Bank Kalsel Apresiasi Kantor Cabang dan Pegawai Dengan Pelayanan Terbaik

BANJARMASIN – Bank Kalsel senantiasa berupaya mewujudkan komitmen, untuk memberikan layanan terbaik kepada masyarakat, selaras dengan tagline ‘Setia Melayani, Melaju Bersama’. Atas dasar itulah, Bank kebanggaan masyarakat Kalimantan Selatan ini acapkali melaksanakan program pengembangan bagi para pegawainya untuk meningkatkan kualitas layanan. Begitu pula gelaran kali ini, bertajuk ‘Best Service Quality Tahun 2021’ merupakan bentuk apresiasi/penghargaan manajemen kepada Kantor Cabang, maupun para pegawainya yang telah memberikan layanan terbaik kepada nasabah dan masyarakat.

Bertempat di resto salah satu hotel berbintang di Banjarmasin, Senin (7/3), Kegiatan diikuti oleh Jajaran Direksi Bank Kalsel, Head of Supporting Group, Kepala Divisi, serta Kepala Cabang dan pegawai yang meraih penghargaan. Secara bergantian, Direksi memberikan penghargaan Best Service Quality Tahun 2021 kepada Kantor Cabang Marabahan, yang berhasil meraih Best Service Quality 1st, disusul Kantor Cabang Pelaihari (Best Service Quality 2nd) dan Kantor Cabang A. Yani (Best Service Quality 3rd).

Setelah itu, pemberian penghargaan Best Service Quality Tahun 2021 kepada Frontliner Kantor Cabang Kandangan untuk Best Service Satpam dan Customer Service, Kantor Cabang Martapura untuk Best Service Teller, Kantor Cabang Amuntai untuk Best Service Pemasar, dan Kantor Cabang Marabahan untuk Best Overall Performance.

Maisarah selaku Pgs. Kepala Bagian Kualitas dan Pelayanan Cabang, Divisi Jaringan dan Pelayanan Cabang yang sekaligus merupakan Ketua Pelaksana gelaran ini, menyampaikan bahwa penghargaan yang diberikan, merupakan hasil penilaian yang dilakukan pada tahun 2021.

“Penilaian Service Quality dilakukan setiap triwulanan, dengan menggunakan dua metode yakni metode roleplay dan metode mysteri shopping. Kantor Cabang maupun pegawai yang meraih penghargaan ini adalah mereka yang unggul dan berhasil memberikan pelayanan terbaik kepada para nasabahnya dari berbagai aspek,” terangnya.

Lebih lanjut dalam sambutannya, Direktur Utama Bank Kalsel, Hanawijaya menyampaikan, Bank Kalsel selalu berupaya memberikan layanan terbaik kepada masyarakat. Dengan penghargaan ini, diharapkan dapat semakin meningkatkan motivasi pegawai untuk selalu memberikan yang terbaik kepada masyarakat.

“Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk apresiasi kepada para Petugas Frontliner dan Pemasar terbaik berdasarkan penilaian internal yang dilakukan oleh Divisi Jaringan dan Pelayanan Cabang. Raihan ini diharapkan dapat menjadi pelecut semangat bagi seluruh Pegawai Bank Kalsel untuk semakin termotivasi memberikan layanan terbaik, sehingga berdampak pada peningkatan bisnis Bank Kalsel kedepannya. Tentunya tidak hanya sampai di sini saja, kami senantiasa selalu berbenah untuk menjaga maupun meningkatkan kualitas layanan terbaik kepada nasabah dan masyarakat,” pungkas Hanawijaya. (ADV-RIW/RDM/RH)

Polda Kalsel Ungkap Penimbunan 31.320 Liter Minyak Goreng

BANJARMASIN – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) mengungkap penimbunan 31.320 liter minyak goreng di sebuah gudang di Jalan Gubernur Subardjo, Desa Tatah Layap, Kabupaten Banjar, akhir pekan lalu.

Hal itu disampaikan Dir Reskrimsus Polda Kalsel Kombes Pol Suhasto didampingi Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Mochamad Rifa’i dalam jumpa pers di kantor Dit Reskrimsus Polda Kalsel di komplek Bina Brata Banjarmasin, pada Selasa (8/3).

Dir Reskrimsus menerangkan, pengungkapan ini berlangsung pada Jum’at (4/3) yang dilaksanakan Subdit I Indagsi Dit Reskrimsus Polda Kalsel, dengan melakukan penggeledahan di gudang tersebut, berdasarkan laporan masyarakat. Saat penggeledahan, pihaknya menemukan minyak goreng kemasan sebanyak kurang lebih 1.000 dus dari berbagai merek dan ukuran.

Adapun minyak goreng yang disita meliputi 7.820 kemasan merek SOVIA, 3.740 kemasan merek SANIA, 2.380 kemasan merek JUJUR, 2.370 kemasan merek FORTUNE, 1.050 kemasan merek FILMA, 410 kemasan merek FRAISWELL, dan 80 kemasan merek BIMOLI, dengan total sitaan sebanyak 16.850 kemasan atau 31.320 liter.

Bersamaan dengan diamankannya barang bukti minyak goreng berbagai merek dan ukuran, petugas juga mengamankan satu orang berinisial Z. Saat ini, pemeriksaan terus dilakukan terhadap pelaku berinsial Z, yang diduga sebagai pemilik barang bukti minyak goreng tersebut.

“Bahkan tidak menutup kemungkinan akan ada orang lain yang akan ditetapkan sebagai tersangka,” papar Suhasto.

Dijelaskan Suhasto, modus operandi yang dilakukan pelaku yakni dengan menimbun barang berupa minyak goreng kemasan berbagai merek tersebut, untuk dijual kembali kepada masyarakat dengan harga yang lebih tinggi.

“Syukur Alhamdulillah, Kita sudah dapatkan oknum-oknum yang membuat terjadinya kelangkaan barang dan gejolak harga,” ucapnya.

Namun untuk kedepannya khususnya menjelang bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri, Dit Reskrimsus Polda Kalsel akan terus berupaya melakukan operasi pangan / pasar sebagai upaya pencegahan.

Sementara itu Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Mochamad Rifa’i menambahkan pengungkapan penimbunan minyak goreng dengan berbagai merek dan ukuran ini berawal dari adanya informasi masyarakat, yang kemudian ditindaklanjuti oleh petugas dengan melakukan penyelidikan dan penggeledahan. (POLDAKALSEL-RIW/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Dukung Upaya Pengurangan Sampah di Banjarmasin

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memberikan dukungan, terhadap pelaksanaan upaya pengurangan sampah di 13 kabupaten/kota terutama Kota Banjarmasin.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Selatan Hanifah Dwi Nirwana mengatakan, banyak program lingkungan hidup yang dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Selatan, yang bekerjasama dengan Pemerintah Kota Banjarmasin. Salah satu dukungan yang diberikan oleh pihaknya, adalah pengurangan sampah di Kota Banjarmasin.

Hanifah mengatakan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Banjarmasin yang telah konsen dalam pengurangan sampah tersebut.

“Salah satu program pengurangan sampah di sungai yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, adalah Sungai Martapura Bungas, yang dalam RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan tercatat sebagai Martapura Asri,” ungkapnya kepada sejumlah wartawan, usai menghadiri acara Peringatan Hari Perduli Sampah Nasional (HPSN) di Kota Banjarmasin, baru-baru tadi.

Namun, lanjutnya, hal tersebut tidak masalah antara Martapura Bungas dan Martapura Asri, yang tujuannya sama. Yaitu, membuat Sungai Martapura menjadi indah, bebas dari bahan pencemar, kemudian aman, serta bisa mereduksi banjir. Selain itu, untuk transportasi sungai serta pariwisata.

“Dalam menjalani program Martapura Asri ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mendapatkan dukungan dari Pemerintah Kota Banjarmasin,” ucap Hanifah. (SRI/RDM/RH)

Side Event Women 20 Indonesia di Kalsel di Gelar Terbatas

BANJARBARU – Side Event Women 20 Indonesia yang digelar di Kalsel selama 3 hari dari 23 – 25 Maret 2022 bakal diselenggarakan terbatas. Pasalnya, lonjakan kasus penularan COVID-19 menjadi pertimbangan.

Saat Rakoor Persiapan Side Event 20 Indonesia bersama Forkopimda di Kalsel, di aula Aberani Sulaiman Setdaprov Kalsel, Selasa (8/3).

Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Kalsel, Adi Santoso, menyampaikan, tak hanya digelar secara terbatas. Namun, kegiatan ini juga bakal diselenggarakan dengan cara virtual.

Kadis PPPA Prov Kalsel, Adi Santoso

“Terkait masih masa pandemi COVID-19, prakiraan undangan datang pada tanggal 22 Maret 2022. Nantinya, akan kami konfirmasi lagi apakah 100 orang ini akan satu pesawat atau lebih dari satu silahkan promotor di kondisikan,” ujarnya dalam penyampaian rakoor Side Event Women 20 Indonesia di Kalsel bersama jajaran TNI/Polri, pemko Banjarbaru, Banjarmasin dan Pemkab Batola, Selasa (8/3).

Ia menyebut, dalam rapat koordinasi bersama Pemkab Banjar, Batola, Pemko Banjarmasin dan Banjarbaru ini juga bakal diundang secara terbatas meski acara tersebut akan dihadiri warga negara asing (WNA).

“Terlebih, pantia pusat telah menegaskan peserta terbatas dan untuk delegasi luar dari tidak lebih dari 100 orang serta undangan daerah tidak lebih dari 50, sehingga diharapkan menjadi perhatian protokol kegiatan nantinya,” ungkap pejabat yang pernah mengisi sebagai Asisten Bidang I Administrasi Umum Setdaprov Kalimantan Selatan ini.

Terlebih, dirinya mengungkapkan, para pejabat dilingkup Pemprov Kalsel dipastikan juga tidak seluruhnya mendapat undangan dalam kegiatan seminar internasional.

“Nanti kami akan list SKPD mana saja yang diundang dan promotor dapat menyesuaikan dan dikarenakan kapasitasnya terbatas, tetapi, bisa mengikuti lewat jaringan yang nanti akan dishare,” bebernya.

Kegiatan yang digelar di tiga daerah di Kalsel nantinya juga akan menyelengarakan Gala Dinner dan berlokasi di Banjarmasin.

“Karena tempatnya luas, kapasitas pembatasnya pun longgar maka seluruh SKPD diundang dalam acara Gala Dinner,” pungkasnya. (RHS/RDM/RH)

Gandeng FWE, Bank Kalsel Sebar Ratusan Sembako Gratis

BANJARMASIN – Bank Kalsel bersama Forum Wartawan Ekonomi (FWE) Kalsel, kembali berkolaborasi dengan sejumlah mitra untuk melakukan aksi sosial jelang momen Ramadhan tahun ini.

Kali ini kolaborasi dilakukan Bank Kalsel, dengan membagikan ratusan paket sembako kepada masyarakat prasejahtera, yang terdampak pandemi COVID-19 dan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

“Ada kurang lebih 200 paket sembako gratis yang akan kami bagikan kepada masyarakat prasejahtera,” ungkap Bendahara FWE Kalsel Raudah Annisa, disela penyerahan secara simbolis bantuan paket sembako gratis dari Bank Kalsel, pada Selasa (8/3) di Kantor Pusat Bank Kalsel di Banjarmasin.

Paket sembako gratis yang terdiri dari beras, gula, kopi, teh instan, mie goreng dan biskuit ini nantinya akan diberikan langsung ke rumah – rumah masyarakat prasejahtera untuk menghindari kerumunan.

“Terimakasih atas kolaborasinya. Kami tentunya sangat apresiasi kepada Bank Kalsel yang sudah secara konsisten memberikan dukungan kepada FWE Kalsel atas berbagai kegiatan sosial yang sudah dilaksanakan,” tambahnya.

Selain sembako gratis, FWE Kalsel jelang momen Ramadhan kali ini juga akan menggelar kegiatan sembako murah di beberapa titik yang tersebar di Kota Banjarmasin dan Kabupaten Banjar, dengan menggandeng sejumlah mitra kerja lainnya.

“Ada pun paket sembako murah yang akan dijual nantinya adalah gula dan minyak goreng yang sudah disubsidi harganya. Kedua jenis sembako ini dipilih karena memang sangat dibutuhkan oleh masyarakat,” timpalnya.

Sementara itu, Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan Bank Kalsel Suriadi, menyambut baik kegiatan sembako gratis dan murah yang digelar oleh FWE Kalsel.

“Selama kegiatan tersebut memberikan manfaat yang besar untuk masyarakat Banua, Bank Kalsel senantiasa akan terus memberikan dukungan. Semoga dengan adanya bantuan paket sembako gratis ini, banyak masyarakat prasejahtera yang bisa terbantu guna memenuhi kebutuhan makan sehari-hari mereka,” tukasnya. (ADV-RIW/RDM/RH)

DPRD Kalsel Nilai Pelaksanaan Birokrasi DIY Cukup Bagus

BANJARMASIN – Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melakukan studi komparasi ke Biro Organisasi Sekretariat Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terkait tindak lanjut pasca dilakukannya penyederhanaan birokrasi, Jum’at (4/3).

Suasana Pertemuan Komisi I DPRD Kalsel dan Biro Organisasi Setda DIY

Dalam pertemuan tersebut terjadi diskusi dua arah mengenai dua poin penting Dasar Regulasi Permenpan Reformasi Birokrasi Nomor 17 Tahun 2021 Tentang Penyetaraan Jabatan Administrasi ke Dalam Jabatan Fungsional dan Permenpan Reformasi Birokrasi No 25 Tahun 2021 Tentang Penyederhanaan Struktur Organisasi Pada Instansi Pemerintah Untuk Penyederhanaan Birokrasi.

Ketua Komisi I DPRD Kalsel, Rachmah Norlias menilai untuk pelaksanaan penyederhanaan birokrasi cukup bagus dilaksanakan di DIY dimana prosesnya sudah hampir rampung dilaksanakan. Tetapi masalah-masalah lain yang masih belum jelas, lanjutnya, DIY masih menunggu peraturan-peraturan dari Pemerintah Pusat.

“Kedepannya, di DIY masih menunggu peraturan-peraturan yang dikeluarkan dari Kemenpan RI, seperti untuk jabatan-jabatan fungsional serta permasalahan tunjangannya yang masih disamakan dengan jabatan-jabatan struktural,” ungkapnya, belum lama tadi.

Sementara, Wakil Ketua DPRD Kalsel, Karmila yang mendampingi Komisi I DPRD Kalsel menambahkan penyederhanaan birokrasi di DIY dilakukan dua tahap yaitu pada Desember 2021 dan Januari 2022.

“Ternyata ada lima SKPD di DIY yang tidak disederhanakan diantaranya termasuk Dinas Tata Ruang, Dinas Kebudayaan, dan Dinas Perhubungan,” kata Srikandi Dewan dari Fraksi PAN tersebut.

Diharapkan hasil pertemuan tersebut bisa menjadi masukan agar penyederhanaan birokrasi pada jajaran pemerintah provinsi (Pemprov) Kalsel dapat berjalan lancar atau tidak ada permasalahan mendasar. (NRH/RDM/RH)

COVID-19 Melandai, PTM 100 Persen Masih Menungu Hasil Evaluasi

BANJARBARU – Melihat kasus COVID-19 di Kalimantan Selatan (Kalsel) yang berangsur melandai, membuat SMA/SMK meminta agar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) kembali digelar 100 persen.

Menanggapi hal ini, Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Roy Rizali Anwar mengatakan, pelaksanaan PTM masih harus dievaluasi sesuai dengan perkembangan kasus COVID-19 di daerah.

“Kita akan koordinasikan dulu ke Disdikbud Kalsel serta Satgas COVID-19 di Kabupaten Kota terkait pelaksanaan PTM ini,” ucapnya Senin (7/3).

Berdasarkan data yang didapatnya dari Dinas Kesehatan Kalsel, Roy membenarkan bahwa kasus COVID-19 sudah mulai menurun dibandingkan dengan pekan sebelumnya. Kendati demikian, Roy mengaku saat ini Pemprov Kalsel masih berfokus pada pemaksimalan vaksinasi kedua dan kepada lansia.

“Sekarang kita masih fokus menggenjot vaksinasi dulu,” ungkapnya.

Demi percepatan vaksinasi, Roy mengungkapkan, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor bahkan rela langsung ke desa-desa untuk memantau pelaksanaan vaksinasi sekaligus menyapa warga.

“Pada tahap awal ini intinya percepatan vaksinasi menjadi prioritas kita,” tutupnya.

Seperti diketahui, sejak kasus COVID-19 di banua ini kembali meningkat, SMA/SMK/SLB kembali di minta menggelar pelaksanaan PTM secara terbatas dengan kapasitas 50 persen. (SYA/RDM/RH)

5.603 Siswa Tingkat SMP di Banjarmasin Dapatkan Bantuan Program Indonesia Pintar

BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin menggelar sosialisasi Program Indonesia Pintar tingkat SMP Se Kota Banjarmasin.

Pelajar SMP Penerima Program Indonesia Pintar

Sosialisasi digelar di Aula SMP Negeri 7 Banjarmasin, pada Selasa (8/3). Dihadiri langsung Wakil Walikota Banjarmasin Arifin Noor, serta Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin Nuryadi.

Wakil Walikota Banjarmasin Arifin Noor mengatakan, dilaksanakannya sosialisasi ini, agar tidak adalagi anak usia sekolah yang tidak bersekolah.

“Dengan adanya program ini diharapkan tidak adalagi warga Kota Banjarmasin yang putus sekolah,” ucapnya.

Pemerintah Kota Banjarmasin, lanjut Arifin berharap, seluruh anak usia sekolah di kota ini dapat menempuh wajib belajar 12 tahun.

“Sosialisasi program Indonesia Pintar Tingkat SMP Se Kota Banjarmasin ini, diikuti oleh operator, pengawas sekolah, orangtua, seta siswa penerima bantuan Indonesia Pintar tersebut,” ujarnya.

Sementara itu Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin Nuryadi mengatakan, untuk penerima program Indonesia Pintar di Kota Banjarmasin, untuk tingkat SMP sebanyak 5.603 siswa, dengan total anggaran sebesar Rp5 Miliar.

Sedangkan, lanjutnya, untuk tingkat SD sebanyak 11 ribu siswa penerima, dengan anggaran sebesar Rp 8 Miliar.

“Jumlah penerima bantuan serta anggaran tersebut untuk program Indonesia Pintar di tahun 2021, sedangkan untuk di tahun 2022 masih dalam proses verifikasi,” ungkapnya.

Sedangkan, tambah Nuryadi, untuk proses pencairan pada awal tahun ajaran baru. Bantuan Program Indonesia Pintar tersebut, akan masuk ke rekening masing-masing siswa penerima bantuan tersebut. (SRI/RDM/RH)

Teknologi Digital Dinilai Penting Untuk Kemajuan Karya Seni

BANJARMASIN – Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syaripuddin, kepada Abdi Persada FM pada Selasa (8/3) mengatakan, saat ini untuk memajukan karya seni, maka teknologi digital harus mampu digunakan secara maksimal, terutama oleh para seniman. Momen peringatan Musik Nasional bukan hanya seremonial saja, namun lebih menjadikan setiap pergelaran dapat semakin maju terdepan.

“Medsos berperan besar, mengenalkan karya para seniman,” katanya

Disampaikan Syaripuddin, peran dari legislatif Provinsi Kalimantan Selatan untuk memajukan karya seni daerah, tentunya terus didukung dalam anggaran. Selain itu dengan dimilikinya Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2017 tentang Budaya Banua dan Kearifan Lokal, yang isinya menjadikan generasi muda untuk lebih mengenal budaya sendiri dan menyukainya.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syaripuddin

“Kita sangatlah mengapresiasi pelaku seni terus berkarya, meski masih dalam suasana pandemi COVID-19,” ucap bang Dhin (sapaan akrabnya)

Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Daerah, Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia (DPD PAPPRI) Kalimantan Selatan, Dino Sirajuddin menyampaikan, dengan diperingatinya Hari Musik Nasional ini, merupakan simbol kebangkitan musik daerah hingga ke tingkat nasional. Ia berharap dapat membuat seluruh lapisan masyarakat lebih mencintai dan menghargai karya musik terutama daerah masing-masing.

Ketua DPD PAPPRI Kalsel, Dino Sirajuddin

“Sekarang ini pelaku seni lebih mudah promosi dalam berkarya, terbantu dengan media sosial dan warga dapat menilai langsung hasilnya, sehingga haruslah memanfaatkan kecanggihan teknologi itu,” tutup Dino. (NHF/RDM/RH)

Peringati Hari Musik Nasional, Taman Budaya Kalsel Gelar Pentas Seni

BANJARMASIN – Taman Budaya dibawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, memperingati Hari Musik Nasional, melalui pergelaran seni dan budaya, selama dua hari yaitu 8 – 9 Maret 2022.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Taman Budaya, Disdikbud Provinsi Kalsel, Suharyanti kepada Abdi Persada FM pada Selasa (8/3) menjelaskan, pergelaran ini akan tampil enam group musik, yaitu Persatuan Artis Penyanyi Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI) Kalsel, JEF Banjar, grup musik Banjarbakula Enterprise, Pandaz Music, jurusan musik dari SMKN 4 Banjarmasin dan Orkes Melayu Sinar Bahagia.

“Pergelaran dilaksanaka di panggung terbuka Taman Budaya Kalsel, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan,” ucapnya

Suharyanti menjelaskan, dalam pergelaran itu selain bisa disaksikan secara langsung, juga dapat ditonton melalui laman Youtube Taman Budaya Kalsel pada jam 20.30 WITA. Dan, Ia sangat mengapresiasi para seniman daerah, terutama pencipta lagu banjar yang terus memberikan karya terbaik, meski masih dalam suasana pandemi COVID-19.

“Kami terus membina kesenian daerah, agar makin maju hingga ke tingkat nasional,” jelasnya

Yanti (sapaan akrabnya) menambahkan, dengan diluncurkannya sebanyak 12 Album Musik Lagu Banjar pada bulan Januari 2022 tadi, berjudul ‘Balahindang Dindang Banua’ sebagai upaya memajukan kesenian musik daerah, baik yang tradisi maupun modern.

“Kita sarankan setiap event, lagu banjar menjadi prioritas untuk ditampilkan,” tutupnya

Untuk diketahui, setiap tanggal 9 Maret diperingati Hari Musik Nasional, untuk mengingat hari lahir Wage Rudolf (WR) Soepratman, yaitu pencipta lagu Indonesia Raya. Berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 10 Tahun 2013, disahkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, telah disebutkan Hari Musik Nasional bukanlah hari libur. (NHF/RDM/RH)

Exit mobile version