15 Juli 2024

LPPL Radio Abdi Persada 104,7 FM

Bergerak Untuk Banua

Kualitas Udara di Banjarbaru Mulai Tidak Sehat, DLH Kalsel Himbau Gunakan Masker

2 min read

Kabut asap tebal yang terjadi setiap pagi di Banjarbaru saat masih berlangsungnya Karhutla

BANJARBARU – Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang saat ini masih terjadi membuat kualitas udara di Banjarbaru masuk kategori sangat tidak sehat. Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) menunjukkan angka 245 dan indikator Particulate Matter (PM) sudah tercatat 2,5 sejak 18 September 2023.

Menanggapi itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalsel, Hanifah Dwi Nirwana, mengungkapkan, meski sempat dinyatakan membaik. Namun, hasil pemantauan yang dilakukan pihaknya pada 18 September lalu tercatat sangat tidak sehat.

Kepala DLH Kalsel, Hanifah Dwi Nirwana, saat menjelaskan kualitas udara di Banjarbaru

“Sempat pada 14 September lalu dari hasil yang kami dapatkan sekitar jam 12 siang udara terpantau sangat tidak sehat,” ujarnya, usai mengikuti FGD bersama Ombudsman RI di ruang Command Center Setdaprov Kalsel, Kamis (21/9) siang.

Ia menjelaskan, dari pencermatan yang mereka lakukan setiap pergantian waktu kategori pencemaran udara selalu berubah-ubah mulai sangat tidak sehat menjadi sedang.

“Data-data dari hasil pemantauan kami tangkap melalui Air Quality Monitoring System (AQMS) secara realtime terus kami informasikan ke Dinas Kesehatan Kalsel,” tuturnya.

Melihat kondisi ini, ia menghimbau, supaya masyarakat di Banjarbaru yang beraktivitas di luar rumah dapat menjaga kesehatan. Termasuk, wajib menggunakan masker.

“Ini perlu menjadi perhatian kita bersama dalam upaya memberikan perlindungan kepada masyarakat termasuk sosialisasi penggunaan masker,” imbaunya.

Upaya yang dilakukan, kata dia, Dinas Lingkungan Hidup Kalsel juga baru mendapat bantuan sarana prasarana dari Badan Restorasi Gambut dan Rehabilitasi Mangrove (BRGRM) dalam rangka keikutsertaannya terjun melakukan pembasahan lahan.

“Kami mendapatkan tandon air portabel sebanyak 6 unit dengan kapasitas 3.000 liter dan pompanya 2 unit, selang dan konektornya ini merupakan wujud bantuan nyata dari BRGRM dalam situasi karhutla saat ini,” pungkasnya.

Sedang Banjarmasin, data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalsel menunjukkan masuk kualitas kategori sedang. Indeks Standar Pada Udara (ISPU) hanya diangka 62 dan Particulate Matter (PM) 2,5. (RHS/RDM/RH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Abdi Persada | Newsphere by AF themes.