Komisi XI DPR RI Minta Pemprov Kalsel Serius Tangani Stunting

BANJARBARU – Rombongan Komisi IX DPR RI yang dipimpin Wakil Ketua Komisi IX Nihayatul Wafiroh, melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Kalimantan Selatan. Kunker kali ini dalam rangka Reses Masa Persidangan I Tahun Sidang 2022-2023 dalam Bidang Kesehatan dan Ketenagakerjaan.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Nihayatul Wafiroh (kanan), saat sesi wawancara didampingi Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setdaprov Kalsel, Nurul Fajar Desira (kiri)

Berpusat di ruang Aberani Sulaiman Setdaprov Kalsel, Banjarbaru, Selasa (11/10), Nihayatul mengatakan, pada kunker yang dihadiri sejumlah Kepala SKPD serta pimpinan lembaga terkait lainnya ini, didapatkan banyak catatan terutama dibidang kesehatan dan juga ketenagakerjaan, misalnya prevelensi stunting Kalsel yang masih cukup tinggi yakni diatas 30 persen. Padahal pemerintah pusat memiliki mimpi agar di 2024 angka stunting bisa turun hingga 13 persen.

Selain itu, lanjut Nihayatul, angka kematian ibu dan angka kematian bayi di Kalsel juga masih memprihatinkan. Dimana menurutnya, hal ini sering terjadi akibat tingginya angka pernikahan dini.

“Tadi kalau tidak salah ada 26 atau 28 per 100 ribu kelahiran. Nah ini pasti relatif dengan pernikahan dini, pernikahan dini biasanya itu pasti efeknya pada angka kematian ibu dan angka kematian bayi,” ucapnya.

Ia berharap ada keseriusan pemerintah daerah dalam penanganan stunting di Kalsel, sehingga target penurunan stunting di 2024 benar-benar bisa terealisasi.

Sementara itu, Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, melalui Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setdaprov Kalsel, Nurul Fajar Desira mengatakan, stunting sangat berpengaruh pada kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang merupakan modal investasi bagi pembangunan daerah.

Oleh sebab itu diakuinya, pembangunan SDM juga menjadi fokus kerja utama Pemprov Kalsel sembari menekan angka prevelensi stunting.

Bahkan jika melihat grafik Indek Pembangunan Manusia (IPM), lanjutnya, ada peningkatan kualitas SDM yang ditunjukkan dari IPM Kalsel yang terus meningkat dari 69,05 tahun 2016 menjadi 71,28 di tahun 2021.

“Hal ini penting, mengingat fase bonus demografi di Kalsel diperkirakan mencapai puncaknya di tahun 2036. Artinya kita memiliki waktu kurang dari 10 tahun untuk meningkatkan kualitas daya saing manusia yang bisa berbicara di tingkat global,” ucapnya.

Selain itu, diakuinya, Pemprov Kalsel juga menyadari bahwa salah satu kunci pembangunan SDM yakni pendidikan dan kesehatan. Untuk itu Pemprov Kalsel juga terus berupaya memperluas akses dan keterjangkauan pendidikan dengan membangun unit-unit sekolah.

“Pemprov Kalsel juga terus meningkatkan kualitas dan kapasitas pelayanan kesehatan, misalnya dengan membangun jejaring kerjasama dengan rumah sakit harapan kita untuk membangun pusat pelayanan jantung terpadu,” tutupnya. (SYA/RDM/RH)

Disdag Kalsel Pantau Stand Pameran MTQ Nasional Kalsel Expo 2022

BANJAR – Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan, melakukan pemantauan stand pameran Musabaqah Tilawatil Qur’an Kalsel Expo tingkat Nasional, di Alun-Alun Ratu Zaleha Kota Martapura, Kabupaten Banjar, Kalsel, sehari jelang pembukaan.

Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan Birhasani, kepada Abdi Persada FM, pada Selasa (11/10) menjelaskan, saat ini stand pameran Musabaqah Tilawatil Qur’an Kalsel Expo tingkat Nasional, sudah hampir 95 persen selesai, para peserta masing-masing sudah mempersiapkannya sejak satu minggu yang lalu.

“Ada sebanyak 190 stand pameran yang ikut berpartisipasi,” katanya

Birhasani menjelaskan, dalam peninjauan ini, pihaknya bersama Protokoler Kemenag, serta meninjau Media Center dan Abdi Persada FM, terkait persiapan pembukaan stand pameran Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Kalsel Expo tingkat Nasional, pada Rabu besok (12/10) Jam 11.00 WITA.

“Semua stand sudah hampir 100 persen sudah siap, untuk meramaikan MTQ Kalsel Expo tingkat Nasional tahun 2022 ini,” katanya

Birhasani sebagai Ketua Koordinator Bidang Pameran MTQ Kalsel Expo tingkat Nasional ini menambahkan, para peserta stand pameran akan dipilih yang terbaik nantinya, yaitu mendapatkan hadiah di saat penutupan pameran, pada Minggu malam (16/10) dengan tujuh kategori stand terbaik diantaranya, kategori Pemerintah Provinsi Kalsel dan Luar Daerah, kategori Kabupaten Kota, para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah, Badan Umum Milik Daerah, Badan Umum Milik Nasional dan Swasta, serta beberapa Organisasi, sehingga bisa dipersiapkan untuk memberikan penampilan terbaiknya di stand masing-masing.

“Penilaian stand terbaik akan dilakukan oleh Tim Penilai Independen dari unsur Perguruan Tinggi dan seniman/ Budayawan daerah,” tutupnya

Untuk diketahui, Pameran Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Kalsel Expo tingkat Nasional ini, akan dibuka secara resmi pada Rabu 12 Oktober 2022, yang akan berlangsung hingga 16 Oktober 2022, dari Jam 10.00 – 22.00 WITA. (NHF/RDM/RH)

Semarakkan MTQN ke 29, Bangun Banua Siapkan Warung Kopi Gratis di Kiram

BANJARMASIN – Dalam rangka menyemarakkan Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Nasional ke 29, PT Bangun Banua Kalimantan Selatan (Kalsel) menyiapkan warung kopi gratis di Kiram Kabupaten Banjar.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PT Bangun Banua Kalsel, HM Bayu Budjang menyampaikan hal itu sesuai dengan arahan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor agar seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) maupun Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) lingkup Pemprov Kalsel untuk turut serta berpartisipasi dalam rangka memeriahkan pelaksanaan MTQN ke 29.

“Kami akan menyiapkan warung yang menyediakan minuman dan makanan gratis bagi para pengunjung MTQN di Kiram nanti. Hal ini sebagai salah satu upaya PT Bangun Banua untuk memanjakan masyarakat yang hadir disana,” katanya kepada wartawan, Selasa (11/10).

Tidak hanya PT Bangun Banua, lanjut Bayu, masih banyak lagi SKPD baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota di Kalsel turut serta menyemarakkan gelaran event nasional yang berlangsung dari 12 – 19 Oktober 2022 mendatang.

Bayu berharap pelaksanaan MTQ Nasional ke 29 ini berjalan lancar dan kondusif. Terlebih rencananya akan dihadiri oleh Presiden RI Joko Widodo.

“Semoga sukses penyelenggaraan, sukses prestasi dan membanggakan Banua Kalsel,” harapnya. (NRH/RDM/RH)

27 Provinsi se-Indonesia Ikuti Parade Pawai Taaruf MTQ Nasional XXIX di Kalsel

BANJAR – Ribuan masyarakat Kalimantan Selatan dan pelajar memadati depan kantor Bupati Kabupaten Banjar, Kalsel untuk menyaksikan kegiatan Pawai Taaruf bagian dimulainya MTQ Nasional ke-29 yang dilaksanakan dari 10 – 19 Oktober 2022.

Mulai dari anak-anak usia sekolah, remaja, hingga masyarakat sangat antusias menyaksikan Pawai Ta’aruf, bahkan mereka rela berdesak desakan dibawah teriknya matahari untuk menyaksikan rombongan Kafilah peserta MTQN pada Selasa (11/10).

Pawai taaruf dibuka secara resmi oleh Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, yang dihadiri Bupati Kabupaten Banjar Syaidi Mansyur, Walikota Banjarbaru Aditya Mufti Arifin, Kepala SKPD Lingkup Pemerintah Provinsi, Kabupeten dan Kota se-Kalsel, serta perwakilan kepala daerah tingkat provinsi Se-Indonesia yang mengikuti kegiatan pawai taaruf ini. Pawai ta’aruf yang diikuti oleh 27 Provinsi se-Indonesia, 13 kabupaten/kota, dan sejumlah BUMD serta Organisasi Masyarakat di Kalimantan Selatan ini, diselenggarakan dalam rangka memeriahkan gelaran Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXIX Kalsel dengan menonjolkan nuansa ciri khas dari setiap provinsi atau daerah masing-masing.

Pembukaan pawai taaruf oleh gubernur Kalsel sahbirin Noor

Dalam sambutannya, gubernur yang akrab disapa Paman Birin ini menyampaikan, dengan dibukanya pawai taaruf maka menandakan kesiapan Provinsi Kalsel dalam menggelar event MTQ Nasional ke 29, serta menjaga hubungan tali silaturahmi dan kepedulian sosial antar rakyat Indonesia. Sehingga diharapkan para Khafilah dapat saling mendukung kesuksesan pergelaran MTQ Nasional yang sudah 50 tahun tidak diselenggarakan.

“Hari ini kita merasakan bersama suasana persaudaraan dan saling kenal meski di tengah perbedaan. Kita menyaksikan pertunjukan dari berbagai provinsi dan lembaga yang melambangkan kebaikan, silaturahmi, dan kekompakan untuk menghidupkan syiar Islam,” ungkap Paman Birin.

Paman Birin menambahkan, Pelaksanaan Pawai Ta’aruf merupakan kegiatan yang menampilkan budaya masing-masing provinsi se-Indonesia juga melambangkan Hubungan antara sesama manusia. Sehingga Masyarakat Kalsel diharapkan, dapat ikut mensukseskan kegiatan MTQ Nasional dengan berdatang untuk melihat event MTQ Nasional tahun 2022 ini.

“Pawai Ta’aruf juga menjadi sarana memperkenalkan budaya dan kesenian Islam, keberagaman budaya dan seni Islam merupakan pengingat pesan kebaikan dan fitrah kemanusiaan,” lanjut Paman Birin.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalsel Muhammad Syarifuddin menyampaikan, sebagai bentuk apresiasi terhadap peserta, pihaknya akan memberikan uang pembinaan, piagam penghargaan, dan tropi kepada provinsi yang berhasil masuk peringkat 1, 2, dan 3.

“Kami bersyukur pawai ta’aruf ini berjalan dengan lancar meskipun tidak semua perwakilan dari program provinsi peserta MTQ Nasional XXIX bisa mengikutinya,” tutup Syarifuddin. (MRF/RDM/RH)

Dishub Kalsel Survey Venue MTQN

BANJARMASIN – Dinas Perhubungan Kalimantan Selatan melakukan survey venue menjelang pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an tingkat Nasional, ke 29 tahun 2022.

Suasana survey venue MTQN di halaman Masjid Jami Banjarmasin

Kepada Abdi Persada FM, Kepala UPT Terminal Type B Dinas Perhubungan Kalimantan Selatan, Tomi Hariadi, pada Selasa (11/10) mengatakan, survey dilakukan untuk mengetahui berbagai persiapan menjelang pelaksanaan lomba Musabaqah Tilawatil Quran tingkat Nasional, yaitu khususnya dua Masjid di Banjarmasin, mulai dari kelancaran arus lalu lintas dan tempat parkir, agar memudahkan kedatangan Dewan Hakim, dan para kafilah.

“Kita survey hari ini di dua Masjid yaitu Masjid Jami dan Masjid Sabilal Muhtadin,” ucapnya.

Tomi menjelaskan, untuk kesiapan di Masjid Jami sendiri, sudah hampir 90 persen, mulai dari kondisi panggung, lahan parkir, dan keterlibatan sepenuhnya dari semua pihak, ini berharap perlombaan Musabaqah Tilawatil Quran tingkat Nasional, dapat berjalan dengan lancar dan sukses hingga 19 Oktober 2022.

“Kami ingin pastikan antisipasi sejak dini, agar tidak terjadi kemacetan arus lalu lintas, terutama saat pelaksanaan MTQN,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Yayasan Al Jami Banjarmasin, Radiansyah, menjelaskan, saat ini pihaknya terus menjalin koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kalsel, Lurah dan Camat setempat, Kepolisian serta TNI, terkait pelaksanaan lomba Musabaqah Tilawatil Quran tingkat Nasional di Masjid Jami, agar kegiatan berjalan aman lancar dan tentunya akan sukses.

Sekretaris Yayasan Al Jami Banjarmasin, Radiansyah

“Sejak mendapat surat resmi dari Pemprov Kalsel, kita langsung memaksimalkan dengan semua pengurus mulai dari membersihkan halaman Masjid, melakukan pengecatan dan memasang umbul-umbul,” katanya.

Disampaikan Radiansyah, pihaknya juga membentuk panitia tim koordinasi, diluar dari event organiezer (EO), yang bertugas seperti kesiapan parkir dan menjaga keamanannya, serta relawan yang bertugas membersihkan sampah, ada sebanyak 25 orang.

“Parkir sudah disiapkan untuk kafilah, dewan hakim, dan panitera sehingga dipastikan tidak ada kendala di lapangan,” tutupnya.

Untuk diketahui, halaman Masjid Jami, menjadi salah satu venue MTQN ke – 29, untuk Cabang Hifzil Qur’an golongan 10 Juz dan 20 Juz, lomba dimulai Kamis – Minggu pada Jam 08.00 – 17. 00 WITA, sedangkan Finalnya pada Senin (17/10), berlokasi di Jalan Masjid Jami RT 03 RW 01 Nomor 01, Kelurahan Antasan Kecil Timur, Kecamatan Banjarmasin Utara. (NHF/RDM/RH)

Banjarmasin Kini Miliki Posyandu Kesehatan Jiwa Baiman

BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin meresmikan Posyandu Kesehatan Jiwa yang dilakukan langsung peresmiannya oleh Walikota Banjarmasin Ibnu Sina, Senin (11/10).

Walikota Banjarmasin Ibnu Sina

“Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Jiwa Se Dunia di Tahun 2022 ini, Pemerintah Kota Banjarmasin meresmikan Posyandu Kesehatan Jiwa, yang berlokasi di Rumah Singgah Baiman Banjarmasin,” ungkapnya, kepada sejumlah wartawan.

Menurut Ibnu, saat ini untuk posyandu kesehatan jiwa tersebut, sudah ada pasien yang menjalani perawatan. Dari tingkat yang paling ringan, seperti susah tidur. Sehingga, diperlukan ke hati-hatian.

Oleh karena itu, lanjut Ibnu, pihaknya mengajak warga Kota Banjarmasin, untuk bersama-sama menjaga kesehatan jiwa.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengklaim Posyandu Kesehatan Jiwa Rumah Singgah Baiman, merupakan satu-satunya yang ada di Provinsi Kalimantan Selatan.

“Posyandu kesehatan jiwa yang ada di Kota Banjarmasin ini, nantinya sebagai pintu masuk untuk pasien di tempat tersebut,” jelasnya.

Atau, tambah Ibnu, perawatan sementara bagi pasien pasien yang mengalami gangguan jiwa, sebelum dirujuk ke rumah sakit jiwa untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

“Pada posyandu kesehatan jiwa tersebut, dilengkapi dengan tenaga medis, seperti dokter jiwa, perawat, serta lainnya,” ucap Ibnu. (SRI/RDM/RH)

BPKP: Risiko Strategis dan Operasional Pemilu Serentak Tahun 2024 Harus Dimitigasi Sejak Dini

BANJARMASIN – Manajemen risiko dalam Pemilihan Umum Serentak tahun 2024 sangat penting dilakukan untuk memitigasi risiko strategis dan operasional. Hal itu disampaikan Kepala Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Kalimantan Selatan Rudy M. Harahap, kepada anggota dan sekretaris Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalimantan Selatan dan seluruh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten/Kota di wilayah Provinsi Kalimantan Selatan, pada Rapat Koordinasi Dukungan Pelaksanaan Tahapan Pemilu dan Pemilihan Serentak tahun 2024 di salah satu hotel berbintang di Banjarmasin, akhir pekan tadi.

Rudy menyampaikan, bahwa pemahaman tentang risiko dan cara mengelola risiko yang tepat sangat krusial dalam proses Pemilu Serentak 2024. Karena itu, melalui pendekatan Strategic Risk Management, Alumnus Auckland University of Technology (AUT) di Selandia Baru itu menjelaskan, bahwa perlu adanya pembagian penanganan risiko berdasarkan level risiko, mulai dari risiko strategis milik Komisioner KPU hingga risiko operasional milik Sekretariat KPU.

“Pembagian risiko ini penting diterapkan guna menentukan respon terhadap risiko strategis dan risiko operasional yang telah diidentifikasi,” ucapnya.

Dalam mengidentifikasi risiko, pada pelaksanaan Pemilu Serentak tahun 2024, pihak KPU Provinsi Kalimantan Selatan dan dan KPU Kabupaten/Kota di wilayah Provinsi Kalimantan Selatan harus berpedoman kepada peristiwa di masa lalu yang bisa menjadi risiko di masa depan.

“Di KPU Provinsi, peristiwa di masa lalu yang menjadi risiko saat ini adalah keterbatasan waktu pengadaan barang/jasa, kekurangan jumlah logistik vital, dan ketidaksesuaian spesifikasi logistik. Sementara pada KPU Kabupaten/Kota peristiwa di masa lalu yang menjadi risiko saat ini adalah keterlambatan pelaksanaan pengadaan barang/jasa, ketidaktersediaan anggaran, penyelewengan dana, dan pertanggungjawaban keuangan yang tidak memadai,” imbuhnya.

Oleh karena itu, Rudy menegaskan bahwa seluruh KPU Daerah di wilayah Provinsi Kalimantan Selatan, baik KPU Provinsi maupun KPU Kabupaten/Kota, harus mempunyai strategi untuk menyukseskan Pemilu Serentak tahun 2024 dengan menerapkan Governansi dan Manajemen Risiko, baik atas Risiko Strategis maupun Risiko Operasional.

Menutup pengarahannya, Rudy berharap dengan Governansi dan Manajemen Risiko, pelaksanaan Pemilu Serentak tahun 2024 sebagai wujud demokrasi dapat dilaksanakan dengan sukses dan sesuai dengan tujuan pelaksanaannya, yaitu berjalan sistem yang demokratis, tepat waktu, serta efisien dan efektif. (BPKPKalsel-RIW/RDM/RH)

Verifikasi Peserta, Registrasi Ulang MTQ Nasional XXIX Manfaatkan Teknologi Digital

BANJARBARU – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXIX di Kalimantan Selatan, dimulai dengan proses registrasi ulang peserta. Registrasi dilaksanakan di Asrama Haji Banjarbaru, mulai Senin (10/10) malam hingga Selasa (11/10).

Ditemui di Asrama Haji Banjarbaru, Kasubdit Lembaga Tilawah dan Musabaqah Al-Qur’an dan Al-Hadits Kemenag RI, Rijal Ahmad Rangkuty menjelaskan, registrasi ulang merupakan salah satu proses terpenting dalam MTQ Nasional. Proses ini dilakukan dengan memanfaatkan teknologi digital.

“Sebanyak 1.676 calon peserta dari 34 provinsi mulai melakukan registrasi ulang mulai Senin (10/10) sampai Selasa (11/10) malam. Semua data dicek satu per satu,” ungkap Rijal.

Verifikasi data peserta ini, dilaksanakan dengan mencocokkan data calon peserta yang didaftarkan sebelumnya pada aplikasi e-MTQ.

“Verifikasinya dengan menempelkan sidik jari pada _finger print_, lalu semua data terbaca,” lanjut pria yang hafal 30 juz Al-Qur’an ini.

Terjadwal melakukan registrasi ulang pada Senin (10/10) malam sebanyak 8 provinsi. Meliputi Sumatera Barat (Sumbar), Nusa Tenggara Barat (NTB), Sumatera Utara (Sumut), Kalimantan Timur (Kaltim), Maluku, Jawa Timur (Jatim), dan Sulawesi Tenggara (Sultra). Sementara sisanya dilanjutkan pada Selasa (11/10) mulai jam 09.00 WITA. Meja registrasi dibagi ke dalam 8 bagian sesuai cabang musabaqah.

“Penggunaan teknologi merupakan bagian dari implementasi Transformasi Digital yang menjadi program prioritas Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas. Kita akan terus melakukan perbaikan hingga seluruh peserta yang terlibat dalam MTQ sahih datanya,” pungkas Rijal. (RIW/RDM/RH)

Bank Kalsel Lewati Triwulan III Dengan Mencatatkan Kinerja Positif

BANJARMASIN – Bank Kalsel terus mencatatkan kinerja positifnya. Terhitung sejak awal tahun 2022, Bank Kalsel terus berakselerasi baik di kancah daerah maupun nasional dengan menghasilkan capaian optimal terhadap target yang diharapkan.

Langkah-langkah strategis yang telah ditetapkan Bank Kalsel di tahun 2022, sejauh ini terbukti berhasil memberikan hasil positif terhadap kinerja.

Adapun strategi tersebut diterjemahkan dalam tiga fokus strategi. Pertama, Optimalisasi Pendapatan, sebagai upaya mempertahankan rentabilitas dalam tingkatan wajar, dimana salah satunya adalah dengan menjaga dan meningkatkan performa aset-aset bank yang potensial mendukung pendapatan bisnis.

Bank Kalsel berhasil menunjukkan hasil menggembirakan. Posisi aset per 30 September 2022 adalah sebesar Rp18,52 triliun, mampu tumbuh sebesar 18,76 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sebesar Rp15,59 triliun (yoy).

“Hal ini juga ditunjang dari meningkatnya Dana Pihak Ketiga (DPK), dimana per 30 September 2022 mampu mencatatkan sebesar Rp14,96 triliun atau tumbuh 19,31 persen dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp12,54 triliun (yoy),” beber Hanawijaya, Direktur Utama Bank Kalsel.

Sebagai informasi, rincian pencapaian untuk DPK antara lain meliputi Giro, Tabungan dan Simpanan Berjangka. Per tanggal 30 September 2022, Giro berhasil mencatatkan pencapaian sebesar Rp5,96 triliun, tumbuh 37,85 persen dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp4,33 triliun (yoy).

Untuk Tabungan, mencatatkan capaian sebesar Rp3,85 triliun, tumbuh 6,72 persen dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp3,61 triliun (yoy). Sedangkan Simpanan Berjangka, berhasil tumbuh sebesar 11,74 persen dimana per tanggal 30 September 2022 mencatatkan capaian sebesar Rp5,14 triliun, lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp4,60 triliun (yoy).

Kedua, Efisiensi Biaya, yakni meminimalkan/mengoptimalkan pos-pos pengeluaran berdasarkan skala prioritas. Biaya – biaya yang akan dikeluarkan disusun berdasarkan skala prioritas, yang memang penting dan berdampak dalam mendukung kinerja bank.

“Strategi yang kami bangun, berhasil memberikan dampak efektif dalam kinerja kami, dimana per 30 September 2022, Bank Kalsel mampu mencatatkan BOPO sebesar 73,76 persen dibanding tahun sebelumnya sebesar 77,15 persen (yoy). Hal ini menunjukkan, Bank Kalsel telah berhasil menekan biaya-biaya yang timbul sesuai dengan skala prioritas yang dibutuhkan perusahaan. Imbas dari langkah ini, per 30 September 2022 Bank Kalsel berhasil mencatatkan Laba sebesar Rp317,58 miliar lebih tinggi dibanding perolehan tahun sebelumnya sebesar Rp286,92 miliar (yoy) atau tumbuh sebesar 10,68 persen,” terang Hanawijaya.

Ketiga, Menjaga Kualitas Kredit yang berkualitas baik dan mengoptimalkan penagihan. Hal ini penting dilakukan dalam rangka memastikan kinerja kredit Bank Kalsel selalu berada dalam kondisi comply.

“Untuk kredit dan pembiayaan, Bank Kalsel mampu mencatatkan sebesar Rp12,20 triliun di posisi 30 September 2022, dengan kontribusi Kredit Produktif sebesar Rp5,75 triliun atau 47,14 persen dan Kredit Konsumtif sebesar Rp6,44 triliun atau 52,85 persen. Catatan tersebut meningkat 12,53 persen jika dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp10.84 triliun (yoy).

“Raihan ini turut menjadi salah satu faktor keberhasilan Bank Kalsel dalam menjaga Peringkat Komposit di level 2, dimana NPL (gross) berada di posisi 3,52 persen lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya yakni 3,96 persen (yoy). Ini mengindikasikan, Bank secara umum Sehat,” tukas Hanawijaya.

Atas pencapaian kinerja tersebut, tentunya patut disyukuri, dimana meskipun banyak dipengaruhi keadaan ekonomi global yang tidak menentu, kondisi kinerja keuangan Bank Kalsel tetap mampu bertumbuh positif.

Upaya pemenuhan Modal Inti Minimum (MIM) yang ditetapkan regulator sebesar Rp3 triliun per 31 Desember 2024, menunjukkan progress yang positif, dimana per 30 September 2022 mencatatkan Modal Inti sebesar Rp2,02 triliun, dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp1,94 triliun (yoy).

“Pada kesempatan ini, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh Pemegang Saham, Gubernur dan Bupati/Walikota se-Kalimantan Selatan serta DPRD Provinsi maupun Kabupaten/Kota se-Kalsel yang senantiasa memberikan dukungan, khususnya dalam upaya pemenuhan kewajiban yang ditetapkan regulator. Tak lupa saya ucapkan juga terima kasih kepada seluruh Insan Bank Kalsel yang sudah memberikan kinerja terbaiknya dalam upaya meningkatan pencapaian Bank Kalsel,” pungkas Hanawijaya. (ADV-RIW/RDM/RH)

Sambut Kafilah MTQN ke-29, Paman Birin : Selamat Datang di Kalsel Babussalam

BANJARMASIN – Ahlan wa sahlan, selamat datang di Kalimantan Selatan Babussalam. Ucapan itu disampaikan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor menyambut kedatangan para kafilah dari seluruh provinsi di Indonesia yang akan mengikuti MTQ Nasional ke-29.
Paman Birin, sapaan akrab Gubernur Sahbirin Noor, mengaku senang bisa menerima dan menyambut ribuan tamu yang menjadi peserta kafilah MTQ. Sejak dua hari lalu sebagian besar peserta telah berdatangan ke Kalsel.

“Ada rasa senang dan bahagia Kalsel bisa menjadi tuan rumah MTQ nasional. Selamat datang di Kalsel Babussalam. Semoga Banua kita bisa menjadi pintu selamat bagi semua tamu yang datang di Provinsi Kalsel, pintu gerbang ibu kota Negara baru,” kata Paman Birin.

Menurutnya, Kalsel Babussalam memiliki makna filosofis sekaligus nilai budaya yang melekat sejak masa dulu. Urang Banjar, ujar Paman Birin, memiliki tradisi yang kuat dalam menjaga dan mempertahankan nilia-nilai religius dalam kehidupan. Tradisi dan kebiasaan itu masih bertahan dan menjadi kepercayaan bahwa Tanah Banjar bisa membawa keselamatan dan keberkahan.

“Itulah mengapa ada ulama besar kita pernah menyebut Kalsel dengan ungkapan kalian selamat. Tentu apa yang disampaikan tuan guru dan ulama kita itu bukan sekadar ungkapan tanpa makna. Kalsel yang dimaknai dengan arti kalian selamat, sebenarnya adalah harapan dan doa dari tetuha dan tuan guru kita agar semua warga Banua bisa selamat. Tak hanya di dunia, tapi juga kehidupan akhirat,” kata Paman Birin.

Karena itu, Paman Birin berharap pelaksanaan MTQ tidak hanya sekadar seremoni yang menjadi kegiatan rutin tahunan saja. Tapi harus bisa memberi kesan mendalam untuk membumikan dan melestarikan tradisi membaca Alquran dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Semoga MTQ menjadi pengingat dan penggugah hati kita untuk menjaga tradisi dan nilai religius budaya Banjar. Karena dari bahari dulu, orang tua dan guru-guru mengaji kita mengajarkan bahwa hidup itu mencari selamat, di dunia dan akhirat. Ajaran dan petuah itu, hingga kini masih menjadi pedoman hidup bagi Urang Banjar,” ujar Paman Birin yang sering melakukan safari tadarus Alquran setiap bulan Ramadan ini.

Kalsel Babussalam sejalan dengan Visi Kalimantan Selatan 2021-2026, yaitu Kalsel Maju sebagai Gerbang Ibu Kota Negara. Maju yang merupakan singkatan dari makmur, sejahtera dan berkelanjutan, juga memiliki makna terus bergerak ke depan.

“Dengan semangat Kalsel Babussalam Maju, mari kita tanamkan semangat untuk menjadikan Banua kita sebagai pintu keselamatan,” harapnya.

Sementara Kadis Kominfo Kalsel, Muhammad Muslim, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan MTQ telah dimulai. Sebagai tuan rumah, Pemprov Kalsel juga telah menyiapkan rangkaian agenda pelaksanaan MTQ.

“Pada Selasa malam dilakukan malam ta’aruf di Siring 0 Km Banjarmasin. Pada hari Selasa paginya dilakukan Pawai Ta’aruf, dimulai dan finish di Masjid Al Karomah Martapura. Pada Rabu malamnya dilakukan pembukaan MTQ oleh Bapak Presiden,” jelas Muslim.

Muslim mengajak seluruh masyarakat Kalsel untuk ikut memeriahkan rangkaian kegiatan MTQ yang dipusatkan di Martapura dan Kiram Park. Pemprov Kalsel juga menggelar pameran MTQ dan halal food selama kegiatan MTQ berlangsung.

“Mari kita meriahkan dan sukseskan rangkaian kegiatan MTQ nasional. Semoga Kalsel bisa menjadi tuan rumah yang baik untuk para kafilah yang datang dari seluruh provinsi di Indonesia,” harap Muslim. (PWI.KALSEL-RDM/RH)

Exit mobile version