Bus BRT Banjarbakula Beroperasi Kembali

BANJARMASIN – Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Selatan saat ini, telah mengoperasikan kembali Bus BRT Banjarbakula.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Selatan Fitri Hernandi menjelaskan, pada Selasa 14 Mei 2024 lalu, pihaknya sempat menghentikan operasional Bus BRT Banjarbakula, karena terjadi keterlambatan pengantaran biosolar ke SPBU.

Kadishub Kalsel Fitri Hernandi

“Sempat dihentikan operasional Bus BRT Banjarbakula, sebenarnya tidak karena kelangkaan BBM hanya terjadi keterlambatan pengantaran,” ungkapnya, Kamis (16/5).

Sehingga, lanjutnya, bus yang seharusnya beroperasi jam 9 pagi, tidak bisa dilakukan. Untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Namun, pada Rabu 15 Mei 2024 bisa beroperasi kembali untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ucapnya.

Fitri berharap, kejadian serupa tidak terulang kembali, dan bus dapat terus berjalan seperti biasanya.

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berharap suplai biosolar terus terjaga, untuk angkutan umum massal di perkotaan di Banua,” ujarnya.

Fitri menjelaskan, untuk BBM yang digunakan bus BRT dan BTS jenis biosolar.

Sehingga tidak adalah terjadi keterlambatan ataupun kekosongan BBM tersebut.

Untuk ketersediaan biosolar akan dibicarakan dengan pihak Pertamina untuk mekanisme lebih lanjutnya.

“Saat ini kami terus melakukan upaya perbaikan perbaikan, untuk peningkatan pelayanan terhadap angkutan umum massal perkotaan tersebut,” ucap Fitri. (SRI/RDM/APR)

Peringati Hari Museum dan HUT Tentara ALRI, Museum Wasaka Kalsel Masuk Sekolah

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, di Bidang Kebudayaan Seksi Cagar Budaya dan Permuseuman, menggelar kegiatan Museum masuk Sekolah.

Kepada Abdi Persada FM, Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kalsel, Raudati Hildayati, melalui Kepala Seksi Cagar Budaya dan Permuseuman, Arry Risfansyah, dalam pesan whatsAppnya pada Kamis (16/5) mengatakan, kegiatan Museum masuk sekolah ini, dalam rangka memperkenalkan Museum Wasaka, yaitu sebuah Museum Perjuangan milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, kemudian memperingati Hari Museum Internasional dan HUT ALRI Divisi IV Pertahanan Kalimantan. Di mana,
sangat penting dikenal secara langsung oleh
para peserta didik di Banua.

“Ada empat sekolah yang dikunjungi dari 4 Kabupaten,” ucapnya

Kasi Cagar Budaya dan Permuseuman, Disdikbud Kalsel, Arry Risfansyah, saat memberikan sambutan

Disampaikan Arry, empat sekolah yang dikunjungi yaitu SMAN 1 Kelumpang Hilir di Kabupaten Kotabaru, SMKN 1 Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu, SMAN 1 Kabupaten Tanah Laut dan ke SMAN 1 Rantau
Kabupaten Tapin. Ia berharap, dengan digelarnya Museum masuk Sekolah ini, para generasi muda akan semakin mengenal sejarah perjuangan dalam mempertahankan kemerdekaan. Di mana, saat ini telah diabadikan melalui berdirinya Museum Wasaka, serta peninggalan berbagai benda-benda koleksi para pejuang Revolusi Fisik tahun 1945 – 1949, yang telah tersimpan dengan rapi di ruang pamer.

Salah satu benda koleksi yang dipamerkan, dalam kegiatan Museum masuk Sekolah

“Program ini menambah minat para generasi muda, untuk mengenal semua benda-benda bersejarah Museum Wasaka Kalsel,” pintanya

Lebih lanjut Arry menambahkan, dalam kunjungan ke empat sekolah ini, pihaknya membawa beberapa benda-benda koleksi yang terkait dengan perjuangan Revolusi Fisik diantaranya Jimat (Alquran kecil, baju bewafak dan rantai babi), peralatan markas (mesin ketik, radio), alat dapur (kenceng), senjata (tobak, pisau belati, pistol dan peluru batu). Kemudian peserta didik diberikan materi oleh Selamet Hadi Trianto.

“Semoga Museum masuk Sekolah ini, dapat semakin menambah wawasan dan pengetahuan oleh generasi muda tentang sejarah perjuangan di Kalsel,” tutupnya.
(MUSEUMWASAKA.KALSEL/NHF/RDM/APR)

Museum Lambung Mangkurat Kalsel Gelar Ceramah dan Dialog Permuseuman ke-2 Tahun 2024

TAPIN – Museum Lambung Mangkurat Kalsel kembali menggelar Ceramah dan Dialog Permuseuman untuk kali ke dua tahun 2024.

Kali ini sasaran lokasi kegiatan berpusat di Dinas Pendidikan Kabupaten Tapin, Rabu (8/5), dengan menghadirkan sejumlah dewan guru dari berbagai lembaga pendidikan di Kabupaten Tapin.

Museum Lambung Mangkurat Kalsel sendiri mengemban tugas sebagai media pembelajaran tentang permuseuman, sejarah dan budaya. Sebab itu, Kepala Museum Lambung Mangkurat Kalsel, Muhammad Taufik Akbar mengatakan, adanya kegiatan dialog dan ceramah permuseuman yakni untuk lebih mudah dijangkau oleh masyarakat luas, terutama kepada sekolah-sekolah.

“Ceramah dan dialog ini untuk meningkatkan sejarah dan kebudayaan khususnya di Kalsel. Apalagi kaum milenial sekarang sudah jauh dari yang namanya sejarah dan budaya,” kata Akbar.

Akbar juga mengajak dewan guru khususnya Kepala Sekolah untuk lebih meningkatkan pengetahuan tentang sejarah budaya Kalsel kepada peserta didik.

Terlebih, lanjut Akbar, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor menginginkan kecintaan masyarakat khususnya pelajar banua terhadap sejarah dan budaya lebih meningkat.

“Kami dari pihak museum juga sangat mendukung keinginan Gubernur melalui lomba tradisional dan kegiatan yang bersifat pengenalan atau diskusi tentang sejarah budaya,” ungkap Akbar.

Lebih jauh, Akbar mengajak sekolah membuat perjanjian kerjasama (MoU) berupa rekreasi sekolah ke Museum Lambung Mangkurat guna mengenalkan lebih dekat benda sejarah dan budaya kepada peserta didik.

“Mudah-mudahan rencana ini juga mendapat dukungan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel. Kami dari pihak museum siap melayani,” tegas Akbar.

Di tempat sama, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tapin melalui Kasi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter Bina SMP, Titik Kristiani mengaku sudah menganggarkan rekreasi siswa sekolah ke Museum Lambung Mangkurat Kalsel melalui anggaran tahun 2025.

Titik berharap anggaran tersebut bisa diikuti oleh seluruh peserta didik dari berbagai bidang studi seperti IPS, IPA dan Matematika.

“Karena ilmu tentang sejarah dan budaya memang harus didapatkan oleh seluruh siswa. Bahkan guru dari bidang lain juga seharusnya harus menguasai sejarah dan budaya di Kalsel,” ungkapnya.(SYA)

Museum Lambung Mangkurat Gelar Dialog dan Ceramah Permuseuman Di HSS

Hulu Sungai Selatan – UPTD Museum Lambung Mangkurat Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar Dialog dan Ceramah Permuseuman Tahun 2024.

Kegiatan berpusat di Museum Rakyat Hulu Sungai Selatan, Selasa (30/4), dan dihadiri oleh guru dari berbagai jenjang pendidikan mulai dari PAUD/TK hingga SMA/SMK.

Kepala Museum Lambung Mangkurat Kalsel, Muhammad Taufik Akbar mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk memahami tentang sejarah dan kebudayaan khususnya di Kalsel.

“Dengan adanya ceramah dan dialog permuseuman ini kita dapat bertukar pendapat dan tanya jawab seputar museum, sejarah, dan kebudayaan daerah khususnya di Kalsel,” kata Akbar.

Selain itu Akbar menyebut, ceramah dan dialog permuseuman ini juga merupakan tindaklanjut dari permintaan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, yang menginginkan kecintaan masyarakat banua terhadap sejarah dan budaya Kalsel semakin meningkat.

Melalui kegiatan ini, Akbar berharap akan ada kerjasama diantara guru-guru maupun Kepala Sekolah dengan pihak museum berupa MoU tentang program kegiatan belajar mengajar.

“Karena museum tidak hanya sebagai tempat rekreasi melainkan juga tempat pembelajaran,” jelas Akbar.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Hulu Sungai Selatan melalui Kepala Bidang Kebudayaan, Erni Yulia mengaku senang kedatangan pihak museum dibawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel ini.

Menurutnya, kegiatan ceramah dan dialog ini bisa meningkatkan pengetahuan guru, untuk selanjutnya diajarkan dan disampaikan kepada siswa di sekolah.

“Semoga ilmu yang didapatkan pada hari ini dapat ditularkan kepada anak didik kita agar pengetahuan tentang museum, sejarah dan kebudayaan daerah khususnya di Kalsel dapat bertambah. Saya harapkan guru yang hadir disini bisa banyak bertanya dan hasilnya bisa disampaikan kepada siswa,” harapnya.

Dalam kesempatan itu, pihak museum menyampaikan beberapa materi yang disampaikan oleh sejumlah ahli sejarah dan budaya Kalsel seperti Pamong Budaya Museum Lambung Mangkurat Provinsi, Darmanto dan pamong budaya lainnya.(SYA)

Pelantikan APDESI Kalsel, Pemprov Harapkan Kawal Pembangunan Desa

BATOLA – Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Provinsi Kalimantan Selatan melaksanakan pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Daerah dan Dewan Pimpinan Cabang periode Tahun 2023-2028 bertempat disalah satu rumah makan di kawasan Handil Bakti, Kabupaten Barito Kuala, Rabu (17/4).

Kegiatan ini dihadiri oleh Gubernur Kalsel yang diwakili
oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Faried Fakhmansyah, dalam sambutannya Faried mengatakan, amanah ini merupakan bentuk kepercayaan dari kepala desa beserta perangkat desa se-Kalimantan Selatan dan juga pemerintah desa

“Saya berpesan agar saudara cepat beradaptasi dalam kepengurusan yang baru serta menjalankan fungsi dan tugas dengan sebaik-baiknya, seperti kita ketahui bersama APDESI memiliki peran vital yaitu mendampingi pemerintah desa dalam melaksanakan program-program pembangunan agar berjalan sesuai rencana sehingga terwujud kemakmuran desa,” ucap faried.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Faried Fakhmansyah saat membacakan sambutan Gubernur Kalsel

Faried menambahkan APDESI bertanggung jawab dalam menjembatani komunikasi dan koordinasi yang baik antara kepala desa serta pengawal penyelenggaraan pemerintah desa yang akuntabel, transparansi dan tepat sasaran

“Untuk itu APDESI diharapkan dapat memberikan edukasi kepada seluruh aparatur desa agar pemanfaatan dana desa berjalan secara optimal dan tepat sasaran, ruang untuk korupsi harus diminimalisir dengan cara memperkuat mekanisme pengawasan,” ungkapnya.

Faried menghimbau agar APDESI Kalsel dapat melibatkan masyarakat desa untuk ikut mengawasi penggunaan dana dan kemajuan pembangunan desa

“Saya berharap, APDESI dapat memahami Prioritas pembangunan desa dan menyiapkan langkah-langkah strategis untuk mendukung kesuksesannya, dikesempatan ini saya mengajak APDESI Kalsel untuk kuatkan sinergi dan kolaborasi antara Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota di Kalimantan Selatan juga seluruh perangkat desa terkait untuk mewujudkan kesejahteraan di bidang ketahanan sosial, ketahanan ekonomi dan ketahanan lingkungan,” tutupnya.

Ketua Umum APDESI Pusat, Surtawijaya

Sementara itu, Ketua Umum APDESI Pusat, Surtawijaya dalam sambutannya juga mengatakan, APDESI merupakan wadah bagi pimpinan desa maupun perangkat desa untuk memperjuangkan hak desa agar pembangun desa dapat lebih maju dan lebih berkembang

“Dengan adanya APDESI disetiap Provinsi, hal ini dapat mendampingi pemerintah desa dalam melaksanakan program pembangunan sehingga membuat desa dapat lebih berkembang dan berdampak baik bagi masyarakat,” ujarnya.

Untuk diketahui, Kepengurusan tersebut dilantik oleh Ketua Umum APDESI Pusat, Surtawijaya dan kegiatan ini dihadiri oleh Ketua DPRD Kalsel Supian HK, Pj. Bupati Batola, Mujiyat, Perwakilan Forkompimda dan ratusan Kepala Desa di 7 Kabupaten yang ada di Kalimantan Selatan serta tamu undangan lainnya. (BDR/RDM/APR)

Hari Kesadaran Nasional dan Halal Bihalal di Pemko Banjarmasin Diharapkan Dapat Tingkatkan Kinerja ASN

BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin memperingati Hari Kesadaran Nasional dan Halal Bihalal Lebaran Idul Fitri 1445 Hijriah, di halaman Balaikota Banjarmasin, Rabu (17/4). Dipimpin langsung Walikota Banjarmasin Ibnu Sina.

Walikota Banjarmasin Ibnu Sina

“Pelaksanaan apel kesadaran nasional ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran ASN dilingkup Pemko Banjarmasin, setelah libur panjang lebaran,” ungkap Walikota Banjarmasin.

Selain itu, lanjutnya, halal bihalal ini dapat menjadi ajang silaturahmi dan saling memaafkan.

“Kami berharap ajang silaturahmi ini dapat mempererat tali silaturahmi antar ASN dilingkup Pemko Banjarmasin,” ujar. Ibnu.

Wakil Walikota Banjarmasin Arifin Noor

Hadir pada kegiatan ini, Wakil Walikota Banjarmasin Arifin Noor, Sekdako Banjarmasin Ikhsan Budiman, seluruh kepala SKPD serta ASN dilingkup Pemko Banjarmasin.

Di hari yang sama Pemerintah Kota Banjarmasin mengharapkan, dinas pemberi pelayanan dapat meningkatkan pelayanan untuk kenyamanan bagi masyarakat.

Harapan ini disampaikan Wakil Walikota Banjarmasin Arifin Noor.

“Pemberian kenyamanan pelayanan merupakan tugas penting dari Pemerintah Kota Banjarmasin,” ungkap Arifin.

Oleh karena itu, lanjutnya, Pemko Banjarmasin terus melakukan pemantauan terhadap SKPD pemberian pelayanan kepada warga di Kota Banjarmasin.

“Pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil merupakan salah satu pemberi pelayanan terbanyak di Kota Banjarmasin,” ucap Arifin. (SRI/RDM/APR)

DPRD Banjarmasin Gelar Halal Bihalal

BANJARMASIN – Usai cuti bersama Hari Raya Idul Fitri 1445 H, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dan Sekretariat Dewan kota Banjarmasin menggelar Halal Bihalal, bertempat di ruang Paripurna Dewan kota Banjarmasin.

Wakil Ketua DPRD Banjarmasin, Muhammad Yamin, saat diwancara

Kepada sejumlah wartawan, Wakil Ketua DPRD Banjarmasin, Muhammad Yamin, ditemui usai Halal Bihalal pada Selasa (16/4) mengatakan, mengawali kinerja setelah cuti bersama selama hampir 10 hari, pihaknya menggelar halal bihalal yang merupakan tradisi setelah bulan suci Ramadhan. Ia berharap, dapat semakin meningkatkan Ukhuwah Islamiah antar sesama.

“Mari kita terus sinergisitas untuk memajukan pembangunan di kota seribu sungai,” ucapnya

Disampaikan Yamin, dengan adanya Halal Bihalal baik Kalangan Kegislatif, Jajaran Sekretariat DPRD kota Banjarmasin serta awak media, tentu dapat semakin menambah keakraban dan dapat terus tercipta hubungan yang harmonis.

“Kegiatan ini bukan hanya bermaaf-maafan, tetapi meningkatkan jalinan silaturahmi,” jelasnya

Lebih lanjut Yamin menambahkan, saat ini ada banyak pekerjaan yang menanti untuk dilakukan oleh seluruh anggota DPRD kota Banjarmasin, diantaranya pembahasan rancangan peraturan daerah (Ranperda) oleh Panitia Khusus, rapat kerja dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait, serta memfinalisasi Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Wali Kota akhir tahun 2023.

“Sebelumnya sudah digelar rapat pembahasan selama tiga hari masing-masing dari semua empat Komisi, pada awal April 2024,” tutup Yamin. (NHF/RDM/APR)

Distribusi Air di Banjarbaru Terhambat, BPAM Banjarbakula : Perkiraan 5 Hari Lagi Selesai Perbaikan

BANJARBARU – Perbaikan kebocoran pipa transmisi GRP milik Balai Pengelolaan Air Minum (BPAM) Banjarbakula diperkirakan rampung dalam 5 hari mendatang.

Kepala BPAM Banjarbakula, Muhammad Berty Nakir mengatakan terlambatnya penangangan dikarenakan sulitnya mendapatkan aksesoris yang diperlukan untuk memperbaiki pipa berdiameter 1200 milimeter tersebut.

Kepala BPAM Banjarbakula Muhammad Berty Nakir

“Jadi memang kita siasati dengan membuat duplikatnya dengan 3 vendor yang kemungkinan bisa memproduksi,” kata Berty, Rabu (17/4).

Salah satu dari tiga vendor tersebut, lanjut Berty, saat ini sudah selesai menduplikasi dan dijadwalkan untuk memasangkan aksesoris pada esok hari.

“Tim teknis di lapangan juga sudah melaksanakan pembukaan titik kebocoran pipa untuk melakukan identifikasi secara visual. Insyaallah 5 hari lagi sudah bisa diuji coba pengoperasian intakenya,” ungkapnya.

Diketahui kebocoran pipa di Sungai Landas, Desa Mandikapau, Kabupaten Banjar itu terjadi sejak Senin 8 April 2024. Akibatnya aliran air bersih ke masyarakat di Banjarbaru dan sekitarnya menjadi terhambat.

Tim teknis pelaksana melakukan pengkondisian jalur limpasan ke badan air terdekat

Sejak saat itu, demi tetap memberikan pelayanan kepada pelanggan, BPAM Banjarbakula bersama PTAM Intan Banjar berinisiatif membuka kembali pintu intake air baku milik PTAM Intan Banjar yang mengakses dari jaringan irigasi Riam Kanan.

Selain itu dilakukan juga berbagai upaya lain seperti penyediaan armada truck tangki berjumlah 9 unit serta dengan memanfaatkan aset pompa submersible di BPAM Banjarbakula dan PTAM Intan Banjar yang diperkirakan mampu menghisap kurang lebih 120 liter perdetik dari saluran irigasi terdekat.(SYA/RDM/APR)

Cuaca Hujan dan Panas, Kemenkes RI Waspadai DBD Hingga Mei 2024

Banjarmasin – Kondisi cuaca akhir – akhir ini di provinsi Kalimantan Selatan, masih diwarnai hujan dan panas dalam waktu bersamaan. Bahkan hujan disertai badai petir, juga diperkirakan terjadi di Bumi Lambung Mangkurat pada April ini. Keadaan cuaca yang semacam ini, sering menimbulkan kekhawatiran akan meningkatnya sejumlah penyakit tidak menular, salah satunya Demam Berdarah Dengue (DBD).

Dirjen P2P Kemenkes RI saat di Banjarmasin

Hal ini seperti disampaikan Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI, Maxi Rein Rondonuwu, usai membuka sosialisasi Undang – Undang Kesehatan RI, dan mencanangkan pelabuhan/bandara sehat tahun 2024, di Banjarmasin pada Rabu (17/4).

“Sekarang ini yang lagi tinggi demam berdarah. Apalagi DBD ini adalah penyakit terkait musim,” jelas Maxi saat ditemui Abdi Persada FM disalah satu hotel berbintang di Banjarmasin.

Maxi menegaskan, kondisi panas yang panjang namun tetap diselingi hujan, menjadi kondisi yang paling disukai nyamuk Aedes Aegypti. Karena cuaca semacam ini, memudahkan Aedes Aegypti mencari wadah atau tempat untuk berkembang biak.

“Hitungan kami DBD ini sampai Mei, harus kita waspadai,” tambahnya.

Maxi mengakui, terhitung sejak akhir tahun 2023, hingga Februari 2024, terjadi peningkatan kasus DBD diseluruh Indonesia. Namun diperkirakan pada Maret dan April mengalami penurunan, dan kembali meningkat pada Mei mendatang.

“Karena itu kita minta masyarakat untuk terus menggalakkan program 3M plus untuk pencegahan penambahan kasus DBD,” tutupnya.

Di provinsi Kalsel, Dinas Kesehatan menyebutkan, hingga Februari 2024, tercatat ada 1.500 kasus yang tersebar di 13 kabupaten kota. Dimana 10 diantaranya meninggal dunia. (RIW/RDM/APR)

Hari Pertama Kerja Pasca Lebaran, ASN Setwan Kalsel Tandatangani Fakta Integritas dan Halal Bihalal

Banjarmasin – Tingkat kehadiran karyawan dan karyawati lingkup Sekretariat DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) di hari pertama masuk kerja cukup memuaskan, yakni sekitar 90 persen.

Hal itu diungkapkan Sekretaris DPRD Provinsi Kalsel, Muhammad Jaini, kepada wartawan, Selasa (16/4).

“Pasca libur lebaran Hari Raya Idul Fitri ini di hari pertama masuk kerja, kami lingkup Sekretariat DPRD Provinsi Kalsel melaksanakan apel pagi seperti biasanya, Alhamdullilah karyawan dan karyawati hampir 90 persen berhadir,” jelasnya.

Jaini menyebutkan kegiatan di hari pertama masuk kerja ini tak hanya diisi dengan apel pagi, tapi juga ada agenda tambahan, yakni penandatangan fakta integritas dan perjanjian kinerja, tujuannya meningkatkan manajemen pemerintahan yang efektif, efisien, transparan dan akuntabel serta loyalitas dan dedikasi ASN Lingkup Setwan Kalsel.

“Selain itu kami juga menyelipkan halal bihalal bersama karyawan dan karyawati serta anggota pressroom untuk menjalin silaturahmi dan keakraban,” ungkapnya.

Sementara itu Ustadz Sufian Al Banjary dalam ceramahnya antara lain mengupas kegiatan halal bihalal ini sebagai tempat atau forum untuk silaturahmi sekaligus saling memaafkan antarsesama manusia. (ADV-NRH/RDM/APR)

Exit mobile version