UPPD Samsat Martapura Gelar Sosialisasi PAP Kepada Wajib Pajak

BANJAR – Dalam rangka meningkatkan pendapatan Pajak Air Permukaan (PAP), Unit Pelayanan Pendapatan Daerah (UPPD) Samsat Martapura akan melaksanakan sosialisasi kepada pelanggan wajib pajak.

Disampaikan Kepala UPPD Samsat Martapura Zulkifli, Kepada Abdi Persada FM, baru – baru tadi.

Zulkifli menyampaikan, dalam rangka meningkatkan PAP diwilayah Kabupaten Banjar, pihaknya selalu melaksanakan intesipikasi dan juga estenpikasi kepada pelanggan wajib pajak, dengan selalu memberikan sosialisasi tentang PAP. Pihaknya juga melakukan kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Banjar, dalam rangka untuk menambah wajib pajak diwilayah Kabupaten Banjar.

“Realisasi PAP di Kabupaten Banjar mulai Januari hingga Mei ditahun 2023, mencapai Rp.3,5 Milyar atau dengan persentase sebesar 44,7 persen. Capaian ini terbilang masih rendah, dari target yang telah ditetapkan sebesar Rp. 8Milyar lebih, hingga akhir tahun,” ungkap Zulkifli.

Zulkifli menambahkan, Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Riam Kanan, menjadi penyumbang terbesar Pajak Air Permukaan (PAP), di Kabupaten Banjar, dengan persentase mencapai 89,1 Persen hingga bulan Mei ditahun 2023. Selain PLTA Riam Kanan, PT Air Minum Intan Banjar menduduki posisi kedua penyumbang PAP terbesar, dengan persentase sebesar 7,4 persen.

“Kemudian disusul dari sektor pertambangan 2,6 persen, dan perkebunan 0, 9 persen,” ungkapnya.

Ia melanjutkan, dalam rangka meningkatkan PAP diwilayahnya, pihaknya juga terus mensosialisasikan Peraturan Gubernur (Pergub) No 038, Tahun 2021, untuk menambah pelanggan wajib pajak dibidang PAP, kegiatan jemput bola dilaksanakan dalam rangka sosialisasi tentang Pergub No 038, Tahun 2021. bagi wajib pajak yang belum mengetahui tentang peraturan gubernur tersebut, pihaknya terus melaksanakan sosialisasi dari pintu ke pintu disetiap perusahaan yang memakai air untuk kegiatan mereka.

“Apabila pelaku perusahaan sudah memahami terkait Pergub No 038, Tahun 2021. Maka kami akan menjadikan mereka sebagai wajib pajak,” tutup Zulkifli. (MRF/RDM/RH)

Jelang Keberangkatan, Satu Jemaah Haji Asal Banjar Wafat

BANJAR – Empat hari jelang keberangkatan kelompok terbang pertama asal kabupaten Banjar, Humas Kementrian Agama Banjar mengumumkan berita duka. Satu jemaah haji asal kecamatan Karang Intan, meninggal dunia pada Kamis (25/5) sore. Jemaah yang wafat tersebut bernama Awariyah Masyuni Majri usia 50 tahun 4 bulan, warga jalan Datu Panjang, Madi Kapau Timur Karang Intan Kabupaten Banjar.

Almarhumah Awariyah merupakan salah satu jemaah haji Kalsel kloter pertama, yang akan diberangkatkan perdana pada Senin (29/5). Almarhum tercatat mendaftar sebagai jemaah haji pada 9 Desember tahun 2010 lalu.

“Keluarga besar Kementerian Agama Kalsel dan PPIH Embarkasi Banjarmasin turut berduka cita atas meninggalnya almarhumah, semoga almarhumah husnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran”, ujar Kepala Kanwil Kemenag Kalsel Dr. H. Muhammad Tambrin, M.M.Pd saat mendengar kabar tersebut.

Hal ini memang sangat disayangkan, mengingat operasional pemberangkatan haji tinggal menghitung hari. Tentu sudah banyak persiapan dan rencana yang telah dilakukan almarhumah untuk berangkat haji.

“Akan tetapi sebagai manusia kita hanya bisa berencana, namun Allah SWT jua lah yang menentukan dan menghendaki apakah kita bisa melaksanakan ibadah haji atau tidak,” tambah Tambrin.

Tambrin menceritakan kasus meninggalnya jemaah haji menjelang keberangkatan haji sudah sering terjadi, bahkan ada yang sudah sampai di embarkasi meninggal dunia.

“Seperti kasus dua hari yang lalu diberitakan satu orang jemaah haji asal Surabaya satu hari menjelang keberangkatan meninggal dunia,” katanya.

Oleh karena itu, Tambrin kembali mengingatkan seluruh jemaah haji yang akan berangkat, agar senantiasa menjaga kondisi kesehatan dengan sebaik-baiknya dan penting juga untuk senantiasa berdoa kepada Allah, agar diberikan kesehatan dan keselamatan serta kemudahan dalam melaksanakan ibadah haji.

“Semoga semua jemaah haji diberikan umur yang panjang dan kesempatan dapat melaksanakan haji dengan sempurna,” harapnya. (KANWIL.KEMENAG.KALSEL-RIW/RDM/RH)

DKPPP Kabupaten Balangan Studi Tiru ke LPPL Abdi Persada FM

BANJARBARU – Dalam upaya meningkatkan pelayanan dan penyampaian informasi kepada masyarakat tani, pembudidaya ikan dan khalayak luas lainnya. Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kabupaten Balangan mengunjungi LPPL Radio Abdi Persada FM, yang berada di Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalsel, pada Kamis (25/5).

Kunjungan tamu dari Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Balangan

Kedatangan perwakilan DKPPP Kabupaten Balangan disambut Kepala Dinas Kominfo Kalsel Muhammad Muslim yang diwakili Kepala Bidang Informasi Publik dan Statistik Tarwin Patik Mustafa, Kasi Pengelolaan informasi publik dan media Noor Aneka Lindawati, Dewan Pengawas LPPL Abdi Persada FM, beserta Direktur dan jajaran Direksi LPPL Abdi Persada FM.

Kepada Reporter Abdi Persada FM, Pengawas Perikanan DKPPP Kabupaten Balangan Riyadi N G Brata menyampaikan, tujuan pihaknya mendatangi LPPL Radio Abdi Persada FM, yakni untuk melakukan studi tiru pembelajaran mengenai regulasi, tata kelola, serta sarana dan prasarana yang diperlukan dalam operasional penyiaran. Hal ini dikarenakan DKPPP Kabupaten Balangan berencana akan mendirikan radio pertanian di Kabupaten Balangan.

“Mengingat Kabupaten Balangan sangat jauh dan sulit dijangkau sehingga kita akan memanfaatkan teknologi radio digital untuk menghubungkan kegiatan DKPPP dengan masyarakat,” ungkap Riyadi.

Riyadi menambahkan, dengan adanya radio streaming (digital) pihaknya mengharapkan seluruh pelosok Kabupaten Balangan dapat mendengar radio streaming yang juga didukung dengan dibangunnya pemancar jaringan koneksi internet yang sudah dapat dijangkau diseluruh desa wilayah Kabupaten Balangan.

Di lokasi yang sama, Direktur LPPL Abdi Persada FM Ibnu Min Haji menyampaikan, pihaknya mengucapkan terima kasih kepada DKPPP Kabupaten Balangan untuk studi banding bagaimana pembangunan radio streaming milik DKPPP Kabupaten Balangan khususnya para masyarakat tani, pembudidaya ikan dan khalayak luas lainnya.

“LPPL Radio Abdi Persada FM merupakan lembaga penyiaran milik Pemerintah Provinsi Kalsel. Sehingga kami mengapresiasi dengan kedatangan DKPPP Kabupaten Balangan yang ingin melakukan studi tiru ke radio ini,” ucap Ibe (sapaan akrabnya). (MRF/RDM/RH)

Muslam Kalsel Gelar Lomba Menyanyi Lagu Banjar 2023

BANJARBARU – Museum Lambung Mangkurat Provinsi Kalimantan Selatan (Muslam Kalsel) untuk pertama kalinya menggelar lomba menyanyi lagu banjar, di haman depan museum, di Banjarbaru, Kamis (25/5).

Suasana lomba menyanyi lagu banjar 2023, di halaman museum lambung mangkurat provinsi Kalimantan Selatan

Lomba yang diselenggarakan menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) nonfisik Bantuan Opersional  Museum dan Taman Budaya (BOP MTB) Tahun 2023 ini, mendapat antusias tinggi dari  masyarakat.

Dalam lomba ini, setiap peserta berhak membawakan salah satu dari delapan lagu Banjar yang sudah disiapkan oleh panitia. Yakni Uma Abah, Halin, Sanja Kuning, Kasih Putus di Luhuk Badingsanak, Sangu Batulak, Dandaman Banua, Lanting Nini serta Galuh Banjar.

Kepala Muslam Kalsel Taufik Akbar, mengatakan lomba ini bertujuan untuk melestarikan lagu-lagu daerah Kalsel yang memiliki nilai sejarah serta pesan moral didalamnya.

Kepala Museum Lambung Mangkurat Provinsi Kalimantan Selatan, Taufik Akbar (tengah), saat memberikan keterangan kepada wartawan

“Ini memang tugas kita sebagai bagian dari pelestari budaya daerah khususnya Kalsel,” ujarnya.

Lomba diikuti oleh 29 peserta dari berbagai daerah di Kalsel. Mereka merebutkan hadiah berupa uang tunai total 29 Juta Rupiah serta tropi penghargaan.

“Tadinya ada 33 peserta yang mendaftar, tetapi mungkin karena berhalangan hadir makanya hanya ada 29 peserta yang hadir,” ungkapnya di sela kegiatan.

Akbar berencana menjadikan lomba ini sebagai salah satu event rutin tahunan Muslam Kalsel. Bahkan, ia berniat menggelar lomba itu dengan lebih meriah di tahun mendatang.

“Rencananya tahun depan kita akan tambah lagi pesertanya, kita coba undang nanti sekolah-sekolah untuk turut memeriahkan,” tuturnya. (SYA/RDM/RH)

Kabupaten Tala Juara Umum Pada Cabor Kempo POPDA Tingkat Provinsi Tahun 2023

BANJARMASIN – Pada hari kedua Pelaksanaan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Tingkat Provinsi di Kota Banjarmasin. Kabupaten Tanah Laut (Tala) keluar sebagai juara umum pada cabang olahraga (Cabor) Kempo, yang telah menyelesaikan keseluruhan pertandingan mereka, di Gedung Bola Voli Sangar Kegiatan Belajar (SKB) Mulawarman, Kamis (25/5).

Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tanah Laut Rudi Inti Hansyah mengatakan, pihaknya bersyukur atas keberhasilan Kabupaten Tanah Laut ini, pada cabor beladiri kempo ini.

Sekretaris Dispora Kab Tala Rudi Inti Hansyah

“Alhamdulillah kami berhasil keluar sebagai juara umum pada cabor kempo,” ungkapnya, kepada Abdi Persada FM.

Dan, lanjut Rudi, pihaknya berharap, keberhasilan cabang olahraga kempo ini, dapat diikuti oleh cabor cabor lainnya, yang diikuti oleh Kabupaten Tala.

“Pada POPDA sebelumnya Kabupaten Tanah Laut berada diperingkat ke 2 untuk perolehan medali,” ucapnya.

Sehingga, tambah Rudi, pihaknya berharap pada POPDA Tahun ini Kabupaten Tanah Laut dapat mempertahankan posisi peringkat ke dua tersebut.

“Andalan cabor berpeluang untuk mendulang medali bagi Kabupaten Tala, yaitu pada cabang olahraga beladiri seperti Karate, Taekwondo, Judo serta renang,” ungkapnya.

Sementara itu, Kontingen Pelajar Kota Banjarmasin pada cabor panahan di hari pertama pertandingan digelar, pada Kamis 25 Mei 2023, di lapangan sepakbola SKB Mulawarman, berhasil menyumbangkan medali emas, untuk kontingen Kota Banjarmasin.

Seperti yang disampaikan, Pelatih Panahan Kontingen Kota Banjarmasin POPDA Tingkat Provinsi Kalsel Aris E Hariyati.

Pelatih Panahan Kontingen Pelajar POPDA Kota Banjarmasin Aris E Hariyati

“Kami bersyukur, pada hari pertama digelar pertandingan cabor panahan, kontingen pelajar Kota Banjarmasin berhasil menyumbangkan 6 medali, terdiri dari 1 medali emas yang berhasil diraih oleh Fattan Nindya Giffari, serta 5 medali perak,” ungkapnya.

Pada POPDA ini kontingen pelajar Kota Banjarmasin diperkuat 22 atlet.

“Melihat hasil pada pertandingan di hari pertama ini, kami berharap dapat keluar sebagai juara umum, pada cabor panahan tersebut,” ucap Aris. (SRI/RDM/RH)

Kunjungi Posyandu, Paman Birin Ungkapkan Rasa Bahagia dan Penyemangat Turunkan Stunting

BANJAR – Gubernur Kalimantan Selatan H. Sahbirin Noor, bersama Tim Verifikasi Penganugerahan Satyalancana Wira Karya (SWK) dari Sekretariat Militer Presiden (Setmilpres) kunjungi Posyandu Sakura di Keraton, kabupaten Banjar pada Kamis (25/5) siang.

Suasana saat Gubernur Kalsel dan tim Setmilpres melakukan kunjungan ke posyandu Sakura

Kunjungan ini dalam rangka verifikasi dan tinjauan lapangan terkait rencana Penganugerahan SWK untuk Gubernur yang akrab disapa Paman Birin ini.

Dalam kunjungan ini, Paman Birin dan Tim Setmilpres disambut meriah para ibu-ibu yang membawa anak-anak balitanya.

Saking senangnya atas kehadiran Paman Birin dan Tim Setmilpres, banyak para ibu dan anak-anaknya ingin sekadar bersalaman dan bahkan berfoto.

Mendapat sambutan meriah, Paman Birin dan Tim Setmilpres dengan senang menemui dan menyapa para ibu yang membawa anaknya di posyandu itu.

Dihadapan para kader posyandu dan ibu-ibu,
Paman Birin berpesan agar seluruh orang tua dapat memperhatikan makanan dan gizi dari anak-anaknya.

Karena hanya dengan begitu dapat tumbuh anak-anak yang sehat dan cerdas.

“Anak-anak kita memang perlu diperhatikan makanan dan gizinya. Harapan kita, dengan anak-anak yang sehat dan terpenuhi gizinya, mereka dapar menjadi anak yang cerdas, yang jug merupakan harapan setiap orang tua. Dan lebih penting lagi, tentunya agar dapat tumbuh menjadi anak yang sholeh dan sholehah,” sampainya.

Paman Birin juga menyampaikan rasa bahagianya akan kunjungan tim dari Setwilpres dan BKKBN ini. Yang diharapkannya dapat menjadi dorongan dan semangat dalam penangangan stunting di Kalsel.

“Bahagia bisa berkunjung ke sini bersama tamu dari Setwilpres dan BKKBN, yang saya harapkan dapat memberi dorongan dan semangat dalam penanganan stunting,” ujarnya.

Sementara itu, tim Setmilpres Irjen Pol Drs. R. Adang Ginanjar S mengaku senang dan bangga melihat langsung penurunan stunting yang ada di Kalsel.

“Setelah melihat langsung, luar biasa angka penurunan stunting. Semoga angka yang ada ini akan terus turun setiap tahun. Luar biasa,” kata Adang Ginanjar.

Pimpinan Puskesmas Martapura 2, dr Winarni dalam wawancaranya menyampaikan, bahwa data angka stunting di Puskesmas Martapura 2, dengan 11 desa dan 22 posyandu bayi balita, adalah 32,6 persen di tahun 2022 dan di bulan April 2023 sudah turun menjadi 26 persen.

Sedangkan untuk angka stunting di kelurahan Keraton, berhasil turun dari 28 persen menjadi 20 persen di April 2023.

Posyandu Sakura yang dikunjungi kali ini merupakan posyandu dengan sasaran terbesar, yaitu sebanyak kurang lebih 200 bayi.

Adapun kegiatan yang dilaksanakan di posyandu diantaranya adalah penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Dua Daerah di Kalsel Telah Menetapkan Status Siaga Darurat Karhutla Tahun 2023

BANJARMASIN – Saat ini Provinsi Kalsel terus bersiap menghadapi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Hal tersebut terlihat pada saat Polda Kalsel menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) dalam rangka Kesiapan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2023 di Banua ini.

Rapat Koordinasi tersebut digelar, di Aula Bhayangkari Mathilda, Banjarmasin, Kamis (25/5).
Dipimpin Karo Ops Polda Kalsel Kombes Pol Nurhandono mewakili Kapolda Kalsel Brigjen Pol Andi Rian Djajadi menyampaikan, Polda Kalsel dalam penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan ini, sudah mempersiapkan jauh jauh hari.

Karo Ops Polda Kalsel Kombes Pol Nurhandono

“Dalam menghadapi Karhutla ini, Polda Kalsel telah mempersiapkan sejak jauh jauh hari,” ungkapnya, kepada sejumlah wartawan.

Dan saat ini, lanjut Nurhandono, Polda Kalsel melakukan rapat koordinasi dengan pihak terkait lainnya di 13 Kabupaten dan kota di Provinsi Kalimantan Selatan. Seperti, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Basarnas, TNI, serta lainnya.

“Sehingga kedepan bersama sama dapat melakukan penanganan Karhutla di Kalimantan Selatan ini,” ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris Badan Penggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan Iswantoro, pada saat Rakor Kesiapan Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan di Provinsi Kalimantan Selatan, mengatakan, saat ini di Provinsi Kalsel, sudah ada dua kabupaten/kota yang telah menetapkan, status siaga darurat karhutla tersebut.

Sekretaris BPBD Kalsel Iswantoro

“Dua kabupaten dan kota tersebut, yaitu Kota Banjarbaru, serta Kabupaten Hulu Sungai Selatan,” ungkapnya.

Sedangkan, lanjut Iswantoro, untuk Provinsi Kalimantan Selatan saat ini masih sedang berproses.

“Sehingga, diharapkan dalam waktu dekat ini Status Siaga Karhutla sudah ditetapkan oleh Gubernur,” ucap Iswantoro. (SRI/RDM/RH)

Verifikasi Penganugerahan Satyalancana Wira Karya, Paman Birin Paparkan Penurunan Stunting Dihadapan Setmilpres

BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor atau Paman Birin, menerima kedatangan Tim Verifikasi Penganugerahan Satyalancana Wira Karya (SWK) dari Sekretariat Militer Presiden (Setmilpres) di ruang rapat PM Noor, kantor Sekretariat Daerah Provinsi Kalsel pada Kamis (25/5).

Kedatangan tim yang diketuai Irjen Pol Drs. R. Adang Ginanjar S yang juga Kepala Biro Umum Setmilpres ini, adalah dalam rangka verifikasi dan tinjauan lapangan terkait rencana oenganugerahan SWK untuk Gubernur Kalsel.

Bukan kali pertama menerima tanda kehormatan serupa, SWK kali ini diusulkan Badan Kependudukan dan Keluarga Nasional (BKKBN) tahun 2023 untuk diberikan kepada Gubernur Kalsel.

Tahapan yang dilalui saat ini adalah tahapan kelima dan keenam, dari total sembilan tahapan usulan pemberian tanda kehormatan bergengsi ini.

Pada pertemuan kali ini, Paman Birin menyampaikan paparannya terkait sejumlah inovasi dan
pelaksanaan Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) untuk menurunkan angka stunting di Kalsel.

Gubernur Kalsel saat memaparkan program penurunan stunting di Kalsel

Sejumlah usaha dan inovasi tersebut, diantaranya adalah, koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) tingkat provinsi dengan TPPS kabupaten/kota, Deklarasi Loksado, Penandatanganan Komitmen Bersama Kepala Daerah, Deklarasi Ibu Hamil, 8 Aksi Konvergensi, Program Bapak Asuh Stunting Kalsel serta sejumlah gerakan seperti GerNas Isi Piringku.

Semua usaha ini menurut Paman Birin, bisa terlaksana berkat kerjasama dan sinergitas antara Gubernur dan Forkopimda Kalsel yang tergabung dalam tim, yang mengarahkan secara langsung program penurunan stunting di daerah Kalsel.

Dirinya juga menyampaikan bahwa ini adalah usaha untuk menyiapkan Generasi Emas Indonesia.

“Menciptakan Generasi Emas, tidak semudah membalik telapak tangan. Sehingga tugas kitalah yang menyiapkan generasi yang akan datang nanti, agar menjadi Generasi Emas Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Adang, dalam sambutannya menyampaikan, bahwa tujuan verifikasi dan tinjauan lapangan ini adalah untuk menggali data dan fakta di lapangan, terkait calon penerima tanda kehormatan.

Dimana nanti hasil verifikasi ini akan menjadi bahan laporan kepada Dewan Gelar, Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan (GTK) dan untuk memberikan informasi yang akurat sebagai bahan pertimbangan Presiden yang objektif.

“Tidak saja hanya di provinsi, kami juga akan melakukan tinjauan di kabupaten. Tujuan dan maksud kami adalah untuk berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga untuk mencari sejauh mana peran pemda terutama untuk menurunkan angka stunting yang ada,” sampai Adang.

Adang menyampaikan, bahwa hasil usaha kerasa Paman Birin telah berhasil menurunkan angka stunting dalam beberapa tahun terakhir.

“Saya lihat di provinsi Kalsel, Pak Gubernur memang bersikeras untuk bisa menurunkan angka stunting. Sudah berhasil menurunkan dari angka 31 persen ke 24 persen. Tentu masih dengan harapan mampu capai target nasional 14 persen di 2024,” ujarnya.

Turut dilaksanakan dalam kunjungan ini, diskusi dan pendalaman oleh Wahidah P dari BKKBN kepada Gubernur, terkait paparan yang telah disampaikan.

Selain itu juga dilaksanakan penandatanganan Berita Acara Verifikasi Usulan Tanda Kehormatan SWK BKKBN tahun 2023 oleh Sekmilpres dan BKKBN dengan pihak Pemprov Kalsel.

Gubernur Kalsel (peci, sasirangan) berfoto bersama tim verifikasi Setmilpres

Tampak hadir juga dalam acara itu Staf Khusus Gubernur Kalsel dan sejumlah kepala SKPD lingkup Pemprov Kalsel. (Biroadpim-RIW/RDM/RH)

Pengerjaan Bendungan Riam Kiwa Masih Menunggu Penyeleseaian Tapal Batas

BANJARBARU – Bendungan Riam Kiwa yang terletak di Kecamatan Paramasan, Kabupaten Banjar, sudah memasuki tahapan proses. Meski begitu, pemerintah masih harus menyelesaikan penetapan tapal batas kawasan hutan lindung yang disetujui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Suasana rapat koordinasi pembanguan bendungan Riam Kiwa bersama Pemprov Kalsel, Pemkab Banjar dan BWS Kalimantan III, di ruang rapat Dinas PUPR Kalsel

Kepala Dinas PUPR Kalsel, Ahmad Solhan, melalui Kabid Tata Ruang dan Pertanahan, Muhammad Nur Sjamsi, mengungkapkan, untuk melanjutkan ke tahap atau proses selanjutnya adalah melakukan penuntasan batas dari proyek ini.

Kabid Tata Ruang dan Pertanahan DPUPR Kalsel M Nur Sjamsi bersama PPK BWS Kalimantan III Khairil Fahmi saat dikonfirmasi soal progres dari hasil rakor

“Nanti kita usulkan ke Kementerian ATR/BPN untuk dibuatkan KKPRnya,itu untuk melengkapi data sebagau tertib pertanahan. Jadwal pemasangan patok riam kiwa itu dimulai 15 Mei – 31 Juli baru clear itu rencananya. Setelah itu baru kita surat kemeterian tersebut,” ujarnya, baru-baru tadi.

Apalagi, kata dia, pembangunan proyek bendungan yang berada di dua desa yakni Angkipih dan Paramasan Bawah yang masuk di Kecamatan Paramasan, Kabupaten Banjar itu ternyata masuk dalam kawasan hutan lindung.

“Nah ini terkait penganggaran. Di BWS Kalimantan III sudah merevisi anggaran untuk tim pemasangan tapal batas tadi bersama BPN yang melakukan pembebasan lahan 8,5 Hektare sudah dialokasikan beserta tim terpadu terkait kawasan hutannya,” ungkapnya.

Sementara itu, pihaknya saat ini baru berhasil menjadwalkan tim Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) untuk menyelesaikan pemasangan patok atau tapal batas disekitar lokasi akan dibangunkan mega proyek bendungan Riam Kiwa.

“Itu baru fix pada 15 Mei kemarin yang seharusnya tanggal 21 sudah turun ke lapangan dan berakhir pada 31 Mei 2023. Nah, ini merupakan dasar perizinan berikutnya untuk pelaksanaan,” beber Kabid Tata Ruang dan Pertanahan Dinas PUPR Kalsel, Muhammad Nur Sjamsi.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Balai Wilayah Sungai Kalimantan III, Khairil Fahmi, membeberkan, memang tapal batas sangat penting dituntaskan terlebih dahulu. Termasuk bakal melakukan pemasangan patok atau tapal batas di lokasi Hak Pengelolaan Lahan (HPL) di kawasan Hutan Lindung di Kecamatan Paramasan Banjar.

“Kalau akses jalan belum, karena kami masih fokus terhadap tapal batas dulu dan penjadwalannya yang sudah direncanakan yakni HPL dengan luasan 765 hektare dan ada juga 5,81 hektare itu berada di kawasan hutan lindung serta bakal diukur sepanjang 74.857 meter persegi,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekdakab Banjar, Mohamad Hilman, menyebut, proses lelang sudah dilakukan. Apalagi, status kawasan hutan lindung sudah disahkan sudah dilepaa melalui Surat Keputusan (SK) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutan (KLHK).

“Rencana lokasi pembangunan itu ada di dua status yaitu HPL dan kawasan hutan lindung. Nah, pelepasan kawasan hutan lindung ini prosesnya sudah di SK kan tinggal ditindaklanjuti. Selanjutnya, akan keluar definif tapa batasnya jadi jelas mana batasan luarnya sehingga pada akhirnya dalam pelaksanaan yang disahkan BPN itu ketahuan bidang-bidangnya,” ungkap mantan Kadis PUPR Kabupaten Banjar.

Sehingga, Hilman berharap, mega proyek dari pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR tersebut dapat dimulai sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan yakni tahun 2023.

“Setelah seluruhnya selesai maka proses lainnya berjalan tanpa kendala. Kita mendapat informasi kalau tahapannya sudah proses pelelangan. Ya, dengan harapan pengerjaan bisa segera dimulai pada tahun terjadwal tersebut,” paparnya. (RHS/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Apresiasi Raker BKS-TM Indonesia

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mengapresiasi, digelarnya Rapat Kerja Badan Kerjasama Teknik Mesin se-Indonesia.

Suasana Rapat Kerja Badan Kerjasama Teknik Mesin se-Indonesia, di salah satu hotel berbintang di Banjarmasin

Raker dibuka Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor, yang diwakili Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Provinsi Kalsel, Husnul Khatimah, di salah satu hotel berbintang di Banjarmasin, pada Rabu (24/5) sore.

Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Kalsel Husnul Khatimah, didampingi Rektor Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin, Abdul Malik

Kepada sejumlah wartawan, Husnul Khatimah mengatakan, dengan digelarnya rapat kerja ini, sangat penting untuk kemajuan pendidikan di Indonesia khususnya bidang teknik mesin, mengingat di masa sekarang merupakan era globalisasi, telah dihadapkan berbagai macam tantangan, khususnya di dunia pendidikan, termasuk perguruan tinggi.

“Semoga raker ini para Akademisi dan Civitas Akademisi perguruan tinggi, dapat merubah mindset mahasiswa, bukan hanya untuk mencari kerja, tetapi mampu menciptakan lapangan pekerjaan setelah menjadi sarjana,” harapnya.

Disampaikan Husnul, hasil Rapat Kerja Badan Kerjasama Teknik Mesin se-Indonesia ini, nantinya dapat memiliki program unggulan untuk membangun kerjasama dan semangat maju bersama, mengingat bangsa Indonesia ini sangat luas dan beragam. Selain itu dengan adanya pembangunan Indonesia sentris yaitu setelah ditetapkannya Ibu Kota Negara atau IKN di Provinsi Kalimantan Timur, maka Kalimantan Selatan merupakan salah satu daerah yang dekat dengan IKN, harus bisa dan mampu menjadi daerah pendukung dan penyangga Ibu Kota Negara atau IKN.

“Kesiapan ini telah direfleksikan dalam visi Kalsel Maju yaitu Mandiri Sejahtera dan Berkelanjutan, sebagai gerbang Ibu Kota Negara,” jelasnya

Sementara itu, Rektor Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin, Abdul Malik mengatakan, kegiatan Rapat Kerja Badan Kerjasama Teknik Mesin se-Indonesia ini mengangkat tema 21 tahun maju dan bangkit bersama. Hal itu dimaksudkan untuk dapat semakin berkomitmen membangun bangsa, agar mengubah tantangan menjadi peluang.

“Raker BKS-TM ini diikuti anggota aktif ada sekitar 146 orang terdiri dari perguruan tinggi Negeri maupun Perguruan Tinggi Swasta di seluruh Indonesia,” tutupnya

Untuk diketahui, Rapat Kerja Badan Kerjasama Teknik Mesin Indonesia tahun 2023 ini dilaksanakan oleh tuan rumah Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin, selama dua hari pada 24 – 25 Mei 2023. (NHF/RDM/RH)

Exit mobile version