BANJARMASIN – Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi Kalimantan Selatan dan PT PLN menjalin kerjasama terkait kelistrikan.
Penandatanganan kerjasama dilaksanakan antara Kepala Labkesda Kalsel, Riko Ijami dan Manager PLN UP 3 Banjarmasin, Sudarto di ruang kerja Kepala Labkesda Kalsel di Banjarmasin, Selasa (28/6).
Suasana Peresmian dan Penanggulangan Kerjasama Antara Labkesda Kalsel dan PT PLN
Kepala Labkesda Kalsel, Riko Ijami mengatakan kerjasama tersebut dalam rangka penambahan daya atau kapasitas listrik dimana Labkesda Kalsel sebagai pelanggan premium PLN.
“Jadi penambahan daya listrik kita untuk kapasitas diatas 300 KPA,” katanya kepada wartawan.
Menurut Riko, penambahan daya listrik ini diperlukan karena saat ini Labkesda sudah mengalami perubahan, terutama dari segi peralatan pendukung untuk pemeriksaan yang membutuhkan suplai listrik yang lebih banyak.
“Selain itu, peralatan pendukung pemeriksaan maupun bahan-bahan pemeriksaan seperti reagen juga memerlukan kemampuan listrik untuk menyalakan pendingin udara agar tetap berada dalam suhu standar sehingga tidak merusak kualitasnya,” jelasnya.
Dengan penambahan daya listrik ini, diharapkan kualitas dan kuantitas pelayanan lebih meningkat, baik bagi masyarakat maupun instansi dan perusahaan baik milik pemerintah maupun swasta. (NRH/RDM/RH)
BANJARBARU – Presiden RI Joko Widido menyampaikan bahwa kejahatan Narkotika merupakan salah satu jenis kejahatan Ekstra Ordinary Crime (Kejahatan Luar Biasa) yang merupakan kejahatan terorganisir lintas Negara yang dapat merusak generasi bangsa Indonesia. Dari data Badan Narkotika Nasional (BNN) pada tahun 2021 data penggunaan Narkoba di Indonesia mencapai 3,6 Juta dari jumlah penduduk di Indonesia.
Untuk menurunkan angka penggunaan Narkoba di Kota Banjarbaru, Pemerintah Kota Banjarbaru menggelar Kegiatan Sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika (P4GN-PN) se-Kota Banjarbaru tahun 2022. Sosialisasi P4GN-PN ini digelar, di Aula Kelurahan Guntung Manggis Kota Banjarbaru pada Rabu (29/6) yang dibuka langsung oleh Walikota Banjarbaru Aditya Mufti Arifin melalui virtual, dengan menghadirkan Narasumber yang berkompeten dibidangnya masing-masing, yakni dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Banjarbaru, dari Polres Banjarbaru, dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Banjarbaru, untuk disebarkan secara luas kepada Warga Kota Banjarbaru, maka sosialisasi ini juga mengundang sebanyak 37 peserta, yang terdiri dari para pegawai lingkup Kelurahan Guntung Manggis, Kesbangpol Kota Banjarbaru, TNI-Polri, dan Tokoh Masyarakat di kelurahan Guntung Manggis.
Saat membuka Sosialisasi P4GN&PN, Walikota Banjarbaru Aditya Mufit Arifin menyampaikan, meningkatnya angka penyebaran Narkotika di Kalsel, terlebih khusus di Kota Banjarbaru dikarenakan mudahnya masyarakat menggunakan sistem belanja Online, dikarenakan peredaran Narkotika kebanyakan dilakukan secara Online.
“Sosialisasi P4GN-PN sangat penting dilaksanakan untuk menurunkan angka peredaran Narkotika di Kota Banjarbaru,” ungkap Aditya Mufti Arifin.
Aditya Mufti Arifin menambahkan, melalui Sosialisasi P4GN-PN ini, pihaknya mengharapkan semua pihak, baik dari tokoh masyarakat, para alim ulama, pengusaha, SKPD, dan TNI-Polri Dapat berkerjasama secara aktif dalam upaya pencegahan penyalahgunaan Narkoba.
Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Banjarbaru Rizana Mirza menyampaikan, alasan pihaknya menyelenggarakan sosialisasi P4GN-PN di Kelurahan Guntung Manggis, dikarenakan Kelurahan Guntung Manggis ditetapkan sebagai salah satu Kelurahan bersih dari Narkotika (Bersinar) di Kota Banjarbaru.
Kepala Kesbangpol Kota Banjarbaru Rizana mirza
“Kota Banjarbaru akan menjadi Ibu Kota Provinsi Kalimantan Selatan, sehingga masyarakat Kota Banjarbaru harus dapat memahami terkait bahanya Narkotika agar tidak disalah gunakan,” ungkap Rizana Mirza.
Rizana Mirza menambahkan, Pemerintah Kota Banjarbaru sudah mempunyai sebanyak 3 Kelurahan bersih dari Narkotika (Bersinar), yakni Kelurahan Guntung Manggis, Kelurahan Ulin Barat, dan Kelurahan Bangkal. Dan ditahun selanjutnya pihaknya akan kembali menetapkan Kelurahan bersinar, sebanyak 3 – 4 kelurahan, dengan harapan kelurahan-kelurahan yang ditetapkan sebagai kelurahan bersinar dapat menjadi contoh bagi kelurahan lain, dalam memerangi tindakan penyalahgunaan Narkotika.
“Narkotika merupakan kejahatan luar biasa yang bisa mengancam keutuhan negara kita, dikarenakan narkotika dapat merusak dan menghancurkan generasi penerus bangsa,” tutupnya. (MRF/RDM/RH)
BANJARMASIN – Pasokan stok hewan kurban jenis sapi di Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Banjarmasin, saat ini tersedia sebanyak 250 ekor.
Kepala UPT RPH Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Banjarmasin Agus Siswandi mengatakan, untuk ketersediaan pasokan kurban sapi di tempat mereka, saat ini tersedia 250 ekor.
Kepala UPT RPH DP3K Kota Banjarmasin Agus Siswandi
“Untuk pasokan hewan kurban sapi ditempat kami saat ini terus berdatangan,” ungkapnya, kepada sejumlah wartawan, Rabu (29/6).
Menurut Agus, diperkirakan menjelang pelaksanaan ibadah kurban total sapi ditempat mereka sebanyak 500 ekor.
Pasokan sapi, lanjutnya, di Kota Banjarmasin ini, didatangkan dari Kupang, NTT.
“Sedangkan dari Jawa Timur kami tidak menerima. Sesuai dengan arahan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, adanya larangan mendatang sapi dari Jawa Timur,” ujarnya.
Menurut Agus, untuk ketersediaan hewan kurban di RPH Kota Banjarmasin, mencukupi.
Agus mengatakan, untuk harga sapi menjelang pelaksanaan ibadah kurban di RPH Kota Banjarmasin mengalami kenaikan.
“Saat ini dijual sekitar tujuh puluh sampai tujuh puluh lima ribu rupiah ribu per kilo daging, sebelum enam puluh sampai enam puluh lima ribu rupiah perkilo daging,” ujar Agus. (SRI/RDM/RH)
BANJARMASIN – Dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, maka RSUD Ulin Banjarmasin menggelar Forum Konsultasi Publik, di Aula Lantai 8 Ulin Tower, Selasa (28/6). Dibuka Direktur RSUD Ulin Banjarmasin Izzak Zoelkarnain Akbar.
Dalam sambutannya Izzak menyampaikan, RSUD Ulin Banjarmasin ini merupakan rumah sakit milik semua masyarakat. Sehingga diperlukan kerjasama semua pihak, untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan di rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan ini.
“Dengan adanya forum diskusi konsultasi publik ini, kami menerima semua masukan dan kritik, untuk peningkatan pelayanan di RSUD Ulin Banjarmasin agar semakin baik lagi kedepannya,” ucap Izzak.
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan Diauddin mengatakan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan tentunya memberikan dukungan terhadap, peningkatan pelayanan dari RSUD Ulin Banjarmasin.
“Tentu kami memberikan dukungan terhadap peningkatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Provinsi Kalimantan Selatan,” ucapnya..
Dalam kesempatan tersebut, Diauddin juga mengatakan, jika Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus meningkat kualitas layanan kesehatan masyarakat.
Saat ini di Luar Negeri sedang bergelut pada penanggulangan penyakit Regeneratif seperti Jantung, diabetes, hipertensi, serta lainnya.
Namun, di Tanah Air masih bergelut pada penanganan penyakit menular seperti TBC serta lainnya. Namun, saat ini penyakit Regeneratif juga semakin meningkat seperti penyakit hipertensi. Bahkan, di Provinsi Kalimantan Selatan untuk penyakit hipertensi masuk dalam kategori tertinggi.
“Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Rumah Sakit Ulin Banjarmasin, untuk meningkatkan pelayanan terhadap penyakit penyakit tersebut,” ucapnya.
Pada Forum Konsultasi Publik RSUD Ulin Banjarmasin dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan Diauddin, serta lainnya. (SRI/RDM/RH)
BANJAR – Kepolisian Resor Banjar menetapkan lima tersangka kasus pencurian motor (curanmor) yang cukup meresahkan warga khususnya di Kabupaten Banjar. Namun diantara pelaku lainnya, dua orang ternyata masih berkategori anak.
Kapolres Banjar AKBP Doni Hadi Santoso saat menasehati pelaku curanmor
Kapolres Banjar AKBP Doni Hadi Santoso mengungkapkan pelaku yang masih berusia remaja tersebut berinisial FA (17) dan MH (17). Terlepas hal itu, status sebagai tersangka kasus curanmor tetap menjadi konsekuensi mereka.
Kapolres Banjar saat memimpin jumpa pers pengungkapan kasus Curanmor
“Pelaku yang ditetapkan sebagai tersangka lainnya untuk kasus curanmor tersebut diantaranya berinisi BJ, DF dan AH,” ujarnya dalam jumpa pers bersama wartawan, di lobi Satreskrim Polres Banjar, Selasa (28/6) siang.
Dirinya juga mengungkapkan modus operasi pelaku dalam melakukan kejahatan bersama dua tersangka lainnya lebih menyasar sepeda motor yang terparkir dihalaman atau pun diteras rumah yang tidak terkunci ganda.
“Saya menghimbau kepada masyarakat agar tetap waspada disekelilingnya dan memerhatikan barang berharganya seperti kendaraan pribadi kalau perlu diberikan kunci tambahan agar meminimalisir kejahatan dalam aksi pencurian,” imbaunya.
Dari hasil perburuan aparat kepolisian terhadap lima tesangka ini, sebanyak 26 unit kendaraan roda dua berhasil diamankan menjadi barang bukti (barbuk) dalam kasus pencurian ini.
“Pelaku melakukan perbuatannya pada malam hari menjelang sekitar jam 20.00 – 03.30 WITA. Untuk jenis kendaraan yang diamankan bervariasi,” tutup AKPB Doni.
Dari lima yang diamankan, empat pelaku yang berstatus tersangka pencurian motor ini dikenakan pasal 363 ayat 1 ke 4 KUHP dengan ancaman hukuman penjara tujuan tahun. Sedangkan penadah, dijerat pasal 480 KUHP, ancaman kurungan empat tahun. (RHS/RDM/RH)
BANJARMASIN – Realisasi belanja negara sampai dengan Mei 2022 di provinsi Kalimantan Selatan, mencapai Rp.9.414,14 miliar atau 37,56 persen dari pagu. Secara total, capaian realisasi belanja tersebut lebih rendah sebesar 5,96 persen dibanding capaian pada periode yang sama tahun lalu.
Hal ini disampaikan Kakanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Kalimantan Selatan, Sulaimansyah, pada Senin (27/6) saat jumpa pers rutin dikantornya kawasan jalan D.I Panjaitan Banjarmasin.
“Untuk Belanja Pemerintah Pusat tercatat realisasi sebesar 2.536,19 miliar rupiah atau 31,03 persen dari pagu, atau turun 12,58 persen dibandingkan realisasi pada periode yang sama tahun 2021, yang mencapai 2.901,19 miliar rupiah. Penurunan kinerja realisasi Belanja Pemerintah Pusat tersebut, masih dipengaruhi oleh tidak adanya realisasi belanja modal yang cukup besar pada awal tahun 2022 karena sudah tidak ada lagi kegiatan yang bersifat multi years sebagai akibat pandemi, sebagaimana yang terjadi pada awal tahun lalu,” jelasnya.
Sementara untuk penyaluran Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) di Kalimantan Selatan, lanjut Sulaimansyah, sampai dengan akhir Mei 2022 tercatat sebesar Rp 6.787,65 miliar atau 40,72 persen dari pagu.
“Bila dibandingkan realisasi tahun lalu pada bulan yang sama, realisasi bulan Mei 2022 lebih rendah dengan selisih sebesar 3,26 persen,” tambahnya.
Untuk penyaluran Dana Bagi Hasil (DBH) dan Dana Alokasi Umum (DAU) sampai dengan Mei 2022, masing-masing telah mencapai Rp.1.712,01 miliar (39,77 persen pagu) dan Rp.3.661, 95 miliar (48,90 persen). Sementara itu untuk penyaluran DAK Fisik dan Non Fisik sampai dengan akhir bulan Mei 2022 di wilayah Kalimantan Selatan telah direalisasikan sebesar Rp.809,83 miliar (22,60 persen pagu) yang berasal dari DAK Fisik dan non Fisik.
“Penyaluran Dana Desa wilayah Kalimantan Selatan, saat ini telah mencapai 679,03 miliar rupiah atau sebesar 47,60 persen dari pagu. Realisasi tersebut lebih tinggi 32,27 persen dari periode yang sama tahun lalu, yang dapat mencairkan dana desa senilai 513,36 miliar rupiah,” tutupnya. (RIW/RDM/RH)
BANJARBARU – Sejumlah negara mengalami krisis pangan yang diakibatkan perang antara negara Rusia dan Ukraina yang merupakan produsen dan eksportir komoditas utama dunia. Meskipun Negara Republik Indonesia (RI) tidak termasuk dari daftar negara yang bisa mengalami krisis pangan, namun pemerintah RI akan berjaga-jaga agar tidak terjadi krisis pangan di negara ini.
Untuk mengatasi Krisis Pangan, Kementerian Pertanian (Kementan) menginginkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel agar siap dan bersedia untuk selalu meningkatkan sektor pertanian mereka agar bisa melakukan ekspor beras ke negara lain. Menyambut baik wacana Kementerian Pertanian (Kementan), Pemprov Kalsel mengaku siap melakukan ekspor beras ke Negera lain, dikarenakan Produksi beras di Provinsi ini selalu surplus (terjadi kenaikan) setiap tahunnya.
Hal ini disampaikan Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Provinsi Kalsel Syamsir Rahman, Senin (27/6) tadi.
Syamsir Rahman mengungkapkan, Menteri Pertanian sudah menyampaikan adanya krisis pangan yang akan terjadi di beberapa Negara. Apabila krisis pangan terjadi, maka juga berdampak di Daerah Kalsel. Dampak Positif yakni Kalimantan Selatan bisa melakukan ekspor beras ke Negara lain.
“Sehingga Kalsel harus siap ekspor beras ke negara-negara krisis pangan seperti cina. Karena Kalsel produksi beras selalu surplus,” ungkap Syamsir Rahman.
Syamsir Rahman menambahkan, untuk meningkatkan Produksi beras di Daerah ini, pihaknya mengimbau kepada para petani, disaat musim kemarau agar dapat menanam padi jenis unggul. Hal ini dikarenakan padi jenis unggul lebih mudah beradaptasi di musim kemarau daripada padi jenis lokal.
“Kalau kita menanam padi jenis unggul kita juga akan menahan adanya serangan hama tungro, karena serangan hama ini hanya terdapat di padi jenis lokal seperti beras siam, beras siam mayang,” lanjut Syamsir Rahman.
Dengan menaman padi jenis unggul pada musim kemarau, maka padi jenis ini dapat bertahan tumbuh dan produksi beras saat musim kemarau pun akan tetap meningkat.
“Kita akan melakukan Koordinasi dengan pemerintah Kabupaten Kota untuk penanaman padi jenis unggul ini,” tutup Syamsir Rahman. (MRF/RDM/RH)
BANJARBARU – Direktorat Kepercayaan Kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat (KMA) Dirjen Kebudayaan Kemendikbudristek RI menginventarisir keberadaan penghayat kepercayaan Kaharingan.
Artinya, keberadaan mereka juga tercatat resmi di Indonesia meski tidak masuk dalam unsur enam agama yang diakui secara sah oleh negara. Bahkan lokasi sentral yang menjadi perkumpulan mereka saat ini berada di Kotabaru, Kalsel.
Tak hanya itu, secara administrasi kependudukan (adminduk) pun tentu hal ini telah dipastikan kedudukannya sah tercatat sebagai bagian Kewarganegaraan Indonesia (WNI).
Kepala Dinas Kependudukan Pencatatan Sipil dan Keluarga Berencana Kalsel Zulkipli mengungkap ada sekitar 189 penganut kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa (YME) dan teridentifikasi dari berbagai daerah di provinsi ini.
“Sehingga mereka tidak harus lagi memilih agama resmi pemerintah baik itu di KTP dan dokumen kependudukan. Untuk Kalsel ada tiga daerah yakni HST, Balangan dan Kotabaru yang menghayat kepercayaan Kaharingan tetapi prakiraan seluruhnya masih terdapat 9 kabupaten lainnya,” ujarnya, baru-baru tadi.
Saat ini Kemendikbud RI, kata Zulkipli, menunjuk perkumpulan yang diberi nama Dewan Musyarawah Pusat Majelis Umat Kepercayaan Kaharingan (MUKK) Indonesia sebagai lembaga sah yang ikut berperan penting memudahkan Dinas Dukcapil setempat mengeluarkan akta.
“Keberadaan mereka sudah terdaftar di Kemendikbud RI sejak 2018 lalu,” bebernya.
Selain itu, diharapkan keberadaan MUKK ini di Kalsel dapat memecahkan persoalan yang dihadapi termasuk administrasi kependudukan dan pencatatan sipil.
“Mereka itu menaungi lima wilayah diantaranya Kalsel, Kaltim, Kalbar, Kalteng dan Kaltara dan untuk status agama di KTP bertuliskan Penganut Kepercayaan YME,” ungkapnya.
Kemudian seiring terinventarisir, MUKK ini juga memiliki penghulu adat dan nantinya akan disertifikasi kementerian sehingga pernikahan yang digelar pun resmi oleh negara.
“Jika ada peristiwa penting seperti melahirkan, perceraian, pernikahan dan sebagainya cukup melalui proses MUKK tadi yang sentralnya berada di Kotabaru,” tutup Zulkipli. (RHS/RDM/RH)
BANJARMASIN – Pemprov Kalsel melepas kontingen Kalsel pada festival olahraga rekreasi Nasional VI di Sumatera Selatan dan Pekan Special Olympic Nasional ke 1 Tahun 2022 di Semarang. Pelepasan tersebut dilakukan oleh Gubernur Kalimantan Selatan yang diwakili Staf Ahli Ekonomi dan Pembangunan Setdaprov Kalimantan Selatan Suparno, di Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) Hasanuddin HM, di Banjarmasin, Senin (27/6).
Dalam sambutan Gubernur yang dibacakan Suparno mengatakan, keberangkatan kontingen Provinsi Kalimantan Selatan pada ajang Fornas ke Sumatera Selatan dan Pekan Special Olympic Nasional ke Semarang merupakan bentuk dukungan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.
“Keberangkatan para atlet ini sebagai bentuk dukungan Pemprov Kalsel, untuk peningkatan olahraga kreasi masyarakat di Banua ini,” ungkapnya.
Gubernur juga berharap, agar seluruh atlet yang berangkat ke Palembang dan Semarang dapat memberikan prestasi terbaik mereka untuk Provinsi Kalimantan Selatan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan Hermansyah mengatakan, 375 atlet kontingen Provinsi Kalsel siap merebut juara pada Festival Olahraga Rekreasi Nasional VI di Sumatera Selatan dan 220 atlet ke Pekan Special Olympic Nasional ke 1 Tahun 2022 di Semarang.
Kadispora Kalsel Hermansyah saat memberikan sambutan
“Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan saat ini menargetkan, kepada seluruh atlet yang bertanding pada Festival Olahraga Rekreasi Nasional di Sumatera Selatan dan Pekan Special Olympic Nasional di Semarang, agar dapat tampil dengan maksimal untuk menghasilkan prestasi juara,” ungkap Hermansyah.
Dengan mencapai hasil terbaik maka prestasi untuk Provinsi Kalimantan Selatan, akan semakin meningkat.
Hermansyah mengatakan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mengharapkan, jumlah kontingen yang besar ini, nantinya dapat memberikan prestasi yang sebanding, untuk Banua ini.
“Pemprov Kalsel berharap para atlet dapat meraih prestasi terbaiknya,” ucapnya.
Sedangkan, atlet Airsoft Gun Kalimantan Selatan Alim mengatakan, saat ini pihaknya telah menjalani latihan rutin, baik secara teknis dan fisik. Maka, dengan begitu airsoft gun Provinsi Kalimantan Selatan siap merebut juara umum.
“Kami siap mempertahankan gelar juara umum seperti yang mereka peroleh, pada Fornas 2019 lalu. Pada Fornas di Palembang ini,” ungkapnya.
Hal senada juga disampaikan Pelatih Senam Asma Provinsi Kalimantan Selatan Fajar.
“Saat ini kami siap memberikan penampilan terbaik. Sehingga diharapkan dapat meraih medali emas. Seperti, yang ditargetkan oleh Ketua Yayasan Asma Provinsi Kalimantan Selatan Ibnu Sina,” ucapnya.
Alim dan Fajar meminta doa dan dukungan dari masyarakat Provinsi Kalimantan Selatan, agar dapat memberikan prestasi terbaik. (SRI/RDM/RH)
BANJARMASIN – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kalimantan Selatan menyerahkan sebanyak sembilan boks atau sekitar 980 eksemplar buku kepada perpustakaan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin.
Suasana Penyerahan Buku oleh Dispersip Kalsel ke RSUD Ulin Banjarmasin
Hal ini sebagai bentuk tindak lanjut dari permohonan pihak RSUD Ulin Banjarmasin tentang permintaan buku untuk layanan perpustakaan setempat kepada Dispersip Kalsel yang diajukan pada Desember 2021.
Penyerahan alih status penggunaan buku tersebut dilakukan oleh Kepala Dispersip Kalsel, Nurliani Dardie yang diwakili oleh Kepala Bidang Pelayanan dan Kerja Sama Perpustakaan Dispersip Kalsel, Wildan Akhyar kepada Kepala Bidang Akutansi RSUD Ulin Banjarmasin, Faisal Rumarsi.
“Alhamdulillah hari ini kita bisa memberikan 980 buku yang berkaitan dengan dunia medis yang mana bila ditotalkan senilai Rp97.241.474 juta,” kata Wildan usai penyerahan buku di RSUD Ulin Banjarmasin, Senin (27/6).
Wildan pun berharap dengan adanya alih status penggunaan buku ini dapat menambah bahan pustaka RSUD Ulin Banjarmasin, sehingga pelayanannya bisa lebih baik lagi.
“Kita harapkan fungsi perpustakaan disini bukan hanya sekedar untuk akreditasi saja, tapi juga bisa dimanfaatkan dengan baik oleh pegawai dan pengunjung yang ingin membaca buku sembari mengantar keluarganya berobat,” tuturnya.
Sementara itu, Kabid Akutansi RSUD Ulin Banjarmasin, Faisal Rumarsi menyambut baik dan berterima kasih atas gerak cepat dari Dispersip Kalsel yang telah menindaklanjuti permohonan yang diajukan oleh pihaknya tentang permintaan buku medis berkaitan dengan kesehatan, kedokteran, dan keperawatan.
Faisal juga menjelaskan bahwa keberadaan buku-buku yang diserahkan oleh Dispersip Kalsel ini sangat penting sekali, mengingat RSUD Ulin Banjarmasin saat ini juga berstatus sebagai rumah sakit pendidikan.
“Tentunya kami sangat memerlukan buku-buku yang berkaitan dengan medis tersebut, apalagi Rumah Sakit Ulin ini juga sebagai rumah sakit pendidikan, sehingga buku-buku ini sangat penting sekali untuk mengembangkan sumber daya manusia yang ada di RSUD Ulin,” tuturnya.
Selain diperuntukkan bagi pegawai dan mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di RSUD Ulin, Faisal berharap kedepannya perpustakaan RSUD Ulin ini juga bisa menjadi perpustakaan umum yang bisa dimanfaatkan oleh pengunjung yang datang.
“Untuk itu kami akan representatifkan ruang perpustakaan kami, sehingga mampu menarik minat masyarakat untuk berkunjung ke perpustakaan RSUD Ulin,” jelasnya.
Tidak hanya itu, pihaknya juga berencana untuk menyediakan pojok baca bagi pengunjung, hal ini sebagai bentuk dukungan RSUD Ulin terhadap program peningkatan literasi dan minta baca yang digalakan oleh Dispersip Kalsel.
“Karena pojok baca ini program dari Dispersip Kalsel, kami pun tentunya sangat mengharapkan juga ada di RSUD Ulin. Semoga hal ini bisa terealisasi dalam waktu cepat,” pungkasnya. (DISPERSIPKALSEL-NRH/RDM/RH)