FGD BPS Kota Banjarbaru, Wujudkan Satu Data Banua Kalimantan Selatan

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalsel mengikuti kegiatan Fokus Group Discossion (FGD) yang diadakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Banjarbaru, bertempat di salah satu hotel berbintang di Kota Banjarbaru, pada Kamis (15/6). FGD tersebut dibuka Kepala Diskominfo Provinsi Kalsel Muhammad Muslim.

Dalam sambutannya, Kepala Diskominfo Provinsi Kalsel Muhammad Muslim menyampaikan, FGD ini merupakan wadah untuk saling berdiskusi mengenai data-data yang akan ditampilkan pada publikasi Kota Banjarbaru Dalam Angka Tahun 2023. Terdapat 20 Organisasi Perangkat Daerah (OPD)/Badan/Instansi vertikal/Lembaga yang diundang pada kegiatan kali ini. Dengan peserta dari OPD/Badan/Instansi vertikal/Lembaga yang berkontribusi pada penyusunan Publikasi Kota Banjarbaru Dalam Angka.

“Terdapat dua narasumber yang telah berkenan memenuhi undangan kami, yakni Kabid Ekonomi, Pemerintahan, dan Pembangunan Manusia Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pembangunan Daerah Kota Banjarbaru Bambang Supriyadi, dan Kepala Bidang Statistik dan Persandian Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Banjarbaru, Krisman, ” ungkap Muslim.

Ia menambahkan, Publikasi Kota Banjarbaru dalam angka ini merupakan publikasi yang menyajikan beragam data statistik mengenai kondisi geografis dan iklim, pemerintahan serta kondisi sosial-demografi dan perekonomian Kota Banjarbaru. Keterlibatan semua pihak dalam pembuatan publikasi ini sangat membantu agar membuat publikasi ini semakin lengkap dan up to date.

“Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi wadah untuk saling berdiskusi, mengoreksi, dan melengkapi data-data yang akan di tampilkan sebelum Publikasi Kota Banjarbaru Dalam Angka tahun 2023 diterbitkan dan dapat dimanfaatkan oleh berbagai pihak untuk proses perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi dalam pembangunan,” ujarnya.

Seperti yang telah diinstruksikan oleh Presiden RI Joko Widodo, bahwa akan dibentuk suatu kebijakan tata kelola data pemerintah melalui SDI. Diharapkan melalui kebijakan tata kelola ini akan menghasilkan data yang akurat, mutakhir, terpadu, dan dapat dipertanggungjawabkan, serta mudah diakses dan dibagi pakaikan antar Instansi Pusat dan Instansi Daerah. Penyelenggara SDI adalah Dewan Pengarah yang ada di tataran Pemerintah Pusat. sementara Pembina Data dan Wali Data berada di pemerintah pusat dan daerah, serta Wali Data Pendukung yang berada di daerah.

“Untuk provinsi Kota Banjarbaru, yang berperan dalam sekretariat SDI adalah Bappeda Kota Banjarbaru, dan selaku walidata adalah Dinas Kominfo Kota Banjarbaru,” jelas Muslim.

Ia melanjutkan, Statistik sektoral merupakan bagian dari penyelenggaraan SDI yang pemanfaatannya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan instansi pemerintah daerah dalam rangka penyelenggaraan tugas-tugas pemerintahan dan pembangunan. SDI dimaksudkan untuk mengatur penyelenggaraan tata kelola data, yang dihasilkan oleh instansi pusat dan juga instansi daerah.

“Dengan adanya SDI ini, data yang diperlukan dapat didiseminasikan dan dibagipakaikan dengan baik untuk mendukung perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan pengendalian pembangunan,” ujarnya lagi.

Kegiatan FGD ini diharapkan dapat menjadi wadah untuk saling berdiskusi bagi para stakeholder tingkat daerah agar dapat semakin memahami dan mendapat gambaran mengenai data-data sektoral yang ada di masing-masing OPD/instansi di Kota Banjarbaru, dan sebagai salah satu langkah dalam mewujudkan Satu Data Banua Kalimantan Selatan. (MRF/RDM/RH)

Muslam Kalsel Edukasi Masyarakat Lewat Pameran Sejarah Proklamasi 17 Mei 1949

BANJARBARU – Museum Lambung Mangkurat (Muslam) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) kembali menggelar pameran temporer untuk kedua kalinya di tahun 2023, dengan mengangkat tema Proklamasi 17 Mei 1949 Perjuangan Tanpa Batas.

Pembukaan pameran dilakukan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Muhammadun diwakili Sekretaris Hadeli Rosyaidi, di halaman Muslam Kalsel, Kamis (15/6).

Sekretaris Disdikbud Kalsel, Hadeli Rosyaidi (tengah) saat memotong pita bunga tanda pembukaan pameran temporer kedua tahun 2023 di Muslam Kalsel

Dalam sambutan tertulisnya, Muhammadun menyebut sejarah tentang kemerdekaan ini sangat berperan terhadap tindakan yang lebih baik di masa sekarang dan yang akan datang.

“Untuk itu pada hari ini kita sama-sama kembali belajar dari sejarah perjuangan Kalimantan Selatan yang ditandai dengan pameran ini,” ujarnya.

Menurutnya, pameran ini akan memberi pengaruh besar terhadap pengetahuan generasi muda terutama dunia pendidikan dalam mendukung program Merdeka Belajar.

“Ini juga menjadi langkah besar dalam pengembangan Sumber Daya Kalimantan Selatan,” ungkapnya.

Pameran proklamasi ini menampilkan barang-barang peninggalan para pejuang, mulai dari atribut seragam mereka hingga perlengkapan senjata yang digunakan ketika melawan penjajah. Disampingnya, terdapat beberapa informasi mengenai hal-hal penting yang terjadi di masa penjajahan dulu.

Salah satu veteran Kalsel saat melihat senjata yang dipamerkan dalam pameran temporer Muslam Kalsel

Kepala Muslam Kalsel, Taufik Akbar mengatakan tujuan tema proklamasi yakni sebagai sarana edukasi bagi pengunjung tentang perjuangan rakyat Kalsel dalam mempertahankan kemerdekaan melalui revolusi fisik terhadap Belanda.

“Dengan tema ini kita juga ingin membentuk karakter generasi muda Kalsel yang pantang menyerah, rela berkorban dan siap menghadapi tantangan dengan belajar dari pejuang terdahulu,” ungkapnya.

Akbar berharap, melalui pameran ini apresiasi masyarakat terhadap museum menjadi lebih meningkat.

“Kita ingin masyarakat lebih meningkatkan kecintaannya terhadap museum,” harapnya.

Sebelumnya museum yang berlokasi di kota Banjarbaru ini juga telah menyelenggarakan pameran serupa dengan tema sejarah perkembangan transportasi air di Kalsel.

Setiap 6 pekan sekali, tema pameran akan berganti. Namun tetap berhubungan dengan sejarah maupun kebudayaan Kalsel. (SYA/RDM/RH)

Peduli Masyarakatnya, Paman Yani Terus Suarakan Aspirasi Masyarakat

TANAH BUMBU – Pelaksanaan reses guna menyerap aspirasi masyarakat kembali dilaksanakan Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan Daerah Pemilihan (Dapil) VI Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru, Muhammad Yani Helmi (Paman Yani), Rabu (14/6).

Reses kali ini masih di laksanakan di Kabupaten Tanah Bumbu, tepatnya di Desa Wiritasi Kecamatan Kusan Hilir, serta di Jl. Pelabuhan Samudera RT. 01 Desa Sejahtera Kecamatan Simpang Empat.

Foto bersama Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi

Ratusan masyarakat pun begitu antusias untuk mengikuti kegiatan yang dilaksanakan oleh politisi partai Golkar ini.

Dalam paparannya, Paman Yani berbicara banyak hal seperti dalam menyuarakan aspirasi masyarakat di gedung DPRD.

“Kita ini kan Wakil Rakyat. Harus bicara. Harus menyuarakan apa yang menjadi aspirasi masyarakat,” paparnya.

Selain itu, Paman Yani juga menyampaikan tentang akan dibangunnya kantor Dirlantas Polda Kalsel di Kabupaten Tanah Bumbu untuk memudahkan masyarakat di dua Kabupaten, yakni Tanah Bumbu dan Kotabaru dalam membayarkan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BB-NKB).

“Selama ini kan kalau mau bayar BB-NKB harus ke Polda Kalsel di Banjarmasin. Banyak sekali biaya yang harus dikeluarkan. Nah Alhamdulillah, tahun 2024 akan di bangun di Tanah Bumbu untuk memudahkan masyarakat terutama Dapil VI ini,” katanya.

Turut serta dalam pelaksanaan reses ini pejabat dilingkungan Pemprov Kalsel, seperti Kepala UPPD Samsat Batulicin, Kepala UPPD Samsat Kotabaru, Kepala Pelabuhan Batulicin, Kepala Pelabuhan Kotabaru, Peduli Masyarakatnya, Paman Yani terus lantang suarakan aspirasi masyarakat.

Tanah Bumbu – Pelaksanaan reses guna menyerap aspirasi masyarakat kembali dilaksanakan Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan Daerah Pemilihan (Dapil) VI Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru, Muhammad Yani Helmi (Paman Yani), Rabu (14/6).

Reses kali ini masih di laksanakan di Kabupaten Tanah Bumbu, tepatnya di Desa Wiritasi Kecamatan Kusan Hilir, serta di Jl. Pelabuhan Samudera RT. 01 Desa Sejahtera Kecamatan Simpang Empat.

Ratusan masyarakat pun begitu antusias untuk mengikuti kegiatan yang dilaksanakan oleh politisi partai Golkar ini.

Dalam paparannya Paman Yani berbicara banyak hal seperti dalam menyuarakan aspirasi masyarakat di gedung DPRD.

“Kita ini kan Wakil Rakyat. Harus bicara. Harus menyuarakan apa yang menjadi aspirasi masyarakat,” paparnya.

Selain itu, Paman Yani juga menyampaikan tentang akan dibangunnya kantor Dirlantas Polda Kalsel di Kabupaten Tanah Bumbu untuk memudahkan masyarakat di dua Kabupaten, yakni Tanah Bumbu dan Kotabaru dalam membayarkan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BB-NKB).

“Selama ini kan kalau mau bayar BB-NKB harus ke Polda Kalsel di Banjarmasin. Banyak sekali biaya yang harus dikeluarkan. Nah Alhamdulillah, tahun 2024 akan di bangun di Tanah Bumbu untuk memudahkan masyarakat terutama Dapil VI ini,” katanya.

Turut serta dalam pelaksanaan reses ini pejabat dilingkungan Pemprov Kalsel, seperti Kepala UPPD Samsat Batulicin, Kepala UPPD Samsat Kotabaru, Kepala Pelabuhan Batulicin, Kepala Pelabuhan Kotabaru, Direktur LPPL Abdi Persada FM serta lainnya. (ASC/RDM/RH)

Kemah Bela Negara Nasional 2023 Tinggal Kesiapan Tekhnis di Lapangan

BANJARBARU – Kemah Bela Negara (KBN) Nasional 2023 yang dimulai 10 – 16 Juli mendatang tinggal memastikan kesiapan teknis di lapangan. Lokasi yang dihelat di Kiram Park, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, melibatkan TNI/Polri serta turut didukung penuh Pemerintah Provinsi Kalsel.

Suasana rapat kesiapan Kemah Bela Negara (KBN) Nasional 2023 di ruang rapat H Abrani Sulaiman Setdaprov Kalsel

Ketua Harian Kwarda Gerakan Pramuka Kalsel sekaligus Ketua Pelaksana KBN 2023, Agus Salim, mengungkapkan, sementara ini sudah ada 14 provinsi di Indonesia yang turut berpartisipasi.

“Sambil jalan dan ini akan kita komunikasi kepada masing-masing kepala daerah,” ujarnya kepada Abdi Persada FM, usai memimpin rapat kesiapan Kemah Bela Negera (KBN) Nasional 2023 bersama Kepala Bakesbangpol Kalsek Heriansyah, di ruang rapat H Abrani Sulaiman, Rabu (14/6) siang.

Dari target 1.700 lebih, dia menyebut, tercatat sudah ada 164 peserta yang terdaftar resmi untuk mengikuti Kemah Bela Negara tahun 2023. Serta dipastikan turut andil dalam kegiatan akbar tersebut.

“Yang jelas sudah tercover dan ini sambil jalan. Namun, ada beberapa lagi yang akan masuk dan terus upayakan,” paparnya.

Ia mengungkapkan, selama dua kali menggelar rapat persiapan. Dirinya memastikan tinggal kesiapan tekhnis atau eksekusi di lapangan.

“Kita terus lakukan komunikasi agar kegiatannya nanti benar-benar berjalan lancar,” ucapnya.

Sementara itu, Kasrem 101/Antasari, Kolonel Inf Iwan Rosandriyanto, mengungkapkan, siap mendukung penyelenggaraan ini. Terlebih, dalam kegiatan tersebut pihaknya bekerjasama dengan Polri.

“Kami siap memback up yang tentunya cukup banyak terutama perlengkapan, alat medis dan dapur umum dan nantinya bakal ada pemberian materi kepada peserta kegiatan,,” ungkapnya.

Bahkan, kata dia, dalam rangka memeriahkan kegiatan Kemah Bela Negara (KBN) bakal ada pendampingan silmulasi keterampilan dan outbond.

“Termasuk dukungan kami pada pelaksanaan tersebut dalam bentuk pameran alutsista. Jadi meliputo tiga unsur yakni darat, laut dan udara,” tutupnya. (RHS/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Imbau Petani Untuk Tidak Bakar Lahan Dimusim Kemarau

BANJARBARU – Menurut data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Kemarau ditahun 2023 diprediksi menjadi kemarau terpanas dibanding kemarau ditahun-tahun sebelumnya. Apalagi fenomena El Nino yang terjadi selama musim kemarau, yang dapat memicu kekeringan, minimnya curah hujan, juga berpotensi meningkatkan jumlah titik api, sehingga makin meningkatkan kondisi rawan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan. Oleh karena itu, dimusim kemarau ditahun 2023 ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalsel mengimbau kepada seluruh petani di banua ini, agar tidak membakar lahan mereka dimusim kemarau. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalsel Syamsir Rahman, melalui Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalsel Imam Subarkah, Selasa (13/6) sore.

Disampaikan Imam, setiap tahunnya saat menghadapi musim kemarau, pihaknya akan melayangkan surat edaran Gubernur Kalsel kepada para bupati-walikota di Kalsel untuk dapat melakukan strategi mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan di Daerah masing-masing. Selain itu, pihaknya juga akan melakukan gerakan pengendalian melalui sosialisasi dilapangan, seperti pemasangan spanduk-spanduk untuk dapat mengingatkan bahaya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

“Menyikapi fenomena El Nino yang dapat membuat musim kemarau lebih panjang dibanding tahun-tahun sebelumnya, kami akan menjalin koordinasi lintas sektor SKPD terkait agar dapat mengantisipasi terjadinya Karhutla,” ungkap Imam.

Ia melanjutkan, dalam waktu dekat, pihaknya akan dengan segera memberikan himbauan pencegahan Karhutla kepada Masyarakat, terlebih khususnya para petani di banua Kalsel.

“Kami akan sebarkan spanduk-spanduk baliho yang bertujuan untuk menghimbau dan mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak membakar lahan secara sembarangan,” ujarnya.

Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dinilai perlu diantisipasi pada saat musim panen datang. Hal ini dikarenakan para petani setelah musim panen biasanya melakukan pembakaran lahan untuk menyuburkan tanah serta mengusir hama penyakit yang ada dilapangan.

“Jadi dengan adanya musim kemarau sebenarnya itu salah satu untuk memutus penyebaran mata rantai hama, sehingga mudah- mudahan petani bisa diimbau untuk lebih arif melakukan pembakaran lahan dan itu sedang kita usahakan melalui intruksi Gubernur,” tambah Imam.

Ia mengharapkan, para petani bisa tetap melakukan pembakaran lahan, namun dengan batasan-batasan tertentu, seperti pembakaran lahan hanya dalam suatu area tertentu dan diawasi, serta dijaga agar pembakaran tidak menyasar area lain. (MRF/RDM/RH)

Bupati Banjar Minta Sinergitas Seluruh Lapisan Masyarakat Untuk Cegah Karhutla

BANJAR – Kondisi cuaca hingga Juni 2023 di sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan termasuk Kabupaten Banjar masih diselimuti hujan. Meski begitu Pemerintah Kabupaten Banjar tetap berupaya mencegah kemungkinan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Penanggulangan Karhutla tahun 2023, di Aula Kantor Badan Kesbangpol Banjar, Martapura, Rabu (14/6), Bupati Banjar Saidi Mansyur meminta seluruh elemen baik pemerintah, swasta dan masyarakat mampu mendukung program pemerintah untuk menurunkan titik panas.

“Saya mengajak semua pihak bekerja keras dalam meningkatkan upaya-upaya pencegahan terjadinya bencana kabut asap akibat karhutla,” ucapnya.

Bupati Banjar juga meminta seluruh elemen tersebut agar selalu siap dalam upaya preventif maupun pemadaman dini karhutla hingga pemadaman lanjutan secara tuntas.

“Terutama pada kawasan pertanian, perkebunan dan lahan tidur atau semak belukar lainnya,” terangnya.

Di lokasi yang sama, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar Warsita menerangkan, pihaknya telah melakukan sosialisasi ke masyarakat terkait penanggulangan dini karhutla.

Kalak BPBD Banjar, Warsita (putih) saat menyampaikan masukan dalam rakor penanggulangan karhutla. foto : HumasBanjar

“Kita juga sudah memasang spanduk peringatan,” ungkapnya.

Warsita mengaku pihaknya juga menyiapkan Tim Reaksi Cepat (TRC) yang berjaga selama 24 jam di posko induk BPBD Banjar. Tim itu, siap memonitoring dan menindaklanjuti laporan masyarakat maupun relawan terkait kemunculan titik api.

“Kami minta kerjasama juga dari masyarakat untuk menghindari membakar lahan karena untuk memadamkannya sangat susah dan melibatkan semua pihak,” pintanya. (SYA/RDM/RH)

Lepas Kontingen LT V Kalsel, Ini Pesan Paman Birin

BANJARMASIN – Pada 17-23 Juni 2023, bumi perkemahan Cibubur akan menerima puluhan regu Pramuka Penggalang dari seluruh Indonesia, yang akan berlomba memperlihatkan ketangkasan dan kekompakannya. Termasuk dua regu Penggalang dari provinsi Kalimantan Selatan. Yakni regu Penggalang putri dari ponpes An Najah kabupaten Banjar, dan regu Penggalang putra dari SMPN 7 Banjarmasin. Masing – masing regu terdiri dari 8 orang.

Gubernur Kalsel didampingi Ketua Kwarda, saat memberikan wejangan

Keberangkatan dua regu asal Kalsel ini, dilepas secara resmi oleh Gubernur sekaligus Ketua Majelis Pembimbing Daerah Kwartir Pramuka (Mabida) Kalsel, Sahbirin Noor, pada Rabu (14/6) di kediaman resminya di Banjarmasin. Turut hadir melepas kontingen Kalsel ini, Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Provinsi Kalsel, Raudatul Jannah.

Ketua Kwarda Pramuka Kalsel (paling depan) berfoto bersama Kontingen LT V Kalsel

Sesaat sebelum melepas perwakilan Kalsel di ajang Lomba Tingkat Regu Pramuka Penggalang V ini, Gubernur mendoakan kepada para Penggalang tersebut, agar selamat sampai tiba di tujuan, dan dapat pulang kembali ke Banua.

“Semoga semua keterampilan dan ilmu yang sudah diajarkan, bisa diaplikasikan di LT V di Cibubur. Terus jaga kekompakan,” pesannya.

Gubernur yang biasa disapa Paman Birin juga menyampaikan, bahwa kegiatan Pramuka sangat bermanfaat jangka panjang, terutama untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.

“Indonesia akan mendapatkan bonus demografi pada 2045 mendatang. Hal ini akan bernilai positif, apabila penduduk Indonesia yang menjadi bonus demografi ini punya kemampuan, keterampilan, ketangguhan dan punya kecerdasan. Salah satunya melalui kegiatan Pramuka ini,” ujar Paman Birin.

Sementara itu, kepada Abdi Persada FM, Ketua Kwarda Pramuka Provinsi Kalsel, Raudatul Jannah, juga menyampaikan pesan kepada para pemenang LT IV tingkat provinsi tersebut. Bahwa inti dari partisipasi para kontingen di LT V ini, adalah untuk penguatan pribadi, menambah wawasan, ilmu pengetahuan dan keterampilan ,serta untuk memupuk tali silaturahmi dengan para Penggalang dari seluruh Indonesia.

“Semangat terus, bahagia terus dan jaga kesehatan,” pesannya.

Acil Odah (sapaan khas Raudatul Jannah) juga meminta doa serta dukungan dari masyarakat, agar perwakilan Kalimantan Selatan ini dapat memberikan prestasi terbaik untuk Banua, dan mengharumkan nama Banua di tingkat nasional.

“Kita tidak membebani. Kita yakin mereka sudah optimal latihan, sudah siap, cukup ikhtiar dan doa, apapun hasilnya itulah yang terbaik,” tutupnya. (RIW/RDM/RH)

Pansus DPRD Banjarmasin Bahas Detail Raperda IBG

BANJARMASIN – Panitia Khusus DPRD Banjarmasin, membahas Rancangan Peraturan Daerah lebih detail tentang Izin Bangunan Gedung.

Suasana Rapat Pansus Raperda Izin Bangunan Gedung, di ruang Paripurna DPRD Banjarmasin

Kepada sejumlah wartawan, Ketua Pansus Raperda Izin Bangunan Gedung (IBG) DPRD Banjarmasin, Suyato, pada Selasa (13/6) mengatakan, sebelumnya berjudul Izin Mendirikan Bangunan (IMB), namun pihaknya menerima masukan dari Kementerian Dalam Negeri. Sehingga, dilakukan perubahan menjadi Izin Bangunan Gedung (IBG)

“Ini Raperda baru, jadi harus detail dibahas setiap pasal per pasal,” ucapnya

Suasana Rapat Pansus Raperda Izin Bangunan Gedung, di ruang Paripurna DPRD Banjarmasin

Disampaikan Suyato, dalam pembahasan kedua kali ini, baru memasuki pasal ke 12, yaitu masih menyelaraskan dengan aturan baku dari Peraturan Presiden (Perpres), dan ada sebanyak 160 pasal lagi, yang akan dibahas dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait dilingkup Pemkot Banjarmasin. Ia berharap sebelum akhir tahun 2023, dapat dilakukan finalisasi.

“Kami seluruh anggota Pansus, mengupayakan bisa selesai tepat waktu,” jelasnya

Suyato menambahkan, poin penting dalam pembahasan Rancangan Peraturan Daerah tentang IBG, klasifikasi bangunan untuk menentukan ketinggian gedung, kemudian memberi kemudahan dalam setiap pengurusan di Kota ini.

“Sekarang setiap urusan menggunakan digital, maka juga harus disesuaikan nanti,” tutup Koh Awi (sapaan akrabnya).

Untuk diketahui, pembahasan Panitia Khusus DPRD Banjarmasin, Rancangan Peraturan Daerah, tentang Izin Bangunan Gedung, dipimpin Ketua Suyato, didampingi Wakilnya Awan Subarkah, dihadiri Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang, Suri Sudarmadiyah, Kabag Hukum, Jefri Fransyah dan Perwakilan Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu Banjarmasin, bertempat di ruang Paripurna DPRD Banjarmasin. (NHF/RDM/RH)

Polda Kalsel Musnahkan 35 Kilogram Sabu

BANJARMASIN – Kepolisian Daerah (Polda) Kalsel melakukan pemusnahan tidak pidana narkotika, sebesar 35 kilogram sabu jaringan internasional, di Aula Mathilda Polda Kalsel, Rabu (14/6).

“Barang bukti yang dimusnahkan ini, merupakan hasil penyelidikan selama 3 bulan,” ungkap Kapolda Kalsel Irjen Pol Andi Rian, kepada sejumlah wartawan.

Sehingga, lanjutnya, Polda Kalsel dapat berhasil mengungkap kasus tersebut.

“Dan, sama dengan pengungkapan kasus sebelumnya, Polda Kalsel bekerjasama dengan Bareskrim, untuk mengungkap pelaku impor ilegal barang terlarang ini,” jelasnya lagi.

Menurut Kapolda, dalam pengungkapan kasus ini, melibatkan pihak importir. Dan, Polda Kalsel saat ini terus bekerja untuk pengungkapan kasus Narkotika lainnya.

Sementara itu, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor yang turut hadir, pada kegiatan pemunahan barang bukti tersebut, mengatakan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memberikan apresiasi atas kerja keras dari Polda Kalsel, yang telah berhasil menggagalkan peredaran narkoba jenis sabu tersebut.

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memberikan apresiasi atas kerja keras Polda Kalsel ini,” ungkapnya.

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, menurutnya terus memberikan dukungan, terhadap pemberantasan narkoba di Banua ini.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur yang akrab disapa Paman Birin ini mengajak masyarakat, untuk bersama sama berperang melawan narkoba. (SRI/RDM/RH)

Paman Yani : Yang Penting Berbuat Baik Dulu, Masyarakat Bisa Menilai

TANAH BUMBU – Guna menjaring aspirasi masyarakat serta mengetahui secara pasti keinginan konstituennya, Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan Daerah Pemilihan (Dapil) VI Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru, Muhammad Yani Helmi (Paman Yani) kembali melaksanakan reses di Kabupaten Tanah Bumbu, tepatnya di Jalan Annur, Gang Bahagia 3, RT.05, serta di Kantor Desa Pejala Kecamatan Kusan Hilir, Selasa (13/6).

Antusiasme masyarakat begitu terlihat sejak awal kedatangannya. Hal ini terbukti dengan banyaknya warga yang meminta foto bersama sebelum dan sesudah pelaksanaan reses.

Suasana Reses Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi

Beberapa hal menjadi bahan yang disampaikan Paman Yani, seperti menjaga persatuan menjelang pemilihan umum, serta kriteria memilih pemimpin yang mengerti dan mau mendengarkan aspirasi masyarakatnya.

“Alhamdulillah, hari ini kita kembali berada di tengah masyarakat. Karena memang sebagai wakil rakyat, saya harus datangi mereka dalam setiap kondisi. Tidak pada saat hendak minta dipilih saja. Karena bagi saya, jabatan adalah amanah,” paparnya.

Paman Yani juga menyebut aspirasi masyarakat yang telah dan akan dilakukan pengawalan pada prosesnya, yakni pembangunan SMA di Batulicin. Ini sesuai dengan permintaan masyarakat pada penjaringan masyarakat beberapa waktu lalu.

Sementara itu, beberapa aspirasi masyarakat juga dijaring dalam reses ini. Seperti keinginan masyarakat yang notabenenya warga pesisir untuk dapat meningkatkan kualitas alat tangkap ikan.

“Karena mereka ini rata-rata nelayan. Tentu aspirasinya tidak jauh dari alat tangkap modern. Sehingga bagi pemerintah daerah, apabila dapat membantu sesuai dengan ketersediaan keuangan, maka diharapkan bisa dibantu,” harapnya.

Paman Yani pun mengaku akan terus memperjuangkan aspirasi masyarakat tanpa embel-embel politik, mengingat amanah yang harus dilaksanakan.

“Saya sering melihat di desa-desa. Kadang sedih dan prihatin. Mereka memilih tapi tidak pernah didatangi oleh wakilnya. Saya saat menjabat dan dilantik, saya tidak menghiraukan. Mau memilih atau tidak mereka tetap masyarakat kami. Yang penting pembangunan di daerah ini jangan tertinggal. Mudahan hatinya terbuka. Yang penting berbuat baik dulu. Masyarakat bisa saja menilai,” tuturnya.

Hal senada juga diungkapkan Kepala Desa Pejala, Ahmadi, yang menyebut banyak melihat bantuan di beberapa tempat hasil dari inisiasi Paman Yani. Padahal menurutnya, ia telah melakukan pendataan, ada beberapa desa tersebut bukan basis ataupun pemilih Paman Yani.

“Bagi kami, Paman Yani adalah sosok yang betul betul memegang amanah. Ada beberapa wilayah dan desa bahkan suaranya tidak ada. Tapi tetap diperjuangkan dan dibantu. Bersyukur dan terimakasih karena beliau mau membantu. Beliau tidak memandang adanya basis atau tidak. Tapi dalam hati beliau bahwa ini dibawah naungan saya. Wilayah perlu dikembangkan semua,” ucapnya. (ASC/RDM/RH)

Exit mobile version