Di Desa Munggu Raya, Paman Birin Buka Lomba Memancing dan Kenang Musibah Banjir

BANJAR – Lomba Memancing dengan teknik “Memair dan Casting” secara resmi dibuka Gubernur Kalsel Sahbirin Noor atau Paman Birin, bertempat di area persawahan desa Munggu Raya Kecamatan Astambul Kabupaten Banjar, Minggu (31/7) siang serta mengawali datang nya Tahun Baru Islam 1444 H.

Desa Munggu Raya menjadi salah satu bagian sejarah perjalanan kepemimpinan Paman Birin. Karena di daerah inilah salah satu kawasan terparah di Kabupaten Banjar, saat musibah banjir di awal-awal tahun 2021 lalu.

Gubernur Kalsel saat membuka lomba memancing

Saat menyampaikan sambutan, Paman Birin pun mengenang bencana banjir yang terjadi di desa ini.

“Waktu itu Ulun dapat informasi bahwa Desa Munggu Raya salah satu daerah terparah banjir dan ngalih didatangi karena banyunya dalam,” kata Paman Birin mengawali ceritanya.

Dengan kondisi seperti itulah, Paman Birin merasa tertantang bisa masuk ke Desa Munggu Raya untuk bisa melihat langsung kondisi warga.

“Ulun tertantang dan ulun datangi karena ulun juga sangat empati atas musibah waktu itu yang menimpa masyarakat Munggu Raya dan Alhamdulillah kawa haja mendatangi daerah yang memang dalam banyunya waktu itu,” ujar Paman Birin melengkapi cerita.

Dan pada kesempatan memberikan sambutan itu, Paman Birin juga berempati pada infrastruktur jalan, dan secara spontan menyumbang 50 rate batu split untuk kenyamanan warga yang selalu menggunakan jalan desa setempat.

Sementara itu Ketua Panitia, Sandi Fitrian Noor yang juga putra dari Gubernur Kalsel, sangat memberikan apresiasi atas kehadiran Paman Birin pada lomba yang di ikuti 1.000 lebih penggemar mancing mania yang datang dari berbagai daerah seperti Banjarmasin, Banjarbaru, Martapura bahkan juga dari Kalteng.

Putra pertama Paman Birin ini juga menjelaskan bahwa dalam lomba kali ini ada dua kategori yang dilaksanakan.

“Lomba Mamair dan Casting merupakan perpaduan teknik tradisional dan modern dan masing-masing kategori ada juara terbanyak dan terberat,” kata Sandi.

Hadiah utama yang diperebutkan, yakni sebesar Rp6 juta sampai Rp8 juta rupiah, serta untuk 15 besar juga diberikan uang pembinaan. Sedangkan yang belum juara juga diberikan doorprize.

“Alhamdulillah pada kesempatan lomba kali ini, Bapak Gubernur tadi juga mengapresiasi dengan tambahan hadiah untuk para juara satu masing masing kategori mendapatkan 5 juta rupiah,” Sandi menambahkan.

Lomba ini merupakan kerjasama dari Aliansi Pemuda Anti Narkoba (APAN) Kalsel dan Bank Kalsel. Diharapkan lomba akan menjadi event tahunan dan salah satu bagian untuk lebih berkreativitas lagi khususnya para pemuda menghindari persoalan narkoba. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Momentum Harlah Ponpes Hidayatullah, Paman Birin Taruh Harapan Besar Pada Santri

BANJAR – Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, menaruh harapan besar terhadap santriwan/wati yang masih menimba ilmu di Pondok Pesantren (Ponpes) Hidayatullah Martapura agar dapat mewujudkan kualitas generasi muda berdaya saing dan berakhlak bagi kemajuan banua.

“Kuncinya adalah rajin belajar. Karena rajin itu pangkal pandai. Pandai dalam artian adalah berkualitas dan berdaya saing, apabila dua itu tercapai tentu kita akan menang,” ucapnya, kepada awak media, usai membuka dan menghadiri acara Harlah ke 74 Ponpes Hidayatullah Martapura, Kabupaten Banjar, Minggu (31/7).

Bertepatan pada penyelenggaran Hari Lahir ke 74 Ponpes Hidayatullah, orang nomor satu di Kalsel itu turut memberikan dorongan serta mendukung program strategis pendidikan termasuk pengembangan sarana prasarana.

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor saat melepas peserta jalan sehat islami di depan lobi Ponpes Hidayatullah

“Saat ini pihak yayasan ponpes sedang menggodok laboratorium ilmu yang nantinya akan melahirkan generasi tangguh dan dapat beradaptasi seiring perkembangan zaman,” ungkap gubernur banua yang akrab disapa Paman Birin itu.

Hal senada juga disampaikan Asisten bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Banjar, Ikhwansyah. Menurutnya, selaku dari pemerintah daerah peran santriwan/wati juga penting, selain diajarkan Akhlakul Karimah. Intelektualnya pun juga mampu membawa perubahan yang lebih baik. Tak hanya untuk banua tetapi bagi negara.

“Kami dari Pemkab mengharapkan agar para santri bisa terus belajar dan bersungguh-sungguh hingga ke depannya dapat melahirkan bibit berkualitas untuk Kabupaten Banjar yang jauh lebih baik lagi. Dengan harlah ponpes ini juga mampu menciptakan generasi muda berkualitas,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Ponpes Hidayatullah, Fauzan Asniah, menuturkan, sebagai bentuk apresiasi terhadap kemajuan intelektual santriwan/wati agar mampu berkembang. Salah satunya adalah menggali pontensi mereka melalui kegiatan kemampuan mengasah otak agar sejatinya mampu mengukur sejauh mana kecerdasan mereka.

“Selain lomba adzan. Nanti juga ada lomba pidato tiga bahasa dan masih banyak lainnya. Yang mana, rangkaian ini diselenggarakan setiap tahun atau datangnya satu Muharram (tahun baru Islam/Hijriah),” ujarnya.

Sebelumnya, rangkaian ini selain juga diisi dengan jalan sehat islami yang turut dibuka secara resmi oleh Gubernur Kalsel Sahbirin Noor bersama iring-iringan drum band dan peserta ponpes. Dirinya juga mendapat kesempatan untuk mengikuti kegiatan pembagian door prize.

Bukan hanya itu, perhelatan mengasah kemampuan santriwan/wati menuju generasi cerdas, berkualitas serta mampu berdaya saing itu rencananya selesai, pada Rabu (3/8) mendatang. (RHS/RDM/RH)

Pemakai Narkoba di Kalsel Meningkat, RSJ Sambang Lihum Siap Buka Layanan Rehabilitasi

TANAH BUMBU – Selama pandemi COVID-19 melanda Kalsel, pengguna narkoba seakan-akan tak kunjung usai. Pada 2021, tercatat ribuan lebih warga di provinsi ini menjadi korban. Sedangkan sisanya lebih memilih sebagai joki sekaligus pengedar karena kesulitan ekonomi.

Melalui rilis resmi Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kalsel, sedikitnya ada sekitar 1.600 orang terjerat kasus narkoba. Sementara 2.000 lebih ditetapkan sebagai tersangka.

Tak hanya itu, prevalensi pengguna narkoba di Kalsel selama pandemi meningkat tajam bahkan kini berada dilevel 57 ribu. Angka tersebut pun belum termasuk pemakai obat-obatan terlarang alias berbahaya. Situasi ini juga menjadi kewajiban pemerintah untuk memperhatikan.

Hal ini pun juga ditanggapi cukup serius oleh Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi, seusai menggelar sosialisasi pola tarif pelayanan pada Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sambang Lihum yang diselenggarakan di Kantor Kelurahan Gunung Tinggi, Kecamatan Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, Jumat (29/7) siang.

“Penggunaan narkoba selama pandemi ternyata meningkat baik secara nasional maupun di daerah kita khusus Kalsel, meski provinsi ini masih berhadapan COVID-19,” ujarnya.

Yani Helmi saat menyerahkan secara simbolis Perda Pola Tarif pelayanan RSJ Sambang Lihum

Dirinya berharap, seiring telah mendapatkan penanganan khusus dari pemerintah darerah terutama pada pelayanan yang dimiliki RSJ Sambang Lihum dapat turut membantu menurunkan pemakai narkotika.

“Setelah kami mendengar tadi ternyata RSJ milik Pemprov Kalsel ini sudah sangat siap akan hal tersebut. Bahkan, jangkauan layanannya pun bukan hanya Kalsel tetapi juga Kalteng,” papar politisi dari fraksi Partai Golkar tersebut.

Jadi, tambah Yani Helmi, masyarakat tak perlu ragu lagi untuk meminta layanan terbaik dari rumah sakit ini. Selain terakreditasi, fasilitas dan tenaga kesehatan yang dimiliki pihaknya sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) juga telah menyandang status ahli dan mempuni.

“Kalau ini dimaksimalkan tentu berpontesial menekan bahkan mengurangi penggunaan narkotika di Kalsel,” harap legislatif dari Dapil VI Kotabaru dan Tanah Bumbu.

Sementara itu, Kepala Bagian (Kabag) Keuangan RSJ Sambang Lihum, Indra Nurul Huda, membeberkan, rumah sakit milik Pemprov Kalsel ini tak hanya menyembuhkan pengidap kelainan jiwa saja, pihaknya juga membuka pelayanan bagi khusus bagi yang mendapat rehabilitasi agar sembuh dari kecanduan narkotika.

“Saat ini kita belum ada penerapan pola tarif untuk VVIP khusus rehabilitasi narkoba meskipun layanan unggulannya masih kejiwaan,” bebernya.

Meski fokus kejiwaan, tutur Indra, pelayanan rehabilitasi narkotika di RSJ Sambang Lihum tetap berjalan dan bahkan rencananya menambah ruangan baru bagi korban Napza ini.

“Karena ruangannya masih terbatas jadi akan dibangun lagi dan nantinya ada kelas menengah ke atas dan VVIP karena proses rehabilitasi terkadang pasien tak ingin digabung,” tuturnya.

Di lokasi yang sama, Lurah Gunung Tinggi, Yudi Hanna, mengungkapkan, sangat terbantu dengan keberadaan rumah sakit ini. Artinya, dia juga siap memberikan sosialisasi secara intens agar warga di kelurahannya dapat lebih jauh mengenal keunggulan layanan apa saja yang diberikan oleh RSJ Sambang Lihum tersebut.

“Yang jelas kami berterima kasih atas kesediaan paman Yani dan Sambang Lihum untuk memberikan informasi penanganan ODGJ serta narkotika di Kelurahan Gunung Tinggi ini. Selebihnya nanti warga yang berhadir dalam sosialisasi juga dapat memahami,” ungkapnya. (RHS/RDM/RH)

Sambut Kemerdekaan, Diskominfo Kalsel Gelar “Kominfo Fashion Week”

BANJARBARU – Menyambut Hari Kemerdekaan RI ke 77 serta Hari Jadi Kalsel ke 72, Dinas Komunikasi dan Informatika provinsi Kalimantan Selatan (Kominfo Kalsel) menggelar “Kominfo Fashion Week” di Halaman Kantor Dinas Kominfo Kalsel, Jumat (29/7)  pagi.

Plt Kepala Bidang Persandian dan Keamanan Informasi Dinas Kominfo Kalsel, Muhammad Noor Ikhwandi

Kepala Dinas Kominfo Kalsel, Muhammad Muslim melalui Plt Kepala Bidang Persandian dan Keamanan Informasi Dinas Kominfo Kalsel, Muhammad Noor Ikhwanadi mengaku, kegiatan ini diselenggarakan berdasarkan ide dari karyawan Dinas Kominfo Kalsel yang terinspirasi dari Citayem Fashion Week.

Suasana Kominfo Fashion Week di Halaman Kantor Dinas Kominfo Kalsel

Kegiatan ini diharapkannya mampu mendongkrak kembali semangat karyawan setelah melewati masa pandemi selama kurang lebih dua tahun.

“Mudah-mudahan ini menjadi even yang bagus untuk semangat baru di tahun 2022 ini,” ucapnya.

Mengangkat tema Kemerdekaan, kegiatan ini diikuti oleh seluruh Bidang di Dinas Kominfo Kalsel.

“Mulai dari staf, pejabat, sampai Kepala Dinas Kominfo Kalsel juga mengikuti kegiatan ini supaya kebersamaan dapat terbangun, dan yang terpenting mereka harus berani tampil,” ungkapnya. (SYA/RDM/RH)

DPRD Kalsel Berharap Taman Budaya Menjadi Rumah yang Nyaman Bagi Seniman

BANJARMASIN – Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) berharap Taman Budaya dapat menjadi rumah yang nyaman bagi para insan seni dan budaya.

Suasana Audiensi Komisi IV DPRD Kalsel bersama UPTD Taman Budaya dan Forum Seni Kalsel.

Hal itu disampaikan Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Kalsel, Muhammad Lutfi Saifuddin, ketika menerima audiensi pihak Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Taman Budaya dan Forum Seni Kalsel, Kamis (28/7).

“Taman Budaya ini harus jadi rumah para seniman di Kalsel untuk itu harus ada perbaikan-perbaikan dari bangunan hingga pembenahan sistem,” katanya.

Sebagai wakil rakyat, menurut Lutfi, pihaknya siap untuk mendukung hal tersebut sesuai kapasitasnya, baik dari segi pengupayaan anggaran hingga peraturan daerah.

“Kami juga akan membuat peraturan daerah perlindungan budaya untuk melengkapi perda kearifan lokal yang sudah ada,” jelasnya.

Sementara itu, Perwakilan dari Forum Seni Kalsel, Novyandi Saputra berharap pertemuan ini dapat menjadi momentum untuk menambah erat koordinasi antar seniman, legislatif dan eksekutif.

“Ini merupakan langkah awal kita agar sistem kolaborasi dapat berjalan. Taman Budaya ini bagian kecil, ada bagian-bagian lain di daerah termasuk lembaga adat dan bagaimana budaya-budaya di daerah itu bisa berjalan dengan baik,” ungkapnya

Melalui Komisi IV DPRD Kalsel, para seniman mendorong Taman Budaya untuk memberikan wacana fasilitas yang layak untuk mereka sehingga seni mendapatkan wadahnya yang layak.

Hal tersebut disambut baik oleh Kepala UPTD Taman Budaya, Suharyanti. Ia mengatakan pihaknya akan mengakomodir dan mencoba urun rembuk dengan para seniman agar saling berkontribusi. (NRH/RDM/RH)

Aspirasi Ratusan ALFI ILFA Kalsel Ingin Cabut BBM Solar Subsidi

BANJARMASIN – Ratusan anggota Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia Kalimantan Selatan, menyampaikan aspirasi ke Gedung DPRD Kota Banjarmasin, Kamis (28/7).

Kepada sejumlah wartawan, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia Kalimantan Selatan, Saut Nathan Samosir, mengatakan, Kedatangan mereka ini menyampaikan tiga aspirasi. Pertama, Pertamina segera mencabut kebijakan subsidi solar pada Bahan Bakar Minyak, karena dengan subsidi membuat para sopir truk yang ingin mendapatkan BBM solar di SPBU, harus mengantri cukup panjang dan lama, kedua Pertamina mengembalikan fungsi SPBU, diduga ada beberapa SPBU dikuasai, salah satu organisasi di Kalimantan Selatan, dan ketiga mencabut notulen rapat PT Pertamina dengan Dinas Perhubungan Banjarmasin pada 12 April 2022 lalu.

Ketua DPW Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia Kalsel, Saut Nathan Samosir

“Kami ingin aspirasi ini diakomodir, karena selama ini salah satu kebijakan subsidi solar BBM, tidak membuat kami merasa nyaman,” katanya

Disampaikan Saut, pihaknya menolak kebijakan adanya transaksi pembelian BBM bersubsidi di SPBU mengunakan aplikasi MyPertamina. Dengan alasan tidak mengunakan aplikasi itu, kesulitan mendeteksi pelangsir apalagi kalau mengunakan aplikasi tersebut.

“Semoga ada solusi yang tepat dari Pemko,” harapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin, menjelaskan, dari hasil audiensi ini, Dinas Perhubungan Banjarmasin akan mencabut notulen rapat dengan PT Pertamina pada 12 April 2022 lalu, kemudian mengembalikan fungsi SPBU, Pemerintah kota hendaklan terus menjalin koordinasi dan menggelar diskusi dengan organisasi lainnya. Terkait permintaan dicabutnya BBM solar subsidi, itu kewenangan pemerintah pusat.

Wakil Ketua DPRD Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin

“Kita sampaikan aspirasi ini dengan tetap terus komunikasikan bersama pemko,” tutupnya

Untuk diketahui, ratusan anggota Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia Kalsel menyampaikan aspirasi di halaman Gedung DPRD Banjarmasin sejak pagi Jam 09.00 WITA. Kemudian pihak legislatif segera menyikapi dengan menggelar pertemuan di ruang rapat paripurna, dipimpin Wakil Ketua DPRD Banjarmasin Muhammad Yamin, dihadiri Wakil Wali Kota Banjarmasin Arifin Noor, Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan Rosehan, perwakilan PT Pertamina, Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Selatan, beberapa anggota Dewan Banjarmasin, dan 20 orang Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia Kalsel. (NHF/RDM/RH)

Sekda Kalsel Kukuhkan DPW Forsesdasi Kalsel

BANJARBARU – Dewan Pengurus Wilayah Forum Sekretaris Daerah Seluruh Indonesia (DPW Forsesdasi) Komisariat Kalimantan Selatan, kini telah terbentuk dan dikukuhkan oleh Sekretaris Daerah Kalimantan Selatan (Sekda Kalsel), Roy Rizali Anwar di hotel berbintang, di Banjarbaru, Kamis (28/7).

Dengan dikukuhkannya Pengurus Forsesdasi Kalsel periode 2021 – 2024 diharapkan dapat memberi solusi dalam mengatasi berbagai persoalan aktual terkait penyelenggaraan pemerintahan daerah maupun pusat.

Sekdaprov Kalsel, Roy Rizali Anwar

“Kita tahu peran strategis Sekda adalah salah satu perumus kebijakan yang bisa disampaikan ke pemerintah pusat, dan itu menentukan keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan di daerah,” ucap Roy.

Tidak kalah penting lanjut Roy, dengan adanya forum ini, rapat rencana kerja untuk membahas isu strategis daerah ataupun nasional dapat teragendakan dengan rutin.

“Sehingga pada saat rapat tersebut diperoleh suatu kebijakan atau kesepakatan bersama yang nantinya sangat berdampak pada daerah maupun pusat,” terangnya.

Sementara itu Kepala Biro Organisasi Setdaprov Kalsel, Galuh Tantri, menyebut, tujuan utama pembentukan Forsesdasi sendiri yaitu untuk menyamakan aspirasi tata kelola dari setiap Sekda di Kalsel.

Kepala Biro Organisasi Setdaprov Kalsel, Galuh Tantri (kanan)

“Kelanjutannya, mereka akan menyusun program kerja dan melakukan rapat kerja setiap beberapa waktu,” ungkapnya.

Dalam persoalan pembangunan, diakuinya pasti ada beberapa kebijakan yang harus direspon oleh pemerintah daerah Kabupaten/Kota se Kalsel.

Sehingga dengan adanya forum ini, diharapkan seluruh Sekda mampu menyatukan pemikiran untuk merespon setiap kebijakan pemerintah pusat. Seperti kebijakan penghapusan tenaga honorer yang harus ada penyelesaian pada akhir tahun 2023.

“Mungkin nanti rekan-rekan yang tergabung di Forsesdasi ini akan membahas hal tersebut. Semoga nanti akan menjadi sebuah kebijakan yang bisa dilaksanakan bersama-sama,” harapnya.

Untuk diketahui, dalam kegiatan pengukuhan, Sekda Kota Banjarbaru, Said Abdullah, terpilih menjadi ketua DPW Forsesdasi Kalsel periode 2021-2024. (SYA/RDM/RH)

Pesta Rakyat, Sambut Puncak Harjad Kalsel di Kantor Gubernur Kawasan Siring 0 Km Banjarmasin

BANJARBARU – Menyambut perayaan Hari Jadi ke-72 Provinsi Kalimantan Selatan, Pemprov Kalsel menggelar rapat koordinasi, pada Rabu (27/7) di Gedung Idham Chalid di Setdakprov Banjarbaru.

Rapat yang dihadiri seluruh SKPD Prov Kalsel, juga mengundang pihak kepolisian dan TNI untuk keamanan, serta Event Organizer sebagai pelaksana event hari jadi.

Dalam rapat yang dipimpin oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra, Nurul Fajar Desira sebagaimana arahan Gubernur Sahbirin Noor, disepakati rangkaian kegiatan hari jadi ke-72 Prov Kalsel selama 4 hari , yaitu mulai 12-15 Agustus 2022.

“Jadi kita sepakati, rangkaian hari jadi Kalsel selama 4 hari yaitu tanggal 12-15 Agustus,” sebutnya.

Dijelaskan Fajar, untuk puncak peringatan hari jadi Kalsel dilaksanakan pada Senin 15 Agustus 2022 yang dipusatkan di Halaman Kantor Gubernur Kalsel di Banjarmasin.

Dalam puncak hari jadi juga akan kembali digelar pesta rakyat, dimana akan disediakan makanan gratis bagi masyarakat yang hadir.

Hari jadi Kalsel nanti juga akan diramaikan oleh Rhoma Irama yang akan tampil bersama Soneta Grup.

“Hari jadi kali ini, akan dimeriahkan oleh penampilan Rhoma Irama bersama Soneta grup di Kiram Park,” tambah Fajar.

Selain itu, hari jadi Kalsel juga dimeriahkan oleh ragam budaya, berbagai lomba, dan berbagai macam hiburan. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Pansus I DPRD Kalsel Gelar Rapat Kerja Bahas Penataan Kelembagaan

BANJARMASIN – Panitia Khusus (Pansus) I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melaksanakan rapat kerja dalam rangka membahas penataan kelembagaan mengenai Rancangan Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 2016 tentang Perubahan Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah di Kalsel, Rabu (27/7).

Ketua Pansus I DPRD Kalsel, Suripno Sumas mengatakan pihaknya akan mendorong agar perubahan pembentukan dan susunan perangkat daerah bisa diselesaikan dengan segera.

Ketua Pansus I DPRD Kalsel, Suripno Sumas

“Kami Pansus I akan terus menjalin komunikasi dengan baik serta mendorong agar perubahan pembentukan dan susunan perangkat daerah bisa terselesaikan dengan segera dan mendapatkan hasil yang baik juga,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kalsel, Muhammad Syaripuddin berharap perubahan SOTK ini bisa disepakati bersama dan segera terwujud. Ia menyakini dengan menjalin komunikasi yang baik akan bisa mendapatkan hasil yang baik juga nantinya.

Wakil Ketua DPRD Kalsel, Muhammad Syaripuddin

“Terkait perubahan SOTK ini bisa kita sepakati bersama, saya berharap ini tidak terlalu lama, saya hanya ingin memperkuat apa yang menjadi usulan kita, saya yakin dengan adanya komunikasi yang baik antara eksekutif dan legislatif tentu apa yang kita inginkan ini bisa berjalan dengan baik,” jelasnya.

Rapat kerja yang dipimpin oleh Ketua Pansus I DPRD Kalsel, Suripno Sumas didampingi oleh Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalsel, Muhammad Syaripuddin, dihadiri oleh Anggota Pansus I lainnya serta dari Administrasi Umum Setda Provinsi Kalsel, Inspektur Provinsi Kalimantan Selatan, Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Kalsel, Kepala Badan Keuangan Daerah Provinsi Kalsel, Plt. Sekretaris DPRD Provinsi Kalsel, Kepala Biro Organisasi Setda Provinsi Kalsel, dan Kepala Biro Hukum Setda Provinsi Kalsel. (NRH/RDM/RH)

24 Atlet NPC Kalsel Perkuat Kontingen Indonesia Pada Asean Paragames ke XI di Solo

BANJARMASIN – 24 atlet Nasional Paralympic Commite (NPC) Provinsi Kalimantan Selatan mengikuti, Kejuaraan Asean Paragames di Solo, Jawa Tengah, untuk mewakili Indonesia.

Plt Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan Budiono mengatakan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan tentunya bersyukur, dengan masuknya 24 atlet NPC Kalimantan Selatan, untuk mengikuti Asean Paragames ke 11 di Solo mendatang.

“Tentu kami bersyukur dengan masuknya 24 atlet NPC Kalsel, pada ajang Asean Paragames di solo,” ungkapnya, kepada sejumlah wartawan, Kamis (28/7).

Menurut Budiono, pihaknya menerima surat pemberitahuan tersebut dari NPC pusat, ke NPC Provinsi Kalimantan Selatan, waktu pelaksanaan Asean Paragames ke XI di Solo pada 30 Juli sampai 6 Agustus 2022 mendatang, dan rencananya dibuka oleh Wakil Presiden RI.

“Dari 24 atlet NPC Kalimantan Selatan, pada Asean Paragames tersebut, akan memperkuat Kontingen Indonesia pada 5 cabang olahraga,” ujarnya.

Cabang olahraga tersebut, lanjutnya, yaitu, Atletik, Sepakbola, Renang, Panahan, serta Menembak.

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan tentunya memberikan dukungan terhadap 24 atlet NPC tersebut,” ujarnya.

Budi berharap, 24 atlet dari NPC Kalimantan Selatan dapat memberikan prestasi terbaik mereka pada ajang Asean Paragames ke 11 di Solo mendatang.

“Kami berharap ke 24 atlet NPC Kalsel tersebut dapat memberikan prestasi terbaik mereka,” ucap Budiono. (SRI/RDM/RH)

Exit mobile version