100 Lebih ASN Se Kalsel Ikuti MTQ ke – 7 KORPRI tingkat Provinsi

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalsel kembali mengelar Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) yang ke – 7 KORPRI tingkat Provinsi. Pembukaan MTQ ini digelar di Gedung Idham Chalid Setdaprov Kalsel, Selasa (21/11).

Pada perhelatan MTQ KORPRI, Pemerintah Provinsi Kalsel bermaksud untuk mencari calon Kafilah dari Kalsel, untuk bertanding pada MTQ KORPRI tingkat Nasional, yang akan dilaksanakan di Kalimantan Tengah.

Staff Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik, Setdaprov Kalsel, Sulkan

Staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik, Setdaprov Kalsel, Sulkan, menyampaikan bahwa dengan digelarnya MTQ ke – 7 KORPRI tingkat Provinsi Kalsel, dapat terpilih keterwakilan ASN dari Provinsi Kalssl, yang mampu berprestasi dan mengharumkan nama banua Kalsel di MTQ KORPRI tingkat Nasional di Kalimantan Tengah.

“Kepada seluruh peserta MTQ KORPRI tingkat Provinsi Kalimantan Selatan, kami ucapkan selamat bermusabaqah. Semoga dari arena MTQ KORPRI ini, kiranya terpilih keterwakilan ASN dari Provinsi Kalsel,” ungkap Sulkan, mewakili Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, usai membuka acara.

Sulkan menambahkan, MTQ KORPRI adalah event berjenjang bagi ASN dari tingkat daerah hingga tingkat nasional. sebagai event besar, tentu harus mempersiapkan kafilah dari kalimantan selatan yang unggul, kompetitif dan siap bersaing dengan daerah lain.

“Kalsel adalah Provinsi yang terkenal religius dan mayoritas berpenduduk umat muslim, sehingga kemampuan lomba dibidang keagamaan, Provinsi kalsel sudah selayaknya unggul dan berprestasi,” lanjut Sulkan.

Tak lupa ia menambahkan, MTQ KORPRI bukan hanya soal meraih kemenangan dan prestasi, tetapi juga menumbuh kembangkan ASN yang agamis dan pengembangan mental spritual. Karena dalam setiap mosabaqoh di MTQ KORPRI, selalu mengandung ekspresi dan aktualisasi keagamaan.

“Di MTQ KORPRI sebelumnya, Kalsel meraih prestasi yang membanggakan. kiranya prestasi ini bisa kita pertahankan,” tutup Sulkan.

PLT Kepala Biro Kesra Setdaprov Kalsel Ahmad Solhan

Sementara itu, Plt Kepala Biro Kesra Setdaprov Kalsel Ahmad Solhan menyampaikan, MTQ ke – 7 KORPRI tingkap Provinsi Kalsel akan dilaksanakan selama 3 hari, mulai 21 – 23 November, bertempat di Perkantoran Setdaprov Kalsel, yakni di Gedung Idham Chalid, Ruang Rapat H Maksid, serta Ruang Rapat Aberani Sulaiman.

“Mudah – mudahan MTQ ke – 7 KORPRI tingkap Kalimantan Selatan dapat berjalan dengan lancar,” tutupnya. (MRF/RDM/APR)

Pastikan Keamanan Pemilu 2024, Kapolres Banjarbaru Sambangi Gudang Logistik KPU

BANJARBARU – Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Banjarbaru AKBP Dody Harza Kusumah melaksanakan pengecekan langsung ke gudang logistik Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Banjarbaru, Rabu (15/11) pagi. Pengecekan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan keamanan logistik jelang Pemilihan Umum (Pemilu) Tahun 2024 yang akan dilaksanakan dalam beberapa bulan mendatang.

Kedatangan Kapolres Banjarbaru ini didampingi oleh Wakapolres Banjarbaru Kompol Winda Adhiningrum, jajaran PJU dan disambut oleh Petugas Keamanan dari Polres Banjarbaru dan juga Anggota KPU.

Dalam pengecekan tersebut, Kapolres fokus untuk memastikan keamanan logistik yang akan dipergunakan dalam proses Pemilu.

“Kami sangat mengutamakan keamanan logistik Pemilu di wilayah kita. Ini merupakan tanggung jawab bersama untuk memastikan pelaksanaan Pemilu berjalan lancar dan aman,” ujar AKBP Dody Harza Kusumah.

Dalam pengecekan tersebut, Kapolres Banjarbaru meninjau langsung kondisi gudang logistik. Kapolres juga melihat secara langsung berbagai macam logistik Pemilu 2024 yang sudah mulai masuk ke gudang, seperti bilik suara, segel plastik / kabel ties, segel pemilu, tinta, dan lain-lain.

“Saya ingin memastikan bahwa gudang logistik ini bebas dari potensi kerawanan keamanan. Kita harus bekerja sama untuk menjaga integritas dan keamanan dalam pelaksanaan Pemilu,” tambahnya.

Selama pengecekan, Kapolres juga berinteraksi langsung dengan petugas KPU yang bertanggung jawab atas gudang logistik. Dia memastikan bahwa prosedur keamanan dan penyimpanan logistik Pemilu sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Kapolres Banjarbaru pun mengapresiasi langkah KPU Kota Banjarbaru yang sudah mempersiapkan logistik Pemilu 2024 dengan baik. Kapolres juga berkomitmen untuk memberikan pengamanan secara maksimal terhadap logistik Pemilu 2024.

“Kami akan memberikan pengamanan secara maksimal terhadap logistik Pemilu 2024. Kami akan bersinergi dengan KPU Kota Banjarbaru untuk menjaga keamanan dan keutuhan logistik Pemilu 2024,” katanya.

Pengecekan gudang logistik ini juga dianggap sebagai langkah preventif untuk menghindari potensi masalah yang dapat muncul selama proses distribusi logistik. Kapolres Banjarbaru menegaskan bahwa keamanan logistik menjadi prioritas utama demi terciptanya Pemilu yang aman, damai dan kondusif.

Dengan berakhirnya pengecekan gudang logistik KPU Banjarbaru, AKBP Dody Harza Kusumah menegaskan kesiapan pihak Kepolisian dalam mendukung pelaksanaan Pemilu yang aman dan tertib di wilayah hukumnya. Pihaknya berkomitmen untuk terus bekerja sama dengan semua pihak terkait guna menjamin keberhasilan dan integritas Pemilu 2024 di Kota Banjarbaru. (POLRES.BJB-RDM/RH)

PAW KPID dan KI Provinsi Kalsel Resmi Dilantik

BANJARBARU – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) dan Komisi Informasi (KI) Kalimantan Selatan resmi dilantik. Kegiatan yang digelar di Gedung Auditorium KH Idham Chalid, Kompleks Perkantoran Gubernur Kalsel, Banjarbaru, Rabu (11/10) siang, turut dihadiri pejabat teras dari kabupaten/kota.

Dalam sambutan Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, yang dibacakan Plt Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Kalsel, Suparmi, mengungkapkan, poin penting keberadaan dari lembaga itu tentu agar keterbukaan informasi mampu berjalan selaras. Sebagaimana tugas dan fungsinya dengan tujuan mencerdaskan masyarakat.

“Maka pentingnya sinergi antara pemerintah daerah (pemda), organisasi masyarakat dan media massa agar menjaga stabilitas dari radikal di Kalimantan Selatan,” jelasnya.

Acara pelantikan dihadiri pejabat teras dilingkup Pemprov Kalsel dan kabupaten/kota

Selaku dipercaya mewakili orang nomor di Kalsel itu, dia menekankan, jelang pemilu 2024 tugas penting yang harus dijalankan kedua lembaga independen tersebut adalah menangkal maraknya hoax.

“Saat ini kita juga menghadapi tantangan besar yakni pemilu serentak yang akan datang. Terkait hal itu media massa sangat berperan penting dalam menyampaikan informasi dengan jujur dan objektif. Menghindari penyebaran hoax dan mendukung penyelenggaraan pemilu yang damai dan aman,” ungkap Suparmi juga menjabat Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalsel tersebut.

Menanggapi itu, Ketua Komisi Informasi (KI) Kalsel, Nawang Wijayanti, menuturkan, akan melakukan kerjasama dengan berbagai instansi dan lembaga. Termasuk media massa agar terciptanya keterbukaan informasi.

“Yang jelas kami akan menjalin kerjasama antar lembaga. Apalagi, diakui keterlibatan media luar biasa juga untuk membantu menyebarluaskan keterbukaan informasi. Yang jelas, keterbukaan saat ini sangat diperlukan masyarakat dalam menjembatani arah kebijakan informasi dari media itu sendiri,” paparnya.

Dari pemetaan sendiri, kata dia, pihaknya turut terbuka apabila ada aduan dari masyarakat terkait informasi yang dianggap menyimpang. Secara tegas, juga bakal melakukan tindakan apabila terbukti menyalahi aturan.

“Kami dari Komisi Informasi (KI) sendiri turut menerima aduan apapun dari masyarakat apabila ada permasalahan yang tentu harus diselesaikan,” pungkasnya.

Dalam rangkaiannya itu, Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, yang diwakili Plt Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov, Suparmi, ikut melantik dan membacakan ikrar atau sumpah setelah dibacakannya Surat Keputusan (SK) yang sah dikeluarkan.

Adapu nama-nama anggota yang dilantik dalam susunan bagan struktur Penganti Antar Waktu (PAW) KPID Kalsel di antaranya Marliyana, Muhammad Syaukani dan Daddy Fahmanadie.

Dihadiri Direktur LPPL Abdi Persada FM, Ibnu Min Haji (tengah) dan Dewan Pengawas, Novita Tyasti (kanan) bersama Diskominfo Kalsel

Sedangkan, dari bagan struktur keanggotaan Komisi Informasi (KI) Kalsel dinahkodai Nawang Wijayanti (ketua), Decky C Kananto (Wakil Ketua), AH Rijani (Koordinator Bidang Kelembagaan), Riduannor (Koordinator Bidang Advokasi, Sosialisasi dan Edukasi) serta Yati Norhayati sebagai Koordinator Bidang Penyelesaian Sengketa.

Acara ini juga turut dihadiri sejumlah kepala SKPD ditingkat provinsi Kalsel antaranya BKKBN, Dinas Kominfo, Dinas PMPTSP, Dinas Koperasi dan UKM hingga Dewan Pengawas (Dewas) dan Direktur LPPL Abdi Persada FM serta tak lupa dari sejumlah perwakilan jajaran aparat TNI dan kepolisian daerah. (RHS/RDM/APR)

Pertama di Kalsel, Disdik Banjarbaru Debut Layanan Pendidikan Bagi Anak Berkebutuhan Khusus

BANJARBARU – Pemerintah Kota Banjarbaru di era kepemimpinan Wali Kota, M. Aditya Mufti Ariffin telah memulai debut pelayanan pendidikan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus (ABK). Program ini menjadi yang pertama berhasil terlaksana di Provinsi Kalimantan Selatan.

ABK sendiri adalah anak yang mengalami kelainan atau penyimpangan dalam proses pertumbuhan atau perkembangan baik berupa fisik, mental, dan emosional. Kondisi tersebut membuat ABK memerlukan pelayanan dan penanganan pendidikan khusus dibandingkan dengan anak normal pada umumnya.

Menurut Wali Kota Banjarbaru, program layanan ini menjadi langkah awal dalam mengubah budaya proses belajar mengajar di fasilitas pendidikan. Sehingga diharapkannya hambatan ABK dalam belajar dapat dihilangkan dan kebutuhan mereka dapat terpenuhi.

“Sekarang semua sekolah di Banjarbaru kita upayakan untuk menerima anak inklusi dan kita ciptakan iklim yang baik di sekolah untuk penanganan anak inklusi,” ucapnya.

Wali Kota Banjarbaru mendorong terselenggarannya pelayanan pendidikan bagi ABK dengan menujuk Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru sebagai pelaksananya. Keseriusan itu juga dibuktikan dengan tersedianya dana khusus melalui APBD Pemko Banjarbaru untuk pelaksanaan evaluasi pendidikan (assessment) bagi ABK.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru, Dedy Sutoyo, mengatakan assessment tersebut ditujukan untuk mengetahui apa kekurangan seorang anak dalam mengikuti pembelajaran di sekolah. Dalam hal ini, pihaknya bekerjasama dengan Universitas Lambung Mangkurat (ULM).

“Sumbernya dari APBD Pemko Banjarbaru. Assessment ini agar kita mengetahui anak tersebut mengalami gangguan belajar seperti apa. Nah yang melakukan assessment itu pihak ULM dari prodi Pendidikan Khusus. Kami sudah menekan MoU kerjasama,” katanya, Rabu (11/10).

Pentingnya assessment terhadap ABK, lanjut Dedy, agar Guru Pembimbing Khusus (GPK) di masing-masing sekolah dapat menyesuaikan metode mengajar yang efisien. Terlebih lagi pihaknya juga telah menyiapkan fasilitas ruang khusus di masing-masing sekolah bagi ABK yang disebut Pojok Inklusi.

“Karena ada berbagai macam jenis anak inklusi. Kita haru tau dulu, jenisnya dan apa hambatannya dalam belajar. Jika sudah tau, maka GPK di sekolah bisa menyesuaikan metode mengajarnya sesuai rekomendasi dari hasil assessement tersebut dan sudah disiapkan ruangan khusus untuk proses belajar mengajarnya di Pojok Inklusi,” terangnya.

Layanan pendidikan iklusif di Kota Banjarbaru telah terlaksana di 181 sekolah negeri di Banjarbaru, dari tingkat PAUD, Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Dari jumlah sekolah tersebut, Dinas Pendidikan telah mendata ada sebanyak 668 ABK, dengan rincian 320 pelajar PAUD, 263 pelajar SD dan 85 pelajar SMP.

Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru hingga saat ini memiliki GPK di masing-masing sekolah dengan jumlah mencapai 117 orang. Meskipun tak sebanding dengan jumlah ABK yang dilayani, namun program ini telah berhasil telaksana dengan baik. (MC.BJB-RDM/APR)

Pemprov Kalsel Terus Berupaya Untuk Tingkatkan Indeks Profesionalitas Asn Banua

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kalsel terus berupaya untuk meningkatkan Indeks Profesionalitas Aparatur Sipil Negara (IP ASN) di Banua.

Hal ini disampaikan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Kalsel Dinansyah, baru – baru tadi.

Dinansyah menyampaikan, IP ASN di lingkup Pemerintah Provinsi Kalsel untuk tahun 2023 terbilang baik, dimana pada triwulan ke tiga tahun 2023 IP ASN Pemprov Kalsel yang terverifikasi oleh Kementerian PAN-RB tercatat sebesar 70 poin per Selasa (10/10).

“Alhamdulillah IP ASN kita pada triwulan ke tiga sampai dengan hari ini sudah 70 poin, dan kita optimis nilai tersebut masih bisa meningkat,” ucap Dinansyah.

Ia menambahkan, untuk 2023 ini pihaknya menargetkan IP ASN Pemprov Kalsel melebihi tahun 2022 lalu, dimana pada tahun tersebut IP ASN Pemprov Kalsel tercatat sebesar 75 poin. Untuk itu, pihaknya pun telah melakukan berbagai upaya seperti melaksanakan webinar dan seminar kepada ASN dilingkup Pemerintah Provinsi Kalsel, yang mana ini bisa dikonversi menjadi nilai bagi ASN.

“Dalam pelaksanaan hal tersebut kita juga melakukan koordinasi dengan berbagai pihak seperti BPSDM Kalsel, dan lembaga uji kompetensi lainnya. Kami juga rutin mengadakan sosialisasi minimal satu bulan sekali baik secara langsung maupun daring,” lanjut Dinansyah.

Agar target IP ASN 2023 ini tercapai, Dinansyah juga memohon dukungan kepada seluruh ASN lingkup Pemerintah Provinsi Kalsel untuk rutin melakukan update data pada aplikasi Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian (SIMPEG) Kalsel.

“Untuk sementara ini masih ada sejumlah ASN yang sering tidak ingat melakukan update data uji kompetensinya di aplikasi SIMPEG Kalsel, hal ini menjadi salah satu kendala kita dalam menghitung IP ASN. Untuk itu, saya mendorong seluruh ASN untuk rutin mengupdate data uji kompetensi yang diikutinya pada aplikasi SIMPEG Kalsel,” tutupnya. (MRF/RDM/APR)

Pemprov Kalsel Dukung Pengembangan Perikanan Lahan Basah

BANJARBARU -Gubernur Kalsel Sahbirin Noor yang diwakili Staff Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Setdaprov Kalsel Husnul Hatimah, menghadiri seminar nasional fakultas perikanan dan kelautan ke 9 tahun 2023, yang bertempat disalah satu hotel berbintang di Kota Banjarbaru, pada Rabu (11/10). Seminar rutin tersebut, selalu digelar Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) setiap tahunnya, dirangkaikan dengan kegiatan Dies Natalies ULM.

Dekan Fakultas Perikanan dan Kelautan ULM, Agustiana menyampaikan, tema besar yang diangkat dalam seminar nasional ke 9 tersebut, yakni terkait pengelolaan perikanan lahan basah sejalan dengan arah kebijakan pembangunan berkelanjutan di tingkat global, atau sustainable development goals (SDGs). Tema tersebut sesuai dengan Visi Misi Fakultas Perikanan dan Kelautan, yaitu berdaya saing tinggi dalam mencetak SDM Professional dan pengembangan Iptek lahan basah.

Seminar Nasional Fakultas Perikanan Dan Kelautan Ke 9 Tahun 2023

“Diharapkan kegiatan seminar nasional tersebut dapat menambah pengetahuan para peserta, untuk mengimbangi penghasilan sumber pangan di sektor perikanan,” ucap Agustiana.

Sementara itu, Staff Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Setdaprov Kalsel Husnul Hatimah menyampaikan, sejak tahun 2020, SDGs dalam poin ekosistem daratan telah menjamin pelestarian, restorasi, dan pemanfaatan berkelanjutan dari ekosistem daratan dan perairan darat serta jasa lingkungannya.

“peningkatan produksi ikan dari sumber budidaya lahan basah juga berkontribusi penting terhadap pencegahan stunting,” ujarnya.

Dekan Fakultas Perikanan dan Kelautan ULM, Agustiana (Kanan) bersama Staff Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Setdaprov Kalsel Husnul Hatimah (Kiri)

SDGs pada tahun 2030 menargetkan, menghilangkan segala bentuk kekurangan gizi. agar sdm indonesia tumbuh sehat dan tidak tertinggal dari sdm-sdm di negara lain, untuk itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan sangat mendukung pengembangan perikanan lahan basah, yang berasaskan ekonomi kerakyatan, dan mempertimbangkan aspek sosial, ekonomi dan budaya. pengembangan pertanian lahan basah harus bisa memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat.

“Saya mendorong peningkatan kerjasama, kolaborasi, dan sinergi antara pemerintah, pemangku kepentingan, dan ulm selaku mitra pemerintah, dalam rangka mengembangkan pertanian lahan basah yang berkelanjutan. saya yakin, sdm dari fakultas perikanan dan kelautan ulm telah mengantongi ilmu dan pengalaman yang memadai untuk terjun ke lapangan,” tutupnya.

Untuk diketahui, seminar nasional fakultas perikanan dan kelautan ke 9 tahun 2023 digelar selama dua hari, yakni 11 – 12 Oktober, dengan mengundang narasumber dari sejumlah daerah. (MRF/RDM/APR)

Pembangunan Perusahaan AMDK BPAM Banjarbakula Bakal Dianggarkan Tahun 2024

BANJARBARU – Pembangunan perusahaan Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) yang diwacanakan Balai Pengelola Air Minum (BPAM) Banjarbakula, saat ini tengah memasuki proses penyusunan studi kelayakan (Feasibility Study/FS) dan Detail Engineering Design (DED).

Kepala BPAM Banjarbakula, Muhammad Berty Nakir, mengatakan FS dan DED yang sedang digarap oleh pihak ketiga itu diperkirakan bisa selesai pada anggaran perubahan tahun ini.

“Diperubahan sudah kita anggarkan, saat ini sedang proses tinggal menunggu pelaksanaannya. Kemungkinan akhir November mungkin sudah selesai,” ujar Berty, Rabu (11/10).

Jika FS dan DED sudah diselesaikan, Berty menjelaskan, pihaknya akan mulai mengangarkan pembangunan gedung beserta sarana prasarana penunjang dan peralatan instalasi AMDK.

“(bangunannya) di areal sini (kawasan BPAM Banjarbakula). Brandnya juga masih belum kita cantumkan, saat ini masih rancangan dulu,” bebernya.

Kepala BPAM Banjarbakula Muhammad Berty Nakir

Terkait berapa jumlah anggaran yang dikeluarkan dan kapan perkiraan bangunan bisa diselesaikan, Berty mengaku, sampai saat ini belum ada kejelasan. Lantaran masih dalam tahap penelitian.

“Langkahnya masih kami teliti. Apakah melalui lelang atau penunjukan langsung (kontraktor). Kalau lelang jelas akan lambat, karena banyak proses yang harus dilakukan. Kalau penunjukkan langsung bisa lebih cepat, mungkin pertengahan tahun kita sudah bisa menyiapkan fasilitas dan mungkin saja bangunannya bisa sudah jadi,” terang Berty.

Berty menegaskan pembuatan AMDK tidak akan mengganggu suplai air curah ke perusahaan air minum yang telah bekerjasama dengan mereka.

Pasalnya, dua buah IPA di BPAM Banjarbakula bisa menghasilkan 750 liter perdetik air curah. Sedangkan distribusinya hanya berkisar 450-470 liter perdetik ke PTAM Intan Banjar dan PDAM Tanah Laut.

“Jadi kita membuat AMDK ini juga agar air curah yang berlebihan itu tidak mubazir,” ungkap Berty.

Berty menerangkan, AMDK yang mereka bangun nantinya akan membuat berbagai jenis kemasan, mulai kemasan gelas, botol kecil dan besar, hingga galon.

“Tergantung perencanaan anggaran nanti, kalau memang anggarannya cukup bakal kita buat semua. Tapi kalau tidak kita akan lakukan bertahap dari yang paling dibutuhkan masyarakat terlebih dahulu,” pungkas Berty.(SYA/RDM/APR)

Pemprov Kalsel Komitmen Dorong Peningkatan Nilai SAKIP dan RB Kabupaten/Kota

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) berupaya mendorong nilai Sistem Akuntabilitas Kinerja Intansi Pemerintah (SAKIP) dan indeks Reformasi Birokrasi (RB) Kabupaten/Kota tahun 2023, meningkat secara merata.

Hal ini merupakan bentuk komitmen Pemprov Kalsel untuk melakukan pembinaan kepada Kabupaten/Kota, usai mendapat predikat A (memuaskan) dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) tahun 2022 silam.

“Ada beberapa langkah strategis yang dilakukan Pemprov Kalsel bagaimana meningkatkan nilai RB Kalsel. Apalagi tahun 2023 ini ada beberapa instrumen penilaian,” ujar Kepala Biro Organisasi Setdaprov Kalsel, Galuh Tantri Narindra, usai menggelar atensi dan koordinasi pelaksanaan RB, di Gedung Idham Chalid Setdaprov Kalsel, Selasa (10/10).

Suasana atensi dan koordinasi pelaksanaan RB, di Gedung Idham Chalid Setdaprov Kalsel, Selasa (10/10)

Selain atensi dan koordinasi, Tantri mengaku, sudah ada beberapa rangkaian kegiatan yang dilakukan Pemprov Kalsel. Bahkan dengan mendatangkan berbagai narasumber, termasuk dari Kemenpan RB.

“Harapannya bukan hanya Pemprov Kalsel yang SAKIP-nya A dan RB-nya baik. Tetapi seluruh kabupaten kota kita dorong untuk mendapatkan nilai yang lebih baik. Paling tidak (lebih baik) dari tahun sebelumnya,” tuturnya.

Tantri menyebut, sejauh ini nilai SAKIP Kabupaten/Kota se-Kalsel masih tergolong baik dengan nilai paling rendah yakni predikat B. Hanya saja, ada beberapa wilayah yang masih mendapat nilai CC (cukup).

“Nah ini harus ada perbaikan dan langkah konkret, karena bagaimanapun tata pemerintahan terkelola dengan baik, tidak lain dan tidak bukan indeksnya itu diukur melalui penilaian SAKIP dan Indeks RB. Tidak ada alat ukur yang lain. Kalau dia dinyatakan bagus dalam mengelola pemerintahan, lihat dulu nilai SAKIP dan RB nya,” tutup Tantri.(SYA/RDM/APR)

Pendaftaran CPNS dan PPPK Diperpanjang Hingga 11 Oktober 2023

BANJARBARU – Pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2023 yang semula ditutup pada senin (9/10) pukul 00.00 WIB, resmi diperpanjang hingga 11 Oktober 2023 pukul 00.00.

Hal ini disampaikan, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Kalsel Dinansyah, Selasa (10/10).

Dinansyah menyampaikan, alasan pendaftaran CPNS dan PPPK 2023 diperpanjang, yakni karena tingginya pelamar yang mengakses laman SSCASN di hari terakhir penutupan. Sehingga membuat website tidak dapat dibuka oleh sebgaian pelamar dan membuat banyak pelamar yang mengeluh belum mengakhiri pendaftaran di kolom Resume.

“Dengan adanya penambahan waktu pendaftaran hingga 11 Oktober, pelamar diharapkan untuk memanfaatkan perpanjangan waktu dengan maksimal,” ungkap Dinansyah.

Perpanjangan pendaftaran CPNS dan PPPK 2023 ini diumumkan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN), melalui surat edaran nomor 9386/B-KS.04.01/SD/E/2023 tentang Penyesuaian Jadwal Pelaksanaan Seleksi CASN Tahun Anggaran 2023.

” Dengan adanya surat ini, maka surat Kepala BKN Nomor: 8871/B-KS.04.01/SD/K/2023 tanggal 16 September 2023 dinyatakan dilakukan penyesuaian,” lanjut Dinansyah.

Data statistik pelamar hingga Selasa (10/10), terhitung untuk formasi PPPK lingkup Pemerintah Provinsi Kalsel, sebanyak 3688 pelamar. Dengan rincian formasi tenaga kesehatan (Nakes) sebanyak 1079 orang, formasi teknis sebanyak 1208 orang, dan formasi PPPK Guru terdaftar sebanyak 1113 orang.

“Dari total sebanyak 3688 pelamar yang mendaftar PPPK Lingkup Pemprov Kalsel, hanya sebanyak 1568 orang yang akan diterima menjadi tenaga PPPK,” tutup Dinansyah. (MRF/RDM/APR)

Bisnis Coffe Shop di Kalsel Mulai Dongkrak Ekonomi dan Buka Lapangan Pekerjaan

BANJARBARU – Bisnis coffe shop di Kalsel mulai bertumbuh baik. Tak hanya ditujukan bagi pecinta kopi, melainkan juga berdampak positif terhadap luasnya lapangan pekerjaan hingga membaiknya ekonomi di banua.

Plt Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Kalsel, Suparmi, menyebut, dengan keberadaan ini tentu dapat menunjang efektivitas dalam peningkatan kualitas perekonomian masyarakat.

“Tentu ini mampu menunjungan kesejahteraan masyarakat sekaligus dapat mendongkrak ekonomi kita di banua,” dalam isi sambutan Gubernur Kalsel yang dibacakannya pada gelaran acara syukuran dan sekaligus opening Coffe Uncle B, di area Food Court Hotel Batung Batulis, Banjarbaru, Selasa (10/10).

Ditambah lagi, kata dia, kontribusi dari bisnis ini mampu menunjang pendapatan daerah. Terlebih, menurutnya, mampu membuka lapangan kerja secara luas.

Suasana opening Uncle B Coffe di Hotel Batung Batulis di Banjarbaru dihadiri sejumlah instansi/lembaga

“Juga dapat membantu program pembangunan dan layanan publik di daerah. Termasuk dapat mendorong pengusaha atau pun pelaku usaha untuk terus tumbuh dan berkembang,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur PT Bangun Banua, Bayu Budjang, mengungkapkan, keberadaan adanya kafe yang bediri di lokasi bisnis perusahaan milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan itu tentu bisa mendorong pertumbuhan angka pengunjung untuk dapat tertarik menginap di Hotel Batung Batulis Banjarbaru.

“Tentu kita sangat mendukung adanya potensi ini. Justru, UMKM yang seperti ini turut mendorong untuk orang datang dan mengetahui lebih jauh terkait Hotel Batung Batulis,” ucapnya.

Di lokasi yang sama, Owner Uncle B Coffe, Henny, menyampaikan, dipilihnya Hotel Batung Batulis sebagai lokasi bisnis kafe yang identik lebih mengenalkan kopi lokal ini tujuannya juga untuk membantu mendongkrak angka pengunjung agar bisa menginap.

“Yang jelas membantu. Serta lokasinya juga strategis di pusat kota dan akses jalan raya ini bisa lebih mengenalkan kopi lokal agar tak kalah bersaing dengan kopi lainnya,” ucapnya. (RHS/RDM/APR)

Exit mobile version