Jadi Ibukota Kalsel, Banjarbaru Dilirik Investor Perhotelan

BANJARBARU – Status Kota Banjarbaru yang sudah ditetapkan menjadi Ibu Kota Provinsi Kalimantan Selatan semakin menarik minat investor menanamkan modalnya di bidang perhotelan hingga apartemen maupun sektor lainnya.

Wali Kota Banjarbaru Muhammad Aditya Mufti Ariffin di Banjarbaru, di sela perubahan nama Hotel Grand Dafam menjadi Hotel Grand Qin di pusat perbelanjaan Q Mal Banjarbaru, Kamis (5/10) mengatakan, pihaknya sudah menerima beberapa investor yang berminat membangun perhotelan dan apartemen di Kota berjuluk Idaman ini.

“Ada beberapa investor yang siap membangun hotel dan apartemen,” ujarnya

Menurut Aditya, pihaknya membuka pintu kepada semua investor untuk menanamkan modalnya sepanjang memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku sehingga operasional ke depan tidak muncul masalah.

Aditya juga menekankan, langkah yang dilakukan untuk menyambut investor adalah dengan memberikan kemudahan perizinan yang diberikan, sehingga bisa cepat dan tidak dibebani persyaratan yang susah dilengkapi.

“Kami siap memberikan kemudahan perizinan, sepanjang memenuhi syarat dan tidak melanggar aturan maka perizinan diberikan, termasuk keringanan biaya jika memang ada aturan dan ketentuannya,” ucap wali kota.

Dikatakannya, status Ibu Kota Provinsi membuat Banjarbaru makin dilirik investor, terbukti dari investasi tahun lalu yang ditargetkan sebesar Rp150 miliar dan terealisasi hingga Rp750 miliar atau 500 persen.

“Artinya, investor sudah mulai menjadikan Banjarbaru sebagai wilayah yang tepat berinvestasi dan harus disikapi dengan pelayanan terbaik sehingga diharapkan makin banyak yang berinvestasi,” harapnya.

Sementara itu, pemilik Grand Qin Hotel Banjarbaru Norhin mengatakan, pihaknya memutuskan memiliki brand sendiri setelah 11 tahun menggunakan brand Dafam, sehingga bisa lebih mengembangkan bisnis hotelnya.

“Kami mengambil keputusan untuk memiliki brand sendiri dibawah manajemen PT Q Grup sehingga bisa lebih mengembangkan bisnis,” ujarnya.

Dikatakannya, nama baru ini melambangkan keyakinan, dan diharapkan semakin berkembang pesat sehingga bisa ikut ambil bagian membangun Kota Banjarbaru dan Kalsel umumnya. (RDM/RH)

Meriahkan Kalsel Healthcare and Medical Expo 2023, DP2KBPMP2A Banjarbaru Gelar Layanan KB Gratis

BANJARBARU – Memeriahkan gelaran Kalsel Healthcare and Medical Expo 2023, atau pameran kesehatan pertama di Kalimantan Selatan tahun 2023, Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Perlindungan Anak – DP2KBPMP2A kota Banjarbaru, menggelar layanan KB gratis satu hari, pada Kamis (5/10) di halaman pusat perbelanjaan terbesar di kota Banjarbaru. Tercatat 20 akseptor, mendaftar untuk mendapatkan layanan gratis, bekerjasama dengan Kanwil BKKBN Provinsi Kalsel, dan Kodim 1006/Banjar tersebut.

Pendaftaran peserta layanan KB gratis

Ditemui Abdi Persada FM pada Kamis (5/10) siang, Kabid Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera – KBKS DP2KBPMP2A kota Banjarbaru, Erny Sukmawati mengatakan, kegiatan ini juga merupakan lanjutan dari pekan pelayanan KB memperingati Hari Kontrasepsi sedunia.

“Kegiatannya baru berakhir kemarin, 4 Oktober, dan kita lanjutkan dengan layanan ini,” jelasnya.

Bus layanan KB gratis

Tidak sendiri, DP2KBPMP2A kota Banjarbaru menggandeng Kanwil BKKBN Provinsi Kalsel dan Kodim 1006/Banjar untuk melaksanakan layanan KB gratis tersebut.

“Kami dukung dari segi pendanaan, dan juga pelayanannya,” ujar Lasma Uli Lumbantoruan, selaku Sekretaris Kanwil BKKBN Provinsi Kalsel, kepada Abdi Persada FM di tempat yang sama.

Layanan KB gratis selama satu hari yang diberikan DP2KBPMP2A kota Banjarbaru ini, meliputi pemasangan implan, kondom dan juga layanan lainnya. Pelayanan berlangsung sejak pukul 13.00 WITA hingga menjelang sore.

Para akseptor yang datang, merupakan akseptor aktif dan juga dari sejumlah karyawan tenant di pusat perbelanjaan terbesar di kota Banjarbaru tersebut. (RIW/RDM/RH)

Waket DPRD Banjarbaru Tinjau Pengerjaan Box Culvert, Penghubung Jalan Antar Kawasan di Sungai Ulin

BANJARBARU – Wakil Ketua DPRD Kota Banjarbaru, Napsiani Samandi meninjau pengerjaan box culvert yang menjadi penghubung antar kawasan di Jalan Budi Waluyo Kelurahan Sungai Ulin.

Wakil Ketua DPRD Banjarbaru, Napsiani Samandi

Menurutnya, pengerjaan sudah rampung dan dapat segera dilintasi.

“Kami sudah meninjau langsung ke lokasi. Alhamdulillah, pengerjaan box culvert sudah selesai dan mulai besok sudah bisa dilintasi kendaraan roda dua maupun roda empat,” ujar Napsiani, Senin (2/10) disela peninjauan.

Disampaikan Napsiani, informasi terkait kerusakan gorong-gorong di jalan penghubung antar kawasan ini, diterimanya dari masyarakat dan langsung ditindaklanjuti dengan menghubungi Kadis PUPR Banjarbaru yang merespon cepat.

“Kami mengapresiasi gerak cepat Dinas PUPR yang telah memperbaiki kerusakan fasilitas jalan sehingga bisa dilintasi dan memperlancar akses masyarakat menuju suatu kawasan,” ungkapnya.

Ditekankan, pengerjaan box culvert yang rusak sudah semestinya cepat dikerjakan sebelum musim hujan, sehingga tidak terhambat air yang memenuhi gorong-gorong dan akses lalu lintas dapat berjalan lancar.

Sementara itu, Ketua RT 06 RW 02 Kelurahan Sungai Ulin Rahmat mengatakan, pihaknya senang atas kunjungan Wakil Ketua DPRD Banjarbaru yang meninjau langsung pengerjaan box culvert sehingga memperlancar akses jalan antar kawasan tersebut.

Ketua RT 06 RW 02 Kelurahan Sungai Ulin Rahmat Pandewanto

“Kami berterima kasih bapak Napsiani selaku wakil rakyat di DPRD Banjarbaru meninjau langsung pengerjaan box culvert yang sudah selesai dan tentu memperlancar akses antar kawasan,” ujar Rahmat didampingi sejumlah warga.

Disampaikan Rahmat, gorong-gorong selebar 4 meter itu menjadi penghubung jalan antar kawasan menuju Batas Kota, Jalan Sungai Ulin dan akses menuju Kota Martapura yang dilintasi baik roda dua maupun roda empat.

“Pengerjaannya sudah selesai dan jika cor semen mengeras maksimal, maka mulai besok box culvert sudah bisa dilintasi dan akses penghubung antar kawasan di Jalan Budi Waluyo I ini bisa dilewati,” ucapnya. (RDM/RH)

Pemko Banjarbaru Gelar Pekan Pelayanan KB Peringati Hari Kontrasepsi Sedunia

BANJARBARU – Pemerintah Kota Banjarbaru melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPMPPA) Kota Banjarbaru menggelar pekan pelayanan KB dalam rangka hari kontrasepsi sedunia. Pekan pelayan KB tersebut diselenggarakan di Klinik Kasih Ibu Landasan Ulin Kota Banjarbaru, pada Selasa (26/9).

Kepala DPPKBPMPPA Kota Banjarbaru Sri Lailana menyampaikan, pekan pelayanan KB diharapkan, dapat memberikan pengetahuan kepada masyarakat, betapa pentingnya peran perencanaan sehat melalui KB, salah satunya yakni mempercepat penurunan stunting.

“Kami berharap banyak bahwa apa yang tergali selama ini bagian dari mitra kerja Pemerintah Kota Banjarbaru,” ungkap Sri.

Penggunaan KB, menurutnya mampu mencegah terjadinya stunting. Karena ibu mempunyai banyak waktu, energi, dan sumber daya untuk menyusui bayi yang dilahirkan dan fokus terhadap pengasuhan anak pada periode 1000 HPK. Tantangan dalam percepatan penurunan stunting adalah komitmen dan dukungan berkelanjutan dari pimpinan, pengetahuan dan pendidikan gizi, koordinasi dan integrasi intervensi gizi, kapasitas dan kualitas pelaksana program kegiatan sosialisasi stunting.

“Kami menargetkan pelaksanaan pelayanan KB di Kota Banjarbaru mencapai angka 5031. Oleh karena itu, kami meminta dukungan seluruh orang tua, baik ibu-ibu maupun para ayah, agar mendukung Program perencanaan sehat melalui KB, ” tutupnya.

Sementara itu, Ketua Pokja KBKR, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kalimantan Selatan Mahendra Prakosa menyampaikan, salah satu tujuan pekan pelayanan KB, yakni untuk meningkatkan MCPR, atau Prevelensi kontrasepsi modern, yang masih berada diangka 54,9 persen, secara nasional.

Ketua Pokja KBKR, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kalimantan Selatan dr Mahendra Prakosa

“Alhamdulillah untuk angka MCPR di Kalsel itu 74,3 persen, dan untuk Kota Banjarbaru per Agustus 2023 sudah mencapai 65,4 persen, ” ucap dr Mahendra.
dr Mahendra menambahkan, angka MCPR Kalimantan Selatan menjadi yang tertinggi dibanding seluruh Daerah di Indonesia, dan hal ini menjadi suatu hal yang patut dibanggakan, mengingat tujuan pekan pelayanan KB salah satunya untuk meningkatkan angka MCPR.

“Tapi tentunya kila lihat dalam tujuan pekan pelayanan KB yakni selain meningkatkan MCPR, yakni pelayanan KB terhadap orang yang membutuhkan pelayanan KB,” tutupnya. (MRF/RDM/RH)

Meriahkan HUT TNI ke 78, Lanud Syamsudin Noor Gelar Bazar Murah Bantu Masyarakat

BANJARBARU – Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Syamsudin Noor menggelar bazar murah dalam rangkaian peringatan HUT TNI ke 78. Kali ini dimeriahkan sebanyak 30 stand termasuk FKPPI Kalsel yang menjual berbagai kebutuhan bahan pokok (bapok).

Suasana bazar murah yang dilaksanakan di lanud TNI AU Syamsudin Noor, Banjarbaru, Selasa (26/9) pagi

Komandan Lanud Syamsudin Noor, Kolonel Pnb Vincentius Endy, mengungkapkan, sebagai bentuk pedulian TNI terhadap masyarakat, hal ini cukup beralasan melihat harga sejumlah kebutuhan bahan yang serba naik.

“Ini dalam rangkaian kegiatan dalam memeriahkan HUT TNI ke 78 yang tentunya bisa dirasakan masyarakat yang setidaknya dapat membantu perekonomian mereka saat sekarang ini,” ujarnya, kepada Abdi Persada FM, usai meninjau bazar murah di halaman kantor Lanud Syamsudin Noor, Banjarbaru, Selasa (26/9).

Kegiatan ini, harap dia, dapat membantu meringankan perekonomian masyarakat ditengah gempuran inflasi. Sejatinya, untuk memenuhi kebutuhan mereka.

“Peran FKPPI Kalsel juga sangat membantu di sini didukung dengan stand yang terlibat langsung,” ungkapnya.

Dari kemeriahan itu, ia menerangkan, sebanyak 30 stand turut berpartisipasi. Tak hanya, kebutuhan pokok saja. Keperluan lainnya seperti penukaran gas elpiji juga tersedia.

“Saya harapkan TNI bisa terus bersama dengan masyarakat. Bahkan, kegiatan TNI harus bisa dirasakan oleh rakyat sepenuhnya,” harapnya.

Sementara itu, Sekretaris HIPWI KB FKPPI Kalsel, Nawang Wijayati, menuturkan, dalam memeriahkan HUT TNI ke 78 di Lanud Syamsudin Noor, setidaknya FKPPI sudah tiga kali ikut berpartisipasi.

“Kami sangat berterima kasih kepada Lanud Syamsudin Noor yang sudah mengikutsertakan FKPPI Kalsel dalam kegiatan tersebut. Kita juga sudah terlibat 3 kali dalam kegiatan ini. Perlu diketahui, salah satu sayap dari FKPPI yakni HIPWI harus kita optimalkan,” jelasnya.

Dalam partisipasinya, FKPPI juga turut menjual paket sembako selama kegiatan bazar murah ini berlangsung, terdiri dari gula pasir dan minyak goreng. Alhasil, 780 paket yang disediakan ludes terjual dalam hitungan jam.

“Semoga ini bisa bermanfaat. Saya juga berharap, kami dari dari putra/putri TNI Polri memiliki manfaat dan semangat untuk terus berkontribusi kepada masyarakat secara luas khususnya di Kalsel,” pungkasnya.

Selain FKPPI Kalsel yang didampingi Bendahara PD XVI KB, Novita Tyasti, turut berpartisipasi PIA ARDHYA GARINI Cabang 11 Daerah II Lanud Syamsudin Noor. Serta dihadiri Kepala Dinas Perdagangan Banjarbaru, Muriani, dan PT Pertamina Cabang Banjarmasin. (RHS/RDM/RH)

Wali Kota Banjarbaru Minta Tetapkan Sumber Permasalahan Stunting Sebelum Lakukan Pencegahan

BANJARBARU – Banyak kondisi yang menyebabkan anak terlahir stunting. Sebabnya, kerjasama stakeholder dan SKPD terkait sangat diperlukan dalam mencegah anak terlahir stunting.

Suasana Desiminasi Audit Kasus Stunting Kota Banjarbaru, di Aula Gawi Sabarataan Pemko Banjarbaru, Kamis (14/9).

Hal itu disampaikan Wali Kota Banjarbaru Muhammad Aditya Mufti Ariffin, saat membuka kegiatan Diseminasi Audit Kasus Stunting (AKS), di Aula Gawi Sabarataan Pemko Banjarbaru, Kamis (14/9).

Suasana Desiminasi Audit Kasus Stunting Kota Banjarbaru, di Aula Gawi Sabarataan Pemko Banjarbaru, Kamis (14/9).

Menurut Aditya, sebelum memulai aksi pencegahan, semua permasalahan mengenai stunting harus sudah terpetakan, baik terkait lokus, subjek maupun objek. Termasuk penyebab anak terlahir stunting.

Disitulah, lanjut Aditya, perlunya kerjasama seluruh stakeholder didukung SKPD terkait untuk mengobati sumber permasalahannya.

“Misal masalahnya di sanitasi, maka tindaklanjut akan dilakukan oleh Dinas PUPR. Di lokasi lain misal karena kurang gizi, maka yang bertanggung jawab bisa dari Dinas Kesehatan melalui Puskesmas, nanti terlibat pula Dinas Pertanian dan Perikanan serta Dinas Peternakan. Tergantung permasalahannya,” tutur Aditya.

Melalui AKS, Aditya berharap, seluruh permasalahan termasuk program-program penurunan stunting bisa dipetakan dengan baik. Sehingga seluruh elemen masyarakat dapat mengambil peran mereka masing-masing.

“Supaya angka stunting ini dapat ditekan bersama-sama. Jadi target nasional prevelensi stunting 14 persen tahun 2024 bisa terwujud di Banjarbaru,” imbuhnya.

Plh Kepala DPPKBPMPPA Kota Banjarbaru Rina Khairina menjelaskan, sejak dibentuk pada Juni lalu, tim AKS Kota Banjarbaru mulai menjalankan identifikasi risiko dan penyebab risiko kepada kelompok berbasis surveilans rutin atau sumber data lainnya.

Hasil identifikasi, lanjut Rina, akan dikoordinasikan langsung kepada Wali Kota atau Wakil Wali Kota, guna mewujudkan sinergitas dari setiap kegiatan.

“Termasuk identifikasi dalam mengatasi masalah mendasar pada kelompok sasaran audit beresiko stunting, yaitu calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui/nifas dan baduta/balita,” pungkasnya.(ADV/SYA/RDM/RH)

Triwulan Kedua, PKB di Banjarbaru Sudah Capai 70 M

BANJARBARU – Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) di Banjarbaru bergulir positif. Sejak adanya kebijakan relaksasi, capaiannya pun berhasil mengumpulkan Rp70 miliar atau 65 persen dari pendapatan. Namun, angka ini merupakan hasil akumulasi keseluruhan penerimaan Januari – Agustus 2023.

Kepala UPPD Samsat Banjarbaru, Pengayom Bayu Ajie melalui Kasi Pelayanan PKB dan BBN-KB, Andri Iskandar Zulkarnain, mengungkapkan, tercatat dari Juni ke Juli 2023 rata-rata pendapatan yang terkumpul selama satu bulannya sekitar Rp8 miliar.

Kasi Pelayanan PKB dan BBN-KB UPPD Samsat Banjarbaru, Andri Iskandar Zulkarnain, saat menyampaikan capaian penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) hingga Agustus 2023

“Namun, setelah kebijakan relaksasi dijalankan ini cenderung mengalami kenaikan penerimaan,” ungkapnya, Selasa (12/9).

Sementara rentang waktu Juli ke Agustus, kata dia, kembali naik diangka Rp10,2 miliar.

“Artinya, ada peningkatan sebesar Rp2,2 miliar,” bebernya.

Berkat pemberian insentif itu, kata dia, sangat berdampak positif terhadap peningkatan penerimaan. Apalagi, pihaknya tinggal mengejar 35 persen lagi untuk menuntaskan target pendapatan khususnya dari komponen pajak kendaraan bermotor (PKB).

“Kita optimis realisasinya bakal tercapai dalam rentang 4 bulan dari September ini,” pungkasnya. (RHS/RDM/RH)

Gelar Baksos, Polres Banjarbaru Bagikan Buku dan Al Qur’an Untuk Masyarakat

BANJARBARU – Polres Banjarbaru melaksanakan program bakti sosial dengan tema “Polri Peduli Budaya Literasi Distribusi Buku Sampai Dengan Pelosok Nusantara”, pada Rabu (6/9). Acara ini merupakan salah satu upaya dalam mendistribusikan buku-buku berkualitas kepada masyarakat, khususnya di Kota Banjarbaru. Selain mendistribusikan buku-buku, Polres Banjarbaru juga memberikan sebanyak 180 Al Qur’an kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya mereka dalam mendukung budaya literasi dan nilai-nilai keagamaan.

Kegiatan bakti sosial ini merupakan salah satu langkah nyata Polres Banjarbaru dalam mendukung peningkatan literasi, sambil juga mempromosikan nilai-nilai keagamaan yang kental kaitannya di Indonesia. Pelaksanaannya sendiri dilakukan serentak hingga Polsek jajaran, namun terkhusus Polres Banjarbaru pada hari ini melaksanakan di dua lokasi terpisah yakni di Masjid Istikomah (SMP Muhammadiyah) Jalan A. Yani Km 34 dan juga Masjid Miftahul Khairiyah Jalan Sidodadi Loktabat.

Wakapolres Banjarbaru Kompol Winda Adhiningrum, yang memimpin langsung jalannya kegiatan, menyampaikan, Polres Banjarbaru sangat peduli akan peningkatan literasi di kalangan masyarakat. Namun, juga tak lupa akan pentingnya nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karenanya, Polres Banjarbaru beserta Polsek jajaran pada hari ini dengan bangga mengadakan program “Polri Peduli Budaya Literasi” yang juga mencakup distribusi Al Qu’ran bagi masyarakat.

“Semoga dengan program tersebut bisa semakin meningkatkan minat baca para warga masyarakat khususnya terkait pembagian Al Qur’an yang kami laksanakan pada hari ini, kita berharap semoga menjadi berkah bagi semuanya serta membawa kedamaian dan ketentraman di Kota Banjarbaru, serta juga menumbuhkan generasi-generasi muda yang cinta Al Qur’an,” pungkasnya.

Adapun penerima dalam kegiatan bakti sosial yang dilaksanakan oleh Polres Banjarbaru yaitu Bapak Said Rahma perwakilan Guru SMP Muhammadiyah serta Ustad Muhammad Abdul selaku pengurus Masjid Miftahul Khairiyah. Masing-masing dari mereka menerima sebanyak 15 Al Qur’an dalam kegiatan tersebut.

Dalam program ini Polres Banjarbaru beserta Polsek jajaran berkolaborasi dengan para penerbit lokal, yayasan literasi, dan komunitas keagamaan. Buku-buku yang didistribusikan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat yang mencakup buku-buku pendidikan dan keagamaan. Selain itu, 180 Al Qur’an juga turut dibagikan kepada masyarakat yang hadir sebagai simbol kepedulian terhadap nilai-nilai keagamaan.

Bakti sosial ini pun mendapatkan sambutan yang luar biasa dari berbagai elemen masyarakat, mereka sangat mendukung dengan inovasi yang dicanangkan melalui program itu. Mereka pun berharap melalui kegiatan-kegiatan seperti ini bisa meningkatkan kesadaran masyarakat sehingga dapat memahami lebih dalam mengenai agama serta budaya literasi.

Harapannya, program “Polri Peduli Budaya Literasi Distribusi Buku Sampai Dengan Pelosok Nusantara” yang diadakan oleh Polres Banjarbaru akan memberikan dampak positif dalam meningkatkan tingkat literasi dan juga kesadaran akan nilai-nilai keagamaan di kalangan masyarakat setempat. (RILIS-RDM/RH)

Pengendara Melawan Arus Jadi Salah Satu Sasaran Operasi Zebra Intan 2023 Polres Banjarbaru

BANJARBARU – Polres Banjabaru secara resmi menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Kewilayahan “Zebra Intan-2023” di Lapangan Hijau Mako Polres Banjarbaru, Senin (4/9) pagi. Operasi Zebra tersebut merupakan salah satu Operasi rutin yang dilakukan oleh Polri untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap aturan berlalu lintas guna mengurangi angka kecelakaan serta pelanggaran di jalan.

Kegiatan ini dihadiri oleh para PJU Polres Banjarbaru, perwakilan Kasat Pol PP Kota Banjarbaru, perwakilan Kadishub Kota Banjarbaru serta tamu undangan lainnya. Apel gelar pasukan ini adalah langkah awal dalam rangkaian Operasi yang akan berlangsung selama 14 hari, yakni mulai dari tanggal 4 – 17 September 2023.

Kapolres Banjarbaru AKBP Dody Harza Kusumah, dalam sambutannya pada gelar pasukan itu menggarisbawahi pentingnya Operasi Zebra dalam menjaga keselamatan dan ketertiban lalu lintas.

“Keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas di jalan raya, merupakan suatu hal yang harus kita jaga dan kelola dengan baik. Hampir sebagian besar aktivitas masyarakat menggunakan prasarana jalan sebagai bagian penting dalam kesehariannya, selain itu moda transportasi jalan juga merupakan kunci dalam tumbuhnya roda perekonomian suatu bangsa,” ujarnya.

Ia melanjutkan, dengan semakin meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap prasarana jalan, berbanding lurus dengan kompleksitas permasalahan tentang jalan, seperti semakin banyaknya titik-titik kemacetan lalu lintas, tingginya angka pelanggaran dan kecelakaan. Dimana hal ini disebabkan oleh kelalaian masyarakat pengguna jalan itu sendiri, dikarenakan rendahnya tingkat kepatuhan dan kesadaran masyarakat terhadap hukum perundang-undangan terkait lalu lintas.

“Untuk menjawab tantangan tersebut, maka Polda Kalimantan Selatan termasuk Polres Banjarbaru menyelenggarakan “Operasi Zebra Intan-2023″ dengan mengedepankan kegiatan edukatif, persuasif serta humanis didukung penegakan hukum (gakkum) secara elektronik baik statis maupun mobile dan teguran simpatik dalam rangka meningkatkan kepatuhan maupun disiplin masyarakat dalam berlalu lintas guna menurunkan angka pelanggaran dan angka kecelakaan lalu lintas, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kualitas keselamatan serta terbangunnya budaya tertib berlalu lintas di jalan raya,” jelasnya.

Target dan tujuan “Operasi Zebra Intan-2023” yang akan dilaksanakan nanti adalah meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas di jalan raya, meminimalisir pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, dan menurunkan tingkat fatalitas korban kecelakaan lalu lintas guna mewujudkan situasi Kamseltibcarlantas di wilayah hukum Polres Banjarbaru serta melakukan gakkum lantas dengan ETLE mobile dan teguran terhadap 7 (tujuh) prioritas pelanggaran.

“Adapun 7 prioritas pelanggaran itu antara lain pengemudi atau pengendara kendaraan bermotor (Ranmor) yang menggunakan ponsel saat berkendara, pengemudi atau pengendara Ranmor yang masih dibawah umur, pengemudi atau pengendara sepeda motor yang berboncengan lebih dari satu, pengemudi atau pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm atau tidak menggunakan sabuk pengaman (safety belt), pengemudi atau pengendara Ranmor dalam pengaruh atau mengkonsumsi alkohol, pengemudi atau pengendara ranmor yang melawan arus serta pengemudi atau pengendara Ranmor yang melebihi batas kecepatan,” tuturnya.

Selain penegakan hukum, Operasi ini juga akan diikuti dengan berbagai program edukatif dan sosialisasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya disiplin dalam berlalu lintas. Polri juga akan melibatkan unsur instansi terkait lainnya dalam mensukseskan kegiatan Operasi.

Masyarakat diimbau untuk berpartisipasi aktif dalam upaya menciptakan lalu lintas yang aman dan tertib selama pelaksanaan Operasi Zebra Intan-2023 berlangsung. Kepatuhan terhadap peraturan lalu lintas adalah kunci untuk mengurangi angka kecelakaan dan pelanggaran, serta meningkatkan keselamatan semua pengguna jalan. (RILIS-RDM/RH)

BPAM Banjarbakula Suplai Air Baku ke Banjarmasin

BANJARBARU – Setelah negosiasi beberapa tahun, Balai Pengelola Air Minum (BPAM) Banjarbakula akhirnya mulai menyuplai air baku ke PT Air Minum (PAM) Bandarmasih (Perseroda).

Kepala BPAM Banjarbakula, Muhammad Berty Nakir mengatakan, sejak kerjasama pada Juni 2023 lalu, pihaknya mulai menyuplai air ke perusahaan milik Pemko Banjarmasin itu pada 18 Juli tadi.

“Akhirnya kita bisa menyuplai air kesana. Walaupun hanya air baku,” ujarnya, Rabu (26/7).

Suplai air baku ke Kota Seribu Sungai itu sebanyak 250 liter perdetik. Harga yang disepakati Rp650 per kubik dari sebelumnya Rp950 per kubik.

“Tidak masalah harganya di bawah tawaran kami, asalkan kami sudah menyuplai air ke sana,” ungkapnya.

BPAM Banjarbakula sendiri mengambil bahan baku air di Sungai Riam Kanan yang berjarak sekitar 20 kilometer dari kawasan Pinus Banjarbaru.

Berty menuturkan, dengan tambahan PAM Bandarmasih (Perseroda). Maka saat ini sudah tiga perusahaan yang membeli air di BPAM.

“Sebelumnya PTAM Intan Banjar dan PDAM Tanah Laut lebih dulu membeli,” tuturnya.

BPAM Banjarbakula memiliki dua buah Instalasi Pengolahan Air Minum (IPA) dengan total kapasitas dihasilkan sebanyak 750 liter perdetik.

Dari jumlah tersebut, hingga saat ini sudah lebih dari separuh kapasitas disalurkan ke PTAM Intan Banjar dan PDAM Tanah Laut.

“Ada rencana penambahan kapasitas lagi nanti dari Tanah Laut. Semoga segera terlaksana demi meningkatkan pendapatan BPAM Banjarbakula,” tutupnya. (SYA/RDM/RH)

Exit mobile version