DPRD Banjarmasin Sarankan Penyertaan Modal Perumda PALD Dibentuk Pansus

BANJARMASIN – Kalangan Legislatif menyarankan, pengajuan penyertaan modal dari Perumda Pengelolaan Air Limbah Domestik (PALD), hendaklah dibentuk Panitia Khusus.

Hal itu disampaikan, Ketua Komisi II DPRD Banjarmasin, Awan Subarkah, kepada wartawan, pada Senin (6/3).

Awan menjelaskan, adanya usulan Pemerintah Kota Banjarmasin, terkait pengajuan penyertaan modal untuk Perumda Pengelolaan Air Limbah Domestik (PALD) Banjarmasin, di tahun 2023 ini, disikapi positif. Secara umum Fraksi PKS DPRD Banjarmasin, memberikan pemandangan umum yaitu setuju, agar dibahas ke tahap berikutnya.

“Kalau disetujui nanti akan dibahas dalam bentuk pansus,” katanya

Disampaikan Awan, sebelum ditetapkan menjadi Peraturan Daerah, maka akan dilakukan rapat pembentukan panitia khusus, supaya diketahui jumlah nominal yang diberikan, kemudian pencairan, termasuk ada atau tidaknya penolakan penyertaan modal tersebut.

“Kami mendukung penuh pembenahan sanitasi, karena sangat penting sebagai upaya menjaga kebersihan lingkungan dan kesehatan warga,” jelasnya

Sementara itu, Direktur Perumda PALD Kota Banjarmasin Endang Waryono menyampaikan, saat ini kondisi perusahaan Pengelolaan Air Limbah Domestik memang memerlukan penyertaan modal, dalam bentuk menambah jaringan perpipaan, agar memperluas jangkauan pelanggan. Mengingat biaya operasionalnya lebih besar dari pendapatan yaitu sekitar Rp500 juta, sedang perolehan hanya sekitar Rp300 juta.

Direktur Perumda PALD Kota Banjarmasin Endang Waryono

“Kekurangan itu ditutupi adanya simpanan dana sekitar Rp3 miliar, dan hanya mampu diperkirakan bertahan hingga di tahun 2024 mendatang,” tutupnya.

Untuk diketahui, pelanggan rumah tangga Perumda PALD sekitar 5.000 atau baru 4 persennya, sedang untuk niaga sekitar 2 persen dari jumlah pelanggan PT Air Minum Bandarmasih Kota Banjarmasin yang mencapai hampir 170 ribu. (NHF/RDM/RH)

Penderita Batu Ginjal di Banjarmasin Meningkat

BANJARMASIN – Jelang Peringatan Hari Ginjal Sedunia Tahun 2023 yang akan diperingati pada 10 Maret nanti, masyarakat di Kalsel diminta untuk menjaga kesehatan ginjal mereka. Mengingat, saat ini tengah terjadi peningkatan penderita batu ginjal di Kota Banjarmasin.

Direktur RSUD Ulin Banjarmasin Izzak Zulkarnain Akbar mengatakan, masyarakat Kalimantan Selatan hendaknya dapat mengkonsumsi makanan yang sehat, minum banyak air putih, tidak mengkonsumsi obat sembarangan atau tanpa resep dokter serta lainnya.

“Ginjal yang dimiliki oleh manusia ada dua, sehingga apabila terjadi kerusakan pada salah satunya, maka akan menyebabkan hal yang serius,” ungkapnya, kepada sejumlah wartawan, Senin (6/3).

Mengingat, lanjut Izzak, penyakit ginjal termasuk serius, maka Kesehatannya perlu dijaga.

Sementara itu, Direktur RSUD Sultan Suriansyah Muhammad Syaukani mengatakan, saat ini di Kota Banjarmasin terjadi peningkatan Penderita Penyakit Batu Ginjal.

Direktur RSUD Sultan Suriansyah Muhammad Syaukani

“Penyakit ginjal tidak hanya terbatas pada gagal ginjal saja, batu ginjal juga termasuk dari penyakit ginjal,” ungkap Syaukani.

Penyebab dari baru ginjal sendiri terjadi, menurutnya, disebabkan adanya konsumsi makanan yang tidak sehat. Seperti, makanan atau minuman yang terlalu manis dan kurang mengkonsumsi air putih.

Bahkan, tambah Syaukani, usia penderita batu ginjal saat ini juga, mengalami pergeseran.

“Jika dulu hanya diderita usia tua, kini sudah diderita usia muda atau usia produktif,” ucap Syaukani. (SRI/RDM/RH)

Gubernur Kalsel Ingatkan Soal Potensi Bencana Hingga Inflasi Jelang Ramadhan

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalsel menggelar apel gabungan awal bulan maret tahun 2023, bertempat di Halaman Setdaprov Kalsel pada Senin (6/3). Apel gabungan dihadiri seluruh pejabat Eselon III, Eselon IV, Pejabat Fungsional Khusus, dan Staff PNS dari 24 dinas/badan/biro lingkup Setdaprov Kalsel.

Saat menjadi Pembina Apel, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor menyampaikan apel gabungan awal bulan ini merupakan sarana yang tepat untuk menyampaikan situasi dan dinamika daerah, yang perlu menjadi perhatian bersama, salah satunya terkait potensi hujan sedang, hingga lebat yang melanda beberapa waktu yang lalu hingga beberapa waktu ke depan.

“Kita perlu mempersiapkan diri dan meningkatkan kemampuan dalam menghadapi bencana,” ungkap Sahbirin Noor.

Sahbirin Noor melanjutkan, dirinya mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Provinsi Kalsel, agar dapat memiliki sifat peduli sosial, khususnya peduli terhadap masyarakat yang memerlukan bantuan akibat terdampak musibah bencana. Para ASN harus dapat tanggap, mampu merasakan dan memahami kebutuhan dan kepentingan rakyat yang sedang mendapat musibah.

Pada apel awal bulan Maret tersebut juga, Sahbirin Noor juga mengingatkan kepada semua pihak dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan 1444 Hijriyah sebagai bulan untuk sarana pengendalian diri dan meningkatkan kesadaran spiritual.

“Bahwa ibadah dibulan Ramadhan menjadi wahana pengendalian diri dan peningkatan spiritual, sehingga manfaatkanlah kesempatan ini untuk intropeksi diri dan mensyukuri nikmat yang telah diberikan oleh Tuhan, ” ucap Sahbirin Noor.

Dirinya juga mengimbau kepada SKPD terkait, agar dapat mengendalikan kenaikan harga bahan-bahan pokok menjelang bulan Ramadhan. Langkah – langkah pengendalian inflasi menjelang bulan Ramadhan harus terus diperhatikan, sepertistabilitas bahan – bahan pokok supaya tidak memberatkan rakyat dibulan Ramadhan. (MRF/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Hibahkan Tanah ke BKN RI

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalsel bersama Kantor Regional VIII Badan Kepegawaian Negera (BKN) RI, menggelar penandatanganan serah terima hibah tanah untuk pembangunan gedung Kantor Regional BKN. Penandatangan Berita Acara Serah Terima Hibah Tanah Milik Pemerintah Provinsi Kalsel kepada BKN RI dilakukan langsung oleh Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, bersama Plt. Kepala BKN RI Bima Haria Wibisana di Kantor Setdaprov Kalsel pada Senin (6/3), sebagai bentuk dukungan Pemerintah Daerah untuk kelancaran administrasi kepegawaian daerah.

Plt Kepala BKN RI Bima Haria Wibisana menyampaikan, pihaknya mengucapkan terima kasih dan apresiasinya kepada Gubernur Kalsel, atas hibah tanah sehingga BKN bisa memiliki kantor regional yang lebih baik.

“Sebelumnya kami sudah punya kantor regional, namun kurang memadai karena akhir-akhir ini banyak sekali permintaan assessment center dan untuk fasilitas seleksi CAT serta tempat parkir pun tidak memadai sehingga mengganggu lalu lintas sekitar,” ungkap Bima.

Sementara itu, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor menyampaikan, dengan adanya hibah tanah ini pihaknya berharap, tanah seluas 10.000 meter persegi di area perkantoran Setdaprov Kalsel ini dapat membawa manfaat, khususnya untuk BKN dan jajarannya. Sehingga dapat membantu kegiatan BKN dalam hal urusan administrasi Pemerintahan.

“Kami sangat mengapresiasi kinerja BKN Regional VII atas kerja sama yang sangat luar biasa dengan Pemerintah Daerah karena selalu memudahkan urusan persoalan kepegawaian Kalsel, ” ujar Sahbirin Noor.

Untuk diketahui, berita acara hibah tanah merupakan bagian dari pelaksanaan Naskah Hibah sekaligus sebagai tanda serah terima tanah dan merupakan satu kesatuan serta bagian yang tidak terpisahkan dari Naskah Hibah antara Pemerintah Provinsi Kalsel dengan BKN Nomor 9 Tahun 2023 dan Nomor 8/HM.04.01/2023. (MRF/RDM/RH)

Kalsel Ditetapkan Sebagai Tuan Rumah Pra PON Karate Tahun 2023

BANJARMASIN – Provinsi Kalimantan Selatan pada Tahun 2023 ini, telah ditunjuk sebagai Tuan Rumah Pra Pekan Olahraga Nasional (PON) Karate. Hal ini terungkap pada saat pelaksanaan Rapat Kerja Koordinasi Provinsi (Rakorprov) Federasi Olahraga Karate Indonesia (FORKI) Tahun 2023 yang digelar di Kota Banjarmasin, Sabtu (4/3). Dan, dibuka langsung oleh Gubernur Kalsel Sahbirin Noor.

Dalam sambutannya Gubernur menyampaikan, rapat kerja ini dilaksanakan, untuk meningkatkan kinerja FORKI Kalsel dalam meningkatkan prestasi atlet di Banua.

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor

“Serta kehadiran semua pihak pada Rakorprov ini, untuk meningkatkan sinergisitas, komitmen, serta dapat menyamakan persepsi, dalam melaksanakan program kerja FORKI Kalimantan Selatan,” jelasnya.

Sehingga, lanjut Sahbirin, apa yang menjadi program kerja FORKI dapat dilaksanakan dengan sebaik baiknya.

“Kami berharap apa yang menjadi program kerja FORKI dapat berjalan lancar dan sukses dalam pelaksanaan,” ucapnya.

Dengan ditetapkan Provinsi Kalsel sebagai Tuan Rumah Pra PON Karate tersebut, maka Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memberikan dukungan sepenuhnya.

“Kami berharap atlet karate Provinsi Kalimantan Selatan dapat memberikan prestasi terbaik, pada ajang Pra PON Karate Tahun 2023 di Provinsi Kalimantan Selatan mendatang,” ujar Gubernur.

Seperti diketahui, pada Tahun 2023 ini merupakan tahun yang sibuk bagi Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, karena ada beberapa agenda besar nasional yang dilaksanakan di Provinsi Kalimantan Selatan. Diantara juga ada Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional. (SRI/RDM/RH)

Bank Kalsel Salurkan CSR Perlengkapan Penanganan Kebencanaan

BANJAR – Sebagai wujud kepedulian terhadap bidang sosial kemasyarakatan, Bank Kalsel melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) memberikan bantuan perlengkapan penanganan kebencanaan. Bantuan diberikan guna mendukung pemberian layanan yang cepat dan terarah dalam penanganan bencana dan kegiatan bakti sosial kemasyarakatan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, melalui Dinas Sosial Provinsi Kalsel.

Dana senilai Rp100 juta dikucurkan untuk pengadaan perlengkapan kebencanaan yang terdiri atas Tenda Serbaguna, Tenda DOP, Tenda Kerucut, Meja Makan dan Kursi Lipat. Secara simbolis bantuan diserahkan Komisaris Bank Kalsel, Rizal Akbar Sarupi, yang didampingi Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan, Suriadi, kepada Plt. Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalsel, Muhammadun disela seremonial pembukaan Jambore Akbar Relawan Sosial Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial Bergerak, di Bumi Perkemahan Alam Roh, Kiram, Kabupaten Banjar akhir pekan lalu.

Menanggapi bantuan tersebut, Muhammadun, selaku Plt. Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalsel menyampaikan apresiasi, dan ucapan terima kasih atas bantuan yang diberikan Bank Kalsel melalui program CSRnya.

“Atas nama Dinas Sosial Provinsi Kalsel, kami berterimakasih atas bantuan yang telah diberikan Bank Kalsel melalui program CSR, berupa perlengkapan penanganan dan penanggulangan bencana serta bakti sosial kemasyarakatan. Kami akan gunakan bantuan tersebut sebaik-baiknya, khususnya untuk penanganan bencana dan bakti sosial sebagaimana diamanatkan Bank Kalsel,” tuturnya.

Di kesempatan yang sama, Rizal Akbar Sarupi selaku Komisaris Bank Kalsel menyampaikan komitmen Bank Kalsel untuk senantiasa mendukung program Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, terutama terkait dengan penanganan kebencanaan dan bakti sosial kemasyarakatan yang dilakukan Dinas Sosial.

“Melalui bantuan ini, kami berharap dapat mengoptimalkan pelayanan para relawan Dinas Sosial dalam aktivitasnya melakukan penanganan dan penanggulangan bencana di Kalimantan Selatan. Semoga para relawan kita selalu diberikan kesehatan dan perlindungan saat menjalankan tugasnya, serta menjadi amal jariyah bagi kita semua”, pungkasnya. (ADV-RIW/RDM/RH)

Gali Masukan Rancangan Tatib, Pansus IV DPRD Kalsel Bertandang ke Jatim

SURABAYA – Tata Tertib atau lebih akrab disebut Tatib adalah norma yang wajib dipatuhi setiap Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) selama menjalankan tugasnya guna memaksimalkan kinerja mereka.

Suasana Kunjungan Kerja Pansus IV DPRD Kalsel ke DPRD Jawa Timur

Hal ini yang mendasari Panitia Khusus (Pansus) IV DPRD Provinsi Kalimantan Selatan bertandang ke DPRD Provinsi Jawa Timur dalam rangka sharing terkait Perubahan Tatib di DPRD Kalsel Nomor 1 Tahun 2019 guna mengoptimalkan penyelesaian tugas Pansus, pada Jumat (3/3)

Diterima oleh Perancang Peraturan Perundang-undangan DPRD Jatim, Mahrus Hasyim, rombongan yang dipimpin oleh Ketua Pansus IV DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi ini mengawali paparannya dengan menyampaikan tujuan kunjungan ini.

“Rombongan Pansus berkunjung ke DPRD Provinsi Jawa Timur untuk memperkaya ilmu dan refrensi terkait substansi rancanga peraturan DPRD Kalsel tentang perubahan atas peraturan DPRD Tentang Tata Tertib yang sedang kami bahas,” ungkapnya.

Menuju topik, menurut Politisi Golkar itu bahwa ada beberapa faktor yang membuat tatib DPRD Kalsel ini direvisi. Salah satunya yaitu Perubahan Tatib ini merupakan konsekuensi dan perkembangan dinamika hukum dan kondisi faktual di Kalsel.

“Materi yang menjadi sorotan kami yaitu ketentuan sosialisasi propemperda, raperda, perda sosialisasi pancasila dan wawasan kebangsaan”, jelasnya.

Sementara, Perancang Peraturan Perundang-undangan di DPRD Jatim, Mahrus Hasyim menanggapi bahwa sejak dibentuknya Tatib di DPRD Jawa Timur tahun 2019 lalu, sampai saat ini belum mengalami perubahan.

Sedangkan terkait Sosialisasi Propemperda, Raperda, Perda Sosialisasi Pancasila Dan Wawasan Kebangsaan, di Jatim ada pengaturan, hanya saja tidak melalui Tatib tetapi tetap dimasukan di Perda Hak Keuangan Pimpinan dan Anggota DPRD.

“Tentang kunjungan dapil, ditempat kami kunjungan dapil tidak mengumpulkan orang karena tindak lanjut Perda Hak Keuangan itu dari dinas terkait menyampaikan mengumpulkan masa cukup di satu kegiatan sosialisasi saja. Jadi yang awalnya Sosialisasi Kebangsaan, menjadi Sosialisasi Loka Karya seminar, tidak menyebut wawasan Kebangsaan,” terangnya. (DPRDKALSEL-NRH/RDM/RH)

Pecahkan Rekor MURI, Jambore Akbar PSKS Bergerak Jadi Peserta Terbanyak se Indonesia

BANJAR – Jambore Akbar Relawan Sosial Potensi Sumber dan Kesejahteraan Sosial (PSKS) Bergerak, di Kalimantan Selatan (Kalsel), berhasil tercatat dalam Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dengan peserta jambore relawan sosial terbanyak di Indonesia.

Penekanan sirine tanda dimulainya Jambore Akbar PSKS Bergerak di Alam Roh 20 Kiram

Penghargaan rekor MURI diserahkan Direktur Operasional Jusuf Ngadri kepada Gubernur Kalsel Sahbirin Noor pada Pembukaan jambore akbar di Alam Roh 20 Kiram, Kabupaten Banjar, Jumat (3/3).

Sahbirin mengatakan, jambore akbar ini menjadi sejarah indah bagi relawan sosial di Kalsel dan Indonesia, karena tercatat dalam rekor MURI sebagai jambore akbar dengan peserta relawan sosial terbanyak di Indonesia.

“Catatan indah ini kiranya juga bergelora dalam jiwa para relawan sosial, yang kemudian menghadirkan aksi-aksi nyata dalam penanganan masalah sosial diberbagai dimensi kehidupan,” ujar Gubernur.

Penghargaan tersebut, menurut Gubernur akrab disapa Paman Birin ini, juga merupakan momentum untuk menggerakkan relawan sosial di daerah agar lebih maksimal lagi dalam melakukan kerja penanganan sosial yang profesional.

“Sehingga penanganan permasalahan sosial di Kalsel bisa kita lakukan lebih cepat dan lebih efektif,” ungkapnya.

Permasalahan sosial di Kalsel, diakuinya, masih banyak ditemukan. Mulai kemiskinan, pengangguran, anak dan lansia terlantar, hingga penyalahgunaan narkoba. Penyebabnya beragam. Bisa disebabkan faktor alam maupun non alam.

“Saya sungguh meyakini dan sangat optimis keberadaan relawan sosial akan menjadi pasukan terdepan dan terbesar dalam mengatasi permasalahan sosial itu,” tuturnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinsos Kalsel Muhammadun mengatakan, jambore sempat tertunda karena pandemi COVID-19 di tahun 2019.

“Jambore ini terlaksana karena keinginan Gubernur kita yang ingin bertemu langsung dengan para relawan. Acara ini sempat tertunda karena pandemi covid di tahun 2019,” ungkapnya.

Berbagai macam kegiatan akan dilaksanakan dalam Jambore Akbar ini, diantaranya penanaman 1.500 bibit pohon, aksi donor darah sukarela hingga lomba permainan tradisional.

“Peserta jambore juga akan mengikuti berbagai lomba olahraga tradisional, seperti balogo, engrang dan bakiak, donor darah serta melakukan penanaman pohon,” bebernya.

Pada momen tersebut Paman Birin juga dikukuhkan sebagai Pembina Utama Relawan Sosial PSKS Kalsel.

Jambore diikuti oleh 3.000 perserta meliputi taruna siaga bencana (Tagana), relawan KSB, pelopor perdamaian, pekerja sosial masyarakat (PSM), penyuluh sosial. Kemudian, sumber daya manusia (SDM) program keluarga harapan (PKH), pendamping sosial fakir miskin, karang taruna, pendamping rehabilitasi sosial, tenaga kesejahteraan sosial kecamatan (TKSK) dan LKS.

Turut hadir Ketua TP PKK Kalsel Raudatul Jannah, Ketua DPRD Kalsel Supian HK, PBB Perwakilan Indonesia Diandra Pratami serta tamu undangan lainya. (SYA/RDM/RH)

UPZ Bank Kalsel Berikan Bantuan Kepada Korban Banjir di Kabupaten Banjar

BANJAR – Sebagai bentuk kepedulian sosial dan kemanusiaan, Bank Kalsel melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) berikan bantuan kepada korban yang terdampak banjir di Kabupaten Banjar, sebesar Rp25 juta. Bantuan tersebut secara simbolis diserahkan langsung Plt. Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin kepada Bupati Banjar, Saidi Mansyur, di Mahligai Sultan Adam Martapura di Kabupaten Banjar (3/3). Turut mendampingi Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan, Suriadi dan Kepala Cabang Martapura, A. Fauzi Noor.

Bupati Banjar (baju putih) menyerahkan bantuan UPZ Bank Kalsel kepada Forum Jurnalis Banjar

Bupati Banjar, Saidi Mansyur menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas dukungan dan kepedulian Bank Kalsel terhadap musibah banjir yang terjadi di Kabupaten Banjar.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bank Kalsel telah memberikan bantuan melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) sebesar 25 juta rupiah, yang akan kami salurkan dan didistribusikan bantuan ini melalui Forum Jurnalis Banjar (FJB) yang nantinya akan diserahkan langsung kepada warga yang terdampak banjir,” terang Saidi.

Pada kesempatan yang sama, Plt Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin menyampaikan rasa prihatinnya, atas musibah banjir yang dialami masyarakat Kabupaten Banjar.

“Bantuan yang kami berikan merupakan wujud kepedulian Bank Kalsel terhadap masyarakat yang terdampak banjir. Dengan bantuan ini, kami harap dapat meringankan beban masyarakat Kabupaten Banjar, dan semoga musibah ini segera berakhir, sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali pulih seperti sedia kala,” pungkas Fachrudin. (ADV-RIW/RDM/RH)

Sinergi Perpusnas-Dispersip-BI Kalsel, Bangun Budaya Literasi

BANJARMASIN – Upaya membangun budaya literasi memerlukan sinergi. Pesan itu mengemuka dari puncak Rakor Pengembangan Perpustakaan se-Kalimantan Selatan yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan pada Kamis (2/3) di Banjarmasin.

Deputi Bank Indonesia (tiga dari kanan) menyerahkan buku kepada Kepala Perpusnas (dua dari kanan)

Kepala Perpustakan Nasional (Perpusnas) Muhammad Syarif Bando, yang hadir sebagai tamu kehormatan, dalam paparannya mengatakan, upaya peningkatan ilmu pengetahuan dan literasi lewat perpustakaan harus terus dilakukan di seluruh daerah di Indonesia, termasuk Kalsel.

Oleh karena itu, pihaknya menyambut baik sinergi yang telah terjalin baik antara Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kalsel dengan BI Kalsel. Menurutnya, sinergi antarlembaga akan mengakselerasi literasi di daerah.

“Semakin banyak lembaga yang peduli akan literasi, semakin baik. Dengan bersinergi, akan banyak program yang bisa digali, tidak hanya di dalam gedung perpustakaan, tetapi juga di luar gedung perpustakaan seperti Mobil Pustaka atau Pustaka Keliling,” ujar Syarif.

Senada, Kepala Dispersip Kalsel Nurliani Dardie mengapresiasi upaya BI Kalsel yang telah membuka kembali perpustakaan untuk umum. Terlebih, perpustakaan BI Kalsel punya ruang baca anak sehingga semangat literasi bisa ditanam sejak usia dini.

“Beberapa waktu lalu saya diundang Deputi Gubernur Senior BI, Ibu Destry Damayanti, mengunjungi seremoni pembukaan kembali perpustakaan milik BI Kalsel untuk umum. Di sana BI punya ruang baca anak yang baik untuk pengembangan literasi sejak dini,” kata Nurliani.

Dalam waktu dekat, tepatnya 13 Maret 2023 mendatang, Dispersip Kalsel dan Perpustakaan BI Kalsel akan berkolaborasi gelar kegiatan mendongeng untuk anak guna memperingati Hari Dongeng Sedunia, menghadirkan Juru Kisah Nasional, Kempho Antaka.

“Kami sangat berterima kasih kepada BI yang telah mendukung penuh kegiatan perpustakaan dan dunia literasi di Kalsel. Termasuk pada kegiatan mendongeng dalam waktu dekat,” sebut Nurliani.

Pada kesempatan terpisah, Deputi Kepala Perwakilan BI Kalsel Bimo Epyanto mengatakan, BI senantiasa menaruh perhatian besar pada program pengembangan ekonomi, termasuk di dalamnya pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan literasi bagi anak usia dini dan generasi muda.

“Itulah mengapa kami bersinergi dengan Dispersip Kalsel, supaya literasi daerah bisa terakselerasi,” ujar Bimo.

Sebagai bentuk sinergi, BI Kalsel menyerahkan buku Sejarah dan Heritage berjudul BI dalam Lintasan Sejarah Kalimantan Selatan” kepada Kepala Perpusnas, dan Buku Khazanah Uang Rupiah kepada Kepala Dispersip Kalsel.

Kedua buku itu diserahkan Bimo Epyanto, didampingi Kepala Unit Humas BI Kalsel, Adhi Nugroho, Pengelola Perpustakaan BI Kalsel Dewi Rahmawati, serta pustakawan BI Kalsel Cholili Hadina.

Bak gayung bersambut, Kepala Perpusnas juga menghadiahi BI Kalsel buku berjudul Impact Stories of Library Transformation Based On Social Inclusion terbitan Perpusnas.

Pada sesi diskusi bebas, Dewi dan Cholili juga bertukar pikiran dengan Kepala Perpusnas tentang upaya mendorong literasi sejak dini. Perpusnas menyatakan dukungan dan siap berkolaborasi erat di masa mendatang.

Menurut Dewi dan Cholili, upaya meningkatkan literasi perlu dilakukan dengan format yang kreatif, kekinian, dan memiliki sentuhan digital supaya minat baca usia muda bisa ditingkatkan.

“Oleh karena itu, BI Kalsel punya berbagai program literasi kekinian, mulai dari siniar (podcast), bedah buku daring, perpustakaan terapung, perpustakaan keliling, hingga perpustakaan daring”, tutup mereka.

Rakor yang dilaksanakan selama dua hari di Banjarmasin ini, turut dihadiri Dinas Perpustakaan Kabupaten dan Kota di Kalsel, Bunda Literasi, Duta Baca, hingga pegiat literasi. Pada rakor ini, dilakukan pula penyerahan dua unit Mobil Pustaka dari Perpusnas kepada Dispersip Kalsel. (BI.KALSEL-RIW/RDM/RH)

Exit mobile version