Meriah! Ribuan Warga Padati Puncak Hari Jadi Banjarmasin ke-498, Ibnu Sina-Arifin Pamit

BANJARMASIN – Puncak Peringatan Hari Jadi Kota Banjarmasin ke 498, berlangsung sangat meriah dihadiri oleh ratusan warga Banjarmasin. Diisi oleh dua artis ibu kota yaitu, Aldi Taher dan Ifan Seventeen, bertempat di Siring Balaikota Banjarmasin. Sabtu (21/9), malam.

Walikota Banjarmasin Ibnu Sina menyampaikan, rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah menjadi bagian dari perkembangan kota Banjarmasin selama ini.

“Terima kasih banyak sudah menjadi bagian dari kota Banjarmasin, denyut nadi kehidupan di 498 tahun ini. Luar biasa, kota kita sudah sangat maju dan berkembang sebagai kota perdagangan dan jasa,” ujar Ibnu dengan penuh semangat.

Walikota juga menekankan pentingnya menjaga kesinambungan pembangunan kota.

Menurutnya, setiap sudut kota Banjarmasin merupakan ruang budaya, kreativitas, partisipasi, dan kolaborasi yang harus terus dipertahankan dan ditingkatkan.

“Keberlanjutan pembangunan inilah yang membuat kota kita bisa berkembang seperti sekarang,” ungkapnya.

Ibnu Sina pun memberi contoh konkret dari keberlanjutan pembangunan tersebut, salah satunya adalah kawasan Menara Pandang, ikon kebanggaan kota.

Bahwa kawasan tersebut direncanakan sejak era almarhum Sopian Arfan, mulai dikerjakan di masa almarhum Yudi Wahyuni, kemudian diperluas oleh H Muhidin, dan akhirnya disempurnakan oleh Ibnu Sina-Arifin.

“Ini adalah bukti bahwa keberlanjutan pembangunan menjadi modal dasar kita,” tambah dia.

Ibnu Sina juga mengumumkan bahwa ini adalah momen terakhir dirinya berdiri sebagai Wali Kota Banjarmasin di peringatan Hari Jadi kota tersebut.

“Tahun 2025 akan terpilih wali kota yang baru. Oleh karena itu, ulun mohon pamit dan terima kasih sudah menjadi bagian dari kota Banjarmasin. Tahun depan, ulun tidak berdiri di sini sebagai wali kota, tetapi sebagai warga biasa, sama seperti pian berataan,” tuturnya penuh haru.

Di kesempatan yang sama, Ibnu Sina juga menerima penghargaan dari Paguyuban Komunitas UMKM sebagai bentuk apresiasi atas program-program yang telah digagas pemerintah kota sekaligus didaulat menjadi Abah UMKM Kota Banjarmasin.

“Dari paguyuban komunitas UMKM, ada apresiasi untuk upaya yang sudah kita lakukan, terutama Program Wirausaha Baru berbasis UMKM. Program ini telah membantu banyak UMKM yang kini sudah menerima bantuan, seperti program Bahuma Bausaha tanpa bunga, program Kauli Inkubator, dan lainnya,” ungkap Ibnu

Ibnu Sina menyampaikan harapannya agar semua program yang telah sukses dijalankan tetap diteruskan oleh kepemimpinan yang akan datang.

“Keberlanjutan pembangunan adalah sebuah kepercayaan. Ini bukan hanya untuk jangka pendek, tetapi juga untuk 10, 20, hingga 30 tahun ke depan,” ujarnya lagi.

Terakhir, Wali Kota juga memberikan penghargaan kepada beberapa tokoh inspiratif yang telah berkontribusi terhadap kemajuan kota Banjarmasin.

“Ini adalah apresiasi kepada tokoh-tokoh masyarakat yang telah berperan, mulai dari sektor UMKM, lingkungan, hingga pelestarian kesenian tradisional dan olahraga,” pungkasnya. (ADV/SRI/RDM/RH)

Paman Birin Puji Kemajuan Pembangunan di Kota Banjarmasin

BANJARMASIN – Kota Banjarmasin dengan sejarahnya yang panjang dan kaya telah melalui berbagai fase perkembangan. Selama 498 tahun kota ini telah tumbuh dan berkembang menjadi pusat perdagangan, budaya dan pemerintahan yang vital bagi Kalimantan Selatan.

Pada momen puncak perayaan hari jadi kota Banjarmasin, Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor atau Paman Birin melalui Sekdaprov Kalsel Roy Rizali Anwar, mengucapkan selamat hari jadi ke-498 kota Banjarmasin dan mengajak seluruh masyarakat terutama kota Banjarmasin untuk memanjatkan rasa syukur atas segala pencapaian pembangunan yang telah diraih.

Sekdaprov Kalsel Roy Rizali Anwar

“Kota ini telah menunjukkan kemajuan yang signifikan dalam berbagai aspek. Baik infrastruktur, ekonomi, pendidikan hingga pelayanan publik. Itu menunjukkan bukti nyata komitmen jajaran pemko dan warga Banjarmasin untuk menjaga warisan sejarah sekaligus menciptakan kota yang modern dan berkelanjutan,” ucap Paman Birin dalam sambutan tertulisnya saat puncak perayaan hari jadi kota Banjarmasin ke-498, di halaman Balai Kota Banjarmasin, Sabtu (21/9).

Paman Birin juga mengapresiasi tema peringatan kali ini yakni ‘Kayuh Baimbai untuk Keberlanjutan Pembangunan Banjarmasin Baiman’.

“Teman ini sangat selaras dengan arah pembangunan kota Banjarmasinyang dicita-citakan bersama, ‘Kayuh Baimbai’ atau berdayung bersama-sama mencerminkan semangat gotong-royong dan kebersamaan yang menjadi kekuatan utama dalam membangun kota,” ungkapnya.

Paman Birin menuturkan, beberapa prestasi membanggakan kota Banjarmasin diantaranya sebagai kota inovatif yang diberikan Menteri Dalam Negeri, dan pembangunan kota terbaik di Kalsel dari Pemprov Kalsel.

“Oleh karena itu, saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas pencapaian tersebut. Karena pencapaian tersebut tidak lepas dari kerja keras seluruh elemen masyarakat kota Banjarmasin, mulai dari jajaran Pemko, swasta hingga masyarakat umum,” sampainya.

Paman Birin berharap, ditengah perkembangan zaman kota Banjarmasin yang telah mengintegrasikan konsep smart city dalam pembangunannya. Diantaranya pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam berbagai aspek perkotaan seperti transportasi, pelayanan publik dan pengelolaan lingkungan yang telah membantu meningkatkan efisiensi dan kualitas hidup masyarakat. Untuk tidak melupakan akar budaya dan kearifan lokal yang menjadi identitas kota Banjarmasin.

“Integritas antara konsep smart city dan pelestarian budaya lokal inilah yang akan menjadikan kota Banjarmasin sebagai kota yang unik, maju namun tetap memiliki karakter kuat. Jadilah kota yang mampu menghadapi tantangan global tanpa kehilangan jati dirinya,” tandas Paman Birin.

Sebelumnya, pasangan Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina dan Wakil Wali Kota Banjarmasin Arifin Noor, pamit kepada warga Banjarmasin jelang berakhirnya masa jabatan sebagai kepala daerah.

Ibnu dan Arifin mengucapkan terima kasih sekaligus maaf selama kepemimpinan mereka sebagai kepala daerah selama lima tahun terakhir.

“Tahun ini menjadi tahun terakhir saya, berdiri di panggung ini sebagai Wali Kota Banjarmasin. Tahun 2025 nanti, status saya sama seperti bapak dan ibu semua, sama-sama masyarakat biasa,” kata Ibnu.

Ia mengungkapkan, di usia ke-498 tahun, Kota Banjarmasin terus berbenah, terutama dalam membangun kota untuk meningkatkan kenyamanan masyarakat sekaligus meningkatkan perekonomian daerah. (ADPIM/SRI/RDM/RH)

Pekan Raya Banjarmasin, Ajang UMKM Meriahkan Harjad ke-498

BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin kembali menggelar Pekan Raya Banjarmasin, di kawasan Siring Maskot Bekantan, Kamis (19/9), dibuka Walikota Banjarmasin Ibnu Sina.

Dalam sambutannya, Walikota menekankan pentingnya acara ini sebagai peluang untuk meningkatkan ekonomi lokal.
Mengingat, kegiatan ini diikuti ratusan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

“Pekan Raya Banjarmasin ini diselenggarakan untuk memperingati hari jadi (Harjad) Kota Banjarmasin ke-498,” ucapnya.

Acara ini tidak hanya menjadi ajang pameran produk lokal, tetapi juga wahana bagi para pelaku usaha untuk memperluas jaringan bisnis mereka.

Pekan Raya Banjarmasin berlangsung mulai 18 – 21 September 2024 dan terbuka untuk umum.

“Pekan Raya ini memberikan kesempatan bagi para pelaku UMKM dan pengusaha ekonomi kreatif untuk saling berinteraksi. Produk yang dihasilkan bisa dilihat oleh masyarakat luas, dan mereka juga bisa berpartisipasi dalam temu bisnis yang diadakan di sini,” ujarnya.

Salah satu program unggulan yang diangkat dalam acara ini adalah program Bahuma, sebuah inisiatif yang menawarkan pinjaman tanpa bunga bagi pelaku usaha. Tahun ini, plafon pinjaman dinaikkan dari Rp50 juta menjadi Rp100 juta.

“Program Bahuma ini sudah kita mulai kembali dengan plafon yang diperbesar. Khususnya bagi mereka yang mengikuti program Kawal Inkubator selama empat bulan. Setelah mengikuti inkubasi bisnis, para peserta memiliki usaha yang jelas, badan hukum yang resmi, dan produk yang siap dipasarkan,” tambah Walikota.

Pekan Raya ini juga menjadi bagian dari rangkaian Kongres Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) yang dibuka pada hari yang sama. Rakernas JKPI juga dilangsungkan, dengan harapan peserta kongres dari 75 kota anggota jaringan ini turut menikmati suasana Banjarmasin. Di lokasi Pekan Raya, para pengunjung bisa menyaksikan pameran benda benda pusaka serta panggung hiburan yang memeriahkan suasana.

“Kami berharap, dengan adanya Pekan Raya Banjarmasin ini, UMKM kita bisa naik kelas dan menjadi tuan di negeri sendiri. Produk-produk seperti oleh-oleh, kuliner, kriya, dan souvenir, semuanya bisa berasal dari pelaku usaha lokal kita sendiri. Ini juga memperkuat posisi Banjarmasin sebagai kota dagang dan jasa,” ucap Walikota. (ADV/SRI/RDM/RH)

Seminar Internasional JKPI Perkuat Jejaring dan Pelestarian Warisan Budaya di Tengah Dinamika Kota Seribu Sungai

BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) melaksanakan, Seminar Internasional Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI), di salah satu hotel, di Kota Banjarmasin, Kamis (19/9).

Seminar ini mengusung tema Menjaga, Melestarikan, dan Mengoptimalkan Warisan Budaya dalam Membangun Kota Pusaka yang Berkelanjutan.

Dalam sambutannya, WaliKota Banjarmasin Ibnu Sina menekankan pentingnya menjaga kelestarian warisan budaya, terutama bagi kota kota tua seperti Banjarmasin yang menyimpan sejarah panjang.

“Kota kita ini akan berusia hampir lima abad, 498 tahun pada 24 September nanti. Sebagai kota tua yang penuh sejarah, kita punya tanggung jawab besar untuk menjaga dan melestarikan cagar budaya yang ada,” ucapnya.

Ia juga berharap agar kegiatan ini dapat berjalan lancar, serta mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan tersebut.

Lebih lanjut, ujarnya ajang ini dapat menjadi refleksi bagi para anggota JKPI untuk memperkuat sinergi antara pelestarian budaya dengan pembangunan berkelanjutan di kota masing masing.

“JKPI bertujuan menjaga kelestarian cagar budaya, baik pusaka alam maupun pusaka budaya, sebagai modal dasar dalam membangun daerah di masa depan,” jelasnya.

Oleh karena itu, ia menilai bahwa warisan budaya tak sekadar menjadi simbol sejarah, tetapi juga bagian integral dari kehidupan sehari-hari masyarakat.

“Kota yang makin tua, makin eksotik,” ujarnya.

Sungai-sungai yang membelah Banjarmasin bukan hanya urat nadi bagi kehidupan warga, tapi juga saksi sejarah berbagai peristiwa di kota ini. Sungai-sungai ini membawa cerita dari masa ke masa.

Selain itu, walikota juga menyoroti pentingnya keterlibatan kota kota baru dalam JKPI.

“Terima kasih kepada perwakilan dari Kota Kediri dan Bandung. Semoga dalam kesempatan ini kita bisa menyetujui keanggotaan baru mereka di JKPI,” tambahnya.

Melalui kongres sekaligus Rakernas ini, seluruh peserta untuk merumuskan strategi pelestarian budaya yang mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai esensialnya.

“Mari kita jaga dan rawat kebudayaan ini agar tetap dinamis dan relevan dengan perkembangan zaman,” ucapnya.

Dirinya pun berharap melalui keputusan strategis yang dihasilkan dalam Rakernas kali ini, JKPI akan semakin kuat sebagai organisasi yang mampu memperkuat identitas budaya kabupaten-kota di Indonesia di kancah internasional.

“Semoga langkah kita dalam menjaga warisan budaya selalu direstui oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala,” ujarnya.

Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi kota-kota di Indonesia untuk bersama sama menjaga dan mempromosikan kekayaan budaya mereka, di tengah dinamika pembangunan modern yang terus berkembang. (ADV/SRI/RDM/RH)

Festival Jukung Hias Tanglong 2024 Resmi Dilaksanakan di Kota Banjarmasin

BANJARMASIN – Semarak Kemilau Banjarmasin Bungas atau lebih familiar dengan Festival Jukung Hias Tanglong 2024 dalam rangkaian Hari Jadi Ke 498 Kota Banjarmasin resmi digelar, di sepanjang Sungai Siring Menara Pandang dan titik Nol Kilometer Banjarmasin, Rabu (18/9) malam. Dibuka langsung oleh Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina, didampingi Wakil Walikota H Arifin Noor.

Peletakan Perahu Tambangan tanda digelarnya Festival Jukung Hias Tanglong di Banjarmasin

“Pada Festival jukung hias tanglong dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kota Banjarmasin yang ke 498 digelar juga Welcome Dinner bersama JKPI,” ucap walikota.

Walikota mengatakan, dari festival tersebut tak hanya menampilkan jukung tanglong saja, namun juga menampilkan artis Ibukota seperti Tami Aulia dan Felix untuk menghibur pengunjung Festival Jukung Hias Tanglong ini.

“Tadi juga hiburan dari Tami Aulia dan Felix yang sering kita dengar di youtube cukup menggoyang Banjarmasin dan tamu-tamu juga sangat terkesan, apalagi suasana seperti ini tidak pernah ada sebelumnya dalam setiap acara,” ucapnya.

Maka dari itu ia berharap, di acara-acara selanjutnya seluruh anggota Kota Pusaka Indonesia agar bisa menikmati suasana kota, khususnya malam festival jukung hias tanglong tersebut.

“Mudah mudahan bisa berkesan untuk mereka,” ujarnya.

Pada lomba jukung hias tanglong tersebut diikuti sebanyak 34 peserta yang terbagi menjadi dua kategori, yaitu kelotok bermesin dan kelotok tidak bermesin (Jukung), di mana pemenang akan diumumkan pada saat puncak hari jadi kota Banjarmasin.

Puluhan peserta Jukung Hias Tanglong tampil gemerlap dengan beragam hiasannya masing masing. Tak hanya dihadapan ribuan warga yang turut menyaksikan, namun juga para Kepala Daerah dan tamu undangan dari Delegasi anggota Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) dan Konsulat Jenderal Australia.

Adapun total hadiah sebesar Rp170 juta terdiri dari :

  • Kelotok bermesin
    Juara 1 : Rp25 juta
    Juara 2 : Rp20 juta
    Juara 3 : Rp17,5 juta
    Harapan 1 : Rp15 juta
    Harapan 2 : Rp12,5 juta
    Harapan 3 : Rp10 juta
    Favorit : Rp7,5 juta
  • Kelotok tidak bermesin
    Juara 1 : Rp15 juta
    Juara 2 : Rp12,5 juta
    Juara 3 : Rp10 juta
    Harapan 1 : Rp8 juta
    Harapan 2 : Rp7 juta
    Harapan 3 : Rp6 juta
    Favorit : Rp4 juta. (ADV/SRI/RDM/RH)

JKFI Expo 2024 Resmi Digelar di Kota Banjarmasin

BANJARMASIN – Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKFI) Expo Tahun 2024 di Kota Banjarmasin, turut meramaikan pelaksanaan Peringatan Hari Jadi Kota Banjarmasin ke 498, di kawasan Siring Menara Pandang, Rabu (18/9). Dibuka Wakil Walikota Banjarmasin Arifin Noor.

JKFI Expo ini dalam rangka Kongres ke 6 JKPI.

Arifin mengatakan, JKFI Expo Tahun 2024 ini menampilkan berbagai kerajinan dari 34 Provinsi yang tergabung dalam Forum JKFI di Tanah Air.

“JKFI sebelumnya dilaksanakan di Kota Semarang, dan tahun ini di Kota Banjarmasin, sedang tahun depan di Jogjakarta,” ungkap Arifin.

Bahkan, lanjutnya, setelah itu akan dilaksanakan di luar negeri, yang masuk Kota Pusaka.

“Pada JKFI ini menampilkan budaya budaya yang sangat kuno,” ucapnya.

Untuk di Kota Banjarmasin memiliki kain sasirangan, makam Sultan Suriansyah, Kota Lama, serta lainnya.

“Maka dengan begitu Kota Banjarmasin dianggap berpotensi untuk mengembangkan budaya yang dimiliki,” ujar Arifin.

Karena itu, Pemerintah Kota Banjarmasin mengajak seluruh masyarakat untuk turut menjaga peninggalan budaya tersebut.

“Kami berharap dengan pelaksanaan JKFI Expo ini dapat menambah ilmu tentang Kota Pusaka untuk Kota Banjarmasin,” ucap Arifin. (ADV/SRI/RDM/RZN)

Disdag Kalsel Gandeng 5 Pelaku Usaha Di Pameran Kalsel Expo 2024

BANJARMASIN – Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan, telah menggandeng 5 pelaku usaha, dalam Pameran Kalsel Expo 2024.

Kepada Abdi Persada FM, Kepala Dinas Perdagangan Kalsel Sulkan, diwakili Kasi Penggunaan dan Pemasaran Produk Dalam Negeri, Disdag Kalsel Suhrawardi, pada Rabu (18/9) mengatakan, dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Provinsi Kalsel ke 74, salah satu rangkaiannya digelar event tahunan yakni Kalsel Expo 2024. Dimana, untuk di stand Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan, pihaknya menggandeng lima pelaku usaha dari produk ekonomi kreatif, yaitu diantaranya kain sasirangan ecoprin, produk kayu ulin, beberapa makanan ringan, dan pernak pernik hiasan mahar pengantin.

“Kami akan terus perkenalkan produk usaha di Banua,” ungkapnya

Disampaikan Suhrawardi, untuk harganya bervariasi, seperti kain sasirangan dan tas ecoprin dikisaran Rp 300 ribu hingga Rp 1 juta rupiah, sedangkan pernak pernik hiasan mahar pengantin dikisaran Rp 200 ribu sampai dengan Rp 300 ribu rupiah.

“Ayo masyarakat di seluruh Kabupaten dan Kota, kunjungi dan ramaikan gelaran tahunan ini,” tutupnya

Untuk diketahui, pameran Kalsel Expo 2024 ini, diikuti sebanyak 225 stand, mulai dari
kalangan instansi SKPD Pemerintah Provinsi Kalsel, Dinas kabupaten/kota se-Indonesia, unsur Pemerintah Pusat Kementerian atau Lembaga, BUMN, BUMD, Perusahaan Swasta, dan Para Pelaku Usaha, buka mulai pukul 10.00 – 22.00 Wita. (NHF/RDM/RZN)

Legislator Apresiasi Capaian Prestasi Atlet Kalsel di PON XXI 2024

BANJARMASIN – Wakil Rakyat Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) memberikan apresiasi terhadap capaian prestasi atlet Kalsel yang berlaga di Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh Sumatera Utara Tahun 2024.

Hal itu sebagaimana yang disampaikan Anggota DPRD Kalsel Masa Jabatan 2024-2029, Mustohir Arifin kepada wartawan, usai rapat paripurna DPRD Kalsel, Selasa (17/9). Pria akrab disapa Imus ini menilai capaian prestasi yang diraih Kalsel jauh lebih bagus dibanding tahun sebelumnya di PON Papua.

“Alhamdulillah, sampai sekarang medali emas yang diraih Kalsel kiranya sudah belasan. Semoga sebelum penutupan tanggal 19 September itu bisa bertambah terus,” harapnya.

Karena itu, Imus mengharapkan agar bonus dari Pemerintah Provinsi Kalsel bagi atlet yang berprestasi di PON ini bisa ditambah sebagai bentuk perhatian sekaligus meningkatkan motivasi bagi atlet meraih prestasi. Mengingat harapan adanya peningkatan bonus dari provinsi untuk atlet itu seiring peningkatan prestasi pada PON Aceh-Sumatera Utara, salah satunya dari cabang olahraga (cabor) biliar dan binaraga yang meraih medali, termasuk dari cabor lainnya.

“Cabor biliar Kalsel meraih 3 medali emas di nomor 15 Reds Single serta di nomor 8 Ball Double dan 9 Ball Double, sedangkan cabor binaraga juga berhasil meraih 3 medali perak, yakni dari kelas 65 kg, di kelas 80 kg dan di nomor men fitness up to 170,” sebutnya.

Dengan posisinya sekarang yang baru saja dilantik sebagai anggota DPRD Provinsi Kalsel, Mustohir akan berupaya memperjuangkan kepentingan para atlet Banua, salah satunya bonus atlet dari provinsi itu bisa ditambah.

anggota DPRD Kalsel, Mustohir Arifin

“Mudah-mudahan peningkatan bonus atlet ini nantinya bisa diperjuangkan di Komisi IV DPRD Provinsi Kalsel yang membidangi keolahragaan,” tuturnya.

Sebagai wakil rakyat, Mustohir juga menyatakan komitmennya untuk membantu agar prestasi Kalsel di bidang olahraga dan rangking Kalsel setiap PON bisa lebih meningkat, termasuk kesejahteraan atlet bisa ditingkatkan.

“Kita juga berharap bisa bersinergi dengan Dispora Kalsel dan KONI Kalsel,” tutupnya. (NRH/RDM/RZN)

Paman Birin Minta Jatmi Untuk Bersama Membangun Banua yang Damai

BANJARMASIN – Pada acara Pelantikan Pengurus Wilayah Jami’Iyah Thoriqoh Mu’Tabaroh Indonesia (Jatmi) Kalimantan Selatan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan meminta agar organisasi keagamaan ini dapat membantu dalam pembangunan di Banua yang damai ini.

Permintaan ini disampaikan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor dalam sambutannya yang dibacakan Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Adi Santoso.

“Pemprov Kalsel menyampaikan apresiasi yang setinggi tingginya, kepada Jatmi Kalsel yang senantiasa berperan aktif dalam menjaga harmonis sosial dan spiritual masyarakat di Banua tercinta ini,” ucap Gubernur yang akrab disapa Paman Bikin.

Pelantikan Pengurus Wilayah Jatmi Kalsel yang dilaksanakan saat ini, tentunya menjadi momentum penting bagi semua, untuk memperkuat Ukhuwah Islamiyah, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam membangun Banua yang damai, aman, dan sejahtera.

“Jam’iyysh Thoriqoh Mu’tabaroh Indonesia memiliki peran penting dalam menjaga dan merawat dimensi spiritual umat Islam di Banua,” ucapnya.

Tasawuf dan Thoriqoh bukan hanya sekedar ritual, tetapi juga cara hidup yang mengajarkan keseimbangan antara dunia dan akhirat, antara jasmani, dan rohani.

Terlebih di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks seperti sekarang ini, peran thoriqoh dalam menenangkan hati dan memberikan panduan spiritual sangatlah relevan.

“Saya yakin dibawah kepemimpinan pengurus baru dilantik, Jatmi Kalsel akan terus berperan dalam membimbing umat menuju kehidupan yang lebih tenang, damai, dan penuh keberkahan,” ujar Paman Birin.

Pada kegiatan ini juga dilaksanakan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Tema pada kegiatan ini, Merajut Keberkahan, Menebar Kebaikan di Banua. (SRI/RDM/RZN)

Hadiri Musprov VIII APINDO Kalsel, Ini Harapan Paman Birin

Banjarmasin – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Provinsi Kalsel, menggelar Musyawarah Provinsi (Musprov) VIII tahun 2024, di gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin, pada Rabu (18/9). Hadir pada Musprov ini, Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor yang diwakili Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Kalsel, Agus Dian Nor.

Pada Musprov ke-8 ini, juga digelar Seminar Nasional bertema “Sinergi IKN dengan Daerah Mitra Dampak Positif Kalsel sebagai Penyangga IKN. Seminar ini mendatangkan 3 narasumber, yakni Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN Nusantara, Agung Wicaksono, Ketua Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Apindo, Shinta Widjaja Kamdani, serta Rektor ULM, Achmad Alim Bahri.

Turut hadir pada kegiatan ini,nKetua DPP Apindo Kalsel Supriadi, Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalsel Kartoyo, Ketua Umum KADIN Provinsi Kalsel, Shinta Laksmi Dewi, serta sejumlah kepala SKPD lingkup Pemprov Kalsel. Diantaranya Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Kalsel Heriansyah, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalsel, Gusti Yanuar Noor Rifai, dan
mitra terkait lainnya.

Gubernur dalam sambutannya menyebutkan, Apindo memiliki fungsi strategis sebagai wadah yang menaungi para pengusaha di Indonesia, serta menjembatani komunikasi dan kerjasama dengan pemerintah.

“Apindo bergerak secara kolaboratif dengan pemerintah, dalam hal mendorong pertumbuhan ekonomi dan mewujudkan kepentingan nasional,” ujar Paman Birin.

Di tingkat Provinsi Kalsel, tambah Gubernur, sepak terjang Apindo tidak kalah penting. Isu-isu strategis di Banua juga membutuhkan keterlibatan mitra strategis dari unsur pengusaha, seperti percepatan penanganan stunting, upaya mendorong kemajuan UMKM, hingga pembangunan di bidang lingkungan.

“Untuk itu, kami sangat mendukung gelaran Musprov DPP Apindo Kalsel dan berharap para pengurus terpilih dapat menguatkan solidaritas dan kekompakan di tubuh internal, serta
mencanangkan langkah-langkah untuk mendorong kemajuan Banua di banyak sektor,” tambahnya.

Staf Ahli saat membacakan sambutan Gubernur Kalsel pada Musprov ke-8 Apindo Kalsel

Posisi Kalsel gerbang IKN, akan berdampak besar bagi percepatan pembangunan infrastruktur dan perekonomian di Kalsel. Di sisi lain, Kalsel dengan keunggulannya di sektor pertanian, berpotensi menjadi penyangga IKN di bidang pangan.

“Pada akhirnya, kawasan sekitar IKN akan disuguhi banyak peluang dan kesempatan yang mestinya dapat
dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” harap Paman Birin.

Lebih lanjut, Paman Birin ingin keterlibatan yang lebih proaktif dan konkrit dari Apindo Kalsel, yang sejalan dan kolaboratif dengan Pemprov Kalsel dalam rangka mendukung Banua ini sebagai penyangga IKN.

“Manfaat dari pembangunan IKN mesti dirasakan semua golongan, bukan hanya kalangan pengusaha besar, tetapi UMKM serta seluruh masyarakat, sehingga terwujud perekonomian yang inklusif dan berkelanjutan,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua DPN Apindo, Shinta Widjaja Kamdani menyebut, kegiatan ini penting karena selain mengevakuasi program kerja sebelumnya, akan dipilih ketua yang baru, dan disusun kepengurusan berikutnya untuk program kerja kedepannya.

“Tidak mudah untuk mendapatkan pemimpin yang tepat, tidak mudah untuk mendapatkan pemimpin yang mau berkorban untuk organisasi, tapi harapan kami, apa yang bisa dilakukan untuk negara,” ujarnya.

Diingatkan juga, masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan jajaran Apindo antara lain, menciptakan iklim usaha yang kompetitif, kondusif dan berkelanjutan, sehingga nyaman bagi pelaku UMKM untuk berkembang.

Suasana pembukaan Musprov ke-8 Apindo Kalsel

Sebelumnya, Ketua DPP Apindo Kalsel, Supriadi dalam sambutannya, antara lain menyampaikan harapan, keberadaan IKN akan berdampak positif bagi masyarakat Kalsel. Salah satunya dengan berkurangnya kesenjangan pemerataan pembangunan yang selama ini dianggap masih terfokus di pulau Jawa.

Kemudian, transportasi antar provinsi lebih mudah dan murah, terutama transportasi udara.

Apindo selama ini juga ujarnya sudah berusaha membantu pemerintah daerah dalam hal menarik investor dari luar daerah dan luar negeri seperti China dan Singapura.

Pembukaan acara disertai penyerahan penghargaan kepada Rektor ULM, Ketua Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), dan Ketua DPN Apindo. (RIW/RDM/RZN)

Exit mobile version