18 Juli 2024

LPPL Radio Abdi Persada 104,7 FM

Bergerak Untuk Banua

Pemprov Kalsel Peringati Hari Otonomi Daerah ke-28 dan Hari Pendidikan Nasional

2 min read

Suasana peringatan Hari Otonomi Daerah ke-28 dan Hari Pendidikan Nasional di halaman kantor Setdaprov Kalsel

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melaksanakan upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional dan Hari Otonomi Daerah ke-28 tahun 2024, di halaman kantor Setdaprov Kalsel, Banjarbaru, Jumat (3/5).

Upacara dipimpin Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, dan diikuti sejumlah Pimpinan SKPD Pemprov Kalsel, dewan guru serta pelajar SMA Kalsel.

Dalam amanatnya Gubernur menyampaikan permintaan dari Mendagri tentang otonomi daerah (otda) yang merupakan hak daerah otonom untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan dalam sistem NKRI.

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor saat menyampaikan amanat dalam upacara peringatan Hari Otonomi Daerah ke-28 dan Hari Pendidikan Nasional

“Berangkat dari prinsip itulah, otda dirancang untuk mencapai dua tujuan utama yaitu kesejahteraan dan demokrasi,” kata Gubernur.

Selain itu desentralisasi menurut Gubernur akrab disapa Paman Birin diarahkan untuk memberikan pelayanan publik bagi masyarakat secara efektif efisien melalui terobosan kreatif dan inovatif.

Kebijakan pemerintahan pun, lanjut Paman Birin, dituntut dapat menerapkan kepada kearifan lokal atau kekhasan daerah untuk pemanfaatan segala potensi baik SDM maupun SDA dengan cara yang bijak dan berkelanjutan.

“Sesuai dengan tema Hari Otonomi Daerah tahun 2024 yakni Otonomi Daerah Berkelanjutan Menuju Ekonomi Hijau dan Lingkungan Yang Sehat,” ungkap Paman Birin.

Sementara itu, Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2024 mengangkat tema Bergerak Bersama, Lanjutkan Merdeka Belajar.

Menurut Paman Birin, tema tersebut menandakan bahwa program Merdeka Belajar masih ditekankan sebagai metode pembelajaran terbaik untuk mencetak SDM yang unggul dan berkualitas.

Paman Birin menceritakan tentang perjalanan Kemendikbudristek yang tidak mudah dalam mentransformasi sebuah sistem pendidikan dan mengubah perspektif tentang proses pembelajaran.

Saat masa transformasi itu pemerintah dihadapkan dengan pandemi yang mengubah pola dan perilaku masyarakat.

“Tetapi semua itu dapat dilalui dan perubahan pun sudah mulai dirasakan. Wajah baru pendidikan dan kebudayaan Indonesia sedang bangun bersama dengan Gerakan Merdeka Belajar,” ungkap Paman Birin.

Gerakan Merdeka Belajar sendiri dinilai mampu membuat anak-anak bermimpi karena mereka merasa merdeka saat belajar di kelas. Disamping itu guru-guru berani mencoba hal-hal baru karena mereka mendapatkan kepercayaan untuk mengenal dan menilai murid-muridnya.

Di sisi lain, pada mahasiswa bisa lebih mengekspresikan diri dengan berkarya dan berkontribusi, karena ruang untuk belajar tidak lagi terbatas di dalam kampus. Serta merayakan semarak karya-karya yang kreatif karena seniman dan pelaku budaya terus didukung untuk berekspresi.

“Selamat Hari Pendidikan Nasional kepada seluruh pejuang dan insan pendidikan di Banua, mulai dari perkotaan hingga pelosok pedesaan,” tutup Paman Birin. (SYA/RDM/RH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Abdi Persada | Newsphere by AF themes.