22 Juni 2024

LPPL Radio Abdi Persada 104,7 FM

Bergerak Untuk Banua

Kenaikan BBM dan Transportasi Picu Penambahan Angka Inflasi Secara Nasional

2 min read

Kenaikan BBM juga memicu penambahan angka inflasi secara nasional pada September 2022

BANJARBARU – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi September 2022 secara nasional berada diangka 1,17 persen. Pemicu utama atas kenaikan ini didorong adanya penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan kelompok transportasi.

Angkutan transportasi ikut mendorong kenaikan inflasi secara nasional

Kepala BPS Pusat, Margo Yowono, memaparkan berdasarkan data yang didapatkan melalui hasil laporan Badan Pusat Statistik (BPS) di tingkat provinsi rata-rata penyebab terjadinya inflasi dipicu berdasarkan kenaikan bensin dan solar.

“Ini perlu menjadi kewaspadaan kita bersama khususnya di seluruh daerah,” ujarnya melalui virtual dalam rapat koordinasi bersama Mendagri RI terkait pengendalian Inflasi Indonesia di Daerah yang diikuti Pemprov Kalsel, di ruang Command Center (CC) Setdaprov, Senin (24/10) siang.

Disampaikannya pula, dampak lainnya juga terjadi di kelompok angkutan dalam kota dan tarif pada layanan kendaraan berbasis online. Sehingga, terjadi inflasi.

“Apabila dilihat dari Agustus hingga September terjadi minus sebesar 0,21. Yang mana, Juli lalu berada diangka 0,64 persen akibat kenaikan tarif angkutan udara dan produk hortikultura,” ungkapnya.

Berdasarkan data, menurutnya, energi dan bahan bakar minyak (BBM) menjadi pendorong atas angka inflasi selain kebutuhan pokok lainnya.

“Seperti gas LPG dan BBM non subsidi itu terjadi pada Januari naik sebesar 0,56 persen, Maret menjadi 0,66 persen meski minus 0,2 persen. Sedangkan April berada di kisaran 0,95 persen. Ini data berdasarkan month to month,” bebernya.

Sementara itu, Sekdaprov Kalsel, Roy Rizali Anwar, mengungkapkan, sesuai arahan Presiden RI atas instruksi langsung Mendagri Tito Karnvian tentu hal tersebut akan ditindaklanjuti pihaknya.

Sekdaprov Kalsel Roy Rizal Anwar (tengah) bersama jajaran TPID tengah mengikuti rakor pengendalian inflasi oleh Mendagri dan BPS Pusat

“Ini dilakukan Presiden setiap minggunya untuk memantau perkembangan inflasi di daerah dan kondisinya seperti apa agar setiap permasalahan bisa dipecahkan bersama-sama,” ucapnya.

Data BPS Provinsi mengungkap pada September 2022, Kalsel mengalami inflasi sebesar 1,42 persen. Pemicu terjadinya hal tersebut diakibatkan adanya kenaikan harga kelompok transportasi yakni angkutan antar kota. Disusul bensin, tarif air minum, LPG, daging ayam ras hingga kacang panjang.

“Langkah-langkah agar dapat menekan inflasi adalah terus berkomunikasi dengan TPID. Selain itu pengoptimalan penyaluran bansos dan BLT juga sebagai penunjangnya,” tutupnya. (RHS/RDM/RH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Abdi Persada | Newsphere by AF themes.