DPRD Banjarmasin Akan Gelar RDP Terkait Pembuatan Film JSS

BANJARMASIN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) akan segera menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP), terkait pembuatan film Jendela Seribu Sungai (JSS).

Ketua Komisi II DPRD Banjarmasin, Awan Subarkah, kepada sejumlah wartawan, pada Selasa (15/11) mengatakan, proyek pembuatan film Jendela Seribu Sungai ini, sebenarnya tidak pernah dibahas dalam Rapat Komisi II dan Rapat APBD Perubahan tahun 2022.

“Kita akan segera gelar RDP dengan Disbudporapar Banjarmasin,” ucapnya

Disampaikan Awan, dalam RDP dengan Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Banjarmasin pada bulan September 2022 lalu, fokus membahas fasilitas olahraga, tidak ada rencana pembuatan film, apalagi biayanya sangat besar sekitar Rp6 miliar lebih

“Kami akan pertanyakan proyek pembuatan film miliaran dan meminta dihentikan terlebih dahulu,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan, Ketua DPRD Banjarmasin Harry Wijaya, menurutnya selama ini dari Pemerintah Kota Banjarmasin, tidak pernah membahas secara terinci dalam Rapat Anggaran untuk pembuatan film berjudul Jendela Seribu Sungai, maka akan dibahas lebih detail lagi, melalui Rapat Dengar Pendapat yang akan digelar Komisi II Dewan Banjarmasin.

Ketua DPRD Banjarmasin, Harry Wijaya

“Setelah RDP, akan disikapi kelanjutan pembuatan film itu,” tutupnya. (NHF/RDM/RH)

Berpotensi Bencana, Delapan Kecamatan di Kabupaten Banjar Diminta Waspada

BANJAR – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengidentifikasi delapan kecamatan di Kabupaten Banjar berpotensi banjir, longsor, puting beliung dan gelombang pasang air laut.

Bupati Banjar, Saidi Mansyur, menyatakan bahwa daerahnya rawan terhadap bencana. Apalagi, menurut prakiraan dari BMKG, Kabupaten Banjar telah memasuki musim penghujan.

Bupati Banjar saat memantau kesiapan logistik kesiapsiagaan bencana

“Kita ketahui Kabupaten Banjar sangat rentan bencana. Semoga dengan adanya personel gabungan mulai dari TNI/Polri, TAGANA, DAMKAR serta relawan dapar terjalin kerjasama baik,” ujarnya, kepada awak media, usai melaksanakan apel kesiapsiagaan bencana yang digelar di halaman kantor BPBD Kabupaten Banjar, Selasa (15/11).

Maka dari itu, ia mengharapkan, agar seluruh personel gabungan bersiap-siap. Minimal, mitigasi serta pencegahan sudah harus dilakukan.

“Dan para relawan nanti juga bisa ditindaklanjuti oleh BPBD sehingga kesiapsiagaan kita dapat berjalan lebih optimal lagi,” ucapnya.

Lebih lanjut dikatakan Saidi, upaya pencegahan serta penanggulangan bencana, menurutnya, hal utama saat ini semata-mata untuk masyarakat.

“Berikan juga pelayanan kepada mereka secara maksimal,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Banjar, Warsita, mengungkapkan, delapan kecamatan yang terdeteksi rawan bencana, di antaranya meliputi Paramasan, Pengaron, Sungai Pinang, Marataman, Martapura Barat, Martapura Timur, Sungai Tabuk dan Aluh-Aluh.

“Ini sudah kami petakan bahkan sudah dilakukan kajian. Bahkan, kita juga mempunyai operator untuk melaporkan setiap kejadian atau tanda-tanda bencana,” kata dia.

Salah satu langkah percepatan penanggulangan, lanjut Warsita, pihaknya telah membentuk Tim Reaksi Cepat (TRC) yang seluruhnya dibagi di sejumlah kecamatan di Kabupaten Banjar. Hal ini pun bertujuan, supaya mitigasi dan pendeteksian bencana yang dilakukan dapat lebih efektif lagi.

“Biasanya satu hari diisi satu orang, kini sudah dibagi menjadi tiga orang dalam satu tim. Terkait data sudah ada juga Pusdalopsnya dan selalu kita pantau dan monitoring terus,” bebernya.

Selain itu, ia membeberkan, BPBD Kabupaten Banjar juga telah memiliki Early Warning System (EWS) atau alat pendeteksi dini bencana.

“Itu penganggaran langsung dari BNPB yang dipasang satu titik di Benteng Pengaron dan itu sudah aktif. Namun, kalau untuk bantuan dari PUPR kami masih menunggu ya,” tutupnya. (RHS/RDM/RH)

Harga Beras Lokal Naik Akibat Gagal Panen

BANJARMASIN – Harga beras lokal atau Banjar saat ini mengalami kenaikan, hal ini terpantau pada saat Walikota Banjarmasin melakukan monitoring di pasar tradisional dan distributor Kota Banjarmasin, Selasa (15/11).

Walikota Banjarmasin saat melakukan monitoring harga sembako

“Saat ini kami melakukan sidak ke pasar tradisional di Pasar Kuripan, serta Pasar Beras di Teluk Kelayan,” ungkapnya, kepada sejumlah wartawan.

Peninjauan tersebut, lanjut Ibnu, untuk melihat langsung kondisi harga sembako di Kota Banjarmasin, yang saat ini masih terjadi inflasi, meski mengalami penurunan.

“Pada saat pemantauan ini, ditemukan adanya kenaikan harga seperti, beras, daging sapi, tomat, bawang merah, serta lainnya,” ujar Ibnu.

Penyebab, lanjutnya, kenaikan harga beras, berdasarkan informasi pedagang beras, naiknya harga tersebut karena daerah penghasil mengalami gagal panen.

“Harga beras unus Mayang yang sebelumnya dikisaran Rp12 ribu per liter saat ini dijual diharga 17 ribu per liter,” ucap Ibnu.

Monitoring dilakukan bersama Wakil Walikota Banjarmasin Arifin Noor, Sekda Kota Banjarmasin Ikhsan Budiman, serta Forkopimda bersama Tim pengendali inflasi Kota Banjarmasin. (SRI/RDM/RH)

Perempuan Bangsa Diharapkan Solid Hadapi Kemajuan Pembangunan

BANJARMASIN – Sekretaris Komisi I DPRD Kalsel, Suripno Sumas melaksanakan sosialisasi pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di kawasan Banjarmasin Tengah, Selasa (15/11).

Dalam kegiatan itu, ia mengundang sejumlah pengurus dan anggota Perempuan Bangsa yang merupakan organisasi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Kalsel menjadi peserta sosialisasi. Tujuannya agar mereka memiliki persepsi yang sama tentang wawasan kebangsaan.

Suasana Soswasbang yang dilaksanakan Anggota DPRD Kalsel, Suripno Sumas

“Saat ini, masalah persatuan dan kesatuan di Indonesia ini, ada terjadi hal-hal yang tidak sesuai dengan apa yang dicita-citakan pendiri negara Indonesia. Melalui kegiatan ini, kami berharap mereka memiliki wawasan kebangsaan yang sama sehingga solid dalam menghadapi kemajuan pembangunan,” jelasnya.

Apalagi menjelang dilaksanakan Pemilu pada tahun 2024 mendatang, Suripno berharap dengan pemahaman wawasan kebangsaan yang dimiliki, para Perempuan Bangsa dapat menjalankan amanah partai.

Sementara itu, Ketua Perempuan Bangsa PKB Kalsel, Mahayah berharap agar kalangan perempuan bisa aktif di dalam menjalankan tugas mereka sehari-hari sesuai dengan arahan dan apa yang dicita-citakan oleh bangsa Indonesia.

“Selain itu, mereka juga turut berpartisipasi di dalam pembangunan, baik lingkungan mereka masing-masing, di masyarakat maupun di seluruh Indonesia,” harapnya.

Mahayah menilai perempuan memiliki peranan penting dalam turut menyukseskan Pemilu 2024. Mengingat, jumlah pemilih perempuan lebih banyak.

“Sebagai peserta pemilu, perempuan memiliki sumbangsih dalam tercapainya kuota 30 persen keterwakilan perempuan dan sebagai pemilih, mereka ikut menentukan calon-calon pemimpin bangsa di masa mendatang,” pungkasnya. (NRH/RDM/RH)

DPRD Kalsel Gelar RDP Bahas Anggaran Kajian Calon Kabupaten Tanah Kambatang Lima

BANJARMASIN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan Tim Percepatan Pemekaran Calon Kabupaten Tanah Kambatang Lima pada Senin (14/11).

Suasana RDP DPRD Kalsel Bersama Tim Percepatan Pemekaran Calon Kabupaten Kambatang Lima

Sekretaris Komisi I DPRD Provinsi Kalsel, Suripno Sumas, selaku pimpinan rapat menjelaskan bahwa pembahasan RDP kali ini berkenaan dengan perkembangan anggaran kajian calon Kabupaten Tanah Kambatang Lima.

“Permasalahan yang dibahas adalah mereka menyampaikan keluhan dan kekecewaan sebab bantuan biaya penelitian sebesar Rp250 juta yang dijanjikan di APBD Perubahan 2022 ternyata tidak terlaksana,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, lanjut Suripno, pada RDP kali ini juga diundang pihak-pihak terkait, diantaranya Bakeuda Provinsi Kalsel, Bappeda Provinsi Kalsel, Biro Hukum, Biro Pemerintahan dan Balitbangda Provinsi Kalsel untuk memberikan penjelasan terkait dana bantuan yang tidak terakomodir itu.

Dari hasil diskusi pada RDP tersebut, lanjut Suripno ternyata ada miskomunikasi yang perlu untuk diselaraskan. Dari informasi yang disampaikan Bappeda, anggaran yang akan direalisasi pada APBD Perubahan 2022, waktunya sangat pendek. Sehingga dikhawatirkan penelitian dengan biaya yang cukup besar ini tidak akan berjalan maksimal.

“Begitu juga Bakeuda, dengan kondisi waktu yang terbatas tadi, dan di dalam perencanaan awal renja dan RKA-nya tidak sejalan. Sehingga mereka khawatir memasukan hal tersebut menjadi satu catatan dalam pemeriksaan keuangan,” jelas Suripno.

Oleh karena itu, menurut Suripno, Pemprov Kalsel akan menganggarkan bantuan dana kajian akademis itu pada APBD tahun 2023. (NRH/RDM/RH)

200 Atlet Disabilitas Ramaikan Pekan Olahraga Daerah SOIna Kalsel

BANJARBARU – Sebanyak 200 atlet disabilitas mengikuti Pekan Olahraga Daerah SOIna (PeSOda) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) Tahun 2022. Acara dibuka Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setdaprov Kalsel Nurul Fajar Desira didampingi Kadispora Kalsel Hermansyah dan Ketua SOIna Kalsel Mudiyono di Halaman Prodi PKH ULM Banjarbaru, Selasa (15/11).

Peserta PeSOda Kalsel Tahun 2022

Dalam sambutan Gubernur, yang dibacakan Nurul Fajar Desira mengatakan, terselenggaranya PeSOda Kalsel ini merupakan wujud nyata pembangunan sumber daya manusia di bidang olahraga, tanpa adanya diskriminasi.

“Semoga event ini dapat berjalan dengan baik dan lancar, dapat menjadi wahana bagi para atlet, untuk menunjukkan bakat dan kemampuannya dibidang olahraga,” ungkap Gubernur.

Untuk itu, lanjutnya, Pemprov Kalsel terus berkomitmen dalam memajukan olahraga, serta memberikan apresiasi bagi mereka yang berprestasi, tanpa adanya diskriminasi.

“Melalui event PeSOda ini, saya menaruh harapan untuk kemajuan olahraga di banua. kepada seluruh atlet dan kontingen PeSOda, saya ucapkan selamat bertanding,” ujar Gubernur.

Gubernur meminta agar, para atlet dapat menunjukkan kemampuan terbaik, m semangat juang yang tinggi, serta junjung tinggi sportivitas dan keselamatan bersama.

Oleh karena itu, lanjutnya, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memberikan dukungan, agar para atlet ini dapat memberikan yang terbaik dan meraih prestasi sebagai atlet special olympics.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kalsel Hermansyah mengatakan, kegiatan PeSOda tahun ini diikuti 200 atlet dari 13 Kabupaten/Kota se Kalsel.

“Ternyata animo para peserta sangat luar biasa pada even kali ini, Ini bukti bahwa kemajuan olahraga di Kalsel sangat bagus,” ungkap Hermansyah.

Kegiatan PeSOda ini dilaksanakan mulai tanggal 14-17 November dengan 8 cabang olahraga yaitu bola voli, atletik, bola bocce, bulu tangkis, tenis meja, senam ritmik, dan renang. (DISPORA.KALSEL/SRI/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Ajak Gunakan Kompor Induksi Untuk Pangkas Pengeluaran Rumah Tangga

BANJARBARU – Harga kebutuhan rumah tangga termasuk gas LPG kian mengalami kenaikan harga. Masyarakat diimbau untuk beralih menggunakan kompor bertenaga listrik (induksi).

Kenaikan harga membuat sebagian masyarakat menengah atas turut memanfaatkan LPG subsidi 3kg dari pemerintah yang hanya berkisar Rp 23 ribu. Sehingga defisit anggaran hampir Rp 70 triliun yang dikeluarkan pemerintah setiap tahunnya untuk subsidi LPG terasa tidak tepat sasaran.

Alih-alih menikmati subsidi pemerintah, Kepala ESDM Kalsel melalui Kabid Energi Sutikno, Selasa (15/11), meminta masyarakat menengah keatas sadar untuk beralih ke kompor induksi agar memangkas biaya kebutuhan.

Menurutnya, dengan memakai kompor induksi bertenaga 1.000 watt saja, masyarakat hanya akan mengeluarkan biaya kurang lebih Rp 145 ribu perbulannya. Jauh lebih murah dibanding LPG non subsidi 12kg yang hampir mencapai Rp 300 ribu.

“Berartikan lebih efisien (kompor) listrik. Nah ini sayangnya belum diketahui oleh masyarakat,” ujarnya.

Tak hanya bagi masyarakat menengah keatas, penggunaan kompor induksi dinilainya juga akan menghemat pengeluaran bahan bakar rumah tangga masyarakat miskin.

Dengan memakai kompor induksi bertenaga 600 watt, pengeluaran rumah tangga untuk memasak dinilainya hanya kurang lebih sebesar Rp 81 ribu perbulannya. Biaya tersebut lebih sedikit dibanding keperluan LPG 3kg rumah tangga yang rata-rata 3 tabung setiap bulannya.

“Kompor induksi jelas lebih hemat untuk masyarakat. Tetapi kalau ingin menggunakan kompor 600watt setidaknya listrik dirumah sudah berkapasitas 900watt,” tutupnya. (SYA/RDM/RH)

Sandi Fitrian Noor Putra Paman Birin Didapuk Jadi Ketua Kontingen Porwanas Kalsel

BANJARMASIN – Pekan olahraga wartawan nasional (Porwanas) VIII 2021 sudah di depan mata. Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalsel, sebagai salah satu kontestan sudah melakukan persiapan jauh hari.

Pada Porwanas yang dilaksanakan pada 21 – 26 November 2022 di Malang Raya, Jawa Timur, itu kontingen PWI Kalsel mendapuk putra sulung Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor atau Paman Birin sebagai ketua kontingen. Secara resmi direncanakan Paman Birin akan melepas kontingen Kalsel, Selasa (15/11).

“Kami sudah meminta izin kepada Paman Birin dan anak beliau Sandi Fitrian Noor untuk menjadi ketua kontingen PWI Kalsel. Alhamdulillah beliau berdua memberikan restu dan dukungan kepada kontingen Kalsel,” jelas Ketua PWI Kalsel, Zainal Helmi, didampingi Ketua Seksi Wartawan Olahraga (SIWO), Irwansyah, Senin (14/11).

Menurut Helmi, bukan tanpa alasan pihaknya mendapuk Sandi sebagai ketua kontingen. Sandi bukan orang yang asing dalam dunia olahraga. Ia sebelumnya pernah menjadi Manajer klub sepakbola Martapura FC. “Beliau tokoh muda di Kalsel dan juga sudah berkecimpung di dunia olahraga,” bebernya.

Ia berharap bergabungnya Sandi menjadi motivasi tersendiri bagi kontingen Kalsel yang akan berlaga pada event akbar olahraga antarwartawan nasional tersebut.

“Mudah-mudahan menjadi penyemangat bagi atlet wartawan Kalsel meraih prestasi nasional,” ucapnya.

Lebih jauh Helmi menerangkan, pada event olahraga 4 tahunan ini pihanya memboyong 120 wartawan untuk terlibat pada Porwanas Malang Raya. Atlet PWI Kalsel akan turun pada cabang olahraga Futsal U40 dan U27, Bulutangkis, Billiar, Tenis Meja, Tenis Lapangan, Bridge, Catur, E-Sport, Atletik, Karya Tulis, dan Fotografi.

Ditambahkan Helmi, pihaknya optimis bisa meraih medali pada cabor unggulan seperti futsal, bulu tangkis, dan billiar. Belajar dari pengalaman cabor unggulan PWI Kalsel menjadi penyumbang medali porwanas sebelumnya.

“Harapan kami cabor unggulan tetap menyumbang medali. Cabor lainnya juga kami harapkan bisa meraih prestasi dan mengharumkan nama daerah,” ujarnya. (PWI.KALSEL-RDM/RH)

Tanamkan Ideologi Pancasila, Yani Helmi Gelar Soswasbang di SMP Negeri 1 Kusan Hilir

TANAH BUMBU – Pemahaman atas implementasi nilai-nilai Pancasila dapat ditanamkan sejak menegah pertama. Hal inilah yang dilakukan Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi, saat menggelar pelaksanaan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan (Wasbang) di SMP Negeri 1 Kusan Hilir Tanah Bumbu, Senin (14/11) siang.

Peserta didik saat menyimak materi Wawasan Kebangsaan

“Meski ini kali pertama Soswasbang digelar ditingkat SMP. Namun, sosialisasi tersebut penting dilakukan untuk memproteksi diri agar ke depan generasi muda kita di banua khususnya peserta didik bisa terbuka luas tentang bagaimana mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya.

Legislatif asal Daerah pemilihan (Dapil) VI Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru ini juga mengharapkan siswa yang menyimak dan berhasil menyerap materi khusus tersebut mampu mengamalkan bahkan mengimplementasikan sebaik-baiknya.

“Kita bersyukur bahwa mereka yang hadir di sini ternyata cerdas. Ini yang kita harapkan sebagai penerus bangsa, sehingga, apabila telah menyerap materi yang disampaikan tentu akan baik tak hanya diri sendiri tetapi berguna bagi orang lain,” tutur Wakil Ketua Komisi yang membidangi Ekonomi dan Keuangan itu.

Anggota DPRD yang akrab disapa Paman Yani ini turut andil membuka sejarah tentang perjuangan kemerdekaan Indonesia selama masa penjajahan. Serta tak lupa, ia juga berbagi pengalaman dengan peserta didik bagaimana cara mengamalkan nilai-nilai Pancasila di dalam kehidupan sehari-hari.

“Sejarah perjuangan dari para pahlawan kita harus turut dijunjung dan diapresiasi setinggi-tingginya. Mengamalkannya seperti apa, bisa dengan menunjukkan sebuah prestasi atau menghormati guru, karena mereka juga pahlawan,” paparnya.

Selain itu, ia mengharapkan, generasi muda yang kini masih mengenyang Sekolah ditingkat menegah pertama ini bisa menggapai mimpinya serta mampu menjadi kebanggaan bangsa dan negara.

“Kita pernah dijajah. Tetapi, untuk kali ini generasi muda harus menjadi ujung tombak dalam pembangunan, perekonomian hingga peningkatan pendidikan agar sekiranya negara kita terus berkembang dan maju,” harapnya.

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 1 Kusan Hilir, Darwanto, turut mengapresiasi pelaksanaan sosialisasi tersebut. Menurutnya, pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan sangat baik ditanamkan kepada peserta didik supaya kerukunan serta persatuan terjaga selaras dan seimbang.

“Kami sangat berterima kasih atas kesediaan Paman Yani yang turut berkontribusi dalam memberikan pembinaan kepada siswa kami. Mudah-mudahan ini dapat diimplementasi dengan harapan persatuan tetap terjaga aman dan terkendali,” ucapnya. (RHS/RDM/RH)

Disdag Kalsel Berupaya Maksimalkan Pasmur Dari Dana BTT

BANJARMASIN – Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan, berupaya memaksimalkan kegiatan pasar murah melalui dana Biaya Tidak Terduga (BTT).

Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan, Birhasani, kepada wartawan di ruang kerjanya pada Senin (14/11) mengatakan, sebelumnya kegiatan pasar murah terjadwal hingga bulan Desember mendatang. Namun di SK Biaya Tidak Terduga (BTT) yaitu tertulis hingga 10 November atau 30 hari setelah pencairan, dengan demikian akan dimaksimalkan hingga akhir bulan November ini.

“Dalam SK itu kegiatan pasmur dipadatkan selama Oktober dan November,” jelasnya

Birhasani menyampaikan, untuk kegiatan pasar murah melalui dana Biaya Tidak Terduga (BTT), yang belum sempat dilaksanakan ada lima Kabupaten yaitu Kabupaten Barito Kuala, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Utara dan Tapin.

“Rencananya akan diajukan kembali untuk lima Kabupaten itu,” ungkapnya

Lebih lanjut Birhasani menambahkan, selain lima Kabupaten yang diajukan, pihaknya tetap mengusulkan dua Kabupaten dan satu Kota untuk kegiatan pasar murah itu Kabupaten Kotabaru, Tabalong dan Kota Banjarmasin, karena tiga wilayah itu sebagai pencatat daerah inflasi di Kalsel.

“Kita upayakan pasmur minimal 8 titik, karena pertengahan Desember semua sudah harus di pertanggung jawabkan,” tutupnya. (NHF/RDM/RH)

Exit mobile version