Buka Rakor Setwan Se-Kalsel, Supian : Momentum Penguatan Sinergi Untuk Kemajuan Daerah

BANJARMASIN – Sekretariat DPRD Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Rapat Koordinasi Sekretariat DPRD se Kalimantan Selatan.

Kegiatan yang mengusung tema ‘Sekretariat DPRD Kokoh, DPRD Kuat, Kalsel Maju’ resmi dibuka oleh Ketua DPRD Kalsel, Supian HK di aula Ismail Abdullah gedung DPRD Kalsel, Rabu (17/7).

Suasana Rakor Sekretariat DPRD se Kalsel

Dalam sambutannya, Ketua DPRD Kalsel, Supian HK menyatakan bahwa rapat ini menjadi momen penting, mengingat saat ini memasuki masa transisi anggota dewan yang baru.

“Ini adalah saat yang tepat untuk memperkuat koordinasi dan sinergisitas antar anggota dewan, agar dapat menjalankan tugas dan fungsi dengan lebih baik,” katanya.

Lebih lanjut, Supian menekankan pentingnya sinergisitas antara pemerintah daerah dan eksekutif agar tata kelola pemerintahan berjalan optimal.

“Kerjasama yang baik antara legislatif dan eksekutif sangat diperlukan untuk mencapai tujuan pembangunan yang telah ditetapkan,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris DPRD Kalsel, Muhammad Jaini menambahkan bahwa diskusi intens terhadap fasilitasi kedewanan menjadi topik utama dalam rapat ini.

“Hal itu selaras dengan masuknya masa transisi pergantian anggota dewan yang baru,” jelasnya.

Jaini juga menekankan pentingnya pembahasan mengenai kebutuhan sarana dan prasarana yang mendukung kinerja anggota dewan.

“Kami ingin memastikan bahwa semua kebutuhan, baik dari segi administratif maupun teknis, dapat terpenuhi dengan baik untuk mendukung kinerja optimal para anggota dewan,” tambahnya.

Menanggapi kegiatan ini, Sekretaris DPRD Kota Banjarbaru, Arnawaty Sufiatin mengatakan bahwa rakor ini menjadi kesempatan untuk berdiskusi dan bertukar pikiran dengan rekan-rekan dari berbagai daerah dan sangat berharga dalam meningkatkan kinerja dan efektivitas kerja.

“Inisiatif Sekwan Kalsel terhadap rapat ini menjadi suatu kekuatan bagi diri saya beserta jajaran, karena dapat saling berbagi berbagai masalah dan solusi,” tuturnya. (ADV-NRH/RDM/RH)

BPBD Banjarmasin Terima Kunjungan Rescue Jepang dan Cambodia

BANJARMASIN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarmasin menerima kunjungan silaturahmi dari Rescue Jepang dan Cambodia.

Kunjungan silaturahmi ini disambut Sekda Kota Banjarmasin Ikhsan Budiman, didampingi Kepala Pelaksanaan BPBD Kota Banjarmasin Husni Thamrin, di Balaikota Banjarmasin, Rabu (17/7).

Kepala Pelaksanaan BPBD Kota Banjarmasin Husni Thamrin

“Kami mendapatkan kejutan kunjungan dari pelatih berpengalaman di bidang penanggulangan bencana alam dari Ketua Jepang Rescue (JPR) Kyoshi Masai, serta Rescue Royal Cambodia Soy Narith,” ungkap Husni Thamrin.

Kunjungan kali ini, lanjutnya, untuk melihat pelaksanaan Rescue di Kota Banjarmasin.

“Saat ini sudah memiliki layanan call center untuk pelayanan kebencanaan di Kota Banjarmasin,” ucapnya.

Sedangkan menurutnya di Kamboja belum memiliki layanan call center tersebut.

“Dengan berkunjung ke Kota Banjarmasin, melihat bagaimana pelaksanaan call center,” ujar Husni Thamrin.

Pada kesempatam itu, Kyoshi Masai menyarankan agar Rescue Cambodia bisa mengikuti Kota Banjarmasin untuk membuat call center.

“Sedangkan untuk di Jepang layanan call center mereka sudah cukup besar,” ujarnya.

Sebelumnya Kota Banjarmasin, tambah Husni Thamrin, mendapatkan bantuan mobil pemadam kebakaran berkapasitas besar dengan fasilitas lengkap, untuk membantu memadamkan api ketika musibah kebakaran melanda Kota Banjarmasin. (SRI/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Bersama Dekranasda Dukung Kerajinan Lokal

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Perindustrian (Disperin) terus mendorong Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) untuk mendukung kerajinan lokal pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) agar mampu bersaing dengan produk nasional. Untuk itu, dilaksanakan Focus Group Discossion (FGD) di Aula Disperin Provinsi Kalsel, Selasa (16/7).

FGD dengan mengangkat tema “Wirausaha Kerajinan” Ini, diikuti puluhan anggota Dekranasda Kabupaten/Kota, dan dibuka langsung Ketua Dekranasda Provinsi Kalsel Raudatul Jannah Sahbirin Noor.

Kepada wartawan, orang yang akrab disapa Acil Odah ini mengungkapkan, FGD ini diharapkan dapat memberikan masukan dan saran kepada para Dekranasda Kabupaten/Kota, sehingga promosi produk khas Kalsel semakin meluas, yang juga diiringi dengan peningkatan kualitas produk.

Ketua Dekranasda Kalsel (tengah) bersama Kepala Disperin Kalsel (kiri)

“Jadi hari ini kita melakukan Focus Group Discussion (FGD) Wirausaha Kerajinan bersama Dekranasda se-Kalsel dalam meningkatkan bisnis kerajinan pelaku IKM di daerah masing-masing,” ucapnya.

Ia melanjutkan, pihaknya sebagai pembina pelaku IKM memiliki peran penting dalam memajukan potensi produk kerajinan yang bernilai ekonomi untuk peluang usaha.

“Kita tahu para pelaku IKM telah mengembangkan produk produk unggulan Banua menjadi produk kriya yang berdaya saing tinggi dan memiliki pangsa pasar yang luas,” lanjutnya.

Diutarakan Acil Odah, kemajuan suatu bangsa dapat ditentukan oleh kreatifitas dalam mengolah potensi sumber daya yang dimiliki dengan memanfatkan kesempatan yang tersedia.

“Selama ini pelaku IKM memanfaatkan produk unggulannya masing-masing yang telah diolah menjadi produk industri yang bernilai tambah tinggi sehingga produk kerajinan memiliki keunggulan dipasar,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Disperin Provinsi Kalsel Abdul Rahim menjelaskan, dari FGD akan didiskusikan isu-isu yang dihadapi oleh industri kerajinan secara keseluruhan dan merumuskan solusi serta langkah-langkah yang dapat diambil bersama untuk mengatasi masalah dilapangan.

“Kita memang sudah berupaya dalam memajukan produk unggulan daerah, terutama dengan bisa mengekspor produk agar pendapatan para perajin IKM bisa meningkat,” tutup Rahim. (MRF/RDM/RH)

Pansus III DPRD Kalsel Kunjungi Bappeda Jatim Terkait Raperda RPJPD

SURABAYA – Panitia Khusus (Pansus) III DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melakukan kunjungan kerja ke Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jawa Timur, Senin (15/7).

Ketua Pansus III DPRD Kalsel, Gusti Abidinsyah mengatakan tujuan kegiatan ini adalah untuk memperkaya informasi terkait dengan Peraturan Daerah tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Tahun 2025-2045 yang sedang dibahas.

“Jadi kami ingin mengetahui bagaimana pelaksanaan penyusunan Raperda RPJPD Jawa Timur Tahun 2025-2045 dan juga isu isu strategis yang dibahas serta seperti apa perencanaan pembangunan yang akan disiapkan oleh Jatim,” katanya.

Gusti Abidinsyah mengaku sangat senang atas kunjungan di Bappeda Jatim ini karena mendapatkan banyak masukan yang akan diterapkan dalam RPJPD Kalsel nantinya.

” Alhamdulillah hari ini kita ditemui oleh Kepala Bappeda Jatim, Mohammad Yasin. Banyak hal yang bisa kita ambil, yaitu yang jelas tidak ada yang bisa kita lakukan selain kita harus sama seperti yang dilakukan oleh pusat, sehingga ada penyelarasan. Yang menjadi kendala saat ini akan kita selaraskan dengan kabupaten sehingga tidak akan menghambat tercapainya target nasional,” jelasnya.

Kunjungan Pansus III DPRD Kalsel ke Bappeda Jatim

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bappeda Kalsel, Ariadi Noor mengatakan bahwa keselarasan antara pemerintah kabupaten/kota harus harus terbina dengan pemerintah provinsi sehingga apa yang diinginkan pemerintah pusat dapat terealisasi nantinya.

”Pada prinsip kita berjalan lancar. Di tahap awal penyusunan misi kabupaten/kota harus selaras dengan provinsi, sehingga misi daerah tidak ada perbedaan dengan provinsi,” ungkapnya.

Sementara itu, Plt. Kepala Bidang Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah Bappeda Jatim, Sri Muti’atun Sintawati menjelaskan terkait tahapan penyusunan Raperda RPJPD yang dimulai pada bulan Oktober 2023, Forum Konsultasi Publik, penyempurnaan rancangan awal, konsultasi Kemendagri, penyampaian ke DPRD, nota kesepakatan DPRD, penyelesaian RPJPD, musrembang, perumusan akhir, penyampaian Raperda, persetujuan bersama Raperda dan penetapan Raperda di bulan Agustus 2024.

”Adapun isu-isu strategis RPJPD Di Jatim adalah penguatan ekonomi daerah melalui peningkatan produktivitas, daya saing dan daya tambah sumber daya lokal. Peningkatan ketersediaan infrastruktur yang berkelanjutan serta pemenuhan kebutuhan dasar dan sosial dasar,” tambahnya. (ADV-NRH/RDM/RH)

DPRD Banjarmasin Minta Pemerintah Pusat, Tutup Situs-Situs Judi Online

BANJARMASIN – Kalangan Legislatif meminta Pemerintah Pusat menutup seluruh situs-situs judi online.

Kepada sejumlah wartawan, Ketua DPRD Banjarmasin Harry Wijaya, baru-baru tadi mengatakan, pentingnya peran Pemerintah Pusat untuk menutup seluruh situs-situs judi online yang berdampak sangat besar bagi daerah. Mengingat dampaknya menimbulkan berbagai persoalan di tengah masyarakat, terlilit masalah finansial, terjadi penurunan kualitas hidup dan terganggu hubungan sosial.

Ketua DPRD Banjarmasin Harry Wijaya, saat diwancara awak media

“Kami berharap semua situs-situs Judi online ditutup seluruhnya,” ucap Harry

Disampaikan Harry, bagi masyarakat di kota ini, jangan sampai terjerumus dengan perjudian baik online ataupun offline, terutama berusia masih produktif maupun generasi muda. Selain itu, judi ini akan membentuk kebiasaan buruk dan sikap tidak bertanggung jawab terhadap uang serta waktu.

“Kalau gemar berjudi otomatis berpotensi merusak masa depan,” jelasnya

Lebih lanjut Harry menambahkan, praktik judi sudah jelas dilarang dalam Agama, untuk jaringannyapun sudah jelas merugikan Bangsa dan Negara. Sehingga, bagi warga menduga ada perjudian secara online, maka segera melaporkan ke polisi terdekat dengan menyertakan rincian pelaporan yang jelas, yaitu alamat situs atau nama aplikasi tersebut.

“Masyarakat juga dapat melaporkan ke Kementerian Komunikasi dan Informatika RI,” tutupnya. (NHF/RDM/RH)

Festival Sepakbola U40 Piala Paman Birin Digelar di HSS

BANJARMASIN – Festival Sepakbola Usia 40 Piala Paman Birin resmi digelar di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS).

Kadispora Kalsel Hermansyah melalui Kasi Pengembangan Olahraga Rekreasi Masyarakat Tradisional dan Layanan Khusus Dispora Kalsel Rijal Hamid menjelaskan, Festival Sepakbola Piala Paman Birin U 40 digelar sejak 13 sampai 18 Juli 2024, di Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

Kasi Pengembangan Olahraga Rekreasi Masyarakat Tradisional Dispora Kalsel Rijal Hamid

“Untuk Festival Sepakbola U40 sudah dibuka,” ungkap Rijal.

Tim yang ikut serta dalam festival merupakan tim undangan dari panitia pelaksana. Peserta yang ikut sebanyak 16 tim yang ambil bagian pada turnamen tersebut.

“Sebenarnya yang berminat untuk pertandingan cukup banyak, namun panitia melakukan pembatasan peserta,” ujarnya.

Peserta yang ikut bertanding, hanya yang mendapatkan undangan dari panitia saja.

“Diharapkan, festival ini menjadi wadah silaturahmi para pemain sepakbola senior di Kalimantan Selatan,” ujarnya.

Para pemain sepakbola U40 ini siap bersaing untuk memperebutkan total hadiah sebesar 50 juta.

Dalam kesempatan tersebut, Rijal juga mengatakan, jika Dispora Kalsel Lakukan Pembinaan Atlet Sepakbola Usia Dini.

“Pada pembinaan atlet atlet usia dini untuk cabang olahraga sepakbola, Dispora Kalsel akan bekerjasama dengan Dispora Kabupaten Kota untuk pembinaan melalui sekolah sekolah sepakbola di didaerah masing masing,” tuturnya.

Dengan kerjasama tersebut, maka peningkatan atlet sepakbola usia dini semakin meningkat lagi kedepannya.

“Diharapkan dengan peningkatan kualitas pemain sepakbola usia dini, maka Provinsi Kalimantan Selatan akan menghasilkan pemain sepakbola yang dapat membanggakan kedepannya,” ucap Rijal. (SRI/RDM/RH)

PPLIPI Kalsel Gelar Sosialisasi Tentang Bahaya Penyalahgunaan Narkoba Kepada Siswa SMP

BANJAR – Perhimpunan Perempuan Lintas Profesi Indonesia (PPLIPI) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar sosialisasi tentang penyalahgunaan narkoba kepada siswa SMP.

Foto bersama siswa SMP Negeri 3 Martapura, DPW PPLIPI Kalsel serta DPC PPLIPI Kabupaten Banjar

Sosialisasi dengan tema Narkoba Merusak Masa Depan itu, digelar di SMP Negeri 3 Martapura, Selasa (16/7), dan menghadirkan narasumber dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Kalsel.

Puluhan siswa yang mengikuti sosialisasi tersebut nampak antusias. Nyatanya tidak sedikit siswa yang menanyakan seputar jenis dan dampak narkoba.

Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PPLIPI Kalsel, Nawang Wijayati, mengatakan sosialisasi tersebut merupakan bentuk kepedulian mereka terhadap generasi muda khususnya pelajar, terutama dalam hal pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan luar sekolah.

Ketua DPW PPLIPI Kalsel, Nawang Wijayati (tengah), didampingi pengurus DPW PPLIPI Kalsel dan DPC PPLIPI Kabupaten Banjar, saat memberikan keterangan kepada wartawan

“Karena para pelajar ini merupakan aset bangsa, makanya kami tidak ingin mereka terjerumus narkoba. Salah satunya melalui peningkatan pengetahuan tentang narkoba,” katanya.

Selain bahaya penyalahgunaan narkoba, Nawang menyebut pihaknya juga akan melakukan sosialisasi terkait perundungan (bullying) di sekolah.

“Sosialisasi ini merupakan rangkaian peringatan Hari Anak Nasional yang diperingati pada 23 Juli nanti,” ungkapnya.

Menariknya, sosialisasi yang akan digelar di MTs Muhammadiyah Martapura, pada Rabu (17/7). Kegiatannya juga akan dirangkai dengan edukasi tentang cara merawat kulit wajah di usia dini.

“Ini wujud perhatian kami PPLIPI Kalsel dan DPC PPLIPI Kabupaten Banjar, terhadap tumbuh kembang fisik maupun mental anak,” pungkasnya. (SYA/RDM/RH)

DPRD Banjarmasin Minta Waspada Peredaran Buah Kecubung

BANJARMASIN – Kalangan Legislatif meminta masyarakat terus meningkatkan kewaspadaan, terkait peredaran buah kecubung di kota ini.

Kepada sejumlah wartawan, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Banjarmasin, Mathari, baru-baru tadi mengatakan, sejak pekan lalu kasus buah kecubung menjadi viral, yakni bagi yang mengkonsumsi akan mengalami mabuk, berhalusinasi, keracunan bahkan harus dirawat di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sambang Lihum. Ia meminta, para orangtua harus waspada, terutama bagi memiliki anak-anak masih berusia remaja.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Banjarmasin, Mathari, saat memberikan komentarnya

“Orang tua harus peka terhadap perubahan perilaku anak sehari-hari,” pintanya

Disampaikan Mathari, peran lingkungan sekitar untuk mengantisipasi sejak dini, sangat penting, yakni memperhatian pada objek anak-anak remaja yang berkumpul, guna mencegah keterlibatan peredaran ataupun penyalahgunaan buah kecubung. Mengingat, kalau menjadi korban buah kecubung, akan memerlukan waktu dalam penyembuhan mentalnya.

“Kami prihatin dengan kasus ini dan berharap cepat tertangani,” jelasnya

Lebih lanjut Mathari menambahkan, pihak Kepolisian dapat terus gencar membasmi peredarannya, tidak hanya narkoba saja. Karena, efek dari buah kecubung akan merusak masa depan generasi muda, terutama dari segi kesehatan.

“Masyarakat harus mengetahui bahayanya, yaitu tidak hanya narkotika tetapi psikotropika,” tutupnya. (NHF/RDM/RH)

Gubernur Kalsel Salurkan 9 Ribu Lebih Paket Sembako PKH

BANJARMASIN – Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor atau Paman Birin didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kalsel, Raudatul Jannah atau Acil Odah membagikan sebanyak 9.888 paket sembako kepada masyarakat kurang mampu di 13 kabupaten/kota se-Kalsel.

Ribuan paket sembako yang diangkut sejumlah pick up ini dilepas langsung oleh Paman Birin dan Acil Odah di halaman gedung Mahligai Pancasila, Senin (15/7).

Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor didampingi Ketua TP PKK, Raudatul Jannah melepas rombongan penyaluran bantuan sembako PKH

Paman Birin menyampaikan pembagian sembako yang merupakan Program Keluarga Harapan (PKH) ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi keluarga yang kurang mampu,” katanya.

Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor dan Ketua TP PKK Kalsel, Raudatul Jannah bersama penerima PKH

Program ini tidak hanya memberikan bantuan secara finansial, lanjut Paman Birin, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas hidup melalui akses yang lebih baik terhadap layanan kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan sosial lainnya.

“Pada kesempatan ini, kami ingin mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras dalam pelaksanaan program ini. Mulai dari pemerintah pusat dan daerah, para pendamping sosial, hingga masyarakat yang telah aktif berpartisipasi,” ucapnya.

Paman Birin berharap dengan adanya bantuan ini, keluarga penerima manfaat dapat semakin berdaya dan mandiri. Ia juga mengajak seluruh penerima bantuan untuk memanfaatkan bantuan ini dengan sebaik-baiknya, demi kesejahteraan keluarga dan masa depan anak-anak generasi penerus bangsa.

Salah seorang warga penerima bantuan, Wardah dari Kertak Baru Ilir menyampaikan rasa gembira dan terima kasihnya atas bantuan yang diterima.

“Bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami untuk memenuhi keperluan sehari-hari,” tambahnya.

Kegiatan ini turut dihadiri Plt Kepala Dinas Sosial Kalsel, Muhammadun dan sejumlah pejabat SKPD lingkup Pemprov Kalsel. (NRH/RDM/RH)

Latsarmil Komcad Gelombang Pertama Tahun 2024 Resmi Digelar

BANJARBARU – Pelatihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) Komponen Cadangan (Komcad) Pertahanan Negara gelombang pertama Tahun 2024, resmi digelar.

Penyematan tanda keikutsertaan Komcad oleh Pangdam VI/Mulawarman (kiri) kepada salah seorang peserta

Upacara pembukaan dipimpin Panglima Kodam (Pangdam) VI/Mulawarman, Mayjen Tri Budi Utomo, di Lapangan Kejujuran Rindam VI/Mulawarman, Banjarbaru, Senin (15/7) pagi.

Pangdam VI/Mulawarman, Mayjen Tri Budi Utomo memimpin upacara pembukaan Latsarmil Komcad TA 2024

Dalam amanat tertulisnya, Menteri Pertahanan Republik Indonesia – Prabowo Subianto menyampaikan apresiasinya kepada peserta yang berhasil lolos untuk mengikuti pelatihan kemiliteran ini.

Pelatihan yang diikuti oleh masyarakat umum ini menurutnya penting untuk semakin memperkuat perhatanan militer nasional, terutama bagi Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur.

Sementara itu, Pangdam VI/Mulawarman, Mayjen Tri Budi Utomo, menjelaskan Komcad merupakan program bersifat sukarela atau tidak wajib, yang diamanatkan oleh UU Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara.

Peserta yang berhasil lolos seleksi pendaftaran akan mengikuti pendidikan dasar militer selama kurang lebih 2 bulan.

“Antusias masyarakat sangat tinggi, dari 500 kuota yang disediakan, jumlah pendaftar yang masuk mencapai 750 orang, bahkan untuk gelombang kedua nanti sudah ada 450 nama yang terdaftar,” katanya.

Guna memastikan Komcad tetap memiliki sifat dasar kemiliteran, Mayjen Tri Budi Utomo menyebut, setiap tahunnya akan ada pelatihan rutin bagi lulusan selama kurang lebih 12 hari.

Ia menuntut peserta Komcad mampu memiliki integritas dalam melaksanakan setiap tugas agar bisa diterima oleh masyarakat.

“Paling penting juga dia harus siap dimobilisasi untuk melaksanakan tugas yang nantinya akan diminta negara dalam suatu kegiatan atau tugas negara,” tutupnya. (SYA/RDM/RH)

Exit mobile version