Pemprov Kalsel Persiapkan Sidang 10 ODCB

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, tengah mempersiapkan sidang Pemeringkatan Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB)

Kepada wartawan, Kepala Bidang Kebudayaan, melalui Kasi Cagar Budaya dan Permuseuman Disdikbud Kalsel, Arry Risfansyah, pada Rabu (20/9) mengatakan, dari hasil konfirmasi dan rapat google meat, pada Senin (18/9) tadi, pihaknya saat ini tengah mempersiapkan sidang sebanyak 10 usulan Objek Diduga Cagar Budaya, dengan empat Kabupaten, yaitu Kabupaten Kotabaru, Tanah Bumbu, Tapin dan Kabupaten Banjar. Ia mengapresiasi peran dari Pemerintah Daerah yang antusias untuk mengusulkan, Pemeringkatan ODCG dari tingkat Kabupaten, hingga dinaikkan ke Provinsi Kalsel.

Kasi Cagar Budaya dan Permuseuman Disdikbud Kalsel, Arry Risfansyah

“Tiga Kabupaten seperti Kotabaru, Tanah Bumbu, Tapin masih belum memiliki Tim Ahli Cagar Budaya Bersertifikasi. Sehingga, akan dibantu sepenuhnya oleh Tim Ahli Cagar Budaya Sertifikasi Kalsel. Sedangkan dari Kabupaten Banjar sudah lama memiliki TACB Bersertifikasi,” katanya panjang lebar

Disampaikan Arry, untuk persyaratan yang harus disiapkan dalam mengusulkan menjadi Objek Diduga Cagar Budaya, ada beberapa dilengkapi diantaranya sejarah objek itu, kajian ilmiah, dan kelengkapan naskah akademik, karena akan dibahas secara detail bersama Tim Ahli Cagar Budaya Sertifikasi Kalsel.

“Sidang Pemeringkatan Cagar Budaya di tingkat Provinsi, kami rencanakan dalam waktu dekat ini,” katanya

Lebih lanjut Arry menambahkan, saat ini total sementara Cagar Budaya Pemeringkatan Provinsi ada sebanyak 10 buah yang tersebar di Kabupaten dan Kota, diantaranya Rumah Gudang, Makam Surgi Mufti, berlokasi di Jalan Sungai Jingah Banjarmasin, kemudian Rumah Balai Bini di Kelurahan Banua Anyar, Kecamatan Banjarmasin Timur, dan dua Rumah adat Khas Banjar di Telok Selong, Kabupaten Banjar.

“Adanya Pemeringkatan CB ini, dari sebelumnya di tingkat Kabupaten/Kota, dinaikkan menjadi peringkat Provinsi Kalsel, ke depannya dapat memberikan perlindungan dan pelestarian terhadap Cagar Budaya,” tutupnya

Untuk diketahui, Cagar Budaya di Kalimantan Selatan, secara keseluruhan ada sebanyak 600 lebih, baik yang bergerak maupun tidak bergerak, tersebar di Kabupaten dan Kota. Sedangkan untuk di Museum Perjuangan (Wasaka) ada sekitar 448 buah benda koleksi bersejarah. (NHF/RDM/RH)

Pemprov dan TVRI Kalsel Tandatangani MoU Untuk Penayangan Film di Gedung Layanan Teater

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalsel melaksanakan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum Of Understanding) tentang pinjam pakai materi audio visual dengan TVRI Kalsel.

Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Kepala Dispersip Kalsel, Nurliani (kiri) dan Kepala TVRI Kalsel, Hari Setiya (kanan)

Penandatanganan tersebut dilakukan langsung oleh Kepala Dispersip Provinsi Kalsel, Nurliani Dardie dan Kepala TVRI Stasiun Kalsel, Hari Satya di Gedung Teater Perpustakaan Palnam, Banjarmasin, Jum’at (22/9).

Suasana Nobar Film Aluh Idut di Gedung Teater Perpustakaan Palnam

Tidak hanya melakukan penandatanganan nota kesepahaman, pada kesempatan tersebut Kepala Dispersip Kalsel dan Kepala TVRI Stasiun Kalsel beserta jajarannya juga melaksanakan nonton bersama film dokumenter Pahlawan Kalsel “Aluh Idut”.

Kepala Dispersip Kalsel, Nurliani mengucapkan terimakasih atas kesediaan TVRI Kalsel untuk bekerjasama pinjam pakaikan produksi audio visualnya untuk diputarkan di Gedung Teater Perpustakaan Palnam.

Ia meyakini film-film tersebut akan sangat bermanfaat untuk menambah wawasan dan pengetahuan khususnya tentang kebudayaan Kalsel kepada generasi muda di masa sekarang.

“Alhamdulillah hari ini kita laksanakan penandatanganan nota kesepahaman dengan TVRI Kalsel, ada 17 film yang dipinjam pakaikan ke kita dengan berbagai macam kategori seperti film anak, dokumenter, dan features” katanya.

Lebih lanjut, menurut Nurliani, pemutaran film produksi TVRI Kasel ini rencananya akan dilakukan bersamaan dengan pemutaran film Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari.

Mengingat jadwal pemutaran film Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari di Gedung Teater Perpustakaan Palnam ini sangat padat dimana tercatat sebanyak 5.400 pendaftar hingga Desember mendatang.

“Sebenarnya kita ingin menjadwalkan pemutaran film dari TRVI ini seperti film Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari, tetapi karena jadwal pemutaran Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari sangat padat sampai Desember, jadi kita sisipkan saja pemutaran film dari TRVI sebelum pemutaran film Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari” jelasnya.

Sementara itu, Kepala TVRI Kalsel, Hari Satya menambahkan bahwa kerjasama dengan Dispersip Provinsi Kalsel ini menjadi kebanggaan bagi TVRI Kalsel. Apalagi film-film tersebut akan diputar untuk anak usia sekolah, sehingga sangat bagus bagi perkembangan mereka.

“Kerjasama ini merupakan yang pertama hingga Desember mendatang. Meskipun begitu kami pasti akan evaluasi, dan kami selalu bersedia mambantu Dispersip Kasel untuk meningkatkan literasi generasi muda kita,” tuturnya.

Tidak hanya kerjasama pinjam pakai produksi audio visual, Hari juga berharap ke depan pihak bisa berkerjasama dengan Dispersip Kalsel dalam hal produksi film.

“Karena format kita dengan Dispersip Kalsel berbeda, akan lebih bagus jika ke depan bisa bekerjasama dalam tahap produksi sehingga kita bisa menentukan tema bersama-sama, film seperti apa yang cocok untuk di putar di Dispersip Kalsel,” tambahnya. (NRH/RDM/RH)

Kualitas Udara di Banjarbaru Mulai Tidak Sehat, DLH Kalsel Himbau Gunakan Masker

BANJARBARU – Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang saat ini masih terjadi membuat kualitas udara di Banjarbaru masuk kategori sangat tidak sehat. Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) menunjukkan angka 245 dan indikator Particulate Matter (PM) sudah tercatat 2,5 sejak 18 September 2023.

Menanggapi itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalsel, Hanifah Dwi Nirwana, mengungkapkan, meski sempat dinyatakan membaik. Namun, hasil pemantauan yang dilakukan pihaknya pada 18 September lalu tercatat sangat tidak sehat.

Kepala DLH Kalsel, Hanifah Dwi Nirwana, saat menjelaskan kualitas udara di Banjarbaru

“Sempat pada 14 September lalu dari hasil yang kami dapatkan sekitar jam 12 siang udara terpantau sangat tidak sehat,” ujarnya, usai mengikuti FGD bersama Ombudsman RI di ruang Command Center Setdaprov Kalsel, Kamis (21/9) siang.

Ia menjelaskan, dari pencermatan yang mereka lakukan setiap pergantian waktu kategori pencemaran udara selalu berubah-ubah mulai sangat tidak sehat menjadi sedang.

“Data-data dari hasil pemantauan kami tangkap melalui Air Quality Monitoring System (AQMS) secara realtime terus kami informasikan ke Dinas Kesehatan Kalsel,” tuturnya.

Melihat kondisi ini, ia menghimbau, supaya masyarakat di Banjarbaru yang beraktivitas di luar rumah dapat menjaga kesehatan. Termasuk, wajib menggunakan masker.

“Ini perlu menjadi perhatian kita bersama dalam upaya memberikan perlindungan kepada masyarakat termasuk sosialisasi penggunaan masker,” imbaunya.

Upaya yang dilakukan, kata dia, Dinas Lingkungan Hidup Kalsel juga baru mendapat bantuan sarana prasarana dari Badan Restorasi Gambut dan Rehabilitasi Mangrove (BRGRM) dalam rangka keikutsertaannya terjun melakukan pembasahan lahan.

“Kami mendapatkan tandon air portabel sebanyak 6 unit dengan kapasitas 3.000 liter dan pompanya 2 unit, selang dan konektornya ini merupakan wujud bantuan nyata dari BRGRM dalam situasi karhutla saat ini,” pungkasnya.

Sedang Banjarmasin, data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalsel menunjukkan masuk kualitas kategori sedang. Indeks Standar Pada Udara (ISPU) hanya diangka 62 dan Particulate Matter (PM) 2,5. (RHS/RDM/RH)

Upayakan Kinerja Pembangunan Industri Kalsel, Disperin Kalsel Selaraskan RPIP dan RPIK

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui Dinas Perindustrian (Disperin) Provinsi Kalsel menyelaraskan Rencana Pembangunan Industri Provinsi dan Kabupaten/Kota (RPIP dan RPIK) melalui Rapat Koordinasi (Rakor). Rakor dilaksanakan di Aula Disperin Provinsi Kalsel pada Kamis (21/9).

Kepala Disperin Provinsi Kalsel menyampaikan, sesuai program prioritas Gubernur Kalsel Tahun 2021-2024, yaitu hilirisasi industri diawali dengan penyusunan dokumen kajian hilirisasi industri dan rantai pasok bahan baku industri yang telah dilaksanakan di tahun 2022.

“Maka dari itu, hasil kajian dari perubahan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 19 Tahun 2018 tentang RPIP Kalsel 2018-2038 menjadi pedoman bagi pemerintah daerah dan pelaku industri dalam perencanaan pembangunan industri,” ucap Mahyuni kepada Abdi Persada FM, Kamis (22/9).

Industri unggulan provinsi Kalsel, seperti industri hulu agro, pengolahan karet, pengolahan logam, pengolahan hasil tambang, pengolahan hasil hutan, dan lainnya. Namun, ada juga komoditi unggulan kabupaten/kota, diantaranya dari Hulu Sungai Selatan industri hulu agro, Hulu Sungai Tengah industri pangan, Hulu Sungai Utara industri agro, Tabalong industri sandang, Balangan industri hasil hutan dan perkebunan karet, Tapin kerajinan dan aneka, Kotabaru industri logam dasar, Tanah Laut industri pengolahan hasil tambang, Barito Kuala industri hasil perkebunan, Banjar industri pengolahan lainnya, Banjarmasin industri sandang, kulit dan kerajinan serta Banjarbaru industri logam.

“Dalam memulihkan dan meningkatkan kinerja pembangunan industri, perlu disusun perencanaan pembangunan industri yang sistematis, komprehensif, solutif dan futuristik, ” lanjut Mahyuni.

Mahyuni melanjutkan, pihaknya akan terus mengupayakan pembangunan industri, seperti pemanfaatan sumber daya alam, standardisasi, P3DN, pembinaan Industri Kecil dan Menengah (IKM).

“Proyeksi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di sektor industri dari pengolahan migas atau non migas di tahun 2028 sebesar 20 persen lebih dan itu sebagai indikator bahwa Kalsel kedepannya akan menjadi daerah industri,” sahut Mahyuni.

Dengan hal tersebut, kedepannya diharapkan dari berbasis industri agro bisa berkembang pemanfaatan hasil tambang menjadi investasi di Kalsel, dan akan ada tumbuh kembang industri smelter mineral, baik itu biji besi dan nikel bisa menjadi sumber daya alam serta pertumbuhan tenaga kerja di sektor industri lebih besar dibandingkan kondisi sekarang. (MRF/RDM/RH)

PPLIPI Kalsel Harapkan Kehadiran Menteri PPPA Mampu Motivasi Peran Perempuan dan Anak

BANJARBARU – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, I Gusti Ayu Bintang Darmawati, akhirnya tiba di Banjarbaru, Kamis (21/9) malam.

Menteri PPPA RI, I Gusti Ayu Bintang Darmawati (kiri), saat bersama Kepala Dinas PPPA dan KB Kalsel, Adi Santoso (tengah) dan Ketua Komisi Hukum dan HAM DPW PPLIPI Kalsel, Nawang Wijayanti saat berdiskusi soal program peningkatan kualitas perempuan dan anak

Kedatangannya itu disambut Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, diwakili Kepala Dinas PPPA dan KB Kalsel, Adi Santoso, yang turut didampingi sejumlah penggiat organisasi profesi lintas kesejahteraan perempuan dan anak.

Mewakili DPW Perhimpunan Perempuan Lintas Profesi Indonesia (PPLIPI) Kalsel, Nawang Wijayanti, mengungkapkan, kehadiran Menteri PPPA RI ke Kalsel setidaknya sudah memberikan motivasi terhadap peran perempuan di provinsi ini. Apalagi, banyak masukan yang telah diberikan.

Ketua Komisi Hukum dan HAM DPW PPLIPI Kalsel, Nawang Wijayati, saat menjelaskan terkait program peningkatan kualitas perempuan dan anak

“Kami juga sangat bangga dan termotivasi atas kehadiran Menteri PPPA menyempatkan waktunya untuk datang ke Kalsel,” ujarnya.

Ia yang juga menjabat Ketua Komisi Hukum dan HAM di PPLIPI itu berharap, program yang sudah dicanangkan bisa lebih meningkatkan peran perempuan yang tergabung dalam organisasi ataupun dari binaannya.

“Kami lebih mengenalkan kebudayaan di banua dengan meningkatkan peran serta perempuan dalam pembangunan,” ungkapnya.

Tak hanya menonjolkan peran perempuan, dia menjelaskan, PPLIPI yang juga dinaungi dan didukung Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DPPPA dan KB) Kalsel itu turut berkolaborasi memberikan pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Anak.

“Pembinaan terus kita laksanakan termasuk kolaborasi dengan Pemprov Kalsel agar tetap berakhlak dan mempunyai budi pekerti yang baik,” papar Nawang.

Sementara itu, Ketua Forum Partisipasi Publik Untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) Kalsel, Mariani, menyampaikan, turut mendukung sejumlah program pemerintah dalam merealisasikan peningkatan peran perempuan dan anak untuk berkontribusi terhadap pembangunan daerah.

“Tentu kami juga ikut membantu percepatan dalam penyelesaian yang dihadapi perempuan dan anak sampai sekarang ini masalah-masalah mereka masih menjadi PR kita bersama,” ucapnya.

Usai tiba di VIP Room bersama rombongan, Menteri PPPA Ayu Bintang Darmawati langsung dijamu Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DPPPA dan KB) Kalsel yang turut dihadiri Pemerintah Provinsi Kalteng. (RHS/RDM/RH)

Lestarikan Seni Budaya Islam, MUI Kalsel Gelar Festival dan Kesenian Budaya Islam

BANJARMASIN – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kalimantan Selatan melalui Komisi Pembinaan Seni Budaya Islam, melaksanakan Festival Kesenian dan Budaya Islam se Kalimantan Selatan, dalam rangka Pembinaan dan Pelestarian, serta untuk mensosialisasikan seni budaya Islam kepada masyarakat secara umum, dan generasi muda secara khusus. Festival dilaksanakan selama dua hari, yakni dari 18 hingga 19 September 2023, di Halaman Sekolah Dasar Islam Sabilal Muhtadin komplek Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin.

Suasana pembukaan festival kesenian dan budaya Islam

Festival Kesenian dan Kebudayaan Islam ini, dibuka Wakil Ketua Umum MUI Provinsi Kalimantan Selatan Hafiz Anshari

Ketua Panitia Pelaksana Festival Abdul Khair Amrullah dalam laporannya menyampaikan, bahwa tujuan diselenggarakannya festival ini adalah sebagai salah satu bentuk pembinaan dan upaya melestarikan seni budaya Islam yang ada di Kalimantan Selatan.

“Tujuannya agar budaya Islam tetap hidup, tumbuh dan berkembang serta dapat dijadikan media untuk syiar dakwah dan menumbuhkan rasa cinta terhadap Rasulullah Muhammad SAW,” ujar Abdu Khair dalam siaran persnya yang diterima Abdi Persada FM pada Jumat (22/9).

Sementara itu, Wakil Ketua MUI Kalsel, A. Hafiz Anshari menyampaikan terima kasih, kepada semua pihak yang telah membantu mensukseskan acara.

“Terima kasih terutama kepada Bank Kalsel, LPI Sabilal Muhtadin, Komite Sekolah SD Islam Sabilal Muhtadin Banjarmasin,” paparnya

Festival Kesenian Budaya Islam melombakan tiga kategori. Yakni sinoman Hadrah, maulid Ad-Diba’i dan Rudat Banjar. Keluar sebagai peserta terbaik pertama hingga ketiga, pada kategori sinoman Hadrah, adalah Grup Darussalim dari Tanah Laut, grup A’wanul Ikhwan dari kabupaten Banjar, dan grup Ashabah dari kota Banjarmasin.

Penyerahan hadiah kepada pemenang festival kesenian dan budaya Islam

Pada kategori maulid Ad-Diba’i, grup Al Mujahidin dari Barito Kuala berhasil menjadi peserta terbaik pertama. Disusul di tempat kedua Rijalun Najihin dari Tanah Laut menjadi peserta terbaik ketiga.

Sedangkan pada kategori Rudat Banjar, posisi terbaik pertama grup Rudat Al Kirami Barito Kuala. Terbaik kedua diraih grup At Taubah dari Banjarmasin, dan grup Karya Baru kabupaten Banjar di posisi ketiga. (HumasMUI-RIW/RDM/RH)

Pantau Karhutla di Kalsel, BNPB Akan Tambah Heli Water Bombing

BANJARBARU – Puncak musim kemarau yang melanda wilayah Kalimantan Selatan dan banyaknya bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta kekeringan yang melanda banua ini, menjadi perhatian serius dari Pemerintah Pusat, sehingga Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto, langsung melakukan patroli udara untuk melihat secara langsung kondisi terkini karthula di banua, Kamis (21/9).

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto (tengah)

Kepala BNPB yang didampingi Gubernur Kalsel Sahbirin Noor yang diwakili Kalak BPBD Provinsi Kalsel Suria Fadliansyah, Kapolda Kalsel Irjen Pol Andi Rian, Danrem 101 Antasari Brigjen TNI Ari Aryanto, menaiki helikopter patroli dari Lanud Syamsudin Noor, menuju daerah daerah rawan karhutla, diantaranya Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar dan Tanah Laut.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan, masih ada beberapa titik yang menyala dan itu yang akan menjadi fokus. Untuk itu pihaknya akan menambah heli water bombing dan segera akan melakukan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk mencegah meluasnya Karhutla.

“Setelah bencana Karhutla dan kekeringan usai di Daerah lain, maka Heli Water Bombing akan dikirimkan untuk membantu banua Kalsel,” ungkap Letjen TNI Suharyanto

Hingga saat ini, Kalsel diperkuat 6 helikopter untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan, 4 heli water bombing dan heli 2 patroli. Sedangkan status siaga karhutla masih berlaku hingga November mendatang. Ini bisa saja berubah melihat kondisi yang ada di lapangan.

Selain itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga mengupayakan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) dengan membuat hujan buatan dalam mengatasi karhutla di Kalimantan Selatan.

“Kita koordinasi BMKG, namun sepintas terlihat masih ada awan-awan sehingga dimungkinkan dilakukan TMC,” tutup Suharyanto.

Sebelumnya telah dilakukan TMC di Sumatera Selatan dan berhasil terjadi hujan lebat selama dua hari sehingga karhutla bisa padam. Oleh karena itu, lanjutnya, sarana dan prasarana untuk melaksanakan TMC kini sedang digeser dari Sumatera Selatan ke Kalimantan Selatan. (MRF/RDM/RH)

Dispersip Kalsel Gelar Workshop “Menulis Fiksi Remaja Yang Menyenangkan”

BANJARMASIN – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Selatan menggelar workshop “Menulis Fiksi Remaja Yang Menyenangkan” bersama Indah Purnama Sari di aula kantor Dispersip Kalsel, Kamis (21/9).

Kegiatan yang dibuka Kepala Dispersip Kalsel yang diwakili oleh Sekretaris Dispersip Kalsel, Endang Camsudin diikuti ratusan peserta dari kalangan pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum, baik yang berada di tempat kegiatan maupun melalui siaran streaming di channel YouTube Dispersip Kalsel.

Sekretaris Dispersip Kalsel, Endang Camsudin mengatakan kegiatan ini sebagai salah satu upaya pihaknya untuk terus meningkatkan minat baca dan budaya literasi di kalangan masyarakat di Banua.

“Kami tidak akan pernah berhenti untuk melakukan pengembangan budaya literasi meskipun kita ketahui Alhamdulillah indeks literasi di Kalsel sudah diatas rata-rata nasional dan mendapatkan yang terbaik, serta tingkat kegemaran minat baca juga sudah rata-rata nasional,” katanya.

Sementara itu, Penulis Novel dari Kabupaten Banjar, Indah Purnama Sari yang memiliki nama pena, Inkina Oktari menjelaskan kiat-kiat menulis fiksi remaja yang menyenangkan. Menurutnya, banyak inspirasi yang bisa ditangkap dalam kehidupan sehari-hari untuk dituangkan saat menulis fiksi. Selain itu, menulis fiksi juga perlu kemampuan berimajinasi dan banyak membaca yang akan menjadi modal utama menulis, baik untuk memperkaya bahasa maupun kosa kata.

“Jadi buka indera kita selebar-lebarnya untuk menangkap ide, bisa dari kehidupan sehari-hari, seperti aku mengambil topik tentang kehidupan Fangirl, sebenarnya tidak ada yang spesifik, pokoknya tulis tulis baca baca baca,” jelasnya.

Indah juga mengisahkan awal dirinya menulis novel karena dapat tugas dari guru SMA nya untuk membuat cerpen. Kemudian ia posting di aplikasi wattpad yang dibaca sekitar 800 ribu pembaca. Pada tahun 2017, lanjut Indah, ada penerbit yang ingin menerbitkan novelnya dalam bentuk buku, yang terealisasi di tahun 2019.

“Jadi ada satu novel yaitu Fangirl Enemy yang diterbitkan dalam bentuk buku pada tahun 2019. Sementara untuk novel dalam bentuk digital, ada empat cerita yang dihasilkan hingga saat ini,” pungkasnya. (NRH/RDM/RH)

Mensos RI Tinjau Baksos Operasi Katarak di Martapura

BANJAR – Menteri Sosial (Mensos) Republik Indonesia, Tri Rismaharini, meninjau Bakti Sosial Operasi Katarak, di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ratu Zaleha Martapura, Kabupaten Banjar, Kamis (21/9).

Menteri Sosial Tri Rismaharini (kiri) saat memberi semangat kepada lansia penderita katarak di RSUD Ratu Zaleha Martapura

Peninjauan didampingi Anggota Komisi 8 DPR RI Syaifullah Tamliha, Wakil Ketua DPRD Kalsel Muhammad Syarifuddin, serta Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Banjar Ikhwansyah.

Bakti sosial ini digelar selama tiga hari, mulai 20 hingga 22 September 2023, dan merupakan hasil kerjasama Kementerian Sosial dan Yayasan Pundi Amal dan Peduli Kasih (YPP).

“Mudah-mudahan bisa membantu, karena kalau terlambat sudah berat, jadi turut menjadi beban Kementrian Sosial karena kami menangani disabilitas. Ini pun biayanya murni dari YPP, kami tidak mempunyai anggaran untuk itu,” ungkap Risma sapaan akrab Mensos.

Menteri Sosial Tri Rismaharini (putih) saat menyerahkan penghargaan kepada salah seorang dokter yang terlibat pada kegiatan (biru)

Jika dibiarkan, penyakit katarak bisa menyebabkan kebutaan total kepada penderitanya. Sebab itu, Risma mengimbau masyarakat agar tidak takut melakukan operasi jika sudah terkena katarak.

“Operasinya sangat ringan. Bahkan dalam waktu 7 hari sudah bisa beraktifitas normal. Hanya saja selama masa pemulihan, mata pasien tidak boleh terkena air, tidak boleh menundukkan kepala dan tidak boleh mengangkat beban berat,” bebernya.

Sementara itu, Plt Dirut RSUD Ratu Zaleha Martapura Eka Listyrini, menyebut total awal pasien katarak pada kegiatan ini sebanyak 364 orang. Tetapi bertambah hampir 400 orang dari 5 Kabupaten/Kota yakni Banjarmasin, Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Tapin dan Tanah Laut.

“Khusus Kabupaten Banjar sedikitnya 80 orang, dan yang dioperasi hanya 37 pasien. Kalau penyebab gagalnya beberapa pasien antara lain karena menderita darah tinggi, hipertensi dan sebagainya,” tuturnya.

Dalam kegiatan itu, Mensos menyerahkan bantuan nutrisi berupa susu, madu dan biskuit senilai Rp 500.000 dan biaya transportasi sebesar Rp 150.000.

Selain itu, Risma juga memberikan penghargaan kepada sejumlah dokter yang terlibat dalam pelaksanaan operasi katarak gratis. (SYA/RDM/RH)

Dies Natalis ke-65 ULM, Paman Birin Dorong Generasi Muda Ambil Peran Seiring Kalsel Gerbang IKN

BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor atau Paman Birin, diwakili Sekretaris Daerah Prov. Kalsel Roy Rizali Anwar, menghadiri acara Dies Natalis ke-65 Universitas Lambung Mangkurat di Auditorium ULM, Banjarbaru, pada Kamis (21/9) pagi.

Sekdaprov Kalsel mewakili Gubernur hadir pada Dies Natalis ke-65 ULM

Dihadiri ribuan mahasiswa dari berbagai fakultas, acara Dies Natalis ke-65 ULM dengan tema “Bersinergi dan Kolaborasi untuk ULM yang Bermartabat” itu, diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan mars Unlam, mars Bergerak dan mengheningkan cipta bagi para pahlawan dan para pendiri Universitas Lambung Mangkurat.

Dalam sambutan tertulisnya, Paman Birin mengungkapkan, di usia ke-65 tahun Universitas Lambung Mangkurat, telah banyak memberikan sumbangsih besar terhadap kemajuan Kalimantan Selatan selama ini.

“Saya atas nama pribadi dan pemerintah provinsi Kalimantan Selatan mengucapkan selamat ulang tahun ke-65 untuk ULM, dan mengucapkan terima kasih atas sumbangsih besarnya terhadap pembangunan dan kemajuan Kalimantan Selatan hingga bisa seperti sekarang,” ujarnya

Paman Birin juga menyampaikan, bahwa Kalimantan Selatan saat ini memiliki posisi strategis sebagai Gerbang Ibukota Nusantara.

Secara geografis, Kalsel terletak di tengah kedua kawasan, yaitu Kalimantan Timur yang ditetapkan sebagai IKN, dan Kalimantan Tengah yang ditetapkan menjadi food estate.

Untuk itu, Paman Birin berharap kepada generasi muda Banua, khususnya mahasiswa ULM untuk mengambil kesempatan dalam mendorong dan mempertegas posisi Kalimantan Selatan sebagai gerbang IKN, melalui kontribusinya terhadap bidang-bidang pembangunan. Baik itu di sektor pertanian, pendidikan, ekonomi, dan keahlian masing-masing.

Dirinya juga mempertegas, bahwa Indonesia akan menghadapi bonus demografi pada tahun-tahun mendatang, sehingga pemerintah mencanangkan cita-cita Indonesia emas 2045.

“Tahun 2045 juga merupakan tahun di mana IKN ditargetkan menjadi 10 besar liveable city / kota layak huni. Maka dari itu, sudah menjadi tugas pengajar ULM untuk menyiapkan mahasiswa – mahasiswinya, agar mampu beradaptasi, memiliki mental tangguh dan berdaya saing tinggi, di era yang serba dinamis dan tidak dapat diprediksi ini,” tambahnya lagi.

Sementara itu, Rektor Universitas Lambung Mangkurat, Ahmad Alim Bachri, saat menyampaikan paparannya mengatakan, hingga saat ini ULM setidaknya sudah memiliki 114 Program Studi, 11 Fakultas, 1 Program Pascasarjana, 37 ribu mahasiswa, 1.400 dosen dan 1.000 karyawan.

“Alhamdulillah, pada usia 65 tahun ini, Civitas Akademika Universitas Lambung Mangkurat secara terus menerus melakukan pembenahan diri dalam rangka memberikan kontribusi terhadap pembangunan bangsa dan negara, khususnya bagi Banua Kalimantan Selatan yang kita cintai ini,” paparnya.

Menurut Ahmad, saat ini ULM tengah mempersiapkan untuk memiliki pusat penelitian lahan basah dan mangrove yang luasnya 629 hektar di Kabupaten Kotabaru. Diharapkan dengan adanya pusat penelitian ini, nantinya ULM akan mewujudkan dirinya sebagai perguruan tinggi satu-satunya di dunia, yang memiliki pusat penelitian lahan basah dan mangrove terbesar di dunia.

Pada acara tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan juga menyerahkan hibah kepada Universitas Lambung Mangkurat sebesar Rp3.344.000.000.

Sekdaprov Kalsel menyerahkan hibah pemprov untuk ULM

Pada acara tersebut juga hadir Keluarga pendiri ULM, Dewan Pengawas BLU ULM, Ketua Alumni ULM, Kapolda, Danrem 101/Antasari dan tokoh-tokoh agama. (Biroadpim-RIW/RDM/RH)

Exit mobile version