Nelayan Dukung Subuh Kok Baring, Strategi Pengendalian Inflasi Ala Pemprov Kalsel

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Biro Perekonomian, melakukan sosialisasi program pengendalian inflasi melalui Subsidi Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting (Subuh Kok Baring). Sosialisasi dilakukan untuk mendapat dukungan dari seluruh unsur, termasuk kalangan nelayan. Sosialisasi ini digelar di aula Pertemuan Nelayan Kantor UPT Pelabuhan Perikanan Banjarmasin, pada Rabu (16/11).

Para nelayan mengikuti sosialisasi

Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Kalsel Raudhatul Jannah mengatakan, sesuai arahan Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, bahwa pengendalian inflasi perlu dilakukan semua pihak. Karena itu, pihaknya melakukan sosialisasi program Subuh Kok Baring kepada para nelayan.

“Proyek perubahan strategi pengendalian Inflasi melalui Subsidi Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting (Subuh Kok Baring), ini diperlu diketahui semua pihak termasuk para nelayan,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan Rusdi Hartono mengatakan, Sosialisasi Subuh Kok Baring ini, merupakan strategi yang sangat tempat untuk mengendalikan inflasi, yang saat ini menjadi isu nasional.

Pemberian Sosialisasi kepada para nelayan

“Proyek Subuh Kok Baring ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, dan pelaku utama usaha perikanan,” ujarnya.

Hal ini dapat dilihat dengan adanya subsisi BBM Rp1.000 /liter dan subsidi penjualan ikan segar sebesar Rp10.000/kilogran yang dijual pada pasar murah di 13 kabupaten/kota se- Kalsel.

Salah seorang nelayan Hamdi, mengucapkan terimakasih kepada Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, sehingga para nelayan sangat terbantu sekali dengan adanya subsidi tersebut.

“Kami para nelayan, nahkoda dan ABK Kapal penangkap ikan turut mendukung kegiatan tersebut,” ujarnya.

Hadir pada sosialisasi Proyek Perubahan Subuh Kok Baring di UPT Pelabuhan Perikanan Banjarmasin, Sekretaris UPT Pelabuhan Perikanan Banjarmasin Nadiyah, Kabid Pengelolaan Ruang Laut Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan Nurbani Yusuf dan para nelayan, nahkoda serta ABK Kapal perikanan. (SRI/RIW/RH)

Beri Ruang Ekspresi Bagi Pelajar, Tambud Kalsel Gelar Kemah Bakti Seni

BANJARMASIN – Taman Budaya Provinsi Kalimantan Selatan, akan menggelar kemah bakti seni, dalam rangka memberi ruang ekspresi bagi kalangan pelajar.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Taman Budaya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, Suharyanti, baru – baru tadi menjelaskan, kegiatan kemah bakti seni ini perdana digelar dengan melibatkan para pelajar, baik SMA dan SMK yang tersebar di 13 kabupaten/kota. Ia berharap dengan kegiatan ini, maka pelajar mendapatkan ruang ekspresi dalam menggali, mengembangkan dan melestarikan seni budaya daerah masing-masing.

“Kegiatan kemah bakti seni ini merupakan terobosan dari Pemprov Kalsel, untuk memajukan kebudayaan di Indonesia, dengan cara menggali ide, inovasi dan inisiatif dari pelajar,” katanya

Suharyanti menjelaskan, dalam kegiatan kemah bakti seni ini, ada berbagai materi kesenian yang akan disampaikan. Diantaranya seni musik, teater, tari dan wayang. Dengan menghadirkan beberapa narasumber baik dari dalam daerah maupun luar kota yaitu Agung Gunawan, Yadi Muryadi, Bayu Bastari Setiawan dan M. Mahfuz Sya’bani.

“Hingga saat ini sudah ada ratusan peserta yang mendaftar, karena dalam kegiatan ini, para pelajar akan didampingi gurunya,” jelas Yanti (sapaan akrabnya).

Lebih lanjut Suharyanti menambahkan, setelah pemberian materi, nantinya pada malam puncak para peserta akan menampilkan sebuah pagelaran, hal itu merupakan hasil dari pembelajaran tersebut.

“Kemah bakti seni akan digelar selama tiga hari, mulai 21-23 November 2022, di Kiram Park Kabupaten Banjar,” tutupnya. (NHF/RIW/RH)

Dana Banpol Diusulkan Naik, DPRD Banjar Ajukan Rp10 Ribu per Suara

BANJAR – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Banjar melalui musyarawah Badan Anggaran (Banggar) mengusulkan kenaikan bantuan dana keuangan partai politik sekitar Rp10.000 per suara.

Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Banjar, Mokhamad Hilman menyampaikan, terkait usulan bantuan dana partai politik yang sebelumnya dialokasikan sekitar Rp4.000 per suara kini pengajuannya juga naik jadi Rp6.000. Bahkan, dianggap tidak membebani APBD karena hanya menambah Rp2.000.

Sekdakab Banjar, Mokhamad Hilman saat menjelaskan anggaran hibah banpol

“Namun, apabila per suara ditetapkan sebesar Rp10.000, secara otomatis Pemkab Banjar harus menambah dua kali lipat artinya kita harus menambah alokasi anggaran sebesar Rp1,2 miliar,” ucapnya, usai mengikuti rapat bersama dengan Badan Anggaran, di ruang Rapat Paripura DPRD Kabupaten Banjar, Rabu (16/11) malam.

Meski belum disetujui, menurutnya, persoalan ini akan ditinjau serta dimusyarawahkan lagi dengan Badan Anggaran DPRD Kabupaten Banjar.

“Nah, kami dari Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) harus melakukan penghitungan ulang berdasarkan hasil masukan Badan Anggaran terkait dengan belanja,” jelasnya.

Apabila alokasi Rp10.000 per suara berhasil direalisasikan, menurut dia, akan ada belanja daerah yang harus dilakukan efesiensi.

“Terkait angka, struktur APBD kita sudah rampung. Sehingga, belanjanya saja yang disesuaikan dengan kemampuan. Jadi, bila disisi lain dinaikan maka otomatis juga harus ada yang dipangkas,” beber mantan Kepala PUPR Kabupaten Banjar ini.

Secara total, Ia membeberkan, alokasi APBD Pemkab Banjar dalam pelaksanaan kegiatan keseluruhan sebesar Rp2,27 triliun.

“Yang masuk dalam tahun anggaran (TA) 2023,” paparnya.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua DPRD Kabupaten Banjar, Muhammad Rofiqi, mengungkapkan, bahwa partai politik memang dibiayai oleh negara. Tujuannya agar tak ada lagi penyimpangan anggaran.

Ketua DPRD Kabupaten Banjar, Muhammad Rofiqi, saat dijumpai awak media terkait Banpol dari Pemkab Banjar

“Beberapa daerah lain sudah ada yang Rp6.000, Rp8.000 bahkan Rp10.000. Harusnya, Kabupaten Banjar juga naik. Akan tetapi, kualitas dari parpol juga harus mengikuti,” ucapnya.

Diketahui sebelumnya, bantuan keuangan per surat suara selama ini yang diterima oleh sejumlah partai politik setempat melalui hibah Pemerintah Kabupaten Banjar dianggap rendah.

“Sekarang satu suara hanya dihargai sekitar Rp4.000 saja. Tadi saat rapat Banggar usulannya hanya Rp6.000. Saya malah mengusulkan Rp10.000. Tujuannya agar pembiayaan dari partai dapat berjalan secara mandiri dan tidak lagi mendapati anggota legislatifnya bermain-main terhadap proyek atau yang melanggar dengan Undang-Undang,” tutupnya. (RHS/RIW/RH)

Wujudkan Generasi Milenial Berbudaya, Muslam Kalsel Gelar Debat Permuseuman

BANJARBARU – 24 pelajar dari 8 SMA sederajat di Kalimantan Selatan (Kalsel) mengikuti lomba debat permuseuman di Museum Lambung Mangkurat Kalsel, sejak Rabu (16/11).

Berbeda dibanding tahun 2021 lalu, perlombaan kali ini seluruhnya dilaksanakan secara tatap muka. Total hadiah yang diperebutkan pada perlombaan sebesar Rp27 juta.

Kepala Museum Lambung Mangkurat Kalsel, Taufik Akbar mengatakan, sejak dibukanya pendaftaran pada 17 Oktober lalu, ada 24 sekolah yang berpartisipasi pada kegiatan ini. Tetapi setelah dilakukan seleksi, hanya ada 8 sekolah yang berhasil lolos mengikuti perlombaan secara tatap muka.

(ki-ka) Kepala Museum Lambung Mangkurat Kalsel, Taufik Akbar didampingi Ketua Panitia, Darmanto

“Awalnya ada 24 sekolah, tetapi kita batasi. Jadi kemarin kita seleksi dulu, dan akhirnya ketemulah 8 sekolah terbaik yang berlomba disini,” ucapnya, Kamis (17/11).

Dengan mengangkat tema “Generasi Milenial Kalimantan Selatan Yang Berbudaya”, Akbar berharap lomba ini dapat lebih membuka pola pikir peserta untuk kemajuan bangsa tanpa melupakan nilai-nilai kebudayaan terutama yang ada di Kalsel.

“Kita ingin kaum milenial atau generasi muda kita tahu apa yang harus dilakukan untuk membuat Kalsel menjadi lebih maju,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Darmanto mengungkapkan, ada beberapa aspek yang menjadi penilaian pada perlombaan, mulai dari penguasaan topik (mosi) hingga keterampilan dalam berbicara.

“Setiap grup terdiri dari 3 pelajar perwakilan sekolahnya. Nanti mereka dikelompokkan menjadi grup Pro dan Kontra. Lalu akan diberi mosi oleh juri tentang budaya. Mulai dari budaya nasional hingga mengerucut ke tingkat lokal,” jelasnya.

Adapun dalam perlombaan kali ini, Museum Lambung Mangkurat Kalsel mendatangkan dewan juri dari Balai Bahasa Kalsel, Lembaga Budaya Banjar (LBB), serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Darmanto mengaku perlombaan debat antar SMA yang membahas tentang kebudayaan ini hanya dilakukan oleh Museum Lambung Mangkurat Kalsel. Padahal menurutnya, debat seperti ini seharusnya patut dilaksanakan hingga tingkat nasional untuk meningkatkan wawasan pelajar terutama terkait permuseuman.

“Kita harap museum ataupun lembaga lain dapat berafiliasi dengan kita untuk menyelenggarakan kegiatan ini di level nasional,” harapnya. (SYA/RIW/RH)

Bank Kalsel Tandatangani PKS Pengelolaan Dana Universitas Borneo Lestari (UNBL)

BANJARBARU – Bank Kalsel berkolaborasi bersama Yayasan Borneo Lestari, lakukan penandatanganan Perjanjian Kerjasama Pengelolaan dana tentang Jasa Penerimaan Pembayaran Pendidikan bagi mahasiswa, Payroll Tenaga Pengajar dan Karyawan di Universitas Borneo Lestari (UNBL).

Foto bersama usai penandatanganan kerjasama

Penandatanganan dilakukan di Kantor Yayasan Borneo Lestari Banjarbaru oleh Kepala Bank Kalsel Kantor Cabang Syariah (KCS) Banjarmasin, Yuanita Evayanthi dan Ketua Yayasan Borneo Lestari, Drs. H. Yani, M.Si., Apt. Kegiatan ini turut disaksikan Sekretaris & Bendahara Yayasan Borneo Lestari, Drs. H. Budiman Mustafa & Nafila, M. Si; perwakilan Divisi Usaha Syariah Bank Kalsel beserta staf dari KCS Banjarmasin.

Kepala Bank Kalsel KCS Banjarmasin, Yuanita Evayanthi mengatakan Bank Kalsel senantiasa akan mendukung dunia pendidikan khususnya perguruan tinggi melalui kolaborasi dan inovasi demi mendukung program pemerintah dalam membangun SDM yang Unggul.

“Kolaborasi yang ditunjukan melalui penandatanganan ini, merupakan bentuk dukungan terhadap program pemerintah, yang diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan bisnis bagi Bank Kalsel, sekaligus memberikan edukasi dan sosialisasi kepada mahasiswa melalui program-program literasi/edukasi Bank Kalsel, khususnya terkait digitalisasi perbankan” ucap Yuanita.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Yayasan Borneo Lestari, Drs. H. Yani, M.Si., Apt menyampaikan ucapan terima kasih atas sinergi yang telah dilakukan antara Universitas Borneo Lestari (UNBL) dengan Bank Kalsel, dimana nantinya akan mempermudah dalam pengelolaan dana baik penerimaan dan pembayaran ataupun fasilitas lainnya.

“Sinergi yang dilakukan merupakan upaya memberikan pelayanan prioritas yang dapat diandalkan dalam memberikan solusi keuangan dan layanan terpercaya, yang selanjutnya diharapkan dapat meningkatkan optimalisasi pengelolaan keuangan secara digital” ungkap Yani.

Di kesempatan lainnya, Direktur Utama Bank Kalsel, Hanawijaya memberikan komentar bahwa Bank kalsel selalu siap berkolaborasi bersama seluruh Perguruan Tinggi hingga tingkat sekolah di wilayah Kalimantan Selatan, dalam upaya mendukung dunia pendidikan, dalam pengembangan dan inovasi pengelolaan keuangan dan transaksi secara digital.

“Bank Kalsel juga selalu membuka ruang kolaborasi dan sinergi untuk memberikan solusi serta pelayanan optimal kepada para pelaku di Lembaga Pendidikan, sekaligus sebagai proses transfer ilmu pengetahuan atau produk jasa antara pihak Lembaga Pendidikan dan Bank” pungkas Hanawijaya. (ADV-RIW/RH)

BPKP Kalsel Raih Kinerja Terbaik Audit Penerimaan Negara Sektor Pertambangan

BANJARBARU – Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Kalimantan Selatan berhasil meraih Kinerja Terbaik dalam Pemeriksaan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sektor Pertambangan.
Penghargaan diberikan di Semarang akhir pekan lalu, oleh Deputi Kepala BPKP Bidang Pengawasan Instansi Pemerintah Bidang Perekonomian dan Kemaritiman BPKP, Salamat Manullang.

Penghargaan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Rapat Koordinasi Monitoring Pelaksanaan Pengawasan Triwulan IV Tahun 2022 dan Persiapan Pengawasan Tahun 2023.
Pemeriksaan PNBP Pertambangan yang dilakukan tersebut adalah bagian dari peran BPKP sebagai badan yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pengawasan keuangan negara dan pembangunan nasional.

Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Kalimantan Selatan, Rudy M. Harahap menerangkan, PNBP Pertambangan memiliki kontribusi penting dalam menunjang pendanaan pembangunan, terutama di Kalimantan Selatan.
Sejalan dengan itu, pengelolaan pertambangan di Kalimantan Selatan harus semakin profesional, transparan, dan bertanggung jawab.

“Ini akan menjadikan pertambangan di Kalimantan Selatan memberikan manfaat pada kemakmuran rakyat, mengurangi kemiskinan, dengan kerusakan lingkungan yang serendah mungkin,” katanya.

Perwakilan BPKP Kalimantan Selatan berhasil mengalahkan 33 Perwakilan BPKP lain berdasarkan penilaian dewan juri. Penilaian ini dengan beberapa kriteria, yaitu masa penyelesaian pemeriksaan, batasan carry over penugasan, dan hasil pelaksanaan pembahasan tripartit.

Rudy menyampaikan, hasil pemeriksaan PNBP Pertambangan di Kalimantan Selatan berkontribusi pada penyelamatan keuangan negara dengan mata uang rupiah (IDR) dan dolar (USD) Amerika Serikat.

Atas capaian tersebut, Rudy menyatakan, ke depan semua auditor di Perwakilan BPKP Kalimantan Selatan akan semakin berkontribusi dalam penyelamatan keuangan negara.
Ia juga memberikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh tim yang telah bekerja keras mengawal PNBP Pertambangan di Kalimantan Selatan, walaupun harus sering berhubungan dengan korporasi besar (oligarch). Tentu, dengan menjunjung tinggi kejujuran dan integritas.

“Hal ini membuktikan Perwakilan BPKP Kalimantan Selatan hadir, bermanfaat, dan kian bermakna bagi masyarakat Banua,” tutupnya. (BPKP.KALSEL-RIW/RDM/RH)

Ratusan Personel Disiagakan Untuk Pengamanan Pilkades Serentak di Kabupaten Banjar

BANJAR – Ratusan personel TNI/Polri dan Lindungan Masyarakat (Linmas) siap mengawal pengamanan pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 2022 di Kabupaten Banjar.

Personel yang siap diterjunkan untuk pengamanan Pilkades di 117 desa di Kabupaten Banjar

Bupati Banjar, Saidi Mansyur, mengungkapkan dengan adanya pesta demokrasi yang diselenggarakan sebanyak 117 desa di 20 kecamatan bisa menggunakan hak pilihnya.

“Diharapkan tidak golput. Terbesar diinginkan bisa melahirkan pembakal yang dapat memimpin desanya dengan baik,” ujarnya kepada awak media usai melaksanakan apel gelar pasukan kesiapan pemilihan Kades serentak di Kabupaten Banjar, di halaman Mapolres Banjar, Rabu (16/11).

Dirinya mengingatkan, agar aparat seperti TNI, Polri, Linmas dan ASN juga harus bisa bersikap netral. Serta ditekankan pula mampu meminimalisir adanya konflik saat berlangsungnya Pilkades.

“Semua pihak seluruhnya saya tegaskan untuk bersikap netral. Tadi, kesepakatan dan kesepahaman agar Pilkades serentak 2022 bisa berjalan dengan ketentuan yang berlaku,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolres Banjar AKBP Doni Hadi Santoso, menyampaikan, telah menyiapkan sebanyak 360 personel ditambah 46 orang dari Brimob di Bawah Kendali Operasi (KBO).

“Mereka langsung kami terjunkan ke desa sesuai arahan,” tegasnya.

Lebih lanjut ia menghimbau kepada masyarakat ikut bekerjasama untuk menjaga kestabilan keamanan agar tetap kondusif. Serta, ikut menyukseskan Pilkades 2022 secara damai.

“Mari bersama-sama kita sukseskan penyelenggaraan Pilkades dengan aman dan damai,” tutupnya. (RHS/RDM/RH)

Warga Kertak Hanyar Diharapkan Implementasikan Nilai-Nilai Pancasila

BANJARMASIN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) terus melakukan sosialisasi pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan dengan harapan warga dapat mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dan Wawasan Kebangsaan dalam kehidupan.

Harapan itu disampaikan Anggota DPRD Kalsel Dapil Kabupaten Banjar, Isra Ismail kepada wartawan, Selasa (15/11).

Mengingat, menurut Isra, nilai-nilai Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara Indonesia sehingga masyarakat diharapkan dapat melaksanakan kegiatan-kegiatan dalam implementasi dan penghayatan nilai-nilai Pancasila seperti gotong royong dan kerjasama.

Suasana Soswasbang oleh anggota DPRD Kalsel, Isra Ismail

“Apalagi sekarang ini, banyak beredar informasi hoax di tengah masyarakat sehingga dengan diberikannya pemahaman tentang wawasan kebangsaan, diharapkan mereka dapat menangkal hal tersebut,” katanya.

Sementara, Warga Kertak Hanyar 2, Jamhari menyambut baik kegiatan sosialisasi tersebut untuk meningkatkan pemahaman warga terkait nilai-nilai Pancasila dan wawasan kebangsaan untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

“Alhamdulillah kami diberikan kesempatan untuk mengikuti kegiatan ini karena barang kali ada yang masih kurang memahami wawasan kebangsaan sehingga warga bisa bertambah wawasannya,” jelasnya.

Hal senada juga disampaikan, Kepala Kebangpol Kabupaten Banjar, Safrin Noor sebagai narasumber sosialisasi. Ia menyambut gembira kegiatan yang dilaksanakan Anggota DPRD Kalsel Isra Ismail karena sangat membantu tugas Kesbangpol Kabupaten Banjar dalam pembinaan politik kepada masyarakat dan kesatuan Bangsa Indonesia.

“Jadi saat ini ada degradasi terhadap nilai-nilai Pancasila di masyarakat. Melalui sosialisasi ini diharapkan pemahaman warga mengenai empat pilar semakin membaik dan melekat,” pungkasnya. (NRH/RDM/RH)

TAPD dan Banggar Banjarmasin Lakukan Rapat, Bahas RAPBD 2023

BANJARMASIN – Tim Anggaran Pemerintah Daerah dan Badan Anggaran Banjarmasin, rapat pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Tahun 2023.

Suasana pembahasan RAPBD 2023, di ruang rapat paripurna DPRD Banjarmasin

Wakil Ketua DPRD Banjarmasin Muhammad Yamin, di ruang kerjanya, pada Rabu (16/11) mengatakan, pembahasan RAPBD Tahun Anggaran 2023 terus dilakukan, dan hingga saat ini dibahas lebih intens. Selama rapat sudah banyak kesepakatan penataan program yang diajukan, diantaranya rapat pembahasan bersama Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Barenlitbangda) Kota Banjarmasin.

“Barenlitbangda ini ibarat dapur, maka anggaran yang diberikan untuk penelitian dan kajian, harus dapat terserap maksimal di lapangan,” ucapnya

Suasana pembahasan RAPBD 2023, di ruang rapat paripurna DPRD Banjarmasin

Disampaikan Yamin, dalam pembahasan rapat Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun 2023 ini, pihaknya tetap memperhatikan waktu, meski panjang setiap materi yang dijabarkan, agar bisa ditetapkan paling lambat sebelum satu bulan berakhir anggaran.

“Semua Anggota Banggar sangat kritis dalam menyikapi item anggaran yang dirancang Pemko,” jelasnya

Lebih lanjut Yamin menambahkan, pihaknya sangat mengapresiasi capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2022, sudah hampir 80 persen terealisasi dalam kurun waktu 2 bulan ini, hal itu berdasarkan laporan Badan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Banjarmasin.

“Target PAD hingga akhir tahun sebesar Rp405 miliar, ia optimis mampu dicapai,” tutup Politisi Gerindra DPRD Banjarmasin ini.

Untuk diketahui, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan Badan Anggaran (Banggar) Banjarmasin, menggelar pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun Anggaran 2023, di ruang rapat Paripurna DPRD Banjarmasin. (NHF/RDM/RH)

Tabalong Juara 1 PeSOda Kalsel

BANJARBARU – Pekan Olahraga Daerah Soina (PeSOda) Kalsel 2022, resmi ditutup Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan Sahbirin Noor diwakili Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan Hermansyah, Rabu (16/11).

Dalam sambutan Gubernur yang dibacakan Hermansyah mengucapkan, selamat kepada pemenang. Agar dapat terus meningkat prestasi lagi.

“Kami mengucapkan selamat kepada para pemenang dan kepada yang belum berhasil jangan bersedih,” ungkap Gubernur.

Serta, lanjutnya, bagi yang belum berprestasi hendaknya dapat terus berlatih, agar dapat menghasilkan prestasi kedepannya.

Gubernur mengatakan, dilaksanakannya kegiatan Pekan Olahraga Daerah Soina Kalimantan Selatan ini, dalam rangka menghasilkan atlet atlet berprestasi, untuk mewakili Provinsi Kalimantan Selatan pada pertandingan tingkat nasional maupun internasional.

“PeSOda ini digelar dalam rangka menghasilkan atlet atlet berprestasi,” ucapnya.

Gubernur berharap, atlet atlet PeSOda dapat membawa nama harum Provinsi Kalimantan Selatan, dengan prestasi yang maksimal.

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan akan selalu memberikan dukungan terhadap peningkatan prestasi atlet disabilitas di Provinsi ini,” ujarnya.

Pada PeSOda ini keluar sebagai Juara 1 Kabupaten Tabalong, Juara 2 Kabupaten Banjar, Juara 3 Kota Banjarbaru, Juara 4 Kabupaten Tanah Laut, Juara 5 Kabupaten Tapin, Juara 6 Kota Banjarmasin, Juara 7 Kabupaten Tanah Bumbu, Juara 8 Balangan, Juara 9 Kabupaten Hulu Sungai Tengah, serta Juara 10 Kotabaru. (DISPORA-KALSEL/SRI/RDM/RH)

Exit mobile version