BANJARMASIN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Banjarmasin, menggelar rapat dengar pendapat (RDP), dengan tiga satuan kerja perangkat daerah (SKPD), terkait insiden perkelahian di salah satu cafe di Jalan Jenderal Sudirman, Selasa (4/1) di ruang Komisi I.
Kepada sejumlah wartawan, Ketua Komisi I DPRD Kota Banjarmasin Saut Nathan Samosir, mengatakan, pihaknya menggelar RDP dengan Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata serta Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu. Karena sebelumnya ramai diberitakan, terjadi insiden perkelahian di salah satu cafe, yang berlokasi di Jalan Jendral Sudirman pada akhir bulan Desember 2021 lalu, yang berakibat korban mengalami empat luka tusuk, bahkan sempat koma di rumah sakit.
Ketua Komisi I DPRD Kota Banjarmasin, Saut Nathan Samosir
“Dari hasil rapat, sangatlah disayangkan ternyata Pemko tidak mengetahui siapa pemilik cafe, dan tidak punya izin operasional,” katanya
Disampaikan Saut, ke depan tiga satuan kerja perangkat daerah (SKPD) ini dapat saling berkoordinasi lebih baik lagi di lapangan, apalagi sebagai penegak Perda Nomor 12 Tahun 2016 tentang Usaha Penyelenggaraan Kegiatan Hiburan dan Rekreasi. Ia berharap insiden perkelahian ini, tidak lagi terulang dikemudian hari.
“Menurut warga cafe itu sudah lama beroperasi, namun tidak ada yang tahu siapa pemiliknya,” tutup Saut
Untuk diketahui, kegiatan rapat dengar pendapat itu, hanya dihadiri Kepala Bidang baik dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, serta Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu, dan setelah RDP tidak ada satupun yang mau memberikan komentarnya. (NHF/RDM/RH)
BANJARMASIN – Setelah mendapatkan perawatan selama 2 pekan setelah menjalani operasi jantung terbuka pertama di RSUD Ulin Banjarmasin, akhirnya kedua pasien Fadlan Nursin warga Kota Banjarmasin serta H Abdul Mukti warga Binuang, diperbolehkan pulang ke rumah.
Foto bersama pada saat pelepasan kepulangan pasien
Pelepasan kepulangan pasien operasi jantung terbuka pertama tersebut dilakukan langsung oleh Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, di RSUD Ulin Banjarmasin, Rabu (5/1).
Dalam sambutannya Gubernur yang akrab disapa Paman Birin ini mengatakan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan tentunya memberikan apresiasi dan dukungan kepada keberhasilan RSUD Ulin Banjarmasin dibantu RS Jantung Harapan Kita, telah berhasil melakukan operasi pada pasien jantung di rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan ini.
“Tentunya keberhasilan operasi jantung terbuka tersebut merupakan hal yang menggembirakan bagi seluruh masyarakat di Provinsi Kalimantan Selatan,” ungkap Paman Birin.
Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan meminta agar RSUD Ulin Banjarmasin terus menindaklanjuti pelayanan operasi jantung terbuka ini, untuk masyarakat di Banua ini.
“Pemprov Kalsel meminta agar RSUD Ulin Banjarmasin terus meningkatkan SDM tenaga medis untuk operasi jantung terbuka,” ucapnya.
Menurut Paman Birin, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memiliki harapan kepada RSUD Ulin Banjarmasin, agar dapat terus meningkatkan kualitas kemampuan RSUD Ulin Banjarmasin, untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat di Banua ini.
Begitu juga, lanjutnya, untuk kualitas SDM agar terus ditingkatkan seperti kemampuan tenaga medis operasi jantung terbuka di RSUD Ulin Banjarmasin. Bantuan peningkatan SDM seperti, peningkatan kemampuan melalui pelatihan berkala, peningkatan pendidikan, serta lainnya.
“Maka dengan begitu operasi jantung terbuka di RSUD Ulin Banjarmasin ini kedepannya, dapat dilakukan secara mandiri,” ucap Paman Birin.
Sementara itu Plt Direktur RSUD Ulin Banjarmasin Izzak Zoelkarnain Akbar mengatakan, saat ini merupakan hari yang menggembirakan bagi kedua pasien operasi jantung terbuka pertama di RSUD Ulin Banjarmasin. Setelah melalui perawatan dan pengobatan pasca operasi jantung terbuka yang dilakukan, 23 Desember 2021 lalu dan saat ini telah dinyatakan boleh pulang untuk kedua pasien jantung tersebut, yaitu Fadlan Nursin warga Kota Banjarmasin serta H Abdul Mukti warga Binuang.
“Pasien diperoleh pulang, namun tetap melakukan pengobatan rawat jalan,” ucap Izzak.
Dalam kesempatan tersebut, Izzak juga mengucapkan terimakasih kepada Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan Sahbirin Noor yang telah memberikan bantuan dan dukungan penuh sehingga operasi jantung terbuka dapat dilakukan di RSUD Ulin Banjarmasin.
“Kami mengucapkan terimakasih kepada Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan Sahbirin Noor atas dukungan yang telah memberikan,” ujarnya.
Sedangkan, kedua pasien jantung terbuka pertama di RSUD Ulin Banjarmasin mengungkapkan, rasa gembira atas keberhasilan operasi yang mereka jalani tersebut.
Pasien Jantung Terbuka pertama di RSUD Ulin Banjarmasin Abdul Mukti mengatakan, ia merasa gembira ketika diberitahu jika operasi jantung terbuka dapat dilakukan di RSUD Ulin Banjarmasin. Dan, saat ini tidak perlu lagi untuk pergi ke Jakarta untuk melakukan operasi tersebut.
“Sebelum dilakukan operasi kami mendapat penjelasan mengenai operasi jantung terbuka tersebut. Sehingga, kami pun memutuskan untuk melakukan operasi jantung terbuka di rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan ini,” ungkap Fadlan Mukti.
Hal senada juga disampaikan pasien Jantung Terbuka pertama di RSUD Ulin Banjarmasin Fadlan Nursin warga Kota Banjarmasin. Ia pun memutuskan untuk menjalankan operasi jantung terbuka di RSUD Ulin Banjarmasin.
“Warga di Provinsi Kalimantan Selatan yang memiliki penyakit jantung seperti kami, agar dapat menjalankan operasi jantung terbuka di RSUD Ulin Banjarmasin seperti kami berdua,” ucapnya.
Menurut Fadlan Nursin, setelah melakukan operasi jantung yang ia rasakan saat ini lebih nyaman dan tidak merasakan sakit lagi. (SRI/RDM/RH)
BANJARMASIN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan kembali menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang menghadirkan dua perusahaan, yakni PT Tapin Coal Terminal (TCT) dan PT Antang Gunung Meratus (AGM), terkait penutupan akses jalan hauling kilometer 101 Soato Tatakan Kabupaten Tapin.
Pertemuan yang dipimpin Ketua DPRD Kalsel, Supian HK di ruang Ismail Abdullah Gedung B DPRD Kalsel, Rabu (4/1) tersebut berjalan dengan alot. Bahkan kegiatan yang semula diadakan di lantai 4 Gedung DPRD Kalsel, pindah ke lantai 3 dengan diikuti orang terbatas.
Suasana RDP terkait penyampaian aspirasi penutupan akses jalan Hauling Km 101 Tapin
Ketua DPRD Kalsel, Supian HK meminta waktu sekitar satu jam untuk berdiskusi terbatas, namun molor dimana seharusnya selesai pukul 16.00 wita menjadi pukul 17.00 WITA. Kemudian Ketua Komisi III DPRD Kalsel, Sahrujani membacakan hasilnya atas permintaan ketua dewan.
“Proses hukum akan tetap berlanjut, dan selama tidak ada proses pekerjaan PT TCT menjamin kesejahteraan masyarakat dengan memberi kompensasi atau jalur lainnya. Selain itu kedua perusahaan akan terus mencari solusi terbaik untuk penyelesaian masalah,” kata Sahrujani.
Ia menambahkan, Pemprov Kalsel bersama DPRD Kalsel berjanji akan membawa permasalahan tersebut ke pemerintah pusat untuk mencari solusinya.
Sementara Asosiasi Pengusaha Tongkang Muhammad Safi’i menyatakan terima kasih atas fasilitas DPRD Kalsel. Namun dirinya mengaku kecewa dengan keputusan DPRD Kalsel yang tidak ada hasilnya. Tuntutan pihaknya agar portal di jalan Hauling yang bersengketa di wilayah Kabupaten Hauling bisa dilepas, nyatanya tak ada jawaban.
“Karena ini berkaitan dengan kehidupan kami maka dalam minggu ini disetujui atau tidak, kami akan melakukan aktifitas sebagaimana lazimnya. Kami minta agar PT AGM bisa kembali mengisi tronton kami dan kami akan melintasi jalan nasional, bukan jalan provinsi,” jelasnya.
Perlu diketahui, RDP ini juga dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel Roy Rizali Anwar, pihak kepolisian, perwakilan Kejati Kalsel, Dinas ESDM Kalsel, Kepala Dinas Perhubungan Kalsel, serta sejumlah anggota Komisi III DPRD Kalsel. Sedangkan dari pihak perusahaan hadir jajaran direksi dan komisaris serta kuasa hukumnya dari PT AGM, sementara dari pihak PT TCT diwakili kuasa hukumnya. Hadir juga perwakilan Asosiasi Pengusaha Tongkang dan Angkutan Batubara, kuasa hukum serta Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). (NRH/RDM/RH)
BATOLA – Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor menghadiri Hari Jadi ke-62 Kabupaten Barito Kuala di Stadion 5 Desember, Marabahan, Selasa (4/1).
Paman Birin (sapaan akrabnya) hadir didampingi Ketua TP PKK Kalimantan Selatan Raudatul Jannah.
Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor mengucapkan selamat hari jadi yang ke-62, Kabupaten Barito Kuala dan seluruh lapisan masyarakat.
Suasana Harjad ke-62 Batola yang dihadiri Gubernur Kalsel
“Mudah-mudahan, melalui momentum peringatan hari jadi ini, seluruh elemen pemerintah dan masyarakat Kabupaten Barito Kuala, makin mantap dalam memperkokoh semangat dan tekad, untuk bersama-sama bergerak membangun daerah,” ucapnya.
Disampaikan Paman Birin, Kabupaten Barito Kuala, dengan segala potensi dan keunggulannya, menjadi bagian penting dalam kerangka pembangunan Provinsi Kalimantan Selatan.
Menurut Paman Birin, Kalimantan Selatan terus bekerja, mengambil peran sentral dengan menjadikan Kalimantan Selatan sebagai gerbang Ibu Kota Negara baru.
Berbagai program telah, sedang, dan akan terus dikerjakan bersama, terutama terkait pembangunan infrastruktur penunjang, mendorong kemajuan sektor industri, membangun jalur distribusi logistik, serta membangun ketahanan pangan nasional.
Kabupaten Barito Kuala memiliki berbagai keunggulan geografis, potensi, serta modal penting, yang dibutuhkan untuk memajukan Kalimantan Selatan.
Disisi lain, Paman Birin mengatakan, Pemerintah Kabupaten Barito Kuala telah menunjukkan kinerja positif selama ini, dengan berbagai raihan prestasi, baik dari Pemerintah Pusat dan Provinsi.
Dirinya juga mengucapkan terima kasih atas upaya keras dari Pemerintah Kabupaten Barito Kuala, untuk ikut menyukseskan Vaksinasi COVID-19 sepanjang tahun 2021.
Hal ini penting, dalam menjaga ketahanan masyarakat, serta menjadi modal dalam upaya pemulihan perekonomian daerah dan nasional di masa depan.
Sebelumnya, Bupati Barito Kuala Noormiliyani AS dalam sambutannya, menyampaikan progres capaian kinerja sepanjang tahun 2021 yang umumnya mengalami kemajuan.
Beberapa capaian yang dimaksudkan seperti program dan kegiatan prioritas di antaranya kesehatan, pendidikan, pembangunan infrastruktur khususnya Program Kutabamara, Bedah Kampung Terintegrasi (BKT), Jejangkit Ecopark, serta program-program lainnya.
Puncak Harjad Batola ini dihadiri Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Beracun Kemen LHK Rosa Vivien Ratnawati, Anggota DPR RI Bambang Heri Purnama, Bupati Wali Kota se Kalsel serta tamu undangan lainya. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)
BATOLA – Menteri Pemuda dan Olahraga RI Zainudin Amali meresmikan Gedung Olahraga (GOR) Setara di kabupaten Barito Kuala, Selasa (4/1).
Menpora saat meresmikan GOR Setara Batola
Gedung Olahraga Tipe B yang pembangunannya menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kemenpora tahun 2020. GOR ini, merupakan satu dari tiga GOR lainnya yang dibangun bersamaan. Yakni di Papua dan Sulawesi Barat.
“Alhamdulillah gedung ini bisa kita resmikan, GOR Tipe B seperti ini adalah yang terakhir sudah tidak ada lagi di tempat kami, semua sudah dipindah ke Kementerian PU,” kata Menpora saat memberikan sambutan.
Zainudin Amali berharap Kabupaten Barito Kuala (Batola) mampu menyumbangkan atlet berprestasi tingkat nasional bahkan internasional untuk mengharumkan nama Indonesia di tingkat dunia.
“Saya berharap kedepan dari Batola harus menyumbang atlet atlet baik di tingkat provinsi, nasional bahkan tingkat internasional,” katanya.
Menpora juga mengapresiasi atlet Kalimantan Selatan yang mampu meraih peringkat 4 pada Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI Papua 2021.
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Selatan, DR (HC) H Sahbirin Noor berharap, GOR Setara yang diresmikan Menteri Pemuda dan Olahraga RI Zainudin Amali, dapat dimanfaatkan dengan sebaik baiknya untuk melahirkan atlet berprestasi.
Hal ini disampaikan Paman Birin (sapaan akrabnya) di sela peresmian Gedung Olahraga Setara.
“Kita berharap gedung olahraga ini dapat dimanfaatkan atlet dengan sebaik-baiknya untuk melahirkan atlet berprestasi,” katanya.
Disampaikan Paman Birin, dibangunnya GOR Setara ini bukti komitmen pemerintah untuk membina atlet di daerah. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)
BANJAR – Dirut PD Pasar Bauntung Batuah (PBB), Rusdiansyah, mengaku telah mempunyai langkah strategis dalam menyikapi perubahan status dari Perusahaan Daerah (PD) menjadi Perusahaan Umum Daerah.
“Dalam hal ini kami telah menyusun sebuah rencana yang nantinya setelah perubahan badan hukum baru terbentuk,” ujarnya usai menghadiri Rapat Paripurna terkait Penyampaian Raperda Inisiatif Pesantren dan Pendidikan Agama serta pendapat akhir fraksi DPRD Kabupaten Banjar tentang Raperda Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Bauntung Batuah, Selasa (4/1) siang.
Meski mendapat banyak atensi khusus dari sejumlah fraksi di DPRD Kabupaten Banjar. Namun, pihaknya akan tetap berusaha dan mendukung agar sesuai dengan visi dan misi yang dibawa kepala daerah.
“Untuk rencana penyusunan strategi kami ya memang dalam hal ini sifatnya nanti akan diklasifikasinya dulu dan bagian mana yang harus menjadi utama dilaksanakan. Tentu, ini sebagai bentuk dukungan kepada Bupati Banjar,” paparnya.
Menurutnya, pendapat yang dilontarkan oleh sejumlah fraksi di DPRD Kabupaten Banjar merupakan masukan positif dalam kemajuan dan perkembangan perusahaan daerah yang dipimpinnya kelak.
“Apapun yang menjadi masukkan bagi kami ini suatu motivasi, saran dan masukkan yang baik selaku pengelola pasar tradisional. Mudah-mudahan kalau pun nantinya secara bertahap akan direalisasikan apa yang menjadi tujuan bersama sebagai pasar dengan konsep agamis sekaligus menjadi kawasan wisata yang bersih, indah dan nyaman bagi para pengujung yang datang berbelanja,” tuturnya lagi.
Tentu, ia juga menyampaikan, salah satu strategi atau program tepat di era digitalisasi perlu adanya inovasi elektronik dalam seni berbelanja meski dilingkup pasar tradisional.
“Aplikasi berbelanja elektronik yang ada di tahun 2021 akan terus kami kembangkan. Sehingga, mampu menjadi sistem pemberlakuan yang dapat digunakan sebagai transaksi pembayaran di tempat tersebut,” tuntasnya. (RHS/RDM/RH)
BANJARMASIN – Sekolah Dasar Negeri Standar Nasional Sungai Miai 7, telah menyiapkan berbagai sarana dan prasarana, dalam menggelar pembelajaran tatap muka (PTM).
Kepada Abdi Persada FM, Kepala SDN SN Sungai Miai 7 Sri Yenie, Selasa (4/1) menjelaskan, pihaknya telah menerima surat edaran dari Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin pada Senin (3/1), terkait pembelajaran tatap muka (PTM), tidak lagi digelar secara terbatas. Dengan demikian sarana dan prasarana yang telah disiapkan diantaranya, siswa-siswi sebelum masuk ke dalam kelas akan diperiksa suhu tubuh, wajib menggunakan masker, dan tersedia di setiap sudut ruang kelas, tempat mencuci tangan, lengkap dengan sabun. Selanjutnya dari sekolah, tetap menyediakan masker ganti, setelah selesai beraktifitas para guru dan siswa-siswi, seluruh ruangan disemprot disinfektan setiap hari.
Kepala SDN SN Sungai Miai 7, Sri Yenie, saat memberikan komentarnya
“Para orangtua hanya diperkenankan di depan pagar, untuk mengantar dan menjemput anaknya” ucap Yenie
Yenie menjelaskan, sistem pembelajaran tatap muka (PTM) ini telah diatur jam masuk sekolah, khusus kelas satu dan dua mulai pukul 07.30 – 11.00 WITA, sedangkan kelas tiga, empat, lima serta enam, akan berakhir jam 12.45 WITA. Selain itu dibuka dua pintu gerbang, satu digunakan untuk mengantar dan satu pintu menjemput anak-anaknya, agar tidak berkerumun para orangtua tersebut.
Suasana dalam ruang kelas, proses belajar dan mengajar, SDN SN Sungai Miai 7
“Kita berharap PTM terbuka ini berjalan lancar, melalui prokes ketat dan peran serta dari ortu,” jelasnya
Lebih lanjut Yenie menambahkan, untuk jumlah keseluruhan pelajar sebanyak 380 orang dengan rombongan belajar 12 ruangan. Terkait kantin sekolah masih ditutup, pihaknya akan mengevaluasi selama satu bulan ini dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka. Para siswa-siswi wajib membawa bekal dari rumah masing-masing.
“Kegiatan ekskul rencananya pramuka saja sementara yang dilaksanakan,” tutupnya.
Untuk diketahui, SDN SN Sungai Miai 7, berlokasi di Jalan Mahoni Blok II RT 33 No 1, Perumnas Kayutangi Kelurahan Sungai Miai, Kecamatan Banjarmasin Utara. (NHF/RDM/RH)
BANJARMASIN – Berdasarkan catatan KPA Provinsi Kalimantan Selatan terhadap angka kasus HIV/AIDS selama Tahun 2021 didominasi oleh usia produktif.
Sekretaris KPA Kalimantan Selatan Mursalin mengatakan, kasus HIV/AIDS di Provinsi Kalimantan Selatan mengalami peningkatan di Tahun 2021.
“Dari Januari hingga September 2021 untuk angka kasus HIV/AIDS di Provinsi Kalimantan Selatan berjumlah 3.360 kasus,” ungkap Mursalin, kepada sejumlah wartawan, belum lama tadi.
Dari jumlah tersebut, lanjutnya, Kota Banjarmasin menjadi penyumbang terbanyak kasus HIV/AIDS di Provinsi ini.
“Sedangkan mayoritas penularan masih dipicu oleh hubungan seks, dengan persentase mencapai 95 persen,” ucapnya.
Mursalin menyarankan, agar Pemerintah Daerah seperti Pemerintah Kota Banjarmasin agar dapat mengurangi faktor resiko penularan HIV/AIDS tersebut, dengan memperhatikan faktor hubungan seks tersebut. Seperti terus menghimbau, agar warganya tidak melakukan seks bebas dengan sering berganti ganti pasangan serta lainnya.
Sedangkan untuk penyandang HIV/AIDS didominasi usia produktif. Dengan kisaran usia 20 – 30 tahun.
Menurut Mursalin, tentu hal tersebut mengkhawatirkan. Oleh karena itu, pihaknya terus merupakan untuk menemukan kasus HIV/AIDS sedini mungkin. Agar pengobatan dapat cepat dilakukan. Dan, tidak menularkan kepada yang lain.
“Kami mengajak seluruh masyarakat di Provinsi Kalimantan Selatan agar tidak malu untuk memeriksakan diri, apabila menemukan adanya dugaan gejala HIV/AIDS kepada pusat layanan kesehatan terdekat di tempat tinggal mereka,” ucap Mursalin. (SRI/RDM/RH)
BANJARMASIN – Dalam rangka meningkatkan pemerataan Serbuan Vaksinasi Maritim Covid-19, dengan tujuan untuk menekan dan meminimalisir angka kasus penderita akibat penyebaran Virus Corona, Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Banjarmasin kembali menggelar Vaksinasi massal, yang kali ini ditujukan kepada warga dan peserta didik di lingkungan Sekolah Madrasah Ibtidaiyah (MI) Ash Shabirin Pekauman Kota Banjarmasin, Selasa (4/1).
Harapan kedepan pemerataan Vaksinasi massal ini akan terus dikebut oleh Lanal Banjarmasin sekaligus mensosialisasikan tentang wabah COVID-19, terutama bagi warga yang tinggal di daerah pedalaman dan belum tersentuh Vaksinasi, dikarenakan tidak adanya Akses untuk menuju lokasi Vaksinasi atau terbatasnya sarana transportasi melalui Laut atau darat.
Vaksinasi maritim Lanal Banjarmasin di Sekolah MI Ash Shabirin Pekauman Banjarmasin
Danlanal Banjarmasin Kolonel Laut (P) Herbiyantoko M.Tr Hanla melalui Dandenpomal Mayor Laut (PM) Bayu Istiyoko menyampaikan, TNI Angkatan Laut sebagai garda terdepan, dalam hal ini Lanal Banjarmasin kembali menggelar Vaksinasi massal untuk mendukung dan mensukseskan program yang dicanangkan oleh Pemerintah secara totalitas guna menghentikan laju pertumbuhan wabah COVID-19.
“Vaksinasi yang digelar ini untuk mendukung program Pemerintah Daerah maupun pusat melalui TNI AL dalam rangka menanggulangi wabah COVID-19 sesuai target yang ditentukan, hal ini akan dilakukan secara berkelanjutan sampai Pandemi COVID-19 dinyatakan berakhir,” ungkapnya
Ia menambahkan, pihaknya mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih, Kepada para warga dan peserta didik yang sudah melaksanakan Vaksinasi COVID-19 kali ini, hal ini dikarenakan sudah membantu program Pemerintah melalui TNI Angkatan Laut.
“Terima kasih kepada para warga yang sudah melaksanakan Vaksinasi, semoga tertanam imun yang kuat untuk menjadi perisai tubuh agar terhindar dari serangan Wabah COVID-19. Dan diharapkan Masyarakat tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan yang ketat, guna menekan dan meminimalisir jumlah penderita yang terinfeksi Virus,” tutupnya.
Untuk diketahui, Vaksinasi dosis pertama dan kedua yang diadakan Lanal Banjarmasin ini, menggunakan Vaksin jenis Sinovac dengan melibatkan 12 Tenaga Kesehatan (Nakes) dari Balai Pengobatan (BP) Lanal Banjarmasin. Dan telah berhasil memvaksinasi sebanyak 190 orang pendaftar. (LANALBANJARMASIN-MRF/RDM/RH)
BANJARMASIN – Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Rikwanto didampingi Wakapolda Kalsel Brigjen Pol Mohamad Agung Budijono serta Pejabat Utama (PJU) Polda Kalimantan Selatan (Kalsel), pada Selasa (4/1), memimpin langsung serah terima jabatan (Sertijab) beberapa PJU Polda Kalsel dan Kapolres Jajaran. Sertijab yang dilaksanakan di Aula Bhayangkari Mathilda Batlayeri itu digelar dengan protokol kesehatan ketat.
Suasana Sertijab PJU Polda Kalsel
Ada enam Pejabat Utama Polda Kalsel dan tiga Kapolres Jajaran yang mengikuti Sertijab. Keenam Pejabat Utama Polda Kalsel itu yakni Karo Ops Polda Kalsel akan dijabat oleh Kombes Pol Nurhandono menggantikan Kombes Pol Moch. Noor Subchan Karo SDM Polda Kalsel yang sebelumnya dijabat Kombes Pol Nanang Masbudi digantikan oleh Kombes Pol Muhammad Arif Sugiarto.
Dir Binmas Polda Kalsel dari Kombes Pol Widiatmoko kepada Kombes Pol Fadly Samad Dir Intelkam Polda Kalsel dari Kombes Pol Nur Romdhoni kepada Kombes Pol Sentot Adi Dharmawan.
Kemudian ada Kabid Propam Polda Kalsel dari Kombes Pol Dudy Iskandar kepada Kombes Pol Djaka Suprihanta, dan Kabid Keu Polda Kalsel dari Kombes Pol Hermawan kepada Kombes Pol Erwin Fardiansyah Tossin.
Sementara tiga Kapolres yang berganti, ada Kapolresta Banjarmasin dari Kombes Pol Rachmat Hendrawan kepada Kombes Pol Sabana Atmojo Kapolres Tapin dari AKBP Pipit Subiyanto kepada AKBP Ernesto Saiser, dan Kapolres Tanah Bumbu dari AKBP Himawan Sutanto Saragih kepada AKBP Tri Hambodo.
Dalam sambutannya Kapolda Kalsel Irjen Pol Rikwanto mengatakan, kepada seluruh Pejabat yang dilantik agar secepat mungkin beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja yang baru.
“Dan untuk sedini mungkin mengerti dan memahami situasi dan kondisi Kamtibmas di wilayahnya,” pesan Kapolda Kalsel saat memberikan sambutan.
Sedang kepada Pejabat yang lama, Kapolda menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas dedikasinya selama ini yang telah memberikan kontribusi terbaik untuk kebaikan Polda Kalsel.
“Mutasi jabatan merupakan hal yang biasa dan sebagai penyegaran dalam tubuh organisasi Polri. Hal ini merupakan kebutuhan organisasi serta bagian dari kebijakan program Kapolri dalam hal yang siap melaksanakan transformasi menuju Polri yang Presisi atau akronim dari Prediktif, Responsibilitas, Transparansi Berkeadilan,” tutupnya. (POLDAKALSEL-RIW/RDM/RH)