Bangkitkan Pariwisata, Dispar Kalsel Gelar 3 Event Sekaligus

BANJARMASIN – Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan menggelar, tiga event di bulan Oktober 2021 ini, mulai dari South Kalimantan Travel Mart (Suka Travel Mart), Travel Fair, dan Festival Budaya Pasar Terapung, untuk membangkitkan kepariwisataan, namun tetap ketat dalam menerapkan protokol kesehatan.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan Muhammad Syarifuddin, kepada wartawan baru-baru tadi, untuk pelaksaan event South Kalimantan Travel Mart (Suka Travel Mart), pihaknya telah menggandeng pelaku usaha pariwisata diantaranya Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI), Perhimpunan Hotel Restoran Indonesia (PHRI), Asosiasi Biro Perjalanan dan Travel Indonesia (ASITA), dan Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kalimantan Selatan.

“Event Suka Travel Mart digelar tanggal 21-24 Oktober 2021, sedangkan Travel Fair dan Festival Budaya Pasar Terapung, pada tanggal 22 hingga 24 Oktober 2021,” ucapnya.

Syarifuddin mengatakan, dalam event South Kalimantan Travel Mart (Suka Travel Mart), bersama stakeholder menawarkan paket wisata unggulan, kepada 35 buyer dari seluruh Indonesia. Event ini merupakan salah satu upaya membangkitkan geliat sektor pariwisata, dengan cara mempromosikan destinasi wisata, baik alam, budaya dan yang sedang diminati.

“Destinasi wisata ditawarkan diantaranya Kiram Park, Bukit Matang Kaladan, Loksado, Tahura Sultan Adam, Amanah Borneo Park, Pasar Terapung dan Wisata Religi,” katanya.

Syarifuddin menjelaskan, untuk Festival Budaya Pasar Terapung, berlokasi di siring O Kilometer Kota Banjarmasin, digelar tanggal 22 – 24 Oktober 2021, nantinya akan disiapkan stand, agar perwakilan di 13 Kabupaten dan Kota bisa mempromosikan produknya. Selain itu dimeriahkan dengan berbagai lomba seperti fashion carnaval dan pawai budaya, lomba kelotok hias dan lomba kampung Banjar, lomba foto, lomba video, lomba acil jukung, dan lomba jukung ber-6.

“Dengan festival budaya pasar terapung ini, maka pariwisata akan bangkit, kemudian perekonomian warga yang telah menggantungkan hidup di pasar terapung, akan menggeliat naik kembali,” harapnya

Lebih lanjut Syarifuddin menyampaikan, untuk event travel fair, dilaksanakan pada salah satu hotel ternama Kota Banjarbaru, pada tanggal 22 – 24 Oktober 2021, juga melibatkan para pelaku usaha tentang pengenalan destinasi wisata dan (UMKM) di 13 Kabupaten dan Kota.

“Kami berharap agenda ini berjalan lancar, semua tetap disiplin prokes, dan semakin meningkatkan pariwisata di Kalsel,” pintanya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) Kalimantan Selatan, Mutia Amana Nastiti, dalam sambungan telepon kepada Abdi Persada FM pada Rabu malam (20/10) mengatakan, sebagai salah satu stakeholder yang terlibat dalam event ini, para buyer dari seluruh Indonesia, sangatlah antusias untuk ikut, terbukti buyer yang mendaftar melebihi kuota yang disediakan oleh pihak panitia. Sebelumnya ada masuk sampai 70 buyer, namun dipilih, agar merata penyebaran buyernya di seluruh Indonesia.

Ketua Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) Kalimantan Selatan, Mutia Amana Nastiti

“Ada sebanyak 35 buyer untuk mengikuti event ini,” tuturnya.

Mutia menambahkan, dalam event SuKa Travel Mart ini, merupakan ajang promosi pariwisata, untuk lebih mengenalkan potensi pariwisata Kalimantan Selatan, agar bisa diakui sebagai destinasi wisata nasional, dan mampu bersaing dengan destinasi wisata Bali serta Yogyakarta.

“Dalam ajang promosi ini semuanya free, melalui event, diharapkan para buyer yang kami undang, akan menceritakan dan mempromosikan potensi pariwisata di Kalimantan Selatan, saat kembali ke daerah mereka masing-masing,” tutupnya. (NHF/RDM/RH)

Webinar Literasi Digital Kabupaten Hulu Sungai Utara; Bahaya Kejahatan di Ruang Digital

AMUNTAI – Kementerian Komunikasi dan Informatika mengadakan webinar dengan tema “Bahaya Kejahatan di Ruang Digital” di Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kamis (21/10/2021) pukul 10.00 Wita.

Acara dibuka oleh Bupati Hulu Sungai Utara, Drs H Abdul Wahid dan Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan B Sc ini menampilkan sejumlah pembicara kompeten.

Dalam diskusi ini dipandu oleh moderator Rio Brama yang menghadirkan narasumber pertama yakni, Grandika Primadani yang membahas tentang “Budaya Digital”

Ia memaparkan, cara berpikir produktif di era digital, yaitu;
1.Membangun citra diri pada bidang terrentu
2.Memperluas jaringan melalui media sosial
3.Mampu berpikir, kreatif, inovatif, dan produktif
4.Membangun UMKM melalui e-commerce
5.Mencari mentor dalam pekerjaan

Narasumber kedua, Reno Affrian yang membahas materi tentang “Keamanan Digital”

“Jejak digital yang dapat kita tinggalkan pada internet, yakni postingan di media sosial, pencarian di google, tontonan di youtube, pembelian di marketplace, jalur ojek online, game online yang dimainkan, aplikasi yang diunduh, dan situs web yang dikunjungi,” pungkasnya.

Narasumber ketiga yaitu Syafilla Putry yang sekaligus Key Opinion Leader dalam acara ini menjelaskan materi tentang “Kecakapan Digital”

“Kegunaan internet sangat banyak, salah satunya memudahkan komunikasi, memudahkan berbelanja, memudahkan berbisnis, sumber wawasan dan ilmu, serta memperluas ruang pertemanan,” tuturnya.

“Adapun berbagai ancaman pada internet, yakni privasi terancam, penipuan online, cyberbullying, dan pelecehan,” pungkasnya

Terakhir, narasumber Irza Setiawan yang meyampaikan materi tentang “Etika Digital”

“Semakin berkembangnya era digital saat ini semakin maraknya penyebaran berita hoax yang ada di sekitar kita. Saat mendapatkan sebuah berita dari manapun, kita jangan asal langsung sebar namun bisa kita lihat dulu literasi pembanding dan sumber-sumber terpercaya. Ciri berita hoax biasanya foto atau video tidak masuk akal, isi beritanya provokatif, dan sumber tidak jelas,” pungkasnya.(RILIS)

Yani Helmi Apresiasi Desa Wisata Bumi Asih Kotabaru

KOTABARU – Berhasil memanfaatkan potensi desa menjadi destinasi wisata unggulan lokal. Supardi Kepala Desa Bumi Asih mendapat apresiasi dari anggota Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi.

Anggota DPRD Kalsel yang membidang ekonomi dan keuangan di Komisi II ini menyebutkan, kalau Bumi Asih bisa menjadi kandidat terbaik sebagai desa percontohan dalam pemanfaatan potensi wisata untuk Pendapatan Asli Desa (PADes) yang dianggap kreatif menuju desa mandiri.

Sektor pertanian di Desa Bumi Asih menjadi destinasi wisata baru untuk pengunjung lokal di Kecamatan Kelumpang Selatan. (Dok. Pemdes Bumi Asih)

“Seperti kita ketahui, kalau Bumi Asih ini merupakan desa unggulan dari Kecamatan Kelumpang Selatan yakni sebagai lokasi wisata. Tetapi, kita lihat juga bagaimana mereka bisa mengembangkan ini justru diliat lagi mentornya siapa dan langkah tersebut harus didukung penuh juga oleh Pemkab Kotabaru,” paparnya.

Meski dianggap sebagai kampung transmigrasi, Supardi ternyata terbilang sebagai Kades yang sangat inovatif dan menginspirasi desa lain di Kecamatan Kelumpang Selatan, Kabupaten Kotabaru untuk membangun desanya.

“Ini juga akan menjadi PR kami dan Pemerintah Desa melalui BUMDesnya, dan diharapkan Kepala Desa dan masyarakatnya dapat mengoptimalkan dari potensi tersebut. Kalau melihat kondisinya itu hanya permulaan, tetapi, lama kelamaan kalau ini berkembang, tentu akan menjadi destinasi wisata baru,” tuturnya.

Terlebih menurutnya, sektor yang diangkat sebagai destinasi wisata andalan di desanya tersebut adalah pertanian dan destinasi Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan akan dilengkapi fasilitas kolam renang serta taman bermain berbasis edukasi atau pendidikan.

“Kita ambil contoh seperti di Jember ada salah satu desa wisata yang memberikan income kepada warga dan BUMDesnya itu hingga mendatangkan keuntungan miliaran rupiah. Seandainya menjadi wewenang ditingkat provinsi kami akan ajak kunjunga ke desa yang berhasil memanfaatkan potensinya sekaligus juga akan berkomunikasi dengan Dinas Pariwisata Kotabaru,” jelasnya.

Bahkan, Desa Bumi Asih, Kecamatan Kelumpang Selatan, Kabupaten Kotabaru juga dinobatkan sebagai kampung tanggung yang sampat saat ini penularan dari COVID-19 masih berada diangka nol kasus.

“Nah ini, yang pastinya sebagai langkah awal dalam pemulihan ekonomi dimasa sekarang salah satunya adalah pandemi harus bisa segera berakhir, selain keuangan masyarakat kembali membaik pariwisata juga bisa secepatnya normal,” tutur anggota Komisi II DPRD Kalsel yang akrab disapa paman Yani itu.

Sementara itu, Kepala Desa Bumi Asih, Supardi mengungkapkan, destinasi yang didedikasikan untuk warga lokal di Kotabaru itu diakuinya memiliki daya tarik tersendiri sebagai tempat atau lokasi hiburan terbaik menghilangkan penat diakhir pekan.

Kades Bumi Asih, Supardi, memantau langsung pembangunan gerbang destinasi desa wisata. (Dok. Pemdes Bumi Asih)

“Kita liat masyarakat sekeliling, khususnya di Bumi Asih kalau mau berwisata cukup datang di lokasi yang telah disiapkan, tak harus lagi jauh-jauh datang ke Batulicin,” ungkapnya.

Selain memanfaatkan alokasi bantuan dari dana desa. Sumber pendapatan lainnya, Supardi mengakui juga berasal dari retribusi perkebunan sawit plasma dilingkungannya itu.

“Tentunya melalui dukungan penuh dari masyarakat Bumi Asih itulah yang membuat kami semangat untuk menjadikan desa di dalam kawasan Kecamatan Kelumpang Selatan bisa lebih maju lagi,” ucapnya. (RHS/RDM/RH)

Kunker ke Kalsel, Ini Yang Akan Dilakukan Presiden Joko Widodo

JAKARTA – Presiden Joko Widodo pada Kamis pagi (21/10) bertolak menuju Provinsi Kalimantan Selatan dalam rangka kunjungan kerja. Kepala Negara bersama rombongan lepas landas dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 sekitar pukul 07.30 WIB melalui Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Setibanya di Pangkalan TNI AU Syamsudin Noor, Kota Banjarbaru, Presiden akan langsung melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Tanah Bumbu, dengan menggunakan helikopter Super Puma TNI AU di Kabupaten Tanah Bumbu, Presiden diagendakan untuk meresmikan pabrik biodiesel.

Usai peresmian pabrik biodiesel, Presiden Jokowi akan menuju Kota Banjarmasin, untuk meninjau kegiatan vaksinasi yang digelar di halaman RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh.

Selain meninjau, Presiden juga akan menyapa para peserta vaksinasi melalui konferensi video di beberapa kabupaten dan kota se-Provinsi Kalimantan Selatan.

Sebelum kembali ke Jakarta, Presiden akan meninjau sekaligus meresmikan Jembatan Sei Alalak yang ada di Kota Banjarmasin.

Turut mendampingi Presiden dalam penerbangan menuju ke Provinsi Kalimantan Selatan adalah Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri BUMN Erick Thohir, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Sekretaris Militer Presiden Marsda TNI M. Tonny Harjono, serta Komandan Paspampres Mayjen TNI Tri Budi Utomo. (BIROPERSPRESIDEN-RIW/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menggelar peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam, di Gedung Idham Chalid Setdaprov Kalsel, Selasa (19/10).

Peringatan yang berlangsung pada 12 Rabiul Awal 1443 H ini, dihadiri oleh Wakil Gubernur Kalsel Muhidin, Sekdaprov Kalsel Roy Rizali Anwar serta pejabat dan ASN di lingkungan Pemprov Kalsel.

Peringatan diawali dengan pembacaan Maulid Habsyi serta syair-syair pujian kepada Baginda Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam.

Dalam sambutan tertulis Gubernur Kalsel Sahbirin Noor yang dibacakan Wagub Kalsel Muhidin disampaikan, terbatasnya berbagai kegiatan di Pemprov Kalsel termasuk bidang keagamaan, akibat mewabahnya COVID-19 di Banua. Namun dengan melandainya penyebaran COVID-19, maka secara berangsur kegiatan dapat dilaksanakan termasuk peringatan Maulid kali ini.

“Alhamdulillah dibeberapa tempat sudah dapat melaksanakan peringatan Maulid termasuk di lingkup Pemprov Kalsel,” katanya.

Sikap religius pun ujar Muhidin saat membacakan sambutan tertulis Gubernur, diharapkan dapat bertumbuh melalui acara ini, terutama kecintaan terhadap Baginda Nabi sang pembawa jalan kebenaran.

“Banua kita ini tidak cukup jika hanya dibangun dengan kemegahan bangunan dan fisik saja. Namun juga perlu dibangun melalui mental spiritual,” ujarnya.

Sementara itu, Ustadz Sufian Al-Banjari yang menjadi penceramah dalam peringatan kali ini, menyampaikan akan keutamaan bersholawat. Yang mana dengan memperbanyak bersholawat terutama di bulan kelahirannya ini, maka dapat membersihkan hati dari penyakit batin.

“Penyakit batin seperti Hiri dengki, tidak dapat melihat orang lain senang, maka perlu untuk memperbanyak bersholawat,” terangnya.

Dalam kesempatan ini juga, ustadz Sufian menyampaikan cerita mengenai luar biasanya saat kelahiran Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam, yang mana lahirnya orang paling mulia ini langsung dalam keadaan bersujud serta sudah dalam keadaan berkhitan. (ASC/RDM/RH)

Banjarmasin Borong Penghargaan Proklim dari Kemen-LH

BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin di Tahun 2021 ini, menerima penghargaan Kampung Iklim (Proklim) dari Kementerian Lingkungan Hidup (Kemen-LH), tak tanggung-tanggung Kota Banjarmasin berhasil memboyong 15 penghargaan.

Pemko Banjarmasin menerima penghargaan Proklim dari Kemen-LH

Penyerahan penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup tersebut, dilaksanakan secara virtual, Selasa (19/10).

Walikota Banjarmasin Ibnu Sina memberikan apresiasi terhadap kinerja Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin yang telah berhasil mendapatkan penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup tersebut. Untuk kategori Kampung Iklim Tingkat Utama, serta untuk kategori Apresiasi Kampung Iklim untuk Pemerintah Kota Banjarmasin.

“Tentunya Pemko Banjarmasin memberikan apresiasi yang sebesar besarnya kepada Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin, atas prestasi yang telah berhasil dicapai,” ucap Ibnu.

Menurut Ibnu, untuk penghargaan Proklim yang diterima oleh Pemerintah Kota Banjarmasin sebanyak 15. Sedangkan, tahun sebelumnya hanya 2 keluhan saja yang menerima penghargaan tersebut.

“Untuk tahun ini Kota Banjarmasin berhasil meraih 15 penghargaan, melonjak dari tahun sebelumnya 2 penghargaan saja,” ujarnya.

Oleh karenanya itu, tambah Ibnu, untuk tahun depan diharapkan mampu mendapatkan 30 penghargaan,” katanya.

Ke 15 Kampung Proklim yang menerima penghargaan tersebut, diberikan uang pembinaan sebesar 10 juta rupiah.

Sedangkan, untuk Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin ditargetkan untuk mendapatkan penghargaan Kampung Iklim tingkat Lestari.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin Mukhyar mengatakan, untuk tahun ini pihaknya banyak menerima penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup untuk penghargaan Kampung Iklim Tahun 2021. Tentunya, prestasi ini mengembirakan untuk Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin.

“Prestasi tersebut berhasil diraih berkat kerjakeras semua pihak,” ucapnya.

Atas capaian tersebut, tambahnya, maka Pemerintah Kota Banjarmasin menargetkan di tahun 2023 mendatang, Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin dapat meraih penghargaan Kampung Iklim untuk kategori Lestari.

“Untuk mencapai hal tersebut, maka kami telah melakukan pembinaan kepada Kampung Kampung Iklim yang ada di Kota Banjarmasin,” ujar Mukhyar. (SRI/RDM/RH)

Vaksinasi di Kelumpang Selatan Membludak, Paman Yani : Kouta Peminatnya di Luar Dugaan

KOTABARU – Anggota Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi tak menyangka program vaksinasi yang digaungkannya belum lama tadi mendapat respon tinggi dari warga di Kecamatan Kelumpang Selatan, Kabupaten Kotabaru.

Yani Helmi ikut memeriksakan kondisi kesehatannya pada pelaksanaan vaksinasi massal di Desa Sei Kupang Jaya, Selasa (19/10) siang.

Bagaimana tidak, kouta vaksin yang disiapkan olehnya jauh-jauh hari ternyata melebih target perkiraan. Dari 1.000 dosis vaksin yang telah siapkan itu diakui masih saja kurang. Bahkan, tambahan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kotabaru sebanyak 500 dosis belum mampu menutupi.

Pemberian handsanitizer secara simbolis yang diterima langsung oleh jajaran tim Satgas COVID-19 Kotabaru.

Terkait hal itu, anggota dewan yang akrab disapa paman Yani itu menyebutkan, melihat tingginya minat masyarakat terhadap program vaksinasi bergerak itu, Ia mengharapkan agar pemerintah pusat melalui Kemenkes RI mampu menyediakan kouta berlebih untuk Kalsel, tujuannya agar pemerataan capain program vaksinasi massal dapat terealisasi 100 persen seiring dengan tingkat penuruan level penyebaran COVID-19.

“Kita ketahui sendiri, animo masyarakat kalau dilihat langsung di lapangan cukup tinggi dari prediksi yang disiapkan. Dan ini terbukti, sempat saya mendengar antusias warga disini katanya rendah tapi kenyataannya setelah digencarkannya sosialisasi vaksin pada pelaksaan reses hingga saat ini jujur saya terkejut melihat jumlah yang ingin ikut berpartisipasi dalam program vaksinasi bergerak melebihi target,” paparnya usai meninjau pelaksanaan vaksinasi bersama Dinkes Kotabaru di Desa Sei Kupang Jaya, Kelumpang Selatan, Selasa (19/10) siang.

Dia menilai, untuk memenuhi agar kebutuhan vaksin di Kalsel khususnya di Kotabaru daratan tersedia, program gotong royong melalui Corporate Social Responsibility (CSR) dari berbagai sumber pendapatan perusahaan di daerah tersebut harus benar-benar digaungkan.

“Jangan cuma bisa memanfaatkan dan mengeruk hasil bumi saja, tapi bantu lah mereka yang saat ini membutuhkan bantuan vaksin. Supaya capaian dari target yang ditetapkan oleh pemerintah mampu terealisasi,” harap anggota yang membidang ekonomi dan keuangan tersebut.

Dari data menyebutkan, untuk total keikutsertaan seluruh warga di Kelumpang Selatan, Kotabaru, bahwa jumlah partisipasi seluruhnya ada sekitar 1.800 lebih. Artinya, antusias capaian program layanan vaksinasi yang diinisiasi oleh paman Yani tersebut di luar prediksi.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kotabaru, Suprati Sri Astuti mengungkapkan, meskipun kouta vaksin sudah ditambah sebanyak 500 dosis, namun kenyataannya antusias warga masih sangat tinggi untuk mendapatkan jatah vaksin. Sehingga, dosis yang disiapkan diakui masih saja mengalami kekurangan.

“Saya mau nambah banyak, tapi vaksinnya belum datang baik dari provinsi ataupun pusat dan ini selalu kita gaungkan. Seperti kita lihat tadi, antusias masyarakat sangat tinggi. Kendati demikian, kouta vaksinnya masih terbatas,” bebernya.

Saat ini, ungkap Suprati, untuk memenuhi jumlah kouta vaksin agar status level PPKM di daerahnya bisa terus turun, tentu dirinya juga telah berkoordinasi dengan Dinkes Kalsel dan Kemenkes RI.

“Kami sudah melakukan komunikasi dan semoga tambahan vaksin yang diberikan nanti cukup, sebagaimana realiasasi capaian target vaksinasi di Kotabaru masih berada diangka 40 persen lebih,” ungkapnya.

Disebutkannya, khusus capaian target vaksinasi di daerahnya itu harus mampu berada diatas 50 persen. Dari situlah, pihak Dinkes Kotabaru terus mengejar beberapa persen lagi supaya status level PPKM mampu berpengaruh turun.

“Maka dari itu, vaksinasi ini sangat penting dalam capaian target penurunan level,” ucapnya.

Terkait program yang diinisiasi oleh anggota Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi dan bahkan telah mendapat dukungan penuh dari Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, ia berpendapat, dewan perwakilan dari dapil IV itu mampu berkomitmen dalam membantu program vaksinasi massal.

“Kami sangat berterima kasih kepada paman Yani dengan memberikan 1.000 dosis vaksin, dan kami dari juga menambah 500 hingga totalnya menjadi 1.500 dosis,” ungkap Kadinkes Kotabaru, Suprati Sri Astuti.

Ditempat yang sama, Kepala Desa Sei Kupang Jaya, Yanto Saputera mengucapkan terima kasihnya kepada anggota Komisi II DPRD Kalsel dari fraksi Golkar, Muhammad Yani Helmi, atas inisiasi dalam memberikan layanan vaksinasi bergerak di desanya ditingkat kecamatan.

“Penyelenggaraan ini sangat kami dukung, cuman untuk meningkatkan antusiasnya itu perlu adanya pendekatan sosialisasi seperti halnya yang dilakukan oleh anggota Komisi II DPRD Kalsel, paman Yani,” tuturnya. (RHS/RDM/RH)

Tim Ekspedisi Pendakian Mapala Piranha Resmi Dilepas Wawali Banjarbaru

BANJARBARU – Wakil Walikota Banjarbaru Wartono secara resmi melepas pemberangkatan tim Ekspedisi Pendakian Seventeen Summit (Tujuh Puncak; red) Indonesia oleh Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Piranha, Fakultas Perikanan dan Kelautan ULM, di Balai Kota Banjarbaru, Selasa (19/10).

Kedua tim yang berangkat menuju Puncak Tertinggi Pulau Sumatera dan Pulau Sulawesi itu pemberangkatannya di lepas langsung dengan penyerahan Bendera Merah Putih dan Bendera Organisasi Mapala Piranha di depan Kantor Balai Kota Banjarbaru.

Wartono mengingatkan, selama perjalanan ke daerah orang sebisanya untuk menjaga kesehatan dan keselamatan kepada kedua tim.

“Moga-moga adek-adek Mapala ini sehat dan selamat selama perjalanan baik pergi maupun pulang nanti,” harap Wartono.

Selain membawa nama dan almameter kampus biru Perikanan dan Kelautan ULM, Mapala Piranha mendapat apresiasi penuh dari Wakil Walikota Wartono, lantaran sekelompok mahasiswa yang kerap menyebut diri mereka Burayak itu juga bersedia membawa nama Banjarbaru ke kanca Nasional dalam rangka peringatan Hari Sumpah Pemuda.

“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada adek-adek Mapala ini membawa nama Banjarbaru,” ujarnya.

Program kerja Pendakian Tujuh Puncak tertinggi di Indonesia oleh Mapala Piranha dari Kota Banjarbaru itu akan terus bergulir setiap tahun hingga berakhir di tahun 2024.

Akan hal itu Wartono ingin Mapala Piranha bekerjasama dengan Pemerintah Kota dalam hal ini Disporabudpar Kota Banjarbaru demi kelancaran program tersebut.

“Kami anggap schedule ini mendadak di tahun ini. Maka dari itu kami nanti meminta support dari Pemerintah khususnya Dispora untuk agenda-agenda lainnya,” katanya.

“Karena tadi di sampaikan akan menjadi agenda rutin tahunan. Harapannya kita bisa berkoordinasi supaya support dari Banjarbaru itu nanti seperti apa,” sambungnya.

Selanjutnya Pengurus Mapala Piranha Syaima Melianti membeberkan, pendakian tujuh Puncak tertinggi di Indonesia itu di lakukan bertahap dari tahun ke tahun.

Dimana tahun ini telah terpilih Puncak Gunung Latimojong di Sulawesi Selatan dan Puncak Gunung Kerinci di Pulau Sumatera.

Tahun depan mereka akan ke Pulau Jawa, Gunung Semeru dan Nusa Tenggara Barat, Gunung Rinjani.

Kemudian di tahun 2023 mereka akan menuju Puncak Gunung Binaya di kepulauan Maluku dan Bukit Raya di Kalimantan Barat. Finish program kerja jangka panjang ini adalah Puncak Jaya Wijaya atau Carstensz Pyramid di Provinsi Papua pegunungan barisan Sudirman.

“Tahun ini kita berangkatkan 3 orang ke Sumatera dan 7 orang ke Sulawesi. Tahun depan kita belum tahu berapa yang bisa berangkat karena keputusan siapa dan berapa jumlahnya adalah berdasarkan seleksi,” tandasnya. (RILIS-RDM/RH)

DPRD Kalsel Tunggu SK Mendagri Terkait Pengesahan PAW

BANJARMASIN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menunggu Surat Keputusan (SK) Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Republik Indonesia atas usulan Pengganti Antar Waktu (PAW) Anggota DPRD Kalsel Sisa Masa Jabatan 2019-2024 dari Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).

Sekretaris DPRD Kalsel, Antung Mas Rozaniansyah mengatakan pihaknya telah menyurati Gubernur Kalsel setelah dilakukan pemenuhan syarat oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalsel terkait nama yang menjadi PAW.

“Kemudian dari Gubernur menindaklanjuti dan menyurati Mendagri di Jakarta atas perihal usulan PAW tersebut pada tanggal 30 September lalu,” katanya kepada wartawan, Selasa (19/10).

Adapun nama yang menjadi Pengganti Antar Waktu (PAW) DPRD Kalsel dari Fraksi Gerindra yaitu Nor Fajri dari Dapil Kalsel 5 meliputi Kabupaten Balangan, HSU dan Tabalong. Ia menggantikan rekannya Syahdillah yang meninggal dunia pada Jumat, 27 Agustus 2021 lalu.

Lebih lanjut Rozaniansyah berharap agar SK Mendagri terkait usulan PAW Anggota DPRD Kalsel tersebut bisa segera keluar dalam waktu dekat sehingga pelantikannya bisa dilaksanakan pada November mendatang.

“Setelah SK Mendagri itu keluar, kita akan jadwalkan paripurna pelantikan,” pungkasnya. (NRH/RDM/RH)

Disdag Kalsel Terus Jalin Komunikasi Temu Usaha

BANJARMASIN – Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan, akan terus menjalin komunikasi dengan dua provinsi di Kalimantan, yakni Kalsel dan Kaltim.

Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan Birhasani, bersama Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan UKM Provinsi Kalimantan Timur Yadi Robyan Noor, melihat komoditi produk

Menurut Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan Birhasani, kepada wartawan pada Selasa (19/10), dari hasil forum koordinasi temu usaha perdagangan antara Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan, pihaknya akan terus semakin menjalin komunikasi, terutama dengan Provinsi Kalimantan Timur, agar tercipta kenyamanan dalam setiap distribusi dan transaksi baik komoditi barang maupun produk tersebut.

“Kami minta kepada para pedagang sebagai pelaku usaha, apabila menemui kendala dilapangan, hendaklah segera disampaikan, pihaknya akan memfasilitasi untuk mengkomunikasikan,” ucap Birhasani.

Dirinya menyampaikan, kegiatan kerjasama ini akan rutin dilakukan, sehingga hendaklah saling melengkapi dalam ketersediaan komoditi barang dan produk, di dua provinsi karena kelancaran arus barang sangatlah penting, terlebih sebentar lagi menjelang hari natal dan tahun baru.

“Kerjasama perdagangan Kalsel dan Kaltim ini mempertemukan pelaku usaha, ke dua daerah bisnis to bisnis ata (BtoB) untuk bertransaksi beberapa komoditi dan produk masing-masing,” katanya.

Sementara itu, Staf Ahli Gubernur Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kalimantan Selatan Faried Fakhmansyah, dalam sambutannya menyampaikan, rapat koordinasi ini sangatlah tepat, agar semakin mampu meningkatkan roda perekonomian di dua Provinsi tersebut. Apalagi Kalimantan Timur nantinya akan menjadi Ibu Kota Negara Indonesia, dan Kalimantan Selatan sebagai gerbang Ibu Kota Negara baru, sehingga harus dipersiapkan secara matang.

Staf Ahli Gubernur Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kalimantan Selatan Faried Fakhmansyah, saat dalam sambutan

“Meski masih pandemi COVID-19, tidak ada halangan dan alasan untuk berinovasi, dalam memberikan hasil produk,” tutupnya.

Forum koordinasi temu usaha perdagangan antara Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan, dihadiri Ketua Tim Gubernur Percepatan Pembangunan Provinsi Kalimantan Timur Adi Buchari Muslim, dan Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan UKM Provinsi Kalimantan Timur Yadi Robyan Noor.

Untuk diketahui, rakor ini diikuti 20 pelaku usaha mikro kecil menengah dari Provinsi Kalimantan Timur, serta 22 pelaku UMKM mewakili Provinsi Kalimantan Selatan. (NHF/RDM/RH)

Exit mobile version