Wujudkan Tata Kelola Arsip Sesuai Kaidah, Dispersip Kalsel Gelar Bimtek Arsip Aktif

BANJARBARU – Demi menjamin penyelenggaraan kearsipan di Kalimantan Selatan (Kalsel) berjalan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku, Dinas Perpusatakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Selatan (Dispersip) Kalsel menyelenggarakan bimbingan teknis (bimtek) tentang pengolaan arsip aktif.

Suasana Bimtek Pengelolaan Arsip Aktif di salah satu hotel kota Banjarbaru

Diselenggarakan di salah satu hotel di kota Banjarbaru, Rabu (26/10), bimtek diikuti oleh ratusan arsiparis dan pengelola arsip dari berbagai organisasi. Mulai dari organisasi masyarakat, organisasi politik hingga organisasi pemerintah.

Kepala Dispersip Kalsel, Nurliani Dardie mengatakan, arsip aktif sampai sekarang masih digunakan sebagai salah satu rujukan maupun dasar pertimbangan suatu kebijakan pimpinan. Sehingga pengetahuan tentang tata kelola arsip aktif sangat diperlukan oleh seorang arsiparis dan pengelola arsip.

(ki-ka) Kepala Dispresip Kalsel, Nurliani Dardie didampingi Direktur Kearsipan Derah I ANRI, Rudi Anton

“Makanya kita mengajak seluruh arsiparis dan pengelola arsip dari SKPD dan UPTD di lingkungan Pemprov Kalsel. Selain itu kita juga libatkan yang dari Ormas, Orpol, BUMD dan perusahaan,” ungkapnya.

Penyelenggaraan bimtek ini diharapkannya mampu menjadi momentum untuk membangkitkan gairah sadar tertib arsip di Kalsel.

“Insyaallah ini juga menjadi langkah awal bagi kita agar penyelenggaraan kearsipan di Kalsel dilaksanakan sesuai prinsip, kaidah dan standar kearsipan,” terangnya.

Bimtek pengelolaan arsip aktif ini menghadirkan narasumber dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). Salah satunya Direktur Kearsipan Daerah I ANRI, Rudi Anton.

Rudi mengapresiasi upaya Pemprov Kalsel melalui Dispersip untuk menciptakan arsiparis dan pengelola arsip yang menguasai kearsipan sesuai kaidah perundang-undangan.

Sebab Ia mengaku di banyak tempat seringkali ditemui arsip aktif yang tidak tertata dan menumpuk. Hingga akhirnya dipindahkan ke tempat arsip inaktif tanpa keterangan daftarnya. Hal itu menurutnya merupakan ugent utama yang harus dibenahi oleh unit kerja di setiap organisasi.

“Kalau arsipnya sejak masih aktif sudah ditata dengan baik itu mengalirnya secara otomatis sampai pada akhirnya nanti arsip itu dimusnahkan atau masuk ke lembaga kearsipan,” ucapnya.

Tak hanya itu, kepedulian pimpinan instansi dalam tata kelola arsip aktif menurutnya juga sangat penting, mengingat arsip aktif bisa saja digunakan sebagai alat bantu pengambilan kebijakan.

“Jika kepedulian pimpinannya tinggi itu biasanya sangat peduli sekali dengan penataan arsip sejak arsip aktif, tapi kalau tidak, itu mereka (pimpinan) akan sadar ketika menyangkut masalah hukum baru nyari,” tutupnya. (SYA/RDM/RH)

Panen dan Tanam Cabai Hiyung Tapin, Wamentan: Upaya Bersama Kendalikan Inflasi

TAPIN – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Harvick Hasnul Qolbi melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan, pada Selasa (25/10). Setibanya di Tapin, Wamentan terlebih dahulu meninjau program padat karya produktif dan penyerahan kunci bedah rumah warga.

Kemudian dilanjutkan dengan panen dan tanam cabai pada lahan seluas 182 hektar di Desa Hiyung, Kecamatan Tapin Tengah. Kegiatan ini diikuti juga oleh Bupati Tapin Arifin Arpan, Plt Sekda Tapin, Syamsir Rahman, Kapolres AKBP Ernesto Saiser, Kajari Adi Fakhruddin, Dandim 1010 Tapin, Letkol Inf Andi Sinrang, Kepala Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Kalimantan Selatan Imam Subarkah, serta puluhan petani cabai Hiyung.

“Kegiatan ini dalam rangka upaya bersama mengendalikan inflasi, terutama pada komoditas pangan. Sampai September 2022 kemarin, inflasi di Indonesia masih relatif terkendali. Namun kita tetap tidak boleh lengah,” kata Wamentan dalam sambutannya.

Wamentan mengatakan cabai salah satu komoditas yang rentan inflasi. Oleh karena itu, Ia pun mengajak para petani agar terus meningkatkan produksi penanaman cabai hiyung untuk menekan laju inflasi.

Selain itu, Wamentan Harvick juga meminta agar pemerintah daerah memaksimalkan peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) serta hilirisasi pertanian.

“Saya sarankan juga kepada pak Bupati dan Gubernur untuk mengakselerasi hilirisasinya. Supaya off farm juga berkembang, bukan hanya on farm nya. Jadi nanti anak-anak mudanya tidak hanya di pertaniannya, tetapi juga di pengolahannya,” tuturnya.

Sementara itu, Bupati Tapin, Arifin Arpan mengungkapkan cabai menjadi sumber pendapatan masyarakat.

Selain itu, Ia menyebut bahwa Kabupaten Tapin merupakan daerah penyangga pangan nasional. Hal ini didukung dengan lahan pertanian yang cukup luas.

“Sektor pertanian kami cukup luas, ini akan kami mempertahankan, karena presiden sudah banyak membantu kami banyak, mulai dari bendungan sampai alsintan. Karena alam kita mayoritas pertanian,” ungkapnya.

Arifin mengatakan telah mengalokasikan 2 persen dari APBD atau sekitar Rp9 miliar untuk mengendalikan inflasi. Anggaran tersebut digunakan untuk belanja bantuan sosial, pemanfaatan tenaga kerja bagi yang terdampak inflasi, seperti program padat karya. (KEMENTAN-RIW/RDM/RH)

Wamentan Dorong Sektor Pertanian Kalsel Berkontribusi Bagi IKN Nusantara

BANJARMASIN – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Harvick Hasnul Qolbi mendorong sektor pertanian Kalimantan Selatan (Kalsel) untuk berkontribusi terhadap Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

Menurutnya, kontribusi komoditas pertanian tersebut mulai dari tanaman pangan, perkebunan, hingga lahan rawa.

“Kontribusi sektor pertanian Kalsel untuk IKN yang perlu didorong ada banyak, seperti rawanya, perkebunannya, tanaman pangan, sawitnya. Terus hilirisasinya juga yang tadi saya sampaikan,” kata Wamentan Harvick saat menghadiri Kuliah Umum pada program Pascasarjana di Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin, Senin (24/10).

Wamentan saat menjadi pembicara di ULM

Selain itu, Wamentan Harvick juga mendorong agar pemerintah daerah memaksimalkan peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sebagai off taker.

“Saya juga sampaikan ke pak Gubernur, segera BUMD-nya dimaksimalkan agar program-program pemerintah pusat ini bisa segera terserap,” tandasnya.

Sebagai informasi, selain mengisi kuliah umum di Universitas Lambung Mangkurat, kunjungan kerja Wamentan Harvick di Kalimantan Selatan ini dalam rangka mengakselerasi pembangunan pertanian untuk menyambut IKN Nusantara. Salah satunya mengendalikan inflasi dengan melakukan tanam cabai di Kabupaten Tapin.

“Besok (baca; Selasa) kita mau tanam dan panen cabai di Kabupaten Tapin. Yang kita lihat di Kalsel ini akan kami sampaikan ke pak Presiden mengenai kesiapan Kalsel soal Ibu Kota Nusantara ini,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Lambung Mangkurat, Prof. Dr. Ahmad menuturkan, bahwa Kalimantan Selatan merupakan gerbang bagi IKN Nusantara.

“Sehingga kita harus menjadi kota penyangga IKN Nusantara, seperti produk-produk pertanian dalam rangka memenuhi kebutuhan pangan,” tuturnya. (KEMENTAN-RIW/RDM/RH)

Progres Pembangunan Gedung DPRD Baru Banjarmasin Sudah 25 Persen

BANJARMASIN – Pembangunan gedung baru DPRD Banjarmasin yang berlokasi di samping gedung lama, Jalan Lambung Mangkurat sudah mulai terlihat hasilnya.

Suasana pembangunan gedung baru DPRD Banjarmasin

Pelaksana Proyek, Riduan, kepada sejumlah wartawan pada Selasa (25/10) mengatakan, sejak mulai dilakukan tahapan proyek pekerjaan pembangunan pada Agustus 2022 tadi, pihaknya membangun lantai dasar dan sudah sekitar 25 persen, kendala yang dihadapi saat ini terjadinya hujan hampir setiap hari.

Pelaksana proyek, Riduan

“Biasanya kita tunggu selesai hujan sekitar satu atau dua jam, baru dilanjutkan pekerjaan,” ungkapnya

Riduan menjelaskan, dalam pembangunan gedung baru DPRD Banjarmasin, ada sebanyak 30 orang pekerja, dimulai jam 08.00 – 22.00 WITA, untuk malam Jumat dan malam Minggu libur, ia berupaya pekerjaan akan selesai tetap waktu.

“Kami selalu tekankan SOP dalam APD, agar para pekerja tercipta keselamatannya,” tutup Riduan.

Untuk diketahui, pembangunan gedung baru DPRD Banjarmasin, berkonsep rumah Banjar bubungan tinggi dan gajah menyusu, dengan anggaran sekitar Rp40 miliar, direncanakan selesai tahun 2023 mendatang. Lantai dasar gedung baru itu, untuk tempat parkir, dan musala, lantai satu ruang aspirasi, disediakan ruangan pers, lantai dua ruang kerja komisi dan 41 anggota dewan, sedangkan lantai tiga ruang rapat besar serta empat ruang unsur pimpinan. (NHF/RDM/RH)

Disdag Kalsel Upayakan Kestabilan Bapok Melalui Pasmur

KOTABARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, berupaya dalam waktu jangka pendek melakukan pengendalian inflasi, melalui Pasar Murah untuk kestabilan harga dan ketersediaan bahan pokok.

Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan, Birhasani, kepada Abdi Persada FM, pada Selasa (25/10) menjelaskan, langkah jangka pendek saat ini yang paling tepat menjaga stabilitas dan kelancaran pasokan barang, khususnya bahan pokok, dalam bentuk pasar murah.

Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan, Birhasani, meninjau Pasmur

Sesuai arahan dari Gubernur Kalsel, pasar murah dilakukan ke seluruh Kabupaten dan Kota, bekerjasama TPID Kalsel, Pemda Kabupaten kota dan pelaku usaha.

“Bahan pokok yang dijual pada pasmur ini harganya jauh lebih murah, dibandingkan di pasar setempat,” jelasnya

Disampaikan Birhasani, saat ini kondisi ketersediaan bahan pokok masih aman, warga jangan terlalu khawatir, meski ada yang mengalami kenaikan harga akibat naiknya biaya ekspedisi, karena sebagian besar keperluan masyarakat di Kalsel, masih tergantung pasokan dari luar provinsi

“Bapok dari luar diantaranya gula, bawang, minyak goreng, kedelai, cabe, telur ras,dan tepung terigu,” ucapnya

Lebih lanjut Birhasani menambahkan, dalam kegiatan pasar murah yang berlokasi di sekitaran Pasar Kemakmuran Kotabaru, sebagai daerah sampel pencatatan inflasi di Kalsel, diikuti beberapa SKPD dilingkup Pemprov Kalsel seperti Dinas Perdagangan, Dinas Peternakan Pekerbunan, Dinas Tanaman Pangan Holtikultura, Dinas Kelautan dan Perikanan, kemudian Bulog, agen beras, selanjutnya Dinas Pertanian, Dinas Perikanan, Dinas Perdagangan Kabupaten Kotabaru, agen LPG 3Kg, dan BPR.

Suasana Pasar Murah di Pasar Kemakmuran Kabupaten Kotabaru

“Kami apresiasi antusias daya beli warga sangat tinggi dalam memberi bahan pokok seperti telur, bawang merah, bawang putih, migor, beras, sayur-sayuran, tepung, teh dan gas LPG 3kg,” tutupnya. (DISDAGKALSEL-NHF/RDM/RH)

Pra Popnas Zona 3 di Kalsel Akan Dibuka Gubernur

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pemuda dan Olahraga-nya terus melakukan memantapkan, untuk pelaksanaan Pra Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) Zona 3 di Kalsel. Salah satunya, untuk Open Ceremony.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan Hermansyah mengatakan, untuk pembukaan Pra Popnas di Provinsi Kalimantan Selatan akan dilaksanakan, pada Rabu 26 Oktober 2022, yang akan dibuka langsung oleh Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor.

“Untuk pembukaan Pra Popnas akan dibuka oleh Gubernur Sahbirin Noor, di Gelanggang Olahraga Remaja (GOR). Hasanuddin HM, di Banjarmasin,” ungkap Hermansyah, kepada sejumlah wartawan, Selasa (25/10). 

Saat ini, lanjut Hermansyah, pihaknya telah melakukan pematangan terhadap, pelaksanaan Kejuaraan Pra Popnas di Provinsi Kalimantan Selatan. Seperti, penjemputan kontingen, pengantaran ke hotel, pembukaan, serta tempat pertandingan telah siap semuanya.

“Untuk pemantapan pelaksanaan Pra Popnas Zona III di Kalsel telah siap untuk digelar,” jelasnya. 

Pada acara ceremony pembukaan Pra Popnas tersebut akan dimeriahkan dengan penampilan artis D’Masiv. 

“Untuk memeriahkan Pembukaan Pra Popnas Zona III di Kalsel, ada ada penampilan artis ibukota D’Masiv,” ungkapnya lagi. 

Hermansyah berharap, pelaksanaan Pra Popnas di Provinsi Kalimantan Selatan dapat berjalan lancar dan sukses. 

“Pelaksanaan Pra Popnas Zona III ini, merupakan miniatur kegiatan skala nasional, bahwa Provinsi Kalimantan Selatan telah siap untuk penyelenggaraan kegiatan olahraga tingkat nasional,” ujarnya. 

Selain itu, pihaknya berharap pada Pra Popnas Zona III ini, banyak meloloskan atlet Provinsi Kalimantan Selatan pada ajang Popnas tahun depan di Bangka Belitung. 

Pada Pra Popnas Zona 3 Tahun 2022 ini, diikuti tujuh provinsi di Indonesia, Kalsel, Kalteng, Kaltara, Yogyakarta, Bali, Jawa Tengah, dan Banten. (SRI/RDM/RH)

Kenaikan BBM dan Transportasi Picu Penambahan Angka Inflasi Secara Nasional

BANJARBARU – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi September 2022 secara nasional berada diangka 1,17 persen. Pemicu utama atas kenaikan ini didorong adanya penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan kelompok transportasi.

Angkutan transportasi ikut mendorong kenaikan inflasi secara nasional

Kepala BPS Pusat, Margo Yowono, memaparkan berdasarkan data yang didapatkan melalui hasil laporan Badan Pusat Statistik (BPS) di tingkat provinsi rata-rata penyebab terjadinya inflasi dipicu berdasarkan kenaikan bensin dan solar.

“Ini perlu menjadi kewaspadaan kita bersama khususnya di seluruh daerah,” ujarnya melalui virtual dalam rapat koordinasi bersama Mendagri RI terkait pengendalian Inflasi Indonesia di Daerah yang diikuti Pemprov Kalsel, di ruang Command Center (CC) Setdaprov, Senin (24/10) siang.

Disampaikannya pula, dampak lainnya juga terjadi di kelompok angkutan dalam kota dan tarif pada layanan kendaraan berbasis online. Sehingga, terjadi inflasi.

“Apabila dilihat dari Agustus hingga September terjadi minus sebesar 0,21. Yang mana, Juli lalu berada diangka 0,64 persen akibat kenaikan tarif angkutan udara dan produk hortikultura,” ungkapnya.

Berdasarkan data, menurutnya, energi dan bahan bakar minyak (BBM) menjadi pendorong atas angka inflasi selain kebutuhan pokok lainnya.

“Seperti gas LPG dan BBM non subsidi itu terjadi pada Januari naik sebesar 0,56 persen, Maret menjadi 0,66 persen meski minus 0,2 persen. Sedangkan April berada di kisaran 0,95 persen. Ini data berdasarkan month to month,” bebernya.

Sementara itu, Sekdaprov Kalsel, Roy Rizali Anwar, mengungkapkan, sesuai arahan Presiden RI atas instruksi langsung Mendagri Tito Karnvian tentu hal tersebut akan ditindaklanjuti pihaknya.

Sekdaprov Kalsel Roy Rizal Anwar (tengah) bersama jajaran TPID tengah mengikuti rakor pengendalian inflasi oleh Mendagri dan BPS Pusat

“Ini dilakukan Presiden setiap minggunya untuk memantau perkembangan inflasi di daerah dan kondisinya seperti apa agar setiap permasalahan bisa dipecahkan bersama-sama,” ucapnya.

Data BPS Provinsi mengungkap pada September 2022, Kalsel mengalami inflasi sebesar 1,42 persen. Pemicu terjadinya hal tersebut diakibatkan adanya kenaikan harga kelompok transportasi yakni angkutan antar kota. Disusul bensin, tarif air minum, LPG, daging ayam ras hingga kacang panjang.

“Langkah-langkah agar dapat menekan inflasi adalah terus berkomunikasi dengan TPID. Selain itu pengoptimalan penyaluran bansos dan BLT juga sebagai penunjangnya,” tutupnya. (RHS/RDM/RH)

Laka Kerja Jembatan Sulawesi II, DPRD Banjarmasin Rencanakan Gelar RDP

BANJARMASIN – Wakil Ketua Komisi III DPRD Banjarmasin Afrizaldi, kepada sejumlah wartawan, pada Senin sore (24/10) usai meninjau ke lapangan mengatakan, dengan terjadinya insiden yang menyebabkan kecelakaan kerja dalam pembangunan Jembatan Sulawesi II, dalam waktu dekat dijadwalkan rapat dengar pendapat (RDP), bersama Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Banjarmasin.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Banjarmasin, Afrizaldi

“Kami tidak ingin kejadian itu terulang kembali,” ucapnya

Disampaikan Afrizaldi, pihaknya secara pribadi turut berbelasungkawa atas kejadian naas yang menimpa korban, disebabkan girder beton tergelincir. Seharusnya setiap proyek pembangunan harus diutamakan Standar Operasional Prosedur (SOP) keselamatan kerja.

“Semoga tidak menjadi penghambat pekerjaan proyek, dan selesai sesuai batas waktu yang ditetapkan,” pintanya.

Lebih lanjut Afrizaldi menyarankan, setiap pekerjaan proyek pagar itu sebaiknya dipasangi kamera pengawas, bertujuan untuk memberikan kemudahan dalam pengawasan dilapangan.

“Ketika ada insiden bisa diketahui dari rekaman CCTV tersebut,” tutup Politisi PAN DPRD Banjarmasin.

Seperti ramai diberitakan, telah terjadi insiden kecelakaan kerja yang menyebabkan seorang pekerja meninggal dunia, saat pembangunan proyek Jembatan Sulawesi II Banjarmasin, pada Minggu (23/10), sekitar jam 14.40 WITA.

Suasana pembangunan Jembatan Sulawesi II

Pekerja bernama Kasim itu terhimpit girder beton yang terjatuh saat mau dipasang, korban sempat dievakuasi dan dilarikan ke RSUD Ulin Banjarmasin menggunakan ambulan relawan BPK setempat. Namun korban dinyatakan meninggal dunia. (NHF/RDM/RH)

Diskominfo Kalsel Gelar Maulid Nabi Muhammad SAW

BANJARBARU – Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Selatan (Diskominfo Kalsel) menggelar syukuran dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, di Lobi Diskominfo Kalsel, Senin (24/10).

Suasana peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Lobi Diskominfo Kalsel

Peringatan ini diikuti oleh seluruh pegawai termasuk mahasiswa yang sedang melaksanakan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di Diskominfo Kalsel.

Kepala Diskominfo Kalsel, Muhammad Muslim mengatakan, peringatan Maulid Nabi atau Kelahiran Nabi ini diharapkan dapat dijadikan momentum seluruh pegawai Diskominfo Kalsel untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan meneladani kisah dan sifat-sifat Rasulullah.

Kepala Diskominfo Kalsel, Muhammad Muslim (tengah), saat memberikan sambutan

“Kita punya tugas untuk mengabdi dan memberikan pelayanan kepada masyarakat, jadi dalam penerapannya kita juga harus meniru suri tauladan beliau (Rasulullah),” ucap Muslim.

Selain itu diakui Muslim, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan silaturahmi antar sesama pegawai.

Tak jarang seluruh pegawai dibuat tertawa lepas saat mendengar lelucon dari Ustadz Akhmad Supian Al-Banjari saat memberikan tausyiah pada kegiatan ini.

“Dengan begini mereka (pegawai Diskominfo Kalsel) bisa lebih refresh jadi kinerjanya juga semakin membaik,” terang Muslim.

Muslim menyebut pihaknya berencana terus menggelar kegiatan keagamaan serupa, agar dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan seluruh pegawai di Diskominfo Kalsel.

“Semoga seluruh pegawai di Diskominfo Kalsel mendapat hikmah dari setiap penyelenggaraan kegiatan seperti ini,” tutup Muslim. (SYA/RDM/RH)

Kejurprov National Paralympic Commiter Indonesia Kalsel Digelar

BANJARMASIN – Dinas Pemuda dan Provinsi Kalimantan Selatan memberikan dukungan terhadap Pelaksanaan Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) National Paralympic Commitee Indonesia (NPCI) di Sport Center NPC Kalsel. Kegiatan kejurprov NPC yang diselenggarakan mulai tanggal 21-23 Oktober 2022, di Banjarbaru.

Kejurprov NPCI Kalsel ini dibuka oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalsel Hermansyah, diwakili oleh Kabid Peningkatan Olahraga Prestasi, Muhammad Fitri Hernadi.

Kabag Peningkatan Prestasi Dispora Kalsel Fitri Hernandi

“Ini adalah ajang untuk pemanasan dan uji coba, semoga kegiatan ini dilaksanakan dan diikuti oleh atlet dengan baik,” ucap Fitri, kepada sejumlah wartawan, di Banjarmasin, Senin (24/10).

Fitri mengatakan, Kejurprov yang digelar ini, untuk menghadapi ajang Pekan Olahraga Paralimpik Provinsi (Peparprov) di Hulu Sungai Selatan akhir November mendatang.

“Kami berharap melalui kejurprov ini dapat menemukan lebih banyak atlet usia muda yang handal dari daerah,” ucap Fitri.

Pada Kejurprov NPCI Kalsel ini diikuti sebanyak 140 atlet pemula dari 13 Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Selatan.

Kejurprov tahun 2022 ini mempertandingkan empat cabang potensial penyumbang medali di nasional Yakni, Renang, Atletik, Menembak dan Panahan. (SRI/RDM/RH)

Exit mobile version