Harjad Batola ke-63, Paman Birin: Bergerak Maju, Wujudkan Batola BISA

BATOLA – Gubernur Kalsel Sahbirin Noor atau Paman Birin mengingatkan, saat ini bangsa Indonesia sedang dihadapkan dengan ancaman resesi ekonomi dan krisis pangan, pada tahun 2023 ini.

Pengalungan bunga selamat datang kepada Gubernur Kalsel

Paman Birin menyebut, gejala-gejalanya sudah mulai dirasakan menjelang akhir tahun 2022, antara lain kenaikan beberapa komoditas produk pangan yang cukup tinggi, seperti kenaikan harga beras Siam dan sejenisnya, yang berasal dari daerah.

(ki-ka) Ketua DPRD Provinsi, Guru Wildan, Gubernur Kalsel dan Pj Bupati Batola

Karenanya, Ia meminta semua daerah di Kalsel, termasuk Kabupaten Barito Kuala yang merupakan salah satu lumbung pangan andalan, agar siap siaga dalam mengatasi persoalan ini.

“Kita harus mengoptimalkan segala potensi di daerah kita untuk menggerakkan perekonomian dan memelihara kecukupan pangan. Kabupaten Barito Kuala sebagai daerah lumbung pangan Kalsel, hendaknya
bisa memanfaatkan momentum ini untuk menggerakkan masyarakat agar lebih produktif lagi dalam mengelola sektor pangan,” ujar Paman Birin, saat memberikan sambutan pada peringatan Hari Jadi Kabupaten Batola ke-63 pada Kamis (5/1).

Selanjutnya Paman Birin mengatakan, dalam perjalanannya, suka dan duka, pahit dan manis, peluang dan tantangan, tentu saja mewarnai penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di Barito Kuala.

Namun dinamika apapun yang terjadi ujar Paman Birin, jajaran pemerintahan dan seluruh komponen masyarakatnya, hendaknya selalu kompak dan bergandengan tangan untuk menghadapinya.

“Saya berharap, pemerintah daerah di Kabupaten Barito Kuala, bisa secara nyata hadir di tengah masyarakat petani dalam bentuk program-program, inovasi-inovasi pertanian, serta cara apapun yang mampu mendorong swasembada pangan. Ayo kita gelorakan semangat membangun, demi mewujudkan Barito Kuala BISA (Berdaya saing, Inspiratif, Sportif dan Amanah). Mari kita
bulatkan tekad untuk terus Bergerak maju dalam membangun daerah berkelanjutan,” tutupnya.

Sementara itu, Penjabat (Pj) Bupati Batola, Mujiyat menyebutkan, pemerintah dan masyarakat Kabupaten Barito Kuala semakin merasakan nikmatnya hasil-hasil pembangunan yang merupakan buah dari kerja keras masyarakat bersama pemerintah.

Hal ini membuktikan bahwa harmonisasi hubungan baik pemerintah dan masyarakat dalam penyelenggaraan pemerintah dan pembangunan telah memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dukungan dari segenap masyarakat tersebut menjadi salah satu faktor penyemangat dan motivasi dalam melaksanakan amanah.

“Saya akan terus berupaya untuk mewujudkan serta senantiasa memfasilitasi keinginan masyarakat agar masyarakat semakin makmur dan sejahtera,” ujarnya.

Peringatan hari jadi ditutup dengan tausiah oleh KH Wildan Salman yang mengajak semua pihak, agar tidak lupa bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

TPAS Regional Banjarbakula Atur Strategi Tingkatkan PAD

BANJARBARU – Realisasi pendapatan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Regional Banjarbakula tahun 2022 mencapai Rp2,36 miliar.

Pintu gerbang masuk TPAS Regional Banjarbakula

Kepala TPAS Regional Banjarbakula, Sarwani, mengatakan hampir seluruh pendapatan berasal dari tarif pembuangan sampah yang diterapkan sejak awal tahun 2022 lalu terhadap 5 kabupaten/kota yang tergabung dalam Kawasan Strategis Provinsi (KSP) Banjarbakula, yakni Kota Banjarbaru dan Banjarmasin, Kabupaten Banjar, Tanah Laut serta Barito Kuala.

Kepala TPAS Regional Banjarbakula, Sarwani

“Khusus Kota Banjarbaru kita pasang tarif 40 ribu Rupiah, sedangkan yang lainnya kita kenakan tarif 65 ribu Rupiah pertonnya,” ungkapnya, Kamis (5/1).

Dijelaskannya, dari 5 wilayah tersebut, Kota Banjarbaru menjadi penyumbang pendapatan terbesar dengan total kiriman sampah mencapai 24 ribu ton atau senilai Rp 972 juta.

“Yang paling rendah yakni Kabupaten Tanah Laut dengan jumlah kiriman 719 ton, sekitar 46 juta Rupiah,” bebernya.

Kurangnya kiriman sampah dari beberapa wilayah, diakuinya, disebabkan oleh beberapa faktor. Terutama di bidang operasional, seperti jumlah armada pengangkut yang belum mencukupi hingga kenaikan BBM yang tidak terduga.

“Mungkin karena Pemda setempat belum mengaggarkan di tahun 2022 lalu, kiriman sampah ke tempat kami meningkatnya sejak 3 bulan menjelang tutup tahun kemarin,” ujarnya.

Minimnya pengiriman tentu akan berdampak pada menurunnya pendapatan TPAS Regional Banjarbakula.

Menyiasati hal itu, Sarwani menyebut, pihaknya akan memberikan kelonggaran kepada 5 kabupaten/kota KSP Banjarbakula, dengan mempersilakan pembayaran iuran paling lambat bulan Maret 2023.

“Jadi dari Januari ini, kita persilakan mereka untuk mengirimkan sampahnya dulu, nanti baru diakumulasikan dan pembayarannya paling lambat kita minta bulan Maret,” paparnya.

Selain itu, lanjutnya, TPAS Regional Banjarbakula juga akan meningkatkan sarana dan prasarana agar target PAD Tahun 2023 dapat tercapai.

“Kita juga akan menambah jam operasional mulai dari jam 7 pagi hingga 5 sore, agar tidak hanya pendapatan yang meningkat, tetapi sampah di tempat kita ini juga benar-benar terkelola dengan baik,” tutupnya. (SYA/RDM/RH)

2023, Diskominfo Kalsel Akan Gencar Sosialisasii LAPOR! Paman

BANJARBARU – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan terus gencar sosialisasi aplikasi pengaduan masyarakat terhadap kinerja pemerintah (LAPOR! Paman) di tahun 2023 ini. Berbagai pendekatan terhadap masyarakat telah dilakukan Kominfo Kalsel untuk mensosialisasikan aplikasi LAPOR! Paman di tahun 2022 yang lalu, yakni salah satu nya kegiatan dengan menyusur sungai untuk mengedukasi penduduk pinggiran sungai tentang penggunaan aplikasi, serta menggandeng aktivis masyarakat banua.

Kepala Dinas Kominfo Kalsel, Muhammad Muslim pada Rabu (4/1) sore menyampaikan, 2023 ini sosialisasi akan dilaksanakan pada sektor yang belum dilaksanakan pada tahun 2022 lalu, seperti pada kelompok – kelompok Difabel (berkebutuhan khusus).

“Kita lebih banyak mensosialisasikan agar peranan Masyarakat di Banua Kalsel semakin meningkat untuk memberikan aspirasi, opini, dan tentu memberikan saran-saran terbaik,” ungkap Muslim.

Menurut Muslim, dengan adanya masukan dan saran dari masyarakat terhadap pembangunan – pembangunan Pemerintah Provinsi Kalsel, maka Masyarakat berperan penting dan terlibat dalam meningkatkan kinerja Pemerintah Provinsi Kalsel.

“Masyarakat juga dapat memberikan kritik dan saran, terkait perbaikan – perbaikan terhadap pembangunan yang dilakukan,” tutupnya. (MRF/RDM/RH)

Banjir Rob Akibatkan Pergantian Air Pada Tambak Ikan di Banjarmasin

BANJARMASIN – Petambak di kota Banjarmasin mengalami kematian ikannya. Kisarannya dibawah 30 persen. Hal ini akibat banjir rob yang terjadi.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Kota Banjarmasin Makhmud mengatakan, pihaknya menilai akibat banjir rob ini, tidak menyebabkan kerugian yang signifikan bagi petambak ikan di Kota Banjarmasin.

“Kami menilai masih normal, tidak ada kerugian yang berarti bagi para petambak ikan di Kota pemerintah,” ungkap Makhmud, kepada Abdi Persada, Rabu (4/1).

Hanya saja, lanjutnya, akibat banjir rob maka terjadi pergantian air pada tambak tersebut, yang menyebabkan adanya kematian ikan.

“Namun kematian ikan masih normal masih berada dibawah 30 persen,” ujarnya.

Menurutnya tambak ikan di Kota Banjarmasin menggunakan teknik tancap jaring, kolam tanah, serta keramba.

“Sehingga dengan teknik tersebut mereka aman dari banjir rob,” jelasnya.

Selain itu, tambah Makhmud, para petambak ikan di Kota Banjarmasin telah dibekali, dengan penyuluhan untuk menghadapi bencana banjir rob tersebut.

“Bantuan bibit ikan seperti nila selalu disalurkan kepada para petani kelompok ikan di Kota Banjarmasin,” ucap Makhmud. (SRI/RDM/RH)

Bank Kalsel dan BP TAPERA Tandatangani Kerjasama Penyaluran Kredit Perumahan Bagi MBR

BANJARMASIN – Dalam upaya ikut serta mendukung program dari Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), Bank Kalsel tandatangani kerjasama dengan Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP TAPERA), terkait penyaluran pembiayaan maupun Kredit Pemilikan Rumah Sejahtera untuk tahun 2023. Kerjasama ini dilakukan guna memudahkan / memfasilitasi masyarakat untuk memiliki rumah dengan harga terjangkau.

Penandatanganan dilakukan di tuang pendopo, Kementrian PUPR Jakarta, akhir tahun 2022. Penandatanganan kerjasama antara Bank Kalsel dengan BP Tapera dilakukan secara daring oleh Direktur Utama Bank Kalsel, Hanawijaya, bersama Komisioner BP Tapera, Adi Setianto.
Penandatanganan juga dilakukan 22 bank penyalur lainnya yang terdiri dari 6 Bank BUMN dan 16 BPD.

Direktur Utama Bank Kalsel, Hanawijaya menyampaikan, kerjasama yang dilakukan ini merupakan komitmen Bank Kalsel kepada masyarakat Kalimantan Selatan, untuk memudahkan kepemilikan rumah dengan harga terjangkau melalui penyaluran Kredit / Pembiayaan Pemilikan Rumah Sejahtera, dengan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan Tapera di tahun 2023.

“Melalui penandatanganan kerjasama ini, penyaluran KPR sejahtera FLPP dan Tapera tahun 2023, Bank Kalsel senantiasa terus mendukung pemerintah khususnya Kementrian PUPR untuk selalu memudahkan masyarakat Kalimantan Selatan memiliki rumah idaman dengan harga sesuai bagi masyarakat berpenghasilan rendah,” pungkas Hanawijaya. (ADV-RIW/RDM/RH)

PAD BPAM Banjarbakula Tahun 2022 Tembus 109 Persen

BANJARBARU – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Balai Pengelola Air Minum (BPAM) Banjarbakula tahun 2022 melebihi target sebesar 109,15 persen.

Kepala BPAM Banjarbakula Muhammad Berty Nakir, mengungkapkan target PAD tahun 2022 sebesar Rp 17 miliar sementara realisasinya sebesar Rp 18,5 miliar.

“Jadi ada lebihan sekitar 1 miliar Rupiah (dari target), atau jika diakumulasikan capaian PAD kita sebesar 109,15 persen di tahun 2022,” ungkapnya, Rabu (4/1).

Berty menjelaskan, pendapatan BPAM Banjarbakula bersumber dari penjualan air bersih ke 3 Kabupaten/Kota yang tergabung dalam regional Banjarbakula.

“Sementara ini air bersih kita disalurkan ke Kota Banjarbaru dan Kabupaten Banjar, serta sebagian ke Kabupaten Tanah Laut,” bebernya.

Meski Kota Banjarmasin dan Kabupaten Barito Kuala juga tergabung dalam Kawasan Strategis Provinsi (KSP) ini, namun penyaluran air bersih dari BPAM Banjarbakula masih belum menjangkau daerah tersebut.

Hal itu diakui Berty, akibat belum adanya kecocokan harga dan jumlah pasokan ke dua wilayah tersebut terutama Banjarmasin.

“Kemarin kita sudah tawarkan kerjasama penyaluran air baku ke (Kota) Banjarmasin, tetapi belum ada kecocokan harga,” bebernya.

Kendati demikian, Berty menyebut pihaknya akan kembali mengajukan kerjasama ke PDAM Bandarmasih, agar penyaluran air dapat benar-benar mencakup ke seluruh wilayah yang tergabung dalam KSP Banjarbakula.

“Tahun (2023) ini kita akan kembali tawarkan, setidaknya kita minta harga sesuai dengan biaya listrik yang kita keluarkan,” ujarnya.

Berty berharap kerjasama tersebut akan membuahkan hasil yang manis. Apalagi target PAD tahun 2023 BPAM Banjarbakula mencapai Rp 20 miliar.

“Kalau kerjasama dengan kota Banjarmasin berhasil, kita optimis PAD tahun 2023 akan tercapai bahkan mungkin melebihi target,” imbuhnya.

BPAM Banjarbakula sendiri saat ini sudah memiliki 2 Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) masing-masinh berkapasitas 250 dan 500 liter perdetik.

Bahkan, kini BPAM Banjarbakula juga memiliki 1 buah truk tangki yang siap menyalurkan air bersih langsung ke masyarakat.

“Kita tinggal menunggu revisi Pergub tarif untuk dapat mengoperasikan truk tangki itu, semoga bisa dapat dioperasikan,” tutupnya. (SYA/RDM/RH)

Raperda Perubahan dan Susunan Perangkat Daerah di Kalsel Difinalisasi

BANJARMASIN – Panitia Khusus I DPRD Provinsi Kalimantan Selatan melakukan rapat finalisasi pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan Perda Nomor 11 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah di Kalsel.

Rapat dipimpin Ketua Pansus Raperda tersebut, Suripno Sumas didampingi Wakil Ketua DPRD Kalsel, Muhammad Syaripuddin dan Ketua Komisi I DPRD Kalsel, Rachmah Norlias beserta Anggota Pansus di ruang Komisi I DPRD Kalsel, Rabu (4/1).

Wakil Ketua DPRD Kalsel, Syaripudin mengatakan kegiatan ini sebagai tindaklanjut hasil fasilitasi dan evaluasi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terhadap Raperda tersebut.

“Dalam Raperda tersebut diatur ada sembilan perangkat daerah lingkup Pemprov Kalsel yang mengalami perubahan tipologi, digabungkan atau berubah namanya,” katanya kepada wartawan.

Wakil rakyat yang akrab Bang Dhin ini menambahkan rencananya rapat paripurna pengambilan keputusan terhadap Raperda tersebut menjadi Perda dijadwalkan pada 11 Januari 2023 mendatang.

“Mudah-mudahan perubahan perangkat daerah ini sudah bisa jalan di akhir bulan ini,” harapnya.

Sementara, Kepala Biro Organisasi Setdaprov Kalsel, Galuh Tantri Narindra menjelaskan penataan perangkat daerah ini merupakan amanat peraturan yang dilandasi semangat pelaksanaan reformasi birokrasi dimana setiap pemerintah daerah harus melaksanakan evaluasi kelembagaan.

Suasana Rapat Pansus Raperda Tentang Perubahan dan Susunan Perangkat Daerah

“Penataan perangkat daerah ini tentunya bertujuan untuk peningkatan kinerja Pemprov Kalsel,” jelasnya.

Ada sembilan (9) perangkat daerah yang akan berubah tipe, digabungkan, dan berubah nama diantaranya Sekretariat DPRD yang sebelumnya tipe C naik menjadi tipe B, Inspektorat Daerah yang sebelumnya tipe B naik menjadi tipe A, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak naik menjadi tipe A serta berubah nama setelah penambahan urusan Keluarga Berencana sehingga menjadi Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana.

Kemudian Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dan Keluarga Berencana sebelumnya tipe A diturunkan menjadi tipe B, karena pemisahan urusan keluarga berencana. Badan Keuangan Daerah digabung dengan Badan Pengelolaan Keuangan Aset Daerah sehingga menjadi Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah yang menjadi tipe B dan Badan Pendapatan Daerah.

Badan Kepegawaian Daerah sebelumnya tipe B naik menjadi tipe A, Dinas Ketahanan Pangan digabungkan dengan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura sehingga menjadi Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura bertipe A.

Selanjutnya Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah bersifat tetap dengan hanya perubahan nama yakni Badan Riset dan Inovasi Daerah yang bertipe B. (NRH/RDM/RH)

Wakil Rakyat Kalsel Dorong Tumbuh Kembang Ekonomi Kreatif di Banua

BANJARMASIN – Semangat memajukan ekonomi kreatif mendasari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), melalui Panitia Khusus (Pansus) II untuk membuat Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif.

Pembahasan terus dilakukan, hingga pada Selasa (3/1), Pansus II DPRD Kalsel melakukan finalisasi Raperda tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif tersebut, dengan menghadirkan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalsel, Biro Hukum Setda Provinsi Kalsel serta tenaga ahli.

Rapat Pansus Raperda Tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif

Ketua Pansus II DPRD Kalsel, Haryanto mengatakan bahwa hingga saat ini dari aspek regulasinya tidak ada kendala berarti karena pihaknya sudah membuat sesuai dengan acuan-acuan dari Kementerian terkait.

“Mudah-mudahan raperda ini rampung setelah tiga atau empat kali pertemuan lagi,” katanya dengan optimis sembari memohon kerja sama dan pro aktif dari pihak-pihak yang terlibat.

Haryanto menambahkan Raperda ini dibentuk oleh semangat memajukan ekonomi kreatif. Salah satunya adalah dalam upaya mengadvokasi para pelakunya.

“Oleh karena itu, kehadiran sebuah regulasi dalam bentuk Perda menjadi penting sebagai payung hukum,” jelasnya.

Ada total 16 sektor ekonomi kreatif yang termasuk dalam raperda tersebut. Di antaranya yakni, sektor arsitektur, aplikasi, desain interior, desain komunikasi visual, desain produk, fashion, film, fotografi, kriya, kuliner, musik, penerbitan, periklanan, seni pertunjukan, seni rupa, dan televisi/radio

“Mudah-mudahan dengan begitu pemerintah provinsi betul-betul memperhatikan ekonomi kreatif. Karena rata-rata dari mereka adalah pelaku UMKM. Oleh karena itu, UMKM yang juga sebagai pelaku kreatif, harus mendapatkan pengharggaan dalam bentuk advokasi dari pemerintah daerah,” harapnya. (NRH/RDM/RH)

Pemko Banjarmasin Bangun Drainase dan Pintu Air Untuk Tanggulangi Banjir Rob

BANJARMASIN – Untuk penanggulangan banjir rob di Kota Banjarmasin, maka pemerintah setempat melakukan berbagai upaya, diantarnya membangun drainase dikawasan pemukiman yang berada di pinggir Sungai Martapura. Seperti di kawasan Kelurahan Seberang Masjid, Kecamatan Banjarmasin Tengah. Mengingat, kawasan ini salah satu daerah yang terdampak dari banjir rob tersebut.

Lurah Seberang Masjid Muhammad Subhan mengatakan, sejak dahulu kawasan Seberang Masjid ini, sudah menjadi langganan banjir rob.

Lurah Seberang Masjid Muhammad Subhan

“Kawasan pemukiman yang dihuni sekitar 6 ribu warga Kota Banjarmasin tersebut, berada dikawasan pinggir Sungai Martapura,” ungkap Subhan, kepada Abdi Persada, Rabu (4/1).

Daerah pemukiman Kelurahan Seberang Masjid ini, berada diposisi miring dengan kerendahan di bawah Sungai Martapura. Sehingga, apabila rob terjadi, maka kawasan ini terendam air l.

“Untuk menangani akibat banjir rob tersebut, maka saat ini Pemerintah Kota Banjarmasin melakukan pembangunan drainase, peninggian jalan yang berada di sisi sungai tersebut, serta pembuatan pintu air,” jelasnya.

Sehingga, lanjut Subhan, dengan adanya pembangunan tersebut, dampak dari rob tersebut dapat diminimalisir.

Dalam kesempatan tersebut, Lurah Subhan dan Ketua Dewan Kelurahan Seberang Masjid Zulkifli menghimbau, kepada masyarakat di Kalsel, untuk tidak membuang sampah ke sungai.

Ketua Dewan Kelurahan Seberang Masjid Zulkifli (Jaket Hitam)

“Kami terus melakukan edukasi prilaku masyarakat untuk tidak lagi membuang sampahnya ke sungai,” ujar Zulkifli.

Salah satu penyebab naiknya air ke pemukiman warga, akibat banjir rob tersebut, dikarenakan masih adanya masyarakat di Provinsi Kalimantan Selatan, yang membuang sampah ke sungai.

“Untuk masyarakat dikawasan Kelurahan Seberang Masjid ini, tidak lagi membuang sampah ke sungai,” tambah Subhan.

Namun, lanjutnya, sampah sampah tersebut bisa datang dari mana saja. Sehingga diperlukan kerjasama semua pihak, agar dapat menjaga kebersihan sungai. (SRI/RDM/RH)

Bahas Raperda Fasilitasi Pesantren di Banjarmasin, Pansus Minta Masukan Pengurus Ponpes

BANJARMASIN – Rapat perdana pembahasan Panitia Khusus Rancangan Peraturan Daerah DPRD Banjarmasin, tentang Fasilitasi Penyelenggaraan Pesantren, meminta masukan para pengurus pondok Pesantren.

Kepada sejumlah wartawan, Ketua Pansus Arufah Arif, pada Rabu (4/1) menjelaskan, rapat ini digelar untuk menerima masukan dan saran para pengurus pondok Pesantren, sehingga memudahlan dalam menyempurnakan draf Raperda, karena mengacu Undang Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren.

Ketua Pansus Raperda Fasilitasi Penyelenggaraan Pesantren, Arufah Arif

“Kami ingin mendapat informasi dan masukan berkaitan dengan Fasilitasi Pesantren, karena Raperda ini merupakan inisiatif DPRD Banjarmasin,” ungkapnya

Arufah menyampaikan, dari hasil rapat pertama ini pihaknya sudah menerima berbagai saran dan pendapat para pengurus pondok Pesantren, diantaranya fasilitasi bidang pendidikan, bidang dakwah dan pemberdayaan di masyarakat. Rencananya pekan depan akan dibahas, lebih detail setiap subtansi draf perpasal tersebut. Selain itu juga hadir Ketua Majelis Ulama Indonesia, Nahdatul Ulama dan Kementerian Agama Banjarmasin.

“Dari 18 pengurus pondok Pesantren di kota ini, telah dihadiri delapan perwakilan,” jelasnya.

Sementara itu, perwakilan pengurus pondok Pesantren Tarbiyatul Islamiyah, Muhammad Sasi, mengatakan, sejak berdirinya tahun 2007 lalu, belum ada bantuan yang besar dari Pemerintah Daerah, padahal banyak persoalan seperti beberapa ruang kelas yang masih belum selesai dibangun, kemudian perpustakaan dan klinik kesehatan, tidak semua dimiliki pondok Pesantren, sehingga memerlukan dukungan yang besar untuk menyelesaikannya.

Perwakilan pengurus pondok Pesantren Tarbiyatul Islamiyah, Muhammad Sasi

“Kita berharap dengan Raperda ini dapat memberikan kualitas pendidikan agama yang lebih baik bagi masyarakat, ditunjang fasilitas memadai,” tutupnya.

Untuk diketahui, pembahasan panitia khusus Raperda Fasilitasi Pesantren DPRD Kota Banjarmasin, dipimpin Ketua Arufah Arif didampingi Wakilnya Hilyah Aulia, dengan anggota Mathari, Rahman Nanang Riduan, Gusti Yuli Rahman, Wakhid Husaini. Dihadiri Kabag Kesra, Kabag Hukum, Kemenag Kota, Ketua MUI Banjarmasin dan beberapa pimpinan pondok Pesantren, bertempat di ruang rapat Paripurna Dewan Banjarmasin. (NHF/RDM/RH)

Exit mobile version