Demokrat Kalsel Gelar Musda ke IV

BANJARMASIN – Partai Demokrat Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Musyawarah Daerah (Musda) untuk persiapan Pemilu 2024, di salah satu hotel berbintang di Kota Banjarmasin, Senin (18/10).

Pembukaan Musda Partai Demokrat Provinsi Kalsel

Musda ke 4 ini mengangkat tema, Bersama Kita Kuat, Bersatu Kita Bangkit. Dan dibuka langsung oleh Sekjen Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya.

Pada Musda Partai Demokrat Provinsi Kalimantan Selatan ini terlebih dahulu mendengarkan, arahan dari Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono, secara virtual.

Dalam sambutannya Agus menyampaikan, selamat atas diselenggarakannya Musda Partai Demokrat Provinsi Kalimantan Selatan. Serta berpesan siapapun yang terpilih sebagai Ketua Partai Demokrat Provinsi Kalimantan Selatan nanti, dapat meningkatkan dan memajukan Partai Demokrat Provinsi Kalimantan Selatan kedepannya.

“Untuk Partai Demokrat Provinsi Kalimantan Selatan kami mengucapkan selamat melaksanakan Musyawarah Daerah,” ucapnya.

Tentunya, lanjut Ketua Umum DPP Partai Demokrat yang akrab disapa AHY ini mengharapkan, kepada siapapun yang terpilih dapat setia kepada Partai Demokrat, dan dapat membawa kemajuan untuk Partai Demokrat kedepannya.

Pada Musda Partai Demokrat Provinsi Kalimantan Selatan dihadiri seluruh Ketua DPC Partai Demokrat di 13 Kabupaten dan Kota di Provinsi Kalimantan Selatan, serta beragendakan Pemilihan Ketua Baru Partai Demokrat Provinsi Kalimantan Selatan.

Sementara itu, Badan Pembinaan Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotan DPP Demokrat Herman Khaeron pada saat memberikan sambutan pada Musyawarah Daerah Provinsi Kalimantan Selatan mengatakan, untuk Partai Demokrat Provinsi Kalimantan Selatan minta mulai saat ini, mulai persiapkan diri untuk menghadapi Pemilu 2024 mendatang.

Oleh karena itu, lanjutnya, seluruh anggota partai demokrat untuk selalu menjaga kekompakan serta kesetiaan terhadap Partai Demokrat Provinsi Kalimantan Selatan.

“Kami berharap, kepada Partai Demokrat Provinsi Kalimantan Selatan dapat kembali memperoleh kursi di DPR RI mendatang,” ucap Herman Khaeron. (SRI/RDM/RH)

Webinar Litdig Banjar : Lindungi Anak dari Ancaman Ruang Digital

BANJAR – Webinar Literasi Digital untuk Wilayah Martapura Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan kembali dipandu Aulia Mawardhika melalui zoom meeting, Senin ( 18/10/2021 ) siang.

Webinar ini mengusung tema ” Lindungi Anak dari Ancaman Ruang Digital “.

Menghadirkan Keynote Speech Bupati Banjar H. Saidi Mansyur, Key Opinion Leader Juliet Georgina Marlyn seorang Entertrainer dan beberapa narasumber yaitu Nadzmi Akbar seorang Rektor Universitas NU Kalsel, Sophie Navita seorang Presenter, Certified Plantbased Chef serta M. Risanta seorang Dosen STIE Pancasetia Banjarmasin.

Key Opinion Leader Juliet Georgina Marlyn menjelaskan tentang Digital Culture dengan topik ” Memahami Batasan dan Kebebasan Berekspresi di Dunia Digital “.

Menurutnya, ketika media komunikasi beranjak cepat menuju digital, maka praktek budaya kita pun mengalami perubahan seperti tantangan dalam menghadapi era digital adalah terbuka akses, proses yang cepat dan instan serta kemudahan akses.

” Apabila kita mengerti Pancasila kita bisa menjadi masyarakat digital yang baik dan menularkan hal hal yang positif juga bagi masyarakat luas ,” ujarnya.

Georgina yang juga seorang Entertrainer itu menyebut 3 hal yang bisa di budayakan di dunia digital seperti :

  • Be Mindful adalah selalu berhati hati setiap ingin berkomentar, mengunggah konten serta mengakses informasi.
  • You Are What You Follow adalah hanya memfollow tokoh atau akun yang menginspirasi dan membawa dampak positif bagi kita.
  • Stop Negativity adalah semua yang negatif ( hate speech, hoax, konten negatif dan lain lain ) cukup disebar dikita, jangan sampai ke orang lain.

Lebih jauh dirinya mengatakan dalam dunia digital jangan pernah menggiring opini negatif dan menyakiti perasaan orang lain.

” Jangan sampai apa yang kita lakukan menjadi boomerang untuk diri kita sendiri, pungkasnya. (RILIS)

Media Sosial Sebagai Fungsi Ekonomi, Politik dan Budaya

HULU SUNGAI TENGAH – Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI bersama siberkreasi dengan topik pembahasan Berkenalan Dengani Era Digital Dimasa Pademi, kegiatan ini dilaksanakan di wilayah Hulu Sungai Tengah, Senin ( 18/10/21 ) siang.

Salah satu narasumber H.M.Dimiyati Huda dalam materinya “Etika Digital Media Sosial Sebagai Wadah Demokrasi” menjelaskan, kebebasan di dunia digital bukan berarti tak terbatas, karena suatu bangsa akan dibatasi oleh bangsa lain, satu masyarakat perindividu akan dibatasi oleh individu yang lain, artinya demokrasi disini harus bisa dipertanggung jawabkan.

“Ketika kita berbicara menyangkut media sosial yang menjadi akses informasi dalam bidang itu, kemudian sekarang melalui berbagai macam literasi kita bisa melihat berbagai macam literasi yang tak terbatas, lalu bagaimana dengan budaya? budaya di era digital saat ini dengan berbagai macam ragam budaya di seluruh dunia tanpa terbatas termasuk bagaimana prilaku sosial suatu bangsa ini juga berpengaruh pada ekonomi yang berhubungan dengan era digital apalagi kita termasuk pengguna digital terbanyak di Asia Tenggara,dan itu sangat berpengaruh terhadap ekonomi di Indonesia” jelas Dimiyati.

Hal inipun juga termasuk dalam hal politik karena kalau kita berbicara menjadi satu ranah sendiri bagaimana suatu bangsa menjalankan demokrasi, kebebasan berpolitik dalam sebuah sarana media sosial juga bukanlah tak terbatas dan tentu harus mentaati koridor yang ditentukan,ada tiga poin media sosial dapat mempengaruhi langkah politik yaitu, media sosial akan mempengaruhi langkah partai baru artinya sekarang ini siapapun bisa membuat partai baru dan media sosial bisa berperan dalam mengenalkan partai tersebut, kemudian poin sepanjutnya media sosial dapat meningkatkan fraksi masyarakat terhadap politik dan poin selanjutnya media sosial dapat meningkatkan kompetisi baru dalam dunia politik”jelas Dimiyati.

Webinar Literasi Digital Nasional Kementerian Kominfo RI KEYNOTE SPEECH H. Aulia Oktafiandi,Bupati HST ,Moderator Ovi Darin , Key Opinion Leaded Venerabella Arin – TV, Presenter, Duta Bahasa, Duta Wisata dengan narasumber
Junaidy, Dosen & Pengamat Sosial H. M Dimyati Huda, Kaprodi Ilmu Komunikasi Atmajaya. (RILIS)

Webinar Literasi Digital Kota Banjarmasin; Hadapi Era Digital dengan Literasi yang Tepat

BANJARMASIN – Acara dibuka oleh Walikota Banjarmasin, H Ibnu Sina dan Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan B Sc ini menampilkan sejumlah pembicara kompeten.

Dalam diskusi ini dipandu oleh moderator Shabrina Anwari yang menghadirkan narasumber pertama yakni, Sri Astuty yang membahas tentang “Jaga Privasi dan Rekam Jejak Digital”

“Data per Januari 2021 dari 274,9 juta penduduk ada sebanyak 345,3 juta orang yang melakukan koneksi telepon seluler, 202,56 juta pengguna internet, dan 170 juta pengguna media sosial aktif” paparnya

“Banyaknya masyarakat yang mengakses internet, maka kita harus bisa menjaga rekam jejak digital kita di internet, jangan melakukan hal yang berdampak merugikan diri sendiri, pastikan jaga privasi keamanan akun media sosial kita,” pungkasnya

Narasumber kedua, Drs Syafruddin Noor yang membahas materi tentang “Kecakapan Digital”

“Kegiatan belajar mengajar di era pandemi saat ini dilakukan dengan dua cara, yaitu pembelajaran tatap muka dan pembelajaran jarak jauh (online),” ujarnya

“Dalam pembelajaran jarak jauh, siswa maupun pendidik dituntut harus bisa menggunakan teknologi berbasis digital. Seperti menyiapkan modul pembelajaran, membuat video pembelajaran, membuat laman LMS, dan melaksanakan ANBK kepada peserta didik,” jelasnya

Narasumber ketiga yaitu Angel Meryci yang sekaligus Key Opinion Leader dalam acara ini menjelaskan materi tentang “Mengenalkan Budaya Indonesia Melalui Literasi Digital”

Apa itu pariwisata?

Ia memaparkan, pariwisata merupakan suatu perjalanan yang dilakukan untuk rekreasi atau liburan dan juga persiapan yang dilakukan untuk aktivitas ini.

Ia mengutip sebuah kalimat dari Didik Nini Thowok, bahwa “Kecintaan saya terhadap aeni dan budaya Indonesia menjadikan saya memiliki hasrat untuk terus mengembangkan dan melestarikan kekayaan Indonesia melalui dunia tari. Saya terus mengembangkan tarian-tarian melalui kemasan yang menarik dan menghibur dengan unsur komedi agar penonton tidak bosan dengan pertunjukan tari yang terkesan serius dan kaku,”.

Terakhir, narasumber Meri Olga Siahaan yang meyampaikan materi tentang “Etika Digital”

Ia menjelaskan ada 10 cara berinteraksi di dunia maya, yakni;

1. Ingatlah keberadaan orang lain

2. Berpikir sebelum berkomentar

3. Gunakan bahasa yang sopan dan santun

4. Menjadi pembawa dalam diskusi yang sehat

5. Jangan menyalahgunakan kekuasaan

6. Hormati waktu orang lain

7. Bagilah ilmu dan keahlian

8. Hormati privasi orang lain

9. Maafkan jika orang lain membuat kesalahan

10. Taat pada standart perilaku online yang kita jalani dalam kehidupan sehari-hari (RILIS)

Presiden Jokowi Akan Resmikan Jembatan Alalak, Kalsel 21 Oktober Mendatang

BANJARMASIN – Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo dijadwalkan akan meresmikan jembatan Alalak 1 pada Kamis 21 Oktober 2021 nanti dalam kunjungan kerjanya ke Kalimantan Selatan (Kalsel). Hal itu disampaikan Ketua DPRD Kalsel Supian HK kepada wartawan, belum lama tadi.

“Insyaallah akan datang untuk meresmikan jembatan sekaligus meresmikan pabrik biodiesel yang dikelola PT Jhonlin Agro Raya, serta meninjau vaksinasi massal di ULM Banjarmasin,” ujarnya saat ditemui di DPRD Kalsel.

Rencana kedatangan ke tujuh kali Jokowi ke Kalsel ini, menurut Supian, tentu sesuatu yang membanggakan bagi masyarakat karena Jokowi termasuk Presiden yang mendengarkan suara masyarakat Kalsel.

Ditanya mengenai sumber informasi terkait kunjungan Jokowi ke Kalsel, Supian mengatakan mendapatkan informasi dari sekretariat negara.

Dengan diresmikannya jembatan maka kata Supian, semua kendaraan bisa melintas di jembatan tersebut atau tak ada pembatasan kendaraan sehingga diharapkan perekonomian di Kalimantan Selatan bisa lebih meningkatkan. Termasuk peresmian biodiesel di Batulicin Kabupaten Tanah Bumbu, diharapkan juga akan meningkatkan PAD Kalsel.

“Kita berterimakasih kepada pengusaha yang mau menanamkan modalnya di Kalsel,” sebutnya.

Selain meresmikan jembatan, rencananya dalam peresmian tersebut juga akan menyebutkan nama baru bagi jembatan tersebut. Lima nama tokoh yang diusulkan DPRD Kalsel yakni Aberani Sulaiman, Ir HM Said, Zaini Azhar Maulani, Sulaiman HB dan Hasan Basri.

“Harapannya nanti seperti itu, karena kita sudah mengusulkan lima nama jembatan itu ke Pemprov Kalsel,” harapnya.

Menurut Supian HK nama nama tersebut akan dikirim ke eksekutif yang menentukan, namun bila eksekutif menyerahkan kembali ke Dewan maka pihaknya akan menentukan sesuai dengan Perda No. 8 tahun 2008 tentang Pengelolaan Kepurbakalaan, Kesejarahan, Nilai Tradisional Dan Permuseuman

“Kita juga bisa mengusulkan satu nama sesuai dengan perda tersebut,” ujarnya.

Pemilihan nama tokoh tersebut jelas Supian sebagai bukti penghormatan atas jasa para tokoh. (NRH/RDM/RH)

Dukung Pemerataan Vaksinasi di Kalsel, Yani Helmi Sediakan 1.000 Vaksin Untuk Warga Pesisir Daratan di Kotabaru

KOTABARU – Untuk memaksimalkan pemerataan program vaksinasi sebagai langkah kongkrit memutus dalam mata rantai penyebaran COVID-19 di Kabupaten Kotabaru, Anggota Komisi II DPRD Kalsel dari fraksi Partai Golkar, Muhammad Yani Helmi, menyediakan 1.000 dosis vaksin untuk warga pesisir daratan di Kelumpang Selatan.

Kegiatan reses dititik ketiga yang juga diikuti oleh pemerintah desa, Senin (18/10).

Menurut anggota yang duduk membidangi ekonomi dan keuangan di DPRD Kalsel, kalau penyelenggaraan program vaksinasi ini merupakan bentuk ikhtiar untuk membangkitkan kembali perekonomian warga di daerah yang sempat mengalami kemerosotan akibat pandemi virus Corona.

M. Yani Helmi saat memberikan penyampaian kegiatan resesnya kepada puluhan masyarakat di Balai Desa Sukamaju.

“Sepeti yang saat ini kami ketahui, mau sekolah, naik haji, pemulihan perekonomian ke awal dan sebagainya harus mendapatkan suntikan vaksin. Bahkan, vaksin jadi rebutan dan ini adalah salah satu moment langka untuk bisa diikuti oleh warga di Kecamatan Kelumpang Selatan,” ujarnya usai bersilaturahmi di Balai Desa Sukamaju, Kelumpang Selatan, Kotabaru, Senin (18/10) siang.

Terlebih, program itu juga merupakan bentuk dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) melalui Gubernur Kalsel Sahbirin Noor yang saat ini dosisnya juga telah dipersiapkan dengan berkoordinasi dengan pemerintah setempat melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Kotabaru.

“Kemarin saya sudah berbicara dengan paman Birin selaku Gubernur Kalsel dan Alhmadulillah disetujui. Disamping itu, vaksin yang disediakan tidak tanggung-tanggung,” ungkapnya.

Sebagai bagian dari pengawas khusus Satgas COVID-19 Kalsel, Yani Helmi menyebut, terkait mempercepat pemulihan ekonomi di daerah tersebut perlu ditingkatkannya program vaksinasi secara merata hingga ke pelosok desa pesisir.

“Maka dari itu, kami mengharapkan agar warga yang ada di Kecamatan Kelumpang Selatan bisa ikut berpartisipasi dalam rangka mendukung program pemerintah sebagai upaya memutus sampa ke akar penularan COVID-19. Kita ketahui, saat ini tidak ada lagi alias nihil pasien yang dirawat di rumah sakit baik di RSUD Ulin maupun Anshari Saleh,” beber kader dari fraksi Partai Golkar itu.

Sementara itu, Kepala Desa Sukamaju, Sudarto saat ditemui di ruang kerjanya, mengungkapkan mendukung dengan adanya program vaksinasi massal yang akan digelar dalam waktu dekat ini. Ia juga mengharapkan, pelaksanaan sebagai bentuk memutus penularan COVID-19 bisa berjalan sukses serta lancar meski sebagian warga sudah mendapatkan suntikan vaksin.

“Kami sangat mengapresiasi dengan langkah yang dilakukan oleh paman Yani selaku anggota DPRD Kalsel dalam rangka memutus mata rantai COVID-19. Tentunya, silaturahmi ini tetap terjaga dan berjalan baik secara berkelanjutan,” ucapnya.

Untuk diketahui, pelaksanaan program vaksinasi massal yang dipastikan jadwal penyelenggaraannya, Selasa, 19 Oktober besok, berada di Desa Sungai Kupang Jaya, Kecamatan Kelumpang Selatan, Kabupaten Kotabaru, bakal diikuti ribuan lebih warga sekitar. Bahkan, Dinas Kesehatan Kabupaten Kotabaru telah menyiapkan tim vaksinator guna mensukseskan kegiatan tersebut. (RHS/RDM/RH)

Paman Yani Sosialisasikan Perda Pajak Daerah Hingga Pelosok Pesisir Kotabaru Daratan

KOTABARU – Sosialisasi Perundang-undangan (Sosper) melalui Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2011 tentang Pajak Daerah ditingkat Provinsi Kalimantan Selatan mendapat apresiasi dari masyarakat pesisir di Desa Tanjung Pangga, Kelumpang Selatan, Kotabaru.

Suasana kegiatan Sopers terkait Pajak Daerah di aula utama Desa Tanjunh Pangga, Kelumpang Selatan, Kotabaru.

Anggota Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi mengatakan, dengan adanya pelaksanaan sosialisasi yang digelar bersama dengan Unit Pelayanan Pendapatan Daerah (UPPD) di dua Kabupaten yakni Batulicin dan Kotabaru tersebut dapat mengedukasi masyarakat pesisir, meski penyelenggaraannya dimalam hari.

Kegiatan sosper terkait pajak daerah juga diikuti oleh ibu rumah tangga

“Yang seharusnya mendapatkan edukasi dan sangat layak terkait perda ini ya di daerah yang jauh dari perkotaan tepatnya di desa terpencil. Karena apa, mereka juga perlu mengetahui pemanfaatan dan penggunaan retribusi tersebut, baik dari hasilnya dipergunakan untuk apa dan sebagainya mereka harus jauh lebih tahu,” ujarnya usai menyelenggarakan Sosialisasi Perda Nomor 5 Tahun 2011 terkait Pajak Daerah di desa pesisir Kotabaru daratan, Sabtu (16/10) kemarin.

Orang yang duduk sebagai anggota dari Dapil IV DPRD tingkat provinsi Kalsel yang sekaligus membidangi ekonomi dan keuangan itu menyebut, meski status pekerjaan mereka adalah mayoritas nelayan, petani dan pekebun kelapa. Namun, keingintahuan para warga yang mengikuti kegiatan tersebut diakui sungguh membuat dirinya sebagai perwakilan rakyat merasa takjub.

“Saya katakan ini sangat luar biasa, bahkan seharusnya kita apresiasi. Yang mana, rasa keingintahuan lebih dari masyarakat pesisir pantai terhadap isi di dalam Peraturan daerah (perda) beserta pemanfaatannya terkait pajak daerah harus benar-benar dipahami,” ungkapnya.

Kendati begitu, kegiatan yang dilaksanakan oleh anggota DPRD Kalimantan Selatan dari fraksi Golkar itu ternyata disambut antusias oleh ratusan warga yang mengikutinya. Bahkan, mayoritas dihadiri oleh kepala dan ibu rumah tangga.

“Saya pun tidak menyangka bahwa ratusan masyarakat berkumpul hanya untuk mengetahui seperti apa sosialisasi perda yang sudah disahkan dan dijalankan itu, seperti halnya dalam penerimaan Pajak Daerah ditingkat Pemprov Kalsel untuk pelaksananya adalah Badan Keuangan Daerah melalui UPPD Samsat yang tersebar di kabupaten/kota yang ada di provinsi ini,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Desa Tanjung Pangga, Hendra Jainal Rahmadi, turut mengucapkan terima kasih kepada anggota Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi itu yang rela datang jauh untuk mensosialisasikan perda tersebut.

“Tentunya salinan perda terkait pajak daerah yang diberikan oleh paman Yani kepada kami di Desa Tanjung Pangga akan dipelajari. Bahkan, diharapkan kedepan mampu dipahami oleh seluruh masyarakat pesisir di daerah ini,” tuturnya. (RHS/RDM/RH)

Webinar Literasi Digital Kabupaten Tabalong; Didik Anak dengan Literasi Digital di Era Pandemi

TABALONG – Kementerian Komunikasi dan Informatika mengadakan webinar dengan tema “Didik Anak dengan Literasi Digital di Era Pandemi” di Kabupaten Tabalong, Sabtu (15/10) pukul 10.00 WITA. 

Acara dibuka oleh Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan B Sc dan Bupati Tabalong H Anang Syakhfiani ini menampilkan sejumlah pembicara kompeten.

Dalam diskusi ini dipandu oleh moderator Ronald Andretti yang menghadirkan narasumber pertama yakni, Dr H M Dimyati Huda yang membahas tentang “Budaya Digital”

“Apa yang kita posting ke media sosial harus bisa kita pertanggungjawabkan, kalau nantinya kita tidak bisa mempertanggung jawabkan apa yang kita sebarkan maka nanti akan berakhir dengan hukum, kita harus cerdas, bijak, dan sopan dalam bermedia sosial,” tuturnya.

“Konten yang kita sebarkan sebelumnya kita harus berpikir, apakah konten yang kita sebar itu bermanfaat bagi orang lain, hal ini sangat penting untuk diperhatikan,” tegasnya.

Narasumber kedua, Awiek Hadi Widodo yang membahas materi tentang “Kecakapan Digital”

Ia memaparkan, beberapa kemampuan dalam berkomunikasi, yaitu;

1.Mengenali kebutuhan informasi

2.Mengatur informasi secara logis dan lengkap

3.Menyampaikan ide secara koheren

4.Menggunakan bahasa berstandar tinggi

5.Bersikap santun dan etis

6.Mengelola waktu dan sumber daya secara efisien

7.Berpikir kritis

Narasumber ketiga yaitu Farras Ardiana yang sekaligus Key Opinion Leader dalam acara ini menjelaskan materi tentang “Keamanan Digital”

Ia memaparkan, kerugian menggunakan fitur paylater yaitu berpotensi pemborosan, menambah utang, dan denda yang berlaku.

Adapun cara mencegah ancaman keamanan identitas, yaitu jangan posting identitas pribadi, jangan pernah bagikan omkode otp, dan rajin mengganti password.

Terakhir, narasumber Genta Pramadhana yang meyampaikan materi tentang “Etika Digital”.

“Didik anak kita sejak dini untuk menjadi pengusaha, jangan sampai anak kita merasakan sulit sama seperti kita dulu. Ajarkan anak mulai dari cara mengelola uang, latih jiwa kepemimpinannya, latih kemandiriannya agar anak bisa melihat peluang,” pungkasnya. (RILIS)

Tour De Loksado Dipastikan Dapat Tingkatkan Sektor Pariwisata Banua Kalsel

BANJAR – Salah satu event yang diagendakan Dinas Pariwisata Provinsi Kalsel yakni Tour De Loksado resmi dibuka pada Sabtu (16/10) di Kiram Park Kabupaten Banjar.

Pembukaan event balap sepeda ini dilakukan langsung oleh Gubernur kalsel Sahbirin Noor dengan mengibaskan bendera tanda dimulainya event balap sepeda tahunan milik Pemprov Kalsel tersebut.

Dari 250 Peserta yang mendaftar, 217 Peserta berhadir di Kiram Park untuk mengikuti Tour De Loksado. Event lomba balap sepeda ini akan menempuh jarak mulai dari Kota Banjarbaru, hingga Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS).

Kepada sejumlah wartawan, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor mengucapka selamat kepada para peserta yang mengikuti kegiatan Tour De Loksado. Ia bangga melihat antusias para peserta yang datang dari berbagai daerah, bahkan terdapat peserta yang berasal dari luar Kalsel, seperti Kalteng, Kaltim, hingga DKI Jakarta.

“Ini merupakan event kedua yang diadakan provinsi Kalsel, mengingat ditahun 2020 dulu, event ini ditiadakan akibat meningkatnya kasus pandemi COVID-19,” ungkap Sahbirin Noor.

Swab antigen bagi para peserta lomba tour de loksado

Gubernur yang akrab disapa paman Birin ini menambahkan, dengan masih adanya Pandemi COVID-19 maka semua event wajib menerapkan protokol kesehatan yang ketat, bahkan untuk lomba sepeda ini.

Selain itu disampaikan paman Birin, dengan adanya event tour de loksado, maka akan dapat menciptakan perpaduan antara olahraga dan promosi pariwisata. Salah satu keunggulan dan potensi pariwisata di kalsel adalah bentang alam yg menyimpan keindahan luar bisa, dan bahkan diakui secara nasional, melalui penetapan pegunungan meratus menjadi geoprak nasional.

“Dengan adanya kegiatan lomba sepeda tour de loksado, maka akan memperkenalkan sektor pariwisata yang dilalui para peserta, mulai dari Kota Banjarbaru, kabupaten Banjar, kabupaten Tapin, hingga kabupaten Hulu Sungai Selatan,” tutupnya.

Hal senada juga disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalsel Muhammad Syarifuddin. Kepada Abdi Persada FM ia menyampaikan, Tour De Loksado juga bertujuan untuk memperkenalkan pariwisata alam milik Pemprov Kalsel.

“Jadi kita mulai Start perlombaan dari Kiram Park, kemudian ada beberapa tempat pemberhentian dan Finish nya nanti langsung di lokasi Pariwisata Kecamatan Loksado,” ungkap syarifuddin.

Syarifuddin menambahkan, sebelum memulai lomba, para peserta diwajibkan melakukan Swab Antigen yang disediakan pihaknya, sehingga pada event Tour De Loksado diharapkan tidak terjadi peningkatan pandemi COVID-19.

“Selain swab antigen, para peserta juga wajib mematuhi protokol kesehatan demi keselamatan bersama,” tutup Syarifuddin. (MRF/RDM/RH)

UPP Kintap Berhasil Juarai Sepak Bola Usia Dini U-14 Piala Paman Birin Cup

BANJARMASIN – Setelah melewati pertandingan cukup sengit pada babak final antar UPP Kintap melawan SBB Bakti Husada HSU, berhasil dimenangkan oleh UPP Kintap.

Pertandingan Final Sepakbola Usia Dini U-14 Piala Paman Birin Cup

UPP Kintap berhasil mengalahkan Tim Bakti Husada HSU dengan babak finalti, di lapangan Sepakbola Kayutangi Banjarmasin, Jumat Sore (15/10).

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalsel Hermansyah mengatakan, dengan digelar pertandingan ini, pihaknya melihat di Provinsi Kalsel ternyata banyak ditemukan potensi potensi pemain sepakbola usia dini yang cukup bagus.

“Dapat dilihat pemain pemain usia dini U-14 Piala Paman Birin Cup ini cukup bagus,” ucap Hermansyah.

Terbukti, lanjutnya, dengan penampilan sengit pada babak final sepak bola yang dimainkan oleh kedua tim sepak bola usia dini dari UPP Kintap melawan SBB Bakti Husada HSU.

“Tentunya para pemain muda berbakat ini, akan dimasukkan pada pembinaan PPLP Provinsi Kalimantan Selatan,” ujarnya.

Hermansyah mengatakan, kedepannya pertandingan sepak bola usia dini akan terus dilangsungkan, oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan.

“Pertandingan sepak bola usia dini piala Paman Birin Cup ini tidak hanya pada U-14, tetapi juga pada U-16, serta U-19,” ungkapnya.

Para pemenang berhak mendapatkan hadiah tropi, uang pembinaan, serta lainnya.

Pada pertandingan sebelumnya, SSB Junior 2000 Banjarmasin berhasil mengalahkan SSB Batu Alam dari Banjarbaru dengan skor 5-0 pada perebutan juara ketiga. Sementara untuk gelar top skorer jatuh pada Muhammad Yusuf Herdiman dari SSB Junior 2000 dengan 13 gol. (SRI/RDM/RH)

Exit mobile version