Tim Bola Voli Putri SMKN I Kandangan dan Putra SMKN I Binuang Juara 1 Piala Paman Birin

BANJARMASIN – Festival Bola Voli Piala Paman Birin Tahun 2023 telah menghasilkan juara, setelah dengan sukses penyelesaian semua babak pertandingan, di GOR Bola Voli Mulawarman, Kota Banjarmasin, Senin (20/2).

Kabid Pembudayaan Olahraga Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan Budion mengatakan, pihaknya baru saja menyelesaikan Festival Bola Voli Piala Paman Birin, juara 1 diraih Tim Bola Voli Putri SMKN 1 Kandangan dan Putra SMKN 1 Binuang.

Kabid Pembudayaan Olahraga Dispora Kalsel Budiono

“Pada Festival Bola Voli Piala Paman Birin tahun ini, peserta memiliki kekuatan merata, tidak terfokus pada satu daerah saja,” ungkap Budiono.

Maka dengan begitu, lanjutnya, untuk pembinaan cabang olahraga bola voli di Provinsi Kalimantan Selatan sudah cukup baik.

“Mengingat, peserta pada Festival Bola Voli Piala Paman Birin ini, merupakan atlet pelajar dari perwakilan sekolah di 13 Kabupaten dan kota di Kalsel,” ucap Budiono.

Sementara itu, Tim Bola Voli Putri SMKN 1 Kandangan tidak menyangka dapat meraih juara 1 Festival Bola Voli Piala Paman Birin Tahun 2023 ini.

Seperti yang disampaikan Pelatih Tim Bola Voli Putri SMKN 1 Kandangan Hamlani.

Pelatih Tim Bola Voli Putri SMKN 1 Kandangan Hamlani

“Kami hanya menargetkan dapat masuk semifinal, sedangkan menjadi juara 1 Festival Bola Voli Piala Paman Birin, diluar ekspektasi,” ungkapnya.

Karena itu, lanjut Hamlani, melihat dari skema pertandingan lawan dari daerah lainnya, cukup kuat. Seperti dari Tim Bola Voli SMAN Kotabaru serta lainnya.

“Kami bersyukur dapat terus melaju sehingga berhasil meraih juara 1, setelah berhasil mengalahkan Tim Bola Voli SMKN 1 Belawang pada babak final,” ucapnya.

Untuk diketahui, berikut Daftar Juara Festival Bola Voli Piala Paman Birin Tahun 2023.

Juara 1 Tim Bola Voli Putri SMKN 1 Kandangan, Juara 2 Tim Bola Voli Putri SMKN 1 Belawang, Juara 3 Tim Bola Voli SMAN 2 Kotabaru, serta Juara 4 Tim Bola Voli SMAN 2 Banjarmasin.

Sedangkan Juara 1 Tim Bola Voli Putra SMKN 1 Binuang, Juara 2 Tim Bola Voli Putra SMAN 3 Banjarbaru, Juara 3 Tim Bola Voli SMKN 2 Pelaihari, serta Juara 4 Tim Bola Voli SMKN 1 Telagasari Kotabaru. (SRI/RDM/RH)

Kembangkan Basis Inklusi Sosial, Dispersip Kalsel dan Dispersip Banjar Gelar Pelatihan Arguci

BANJAR – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) kembali melaksanakan program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial di Kabupaten Banjar. Tema pada kegiatan ini disesuaikan dengan potensi wilayah pelaksana kegiatan, kali ini mengangkat tema “Pelatihan sulam Arguci Budaya Terjaga Masyarakat Sejahtera di Kabupaten Banjar”. Acara ini dibuka langsung oleh Kepala Dispersip Kalsel, Nurliani Dardie yang diwakili Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan Perpustakaan, Wildan Ahyar, Senin (20/2) kemarin.

Suasana Pelatihan Sulam Arguci

Dalam sambutannya, Wildan mengatakan bahwa pelatihan ini adalah kegiatan Pengembangan Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial yang kedua dari lima kegiatan di tahun 2023 yang pelaksanaannya memang ditempatkan di kabupaten/kota di Kalsel.

“Kegiatan adalah bagian dari kolaborasi dalam penguatan sinergi mencapai suatu tujuan bersama untuk mencerdaskan dan mensejahterakan masyarakat”, katanya.

Sementara, Kepala Bidang Perpustakaan Dispersip Kabupaten Banjar, Noor Aida mengucapkan terimakasih atas kepercayaan Dispersip Kalsel untuk melaksanakan Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial. Menurutnya, kegiatan ini diikuti sekitar 50 peserta dari berbagai kalangan.

“Peserta kegiatan ini berasal dari PKK Kabupaten, PKK Kecamatan, Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Kabupaten Banjar, serta para pengelolaan perpustakaan desa di Kabupaten Banjar,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Pengrajin Sulam Arguci dari Pasayangan Kabupaten Banjar, yang juga merupakan Binaan dari Disperindag Kabupaten Banjar, Yuliati menjelaskan Sulam Arguci merupakan salah satu kerajinan tangan bahari (tua/lama) khas Banua Banjar yang telah populer sejak ratusan tahun silam.

“Menurut kisah dalam budaya tutur masyarakat Banjar yang secara turun-temurun terus dijaga, konon arguci merupakan simbol kemewahan pembesar kesultanan Banjar dan para pagustian (bangsawan/keluarga kerajaan)”, jelasnya.

Yuliati menambahkan bahwa pada kejayaan kesultanan Banjar, keindahan Sulam Arguci yang rata-rata dikerjakan oleh anak perempuan dan ibu-ibu rumah tangga ini telah menghias baju-baju kebesaran yang dipakai oleh raja-raja Banjar.

“Selain juga mempercantik dinding-dinding istana, bahkan sampai ranjang para sultan juga tidak luput dari sentuhan arguci dengan motif beragam yang umumnya mempunyai pakem yang melekat,” terangnya.

Setelah menyampaikan materi singkat tentang Sulam Arguci, Yuli langsung membagi peserta menjadi 5 Kelompok yang beranggotakan 10 peserta, masing-masing peserta dipersilahkan membuat pola kedaerahan seperti Pola Rumah Banjar Bubungan Tinggi, Tulisan Allah Muhammad, dan Pola batu permata (Intan) serta pola lain yang diinginkan peserta.

Melihat hasil Sulaman Arguci yang sangat indah ini dari peserta pelatihan, membuat kebanggaan tersendiri Kepala Dispersip Kalsel, Nurliani. Ia berharap keterampilan yang didapat dapat bermanfaat untuk para peserta untuk meningkatkan perekonomian keluarga.

“Ini salah satu maksud tranformasi. Perpustakaan tidak hanya tempat membaca dan meminjam buku, namun juga untuk mengembangkan keterampilan untuk menunjang kesejahteraan,” katanya.

Ditambahkan Nurliani, program yang berasal dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia ini bertujuan memperkuat peran perpustakaan umum dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sehingga kemampuan literasi menguat, yang berujung pada peningkatan kreativitas masyarakat. (HUMASDISPERSIPKALSEL-NRH/RDM/RH)

Pemilihan Pasangan Muda Inspiratif Tingkat Provinsi Kalsel Dilaksanakan Lebih Awal

BANJARMASIN – Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan kembali menggelar Pemilihan Pasangan Muda Inspiratif dan Berprestasi Tingkat Provinsi Kalsel Tahun 2023.

Pemilihan ini dilaksanakan di salah satu hotel berbintang di Kota Banjarmasin, Selasa (21/2). Dibuka Plt Asisten Perekonomian Setdaprov Kalsel Nurul Fajar Desira mewakili Gubernur Kalsel Sahbirin Noor.

Plt Asisten Perekonomian Setdaprov Kalsel Nurul Fajar Desira

Dalam sambutannya, meminta kepada seluruh peserta pasangan muda ini, agar dapat menjadi pelopor, bagi pasangan muda lainnya di Provinsi Kalimantan Selatan.

“Pasangan muda tersebut dapat memberikan inspirasi kepada pasangan muda lainnya, agar dapat memberikan prestasi terbaiknya untuk pembangunan pemuda di Provinsi Kalimantan Selatan,” ujarnya.

Fajar mengatakan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan juga, dapat melakukan pembinaan terhadap pasangan muda ini, dengan memberikan pengetahuan mengenai bagaimana berumah tangga, memberikan ilmu kesehatan bagi keluarga, serta ilmu pengetahuan terkini. Agar pasangan muda yang dihasilkan memiliki wawasan yang luas, serta lainnya.

Sementara itu, Panitia Pelaksana Pemilihan Pasangan Muda Inspiratif dan Berprestasi Tingkat Provinsi Kalsel Denny Saputera mengatakan, Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan sengaja melaksanakan pemilihan ini, pada awal tahun 2023.

Panitia Pemilihan Denny Saputera

“Pada pelaksanaan pemilihan pasangan muda inspiratif dan berprestasi di tahun 2022 lalu, kami terlambat melaksanakan, sehingga tidak bisa mengikuti pemilihan tingkat nasional, yang digelar Kementrian Pemuda dan Olahraga,” jelasnya.

Denny berharap, dengan dilaksanakan pada awal tahun ini, maka pemenang pasangan muda inspiratif dan berprestasi tingkat provinsi Kalsel dapat mewakili pada ajang nasional tersebut. (SRI/RDM/RH)

Gelar Rakerda 2023, REI Kalsel Beri Penghargaan Pada Pemprov Kalsel

BANJARMASIN – Pemerintah provinsi Kalimantan Selatan bersama Pemko Banjarbaru, mendapatkan penghargaan dari DPP Real Estate Indonesia (REI), atas dukungan kedua pemerintah daerah ini untuk pembangunan perumahan. Penghargaan diserahkan langsung Ketua DPP REI, Paulus Totok Lusida, pada pembukaan Rapat Kerja Daerah (rakerda) DPD REI Kalsel tahun 2023, di Banjarmasin pada Senin (20/2). Penghargaan untuk pemerintah provinsi, diterima Gubernur Kalsel, yang diwakili Staf Ahli bidang Kemasyarakatan dan SDM Pemprov Kalsel, Husnul Hatimah.

Usai pembukaan Rakerda, kepada wartawan Ketua DPD REI Kalimantan Selatan, Ahyat Sarbini berharap, melalui melalui Rakerda ini banyak pemikiran yang bisa dilakukan untuk membangun Kalsel kedepan. Tentunya dengan dukungan dari pemerintah daerah di Kalsel

“Kendala perizinan yang selama ini dihadapi pengembang, kami harapkan dapat terselesaikan tahun ini. Apalagi ditargetkan sebanyak 200.000 unit lebih rumah untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dapat terbangun tahun ini. Dengan 7.000 unit diantaranya di wilayah Kalsel,” ujarnya.

Sementara itu, menurut Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Roy Rizali Anwar, yang turut hadir sebagai narasumber diskusi, pemerintah provinsi telah membuat program dan melakukan penandatanganan MoU dengan BP Tabungan Perumahan Rakyat atau BP Tapera, terkait pengadaan perumahan bagi kalangan ASN dan Non ASN lingkup Pemprov Kalsel.

“Pada pertemuan tadi juga dibahas soal adanya beberapa kabupaten yang belum menyelesaikan Perda Perizinan Bangunan Gedung, pemberian ijin dan mekanisme berbelit dan berbeda, penetapan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Kita sudah tampung masalah ini, dan meminta dinas kabupaten kota, dapat menyelesaikannya. Mudah-mudahan ini bisa kita sinkronkan, sehingga pelaksanaan percepatan pembangunan rumah khususnya untuk masyarakat di Kalsel bisa lebih cepat,” katanya.

Roy juga mengimbau masyarakat, agar segera membeli rumah. karena dari informasi yang Ia dapatkan, kemungkinan besar harga rumah akan naik dengan kisaran 4-5 persen. Terlebih saat ini ada promo-promo yang ditawatkan developer. Seperti bebas BPHTB, biaya BPHTB, bea balik nama, dan sebagainya.

“Ini momen dan waktu kita untuk memperoleh rumah dengan biaya yang lebih murah,” tutupnya.

Sebelumnya, saat membuka Rakerda REI Kalsel, dalam sambutannya yang dibacakan Husnul Hatimah, Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor mengatakan, penetapan IKN di Kalimantan Timur, menjadikan posisi Kalimantan Selatan sebagai pintu gerbang IKN. Status ini tentunya sangat strategis, dan memberikan peluang kepada pengusaha properti untuk berpartisipasi dan mengembangkan usahanya lebih besar.

“REI sebagai asosiasi pengusaha pengembang tentu telah jeli melihat peluang, terutama perumahan mempunyai fungsi dan peranan yang penting dalam kehidupan masyarakat dan penopang laju ekonomi. Hal tersebut sejalan dengan misi provinsi Kalimantan Selatan. Yaitu Kalsel Maju dan sebagai gerbang ibukota negara.

“Alhamdulillah REI Kalsel telah banyak memberikan kontribusi pembangunan hunian. Hal tersebut tentu akan berdampak positif bagi keberlanjutan program pembangunan di Kalimantan Selatan,” katanya.

Selain itu, sudah menjadi komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan untuk mempercepat pembangunan, maka semua harus berusaha semaksimal mungkin melakukan upaya terbaik agar tujuan dari pembangunan dapat tercapai, terutama dengan dicanangkannya program satu juta rumah oleh pemerintah pusat, menjadi kewajiban untuk ikut andil mensukseskan program tersebut.

“Oleh sebab itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan senantiasa melakukan koordinasi, serta kerjasama dengan pemerintah kabupaten/kota, stakeholder dan pihak-pihak lainnya agar sinergitas program-program perumahan bagi masyarakat termasuk untuk ASN dapat terwujud terutama dengan harga yang terjangkau,” katanya. (RIW/RDM/RH)

Komisi IV DPRD Kalsel Dukung Pengembangan SMKN 1 Haruai Tabalong

TANJUNG – Pengembangan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Haruai Kabupaten Tabalong yang belum maksimal menarik perhatian para Wakil Rakyat Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Untuk itu, Komisi IV DPRD Kalsel yang salah satunya menangani sumber daya manusia melakukan kunjungan kerja ke Pemerintah Kabupaten Tabalong untuk mendiskusikan terkait upaya pengembangan SMKN 1 Haruai yang kini kian minim peminatnya, Jum’at (17/2).

Sekretaris Komisi IV DPRD Provinsi Kalsel Firman Yusi mengatakan komitmen Bupati Tabalong untuk memberikan dukungan bagi pengembangan SMKN ini perlu menjadi perhatian Anggota Dewan Kalsel, dimana untuk mengembangkan SMKN 1 Haruai memerlukan perencanaan yang lebih detil dan menyeluruh sehingga kebermanfaatan sekolah menengah tersebut semakin dirasakan dan terlihat hasilnya pasca dilakukan pembangunan ulang (revitalisasi) SMKN tersebut.

Bupati Tabalong, Anang Syahfiani (kiri) dan Sekretaris Komisi IV DPRD Kalsel, Firman Yusi

“Tetapi tentu hal itu harus melewati proses kajian-kajian yang lebih mendalam lagi sehingga SMK ini nantinya bisa tumbuh dan berkembang menjadi lebih baik,” jelasnya.

Selain itu, dalam pertemuan tersebut juga dibicarakan terkait keinginan akan hadirnya Balai Besar Peningkatan Latihan Kerja (BBPLK) di Kabupaten Tabalong. Mengingat, posisi Kabupaten Tabalong sangat strategis yang berbatasan dengan Ibukota Negara (IKN) di Provinsi Kalimantan Timur. Diharapkan Tabalong bisa menjadi supplier (penyedia) sumber daya manusia bagi IKN sehingga keberadaan BLK nya pun harus yang bisa menjamin SDM yang dihasilkan benar-benar yang dibutuhkan oleh IKN.

“Kami di Komisi IV DPRD Kalsel akan memberikan dukungan maksimal untuk kehadiran BBPLK di Tabalong,” tuturnya

Sementara, Bupati Tabalong, Anang Syakhfiani menyampaikan terimakasih atas kunjungan dan perhatian DPRD Kalsel, khususnya Komisi IV terhadap upaya pengembangan SMKN 1 Haruai.

Dikatakannya, bahwa Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel dan Pemerintah Kabupaten Tabalong perlu duduk satu meja untuk merumuskan jurusan apa yang bagus dikembangkan di sekolah kejuruan tersebut agar benar-benar menghasilkan SDM yang berkualitas, memiliki daya saing yang tinggi dan memenuhi pasar kerja yang dibutuhkan.

“Saya minta supaya SMK Haruai yang ingin kita kembangkan ini betul-betul berdampak positif terhadap perkembangan pendidikan di Tabalong. Kami akan bicara, akan rumuskan bersama-sama dengan Dinas Pendidikan Provinsi (Kalsel) terkait putusan apa yang akan kita kembangkan disana karena kita harus menyadari bahwa tantangan kita itu sudah berubah. SMK ini memang sangat dibutuhkan,” terangnya. (DPRDKALSEL-NRH/RDM/RH)

BLK Kalsel Gelar Pendidikan Pelatihan Keterampilan Tahap Pertama 2023

BANJARBARU – Untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) untuk mencari Kerja sehingga memiliki daya saing dan mampu berkompetensi dalam dunia kerja, siap memasuki dunia Kerja, dapat berkerja di dunia usaha, dunia industri, dan berwirausaha, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel melalui Balai Latihan Kerja (BLK) Provinsi Kalsel menggelar pendidikan pelatihan keterampilan bagi pencari Kerja berbasis kompetensi institusional angkatan pertama tahun 2023.

Pelatihan keterampilan tahap pertama 2033 ini dibuka dan dimulai pada 20 Februari – 10 Maret dengan sumber dari Dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) , dengan 5 macam kejuruan, yakni Teknisi AC Residential, Detained Grafis Muda, menjahit pakaian – pakaian sesuai style, pengelolaan Administrasi Perkantoran, dan servis sepeda motor sistem injeksi, dengan jumlah keseluruhan peserta pelatihan dari 5 macam kejuruan tersebut sebanyak 80 peserta pelatihan.

Kepala BLK Kalimantan Selatan Muhammad Yusfiansyah menyampaikan, Pemerintah Provinsi Kalsel melalui BLK Provinsi Kalsel terus mendorong kompetensi masyarakat dengan berbagai pelatihan keterampilan. pada pelatihan tahap ke – 1 ini pihaknya membuka 5 kejuruan, yang diikuti sebanyak 80 peserta yang berhasil lolos dari tahap seleksi tertulis dan wawancara dari total 1.326 orang yang mendaftar di seluruh kabupaten/kota.

Kepala BLK Kalsel saat mengalungkan Id Card Kepada peserta pelatihan

“Pelatihan tahap pertama ini kami membuka 5 macam kejuruan dari Dana APBN, dan akan dilanjutkan tahap ke – 2 dari APBD,” ungkap Yusfiansyah usai menghadiri pembukaan pelatihan keterampilan di Aula BLK Kalsel pada Senin (20/2).

Yusfiansyah menambahkan, pihaknya mengharapkan peserta pelatihan dapat berkonsentrasi untuk mendapatkan ilmu dari pelatihan yang mereka ikuti, dikarenakan pelatihan – pelatihan tersebut dapat dijadikan sebagai sumber untuk mencari rezeki kedepannya.

“Penting para siswa (sebutan peserta pelatihan) untuk berkonsentrasi selama mengikuti pelatihan,” lanjut Yusfiansyah.

Pelatihan ini menjadi wadah untuk masyarakat, supaya memiliki daya saing dan mampu berkompetisi di dunia kerja, dan apabila tidak bekerja di perusahaan, para peserta dapat berkarir secara mandiri dengan memberdayakan SDM yang dapat mengurangi jumlah pengangguran.

“Setelah diberikan materi, teori, maupun praktek di BLK, para peserta akan langsung terjun ke perusahaan untuk magang,” jelas Yusfiansyah.

Pihaknya berharap dengan mengikuti pendidikan pelatihan keterampilan ini, peserta pelatihan bisa menyerap materi yang diberikan oleh para instruktur selama melakukan pembelajaran. Sehingga mereka bisa menjadi tenaga yang kompeten dan mampu bersaing dengan masyarakat lokal maupun nasional yang dapat mengurangi jumlah pengangguran di Kalsel. (MRF/RDM/RH)

Jelang Pemilu 2024, DPRD Kalsel Apresiasi Kesiapan Panwaslu di Kabupaten/Kota

BANJARMASIN – Menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) serentak yang akan dilaksanakan pada tahun 2024 mendatang, Komisi I DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mendatangi Kantor Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) di dua kecamatan yaitu Kecamatan Alalak Kabupaten Batola dan Kecamatan Bati-Bati Kabupaten Tanah Laut.

Kegiatan tersebut dalam rangka monitoring untuk mengetahui sejauh mana persiapan yang telah dilakukan oleh Panwaslu di dua kabupaten tersebut, pada jadwal kunjungan kerja dalam daerah yaitu 16 dan 17 Februari 2023.

Suasana Kunjungan Kerja Komisi I DPRD Kalsel ke Kecamatan Alalak Kabupaten Batola dan Kecamatan Bati-Bati Kabupaten Tanah Laut

Ketua Komisi I DPRD Kalsel, Rachmah Norlias menyampaikan kesiapan Panwaslu dalam menghadapi pemilu serentak nanti dinilai sangat penting sebagai salah satu upaya menjaga kualitas pesta demokrasi tersebut agar dapat berjalan dengan langsung, umum, bebas, rahasia dan jujur adil, sebagaimana telah diamanahkan Undang-Undang.

Rachmah juga memberikan apresiasi terhadap kesiapan Panwaslu di dua kecamatan tersebut, meskipun masih ada beberapa kendala.

“Kendala tersebut, misalnya kurangnya staf sekretariat dan ketidakseimbangan satu pengawas dengan pengawas yang lain. Contohnya di satu titik ada 14 TPS dan di titik lain ada 40 TPS,” jelasnya kepada wartawan, Senin (20/2).

Menanggapi hal itu, Wakil Rakyat yang akrab disapa Ibu Amah ini mengatakan pihaknya akan menggelar rapat dengar pendapat bersama Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Kalsel dan Bawaslu Kabupaten/Kota untuk mencari solusi terhadap permasalahan tersebut.

“Kami berharap koordinasi di pihak bawah itu lebih ditingkatkan agar acara besar seperti pemilu ini dapat berlangsung dengan baik dan lancar,” tuturnya.

Dalam kunjungan tersebut, Komisi I DPRD Kalsel diterima oleh Anggota Bawaslu Kabupaten Batola, Muhammad Syaifi beserta jajarannya dan Ketua Panwaslu Kecamatan Bati-Bati Kabupaten Tala, Hasni beserta jajarannya. (NRH/RDM/RH)

Inflasi Nasional Mulai Melandai, Pemprov Kalsel Tetap Fokus Pengendalian

BANJARBARU – Inflasi secara nasional mulai mengalami penurunan. Sebelumnya 4,51 persen kini menjadi 4,25 persen. Hal tersebut pun memberikan kabar baik bagi seluruh daerah termasuk Kalimantan Selatan.

Sejumlah komoditi bahan pokok menjadi perhatian seluruh pemda se Indonesia saat rakor inflasi secara virtual

Plt Asisten Administrasi Umum Setdaprov Kalsel, Subhan Noor Yaumil, menyebut, atas kerja keras bersama inflasi akhirnya turun. Meski tak signifikan, namun, efektifitas pengendaliannya mulai membaik.

“Dari hasil rakor kami dengan Kemendagri, memang masih ada beberapa daerah di Indonesia yang mengalami inflasi,” ujarnya usai mengikuti rakor bersama Mendagri Tito Karnavian secara virtual yang diikuti pemda seluruh Indonesia, di ruang Command Center Setdaprov Kalsel, Senin (20/2).

Kendati demikian, pihaknya akan tetap fokus dengan daerah yang memberikan andil terhadap inflasi bagi Kalimantan Selatan.

“Sesuai arahan Gubernur Sahbirin Noor, Pemprov Kalsel terus berupaya keras untuk menekan laju inflasi. Termasuk operasi pasar murah turut digencarkan,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Kalsel, Martin Wibisono, mengakui, bahwa Banjarmasin dan Kotabaru cukup memberikan dampak terhadap lajunya pertumbuhan inflasi di Kalsel.

“Meski agak relatif tinggi, namun, masih bisa terkendali,” ungkapnya.

Yang perlu diantisipasi, menurut dia, pembelian kebutuhan pokok menjelang dan memasuki Bulan Ramadan serta Idul Fitri.

“Sehingga perlu upaya ekstra agar pengendalian inflasi dapat bisa ditanggulangi,” harapnya.

Perlu diketahui, Banjarmasin menjadi daerah dengan inflasi tertinggi akibat naiknya kebutuhan bahan pokok yang secara drastis merangkak tajam. Bahkan, penyumbang andil salah satunya komoditi beras.

“Selain itu, ada juga LPG (gas melon) yang mengalami kenaikan alias di atas harga eceran tertinggi,” tutupnya.

Meski begitu, inflasi di Kalsel pada Januari 2023 secara perbandingan diketahui mengalami penurunan. Data resmi Badan Pusat Statistik Provinsi, menyatakan, pada Desember 2022 angkanya mencapai 6,99 persen. Sedangkan, kini dikisaran 6,11 persen. (RHS/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Apresiasi Pemusnahan Barang Bukti Narkotika 35 Kg Oleh Polda Kalsel

BANJARMASIN – Polda Kalsel kembali menggelar pemusnahan barang bukti narkotika jenis sabu seberat 35 kilogram, jaringan internasional Malaysia, Jawa Timur, dan Kalimantan Selatan, di Aula Mathilda Polda Kalsel, Senin (20/2).

Pemusnahan tersebut, dilakukan langsung oleh Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, Kapolda Kalsel Irjen Pol Andi Rian, serta Anggota DPR RI Komisi 3 Habib Aboubakar, Ketua DPRD Kalsel Supian HK, serta lainnya.

Kapolda Kalsel Irjen Pol Andi Rian mengatakan, Polda Kalsel kembali melakukan pemusnahan barang bukti jenis sabu yang merupakan, jaringan internasional, serta lintas provinsi.

“Barang bukti sabu yang dimusnahkan sebanyak 35 kilogram. Yang dilakukan bersama sama dengan Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda),” ungkap Kapolda.

Andi mengatakan, pihaknya akan terus berupaya mengungkap segala macam tindak pidana penyalahgunaan narkotika di Provinsi Kalimantan Selatan.

Narkotika Jenis Sabu yang dimusnahkan tersebut merupakan hasil tangkapan, Subdit 1 Ditresnarkoba Polda Kalsel pada 14 Januari 2023 lalu.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Sahbirin Noor memberikan apresiasi terhadap keberhasilan Polda Kalsel dalam memberantas peredaran narkoba di Banua.

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor bersama Kapolda Kalsel Irjen Pol Andi Rian

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mendukung, terhadap kinerja Polda Kalsel yang telah berhasil menggagalkan upaya peredaran narkoba di Banua,” ucapnya.

Oleh karena itu, lanjut Gubernur, kerjasama semua pihak untuk bersama sama bergandengan tangan, untuk bersama sama memberantas peredaran narkoba di Kalsel.

“Kami berharap Polda Kalsel dapat terus bekerja maksimal, untuk melakukan pemberantasan narkoba di provinsi ini,” ucap Gubernur. (SRI/RDM/RH)

Saksikan Pengukuhan Kepala KPw BI Kalsel, Ini Harapan Gubernur Kalsel

BANJARMASIN – Setelah resmi bertugas sejak Desember 2022, akhirnya Wahyu Pratomo resmi dikukuhkan sebagai Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan. Pengukuhan dilakukan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, pada Senin (20/2) di gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin.

Deputi Senior BI

Dalam sambutannya, Destry menyebutkan, prosesi pengukuhan ini merupakan tindak lanjut dari pelantikan dan serah terima jabatan yang telah dilaksanakan pada 4 Januari 2023, oleh Gubernur Bank Indonesia kepada 26 pimpinan satuan kerja, baik di kantor pusat maupun di Kantor Perwakilan Dalam Negeri.

“Pengukuhan ini adalah hajatannya. Dengan begitu, resmilah rekan kami Wahyu Pratomo, menggantikan Imam Subarkah, yang mendapat promosi sebagai Kepala Departemen Hukum di kantor pusat,” jelasnya.

Dalam sambutannya, Destry juga menyampaikan sejumlah arahan kepada Kepala Kantor Perwakilan BI yang baru dikukuhkan.

“Pertama, memperkuat sinergi bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dan pemangku kebijakan daerah untuk menjaga momentum pemulihan dan mengantisipasi dampak risiko stagflasi yang terjadi secara global, terhadap perekonomian nasional, tidak terkecuali di Kalimantan Selatan. Kedua, sumber pertumbuhan ekonomi baru perlu terus digali, terutama untuk mempersiapkan transisi ekonomi hijau, khususnya dari sisi pengembangan pariwisata dan pelestarian kebudayaan daerah seperti di Kawasan Kota Lama Banjarmasin, guna mendukung peran Kalimantan Selatan sebagai penyangga Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara,” paparnya.

Selanjutnya Destry juga berharap, adanya optimalisasi peran KPw BI Provinsi Kalimantan Selatan, baik melalui pengembangan UMKM unggulan daerah, digitalisasi ekonomi, maupun dukungan pengendalian inflasi dalam kerangka perluasan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP), guna meminimalisir risiko inflasi pangan yang bersumber dari sisi harga pangan bergejolak (volatile foods).

“Tiga langkah tersebut perlu dilakukan secara konsisten, inovatif, dan sinergis dengan Pemerintah Daerah, dan pemangku kepentingan di Kalimantan Selatan”, tutupnya.

Sementata itu, Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada KPw BI Provinsi Kalimantan Selatan yang telah menjadi mitra pembangunan ekonomi bagi Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, khususnya dalam tiga area pembangunan ekonomi, yaitu pengendalian inflasi, digitalisasi perekonomian, dan pengembangan ekonomi melalui pemberdayaan UMKM.

Gubernur Kalsel

” Saya berharap, Wahyu Pratomo dapat melanjutkan estafet kepemimpinan KPw BI Provinsi Kalimantan Selatan dengan baik, guna mendukung kemajuan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Selatan yang lebih baik,” harapnya.

Diakhir acara, secara khusus Gubernur Sahbirin Noor dan Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Supian H.K., juga memberikan piagam penghargaan kepada Imam Subarkah, sebagai tanda apresiasi atas kontribusi dan kinerja terbaik yang telah diberikan untuk kemajuan Provinsi Kalimantan Selatan semasa menjabat sebagai Kepala KPw BI Provinsi Kalimantan Selatan, terhitung Februari hingga Desember 2022.

Penetapan dan reposisi pemimpin baru di Bank Indonesia merupakan bagian dari transformasi organisasi dan sumber daya manusia guna memperkuat efektivitas organisasi dan pelaksanaan tugas di Bank Indonesia. (RIW/RDM/RH)

Exit mobile version