Dispar Kalsel Persiapkan Pelatihan Pokdarwis Untuk Pengembangan Ekonomi Kreatif

BANJARMASIN – Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan, saat ini tengah mempersiapkan pelatihan bagi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang ada di sekitar geosite, dalam rangka mengembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif berbasis Geopark Meratus.

Hal itu disampaikan, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin, di ruang kerjanya, kepada wartawan, Kamis (19/1).

Ia menjelaskan, pelatihan ini sebagai bentuk persiapan dalam penilaian Geopark Meratus oleh tim UNESCO Global Geopark.
Rencananya ada 50 Kelompok Sadar Wisata yang tersebar disejumlah titik geosite, mulai dari Kota Banjarbaru hingga Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

“Pelatihan akan kita mulai bulan Februari 2023 ini,” ucapnya

Syarifudin mengatakan, dalam pelatihan menghadirkan narasumber yang berkompeten, bahkan menggandeng narasumber dari Badan Pengelola Geopark Meratus. Puluhan Kelompok Sadar Wisata nanti, akan diberikan edukasi mengenai pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Setelah pelatihan, dapat meningkatkan pengetahuan Pokdarwis disekitar geosite Geopark Meratus,” pintanya

Lebih lanjut Syarifudin menambahkan, dengan dimiliki kompetensi profesional para Kelompok Sadar Wisata, tentu berdampak memberikan pelayanan yang terbaik kepada wisatawan yang berkunjung, baik dari dalam daerah, nusantara hingga mancanegara.

“Kalau nanti Geopark Meratus masuk dalam UNESCO, dipastikan banyak yang berkunjung, tidak hanya berwisata juga untuk meneliti sejarah bebatuan tersebut,” tutupnya. (NHF/RDM/RH) The article is sponsored by personal statements editor service

KPU Kalsel Gelar Uji Publik Rancangan Daerah Pemilihan Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan

BANJARMASIN – Komisi Pemilihan Umum Kalimantan Selatan, menggelar Uji Publik Rancangan Daerah Pemilihan Anggota DPRD Provinsi Kalsel, di salah satu hotel Banjarmasin, pada Kamis (19/1).

Ketua KPU Provinsi Kalimantan Selatan Sarmuji, kepada wartawan di sela acara menjelaskan, berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 80/PUU-XX/2022 Perkara Pengujian Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang pemilhan umum, dalam putusannya memberikan kewenangan kepada KPU untuk mengatur Daerah Pemilihan Anggota DPR dan Anggota DPRD Provinsi, dengan demikian KPU Provinsi Kalimantan Selatan melakukan Uji Publik Rancangan Daerah Pemilihan Anggota DPRD Kalimantan Selatan, sebagai tahapan pengaturan Daerah Pemilihan Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan.

Ketua KPU Kalsel, Sarmuji

“Kami menerima masukan dan tanggapan baik dari unsur akademisi, perwakilan PWI Kalsel, dan ormas, terhadap Rancangan Daerah Pemilihan Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, dalam Pemilu tahun 2024,” ucapnya

Disampaikan Sarmuji, berdasarkan jumlah penduduk Provinsi Kalimantan Selatan, yakni sebanyak 4.141.533 jiwa, maka Provinsi Kalimantan Selatan berada pada Provinsi dengan jumlah penduduk antara 3.000.000 sampai dengan 5.000.000 jiwa, sehingga memperoleh alokasi 55 kursi. Jika mengacu kepada pembagian daerah pemilihan sebagaimana Pemilu sebelumya (2019) terdapat beberapa hal penting yang perlu menjadi pertimbangan, yaitu Kabupaten dan Kota yang kursinya berkurang dan bertambah dibandingkan Pemilu sebelumnya.

“Usulan kesatu dan kedua penataan Dapil, yaitu susunan Dapil, sama Pemilu 2019, namun ada perubahan jumlah kursi menyesuaikan DAK Pemilu 2024,” katanya

Lebih lanjut Sarmuji menyampaikan, saat ini Kota Banjarbaru resmi menggantikan Kota Banjarmasin sebagai Ibukota Kalimantan Selatan, sejak disahkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2022 tentang Provinsi Kalimantan Selatan pada 15 Februari 2022. Jika penamaan Dapil dimulai dari Ibukota Provinsi dan dilanjutkan dengan wilayah lain sesuai dengan arah jarum jam, maka akan ada perubahan dapil.

Foto bersama

“Hasil uji publik akan segera disampaikan ke KPU RI, penetapan Dapil pada Februari mendatang,” tutupnya. (NHF/RDM/RH)

Maret 2023, Kalsel Siap Ikuti Pameran INACRAFT 2023 di Jakarta

BANJARBARU – Pameran Jakarta International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) yang menampilkan berbagai produk kerajinan hasil kreasi dari para pengrajin Tanah Air akan kembali digelar ditahun 2023 ini. Pameran industri kerajinan terbesar di Asia Tenggara INACRAFT 2023 direncanakan digelar mulai 1 – 5 Maret 2023 di Jakarta.

Pemerintah Provinsi Kalsel melalui Dinas Perindustrian Provinsi Kalsel beserta Dekranasda Provinsi Kalsel menggelar rapat koordinasi partisipasi pameran INACRAFT 2023 di ruang rapat sentra Industri Dinas Perindustrian Provinsi Kalsel, Kamis (19/1).

Kepada Abdi Persada FM, Kepala Dinas Perindustrian (Disperin) Provinsi Kalsel Mahyuni mengungkapkan, rapat koordinasi dengan Kabupaten-Kota tersebut membahas rencana keikutsertaan dalam pameran INACRAFT 2023.

Pameran ini bagi Dinas Perindustrian Provinsi Kalsel dan Dekranasda Provinsi Kalsel merupakan pameran yang sangat penting dikarenakan diikuti para pengrajin asal tanah air hingga luar Negeri. Sehingga pameran INACRAFT 2023 akan menjadi tempat promosi yang sangat penting untuk memperkenalkan berbagai hasil kerajinan banua.

“Pengunjungnya ada pedagang Internasional, Kolektor Internasional, termasuk dari pemerintahan yang ikut diundang, ” ungkap Mahyuni.

Kepala Dinas Perindustrian Provinsi Kalsel Mahyuni

Dilanjutkan Mahyuni pada rapat koordinasi partisipasi pameran INACRAFT 2023, diketahui Kalsel akan memiliki Stand Pameran INACRAFT sebanyak 17 Stand yang diperuntukkan bagi masing-masing daerah kab/kota di Kalsel untuk memperkenalkan berbagai produk kerajinan hasil kreasi dari para pengrajin Tanah Air.

Hampir semua produk kerajinan diperbolehkan untuk ditampilkan pada Pameran INACRAFT 2023, sehingga Pemerintah Provinsi Kalsel akan memperkenalkan berbagai kerajinan para pengrajin khas Kalsel, salah satunya kain sasirangan dan berbagai hasil olahannya, batu permata dan hasil olahannya yang juga sangat terkenal di Kabupaten Banjar, dan hasil olahan anyaman dari berbagai macam bahan yang selalu mendapat daya tarik saat mengikuti pameran.

“Itu yang perlu kita bawa untuk dipamerkan,” ucap Mahyuni.

Mahyuni menambahkan, pameran INACRAFT 2023 akan menjadi event promosi yang sangat luar biasa karena jumlah stand pameran INACRAFT menjadi yang terbanyak dari pameran – pameran lain, serta memiliki keunggulan diundang nya para Buyer, Kolektor, dan Pedagang tingkat Internasional. Sehingga menjadikan INACRAFT menjadi pameran yang sangat diunggulkan.

“Makanya penting pameran INACRAFT untuk diikuti,” tutup Mahyuni. (MRF/RDM/RH)

Hadiri HUT ke-44, Ini Pesan Paman Birin Untuk Sekolah Penggerak SMAN 5 Banjarmasin

BANJARMASIN – Sebagai salah satu alumnus SMA Negeri 5 Banjarmasin, Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor selalu menyempatkan diri untuk hadir pada setiap kegiatan yang digelar sekolah penggerak tersebut. Termasuk pada peringatan HUT ke-44 tahun ini, yang diselenggarakan di lingkungan SMA Negeri 5 Banjarmasin pada Kamis (19/1).

Gubernur Kalsel (topi) memberikan potongan tumpeng pertama kepada Kepala SMAN 5 Banjarmasin

Pada kesempatan ini, tidak lupa Paman Birin (sapaan khas Gubernur) juga didapuk untuk memberikan arahan kepada para siswa. Dalam arahannya itu, Gubernur memotivasi para pelajar, agar terus meningkatkan prestasi belajar, sehingga bisa ikut berperan dalam pembangunan disegala bidang.

Gubernur Kalsel saat memberikan sambutan

“Terpilihnya Kalimantan Timur sebagai Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, tentunya membuat persaingan lebih ketat dalam segala hal bagi daerah disekitarnya, termasuk Kalimantan Selatan. Hal ini tentunya harus disikapi dengan persiapan sumber daya manusia yang berdaya, khususnya SMAN 5 Banjarmasin. Lulusannya tidak boleh kalah bersaing dengan sekolah sederajat lainnya seperti di pulau Jawa.
Itu yang harus kita lakukan bila ingin sukses di Banua, meningkatkan kualitas manusia,” ujar Gubernur.

Lebih lanjut Paman Birin menceritakan, diusianya yang hampir setengah abad ini, SMAN 5 sudah banyak mengalami perubahan.

“Sebagai alumni, saya tahu benar bagaimana kondisi sekolah ini sebelumnya yang juga mengalami masa sulit. Namun hal itu dapat dibenahi dan dibangun secara bertahap hingga seperti sekarang,” tambahnya.

Paman Birin mengakui, karena jasa para gurulah, Ia dapat berkarir di pemerintahan hingga terpilih sebagai orang nomor satu di Banua.

“Oleh karena itu, kalo mau sukses, kuncinya adalah patuh pada orangtua dan terus belajar”, tutupnya.

Pada kesempatan ini, Paman Birin didaulat melakukan pemotongan pertama tumpeng HUT ke-44 tahun SMAN 5 Banjarmasin. Kemudian Gubernur juga meresmikan penggunaan aula Paman Birin. Penamaan aula ini, diberikan sebagai apresiasi atas perhatian pihak sekolah kepada Paman Birin yang secara intens mendorong kemajuan SMAN 5 Banjarmasin. (RIW/RDM/RH)

PGM Kalsel Keluhkan Persoalan Kesejahteraan Guru Honor ke DPRD Kalsel

BANJARMASIN – PGM (Persatuan Guru Madrasah) Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menyampaikan aspirasi kepada Komisi IV DPRD Kalsel terkait persoalan kesejahteraan para guru honor di madrasah, Rabu (18/1).

Suasana Audiensi PGMI Kalsel ke Komisi IV DPRD Kalsel

Ketua Pengurus Wilayah PGM Indonesia Provinsi Kalsel, Pangeran Gusti Surian mengungkapkan gaji guru honorer di madrasah paling tinggi sekitar empat ratus ribu rupiah per bulan.

“Honor guru honorer paling seratus, dua ratus, dua ratus lima puluh, paling tinggi empat ratus. Dengan jumlah segitu, mengajar setiap hari dari jam tujuh sampai jam satu. Ini yang mungkin dibilang pahlawan tanpa tanda jasa,” keluhnya.

Sementara, pihak PGM Kabupaten Batola juga mengungkapkan bahwa pemerintah daerah tidak memberikan bantuan insentif. Ditambah lagi jumlah siswa juga mempengaruhi gaji guru honorer.

Di sisi lain, pengurus PGM Kota Banjarmasin juga mengeluhkan bahwa para guru honor di madrasah Banjarmasin pernah tidak menerima gaji selama empat bulan dikarenakan dana BOS yang tidak “cair”.

Menanggapi keluhan tersebut, Ketua Komisi IV DPRD Kalsel, Muhammad Lutfi Saifuddin mengatakan pihaknya akan menjadwalkan kunjungan ke Kementerian Agama (Kemenag) RI untuk memperjuangkan kesejahteraan guru honorer madrasah tersebut.

“Perjuangan Komisi IV dua periode agar sekolah madrasah bisa mendapatkan Bosda. Bulan depan bisa dijadwalkan ke Kemenag untuk memperjuangkannya,” jelasnya.

Lutfi juga menambahkan bahwa aspirasi terkait kesejahteraan guru madrasah ini sejalan dengan Perda Penguatan Fasilitasi Pendidikan Karakter.

“Aspirasi ini sejalan dengan Perda Penguatan Fasilitasi Pendidikan Karakter, namun ada hal-hal yang menjadi kewenangan pusat. Ini yang akan kita bawa ke Kementerian Agama yang mana harapan kita bahwa kesejahteraan guru madrasah ini khususnya di Kalsel ini bisa lebih terangkat lagi,” pungkasnya. (NRH/RDM/RH)

Pemprov dan DPRD Kalsel Dukung Pembangunan SMK di Sungai Andai

BANJARMASIN – Perjuangan atas aspirasi masyarakat Kelurahan Sungai Andai Kecamatan Banjarmasin Utara untuk memiliki Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di wilayahnya, akhirnya berbuah manis. Mengapa tidak, aspirasi tersebut telah disetujui oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Selatan (Kalsel), Muhammadun dan Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalsel, Muhammad Lutfi Saifuddin.

Dalam pertemuan antara Komisi IV DPRD Provinsi Kalsel bersama Dewan Kelurahan Sungai Andai, Rabu (18/01), Kepala Disdikbud Kalsel, Muhammadun menyatakan menyetujui usulan pembangunan SMK di Sungai Andai tersebut.

“Hal ini merupakan wujud kepedulian Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor kepada dunia pendidikan guna mencetak lebih banyak sumber daya manusia yang berkualitas,” jelasnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua Komisi IV DPRD Kalsel, Muhammad Lutfi Saifuddin yang menyatakan siap mendukung secara totalitas sesuai kewenangan yang ia miliki, dari segi pengawalan anggaran.

“Kita akan masukkan dan kawal anggaran pada perubahan tahun 2023 ini. Mohon doa masyarakat semua agar kiranya rencana mulia ini akan diberikan kemudahan, sehingga impian kita memiliki SMK di Kelurahan Sungai Andai cepat terwujud secepatnya di tahun 2024,” harapnya.

Suasana Pertemuan Komisi IV DPRD Kalsel, Disdikbud Kalsel, Lurah Sungai Andai, Ketua BPD Sungai Andai dan Ketua Forum Kota Banjarmasin.

Sedangkan, Lurah Sungai Andai Dedi Fernadi mengungkapkan masyarakatnya mengusulkan pembangunan SMK di Sungai Andai karena memang jumlah sekolah SMKN dan SDN tidak sebanding dengan kepadatan penduduknya yang berjumlah 41 ribu jiwa.

“Alhamdulillah Kami sangat menyambut gembira hasil pertemuan ini dan kami akan segera melakukan pertemuan bersama para ketua RT seluruh Sungai Andai untuk membahas lahan tempat SMK itu akan dibangun sembari menyiapkan dokumen kelengkapan administrasi lainnya untuk diserahkan ke Disdik Kalsel,” jelasnya. (NRH/RDM/RH)

Suplai Air Bersih Haul Akbar Guru Sekumpul ke-18 Dipastikan Aman

BANJARBARU – Suplai air bersih untuk berbagai kebutuhan pada peringatan haul akbar Guru Sekumpul ke-18 di kediaman pribadi Gubernur Kalsel dipastikan aman.

Kepala Balai Pengelola Air Minum (BPAM) Banjarbakula, Muhammad Berty Nakir mengatakan, pihaknya siap membantu menyuplai air bersih, guna keperluan dapur umum.

Berty mengaku pihaknya memiliki satu buah truk tangki berkapasitas 5.000 liter untuk membantu BPBD Kalsel dan Kabupaten Banjar dalam memaksimalkan suplai air.

“Kita siap suplai air selama 24 jam. Airnya bisa dipakai mulai untuk membersihkan bahan makanan hingga dapat digunakan untuk minim,” ujar Berty saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (19/1).

Berty berharap air dapat segera terdistribusi. Pasalnya, bertepatan peringatan haul akbar tersebut, Kamis (26/1), BPAM Banjarbakula rencananya bakal kedatangan Presiden RI, Joko Widodo, untuk meresmikan bangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) berkapasitas 500 liter perdetik di lokasi itu.

“Kita khawatir protokol kepresidenan membatasi aktivitas keluar masuk di BPAM Banjarbakula, jadi paling tidak 3 hari sebelum peringatan haul air bersih sudah terdistribusi dari sini,” bebernya.

Selain itu, suplai air bersih juga diberikan oleh PTAM Intan Banjar. Direktur Utama PTAM Intan Banjar, Syaiful Anwar mengatakan, pihaknya sudah mendistribusikan air bersih ke lokasi peringatan haul.

“Sejak kemarin (18/1) , kami sudah mendistribusikan air bersih untuk keperluan wudhu dan cuci tangan jamaah haul. Ini upaya dukungan kita,” ungkapnya.

Selain air bersih, PTAM Intan Banjar juga membantu pemasangan pipa dan kran air untuk berwudhu di tandon yang sudah disiapkan oleh BPBD Kalsel dan Kabupaten Banjar sebelumnya.

Salah seorang petugas dari PTAM Intan Banjar saat mengecek kran air untuk wudhu jamaah haul

“Kita siapkan sementara 150 kran air. Kalau ada permintaan lagi kita siap menambah,” tuturnya. (SYA/RDM/RH)

Perpu Cipta Kerja Dianggap Bermasalah, Serikat Pekerja Sampaikan Aspirasi ke DPRD Kalsel

BANJARMASIN – Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menerima audiensi dari Federasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSPSI) Kalsel mengenai permasalahan Peraturan Pengganti Undang-Undang (Perpu) Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja, Rabu (18/1).

Suasana Audiensi Komisi IV DPRD Kalsel dan FSPSI Kalsel

Selaku pimpinan pertemuan, Sekretaris Komisi IV DPRD Kalsel, Firman Yusi mengatakan kedatangan pihak FSPSI ke DPRD Kalsel untuk mendesak pernyataan sikap Dewan atas Perpu yang dimaksud, apakah untuk ikut menerima atau menolak Perpu tersebut.

“DPRD Kalsel hari ini menerima aspirasi dari kawan-kawan yang mewakili pekerja di Kalsel kami terima dengan baik. Pada prinsipnya substansi yang disampaikan sudah kami pahami. Tadi juga disepakati bersama bahwa batas kewenangan DPRD Provinsi tidak ada kewenangan untuk menerima atau menolak, sebab, keputusan DPRD juga belum ada dan Perpu ini belum diundangkan,” jelasnya.

Namun, diakui Firman Yusi, selaku wakil rakyat, pihaknya akan menyampaikan aspirasi tersebut secara persuasif maupun secara formal melalui mekanisme Komisi IV DPRD Provinsi Kalsel kepada kolega-koleganya di DPR RI sebagai aspirasi dari masyarakat Kalsel terhadap lahirnya Perpu tersebut.

Sementara, Ketua FSPSI Kalsel, Sumarlan mengungkapkan alasan pihaknya menolak Perpu tersebut yaitu dalam Perpu tersebut dinilai tidak mengandung adanya kepastian kerja (Job Security), perlindungan pendapatan (Income Security) dan Jaminan Sosial (Social Security) yang tersirat maupun tersurat di dalamnya.

“Oleh karena itu, kami memohonkan tindak lanjut aspirasi kami kepada Komisi IV DPRD Provinsi Kalsel untuk menolak Perpu tersebut dan lebih baik dikembalikan kepada Undang-Undang Republik Indonesia No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan,” harapnya. (NRH/RDM/RH)

Bank Kalsel Berikan Beasiswa Total 812 Juta, Untuk Mahasiswa Uniska

BANJARMASIN – Bank Kalsel menunjukkan kepeduliannya terhadap dunia pendidikan, dengan banyaknya bantuan dan program yang diberikan untuk dunia pendidikan, selama tahun 2022. Terbaru, di awal tahun 2023 ini, Bank Kalsel memberikan beasiswa melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ), kepada ratusan mahasiswa Universitas Islam Kalimantan (Uniska) M Arsyad Al Banjari. Total beasiswa yang diberikan mencapai Rp812 juta, yang diberikan dalam dua tahapan. Tahap pertama Rp276 juta dan tahap kedua Rp536 juta.

Direktur Utama Bank Kalsel Hanawijaya menjelaskan, beasiswa ini sebagai kontribusi nyata Bank Kalsel pada dunia pendidikan.

“Uniska ini merupakan nasabah loyal kami dan sudah seharusnya kami ikut memajukan Uniska,” jelas Hanawijaya usai penyerahan simbolis beasiswa, pada Rabu (18/1).

Selain memberikan beasiswa, kedepannya Bank Kalsel juga akan berkolaborasi dengan Uniska, untuk program-program lainnya, termasuk program satu keluarga satu sarjana.

“Mudah-mudahan program satu keluarga satu sarjana dalam upaya pengentasan kemiskinan ekstrim bisa segera dimulai,” tambahnya.

Sementara itu, Rektor Uniska, Abdul Malik mengucapkan, terima kasih kepada Bank Kalsel yang peduli terhadap Uniska.

“Kami berterima kasih karena hampir sebagian besar mahasiswa Uniska adalah dari keluarga kurang mampu, sehingga beasiswa menjadi hal yang sangat diharapkan,” ujarnya.

Beasiswa Bank Kalsel ini, akan diberikan kepada mahasiswa yang memenuhi kriteria, terutama dengan latar belakang keluarga kurang mampu, namun berprestasi.

“Totalnya nanti ada 360 mahasiswa yang mendapatkan beasiswa dari Bank Kalsel ini, mudahan ke depan akan lebih banyak lagi mahasiswa kami yang mendapat bantuan beasiswa dari Bank Kalsel,” pungkasnya. (ADV-RIW/RDM/RH)

Sepekan Jelang Haul Akbar Guru Sekumpul ke-18, 40 Tandon Air Mulai Disiapkan

BANJAR – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) bekerjasama dengan BPBD Kabupaten Banjar, mulai menyiapkan tandon air untuk keperluan wudhu dan cuci tangan jamaah haul Guru Sekumpul ke-18.

Kasubid Kedaruratan BPBD Kalsel, Muhammad Noor Jamaluddin mengatakan, sedikitnya ada 40 tandon air berkapasitas 1.200 liter yang disiapkan oleh pihaknya bersama BPBD Banjar, untuk keperluan jamaah mengambil air wudhu dan cuci tangan.

Kasubid Kedaruratan BPBD Kalsel, Muhammad Noor Jamaluddin

“Kita siapkan 10 titik di sekitar lokasi peringatan haul. Tandonnya memang sudah ada dari dulu,” ujarnya saat meninjau instalasi, di Jalan Kertak Baru Ulu, Martapura Timur, Kabupaten Banjar, Rabu (18/1).

Suplai airnya sendiri disebutkannya, akan dilakukan langsung oleh Balai Pengelola Air Minum (BPAM) Banjarbakula dan PTAM Intan Banjar.

“Kalau diperkirakan  40 tandon dengan kapasitas 1200 liter itu berarti ada sekitar 48 ribu liter air yang disediakan untuk wudhu dan cuci tangan,” bebernya.

Tak hanya itu, Jamaluddin juga mengaku akan menyiapkan tandon air untuk dapur umum.

“Kita masih menunggu jumlah permintaannya dulu ada berapa. Kalau sudah pasti nanti akan kami kirim,” tutupnya.

Untuk diketahui, sampai sekarang persiapan peringatan haul diinisiai oleh anak murid Guru Sekumpul ini terus dilakukan. Termasuk jumlah dapur umum yang ditambah menjadi sebanyak 37 dari sebelumnya 35 titik. (SYA/RDM/RH)

Exit mobile version