Webinar Literasi Digital Kabupaten Balangan; Selimuti Diri Dengan Keempat Pilar Literasi Digital

BALANGAN – Kementerian Komunikasi dan Informatika (KOMINFO) meluncurkan program Literasi Digital Nasional untuk wilayah Kabupaten Balangan Provinsi Kalsel, Rabu (17/11) pagi dengan tema “Selimuti Diri Dengan Dengan Keempat Pilar Literasi Digital”

Salah satu narasumber M. Syafiq menjelaskan definisi tentang internet adalah suatu jaringan komunikasi yang terhubung antara suatu jaringan dengan jaringan lainnya dengan cepat dan tepat, jaringan komunikasi tersebut akan menyampaikan informasi melalui transmisi sinyal atau frekuensi yang telah disesuaikan.

“Jaman sekarang ini internet sangat penting sekali, untuk suatu aktifitas kita di luar sana, apalagi pas pada masa Pademi seperti ini, kita sangat membutuhkan sekali internet untuk wadah mencari informasi dan sangat membantu” ujar Syafiq.

“Di Indonesia merupakan pengguna internet terbanyak urutan ketiga di Asia, kemudian internet juga mempunyai banyak manfaat dikehidupan sehari – hari, diantaranya manfaat pada bidang bisnis, industri kreatif lainnya, ketika kita membuka bisnis maka lebih efektif jika menggunakan media internet, kemudian juga internet memberikan manfaat di bidang pendidikan dimana seperti kita ketahui banyak metode pembelajaran online selama masa Pendemi”jelasnya.

“Tapi kita jangan sampai lengah dan mengambil seluruh informasi yang ada di internet harus kita cerna dan pilah kembali mana yang baik dan memberikan sisi positif serta memberikan manfaat bagi kita” ungkapnya.

Kemudian Rofikatul Qarimah menjelaskan internet yang memiliki sisi positif dan negatif maka kita perlu peningkatan pada pola pikir kita ketika menggunakan internet untuk meningkatkan kecakapan digital di dunia internet.

“Kemudian teknologi dalam pengelolaan informasi dalam bentuk digital dengan kecakapan digital maka kita akan bisa membuat konten yang positif, ada hal yang bisa dilakukan di dunia maya diantaranya bisa berkompetisi di dunia digital dan peningkatan kualitas diri” pungkasnya.

Webinar Literasi Digital bersama Kominfo RI dengan menghadirkan
KEYNOTE SPEECH H. Supian Wakil Bupati Balangan, Moderator Ovi Darin, Key Opinion Leader Nadya Diptya – MC, Singer, & Announcer NARASUMBER:

  1. M. Syaqif Co Founder Pemikirancu
  2. Rofikatul Karimah, Widyaiswara Kemenag
  3. Handy Priya Utama Guru. (RILIS)

Gubernur Kalsel, Ajak Pemerintah Daerah Bersinergi Majukan Bank Kalsel

BANJARBARU – Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor atau Paman Birin mengajak semua pihak saling bersinergi untuk  meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan rakyat.

Salah satunya  turut mendorong pertumbuhan badan usaha daerah, seperti bank pembangunan daerah.

Gubernur Kalsel (tengah) berfoto bersama pemrakarsa seminar pemenuhan modal inti Bank Kalsel

Hal itu disampaikan Paman Birin saat menghadiri Seminar Pemenuhan Modal Inti Bank Pembangunan Daerah (BPD), Selasa (16/11) di salah satu hotel berbintang di Banjarbaru.

Gubernur Sahbirin mengajak semua pihak bersinergi membantu Bank Pembangunan Daerah, dalam hal ini Bank Kalsel, sebagai salah satu pilar kunci meningkatkan pertumbuhan  perekonomian daerah

Dikatakan, upaya penguatan struktur, ketahanan, dan daya saing industri perbankan nasional pada dasarnya bertujuan  mendukung stabilitas dan pertumbuhan ekonomi nasional.

“Hal ini dapat dicapai melalui penguatan permodalan bank dan konsolidasi perbankan di indonesia,” ujarnya.

Untuk mendukung langkah tersebut sebut Gubernur yang akrab disapa Paman Birin, pemerintah melalui Otoritas Jasa Keuangan, menerbitkan peraturan yang mengharuskan setiap bank umum, termasuk Bank Kalsel, harus melakukan pemenuhan modal inti sebesar 3 triliun rupiah.

“Pemprov Kalsel pada dasarnya siap memberikan dukungan dalam rangka membantu Bank Kalsel untuk pemenuhan modal inti tersebut. Namun tentunya diperlukan sinergisitas dan kerjasama seluruh pihak, agar pemenuhan modal inti ini dapat terpenuhi,” jelas Paman Birin.

Paman Birin berharap, seluruh stakeholder bank pembangunan daerah, mendapatkan informasi yang utuh, sekaligus dapat merumuskan langkah-langkah ke depan.

“Melalui forum ini, saya mengharapkan kiranya seluruh pihak memiliki satu kesatuan pandangan yang sama terhadap keberlangsungan bank Kalsel yaitu “bank nya masyarakat Kalsel”, harapnya.

Sementara itu Direktur BUMD, BLUD dan Barang Milik Daerah Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, Budi Santosa, menyatakan, Kalsel merupakan daerah ke-6 dalam Roadshow Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia bersama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda), terkait Pemenuhan Modal Inti Bank Pembangunan Daerah (BPD). Budi mengaku bangga, karena Gubernur Kalsel bisa langsung berhadir dalam kegiatan ini.

Kementerian Dalam Negeri sebut Budi, terus mendorong Pemerintah Daerah untuk meningkatkan modal inti minimum BPD menjadi di atas Rp3 triliun .

Ini  bertujuan untuk memenuhi ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang tertuang dalam peraturan OJK No.12/POJK.03/2020 tentang Konsolidasi Bank Umum.

“Saya berharap, ketentuan modal inti minimal tersebut menjadi Rp3 triliun dapat dipenuhi oleh BPD, termasuk Bank Kalsel pada 31 Desember 2024 nanti,” harapnya. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Dekranasda Kalsel, Komitmen Majukan Perekonomian Rakyat

BANJARMASIN – Istri Gubernur Kalimantan Selatan, Raudatul Jannah Sahbirin Noor, resmi dilantik menjadi Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Kalimantan Selatan Masa Bakti 2021-2024.

Bagi Raudatul Jannah, dedikasi untuk melaksanakan amanah sebagai Ketua Dekranasda Provinsi Kalsel ini untuk kedua kalinya, setelah sebelumnya juga menjadi ketua  masa Bakti 2016- 2021.

Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua Umum Dekranas Pusat, Wury Ma’ruf Amin, yang digelar secara virtual pada Selasa (16/11), di kediaman Gubernur Kalimantan Selatan.

Selain melantik Ketua Dekranasda Provinsi Kalimantan Selatan, Istri dari Wakil Presiden RI itu juga melantik Ketua Dekranasda Provinsi Jambi dan Provinsi Sulawesi Selatan.

Usai mengikuti prosesi pelantikan, Hj Raudatul Jannah mengatakan, bersama pengurus Dekranasda Kabupaten/Kota dan pemerintah daerah serta segenap komponen,  Dekranasda Provinsi Kalsel akan terus mendorong peningkatan kemajuan usaha kerajinan rakyat.

Dituturkan Raudatul Jannah, Dekranasda memiliki peran penting untuk mengembangkan  kegiatan ekonomi potensi produk kerajinan yang bernilai ekonomi, dalam peluang usaha.

“Semua harus berkolaborasi dengan mengoptimalkan potensi yang ada. Kreativitas dan ikhtiar kuat menjadi kunci keberhasilan setiap pelaksanaan program kegiatan,” terangnya.

Ketua Dekranas, Wury Ma’ruf Amin dalam sambutannya meminta agar Dekranasda dapat terus berperan aktif meningkatkan produktivitas serta tidak lupa untuk menerapkan protokol kesehatan di setiap kegiatan yang dilaksanakan.

”Pengurus Dekranasda harus terus mendukung kerajinan nasional agar kedepannya kerajinan lokal dapat menjadi tuan rumah di negara sendiri. Kerajinan lokal harus menjadi kebanggaan kita,” kata Wury.

Wury juga berharap agar Dekranasda dapat menjadi wadah bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) maupun Industri Kecil Menengah (IKM), khususnya yang bergerak di bidang kerajinan.

Wury ingin hal ini bisa meningkatkan perekonomian di tengah pandemi COVID-19.

”Saya berharap semoga Dekranasda dapat menjadi cahaya di masa seperti sekarang ini. Selain  terus berkreasi, Dekranasda juga harus memperhatikan protokol kesehatan di tengah pandemi sebagai bentuk menyejahterakan para perajin,” jelas Wury.

Wury juga mengucapkan selamat kepada Ketua Dekranasda terpilih. Ia berharap agar kedepannya Dekranas yang lahir dari gabungan Dekranasda dapat menyatukan langkah dan tindakan serta setiap kegiatan dapat dilakukan secara optimal.

“Semoga kita selalu diberikan kesehatan dan kekuatan agar dapat membangun Indonesia dengan melestarikan dan meningkatkan kualitas produk lokal berbasiskan sumber daya alam dan tradisi dari setiap wilayah di Indonesia,” pungkas Wury.

Kemudian, acara dilanjutkan dengan Pengukuhan Ketua Dekranasda dan Pelantikan pengurus Dekranasda Provinsi Kalimantan Selatan Masa Bakti 2021-2024 oleh Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor, di gedung Mahligai Pancasila. Prosesi pelantikan turut disaksikan Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Muhiddin, dan Ketua DPRD Provinsi.

Dalam sambutannya, Gubernur yang akrab disapa Paman Birin mengucapkan selamat, dan berharap kepada pengurus Dekranasda yang baru saja dilantik agar dapat langsung bergerak dan fokus melakukan pembinaan serta pengembangan pada industri kerajinan daerah, yang tentu saja membawa dampak bagi seluruh aspek kehidupan.

“Perlu usaha lebih dari kita semua untuk membangkitkan kembali potensi kerajinan daerah yang sempat terhambat oleh pendemi COVID-19,” ujar Paman Birin.

Selain itu, menurut dia,  diperlukan suatu terobosan dan inovasi demi maju dan berkembangnya kerajinan daerah agar lebih produktif untuk mengembangkan kualitas dan kuantitas produksi. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Paman Birin Optimis, Capaian Vaksinasi 70 Persen Akhir Tahun

BANJARMASIN – Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor, optimis capaian vaksinasi di provinsi ini mampu mencapai target 70 persen hingga akhir tahun nanti. Pencapaian target 70 persen hingga akhir 2021 tersebut merupakan harapan  Presiden Joko widodo (Jokowi) secara nasional.

Angka itu juga menjadi target nasional dan semua pemerintah daerah diminta melakukan gerakan masing-masing hingga terpenuhi atau bisa lebh cepat.

Gubernur Sahbirin menilai, target ini dapat tercapai dengan tingginya antusiasme masyarakat, mengikuti vaksinasi yang banyak digelar organisasi, instansi, dunia usaha, dan dunia pendidikan mulai tingkat SMA/SMK sederajat hingga Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta di daerah.

“Bersama kita bergotong royong untuk meningkatkan capaian vaksinasi kita ,” ujar pria yang biasa disapa Paman Birin ini, pada Selasa (16/11) saat meninjau Vasinasi Bergerak di BNN Kota Banjarmasin.

Selain meninjau kegiatan vaksinasi di Kantor BNN Kota Banjarmasin di Jalan Pangeran Hidayatullah, Paman Birin dan rombongan juga mendatangi kegiatan vaksinasi di Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari.

Paman Birin yang datang bersama Ketua DPRD Kalsel, Supian HK, mengapresiasi partisipasi banyak pihak yang menyelenggarakan vaksinasi  bagi masyakat umum dan pelajar.

Paman Birin tidak lupa mengingatkan agar tetap menjaga protokol kesekatan yakni mencuci tangan pakai sabun, memakai masker dan menjaga jarak, kendati sudah divaksin.

Vaksinasi ujarnya, salah satu upaya menjaga kekebalan atau daya tahan tubuh (herd imunity) agar terhindar dari penularan virus seperti COVID-19 yang terjadi sudah hampir dua tahun terakhir.

Pandemi ini ujarnya, akan lebih mudah dilawan jika dilakukan bersama-sama, termasuk dengan mengikuti vaksinasi ini.

Paman Birin mengapresiasi gencarnya vaksinasi yang dilakukan UIN Antasari hingga mencapai delapan kali sejak Maret lalu.

“Kalau sudah delapan kali, berarti UIN Antasari ini pelopor,” ujarnya.

Paman Birin menyebut, setelah dilakukan vaksinasi bagi masyarakat, angka kasus masyarakat yang terpapar COVID-19 mulai melandai disemua kabupaten/kota se Kalsel, dan diharapkan kondisi terus membaik hingga COVID-19 tidak ada lagi.

Rektor UIN Antasari, Prof Mujiburrahman mengatakan, vaksinasi yang digelar pihaknya, merupakan kegiatan yang ke-8, dengan target 70 persen lebih mahasiswa  mendapatkan ivaksin.

Hal ini dilakukan dalam rangka mendukung program pemerintah sekaligus untuk melakukan perkuliahan tatap muka. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Webinar Literasi Digital Kabupaten Hulu Sungai Utara; Transformasi Digital. Musibah atau Anugerah?

HULU SUNGAI UTARA – Kementerian Komunikasi dan Informatika mengadakan webinar bertema “Transformasi Digital. Musibah atau Anugerah?” di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Selasa (16/11/2021) pukul 14.00 Wita. Acara dibuka Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Samuel Abrijani Pangerapan dan Bupati HSU Abdul Wahid, ini menampilkan sejumlah pembicara kompeten.

Dipandu oleh moderator Septi Diajeng, yang menghadirkan narasumber pertama Akhmad Riduan.

Riduan mengatakan, pandemi covid 19 yang terjadi telah mengguncang berbagai sektor kehidupan, dari bidang kesehatan, ekonomi, pendidikan dan lain-lainnya telah merasakan dampak dari terjadinya pandemi ini.

“Pandemi ini pun memaksa kita untuk mengubah pola hidup yang sudah biasa kita jalankan,” tuturnya.

Literasi digital kata Ridwan, sama pentingnya dengan membaca, menulis dan mempelajari ilmu lainnya. Setiap orang hendaknya dapat bertanggung jawab terhadap bagaimana menggunakan teknologi untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.

Literasi digital secara sederhana diartikan sebagai kecakapan memahami dan menggunakan informasi dari berbagai tipe format sumber-sumber informasi yang lebih luas, dan mampu ditampilkan melalui perangkat komputer.

Percakapan ini dibutuhkan dalam rangka memudahkan proses pembelajaran. Kecakapan ini pula perlu dimiliki oleh guru, dosen, mahasiswa, peserta didik bahkan oleh kalangan yang berkepentingan untuk pembelajaran.

Narasumber kedua Norsanti dengan materi tentang ‘Peran Komunitas Akademik dalam Pendidikan di Era Digital’.

Kata dia, pintu masuk untuk mengembangkan budaya literasi bangsa adalah melalui pendidikan.

“Pentingnya peran komunitas akademik dalam pendidikan di era digital yang perlu diperhatikan yakni, aspek keseimbangan, aspek keselamatan, tugas keamanan, aspek perundungan siber dan aspek hak cipta atau plagiarisme,” tuturnya.

Ia menambahkan, Budaya literasi sangat penting diterapkan di dunia pendidikan terutama di era digital. Hal tersebut dapat membantu peserta didik untuk memilih dan memilah informasi yang masuk melalui digital.

Upaya komunitas akademik dalam membudayakan literasi digital ialah, mengenalkan materi berbasis digital, mengevaluasi hasil sumber informasi digital, penekanan keterampilan mengkritisi informasi digital, dan memberi pemahaman tentang perangkat hukum lingkungan digital.

Narasumber ketiga Irwan Zasir dengan materi tentang ‘Basic Knowledge dan Rules Usaha Online’.

Irwan menjelaskan, kecakapan digital adalah kemampuan dan pengetahuan seseorang menghadapi tantangan digitalisasi saat ini secara proaktif mencari serta menemukan solusi sehingga akhirnya mampu adaptif dan responsif.

“Terutama dari sisi pemahaman dan penguasaan perangkat teknologi,” ucapnya.

Basic knowledge dan rules usaha online ialah, jujur, fast respon, tepat waktu, personal service dan membantu konsumen untuk membeli.

Kemudian, sosial Digital marketing ialah, kemampuan berkomunikasi online, desain dan fotografi dasar, pemasaran, teknik copywriting, dan administrasi juga keuangan dasar.

Terakhir narasumber Reno Affrian dengan materi tentang ‘Rekam Jejak Digital’.

Reno mengatakan, era digital merupakan suatu kondisi kehidupan atau zaman di mana semua kegiatan yang mendukung kehidupan sudah dipermudah dengan adanya teknologi.

“Dampak positif internet ialah memudahkan komunikasi, pencarian informasi, transaksi bisnis, sarana belajar dan media untuk berkarya. Sedangkan dampak negatif internet yakni penyebar hoax, penipuan dan aksi kejahatan, Bullying, dapat menyebabkan kecanduan serta peretasan,” tuturnya. (RILIS)

DPPPA Banjarmasin Masih Koordinasikan Soal Anak Yatim Piatu Akibat COVID-19

BANJARMASIN – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kota Banjarmasin, masih melakukan koordinasi dalam menangani anak yatim piatu, diakibatkan pandemi COVID-19.

Menurut Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Banjarmasin Iwan Fitriadi, kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa (16/11), pihaknya masih menjalin koordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Provinsi Kalimantan Selatan, serta Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, dalam hal pendataan.
Data sementara yang terhimpun di 52 Kelurahan ada sebanyak 129 anak, yang mengalami yatim piatu, akibat pandemi COVID-19, sejak tahun 2020 lalu.

“Dari 5 Kecamatan, paling banyak terdapat di Kecamatan Banjarmasin Utara,” katanya.

Iwan menjelaskan, saat ini pihaknya masih mengalami kendala, dari 129 anak yatim piatu, hanya sebagian memiliki nomor induk keluarga, padahal dalam syarat pemberian bantuan, wajib memiliki NIK, sehingga ini akan terus diupayakan, dalam pendataan melibatkan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Banjarmasin, agar nanti tidak mengalami persoalan dikemudian hari, ketika disalurkan bantuan.

“Bentuk bantuan bukan dalam uang, namun berupa makanan bergizi, dan keperluan alat tulis sekolah,” jelasnya.

Lebih lanjut Iwan menyampaikan, dari 129 anak yatim piatu, rata rata lebih banyak berusia antara 4 – 9 tahun, dan yang paling sedikit berkisar berumur 15 – 16 tahun. Terkait yang merawat anak yatim piatu, kebanyakannya nenek dan saudara dari salah satu orangtua mereka, sedangkan bagi anak yatim ataupun piatu, masih tetap dirawat baik ayah maupun ibu kandungnya masing-masing.

“Kita apresiasi dengan warga di kota ini, kebanyakan anak yatim piatu dari warga tidak mampu. Namun salah satu baik dari orangtua, atau nenek, tetap peduli sepenuh hati untuk merawat, karena perkembangan anak sangat penting, dengan orang terdekat, untuk mewujudkan masa depan yang lebih baik,” tutup Iwan. (NHF/RDM/RH)

Gelar Sosialisasi UU 13/2008, Perpusnas RI Apresiasi Dispersip Kalsel

BANJARMASIN – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) kembali melakukan sosialisasi Undang-undang (UU) Nomor 13 Tahun 2008 tentang Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam (KCKR). Kegiatan ini berlangsung selama dua hari yaitu 15 dan 16 November 2021 di aula kantor Dispersip Kalsel.

Suasana Sosialisasi UU 13/2008 Yang Diselenggarakan Dispersip Kalsel

Kepala Dispersip Kalsel, Nurliani Dardie mengatakan kegiatan sosialisasi UU ini secara rutin dilaksanakan setiap tahun sekali mulai tahun 2019 hingga sekarang. Hal itu dilakukan mengingat pentingnya kegiatan sosialisasi ini sebagai suatu langkah dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk menjaga, mewujudkan koleksi daerah dan melestarikannya sebagai hasil budaya putra daerah dalam menunjang pembangunan melalui pendidikan, penelitian, pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta menyelamatkan KCKR dari ancaman bahaya yang disebabkan oleh alam maupun ulah dari perbuatan manusia.

“Untuk itu, perlu adanya dokumentasi yang dikelola dalam KCKR sehingga menjadi arsip sebagai informasi untuk generasi selanjutnya,” jelas Bunda Nunung (sapaan akrab Kepala Dispersip Kalsel).

Sementara, Pustakawan Madya Koordinator Pengelola Koleksi Hasil KCKR Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI, Tatat Kurniawati, selaku Nara Sumber dalam kegiatan sosialisasi UU ini, mengungkapkan bahwa kepatuhan menyerahkan untuk menyimpan KCKR di seluruh Indonesia baru mencapai sekitar 45 persen.

“Ini juga terkendala dengan sosialisasi. Jadi Perpustakaan Nasional dan Perpustakaan PalNam Kalsel harus secara terus menerus melakukan sosialisasi Undang-undang tentang Serah Simpan KCKR,” katanya.

Oleh karena itu, Tatat memberikan apresiasi langkah Dispersip Kalsel dalam melakukan sosialisasi UU 13/2008 ini. Ia berharap kegiatan ini dapat difollow up secara baik oleh wajib serah dan masyarakat di Kalsel.

Untuk diketahui, kegiatan sosialisasi UU 13/2008 ini diikuti Kepala Dinas Perpustakaan, Kepala Dinas Pariwisata, Balitbangda, Diskominfo, Biro Administrasi, Dosen, Guru, Penulis, Penerbit, Media Elektronik Wartawan dan Sastrawan di Kabupaten dan Kota se Kalsel. Diharapkan kegiatan sosialisasi Undang-undang ini mampu meningkatkan pengetahuan dan kesadaran bersama akan tanggung jawab dalam pelestarian nilai-nilai budaya. (NRH/RDM/RH)

65 Pondok Pesantren di Kalsel Siap Jadi Role Model Ramah Anak

BANJARBARU – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kalimantan Selatan menargetkan 65 pondok pesantren di tahun ini bakal menjadi program percontohan ramah anak.

Kepala Dinas PPPA Kalsel, Husnul Hatimah melalui Kabid Pemenuhan Hak Anak DPPPA Kalsel, Adryan Anwary mengatakan, dilaksanakannya program pondok pesantren ramah anak ini merupakan instruksi langsung dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia.

Kabid Pemenuhan Hak DPPPA Kalsel, Adryan Anwary

“Tujuan dipilihnya pondok pesantren sebagai program ramah anak yakni membentuk karakter nyaman anak di dalam suasana belajar di sekolah dan tentu haknya pun harus terpenuhi,” ujarnya, belum lama tadi.

Berdasarkan statistik dan fakta lapangan, penduduk Kalsel yang berusia anak bahkan masih berstatus pelajar di sekolah sebagian besarnya banyak memilih mengenyam pendidikan di pesantren.

“Ada kondisi khusus di pondok pesantren, karena anak berada di tempat itu hampir 24 jam. Jadi, tidak salah apabila mereka juga mendapatkan hak dan perlakuan yang sama seperti sekolah ramah anak lainnya,” ungkapnya.

Sementara itu, Kasi Pemenuhan Hak Pendidikan dan Pengasuhan DPPPA Kalsel, Rahmawaty menyebutkan, pondok pesantren yang dicanangkan sebagai kaderisasi program ramah anak itu juga sudah dipetakan dan akan menjadi role model.

Kasi Pemenuhan Hak Pendidikan dan Pengasuhan DPPPA Kalsel, Rahmawaty

“Kita sudah memetakan ada sekitar 65 pesantren yang akan dijadikan percontohan dan mudah-mudahan ke depannya masuk dalam deretan kategori nasional,” bebernya.

Bahkan, Rahmawaty menyampaikan, salah satu pondok pesantren yang dicanangkan masuk dalam skala nasional sudah dibentuk.

“Itu adalah Pondok Pesantrean Al Falah Banjarbaru dan menjadi role model di Kalsel bahkan sudah di SK kan pada tahun 2019 kemarin,” ucapnya.

Terlebih, melalui hasil monitoring yang dilaksanakan pihaknya dalam beberapa bulan terakhir ini, indikator capaian menuju Pesantren Ramah Anak sudah berhasil naik diangka 70 persen.

“Iya, kami juga sudah mendatangi ke sejumlah pesantren yang pernah dilatih seiring dengan hasil evaluasi bahwa capaian ini cukup berhasil,” pungkasnya. (RHS/RDM/RH)

Selamat Datang di Era Baru Transformasi Digital Bank Kalsel

BANJARMASIN – Bank Kalsel sebagai salah satu bank pembangunan daerah, tidak lepas dari tuntutan untuk bertransformasi sebagai langkah mutlak dalam memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap layanan keuangan. Hal ini juga sebagai bentuk adaptasi dalam mengarungi persaingan dunia perbankan yang semakin kompleks dan masif. Kini, Bank Kalsel resmi memasuki era baru transformasi digital dalam rangka memperluas lingkup layanan sebagai
bank digital.

Era baru ini merupakan suatu tonggak perubahan yang besar bagi Bank Kalsel sebagai suatu bank daerah yang memiliki cita-cita luhur untuk berperan dan berkontribusi dalam pembangunan daerah serta memiliki visi berkontribusi dalam mendorong pembangunan ekonomi regional maupun nasional.

Bank Kalsel tentunya tidak bisa berada di zona nyaman sebagai bank daerah yang merasa aman dengan bisnis yang ada, fase perubahan core banking system inilah yang menjadi gebrakan besar keluar dari zona nyaman tersebut untuk mewujudkan cita dan visinya.

Plt. Direktur Utama Bank Kalsel, I G.K. Prasetya mengutarakan, bahwa cita-cita besar hanya akan terwujud apabila berani mengambil risiko keluar dari zona nyaman dan mengambil langkah berani melakukan perubahan.

“Saat ini Bank Kalsel tengah melakukan inovasi besar dari traditional legacy system, kami bertransformasi menyuguhkan sistem digital yang mampu menjawab segala bentuk kebutuhan nasabah seiring dengan meningkatnya kebutuhan nasabah sebagai akibat dari disrupsi digital,” ucap Prasetya.

Tentunya suatu perubahan tidak bisa terwujud secara instan, perlu komitmen dan kerja keras yang dilakukan secara kontinuitas yang dilakukan sepenuh hati demi terwujudnya pelayanan prima kepada masyarakat. Bank Kalsel sangat memahami konsekuensi atas perubahan besar yang dilakukan akan ada hambatan-hambatan dalam fase transformasi digital ini yang pastinya akan mengganggu kenyamanan nasabah setia Bank Kalsel. Namun hal tersebut merupakan bagian atas suatu proses untuk suatu era baru yang jauh lebih baik.

“Kami menyadari transisi transformasi ini mengganggu kenyamanan Anda para nasabah setia Bank Kalsel. Kami berkomitmen untuk segera melakukan pembenahan-pembenahan agar proses transisi transformasi berjalan lancar dan optimal. Kesabaran dan pengertian serta kesediaan Anda untuk turut mengawal proses ini sangat kami apresiasi dan kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Anda akan disuguhkan pengalaman baru dengan layanan yang lebih cepat, mudah, aman dan nyaman,” jelas Prasetya.

Kepercayaan nasabah senantiasa menjadi energi yang selalu menggerakkan Bank Kalsel untuk terus memberikan layanan secara optimal. Bank Kalsel memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada nasabah setia yang telah berkenan jadi bagian proses dalam rangka layanan terbaik dimasa depan. Bank Kalsel akan selalu berkomitmen memberikan layanan terbaik dan tumbuh berkembang untuk melaju bersama masyarakat Kalimantan Selatan. (ADV-RIW/RDM/RH)

Layanan Vaksinasi Keliling Juara Mendapat Apresiasi Dari Kelurahan Palam

BANJARBARU – Pemerintah kota Banjarbaru mengerahkan armada bus milik Dinas Perhubungan (Dishub) sebagai sarana operasional Layanan Vaksin Keliling Juara. Setidaknya untuk saat ini, ada 3 unit bus yang telah disiapkan dan dimodifikasi untuk mulai beroperasi.

Gebrakan yang digagas Wali Kota Banjarbaru, Aditya Mufti Ariffin ini bertujuan untuk memberikan akses kemudahan serta layanan yang dapat lebih luas menjangkau masyarakat di setiap RT di 20 kelurahan yang ada di Banjarbaru.

Di Kelurahan Palam, layanan vaksinasi keliling ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak termasuk Lurah Palam, Ciptadi Sunaryo.

Lurah Palam Kota Banjarbaru, Ciptadi Sunaryo

Dimana Ciptadi mengaku, antusias masyarakat di kelurahan ini terhadap vaksinasi sangat tinggi. Namun akibat jarak menuju fasilitas pelayanan vaksin yang dinilai cukup jauh, membuat warga menjadi enggan menyambangi.

“Dengan adanya fasilitas bus keliling ini sangat membantu bagi masyarakat di kelurahan ini. Buktinya dengan dalam beberapa jam, 300 dosis vaksin yang telah disiapkan langsung habis di serbu warga,” ucapnya.

Ciptadi berharap kegiatan layanan vaksinasi seperti ini dapat terus dilaksanakan, agar penyebaran vaksin dapat menembus hingga ke daerah pelosok kota Banjarbaru.

“Mudah mudahan bisa terus berlanjut sampai seluruh warga di kota ini bisa tervaksin hingga membentuk herd immunity,” harapnya.

Layanan vaksinasi keliling, tak hanya di nikmati oleh masyarakat diusia produktif, tetapi juga warga yang sudah lanjut usia (lansia). Seperti salah satunya, Nini (nenek) Kapsiah berusia 80 tahun. Meski diusianya yang sudah hampir satu abad, Kapsiah mengaku tetap ingin menjalani hidup sehat dengan salah satunya mengikuti kegiatan vaksinasi ini.

“Saya masih ingin hidup sehat makanya saya vaksin,” terangnya.

Kapsiah juga menghimbau kepada warga lansia lainnya untuk tidak takut terhadap vaksin. Karena selain tidak menimbulkan efek samping, vaksin juga berguna untuk mencegah terpaparnya virus COVID-19 terutama di usia yang terbilang rentan.

“Kakek Nenek dirumah jangan takut di vaksin, tidak sakit, saya saja berani,” pungkasnya. (TR21-01/RDM/RH)

Exit mobile version