17 Juni 2024

LPPL Radio Abdi Persada 104,7 FM

Bergerak Untuk Banua

Peringati Hari Museum dan HUT Tentara ALRI, Museum Wasaka Kalsel Masuk Sekolah

2 min read

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, di Bidang Kebudayaan Seksi Cagar Budaya dan Permuseuman, menggelar kegiatan Museum masuk Sekolah.

Kepada Abdi Persada FM, Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kalsel, Raudati Hildayati, melalui Kepala Seksi Cagar Budaya dan Permuseuman, Arry Risfansyah, dalam pesan whatsAppnya pada Kamis (16/5) mengatakan, kegiatan Museum masuk sekolah ini, dalam rangka memperkenalkan Museum Wasaka, yaitu sebuah Museum Perjuangan milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, kemudian memperingati Hari Museum Internasional dan HUT ALRI Divisi IV Pertahanan Kalimantan. Di mana,
sangat penting dikenal secara langsung oleh
para peserta didik di Banua.

“Ada empat sekolah yang dikunjungi dari 4 Kabupaten,” ucapnya

Kasi Cagar Budaya dan Permuseuman, Disdikbud Kalsel, Arry Risfansyah, saat memberikan sambutan

Disampaikan Arry, empat sekolah yang dikunjungi yaitu SMAN 1 Kelumpang Hilir di Kabupaten Kotabaru, SMKN 1 Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu, SMAN 1 Kabupaten Tanah Laut dan ke SMAN 1 Rantau
Kabupaten Tapin. Ia berharap, dengan digelarnya Museum masuk Sekolah ini, para generasi muda akan semakin mengenal sejarah perjuangan dalam mempertahankan kemerdekaan. Di mana, saat ini telah diabadikan melalui berdirinya Museum Wasaka, serta peninggalan berbagai benda-benda koleksi para pejuang Revolusi Fisik tahun 1945 – 1949, yang telah tersimpan dengan rapi di ruang pamer.

Salah satu benda koleksi yang dipamerkan, dalam kegiatan Museum masuk Sekolah

“Program ini menambah minat para generasi muda, untuk mengenal semua benda-benda bersejarah Museum Wasaka Kalsel,” pintanya

Lebih lanjut Arry menambahkan, dalam kunjungan ke empat sekolah ini, pihaknya membawa beberapa benda-benda koleksi yang terkait dengan perjuangan Revolusi Fisik diantaranya Jimat (Alquran kecil, baju bewafak dan rantai babi), peralatan markas (mesin ketik, radio), alat dapur (kenceng), senjata (tobak, pisau belati, pistol dan peluru batu). Kemudian peserta didik diberikan materi oleh Selamet Hadi Trianto.

“Semoga Museum masuk Sekolah ini, dapat semakin menambah wawasan dan pengetahuan oleh generasi muda tentang sejarah perjuangan di Kalsel,” tutupnya.
(MUSEUMWASAKA.KALSEL/NHF/RDM/APR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Abdi Persada | Newsphere by AF themes.