Kementerian PAN-RB Resmi Buka MPP Kota Banjarbaru

BANJARBARU – Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Banjarbaru resmi dibuka. MPP Kota Banjarbaru merupakan MPP yang ketiga di Kalimantan dan menjadi MPP ke-49 di Indonesia, Selasa (7/12).

Pembangunan MPP ini mendapat apresiasi dari Gubernur Kalsel Sahbirin Noor. Apresiasi tersebut disampaikannya melalui sambutan tertulis yang dibacakan Sekretaris Daerah provinsi Kalsel Roy Rizali Anwar.

“Saya ucapkan terimakasih dan apresiasi kepada seluruh jajaran Pemko Banjarbaru yang terus melakukan inovasi dan terobosan disektor pelayanan publik secara berkelanjutan,” ucapnya.

Hubungan antar pemerintah sebagai pengambil kebijakan dan masyarakat, menurutnya harus dibangun dan dikembangkan guna mewujudkan kondisi yang lebih baik.

“Kita semua harus berkomitmen dalam memperjuangkan terpenuhinya kebutuhan dasar pelayanan secara berkeadilan, serta mensejahterakan keadilan bagi seluruh masyarakat,” imbaunya.

Sementara itu, Deputi bidang Pelayanan Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Diah Natalisa mengatakan, kehadiran MPP harus mampu mendukung pertumbuhan investasi di daerah agar ikut menyokong percepatan pemulihan ekonomi nasional.

“Kota Banjarbaru sebagai pintu gerbang Kalimantan Selatan perlu memperkuat dan meningkatkan capaian positif seperti meningkatkan pertumbuhan investasi guna percepatan pemulihan ekonomi nasional,” ucapnya

Diah berpesan, MPP kota Banjarbaru juga harus bisa memberikan wajah baru terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik.

“Jangan hanya bangunannya saja yang baik tetapi seluruh aspek di dalamnya juga harus baik. Berikan layanan yang nyaman, terjangkau, cepat, mudah dan ramah,” pesannya.

Untuk diketahui, masyarakat dapat memperoleh 46 jenis layanan dari 13 instansi di MPP Kota Banjarbaru. Berbagai fasilitas gedung yang memadai, sarana prasarana yang modern hingga sistem yang terintegrasi disediakan untuk memberikan kenyamanan untuk masyarakat.

Hadir langsung dalam kesempatan tersebut, Staf Khusus Menteri PANRB bidang Pelayanan Publik dan Umum Saifuddin Latief, Wali Kota Banjarbaru Aditya Mufti Ariffin beserta Wakilnya Wartono, sejumlah Kepala Daerah, Forkopimda kota Banjarbaru, SKPD terkait dan instansi vertikal lainnya. (TR21-01/RDM/RH)

Disdag Kalsel Gelar Temu Bisnis dan Misi Dagang Lintas Provinsi

BANJARMASIN – Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan Birhasani, kepada Abdi Persada FM pada Selasa (7/12) mengatakan, menjelang di penghujung tahun 2021 ini, pihaknya melaksanakan Temu Bisnis dan Misi Dagang baru baru tadi untuk memanfaatkan peluang pasar antar lintas Provinsi, yaitu ke Provinsi Kalimantan Timur dan Provinsi Kalimantan Tengah.

Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan, Birhasani

“Kami analisa potensi perdagangan antara kedua provinsi itu, maka Palangkaraya di jadikan tempat bertemunya pedagang dan pelaku usaha asal Kalsel, dengan pelaku usaha perdagangan Kalteng,” ucapnya.

Birhasani menjelaskan, dalam Temu Bisnis dan Misi Dagang ini, atas pertimbangan kebutuhan beberapa komoditi dan produk Kalsel, bagi masyarakat Kalteng, dipilihlah beberapa produk dan komoditi asal Kalsel, seperti cabe beserta produk turunannya, produk Sarigading, ayam ras dan telur ayam ras. Ada juga beberapa komoditi produk perdagangan, yang distributornya berasal dari Kalsel. Namun pasarnya ekspansi ke Kalteng seperti bawang merah, gula pasir, minyak goreng.

“Beberapa komoditi dan produk Kalteng, yang menjadi keperluan pengusaha asal Kalsel, yaitu Damar, Teh Bajakah, abon ikan, dan lain-lain, untuk hasil transaksi dari Temu Bisnis dan Misi Dagang cukup fantastis, yaitu lebih dari Rp. 299,5 milyar,” jelasnya

Lebih lanjut Birhasani menambahkan, potensi pasar produk Kalsel di Kalteng dan Kaltim sangatlah besar, ini menunjukkan
dari hasil gelar Temu Bisnis dan Misi Dagang Kalsel mempunyai posisi yang sangat strategis dalam kegiatan perdagangan di Kalimantan. Kondisi ini perlu menjadi perhatian bersama dalam upaya meningkatkan kuantitas produk, baik hasil pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan maupun usaha industri, agar pemanfaatan akses pasar ini berkelanjutan.

“Tentu sangat relevan dengan Visi Pemerintah Provinsi Kalsel, yaitu Kalimantan Selatan Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan. Karena sinergitas dan kolaborasi antar SKPD, dari hulu hingga ke hilir sangat diperlukan untuk menjalankan perannya sesuai tugas dan fungsi masing-masing,” tutupnya. (NHF/RDM/RH)

Obati Rasa Rindu, Ria Enes dan Susan Hibur Ratusan Anak PAUD/TK di Kid’s Library PalNam

BANJARMASIN – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kalimantan Selatan (Kalsel) mendatangkan pendongeng nasional, Ria Enes setelah tertunda hampir dua tahun karena pandemi COVID-19.

Kehadiran Ria Enes bersama teman bonekanya Susan di Kid’s Library Palnam mendapat antusias yang tinggi dari anak-anak PAUD serta orang tua dan guru yang mendampingi mereka.

Suasana Acara Dongeng Bersama Ria Enes dan boneka Susan di Perpustakaan Anak Palnam

Kepala Dispersip Kalsel, Nurliani melalui Sekretarisnya, Muhammad Ramadhan, mengatakan acara yang mengusung tema PalNam Ceria Dongeng ini merupakan bagian dari upaya Dispersip Kalsel untuk meningkatkan minat baca dan mengenalkan literasi kepada anak usia dini.

Selain itu, pihaknya juga ingin mengobati rindu anak-anak yang belum sempat mengikuti kegiatan serupa secara virtual sebelumnya.

“Kegiatan hari ini merupakan janji dari Ibu Kadispersip Kalsel, Nurliani Dardie kepada anak-anak yang kemarin tidak sempat bertemu karena hanya melalui virtual saja,” katanya kepada wartawan, Selasa (7/12).

Ramadhan menekankan kegiatan seperti ini akan terus dilaksanakan sebagai agenda strategis Dispersip Kalsel dalam meningkatkan minat baca dan menanamkan budaya literasi kepada anak-anak usia dini.

“Insya Allah di tahun depan kami akan hadirkan lagi kegiatan seperti ini. Karena untuk meningkatkan kesadaran minat baca itu harus dimulai dari anak usia dini,” jelasnya.

Sementara itu, Pendongeng Nasional, Ria Enes, mengatakan dongeng bisa menjadi media bagi orang tua dan guru untuk bisa menanamkan nilai-nilai moral, sehingga menjadi inspirasi dan motivasi bagi anak-anak dalam berkegiatan sehari-hari, sekaligus mengenal akar budaya sebagai bangsa Indonesia.

“Melalui dongeng juga kita bisa menanamkan rasa mencintai bangsa, sehingga anak-anak itu punya rasa nasionalisme, kemudian juga gemar membaca, itulah yang kita harapkan,” pungkasnya. (NRH/RDM/RH)

ASN Pemprov Kalsel, Diharapkan Jadi Teladan Prokes

BANJARBARU – Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan diharapkan menjadi contoh di masyarakat terkait penerapan protokol kesehatan COVID-19, serta memberikan pemahaman kepada masyarakat agar turut serta dalam suksesi vaksinasi.

Suasana apel gabungan awal bulan Senin (6/12)

Hal ini diungkapkan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, pada apel gabungan awal bulan, di halaman Setdaprov Kalsel, Senin (6/12).

Paman Birin sapaan akrab Gubernur Kalsel Sahbirin Noor menyampaikan, saat ini masih saja ada masyarakat yang meragukan tentang keamanan, kehalalan dan manfaat vaksin.

“Padahal vaksinasi telah terbukti menurunkan dan mengendalikan COVID-19 dalam waktu yang relatif singkat. Tentu dengan izin Allah SWT,” ujar Paman Birin dalam amanatnya saat menjadi pembina apel gabungan.

Selain itu, Paman Birin juga mengingatkan kepada para pejabat dan ASN lingkup Pemprov Kalsel mengenai fokus anggaran pada 2022 mendatang, yakni untuk pemulihan ekonomi, kesehatan serta dampak sosial dari pandemi yang dirasakan di tengah masyarakat.

“Situasi pandemi ini memang menjadi barometer kita dalam mengambil keputusan dan kebijakan diberbagai kegiatan pemerintahan. Baik penyusunan program dan anggaran maupun yang berkaitan dengan aktifivas kehidupan masyarakat,” paparnya.

Sebagai bentuk kewaspadaan tinggi terhadap ancaman gelombang COVID-19 atau varian lainnya, yang mungkin saja kembali mewabah di Kalsel, Paman Birin memastikan untuk tetap membatasi kegiatan di masyarakat.

“Oleh karena itu, saya mengharapkan agar seluruh ASN dapat menyusun sebaik-baiknya program yang berkaitan dengan pemulihan ekonomi, kesehatan dan dampak sosial dari pandemi COVID-19,” tegasnya.

Perlu diketahui, apel gabungan awal bulan kali ini hanya diikuti oleh pejabat serta PNS di lingkungan Pemprov Kalsel, yang bertujuan agar Prokes tetap dapat dijalankan secara maksimal. (ASC/RIW/RH)

Legislator Perempuan, Ajak Masyarakat Sosialisasikan Perda Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

BANJAR – Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang masih terjadi di provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mendapatkan perhatian dari Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalsel Hj. Syarifah Rugayah.

Menurut data simfoni PPA tahun 2021, hingga Agustus 2021 terjadi 126 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kalsel. Sedangkan, sampai bulan September 2021 terjadi peningkatan menjadi 186 kasus, yang didominasi kekerasan terhadap perempuan.

“Meningkatnya kasus kekerasan tersebut sudah semestinya menjadi perhatian dan mendorong semua pihak termasuk Dewan untuk bersinergi melindungi perempuan dan anak,” katanya kepada wartawan, Senin (6/12).

Oleh karena itu, Syarifah Rugayah kembali melaksanakan sosialisasi Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 2018 tentang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yang diikuti oleh para guru hingga orangtua bertempat di TK/PAUD ADZKIA Kecamatan Martapura pada Jum’at (3/12).

“Kita sangat mengharapkan kepada seluruh peserta sosper untuk menyosialisasikan perda ini, karena sekarang banyak kita temui kekerasan terhadap perempuan dan anak,” jelasnya.

Diungkapkan Syarifah Rugayah, bahwa setiap perempuan dan anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang secara wajar serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.

“Perlakuan diskriminatif dan kekerasan terhadap perempuan dan anak akan berdampak terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di masa mendatang,” ucapnya.

Sehingga, perda ini dinilai penting untuk menjamin terselenggaranya pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di Kalsel.

Dalam sosper kali ini, Srikandi DPRD Kalsel dari Fraksi Golkar ini mengajak pengamat permasalahan perempuan dan anak, Husnul Hatimah sebagai nara sumber. (NRH/RIW/RH)

Dampak Banjir, Program Relaksasi PKB di HST Menurun

HULU SUNGAI TENGAH – Akibat banjir, program kebijakan relaksasi 50 persen khusus kendaraan bermotor yang diberlakukan Pemprov Kalsel hingga 21 Desember 2021 di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), mengalami penurunan.

Plt Kepala UPPD Samsat Barabai, Ali Muhraji, mengatakan, tercatat sampai 4 Desember 2021, realisasinya diakui hanya tercapai sekitar Rp455 juta lebih. Bahkan, jika dibandingkan dengan penerimaan program 21/21 Bauntung pada Oktober lalu, perbedaannya mempunyai selisih hingga 55 persen.

“Untuk penerimaan PKB hingga 4 Desember 2021 dan seluruhnya sudah kami laporkan dan totalnya kurang lebih sekitar Rp455.933.750. Terkait adanya kebijakan relaksasi ini kan dalam rangka membantu meringankan beban masyarakat. Meski demikian, bencana banjir pada November sudah 4 kali terjadi otomatis berpengaruh terhadap penerimaan PAD,” bebernya melalui sambungan telepon, Senin (6/11) siang.

Kendati pelayanan Samsat Keliling (Samkel) masih berjalan, diakui penerimaan program relaksasi ini lebih dirasakan nyata secara maksimal di Samsat induk Barabai.

“Instruksi dari Kepala Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Kalsel untuk memaksimalkan pendapatan melalui Samkel memang ada. Tetapi, kita memahami dengan keadaan dari musibah ini,” ujarnya.

Ali mengungkapkan, dari sebelas kecamatan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) setidaknya ada beberapa wilayah terdampak banjir. Hal ini yang menghambat penerimaan hingga mengalami penurunan.

“Sejumlah wilayah Kota Barabai kan ada yang terendam dan di Kecamatan Pandawa juga mengalami kejadian yang sama. Kita perkirakan, pengeluaran sementara dialokasikan untuk anggaran bersih-bersih rumah otomatis, sehingga berdampak pada penerimaan pajak kendaraan bermotor,” ungkapnya.

Sementara itu, sektor penerimaan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB) yang tercata dari Januari – November 2021 sudah terakumulasi sebesar Rp12 miliar lebih.

“Untuk capaian realisasinya 73 persen dan masih jauh dari target perubahan sebesar Rp17 miliar. Namun, dengan adanya pembebasan relaksasi setidaknya dapat menambah angka pendapatan di Samsat Barabai,” papar Ali.

Ia menjabarkan, total keseluruhan penerimaan khusus roda dua berjumlah 844 unit dan sisanya 129 unit berasal dari roda empat.

“Ini merupakan hasil program kebijakan relaksasi 50 persen 9/9 Bauntung yang berjalan hingga 4 Desember lalu, seluruhnya dari layanan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) hingga Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB),” pungkasnya. (RHS/RIW/RH)

Selasa Besok, Ria Enes dan Suzan Hadir di Perpustakaan Anak PalNam

BANJARMASIN – Pendidik sekaligus pendongeng, Ria Enes akan hadir di aula kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) di Jalan Ahmad Yani kilometer 6 pada Selasa (7/12).

“Sebenarnya sudah lama kami berencana melaksanakan ini, namun karena pandemi, sehingga tahun lalu hanya melalui webinar dan Alhamdulillah tahun ini bisa segera terwujud,” kata Kepala Dispersip Kalsel, Nurliani, melalui rilisnya, Senin (6/12).

Kedatangan Ria Enes bersama boneka Suzannya itu, akan menghibur di Perpustakaan Anak PalNam dan sekaligus mengajak para orang tua untuk mengembangkan karakter anak melalui budaya bercerita.

“Kita agendakan Kak Ria mengisi acara seharian penuh. Sekira jam 09.00 WITA, Kak Ria akan menghibur anak-anak dengan dongeng. Kemudian dilanjutkan dengan Meet and Greet sekira jam 14.00 WITA,” jelasnya.

Dalam acara Meet and Greet tersebut akan dihadiri Tim Penggerak PKK Kalsel, Dharma Wanita Persatuan Kalsel, Bhayangkari Polda, Persit Rem 101 Antasari, Gatriwara, Jalasenastri, Ikatan Guru TK Indonesia (IGTKI), Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia dan lainnya.

Nurliani menambahkan, hadirnya nara sumber nasional ini merupakan salah satu upaya Pemerintah Provinsi Kalsel melalui Dispersip, untuk terus meningkatkan minat baca dan literasi di Banua. Kegiatan seperti ini, tentunya akan terus digaungkan, dengan tetap mematuhi dan menerapkan protokol kesehatan. (HUMASDISPERSIPKALSEL-NRH/RIW/RH)

Jumlah Pecandu Narkoba Turun, BNN Kota Banjarbaru Jalankan Program Rehabilitasi Hingga ke Tingkat RT

BANJARBARU – Jumlah pecandu narkoba di kota Banjarbaru, terus mengalami penurunan setiap tahunnya. Berdasarkan data BNN kota Banjarbaru, di tahun ini jumlah rujukan ke BNN kota ini hanya sebanyak 69 orang, di banding tahun lalu sebanyak 85 orang.

Konselor Klinik BNN Kota Banjarbaru Anwar Radi mengatakan, penurunan ini bahkan terjadi dua kali lipat di banding dengan tahun 2019.

“Jika dibandingkan dengan dua tahun ke belakang, angkanya menurun. Di 2020 target 50 orang, dan yang terealisasi berjumlah 85, sedangkan pada 2019 mancapai 175 orang pecandu,” katanya.

Kendati demikian, Anwar membeberkan, pecandu narkoba di kota ini masih didominasi usia produktif. Usia di mana setiap individu masih bisa melakukan aktivitas sosial secara optimal.

“Berdasarkan data Oktober 2021 yang paling banyak adalah usia 25 hingga 40 tahun ada sekitar 36 orang, sedangkan yang di bawah 25 tahun sebanyak 21 orang,” bebernya.

Dirinya juga mengungkapkan, BNN kota Banjarbaru memiliki beberapa program untuk mencegah, mengurangi serta menyembuhkan para pecandu.

“Program kita diantaranya program rawat jalan, rehabilitasi rawat inap, serta program pasca rehabilitasi,” ungkapnya.

Program pasca rehabilitasi sendiri lanjutnya, bertujuan untuk memperpanjang masa pemulihan usai melakukan program rawat jalan.

“Pasca rehabilitasi ini kita lakukan dengan pemantauan via telepon atau berkunjung langsung ke rumah pasien yang dinyatakan boleh pulang,” jelasnya.

BNN kota Banjarbaru juga turut melibatkan peran serta masyarakat dalam menekan laju penyalahgunaan narkoba di kota ini melalui program Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM).

Dimana program ini dilakukan melalui pembentukan Agen Pemulihan (AP), dengan melibatkan pemangku kepentingan dan masyarakat setempat.

“IBM ini merupakan bentuk respon masyarakat terhadap permasalahan penyalahgunaan narkoba di wilayah RT hingga kelurahan,” pungkasnya. (TR21-01/RIW/RH)

779 Calon ASN, Ikuti Seleksi Kompetensi Bidang Lingkup Pemprov Kalsel

BANJARBARU – Bertempat di titik lokasi (tilok) Gedung Idham Chalid Setdaprov Kalsel, sebanyak 779 peserta yang sebelumnya dinyatakan lulus tahapan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), kembali mengikuti Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) CASN Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) Tahun 2021. Seleksi digelar selama 2 hari mulai Senin (6/12) hingga Selasa (7/12). 

Kepala Sub Bidang Pengadaan dan Pemberhentian BKD Provinsi Kalsel, Hendra Saputra menyampaikan, pelaksanaan SKB terbagi menjadi empat sesi untuk hari pertama, dan dua sesi untuk hari kedua, yang masing-masing diikuti 100 peserta.

Kepala Sub Bidang Pengadaan dan Pemberhentian BKD Provinsi Kalsel, Hendra Saputra

“SKB tahun ini dilaksanakan mulai dari tanggal 6-7 Desember, untuk titik lokasi (tilok) Idham Chalid khusus peserta CASN lingkup Pemprov Kalsel, yakni sebanyak 779 peserta yang mengikuti seleksi,” ucap Hendra.

Hendra Saputra menambahkan, untuk teknis pelaksanaan tahapan SKB masih sama dengan pelaksanaan SKD sebelumnya, yang mewajibkan peserta melakukan pengecekan suhu di pos pertama, kemudian registrasi awal, sebelum dapat mengikuti CAT SKB.

“Bagi peserta yang terkonfirmasi positif COVID-19, telah diminta untuk melaporkan kepada panitia sehari sebelum pelaksanaan SKB melalui email, untuk dilaporkan ke BKN dan dijadwalkan ulang,” lanjut Hendra.

Dilanjutkan Hendra Saputra, untuk sesi pertama di hari pertama pelaksanaan SKB di tilok Gedung Idham Chalid Setdaprov Kalsel belum ada yang terkonfirmasi positif, namun bagi mereka yang sesi berikutnya apabila terkonfirmasi positif diharapkan segera melapor kepada panitia. (MRF/RIW/RH)

Roosters, Rajai Kejuaraan Bola Basket Sunday Morning Cup 2021

BANJARMASIN – Klub Basket Roosters berhasil meraih juara 1 pada Kejuaraan Bola Basket Sunday Morning Cup 2021, setelah mengalahkan Klub Bola Basket Sunday Morning, pada babak final, Minggu (5/12) malam.

Penyerahan hadiah juara 1

Kemenangan Roosters ini setelah pada babak final berhasil mengalahkan klub basket Sunday Morning dengan score kemenangan 63 – 48.

Pada babak semifinal sebelumnya Sunday Morning berhasil mengalahkan The Police dengan score 78 – 72 dan Roosters mengalahkan Rongqing dengan score 44 – 40. Sedangkan, juara 3 berhasil dimenangkan oleh The Police setelah mengalahkan Rongqing.

Perwakilan Sunday Morning Cup Ahmad Fauzi mengatakan, melihat antusiasme peserta dan penonton, maka Kejuaraan Bola Basket Sunday Morning Cup ini, akan dijadikan agenda tahunan.

“Kejuaraan bola basket yang kami selenggarakan ini, untuk mendukung Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan meningkatkan olahraga basket di Banua,” ucapnya.

Sementara itu, Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan memberikan apresiasi terhadap malam final Kejuaraan Bola Basket Sunday Morning Cup 2021.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan Hermansyah mengatakan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan tentunya memberikan apresiasi dan dukungan terhadap antusiasnya para pemain dan penonton pada malam final Kejuaraan Bola Basket Sunday Morning Cup 2021.

“Pada malam final ini, talenta talenta muda atlet bola basket di Banua sangat luar biasa,” ucapnya.

Hermansyah mengatakan, keseruan pada malam final tersebut menggugah Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan, untuk menggelar Kejuaraan Bola Basket di Provinsi Kalimantan Selatan, yang akan diselenggarakan secara berjenjang.

“Melihat keseruan malam final ini, kami akan menyelenggarakan kejuaraan bola basket di Provinsi Kalimantan Selatan,” ujar Hermansyah. (SRI/RIW/RH)

Exit mobile version