HAMPIR SATU BULAN BERJALAN, PTM GELOMBANG 2 KOTA BANJARBARU BELUM DISETUJUI

BANJARBARU – Meskipun sudah hampir satu bulan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) gelombang pertama, pelaksanaan PTM gelombang kedua di kota Banjarbaru masih belum mendapat persetujuan.

Kepala Dinas Pendidikan kota Banjarbaru, M Aswan mengungkapkan, sebelumnya pihaknya sudah memberikan usulan kepada Wali kota M Aditya Mufti Ariffin terkait hal ini. Namun usulan tersebut menurutnya, masih belum mendapat persetujuan dari pemimpin kota ini.

“Kita sudah mengusulkan, namun Pak Wali kota masih meminta kita untuk mengevaluasi sekolah yang melaksanakan PTM pada gelombang pertama,” ungkap Aswan pada Kamis (4/11).

Evaluasi tersebut dijelaskan Aswan, tentunya agar pelaksanaan PTM di kota ini tidak menjadi pemicu munculnya klaster COVID-19. Terlebih, tidak sedikit sekolah di beberapa daerah lain yang sudah melaksanakan PTM akhirnya ditutup sementara akibat menjadi sarang virus yang belum ditemukan obatnya ini.

“Saat ini kita sudah melakukan pengevaluasian kepada sekolah yang sudah menggelar PTM, dan akan melaporkan hasilnya ke Wali kota,” ungkapnya lagi.

Meski belum mendapat persetujuan, Aswan mengaku pihaknya sudah melakukan persiapan dengan memverifikasi sekolah yang belum terverifikasi untuk mengikuti PTM pada gelombang pertama kemarin.

“Kita akan melakukan usulan kembali nantinya dengan menunjukkan hasil pembelajaran yang sudah dilaksanakan hampir satu bulan ini,” tutup Aswan.

Sebelumnya, sebanyak 54 sekolah dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) di kota Banjarbaru sudah melakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) gelombang pertama sejak Senin 11 Oktober lalu. (TR21-01/RDM/HDR)

PEMKO BANJARMASIN DIMINTA CEPAT MENYERAHKAN LAPORAN KASUS COVID-19 KE PEMERINTAH PUSAT

BANJARMASIN – Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan meminta kepada Pemerintah Kota Banjarmasin, untuk cepat dalam pengiriman data kasus pandemi COVID-19, terkait capaian angka vaksinasi kepada Pemerintah Pusat.

Hal ini disampaikan Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, meski pihaknya mendengar capaian vaksinasi di Kota Banjarmasin sudah cukup tinggi mencapai 62 persen.

“Kami mendengar capaian angka vaksinasi di Kota Banjarmasin sudah mencapai 62 persen, itu merupakan capaian hal yang luar biasa,” ucap Gubernur yang akrab disapa Paman Birin, kepada sejumlah wartawan, usai melakukan pemantauan pelaksanaan vaksinasi bergerak di Kota Banjarmasin, Rabu (4/10).

Namun, lanjutnya, dalam pelaporan, Pemerintah Kota Banjarmasin hendaknya cepat ke Pemerintah Pusat.

“Dengan cepat melakukan pengiriman data, maka data tersebut tidak terlambat diinput oleh Pemerintah Pusat,” ujarnya.

Sementara itu, Pemerintah Kota Banjarmasin segera menindaklanjuti arahan dari Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan, terkait pengiriman data kasus pandemi COVID-19 ke Pemerintah Pusat tersebut.

Wakil Walikota Banjarmasin Arifin Noor

“Saat ini penginputan data Covid-19 sudah cepat, dan diharapkan tidak ada gangguan internet dalam penginputan data oleh Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin,” ucap Wakil Walikota Banjarmasin Arifin Noor.

Arifin mengatakan, pihaknya berharap penginputan data selalu lancar tidak mengalami gangguan apapun.

“Dengan tidak ada gangguan internet, maka laporan cepat dilakukan,” ujarnya.

Menurut Arifin, selama ini pelaporan kasus harian COVID-19 selalu diinput, serta dilaporkan setiap harinya. Sehingga tercatat di Kementerian Kesehatan RI. (SRI/RDM/HDR)

Webinar Literasi Digital Tanah Bumbu: Bangsa Indonesia Bangsa yang Bijak Berkomentar

Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia ( Kemenkominfo RI ) bersama Siberkreasi kembali menggelar Webinar Literasi Digital Nasional wilayah Kabupaten Tanah Bumbu Provinsi Kalimantan Selatan, Kamis (04 November 2021) Siang, melalui Zoom Meeting.

Salah satu narasumber Prilani, Dewan Pakar ASKOPIS (Asosiasi Komunikasi Penyiaran Islam) menjelaskan mengenai Etika Digital yaitu “Bebas Namun Terbatas: Berekspresi di Media Sosial”.

Gus April, sapaan akrabnya mengatakan, kebebasan berekspresi di internet adalah ketika kita bebas menyampaikan perasaan, opini, kritik tanpa rasa takut dibully, diperkarakan namun tetap menghargai hak dan kebebasan orang lain.

“Bisa upload foto tanpa ada yang inbox/dm digrup ig yang 18+ atau dikomen salam kenal atau diinbox hei hello karena saya risih dan tidak nyaman diperlakukan seperti itu, selain itu dapat berekspresi sebebas-bebasnya mulai dari topik politik hingga kehidupan sehari-hari namun tetap sesuai dengan norma dan aturan yang berlaku “. ujarnya.

“Bebas berekspresi tapi tidak sembarangan, bagi sebagian orang tentu sudah mengetahui mengenai aturan main sosial media dengan konten yang dibuat.

Kebebasan ekspresi itu merupakan hak setiap warga negara, namun dengan adanya UU ITE maka sebaiknya kita harus lebih bijak dalam memberikan informasi ke publik”. ungkap Gus April. Etika (Hukum) Media Sosial.

Gus April juga menjelaskan terkait etika (Hukum) Media Sosial yaitu hakikatnya sifat manusia sehingga seseorang bisa dikatakan baik, bijak, jahat, susila dan sebagainya.

Menurutnya, Hukum dikukuhkan oleh penguasa atau pemerintah, UU peraturan dan sebagainya untuk mengatur pergaulan hidup masyarakat.

“Hal penting yang perlu diperhatikan dalam berekspresi dimedia sosial meliputi ujaran tidak mengandung kebencian dan permusuhan, diksi, mimik, SARA, asusila dan aman. Media sosial digunakan untuk hal yang positif, seperti sarana untuk memuliakan sesama, memuliakan bahasa persatuan, sarana berbagi pengetahuan, sarana berkompetisi dan kesantunan, serta sarana meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran”.tambahnya.

Webinar yang bertema ” Bangsa Indonesia Bangsa yang Bijak dalam Berkomentar” ini dipandu oleh moderator Shabrina Anwari dengan Key Note Speech Bupati Tanah Bumbu H. M. Zairullah Azhar dan menghadirkan narasumber Key Opinion Leader yaitu Yunike Pebryana Singer tentang Budaya Digital, Prilani, Dewan Pakar ASKOPIS ( Asosiasi Komunikasi Penyiaran Islam) mengenai Etika Digital, Muhammad Sukma Dwiyanto, Co- Founder Siul terkait Keamanan Digital dan Muhammad, Owner Kreasi Nusantara tentang Kecakapan Digital. (*)

Kunjungi Gerai Vaksin Bergerak Di Tabalong, Paman Birin Puji Antusiasme Masyarakat

Tabalong – Gubernur Kalimantan Selatan Dr. (HC) PPSahbirin Noor bersyukur masyarakat Tabalong, antusias untuk divaksin. Bahkan antusiasme masyarakat untuk divaksin ini, membuat Pemkab Tabalong menambah jumlah gerai vaksin.

Hal ini disampaikan Paman Birin saat meninjau Vaksinasi Bergerak di COVID Center, Kabupaten Tabalong, Kamis (4/11).

Gubernur Kalsel didampingi Wakil Bupati Tabalong meninjau Gerai Vaksinasi Bergerak

“Alhamdulillah, kami bersyukur masyarakat antusias untuk divaksin, ini membuat Pemkab Tabalong menambah gerai-gerai vaksin,” sebut Paman Birin.

Menurut Paman Birin, Vaksinasi COVID-19 terbukti mampu mengurangi risiko sakit berat bila seseorang terinfeksi.

Sementara itu, Wakil Bupati Tabalong Mawardi mengatakan, masyarakat Tabalong mendukung vaksinasi yang digalakkan pemerintah saat ini.

Terbukti, pihaknya menambah gerai vaksin di faskes hingga dilaksanakan di Kodim, Polres, Kecamatan hingga Kelurahan.

Gubernur Kalsel memberikan bantuan paket sembako di Tabalong

Disampaikanya, capaian vaksinasi per 3 November 2021 di Tabalong, dosis pertama sudah mencapai 42 persen sedangkan dosis kedua sudah 27 persen.

Dirinya optimis, target capaian 70 persen dosis pertama pada akhir tahun dapat tercapai.

Berdasarkan data Dinkes Provinsi Kalsel, sasaran Vaksinasi Bergerak jilid 2 di Kabupateng Tabalong sebanyak 4.137 orang. (BIROADPIM-RIW/RDM/HDR)

Vaksinasi Bergerak Di HSU, Gubernur Kalsel Minta Percepat Vaksinasi COVID-19 Demi Kekebalan Masyarakat 

Hulu Sungai Utara – Gubernur Kalimantan Selatan Dr. (HC) H Sahbirin Noor kembali melanjutkan peninjuan Vaksinasi Bergerak pada hari kedua, Kamis (4/11).

Kali ini Paman Birin (sapaan akrab gubernur) bersama rombongan mengunjungi Kantor PGRI, Kabupaten Hulu Sungai Utara, pada Kamis (4/11) pagi.

Gubernur Kalimantan Selatan H Sahbirin Noor mengatakan, pandemi COVID-19 telah membelenggu masyarakat di Banua. Salah satu strategi untuk mengendalikan pandemi COVID-19 adalah dengan vaksinasi. Vaksinasi COVID-19 terbukti mampu mengurangi risiko sakit berat bila seseorang terinfeksi.

Gubernur Kalsel saat memberikan bantuan paket sembako di HSU

Menurut Paman Birin, capaian vaksinasi dosis pertama dan dosis kedua terus meningkat dari hari ke hari. Ia pun optimis target 70 persen dapat tercapai.

“Untuk mencapai target 70 persen ini, perlu kerja luar biasa dari semua pihak baik pemerintah maupun masyarakat, serta swasta”, ujarnya.

Dirinya berharap, Vaksinasi Bergerak dapat memotivasi seluruh kabupaten kota untuk meningkatkan capaian vaksinasi sehingga dapat tercipta kekebalan kelompok.

Gubernur Kalsel saat memberikan bantuan paket sembako di HSU

Sementara itu, Bupati Hulu Sungai Utara Abdul Wahid mengatakan, sasaran Vaksinasi Bergerak di kabupaten ini, sebanyak 4.000 penerima.

Disampaikanya, saat ini vaksin tersedia di daerahnya sebanyak 15.000 dosis dan akan disuntikan selama 10 hari kedepan.

“Kita optimis vaksin sebanyak 15.000 dosis akan kita habiskan selama 10 hari, untuk meningkatkan kekebalan rakyat,” katanya. (BIROADPIM-RIW/RDM/HDR)

Webinar Literasi Digital Kota Banjarmasin; Bangsa Indonesia Berbudaya Literasi Digital

Kementerian Komunikasi dan Informatika mengadakan webinar dengan tema “Bangsa Indonesia Berbudaya Literasi Digital” di Kota Banjarmasin, Kamis (04/11/2021) pukul 10.00 Wita.

BANJARMASIN – Acara dibuka oleh Walikota Banjarmasin, H Ibnu Sina dan Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan B Sc ini menampilkan sejumlah pembicara kompeten.

Dalam diskusi ini dipandu oleh moderator Shabeina Anwari yang menghadirkan narasumber Narasumber pertama yakni, Steve Pattinama dengan materi tentang “Keamanan Digital”.

Steve mengatakan, semua aktivitas sudah pasti berhubungan dengan internet, Jadi kalau misal kecanduan itu sangat berbahaya.

“Ciri-ciri orang kecanduan itu biasanya nggak bisa berhenti menggunakan media sosial, nggak lihat tempat dan waktu juga,” ucapnya

“Kalau kita bisa memanfaatkan internet dengan baik pasti akan mendatangkan kebaikan juga,” sambungnya.

Menanggapi komentar negatif Steve menuturkan, tindakan tersebut bisa dibawa ke ranah hukum karena ada pasalnya.

“Jadi daripada kita menanggung hukuman karena komentar negatif lebih baik kita melakukan hal yang baik di media sosial, dan yang dikomentari juga jangan mudah terpancing gitu aja sih,” tuturnya.

Narasumber kedua, Milna yang membahas materi tentang “Budaya Digital”

“Keanekaragaman budaya di negara ini sudah ada sejak lama. Bhinneka Tunggal Ika sebagai interpretasi bahwa Indonesia memiliki budaya beragam, suku, agama, bahasa, dan etnis. Kekayaan ini tidak bisa dipandang sebelah mata,” tuturnya

“Manfaat pengenalan budaya sangat penting karena bisa menumbuhkan kecintaan terhadap tanah air. Pemahaman budaya menyeluruh melalui media sosial juga bisa menciptakan rasa bangga terhadap kebhinekaan yang ada di Indonesia,” pungkasnya

Narasumber ketiga yaitu Gilang Alvianto yang sekaligus Key Opinion Leader dalam acara ini menjelaskan materi tentang “Kecakapan Digital”

“Trend pekerjaan yang paling dicari di tahun 2021 yaitu web development, digital marketing, copywritter” ujarnya

“Manfaat kita memiliki digital skill, kita mampu menciptakan sebuah branding dan kemudia branding yang kita miliki dapat berkembang sehingga dapat memperluas koneksi kepada masyarakat luas,” jelasnya

Terakhir, narasumber Kiki Septiana Hapsari yang meyampaikan materi tentang “Etika Digital”

“Sebelum share ke media sosial diperlukan kebijakan dan berpikir konten apa yang akan dibagikan, ntah itu bersifat positif maupun negatif. Hindari konten yang mengandung unsur SARA sebelum membagikan ke media sosial kita,” pungkasnya. (*)

Vaksin Bergerak Di HSS, Paman Birin Minta Pertahankan Tren Penurunan Kasus COVID-19

Hulu Sungai Selatan – Gubernur Kalimantan Selatan H Sahbirin Noor meminta kepada Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan, untuk menjaga tren penularan COVID-19 yang terus melandai.

Hal ini dikemukakan Gubernur Kalsel saat mengunjungi vaksinasi di Lapangan Lambung Mangkurat, Kandangan, pada Rabu (3/11) sore.

“Mendengar laporan Bupati Hulu Sungai Selatan tadi kasus COVID-19 hanya 2 kasus saja, saya minta ini terus dipertahankan,” sebutnya.

Disampaikan Paman Birin, terus melandainya kasus terkonfirmasi COVID-19 dikarenakan terus bergeraknya vaksinasi di Banua.

Meski terus melandai, Paman Birin berpesan kepada masyarakat di Hulu Sungai Selatan untuk terus menerapkan protokol kesehatan, seperti memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

Gubernur Kalsel memberikan sertifikat vaksin kepada salah seorang peserta Vaksinasi Bergerak

Sementara itu, Bupati Hulu Sungai Selatan Akhmad Fikry melaporkan, hingga hari ini kasus terkonfirmasi COVID-19 tersisa 2 kasus.

Sementara untuk capaian vaksinasi di Kabupaten Hulu Sungai Selatan untuk dosis pertama sebanyak  37 persen dan dosis kedua 33 persen.

Gubernur Kalsel memberikan sertifikat vaksin kepada salah seorang peserta Vaksinasi Bergerak

Bupati Hulu Sungai Selatan berharap, capaian tersebut dapat meningkat 50 persen di bulan November dan 70 persen di bulan Desember.

Turut hadir pada monitoring Vaksinasi Bergerak di HSS, Sekda Prov Kalsel Roy Rizali Anwar, dan  Sejumlah Kepala SKPD lingkup Pemprov Kalsel. (BIROADPIM-RIW/RDM/HDR)

Exit mobile version