4 Kabupaten Kota di Kalsel Berstatus Siaga Karhutla

BANJARBARU – Sebanyak 4 Kabupaten Kota di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) telah menetapkan status Siaga Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), 4 Kabupaten Kota tersebut yakni Kabupaten Tapin, Barito Kuala, Tanah Laut dan kota Banjarbaru

Hal ini disampaikan, Kepala sub bidang Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Kalsel Ariansyah, Selasa (12/7).

Ariansyah menyampaikan, hingga Selasa (12/7), sudah terdapat 4 Kabupaten di Kalsel yang menetapkan Status Siaga Karhutla, dan Pertanggal 15 Juni yang lalu, Pemerintah Provinsi Kalsel juga sudah menetapkan Status siaga Karhutla tingkat Provinsi Kalsel, yang berlaku hingga 15 November mendatang.

“Ada 4 yang berstatus siaga Karhutla di Provinsi Kalsel,” ungkap Ariansyah.

Untuk diketahui, pada 28 Juni yang lalu, Pemerintah Provinsi kalsel menggelar apel kesiapsiagaan menghadapi bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), pada waktu tersebut, hanya terdapat 3 Kabupaten-Kota yang menetapkan status siaga Karhutla, yakni Kota Banjarbaru, Kabupaten Barito Kuala, dan Kabupaten Tapin.

Dengan bertambahnya Kabupaten-Kota di Kalsel yang berstatus Siaga Karhutla, Pemerintah Provinsi Kalsel bisa memperpanjang penetapan status siaga, tergantung pemantauan yang dilakukan pihaknya melalui BPBD Provinsi Kalsel.

“Jadi kita masih melihat situasi, berdasarkan hasil situasi lapangan, juga update dari BMKG terkait perkembangan cuaca dan iklim,” lanjut Ariansyah.

Ditambahkan Ariansyah, pihaknya akan kembali menggelar rapat evaluasi status siaga Karhutla, untuk mengevaluasi perkembangan status siaga Karhutla. (MRF/RD/RH)

Pemprov Kalsel Dukung Tiga Raperda Inisiatif Dewan

BANJARMASIN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melaksanakan rapat paripurna di ruang rapat paripurna Mansyah Addrian Gedung A DPRD Provinsi Kalsel, Senin (11/7).

Rapat yang dipimpin Ketua DPRD Kalsel, Supian HK itu membahas 2 (dua) agenda, yaitu terkait pendapat Gubernur Kalsel terhadap penjelasan Komisi DPRD atas 3 (tiga) buah Rancangan Peraturan Daerah (perda), kemudian dilanjutkan dengan tanggapan dan/atau jawaban fraksi-fraksi DPRD Kalsel atas pendapat Gubernur Kalsel terhadap 3 (tiga) buah rancangan perda yang disampaikan Pimpinan DPRD yakni Raperda tentang Penyelenggaraan Perizinan, Raperda tentang Penyelenggaraan Pemberdayaan dan Perlindungan Koperasi dan Usaha Kecil serta Raperda tentang Penyelenggaraan Sistem Drainase dan Pengendalian Banjir di Wilayah Provinsi Kalsel.

Gubernur Kalsel yang diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kalsel, Nurul Fajar Desira, CES menyampaikan dukungan atas masukan dan usulan tentang rancangan perda tersebut.

“Saya atas nama gubernur, kami ingin menyampaikan bahwa beliau mendukung perda inisiatif yang sudah disampaikan oleh komisi DPRD Provinsi Kalsel, karena itu menyangkut pelayanan publik. Dan ini sangat penting sekali, dan ini merupakan amanat undang-undang. Karena itu kami mendukung dan siap untuk melaksanakan pembahasan lebih detail lagi bersama dengan DPRD Provinsi Kalsel.”ujarnya.

Lebih lanjut, Fajar Desira menilai tiga Raperda yang dibahas dalam rapat paripurna tersebut semuanya vital untuk kepentingan masyarakat.

“Semuanya krusial, ketiga raperda itu. Masalah banjir, perizinan, dan perlindungan koperasi dan usaha kecil. Penting untuk pelayanan kita terhadap publik,” jelasnya.

Sementara, Ketua DPRD Kalsel, Supian HK menyampaikan bahwa tiga Raperda yang merupakan inisiatif Dewan ini adalah bentuk jalannya fungsi legislasi DPRD yaitu pembentukan peraturan daerah.

Suasana rapat paripurna DPRD Kalsel

“Perda itu menyangkut masalah yang 3 tadi, itu banyak usulan-usulan, kami adakan pertemuan-pertemuan dan melaksanakan kunjungan-kunjungan ke dapilnya di masing-masing di daerah. Setelah itu kami sempurnakan, kami adakan rapat, akhirnya muncul inisiatif untuk mengadakan perda itu. Alhamdulillah pemerintah provinsi kalsel sangat mendukung perda itu. Secepat mungkin itu nanti ada payung hukumnya, itu juga menyangkut perda-perda yang lain, prosesnya sama,” katanya. (NRH/RDM/RH)

Sambut Hari Anak Nasional, Dispersip Kalsel Akan Datangkan Pendongeng Nasional

BANJARMASIN – Menyambut Hari Anak Nasional tahun 2022 yang diperingati setiap tanggal 23 Juli, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) akan mendatangkan pendongeng nasional, untuk menghibur dan mendekatkan anak-anak dengan buku.

Rencana itu disampaikan Kepala Dispersip Kalsel Nurliani Dardie, yang bersiap mengundang ratusan anak ke Perpustakaan Palnam untuk menyaksikan aksi pendongeng Kempho Antaka.

“Menumbuhkan minat baca pada anak, kita akan kembali datangkan pendongeng nasional, rencananya ke Kalsel dalam bulan ini dalam rangka Hari Anak,” katanya, Senin (11/7).

Menurut Nurliani, Pendongeng Kempho Antaka ini tak kalah spesial dengan yang didatangkan sebelumnya, seperti Kak Awam, Kak Resha, Kak Agus DS, Kak Bimo, Kak Ria Enes dan Suzan, Cut Mini, hingga Kak Gery.

“Palnam sering kali mendatangkan tokoh nasional, ini sebagai komitmen kami untuk terus menumbuhkan dan meningkatkan budaya literasi di Banua,” tambah Kadispersip yang akrab disapa Bunda Nunung ini.

Terkait waktu kegiatan, ia mengaku masih melakukan koordinasi dengan yang bersangkutan, menyesuaikan kesiapan Dispersip Kalsel dan narasumber.

“Saya telah menemui yang bersangkutan di Semarang atas rekomendasi Kak Bimo, jadi waktu tepatnya masih kita cocokkan, nanti akan kita umumkan kembali,” pungkasnya. (DISPERSIPKALSEL-NRH/RDM/RH)

2.500 Atlet dari Politeknik se Indonesia Ramaikan Porseni ke 13 di Kalsel

BANJARMASIN – Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) ke 13 Politeknik Se Indonesia Tahun 2022 dilaksanakan di Provinsi Kalimantan Selatan, akan diramaikan 2.500 atlet dan ofisial.

Suasana penjelasan kegiatan Porseni di Kalsel

Ketua Panitia Porseni Politeknik se-Indonesia Agus Pebrianto mengatakan, tahun ini Provinsi Kalimantan Selatan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) ke 13 Politeknik se-Indonesia. Kegiatan akan di mulai tanggal 13 sampai 20 Juli 2022 di Banjarmasin.

“Provinsi Kalimantan Selatan menjadi tuan rumah untuk pelaksanaan Porseni ke 13 ini,” ucap Agus

Sedangkan, lanjutnya, untuk kesiapan penyelenggara Porseni ke 13 sudah mencapai 90 persen, serta peserta dari politeknik seluruh tanah air mulai berdatangan ke Kalimantan Selatan.

“Untuk kegiatan pembukaan Porseni akan dilaksanakan di Gelanggang Olahraga Remaja Hasanuddin HM, dan rencananya akan dihadiri langsung oleh Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor,” ujarnya.

Menurut Agus, untuk peserta yang akan meramaikan Porseni ke 13 di Provinsi Kalimantan Selatan diperkirakan 50 politeknik negeri dengan total peserta hampir 2.500 atlet.

Pada Personi di Provinsi Kalimantan Selatan akan mempertandingkan 15 cabang olahraga dan 7 cabang seni yang akan difokuskan di Kota Banjarmasin dan Martapura

Agus berharap, kepada seluruh masyarakat di Provinsi Kalimantan Selatan, dapat memberikan dukungan pelaksanaan agar dapat berjalan sukses serta atlet Provinsi Kalimantan Selatan dapat meraih prestasi.

“Kami berharap semua pihak di Provinsi Kalimantan Selatan dapat memberikan dukungan atas kesuksesan pelaksanaan Porseni di Kalsel ini,” ucap Agus. (SRI/RDM/RH)

Sambut Idul Adha 1443 H, Bank Kalsel Bagikan 8 Ekor Sapi Kurban

BANJARMASIN – Bank Kalsel bagikan delapan hewan kurban, menyambut Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriah.

Lima hewan kurban sapi dibagikan di kantor pusat Bank Kalsel di Banjarmasin, dua diserahkan ke DPRD Kalsel dan satu sapi diserahkan kepada salah satu masjid di Amuntai Kabupaten Hulu Sungai Utara.

Ketua Panitia Kurban Bank Kalsel, Anang Rifani mengatakan, pemotongan hewan kurban dilaksanakan setelah shalat Idul Adha, pada Minggu (10/7).

“Kantor Pusat Bank Kalsel potong hewan kurban sebanyak 5 ekor sapi,” ujar Anang di kantor Bank Kalsel di Banjarmasin.

Ia mengatakan, daging kurban dibagikan kepada masyarakat sekitar lingkungan kantor pusat Bank Kalsel, pada hari yang sama.

Selain dibagikan kepada masyarakat sekitar, daging juga dibagikan kepada Panti Asuhan dan Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) serta karyawan Outsourcing. (ADV-RIW/RDM/RH)

DPW PKB Kalsel Laksanakan Ibadah Kurban Untuk Warga Kurang Mampu di Banjarmasin

BANJARMASIN – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Kalimantan Selatan tahun ini, kembali melaksanakan ibadah kurban 2 ekor sapi, di Halaman Kantor DPW PKB Kalsel, Selasa (12/7).

Suasana pemotongan daging kurban

Sekretaris DPW PKB Kalsel Hormansyah mengatakan, pelaksanaan ibadah kurban ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan, oleh pihaknya.

“Ibadah kurban yang kami laksanakan ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan DPW PKB Kalsel,” ucapnya.

Menurut Hormansyah, untuk tahun ini ada 2 ekor sapi yang menjadi kurban dalam ibadah kurban tersebut.

“Kami menyebarkan 200 kupon, untuk warga tidak mampu disekitar Kantor DPW PKB Kalsel, untuk mendapatkan daging kurban,” ujarnya.

Sedangkan, lanjut Hormansyah, pada pelaksanaan ibadah kurban di tempat mereka tersebut, untuk meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT, serta menjalin silaturahmi antar anggota dan pengurus DPW PKB Kalsel.

“Ibadah kurban ini dilaksanakan untuk menimbulkan rasa kepedulian dan berbagi dengan warga kurang mampu,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Hormansyah juga menyampaikan, bahwa hampir seluruh DPC PKB di Provinsi Kalimantan Selatan juga melaksanakan, kegiatan ibadah kurban, dengan penyembelihan hewan kurban di kantor masing-masing.

“Untuk ibadah kurban ini hampir seluruh DPC PKB di Provinsi Kalsel melaksanakan,” ucap Hormansyah. (SRI/RDM/RH)

Meski Pandemi COVID-19 Belum Berakhir, Pelaksanaan Kurban Tahun Ini Dinilai Berjalan Lancar

BANJARMASIN – Meskipun Pandemi COVID-19 belum berakhir, pelaksanaan ibadah kurban dinilai berjalan lancar. Seperti pelaksanaan ibadah kurban yang dilaksanakan Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi yang akrab disapa Paman Yani.

Prosesi Akad dan Serah Terima Alat Sembelih Dari Paman Yani (bertopi) kepada Penyembelih Hewan Kurban (berkopiah)

Pada tahun 2022 ini, dirinya melaksanakan ibadah kurban masing-masing satu ekor sapi di dua lokasi di daerah pemilihannya yakni di Desa Sarang Tiung Kecamatan Pulau Laut Sigam Kabupaten Kotabaru dan Desa Bersujud Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Tanah Bumbu pada H+3 Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriah yang bertepatan dengan Selasa (12/7).

“Kami bersyukur jauh-jauh kami datang dari Banjarmasin ke sini, tentu saja untuk melaksanakan ibadah kurban,” katanya kepada wartawan.

suasana pelaksanaan ibadah kurban oleh Anggota DPRD Kalsel, M. Yani Helmi di Desa Bersujud

Sebelum menyembelih hewan kurban dilakukan prosesi akad dan serah terima alat sembelih dari Paman Yani kepada penyembelih hewan kurban. Dalam prosesi penyembelihan, Anggota DPRD Kalsel dari Fraksi Golkar ini juga menyediakan piduduk berupa beras, gula merah dan kelapa serta menyiramkan air kembang ke sekujur tubuh sapi dengan tujuan agar sapi tenang ketika disembelih.

Paman Yani memberikan apresiasi kepada semua pihak sehingga pelaksanaan kurban tahun ini berjalan lancar.

“Mudah-mudahan dengan ibadah kurban ini, bisa membawa keberkahan bagi yang melaksanakan kurban,” harapnya.

Sebelumnya, pada Senin (11/7) lalu, Paman Yani juga melaksanakan ibadah kurban di kawasan sekitar kediamannya di Sungai Jingah Banjarmasin dengan menyembelih dua ekor sapi dan ratusan bungkus daging kurbannya dibagi-bagikan kepada masyarakat setempat. (NRH/RDM/MRF)

Idul Adha 2022, Polda Kalsel Kurbankan Puluhan Ekor Hewan Kurban

Banjarmasin – Polda Kalsel menyembelih puluhan ekor hewan kurban di Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriah, pada Minggu (10/7). Pemotongan hewan kurban berupa sapi dan kambing itu berlangsung di Mess Bintara Remaja Dit Samapta Polda Kalsel, Bina Brata Banjarmasin.

Pemotongan ditandai dengan penyerahan hewan kurban secara simbolis oleh Kapolda Kalsel yang turut dihadiri Wakapolda Kalsel, Pejabat Utama Polda Kalsel, Ketua Bhayangkari Daerah Kalsel, Perwakilan Korem 101/Antasari, Ketua PWI Kalsel, Ketua IJTI Kalsel, Perwakilan Mesjid Jami Banjarmasin, dan Perwakian DPN Dayak Keluarga Borneo.

Kapolda Kalsel Irjen Pol Rikwanto mengatakan, selain melakukan pemotongan, Polda Kalsel juga mendistribusikan hewan kurban tersebut ke sejumlah wilayah untuk dibagikan kepada masyarakat.

“Jumlah hewan kurban di Polda Kalsel sebanyak 73 ekor terdiri dari 63 sapi dan 10 kambing,” kata Kapolda Kalsel disela kegiatan penyembelihan hewan kurban.

Prosesi penyembelihan hewan kurban di Polda Kalsel

Dirinya menerangkan, bahwa jumlah hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha kali ini lebih banyak daripada tahun 2021 lalu. Dimana pada Hari Raya Idul Adha tahun lalu, jumlah hewan kurban yang dipotong dan didistribusikan Polda Kalsel ke beberapa wilayah sebanyak 53 ekor.

“Insya Allah setiap tahun hewan kurban yang akan dipotong Polda Kalsel akan selalu bertambah,” ucap Kapolda Kalsel.

Orang nomor satu di Polda Kalsel ini pun berharap dengan kurban ini, dirinya, para Pejabat Utama dan seluruh personel Polda Kalsel dapat mengikuti jejak para Nabi seperti Nabi Ibrahim A.S. dan Nabi Muhammad SAW.

Selain itu, dengan kurban tersebut pihaknya dapat berbagi kebahagiaan kepada masyarakat yang membutuhkan atau kurang mampu.

Kapolda Kalsel pada kesempatan ini pun menegaskan bahwa Polda Kalsel bersama Forkopimda telah melakukan langkah-langkah antisipasi agar tidak terjadi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak, sehingga sapi dan kambing yang dikurbankan pada Hari Raya Idul Adha tahun ini, sudah dipastikan sehat dan bersih dari PMK serta siap untuk dikurbankan. (POLDAKALSEL-RIW/RDM/SYA)

Sholat Ied di Masjid Al Karomah Martapura, Paman Birin Juga Serahkan Sapi Kurban Presiden

Banjar – Idul Adha tahun ini, Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, melaksanakan shalat Idul Adha di masjid Al Karomah Martapura. Didampingi Ketua DPRD Provinsi Supian HK, dan sejumlah Kepala SKPD lingkup pemerintah provinsi Kalimantan Selatan, Gubernur yang biasa disapa Paman Birin itu, tiba di masjid Al Karomah sekitar pukul 07.15 WITA pada Minggu (10/7), dan langsung menunaikan shalat Tahiyatul Masjid.

Kemudian bersama ribuan jemaah yang memadati masjid, turut membacakan takbir, tahlil dan tahmid. Tampak hadir dalam shalat Idul Adha itu Bupati Banjar Saidi Mansyur, serta Forkompinda Kabupaten Banjar.

Gubernur Kalsel saat prosesi penyerahan sapi kurban Presiden

Dalam sambutannya sebelum shalat, Gubernur menyampaikan, selamat Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriah, kepada seluruh masyarakat Kalsel.

“Saya ucapkan selamat Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriyah, semoga kita dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, sekaligus dapat meningkatkan solidaritas, dan kepedulian kita sebagai umat Islam,” ujarnya.

Momen Idul Adha, menurut Paman Birin, memberikan kesan dan makana bagi kehidupan, yang tercermin dalam ibadah haji dan ibadah kurban.

Ibadah kurban mengandung makna kepedulian, semangat berbagi dan solidaritas kepada sesama.

“Ibadah kurban yang kita laksanakan, banyak mengandung makna serta dimensi kesabaran dan ketabahan, yang hendaknya kita amalkan dalam kehidupan,” sampainya.

Gubernur Kalsel berada di shaf depan shalat Idul Adha

Usai shalat, Paman Birin juga berkesempatan menyerahkan Bantuan Kemasyarakatan Presiden Republik Indonesia berupa sapi.

Sapi kurban Presiden yang diserahkan Paman Birin, diterima langsung Ketua Nhazir Masjid Al-Karomah Martapura, KH. Hasanuddin Badruddin. Sapi bantuan Presiden tahun ini, berjenis Brahman dengan berat lebih dari 950 kilogram, dibeli dari peternak lokal asal Tanah Bumbu. (RIW/RDM/SYA)

Imbas Penutupan SPBN, Nelayan Tanbu Kini Sulit Dapatkan Solar Bersubsidi

TANAH BUMBU – Penutupan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) di tempat pelelangan Ikan (TPI) yang berlokasi tak jauh dari Pelabuhan Perikanan Batulicin kabupaten Tanah Bumbu, mengakibatkan sejumlah penjaring ikan harus dibuat kesulitan mendapatkan solar bersubsidi.

Di lokasi pengisian, Polda Kalsel melalui Ditpolairud juga terpaksa harus menyegel dua fasilitas utama bertuliskan ‘police line’ dan berhasil menetapkan satu tersangka atas kasus tersebut.

Perlu diketahui, oknum dengan inisial AF ternyata kedapatan menjajakan solar bersubsidi diatas Harga Eceran Tertinggi (HET) dengan harga Rp6.250 per liter, padahal secara normal hanya dikenakan Rp5.150 artinya sengaja naik Rp1.100.

Atas perbuatannya, AF dijerat ancaman pidana pasal 55 UU RI Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, perubahan UU RI Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi (Migas) lengkap diganjar masa tahanan maksimal paling lama enam tahun, denda sebesar Rp60 miliar.

Menanggapi itu, Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi juga turut mengapreasi kesigapan Ditpolairud Polda Kalsel dalam memberikan efek jera terhadap oknum yang melakukan tindak kejahatan penyalahgunaan solar bersubsidi apalagi berhubungan erat dengan kebutuhan utama ekonomi rakyat.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel M Yani Helmi (peci) bersama Kepala Pelabuhan Perikanan Batulicin Akhmad Syarwani (kanan) saat membahas masalah solar bersubsidi

“Kejadian ini terjadi sudah beberapa bulan. Namun, kami sempat juga mendapatkan pertanyaan serupa dari masyarakat dan itu juga sempat dibahas dalam rapat jadi SPBN tersebut memang tersandung kasus hukum,” ucapnya, usai menggelar kegiatan monitoring di Pelabuhan Perikanan (PPI) Batulicin, di Tanah Bumbu, Jumat (8/7) siang.

Namun demikian, dirinya berharap untuk bisa memenuhi keinginan dari nelayan di wilayah tersebut, politisi dari fraksi Partai Golkar ini pun meminta agar SPBN kembali diaktifkan agar keperluan mereka tetap terpenuhi.

“Menurut hemat kami, ketika kasus hukum ini berjalan, alangkah lebih bagusnya tidak menutup pendistribusian solar mengingat kebutuhan masyarakat di pesisir Tanbu mayoritas mata pencaharian utamanya adalah nelayan. Yang mana, imbasnya juga banyak yang tidak melaut,” papar paman Yani (sapaan akrabnya).

Sementara, ungkap dia, seiring tidak tersedianya solar bersubsidi bagi nelayan pesisir Tanah Bumbu harga ikan pun juga ikut naik.

“Tak hanya Kalsel, tetapi, Kaltim dan Kalbar terkena imbasnya juga,” ungkap legislatif dari Dapil VI Kotabaru dan Tanah Bumbu.

Sementara itu Kepala Pelabuhan Perikanan Batulicin Akhmad Syarwani menyebut imbas dari ditutupnya SPBN yang berada di wilayah tanggungjawabnya itu memaksa sejumlah nelayan harus membeli di luar daerah Kalsel.

“Bahkan ada nelayan kita di pelabuhan harus terpaksa membeli solar ke luar daerah hingga ke Kaltim dengan harga yang cukup tinggi. Sehingga, berpengaruh terhadap tambat labuh di Pelabuhan Perikanan Batulicin ini,” jelasnya.

Maka dari itu senada dengan Wakil Komisi II DPRD Kalimantan Selatan Muhammad Yani Helmi, dia mengharapkan aktivitas SPBN bisa kembali dioperasikan agar pemenuhan solar bersubsidi bagi nelayan kembali berjalan normal.

“Seiring berjalannya proses hukum dari kepolisian. Setidaknya Kami berharap SPBN di pelabuhan ini dapat beroprasi lagi, karena bagaimana pun saat ini yang kasihan adalah nelayan,” ujarnya.

Di TPI, salah seorang nelayan asal Tanah Bumbu Syamsuddin membeberkan agar terpenuhinya solar, sejumlah nelayan harus menyisir ke daerah lain untuk mendapatkan bahan bakar tersebut.

“Untuk mendapatkan lima sampai satu drum sekarang saja susah bagaimana kami mau melaut, coba seperti Banjarmasin yang pendistribusiannya lancar ke nelayan. Sempat mendapatkan bahan bakarnya dari Jawa,” cetusnya.

Terlebih, bahan bakar ini juga menjadi sumber utama kapalnya untuk memperlancar aktivitas melaut. Ini pun, menurut dia, solar menjadi keperluan vital berlayar nelayan.

“Solar mahal saja tidak dapat apalagi bersubsidi. Jadi, kapal yang hendak masuk melaut tidak bisa bersandar sebaliknya pula kapal luar untuk berlabuh ke PPI Batulicin. Bahkan, nelayan disini sudah sangat mengeluh,” bebernya.

Dari penertiban aparat kepolisian, kondisi SPBN di Pelabuhan Perikanan Batulicin cukup memprihatinkan bahkan masih dalam keadaan tersegel. Tak hanya itu, jangka waktu penutupan pengisian bahan bakar khusus bagi nelayan juga sudah berjalan satu bulan. (RHS/RDM/RH)

Exit mobile version