknya masyarakat yang mempunyai budaya membaca dan belajar sepanjang hayat sebagaimana amanah Undang-undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan dan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2017 tentang sistem perbukuan.

“Sedangkan tujuan pembangunan perpustakaan adalah memberikan layanan kepada pemustaka, meningkatkan kegemaran membaca dan wahana belajar sepanjang hayat,” ungkapnya.

Ditambahkan Rosyadi, sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS) Kalsel, pada tahun 2022, angka IPM Kalsel mencapai 71,84. Angka itu meningkat 0,79 persen dibandingkan capaian tahun 2021 di angka 71,28.

“Tentu keperpustakaan dan pembudayaan literasi ini terus dimasifkan di seluruh pelosok kota sampai desa di penjuru Kalsel sebagai sarana penyelenggaraan pendidikan formal dan informal, serta penunjang pembelajaran sepanjang hayat warga Banua,” jelasnya. (NRH/RDM/APR)

Tingkatkan Jumlah Perpustakaan Terakreditasi, Dispersip Kalsel Terus Gencarkan Sosialisasi

Banjarmasin – Setiap jenis perpustakaan berdasarkan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 Tentang Perpustakaan Pasal 11 harus memenuhi Standar Nasional Perpustakaan (SPN). Untuk dapat memenuhi standar tersebut, setiap jenis perpustakaan harus melewati proses akreditasi yang dilaksanakan oleh Badan Akreditasi Nasional.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Nurliani Dardie melalui Sekretaris Dispersip Kalsel, Endang Camsudin mengatakan dari tahun 2011 sampai 2022, perpustakaan di Kalsel berjumlah 183 buah yang sudah diakreditasi oleh Perpusnas RI.

“Dengan rincian perpustakaan yang terakreditasi dua tahun terakhir ini, hanya berjumlah 98 buah, yang terdiri dari 66 perpustakaan sekolah, 5 perpustakaan perguruan tinggi, 24 perpustakaan umum dan dua perpustakaan khusus,” jelas Endang kepada wartawan, Rabu (15/2).

Sedangkan peringkat pertama kabupaten/kota yang telah banyak melaksanakan akreditasi perpustakaan yaitu Kabupaten Kotabaru, disusul peringkat kedua Kota Banjarmasin dan peringkat ketiga Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU).

Endang mengungkapkan ada beberapa kendala yang dihadapi dalam hal akreditasi perpustakaan ini, antara lain terbatasnya jumlah sumber daya manusia (SDM) perpustakaan yang memenuhi standar kompetensi dan profesional, anggaran perpustakaan yang terbatas yang berimplikasi terhadap pengarahan koleksi.

“Selain itu, sarana dan prasarana perpustakaan, termasuk masih rendahnya pemahaman arti dan manfaat terhadap penerapan SPN dan akreditasi perpustakaan oleh pimpinan induk perpustakaan,” terangnya.

Oleh karena itu, lanjut Endang, setiap tahun Dispersip Kalsel terus berupaya agar semua jenis perpustakaan di Kalsel lebih banyak lagi mengikuti akreditasi sehingga dalam pengelolaannya dapat memenuhi SPN dan kualitas penyelenggaraan perpustakaan di Kalsel bisa lebih baik lagi di masa mendatang.

Untuk diketahui, Dispersip Kalsel melaksanakan sosialisasi akreditasi perpustakaan di salah satu hotel di Banjarmasin, Rabu (15/2). Selain menghadirkan pembicara dari Dispersip Kalsel, kegiatan ini juga mengundang perwakilan Perpustakaan Nasional RI sebagai narasumber. (NRH/RDM/APR)

Exit mobile version