DP3A Banjarmasin Gencar Lakukan Pencegahan Pernikahan Dini Dengan Sosialisasi

BANJARMASIN – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Banjarmasin, terus gencar memberikan sosialisasi pencegahan usia menikah anak atau lebih dikenal pernikahan dini.

Menurut Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Banjarmasin, Madyan, kepada wartawan diruang kerjanya pada Selasa (19/7) sore, sosialisasi ini mengacu pada Undang – undang Nomor 20 tahun 2021 tentang usia pernikahan anak, yakni dibatasi paling muda 19 tahun. Hal itu dilakukan sebagai upaya untuk mencegah kasus stunting sejak dini. Kegiatan digelar di seluruh Kelurahan melibatkan Ketua RT, tokoh agama, tokoh masyarakat, bidan, dan kader posyandu.

“Berdasarkan data dinasnya, pada tahun 2020 lalu, usia nikah dibawah 19 tahun 25,40 persen, dan terjadi penurunan 2021 ini 8, 21 persen, kita akan terus gelar sosialisasi,” ungkapnya

Disampaikan Madyan, sekarang ini untuk mengurus izin menikah, tidak mudah seperti beberapa tahun sebelumnya, yaitu harus diketahui terlebih dahulu usia si calon pengantin (catin). Selain itu pihaknya bekerjasama dengan Departemen Agama, terkait urusan pernikahan tersebut.

“Bagi Catin yang tidak bisa dicegah untuk menikah, kita berikan konseling tentang perlunya asupan gizi bernutrisi, terutama kesehatan alat reproduksi,” jelasnya

Lebih lanjut Madyan menambahkan, pihaknya juga memberikan edukasi tentang peningkatan gizi pada 1000 hari pertama kehidupan, yaitu mulai dari program hamil hingga usia anak dua tahun. Dengan demikian sebagai upaya mencegah anak tumbuh stunting, karena dari lima Kecamatan, data sementara dua Kecamatan lebih tinggi mengalami kasus stunting, yaitu Kecamatan Banjarmasin Selatan dan Banjarmasin Timur.

“Kami upayakan sosialisasi intens di dua Kecamatan ini, selain juga di tiga Kecamatan lain,” tutupnya. (NHF/RDM/RH)

27 Juli Nanti Pemko Banjarmasin Akan Menutup Akses Jembatan Sulawesi 2

Bus diminta menggunakan akses Jalan Sultan Adam dan Pangeran Hidayatullah

BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin akan menutup akses ke Jembatan Sulawesi 2, yang berlokasi di Kecamatan Banjarmasin Tengah, pada 27 Juli 2022 mendatang.

Kepala Bidang Lalu Lintas, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Banjarmasin Febpry Ghara Utama mengatakan, pada saat pelaksanaan penutupan jembatan Sulawesi 2 tersebut, maka warga diminta untuk menggunakan atau mencari jalan alternatif.

Kabid Lalu lintas Dishub Kota Banjarmasin Febpry Graha Utama

“Pada saat penutupan Jembatan Sulawesi 2 tersebut, maka warga diminta untuk menggunakan jalan alternatif,” ungkapnya.

Pengalihan jalan tersebut, Jembatan Sulawesi 1 yang sebelumnya hanya dilalui lajur satu arah dari Pasar Lama menuju Masjid Jami, juga akan digunakan sebagai akses lalu lintas dari arah sebaliknya. Sedangkan, di sisi Masjid Jami masih diberikan jalan kecil bagi warga yang ingin menuju ke Sungai Miai dan Antasan Kecil Timur (AKT), hanya untuk kendaraan roda dua saja sedangkan kendaraan roda empat yang ke menuju Pasar Lama diarahkan untuk memutar balik menuju ke atas Jembatan Sulawesi 1.

“Untuk kendaraan roda empat menuju arah Masjid Jami diarahkan lewat Jembatan Sulawesi 1,” ucap Febpry.

Sedangkan, untuk bus pariwisata yang menuju kawasan wisata religius di Masjid Jami diminta menggunakan Jalan Sultan Adam dan Pangeran Hidayatullah, pada saat penutupan Jembatan Sulawesi 2 mendatang.

“Untuk bus bus pariwisata yang menuju kawasan wisata Masjid Jami, diminta menggunakan Jalan Sultan Adam dan Pangeran Hidayatullah. Menuju arah simpang empat Sungai Andai, masuk menuju Jalan Sultan Adam ke arah Jalan Sulawesi,” tuturnya.

Dengan menggunakan jalur tersebut maka bus bus besar tetap bisa masuk ke kawasan wisata religius tersebut.

“Penutupan akses Jembatan Sulawesi 2 tersebut akan mulai diterapkan pada 27 Juli sampai dengan 31 Desember 2022 mendatang,” ucap Febpry. (SRI/RDM/RH)

Direktorat Intelkam Polda Kalsel Bersilaturahmi Dengan Kelompok Khilafatul Musliman Kemas’ulan Ansharullah Tapin

TAPIN – Dalam rangka cipta kamtibmas Polda Kalsel melalui Direktorat Intelkam bersilaturahimi dengan Kelompok Khilafatul Muslimin Kemas’ulan Ansharullah Tapin, baru-baru tadi.

Silaturahmi tersebut dipimpin langsung Panit 1 Subdit 4 it Intelkam AKP M Shodiq, dengan di dampingi Kapolsek Tapin Selatan dan personel Bhabinkamtibmas, diterima oleh pimpinan kelompok Khilafatul Muslimin Kemas’ulan Ansharullah Kabupaten Tapin Ahmad Junaidi.

AKP M Shodik mengucapkan terimakasih telah diterima dan disambut dengan baik, sehingga pihaknya menyampaikan beberapa pesan Kamtibmas kepada kelompok tersebut.

“Diantaranya agar Kelompok Khilafatul Muslimin Kemas’ulan Ansharullah Kabupaten Tapin dapat bekerjasama dengan Polri dalam menjaga situasi Kamtibmas yang kondusif,” ungkapnya.

Sementara itu, salah satu Pengikut Khilafatul Muslimin Muhammad Abdul Aziz mengucapkan terimakasih atas kunjungan rekan-rekan dari Polda Kalsel dan pihaknya siap mendukung cipta kamtibmas yang kondusif tersebut.

Kegiatan ditutup dengan doa yang di pimpin Ahmad Junaidi, kemudian dilanjutkan dengan makan bersama dan penyerahan bantuan dari Polda Kalsel kepada kelompok Khilafatul Muslimin Kemas’ulan Ansharullah Kabupaten Tapin. (POLDA.KALSEL/SRI/RDM/RH)

Lagi, Diskominfo Provinsi Kalsel Gelar Vaksinasi COVID-19

BANJARBARU – Untuk mendukung Program Pemerintah dalam meningkatkan capaian vaksinasi COVID-19, terlebih khusus agar meningkatkan Heard Imunity masyarakat di Banua Kalimantan Selatan (Kalsel), Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalsel menjalin kerjasama bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalsel, untuk melaksanakan vaksinasi COVID-19. Vaksinasi ini digelar di Kantor Diskominfo Provinsi Kalsel, yang ditujukan kepada para karyawan dan karyawati lingkup Kantor Diskominfo, pada Selasa (19/7).

Karyawan Diskominfo kalsel saat vaksinasi COVID-19

Saat memantau jalannya vaksinasi COVID-19, Kepala Diskominfo Provinsi Kalsel Muhammad Muslim menyampaikan, tujuan diadakannya vaksinasi lingkup karyawan dan karyawati Diskominfo, yakni untuk mempercepat peningkatan Heard Imunity, serta upaya untuk meningkatkan daya tahan terhadap COVID-19.

“Utamanya adalah mempercepat peningkatan heard imunity terutama lingkup Diskominfo,” ungkap Muslim.

Ditambahkan Muslim, vaksinasi yang dilaksanakan dikantor Diskominfo Provinsi Kalsel bukan hanya menyasar orang yang belum bervaksin booster, namun juga diperuntukkan bagi yang ingin bervaksin dosis kedua.

“Jadi seluruh karyawan dan karyawati Diskominfo mengikuti vaksinasi ini, sehingga yang belum vaksinasi baik dosis kedua dan booster dapat melaksanakan vaksinasi,” lanjut Muslim.

Muslim mengungkapkan, vaksinasi COVID-19 yang pihaknya laksanakan merupakan arahan dari Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, dalam upaya pencegahan COVID-19 dan meningkatkan daya tahan menjadi hal utama supaya kita bisa beraktivitas yang lebih nyaman. (MRF/RDM/RH)

Deteksi Kekayaan Pribadi, NPWP Bakal Jadi Satu Dalam NIK e-KTP

BANJARBARU – Pemerintah melalui Dirjen Dukcapil dan Dirjen Pajak sepakat telah menetapkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebagai pengganti Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).

Bahkan, kesepakatan ini bakal direalisasikan pada 2023 mendatang yang berlaku di seluruh Indonesia termasuk Kalsel. Proses itu pun mulai memasuki tahap integrasi data kependudukan.

Kepala Dinas Kependudukan Pencatatan Sipil dan Keluarga Berencana (Dukcapil dan KB) Kalsel Zulkipli mengatakan saat ini Kemendagri beserta Kemenkeu RI sedang berupaya agar penerapan realisasi tersebut bisa diterapkan.

Kepala Dinas Dukcapil dan KB Provinsi Kalsel Zulkipli

“Dan ini sudah masuk didalam perencanaan dari Dirjen Dukcapil dan Dirjen Pajak. Tujuannya agar memudahkan karena cukup dengan KTP saja transaksi pelaporan bisa dilakukan,” ujarnya kepada Abdi Persada FM, baru-baru tadi.

Sebagaimana diatur didalam pasal 2 ayat (10) UU KUP, Kementerian Dalam Negeri perlu memberikan data kependudukan dan data balik kepada Kementerian Keuangan RI yang selanjutnya diintergrasikan melalui perpajakan.

“Kemendagri dan Kemenkeu RI terus mengkomunkasikan ini dan tentu program tersebut merupakan komitmen secara bersama antara kedua belah pihak,” bebernya.

Hal ini juga diperkuat Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 83 Tahun 2021 yang pada dasarnya NIK dan atau NPWP dalam layanan publik harus didorong pelaksanaannya baik pengumpulan hingga pemutakhiran data kependudukan agar basis perpajakan berjalan berkelanjutan.

“Arahnya memang kesana, tetapi, masih dalam proses di kementerian,” ungkap Kadisdukcapil dan KB Provinsi Kalsel Zulkipli.

Dirinya menilai keberadaan satu data yang terintegrasi melalui NIK dari e-KTP ini tentu dapat memudahkan masyarakat untuk melakukan transaksi pelaporan perpajakan.

“Tentu harta kekayaannya apabila bertambah itu mudah terlihat karena melalui transaksi yang dilakukan secara pribadi,” jelasnya.

Zulkipli mengungkapkan, NPWP yang terintegrasi melalui NIK akan terbaca secara otomatis besaran pajak yang dikenakan nantinya apabila program satu data ini berhasil terealisasi.

“Contohnya, saat kita membeli rumah dan perabotan lainnya bahkan mobil kadang tidak terlaporkan tetapi dengan terintegrasi NIK ini akan ketahuan karena setiap bertransaksi pasti menggunakan KTP,” pungkasnya. (RHS/RDM/RH)

Bangun Sinergitas, Pemprov Kalsel Dukung Gerakan 1000 Startup

BANJARBARU – Distrupsi teknologi digital saat ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pemerintah dalam merubah dinamika dunia usaha melalui pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi.

Tidak dapat dipungkiri, situasi pandemi yang berjalan kurang lebih dua tahun ini secara tidak langsung ikut memacu perkembangan dunia usaha yang bergerak secara digital.

Hal ini disampaikan Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, melalui Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Kalsel, Syaiful Azhari, dalam Focus Group Discussion (FGD) Ecosystem Connect Gerakan Nasional 1000 Startup Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Kalimantan Tengah (Kalteng) yang diselenggarakan oleh Dirjen Aplikasi Informatika Kementrian Kominfo RI di Aula Dinas PMPTSP Kalsel, Senin (18/7) siang.

Suasana FGD Ecosystem Connect Gerakan Nasional 1000 Startup

Syaiful mengungkapkan, banyaknya perusahaan-perusahaan Multi Nasional yang semakin tumbuh dan kuat bukan karena memiliki aset fisik seperti tanah dan bangunan, namun menguasai aset terpenting saat ini yaitu kekuatan data. Kekuatan data ini lah menurutnya yang membuat amazon, google, youtube, facebook dan lain lain menjadi raksasa.

“Bahkan di Indonesia kita juga memiliki gojek, tokopedia, traveloka, bukalapak dan sebagainya. Mereka inilah contoh dari berhasilnya ekosistem digital yang dibangun pemerintah dan dunia usaha dalam menhadapi tantangan dan peluang ditengah distrupsi teknologi dan industri,” ucapnya.

Untuk itu lanjutnya, perlu ditanamkan penguasaan data dan infomasi melalui ekosistem digital, serta penguasaan teknologi khususnya teknologi informasi dan komunikasi sebagai sarana lalu lintas data.

“Kita perlu memiliki ekosistem digital yang memungkinkan tumbuh dan menjamurnya enterpreneur muda. Mereka yg mau bergerak dan memenuhi startup ekonomi digital yang memanfaatkan kemajuan teknologi saat ini,” lanjutnya.

Syaiful juga berharap peluang digital ekonomi di daerah dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para pelaku usaha, UMKM, serta investor. Mengingat Kalteng dan Kalsel selaku dua provinsi penyangga Ibu Kota Negara (IKN) tentu sangat berpeluang untuk memanfaatkan momentum ini dalam memajukan potensi dan sumber daya yang dimiliki oleh daerah masing-masing.

“Untuk itu kami Pemprov Kalsel terus bekerja dan mendorong peningkatan sarana dan prasarana internet, baik dalam segi kualitan maupun kuantitas. Hal ini penting demi tumbuhnya ekosistem digital daerah kita yang tersebar merata,” bebernya.

Di tempat sama, Kepala Dinas Kominfo Kalsel, Muhammad Muslim, mengaku akan membangun sinergitas antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat untuk meningkatkan jumlah enterpreneur muda di Kalsel.

“Kita dorong pemerintah pusat untuk mampu mencapai target seribu startup karena sangat baik bagi dunia usaha digital kita,” ucapnya.

Menurut Muslim, Kalsel termasuk kategori baik dalam pemenuhan sarana dan prasarana internet. Hal ini terbukti dari jumlah blank spot yang hanya 9 persen dari luas wilayah provinsi ini.

“Kota Banjarmasin bahkan jumlah blank spotnya sudah nol, sedangkan kota Banjarbaru hanya satu sampai dua titik,” tutupnya. (SYA/RDM/RH)

Haedar Nashir Bakal Hadiri Tabligh Akbar di Banjarmasin

BANJARMASIN – Puncak Peringatan Tasyakur Milad Muhammadiyah ke 113 dan Masjid Al Jihad ke 53, akan digelar Tabligh Akbar yang dihadiri langsung oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir.

Tabligh Akbar yang akan dilaksanakan

Ketua Cabang Muhammadiyah Banjarmasin 4 Taufik Hidayat, didampingi Ketua Panitia Tasyakur Milad Muhammadiyah Syahridi, serta Kepala Kantor Lazismu M Iqbal, pada saat gelaran konferensi pers, di ruang rapat Masjid Al Jihad, Senin (18/7) mengatakan terkait hal ini.

Ketua Cabang Muhammadiyah Banjarmasin 4 Taufik Hidayat (Tengah)

“Puncak Tasyakur Milad Muhammadiyah tahun ini akan digelar Tabligh Akbar,” ungkapnya.

Menurut Taufik, Tabligh Akbar tersebut rencananya akan dilaksanakan pada Sabtu, 23 Juli 2022 mendatang, di Ruang Induk Masjid Al Jihad Banjarmasin.

“Peringatan Tasyakur Milad tahun ini mengangkat tema, masjid makmur, jamaah makmur,” ujarnya.

Sehingga, lanjut Taufik, diharapkan masjid makmur, jamaah pun ikut makmur.

Pada acara tabligh Akbar tersebut, akan dihadiri perwakilan seluruh Pengurus Muhammadiyah yang ada di 13 Kabupaten dan Kota di Provinsi Kalimantan Selatan.

Dalam kesempatan tersebut, Taufik juga menyampaikan rangkaian kegiatan pada puncak Tasyakur Milad Muhammadiyah tersebut. Salah satu, Muhammadiyah akan melaksanakan Penandatanganan MoU dengan Pemko Banjarmasin, terkait bantuan sosial bersih bersih musholla dan masjid.

“Pada puncak peringatan tasyakur milad Muhammadiyah ke 113 serta Masjid Al Jihad ke 53, akan dilaksanakan Penandatanganan MoU, salah satunya dengan Pemerintah Kota Banjarmasin,” ungkapnya.

MoU tersebut terkait kegiatan sosial yang dilakukan oleh pihaknya, yaitu program bersih bersih musholla yang ada di Kota Banjarmasin.

“Pada program tersebut pihaknya mendapatkan, dukungan dari Pemerintah Kota Banjarmasin,” ujar Taufik. (SRI/RDM/RH)

Jelang Kedatangan Jemaah Haji Kalsel, PPIH Debarkasi Banjarmasin Gelar Rakor

BANJARMASIN – Jadwal kedatangan jemaah haji Kalimantan Selatan sudah dikeluarkan Panitia Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH), yakni pada Minggu (24/7) malam sekitar jam 23.50 WITA. Diharapkan kedatangan kloter satu jemaah haji asal kabupaten Tabalong, Balangan dan kabupaten Banjar ini, dapat disambut langsung Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor.

Harapan itu disampaikan Pelaksana Harian (Plh) Kepala Kantor Wilayah Kementrian Agama Provinsi Kalsel, Matnor, saat memimpin rapat koordinasi penyambutan kedatangan jemaah haji Kalsel 1443 Hijriah, disalah satu hotel berbintang di Banjarmasin, pada Senin (18/7).

“Kita sangat berharap Gubernur dapat kembali hadir saat kedatangan jemaah haji kloter satu ini, sama seperti pemberangkatan kemarin. Kehadiran Paman Birin ini (sapaan khas Gubernur Kalsel), akan membuat jemaah haji bersemangat, begitu juga para petugas,” jelas Matnor sembari meminta fasilitasi Kepala Biro Kesra Provinsi Kalsel, Ahmad Solhan, agar kehadiran orang nomor satu di Kalsel itu dapat dijadwalkan.

Menanggapi permintaan ini, Solhan yang juga hadir bersama Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel, Diauddin, mengaku siap memfasilitasi keinginan PPIH Debarkasi Banjarmasin itu.

“Namun seperti saat keberangkatan kemarin, mohon dibuatkan surat permohonan resminya,” ujar Solhan.

Selain membahas soal acara penyambutan kedatangan jemaah haji kloter satu, rapat koordinasi yang dihadiri hampir seluruh anggota PPIH musim haji 2022 tersebut, juga membicarakan soal kesiapan seluruh pihak menerima kepulangan para tamu Allah tersebut.

Salah satunya soal kepastian para jemaah haji, akan melewati alat pengukur suhu tubuh dan juga termo gun saat tiba di tanah air. Saat rakor berlangsung, masih belum diputuskan, apakah pengecekan dilakukan saat jemaah haji berada di dalam bus, atau saat memasuki aula di asrama haji.

Hal lainnya yang dikoordinasikan, adalah soal pelaksanaan tes antigen, khusus bagi jemaah haji dengan suhu tubuh di atas normal. Pihak Kantor Kesehatan Pelabuhan Banjarmasin meminta pihak asrama haji, menyiapkan ruangan khusus untuk pengambilan swab antigen ini. Dan langsung ditanggapi Kepala UPT Asrama Haji Banjarmasin, Haris Fadhillah.

“Kita sudah siapkan ruangan khusus, sesuai permintaan KKP. Secara umum, persiapan kedatangan jemaah di asrama haji sudah mencapai 99 persen,” ujar Haris Fadhillah saat ditemui Abdi Persada FM usai rakor.

Selanjutnya, rakor ini juga memastikan, bahwa pemulangan jemaah haji ke daerahnya masing – masing akan dikoordinir Kantor Kementrian Agama kabupaten kota. Namun apabila ada keluarga jemaah haji yang menjemput langsung ke asrama haji, tetap diperbolehkan. Hanya saja, aturan yang berlaku tetap sama seperti saat keberangkatan, yakni penjemput tidak boleh masuk ke asrama haji, dan hanya boleh menunggu di areal parkir.

Sesuai jadwal dari PPIH Debarkasi Banjarmasin, kepulangan jemaah haji asal Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, dimulai pada Minggu (24/7) hingga Selasa (2/8). Total ada 2.510 jemaah haji yang tiba di asrama haji, dan terbagi dalam 7 kelompok terbang (kloter). (RIW/RDM/RH)

Tingkatkan Efisiensi Anggaran, BPKP Minta Pemda Integrasikan Aplikasi dan Infrastruktur

BANJARBARU – Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Kalimantan Selatan Rudy M Harahap, meminta atensi Gubernur, Walikota, dan Bupati di Kalsel, dalam integrasi beragam aplikasi dan infrastruktur Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di Kalimantan Selatan.

Atensi yang diberikan tersebut menindaklanjuti Super Apps yang sedang disiapkan Kemenkeu, Kemendagri, Kemenkominfo, dan Bappenas, yang menjawab tumpang – tindih aplikasi pemerintahan yang tidak terkoordinasi.

Dalam surat atensinya, Rudy menguraikan risiko-risiko yang mungkin terjadi karena begitu banyaknya aplikasi yang dikembangkan dan digunakan oleh Pemerintah Daerah tanpa diiringi dengan supervisi yang matang.

“Membangun aplikasi itu tidak sederhana, pasti ada penelitiannya dulu, setelah itu ada proses pengembangan yang tidak sebentar. Selesai dikembangkan pun, aplikasi juga masih perlu dipelihara dan menggunakan sumber daya waktu dan biaya yang tidak sedikit,” katanya di Banjarbaru, pada Senin (18/7).

Rudy menjelaskan, salah satu penyebab banyaknya aplikasi di Pemerintah Daerah adalah masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) mengembangkan aplikasinya sendiri-sendiri sesuai dengan kebutuhan sesaat.

“Pengembangan aplikasi mandiri oleh OPD ini biasa dikenal dengan istilah end-user development, yang memang dikenal lebih cepat proses pengembangannya dan memenuhi kebutuhan sesaat pengguna itu sendiri,” sebutnya.

Akan tetapi, model pengembangan mandiri tersebut memiliki kelemahan pada pengendalian, keamanan, dan keselarasan dengan sistem lainnya.

“Tidak dapat dipungkiri, pengembangan mandiri akan menghasilkan banyak aplikasi yang mirip dan tumpang tindih fungsinya karena para pengembang tidak berkoordinasi,” ungkapnya.

Menurut Rudy, yang juga lulusan Master of Commerce in Information System dari Curtin University of Technology, Western Australia, hal ini berdampak pada pemborosan uang rakyat. Sebab, Pemerintah Daerah harus mengeluarkan biaya penelitian, pengembangan, dan pemeliharaan berkali-kali untuk aplikasi yang fungsinya kurang lebih sama.

Aplikasi yang tumpang tindih itu juga berisiko memunculkan informasi berbeda karena menggunakan database masing-masing yang tidak saling terkoneksi.

“Jumlah dana pengembangan IT pada Diskominfo Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2022 sendiri sebesar Rp28,9 miliar. Ini mestinya bisa dioptimalkan mendukung semua OPD,” tegasnya.

Rudy juga meminta para Kepala Daerah menggunakan aplikasi-aplikasi yang telah diberlakukan secara nasional. Aplikasi-aplikasi ini juga akan terintegrasi dalam satu Super Apps.
Karenanya, Kepala Daerah harus menetapkan aplikasi-aplikasi yang akan digunakan serentak oleh semua OPD dan mengintegrasikannya satu sama lain.

Sementara itu, aplikasi-aplikasi yang tidak produktif hasil dari proyek perubahan Diklat Kepemimpinan harus dinonaktifkan. Ini akan mengurangi biaya pemeliharaan dan tidak membingungkan pengguna, baik OPD maupun masyarakat umum, jelasnya.

Untuk kedepannya, Rudy juga meminta Kepala Daerah membuat kebijakan pengembangan aplikasi secara terpusat melalui Dinas Komunikasi dan Informasi, termasuk menyiapkan Data Center. Dengan demikian, pemeliharaan dan keamanan informasi lebih terjamin.
Integrasi beragam aplikasi tersebut akan menghemat kurang lebih 25 persen anggaran pengembangan, sewa jaringan, pengadaan peralatan, dan pemeliharaan. Sebagai contoh, di BPKP sendiri, integrasi aplikasi memungkinkan digunakannya dengan hemat secara bersama aplikasi Siswas P3DN oleh seluruh Inspektorat di Pemerintah Daerah. Aplikasi ini untuk mengawal percepatan peningkatan penggunaan produk dalam negeri (P3DN). (BPKP.KALSEL-RIW/RDM/RH)

Hari Pertama Sekolah, 360 Peserta Didik Baru SMAN 3 Banjarbaru Ikuti PLS

BANJARBARU – Memasuki tahun ajaran baru periode 2022-2023, sebanyak 360 peserta didik baru di SMA Negeri 3 Banjarbaru mulai mengikuti Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) di hari pertama sekolah.

Suasana pengenalan lingkungan sekolah di SMAN 3 Banjarbaru

Pengenalan lingkungan sekolah atau yang biasa dikenal dengan Masa Orientasi Siswa ini dilaksanakan selama tiga hari, terhitung mulai 18-20 Juli 2022.

Kepala Sekolah (Kepsek) SMA Negeri 3 Banjarbaru, Rahmah, melalui Wakasek Kurikulum, Elvi Soufiawati mengatakan, seluruh peserta didik sangat berantusias dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah, terlebih sekolah sudah diperkenankan melaksanakan PTM seratus persen dengan melandainya kasus pandemi saat ini.

“Siswa malah merasa senang ketika kembali ke sekolah, karena kan sudah satu tahun ini mereka banyak belajar melalui daring,” ucapnya di sela kegiatan, Senin (18/7).

Untuk mencegah penumpukan dalam satu ruang kelas, Elvi mengungkapkan pihaknya membatasi maksimal 35 siswa dalam satu kelas.

“Kalau ruang kelasnya kecil, kita akan membatasi jumlah siswa hanya sebanyak 30 orang saja,” ucapnya.

Selain itu, untuk mendukung upaya pemerintah dalam membentuk kekebalan kelompok di sekolah, Elvi mengaku SMA Negeri 3 Banjarbaru terus memotivasi peserta didiknya untuk mendapatkan dosis vaksinasi, baik dosis pertama, kedua, maupun dosis ketiga atau booster.
Bahkan dilanjutkannya, pihaknya juga telah bekerjasama dengan Dinas Kesehatan dan Puskesmas Cempaka, Banjarbaru, untuk membantu pelaksanaan vaksinasi di sekolah ini.

“Kita siap menyediakan tempat untuk pelaksanaan vaksinasi bagi siswa,” lanjutnya.

Elvi membeberkan, pihaknya juga berencana menggelar berbagai macam kegiatan yang sempat tertunda akibat pandemi dalam tahun-tahun terakhir.

“Banyak sekali kegiatan yang biasa kita laksanakan, terutama pengembangan diri untuk siswa,” tutupnya.(SYA/RDM/RH)

Exit mobile version