17 Juli 2024

LPPL Radio Abdi Persada 104,7 FM

Bergerak Untuk Banua

Museum Lambung Mangkurat Kalsel Gelar Ceramah dan Dialog Permuseuman ke-2 Tahun 2024

2 min read

TAPIN – Museum Lambung Mangkurat Kalsel kembali menggelar Ceramah dan Dialog Permuseuman untuk kali ke dua tahun 2024.

Kali ini sasaran lokasi kegiatan berpusat di Dinas Pendidikan Kabupaten Tapin, Rabu (8/5), dengan menghadirkan sejumlah dewan guru dari berbagai lembaga pendidikan di Kabupaten Tapin.

Museum Lambung Mangkurat Kalsel sendiri mengemban tugas sebagai media pembelajaran tentang permuseuman, sejarah dan budaya. Sebab itu, Kepala Museum Lambung Mangkurat Kalsel, Muhammad Taufik Akbar mengatakan, adanya kegiatan dialog dan ceramah permuseuman yakni untuk lebih mudah dijangkau oleh masyarakat luas, terutama kepada sekolah-sekolah.

“Ceramah dan dialog ini untuk meningkatkan sejarah dan kebudayaan khususnya di Kalsel. Apalagi kaum milenial sekarang sudah jauh dari yang namanya sejarah dan budaya,” kata Akbar.

Akbar juga mengajak dewan guru khususnya Kepala Sekolah untuk lebih meningkatkan pengetahuan tentang sejarah budaya Kalsel kepada peserta didik.

Terlebih, lanjut Akbar, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor menginginkan kecintaan masyarakat khususnya pelajar banua terhadap sejarah dan budaya lebih meningkat.

“Kami dari pihak museum juga sangat mendukung keinginan Gubernur melalui lomba tradisional dan kegiatan yang bersifat pengenalan atau diskusi tentang sejarah budaya,” ungkap Akbar.

Lebih jauh, Akbar mengajak sekolah membuat perjanjian kerjasama (MoU) berupa rekreasi sekolah ke Museum Lambung Mangkurat guna mengenalkan lebih dekat benda sejarah dan budaya kepada peserta didik.

“Mudah-mudahan rencana ini juga mendapat dukungan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel. Kami dari pihak museum siap melayani,” tegas Akbar.

Di tempat sama, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tapin melalui Kasi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter Bina SMP, Titik Kristiani mengaku sudah menganggarkan rekreasi siswa sekolah ke Museum Lambung Mangkurat Kalsel melalui anggaran tahun 2025.

Titik berharap anggaran tersebut bisa diikuti oleh seluruh peserta didik dari berbagai bidang studi seperti IPS, IPA dan Matematika.

“Karena ilmu tentang sejarah dan budaya memang harus didapatkan oleh seluruh siswa. Bahkan guru dari bidang lain juga seharusnya harus menguasai sejarah dan budaya di Kalsel,” ungkapnya.(SYA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Abdi Persada | Newsphere by AF themes.