PIN Polio Resmi Dicanangkan, 540 Ribu Anak Jadi Sasaran di Kalsel

BANJARBARU – Pekan Imunisasi Nasional (PIN) polio resmi dicanangkan di Provinsi Kalimantan Selatan, pada Kamis (18/7). Pencanangan dilakukan Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor yang diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Roy Rizali Anwar, di salah satu hotel berbintang di Banjarbaru. Turut mendampingi pencanangan ini, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel, Raudatul Jannah dan ulama kharismatik, Guru Wildan.

Pencanangan PIN polio ditandai dengan pemberian vaksin kepada empat anak usia batita, balita dan usia 7 tahun, oleh Kepala Dinas Kesehatan, Acil Odah, Sekdaprov Kalsel, Guru Wildan dan Ketua Persatuan Dokter Anak Indonesia Provinsi Kalsel.

Sekdaprov didampingi Kadinkes Kalsel saat memberikan vaksin polio

Dalam laporannya, Acil Odah memaparkan bahwa imunisasi polio diberikan untuk anak usia 0 hingga 7 tahun sebanyak 2 dosis.

“Dosis pertama diberikan pada 23 hingga 26 Juli 2024. Sedangkan dosis kedua diberikan pada 6 hingga 12 Agustus 2024,” jelasnya.

Di jeda waktu antara pemberian vaksin dosis pertama dan kedua, menurut Acil Odah, pihaknya akan melakukan sweeping untuk memastikan bahwa setiap anak usia 0 hingga 7 tahun, sudah mendapatkan vaksin dosis pertama.

“Sweeping untuk dosis pertama dilakukan pada 30 Juli hingga 3 Agustus. Sedangkan sweeping untuk memastikan pemberian dosis kedua, pada 13 hingga 17 Agustus 2024,” urainya.

Saat ini menurut Acil Odah, sebanyak 1.473 dosis vaksin pertama sudah didistribusikan ke 13 kabupaten kota. Sehingga PIN polio di Kalimantan Selatan sudah dapat dimulai pada Selasa (23/7) mendatang.

Sementara itu, dalam sambutannya yang dibacakan Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Roy Rizali Anwar, Gubernur meminta seluruh masyarakat yang memiliki anak usia 0 hingga 7 tahun, untuk mendapatkan vaksin polio. Mengingat obat untuk penyakit menular ini belum ditemukan, dan hanya dapat dicegah dengan imunisasi.

“Tercatat ada 7 provinsi di Indonesia yang ditetapkan sebagai kasus luar biasa (KLB) polio. Kalimantan Selatan memang tidak termasuk didalamnya, namun secara risiko penularan masih tergolong tinggi,” tutupnya.

Perlu diketahui, bahwa vaksin polio selama pelaksanaan Pekan Imunisasi Nasional, diberikan secara gratis kepada anak usia 0 hingga 7 tahun. Setiap anak diberikan dua tetes vaksin pada setiap dosisnya. Dimana pemberian vaksin dilakukan diseluruh puskesmas, posyandu serta pos pelayanan imunisasi yang sudah ditunjuk. (RIW/RDM/RH)

PPLIPI Kalsel Sosialisasikan Antisipasi dan Dampak Perundungan di Sekolah

BANJARBARU – Wujud kepedulian Perhimpunan Perempuan Lintas Profesi Indonesia (PPLIPI) Kalimantan Selatan terhadap anak terus mengalir. Hal itu dibuktikan melalui kegiatan sosialisasi tentang kasus perundungan (bullying) ke sekolah.

Kepedulian itu tidak hanya dilakukan oleh Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PPLIPI Kalsel, melainkan juga melibatkan Dewan Pengurus Cabang (DPC) di Kabupaten/Kota.

Suasana sosialisasi PPLIPI Kalsel tentang perundungan di SMA Negeri 2 Banjarbaru

Terbaru, bersama dengan DPC PPLIPI Kota Banjarbaru, DPW PPLIPI Kalsel melaksanakan sosialisasi di SMP Negeri 2 Banjarbaru, dengan menghadirkan pembicara dari DP3APMP2KB Kota Banjarbaru.

Puluhan siswa dan dewan guru yang hadir nampak antusias mengikuti sosialisasi itu, dengan aktif memberikan berbagai pertanyaan seputar perundungan.

Siswa berbaris untuk bersalaman kepada Ketua dan anggota PPLIPI Kalsel

Ketua DPW PPLIPI Kalsel, Nawang Wijayati mengatakan, kasus perundungan penting di antisipasi bersama. Mengingat perundungan tidak hanya terjadi secara langsung, tetapi juga marak terjadi di media sosial.

“Jadi sudah seharusnya kita antisipasi bersama, bagaimana memberikan edukasi kepada anak-anak di sekolah agar tidak mem-bully sesama,” katanya.

Nawang menilai kasus perundungan bisa dicegah melalui pemusatan berbagai kegiatan di sekolah, seperti ekstrakurikuler, kegiatan keagamaan dan kegiatan positif lainnya.

“Kita harus membuat anak-anak lebih fokus untuk mengejar prestasi. Ini juga bukan hanya tugas guru tetapi juga orang tua di rumah,” jelasnya.

Untuk diketahui, sebelumnya DPW PPLIPI Kalsel bersama DPC Kabupaten Banjar juga telah melaksanakan kegiatan serupa di dua sekolah yakni SMP Negeri 3 Martapura dan MTs Muhammadiyah Martapura.

Rencananya, sosialisasi ini akan terus dilaksanakan di Kabupaten/Kota lain, termasuk di Kota Banjarmasin dalam waktu dekat.

“Saya sangat berterimakasih kepada seluruh pihak sekolah, karena telah menyambut baik setiap kegiatan yang kami laksanakan,” pungkasnya. (SYA/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Dukung Kabupaten HSU Peningkatan Kerajinan Eceng Gondok

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mendukung Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), dalam upaya peningkatan keterampilan pembuatan kerajinan tangan berbahan baku eceng gondok (Ilung) oleh pemuda.

Kabid Kepemudaan Dispora Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) Nurullah Bakti mengatakan, pihaknya berterimakasih atas dukungan yang telah diberikan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraganya.

Kabid Kepemudaan Dispora Kab HSU Nurullah Bakti

“Kami bersyukur adanya dukungan dari Pemprov Kalsel melalui Dispora Kalsel, yang telah memberikan pelatihan peningkatan minat wirausaha kepada pemuda di Kabupaten HSU,” ungkapmya.

Pelatihan tersebut, lanjut Nurullah, dalam peningkatan kualitas keterampilan kerajinan tangan ditempat mereka tersebut.

Menurut Nurullah, potensi kerajinan berbahan eceng gondok di kabupaten Hulu Sungai Utara inilah, yang terus digali serta ditingkatkan.

“Kami juga memperkenalkan hasil kerajinan eceng gondok ini pada saat pemilihan pemuda pelopor,” ucapnya.

Selain itu, tambahnya, pada kegiatan pertukaran pemuda antar provinsi, pihaknya juga memperkenalkan produk eceng gondok yang sudah menjadi tas, sendal, serta lainnya.

“Maka dengan begitu diharapkan para pemuda dapat lebih mengenal produk eceng gondok asal Kabupaten HSU,” ucap Nurullah. (SRI/RDM/RH)

DPRD Kalsel Monitoring Pembangunan Peternakan di Tabalong

TANJUNG – Kabupaten Tabalong sebagai salah satu pintu gerbang menuju Ibukota Negara (IKN) Nusantara diharapkan mampu memanfaatkan peluang dalam rangka memenuhi kebutuhan pangan warga IKN. Hal ini diyakini selain dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.

Kunjungan Komisi II DPRD Kalsel ke Disbunak Tabalong

Untuk memastikan kesiapan Pemerintah Kabupaten Tabalong dalam menyambut peluang emas tersebut, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) bersama Komisi II DPRD Kalsel dan mitra kerjanya, mendatangi Dinas Perkebunan Dan Peternakan (Disbunak) Kabupaten Tabalong, Kamis (18/7).

Wakil Ketua DPRD Kalsel, Muhammad Syaripuddin mengatakan, diketahui bahwa Kabupaten Tabalong memiliki banyak potensi selain sumber daya alam, termasuk sumber daya peternakannya yang dominan dan penting terutama dalam pemenuhan kebutuhan pangan asal hewan, seperti unggas, sapi, kambing, dan ikan air tawar.

“Ini harus menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Tabalong khususnya, dan Pemerintah Provinsi Kalsel pada umumnya. Kita berharap, kunjungan monitoring Komisi II ini bukan hanya ingin melihat Kabupaten Tabalong sebagai penyangga pangan hewani untuk IKN tapi juga ingin mengetahui bagaimana peran serta Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan,” ungkapnya.

Wakil rakyat yang akrab disapa Bang Dhin juga berharap pertemuan ini dapat dijadikan momentum bagi Disbunak Kabupaten Tabalong maupun Disbunak Provinsi Kalsel untuk melakukan sinkronisasi program kerja ke depan. Sehingga program Pemerintah Pusat bisa berjalan sesuai dengan program Pemerintah Provinsi Kalsel dan Pemerintah Kabupaten Tabalong.

Hal senada juga disampaikan Anggota Komisi II DPRD Kalsel, Fahrani. Ia mengatakan, kunjungan ini untuk mensinergikan kerjasama program provinsi dengan kabupaten dalam rangka menjaga produktivitas pangan di daerah ini.

“Karena kita punya mimpi ke depan, bahwa IKN ini pangannya bisa disuplai dari Provinsi Kalimantan Selatan, khususnya Kabupaten Tabalong. Harapan kita, program-program provinsi bisa lebih kita tingkatkan lagi di Tabalong,” terangnya.

Sementara itu, Sekretaris Disbunak Kabupaten Tabalong, Suaidi Abdullah mengakui, bahwa Kabupaten Tabalong masih belum mampu mencukupi kebutuhan pangan hewani berupa daging dan telur. Dan masih mendatangkan dari luar daerah.

“Untuk peternakan, lahannya terbatas karena terbagi dengan keperluan lain, untuk perkebunan dan tanaman pangan serta tanaman kering lainnya,” tambahnya.

Namun demikian, dirinya menyatakan pihaknya siap melaksanakan program-program terkait pengembangan peternakan yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Kalsel. (ADV-NRH/RDM/RH)

Semarak 74 Tahun Provinsi Kalsel, Paman Birin Kick Off Logo dan Tema Hari Jadi

BANJARMASIN – Jelang peringatan hari jadi ke-74 Provinsi Kalimantan Selatan, Pemerintah Provinsi secara resmi mengenalkan logo dan tema HUT tahun ini. Kick Off Logo dan Tema Hari Jadi ke-74 Provinsi Kalsel ini, dilakukan langsung Gubernur, Sahbirin Noor pada Rabu (17/7) malam di gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin. Kick Off ditandai dengan simbolisasi penembakan meriam ke arah LCD, yang menampilkan logo dan tema HUT tahun ini.

Gubernur Kalsel saat kick off Semarak Hari Jadi ke-74 Provinsi Kalsel

Dimana untuk tema HUT ke-74 tahun ini, adalah Niat Diganggam Barakat Dikatam Kalsel Babussalam, yang merupakan pemenang pertama lomba tema HUT Kalsel. Yakni atas nama peserta Siti Nuridamayanti. Sementara untuk logo, memakai karya Rosmia Ahdiati, yang juga memenangkan lomba yang digelar pemerintah provinsi Kalsel sejak April 2024. Yakni berupa angka 74 berwarna kuning keemasan, dengan ukiran khas Kalsel berbentuk kepala naga, di bagian kepala angka 7.

Hadir pada Kick Off Hari Jadi ke-74 Provinsi Kalsel ini, sejumlah unsur Forkopimda Provinsi Kalsel. Diantaranya Ketua DPRD Provinsi, Danrem 101 Antasari, Wakapolda dan juga Sekdaprov Kalsel. Hadir pula seluruh jajaran SKPD lingkup pemerintah provinsi Kalsel.

Mengawali sambutannya, Paman Birin menyebutkan, Kalsel laksana sehelai kain dari surga, sebagai gambaran untuk sebuah daerah yang luar biasa dengan kekayaan alam melimpah.

“Ini jadi modal dasar untuk menjadikan masyarakat Kalsel sejahtera lahir dan batin,” ujarnya.

Paman Birin menyebut, usia 74 tahun bukanlah waktu yang sebentar dan itu didapat karena jasa para pejuang dan pahlawan. Sehingga sangat perlu diwarisi generasi sekarang dan selanjutnya untuk membangun Banua dan mensejahterakan masyarakatnya.

Peringatan Harjad senantiasa menjadi momentum untuk merefleksikan kilas balik pembangunan dan pencapaian selama beberapa tahun terakhir.

Diungkapkan Paman Birin, Provinsi Kalsel sejauh ini telah melewati banyak dinamika dan tantangan, yang dilalui dengan ketangguhan, kekuatan, dan kerja keras antara elemen masyarakat.

Beberapa parameter menjadi perhatian bersama, seperti capaian indeks pembangunan manusia, indeks kualitas lingkungan hidup, serta sederet prestasi yang membanggakan.

“Alhamdulillah, parameter tersebut menunjukkan tren positif selama dua periode kepemimpinan. Inilah yang membuat kita semakin mantap dan percaya diri dalam menyambut hari jadi ke-74 Provinsi Kalsel,” tutupnya.

Sementara itu, kepada wartawan, Ketua Panitia HUT ke-74 Provinsi Kalsel sekaligus Sekdaprov Kalsel, Roy Rizali Anwar menjelaskan, ada 24 rangkaian kegiatan yang digelar untuk menyemarakkan dan memeriahkan peringatan hari jadi tahun ini. Baik berskala lokal, nasional, hingga internasional.

Sejumlah kegiatan yang akan digelar untuk menyambut hari jadi tahun ini, mulai 20 Juli hingga September 2024. Diantaranya penanaman pohon di kawasan bandara Syamsuddin Noor, lomba paralayang internasional, pemecahan rekor Sinoman Hadrah dan bentangan kain Sasirangan terpanjang, serta peresmian jalan by pass Banjarbaru – Batulicin, hingga Kalsel Expo pada September mendatang. (RIW/RDM/RH)

Hadiri Musda II DPD PI Kalsel, Gubernur : Jaga Keseimbangan Pembangunan dan Pelestarian Lingkungan

BANJARMASIN – Pengembang Indonesia (PI) wilayah Kalimantan Selatan menggelar Musyawarah Daerah (Musda) II Dewan Pengurus Daerah (DPD), bertempat disalah satu hotel berbintang di Banjarmasin, Rabu (17/7).

Suasana Musda II DPD PI Kalsel

Kegiatan yang mengangkat tema ‘Sukses Bersama Membangun Banua’ ini di hadiri Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor yang diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintah, Hukum dan Politik, Adi Santoso serta dibuka langsung oleh Ketua Umum Dewan Pusat Pengembang Indonesia, Barkah Hidayat.

Dalam sambutannya, Gubernur Kalsel yang dibacakan Staf Ahli Bidang Pemerintah, Hukum dan Politik, Adi Santoso mengatakan pengembang adalah pilar penting dalam menyediakan infrastruktur, perumahan dan fasilitas umum yang berkualitas bagi masyarakat serta memiliki peran dalam pembangunan ekonomi dan sosial di Banua.

Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Adi Santoso saat membacakan sambutan Gubernur

“Pelaksanaan musda ini merupakan momentum penting bagi kita semua untuk bersama-sama merumuskan langkah-langkah strategis dalam hal pembangunan dan pengembangan di Kalimantan Selatan,” katanya.

Gubernur juga mendorong para pengembang Indonesia Kalimantan Selatan untuk selalu mengutamakan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan yang tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi tetapi juga memperhatikan aspek sosial dan lingkungan.

“Kita harus memastikan bahwa pembangunan yang kita lakukan dapat membawa manfaat jangka panjang bagi generasi mendatang,” ujarnya.

Lebih lanjut, Gubernur menyampaikan bahwa Kalimantan Selatan menawarkan berbagai peluang bagi para pengembang dengan segala potensinya, namun juga tidak bisa mengabaikan tantangan yang ada seperti regulasi yang terus berkembang, perubahan kondisi ekonomi global serta kebutuhan untuk menjaga keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian lingkungan.

“Melalui Musda ini menjadi forum yang tepat untuk membahas tantangan-tantangan tersebut dan mencari solusi yang terbaik,” katanya.

Gubernur menyampaikan melalui kolaborasi yang erat dapat mengimplementasikan berbagai proyek strategis yang memberikan dampak positif bagi masyarakat.

“Kolaborasi antar pemerintah dan para pengembang serta dengan stakeholder lainnya menjadi kunci dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif,” ungkapnya.

Gubernur juga sangat mengapresiasi sinergi dan kolaborasi yang telah terjalin antara pemerintah daerah dan DPD Pengembang Indonesia Kalimantan Selatan selama ini.

“Terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya saya sampaikan atas dedikasi dan kontribusi yang telah diberikan oleh para pengembang dalam memajukan Kalimantan Selatan,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua Umum PI, Barkah Hidayat menjelaskan, pada Musda ini selain membahas soal program kerja juga akan memilih Ketua umum yang akan melanjutkan kepemimpinan di pengembang Indonesia Kalsel.

“Semoga ketua yang terpilih nantinya bisa terus membawa pengembang semakin tumbuh dan maju serta dapat melanjutkan dan meningkatkan capai yang selama ini diraih,” jelasnya. (BDR/RDM/RH)

Tingkatkan Daya Saing Usaha Pariwisata, Pemprov Kalsel Gelar Sosialisasi

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pariwisata Kalsel, menggelar sosialisasi dalam ranga meningkatkan daya saing usaha pariwisata melalui sertifikasi SNI CHSE.

Foto bersama : Kepala Dinas Pariwisata Kalsel, didampingi Narasumber dan peserta

Kepada wartawan Kepala Dinas Pariwisata Kalsel, Muhammad Syarifuddin, usai acara pada Rabu (17/7) mengatakan, sosialisasi ini dalam rangka meningkatkan kualitas layanan dan keamanan bagi wisatawan. Ia berharap, Standar Nasional Indonesia atau SNI Kebersihan, Kesehatan, keselamatan, dan Kelestarian Lingkungan, khususnya seluruh destinasi wisata di tiga belas Kabupaten dan Kota.

Kepala Dinas Pariwisata Kalsel, Muhammad Syarifuddin saat diwancara awak media

“Sosialisasi ini akan meningkatkan kepercayaan dari pelaku usaha,” ucapnya

Sementara itu, Kabid Pengembangan Destinasi Dispar Kalsel Mugeni, menyampaikan, kegiatan ini untuk memberikan kepercayaan bahwa berwisata di Kalimantan Selatan memberi rasa aman, dan membuat nyaman baik dari segi kebersihan. Dimana, dapat terjadi peningkatan kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Tingginya kunjungan berdampak kemajuan perekonomian di Banua,” jelasnya

Sosialisasi Meningkatkan Daya Saing Usaha Pariwisata Melalui Sertifikasi SNI CHSE di Kalsel, menghadirkan Narasumber Direktorat Standarisasi dan Sertifikasi Usaha, Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf RI Retno Bertha, dan Direktur Caeulum Hospitality Kalsel Aristo.

Untuk diketahui, kegiatan dibuka secara resmi Kepala Dinas Pariwisata Kalsel, Muhammad Syarifuddin, diwakili Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Dispar Kalsel Mugeni, didampingi Kepala Seksi Pembinaan Usaha Pariwisata, Novitta, dan jajaran Dispar Kalsel. Dihadiri Perwakilan Dinas Pariwisata Kabupaten dan Kota, serta Mitra Kerja Dispar Kalsel, bertempat disalah satu Hotel Berbintang di Banjarmasin. (NHF/RDM/RH)

Ruben Artia Lubantoruan Gantikan Rahmadi Sebagai Kepala BPK Perwakilan Kalsel

BANJARBARU – Ruben Artia Lubantoruan, ditunjuk sebagai Kepala Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Kalsel, menggantikan Rahmadi yang menempati posisi baru sebagai Kepala BPK Perwakilan Nusa Tenggara Barat.

Penandatanganan sertijab oleh Anggota VI BPK RI, Pius Lustrilanang

Serah terima jabatan dilaksanakan di Auditorium BPK Perwakilan Kalsel, di Banjarbaru, Rabu (17/7) sore.

Dalam sambutannya, Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Rahmadi, atas peran dan dukungannya pada penyelenggaraan pemerintahan di Kalsel selama ini.

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor saat memberikan sambutan dalam sertijab Kepala BPK Perwakilan Kalsel. foto : Adpim

Menurut Sahbirin Noor, banyak prestasi yang dicapai melaui kolaborasi dan sinergi antara Pemprov Kalsel dan BPK selama ini, diantaranya yakni perolehan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama sebelas kali berturut-turut.

“Keberhasilan itu tidak lepas dari arahan dan masukan dari BPK Kalsel yang selama ini terus bersinergi dan berkolaborasi dalam mengelola keuangan daerah yang transparan,” kata Sahbirin Noor.

Hasil capaian itu menurut Gubernur akrab disapa Paman Birin itu, akan menambah kepercayaan masyarakat serta berdampak pada pembangunan Kalsel yang lebih maju.

“Kami siap dan terbuka untuk bekerja sama sesuai tugas dan kewenangannya masing-masing,” tegas Paman Birin.

Sementara itu, Anggota VI BPK RI, Pius Lustrilanang, menyampaikan, sertijab dilaksanakan sebagai upaya penyegaran dalam organisasi yang harus selalu dilakukan.

Pius menjelaskan, hasil pemeriksaan BPK terhadap Pemprov Kalsel dan 13 Kabupaten/Kota didalamnya sudah sangat bagus.

Berdasarkan hasil pemantauan tindak lanjut rekomendasi hasil pemeriksaan BPK sampai dengan semester 1 tahun 2024, tingkat penyelesaian tindak lanjut untuk status 1 (sesuai rekomendasi) dan status 4 (tidak dapat ditindaklanjuti) di Kalsel mencapai 12.469 rekomendasi atau 80,99 persen dan di atas rata-rata nasional 79,20 persen.

“Selain perolehan opini WTP atas LKPD Pemerintah daerah tersebut, substansi yang lebih penting adalah bagaimana keuangan daerah dilaksanakan secara efektif, efisien, transparan dan akuntabel,” jelasnya.

Pius berharap kepada Gubernur, Bupati dan Walikota segera menindaklanjuti rekomendasi-rekomendasi pada laporan hasil pemeriksaan BPK dan Pimpinan DPRD agar melaksanakan pemantauan sesuai dengan mekanisme yang telah diatur.

“Teruslah tingkatkan tata kelola, baik sistem administrasi maupun teknologi informasi. Termasuk peningkatan SDM untuk pengelolaan keuangan secara umum,” pungkasnya. (SYA/RDM/RH)

Disperin Kalsel Gelar Forum Komunikasi Kemitraan Usaha dan Sosialisasikan Program JELITA

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Perindustrian (Disperin) Provinsi Kalsel menggelar Forum Komunikasi Kemitraan Usaha, serta sosialisasi Jendela Informasi Produk Industri Kalimantan Selatan (JELITA), yang dilaksanakan disalah satu Hotel berbintang di Kota Banjarmasin, Rabu (17/7). Forum Komunikasi Kemitraan Usaha dan sosialisasi JELITA dibuka langsung Kepala Dinas Perindustrian Provinsi Kalsel Abdul Rahim, dengan tujuan agar bisa menjaring kemitraan usaha industri menengah, untuk meningkatkan produktivitas industri kecil dan menengah.

Kepada Wartawan, Rahim menyampaikan, dalam rangka terus meningkatkan pertumbuhan para pelaku IKM daerah yang berdaya saing melalui pola kerjasama dan kemitraan, maka yang harus terus diperhatikan dan menjadi sasaran adalah menciptakan kemitraan dalam rangka pengembangan terhadap sektor dan usaha ekonomi lokal, termasuk terhadap pengembangan usaha Industri Kecil Menengah.

Kepala Disperin Kalsel Abdul Rahim

“Percepatan pembangunan Industri Kecil Menengah didaerah Kalimantan Selatan perlu terus ditingkatkan kemampuannya, salah satu hal yang dirasa masih belum berkembang secara optimal adalah dari segi pembangunan jaringan usaha,” ungkapnya

Dinas Perindustrian Provinsi Kalimantan Selatan bertekad memajukan Industri Kecil Menengah di Kalsel melalui Kegiatan Forum Komunikasi Kemitraan Usaha. Kegiatan ini digelar dengan maksud untuk dapat memfasilitasi pelaku usaha industri agar dapat menumbuhkan dan menciptakan kemitraan usaha, sehingga diharapkan dapat berdampak baik bagi kemajuan sektor industri di Kalimantan Selatan.

“Mari bersama-sama kita tingkatkan sektor industri. Tingkatkan SDM dan inovasi dałam dunia perindustrian, karena Kalimantan Selatan memiliki banyak sekali bahan terutama dari alam yang dapat dimanfaatkan,” ucapnya lagi.

Rahim menjelaskan, Program JELITA (Jendela Informasi Produk Industri Kalimantan Selatan) yang merupakan salah satu inovasi yang pihaknya lakukan, merupakan sistem informasi yang menyajikan berbagai macam produk industri dari seluruh wilayah di Kalimantan Selatan yang bisa menjadi media promosi bagi industri kecil dan menengah.

“JELITA ini seperti Tokopedia, shopee, dll yang berguna sebagai tempat untuk mengenalkan perbagai produk IKM kepada pelanggan,” tegasnya.

Tak lupa ia mengharapkan, dengan adanya program JELITA ini, diharapkan dapat membantu industri kecil dan menengah untuk mempromosikan produknya sehingga dapat memperluas jangkauan pemasaran dan meningkatkan nilai penjualan bagi industri kecil dan menengah. (MRF/RDM/RH)

RPJPD Tahun 2024-2045 Kini Sah Jadi Peraturan Daerah

BANJARMASIN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melakukan pengambilan keputusan terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Tahun 2024-2045 menjadi Peraturan Daerah (Perda) pada Rapat Paripurna yang digelar di Gedung “Rumah Banjar”, Rabu (17/7).

Pada Rapat Paripurna yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Provinsi Kalsel, Supian HK, Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor yang akrab disapa Paman Birin memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pimpinan dan seluruh anggota DPRD Provinsi Kalsel, serta Panitia Khusus (Pansus) III yang diketuai oleh Gusti Abidinsyah yang telah menggodok Raperda ini dengan kerja kerasnya hingga kini disetujui menjadi Perda.

“Dengan telah tercapainya persetujuan bersama DPRD Kalsel dan Gubernur Kalsel terhadap Raperda pada hari ini, maka sesuai dengan mekanisme pembentukan peraturan daerah yang diatur dalam peraturan perundang-undangan, kita telah menyelesaikan satu tahapan pembentukan peraturan daerah,” ucapnya.

Sebagai tahapan selanjutnya, Paman Birin menyampaikan bahwa akan dilakukan evaluasi pemerintah dari Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri) untuk memastikan tidak ada ketentuan dalam rancangan peraturan daerah yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Untuk itu, Paman Birin berharap pemerintah melalui Kemendagri akan memberikan hasil evaluasi dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama. Sehingga, Raperda tentang RPJPD Tahun 2024-2045 ini, ujarnya, dapat segera ditetapkan menjadi Perda. Dengan demikian, dapat menjadi pedoman dalam penyusunan kebijakan pembangunan jangka panjang selama 20 tahun yang disusun selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional dan Rencana Tata Ruang Provinsi Kalsel serta memperhatikan kebijakan pembangunan jangka panjang kabupaten/kota.

“Dengan perencanaan yang selaras, kolaborasi yang kuat, serta sinergi yang berkelanjutan, dapat memperkuat seluruh pihak yang terlibat untuk mewujudkan visi RPJPD Provinsi Kalsel tahun 2024-2045, yakni ‘Kalimantan Selatan Sebagai Gerbang Logistik Kalimantan Yang Maju, Sejahtera, Dan Berkelanjutan Menuju Babussalam,” terangnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua DPRD Provinsi Kalsel, Supian HK. Ia berharap langkah-langkah berikutnya dalam proses penetapan Raperda ini bisa berjalan dengan lancar. Sehingga, payung hukum yang berorientasi kepada kemajuan pembangunan dan kesejahteraan rakyat di “Banua” ini bisa segera direalisasikan.

Sementara itu, Ketua Panitia Khusus III DPRD Kalsel, Gusti Abidinsyah mengatakan bahwa prioritas pembangunan daerah Panitia Khusus Pembahas Raperda RPJPD Tahun 2025-2045, yaitu masalah lingkungan, masalah Indeks Pembangunan Manusia Kalsel, masalah pertanian, masalah infrastruktur, masalah kemiskinan.

“Dan harus ada keselarasan dari Kabupaten/Kota terhadap RPJPD,” tambahnya. (ADV-NRH/RDM/RH)

Exit mobile version