Pemprov Kalsel Gelar Festival Tradisi Lisan Tingkat Pelajar

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, menggelar Festival Tradisi Lisan Tingkat Pelajar SMA/SMK 2024, se Kabupaten/Kota, bertempat di Gedung Balairung Sari Taman Budaya Kalsel.

Foto Bersama : Sekretaris Disdikbud Kalsel, Kepala UPTD Taman Budaya, Jajaran Kebudayaan Kalsel serta para peserta Lomba

Kepada sejumlah wartawan Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel, Hadeli Rosyadi usai kegiatan pada Selasa (10/12) sore mengatakan, Tradisi Lisan memegang peran penting dalam melestarikan keberagaman Budaya Indonesia, Cerita Rakyat, Lagu Daerah, Pantun, Mitos dan Legenda yang tidak hanya menghibur, tetapi menyampaikan pesan moral dan mengajarkan nilai-nilai Budaya. Dengan demikian, melalui Festival Tradisi Lisan Tingkat Pelajar sebagai upaya melestarikan tidak hanya generasi muda juga kepada masyarakat luas.

Sekretariat Disdikbud Kalsel Hadeli Rosyadi, saat diwancara

“Festival Tradisi Lisan Tingkat Pelajar SMA/SMK, digelar selama tiga hari dari tanggal 10 hingga 12 Desember 2024,” ucapnya

Disampaikan Hadeli, Festival Tradisi Lisan Tingkat Pelajar SMA/SMK ini mengangkat tema “Merayakan Tradisi Lisan, Melestarikan Bahasa Banjar”. Dimana, ada 4 Lomba yang dilaksanakan yaitu, Beturai Pantun, Madihin, Membaca Puisi Bahasa banjar, dan Bakisah bahasa Banjar. Kegiatan dipusatkan di Taman Budaya Kalsel yakni Gedung Warga Sari, Gedung Bengkel Tari Gumilang Kaca dan Gedung Balairung Sari, berlokasi di Jalan Hasan Basri Kayu Tangi Banjarmasin.

“Ini merupakan amanah Undang-Undang RI Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan,” jelasnya

Sementara itu, Ketua Pelaksana Kegiatan Festival Tradisi Lisan Kalsel Risa Lisdariani menambahkan, pihaknya sangat berterimakasih Festival Tradisi Lisan Tingkat Pelajar SMA/SMK ini didukung penuh oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel, melalui Bidang Kebudayaan khususnya di Seksi Kesenian. Dimana, bertujuan untuk memperteguh identitas daerah dan memperkokoh karakter, sebagai upaya pembangunan meningkatkan citra daerah yang menjadi citra bangsa.

“Jumlah peserta yang ikut dari lomba ini ada sebanyak 131 peserta tersebar di seluruh Kabupaten dan Kota,” tutupnya

Untuk diketahui, Festival Tradisi Lisan Tingkat Pelajar SMA/SMK, dibuka secara resmi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel Muhammadun, diwakili Sekretaris Disdikbud Kalsel Hadeli Rosyadi, didampingi Kepala UPTD Taman Budaya Kalsel Suharyanti, Kasi Kesenian Sunjaya Adhiarso, Ketua Asosiasi Tradisi dan jajaran Bidang Kebudayaan Kalsel. (NHF/RDM/RH)

2025, BPSPTPH Kalsel akan Kembali Gelar Pelatihan Manajemen Alsintan

BANJARBARU – Ditahun 2025 mendatang, Balai Pengelolaan Sarana dan Prasarana Tanaman Pangan dan Holtikultura (BPSPTPH) Provinsi Kalimantan Selatan, akan mengadakan pelatihan kepada kelompok tani, terkait pengaturan manajemen. Hal ini juga bertujuan dalam upaya meningkatkan produktivitas pertanian, sehingga BPSPTPH Kalsel siap meminjamkan Alat Mesin Pertanian (Alsintan) kepada para petani di banua.

Kepala BPSPTPH Kalsel, Wahdah, menyampaikan bahwa pelatihan ini bertujuan, agar para petani dapat mengenal alat mesin pertanian (alsintan), sehingga mereka dapat melakukan perbaikan secara mandiri. Alsintan dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian di Kalimantan Selatan.

Kepala BPSPTPH Kalsel, Wahdah

“Penggunaan Alsintan dapat menghemat biaya produksi, mengurangi waktu kerja, dan meminimalkan kerugian dari hasil panen,” ungkap Wahdah, baru – baru tadi.

Wahdah menambahkan, pihaknya menargetkan Pelatihan tersebut akan diselenggarakan sebanyak 3 kali, dengan sasaran sebanyak 90 petani yang mengikuti pelatihan ini. Selain itu pula, pada tahun 2024 ini, BPSPTPH Provinsi Kalsel telah melaksanakan 3 pelatihan pengelolaan operator usaha pelayanan jasa Alsintan.

“Dengan banyaknya pelatihan yang pihaknya laksanakan, diharapkan dapat menambah pengetahuan dan wawasan para petani, terutama terkait dengan perkembangan teknologi pertanian, ” lanjut Wahdah.

Dengan menerapkan tekonologi pada saat bertani, maka akan memberikan dampak besar, seperti meningkatnya hasil panen dan meminimalisir terbuangnya waktu. (MRF/RDM/RH)

Pengerjaan Jembatan Titian Gusti Galuh Banjarmasin Rampung

BANJARMASIN – Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin melalui Dinas Perkimnya telah menyelesaikan perbaikan Jembatan Titian Gusti Galuh.

Kepala Dinas Perkim Kota Banjarmasin Chandra Iriandi Wijaya menjelaskan, pihaknya bersyukur dapat menyelesaikan pekerjaan Jalan Titian Galuh tersebut.

Kadis Perkim Banjarmasin Chandra Iriandi Wijaya

“Alhamdulillah Jembatan Titian Gusti Galuh sudah dapat diselesaikan,” ungkapnya, kepada sejumlah wartawan, Selasa (10/12).

Sehingga, lanjutnya, warga dapat menggunakan Jembatan Titian Gusti Galuh ini.

“Pemko Banjarmasin meminta warga untuk menjaga fasilitas Jembatan Titian Gusti Galuh, jangan sampai dirusak serta lainnya,” ujarnya.

Jembatan Titian Gusti Galuh ini akan diserahterimakan lagi kepada Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin.

“Sehingga untuk menambahan lainnya seperti JPU serta Dermaga Sungai,” ucapnya.

Chandra menjelaskan, anggaran pembuatan Jembatan Titian Gusti Galuh ini sebesar 2,7 Miliar dari APBD Kota Banjarmasin.

Jembatan Titian Gusti Galuh ini dibuat sepanjang 260 meter, dengan kontruksi sekitar 60 meter dengan beton ditengahnya, dengan lebar 1,5 meter.

“Setelah pekerjaan Jembatan Titian Gusti Galuh ini, kedepannya kami akan melakukan pembangunan di daerah lainnya di Kota Banjarmasin,” ucap Chandra. (SRI/RDM/RH)

Dinsos Kalsel Salurkan Bantuan Pemprov Untuk Korban Banjir Rob di Kintap

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Sosial memberikan bantuan tanggap darurat bagi penyintas bencana air pasang laut (ROB) yang terjadi pada Senin (9/12) pukul 20.33 wita di desa Muara Kintap Rt. 11 Dusun 2 Kecamatan Kintap Kabupaten Tanah Laut.

Bantuan logistik tersebut diterima secara langsung oleh Kepala Desa Muara Kintap di Kantor Balai Desa setempat, pada Selasa (10/12).

Penyerahan Bantuan Pemprov Kalsel Kepada Korban Banjir Rob di Muara Kintap

Plt Kepala Dinsos Kalsel, Gusti Yanuar Noor Rifa’i diwakili Kepala Bidang Penanganan Bencana, Achmadi menyampaikan korban bencana yang berjumlah 21 Kepala Keluarga atau 84 jiwa sudah mengungsi ke tempat yang aman terhadap banjir rob tersebut.

“Saat ini, korban banjir rob sudah mengungsi ke tempat keluarganya masing-masing,” katanya.

Achmadi menjelaskan bantuan Pemprov Kalsel yang disalurkan kepada korban bencana tersebut berupa lauk pauk, makanan siap saji, sandang, dan peralatan keluarga.

“Bantuan akan didistribusikan sesuai data yang diterima aparat desa setempat ke pihak Dinsos,” jelasnya.

Achmadi menambahkan bantuan yang diberikan itu sebagai bentuk perhatian Pemprov Kalsel ke warga terdampak yang diharapkan dapat membantu meringankan beban penyintas bencana air pasang laut di Kintap. (NRH/RDM/RH)

Siap-Siap, Plt Gubernur, Muhidin Akan Asesmen Pejabat Eselon II dan Audit SKPD serta BUMD Pemprov Kalsel

BANJARBARU – Plt. Gubernur Kalsel, Muhidin menyampaikan, akan melakukan asesmen Pejabat Eselon II lingkup Pemprov Kalsel dan audit SKPD serta Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Plt Gubernur saat tiba di Kebun Raya Banua untuk memimpin coffee morning

Kepastian ini disampaikan Muhidin, saat memimpin coffee morning pejabat lingkup Pemprov Kalsel di Aula Kebun Raya Banua, Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kalsel pada Senin (9/12).

“Dalam waktu dekat ini, akan dilakukan Asesmen semua pejabat Eselon 2. Hasil asesmen akan menjadi patokan pengisian jabatan di Pemprov Kalsel,” sampai Muhidin didampingi Sekdaprov Kalsel, Roy Rizali Anwar.

Suasana coffee morning yang dipimpin Plt Gubernur didampingi Sekdaprov Kalsel

Dengan asesmen itu, terang Muhidin, dirinya dapat mengetahui kapasitas dan kemampuan pejabat atau kepala dinas. Bagi yang dianggap hasilnya kurang bagus, tentu siap-siap tidak dapat jabatan.

“Asesmen akan kita lakukan di Jakarta. Hasilnya tidak bisa dipengaruhi oleh Sekda atau bahkan oleh gubernur sekalipun,” terang Muhidin.

Rencananya, Kamis (12/12) nanti, Plt Gubernur dan Sekdaprov Kalsel, akan ke Jakarta bertemu Menteri Dalam Negeri untuk menyampaikan permohonan asesmen seluruh kepala SKPD tersebut.

Muhidin mengingatkan, siapa pun yang menduduki jabatan kepala SKPD Pemprov Kalsel nantinya, adalah orang-orang yang mahir atau pintar di bidangnya dan mampu bekerja secara profesional. Untuk mengukur itu, maka dilakukan asesmen.

“Kalau kepala dinas kada pintar (tidak pandai,red), akan non job,” terangnya.

Selain asesmen, Plt Gubernur Kalsel ini juga mengingatkan kepada SKPD Pemprov Kalsel untuk siap-siap di audit secara menyeluruh. Tujuannya agar SKPD nantinya bersih dan siap untuk bekerjasama membangun Kalsel.

“Siap-siap untuk di audit. Mulai sekarang siapkan semua pertanggungjawaban secara baik dan benar. Kalau nanti ada permasalahan, tentu akan mengembalikan,” ungkapnya.

Audit tidak hanya ditujukan kepada SKPD Pemprov Kalsel saja, namun juga Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemprov Kalsel. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

DPRD Kalsel Komitmen Setiap Raperda yang Dilahirkan Harus Sejalan dengan Kepentingan Masyarakat

JAKARTA – Ketua Badan Pembentukan Perda (BP-Perda) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Gusti Iskandar Sukma Alamsyah berkomitmen agar Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) yang dibuat, selalu memikirkan asas kebermanfaatan bagi masyarakat.

Hal itu ia sampaikan ketika rombongan Badan Anggaran (Banggar), Badan Musyawarah (Banmus), dan BP-Perda yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalsel, Kartoyo melakukan studi komparasi ke DPRD Provinsi DKI Jakarta pada Senin, (9/12).

Suasana Pertemuan DPRD Kalsel dan DPRD DKI Jakarta

Lebih lanjut, Iskandar mengatakan selaku Anggota DPRD Kalsel yang sekaligus menjadi Ketua BP-Perda, ia ingin mengetahui alur dan penganggaran penyusunan Raperda di DKI Jakarta. Hal ini menjadi penting agar kinerja legislasi mereka menjadi semakin baik.

“Penyusunan Program Legislasi Daerah (Prolegda) di kita ini tidak hanya mementingkan kuantitas atau semata-mata untuk mengejar target belaka. Namun juga harus sesuai dengan nafas dan denyut nadi kepentingan masyarakat, sehingga melahirkan Raperda yang berkualitas,” katanya.

Hal tersebut juga sejalan dengan harapan Wakil Ketua DPRD Kalsel, Kartoyo. Ia berharap mendapat banyak masukan dalam studi komparasi di DPRD DKI Jakarta yang menurutnya menjadi banyak rujukan sejumlah DPRD di berbagai daerah untuk belajar dan menggali informasi terkait kedewanan.

Rombongan dari perwakilan rakyat “Rumah Banjar” itu, diterima langsung oleh anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, M. Taufik Zoelkifli atau yang lebih dikenal dengan sebutan MTZ tersebut. Ia mengapresiasi kedatangan DPRD Provinsi Kalsel dalam rangka bersilaturahmi dan saling sharing berbagi pendapat.

“Tersanjung sekali dikunjungi oleh DPRD yang menjadi pintu gerbang Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Meskipun Jakarta tidak lagi IKN, tapi kami tetap optimis Jakarta tetap jadi kota global dan menjadi pusat perekonomian nasional,” pungkasnya. (ADV-NRH/RDM/RH)

Kunjungi DPRD Jabar, DPRD Kalsel Akan Uji Coba BK Award di Tahun 2025

BANDUNG – Sebagai salah satu Alat Kelengkapan Dewan (AKD) yang mempunyai tugas untuk memantau dan mengevaluasi disiplin dan/atau kepatuhan terhadap moral, kode etik, dan/atau peraturan tata tertib DPRD dalam rangka menjaga martabat, kehormatan, citra, dan kredibilitas DPRD, Badan Kehormatan (BK) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan kembali mengunjungi DPRD Provinsi Jawa Barat (Jabar).

Kegiatan yang dilaksanakan pada Senin (9/12) tersebut untuk mempelajari lebih dalam tentang BK Award yang telah dilaksanan oleh DPRD Jabar, yang mana BK Award merupakan apresiasi kepada anggota DPRD atas dedikasinya dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai wakil rakyat.

Ketua Badan Kehormatan DPRD Kalsel, Rosehan Noor Bahri menuturkan bahwa, BK Award bertujuan agar anggota dewan lebih termotivasi dalam melaksanakan tugasnya sebagai wakil rakyat.

“Banyak sekali agenda-agenda yang perlu kita pelajari yang salah satunya motivasi namanya BK Award memberikan penghargaan kepada rekan-rekan yang bersemangat bekerja, memberikan nilai tambah supaya pelaksanaan tugas bisa mencapai kebahagiaan, bahwa anggota DPRD benar-benar melaksanakan tugas dalam menampung aspirasi,” tuturnya.

Lebih lanjut Rosehan menjelaskan akan menggali lebih dalam lagi mengenai bagaimana mekanisme BK Award ini.

“Kami akan menggali lebih dalam dulu walaupun nanti selama nanti selama 3 bulan ini bisa kita lihat kehadiran kawan-kawan. Baik dalam kehadiran paripurna, rapat-rapat komisi, rapat-rapat AKD, dan rapat-rapat kunjungan, baik kunjungan dalam daerah maupun luar daerah atau rapat dengar pendapat itu bisa diselesaikan dengan baik ada nilainya, ada istilah bobotnya,” jelasnya.

Rosehan juga menambahkan, bahwa BK Award ini akan diuji coba pada DPRD Kalsel ditahun depan, lebih tepatnya diawal tahun 2025.

“Nanti mungkin kita tahap pertama uji coba kami di DPRD Kalimantan Selatan, nanti di Januari kita umumkan secara maksimal nanti setahun ke depan jadi 2025, nanti pengumumannya 2026 awal Januari,” jelasnya.

Kedatangan rombongan BK diterima langsung oleh Kabag Fasilitasi Penganggaran dan Pengawasan Sekretariat DPRD Jabar, Iman Tohidin. Ia mengapresiasi kedatangan BK DPRD Kalsel untuk menghadirkan inovasi dalam rangka peningkatan kinerja.

“Tentunya dengan ajang silaturahmi ini, bagian dari untuk berbagi pengalaman berbagi ilmu sehingga kedua provinsi ini bisa mengangkat derajat kinerja dari DPRD Provinsi, baik Jawa Barat maupun Kalimantan Selatan. Kami mengucapkan apresiasi atas kehadiran dan Insya Allah boleh kami apapun berkunjung kembali untuk mendalami inovasi yang sudah dilaksanakan oleh provinsi Jawa Barat yaitu BK Award,” pungkasnya. (ADV-NRH/RDM/RH)

5.007 Peserta Ikuti Tes Kompetensi PPPK Tahap I Pemprov Kalsel 2024

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan telah menyelenggarakan seleksi tes kompetensi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) ditahap I tahun 2024. Tes ini dilaksanakan selama empat hari, dari 5-8 Desember 2024, yang diikuti 5.007 peserta.

Peserta seleksi mengikuti tes kompetensi PPPK Pemprov Kalsel tahap I

Seleksi ini bertujuan untuk mengisi 1.493 formasi yang terbagi dalam 1.000 formasi guru, 175 formasi tenaga kesehatan, dan 318 formasi administrasi. Materi ujian meliputi kompetensi manajerial, sosial kultural, wawancara, dan kompetensi teknis sesuai dengan jabatan yang dilamar.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Kalimantan Selatan, Dinansyah, menyampaikan apresiasinya atas antusias peserta serta kepada para pegawai non-ASN yang selama ini telah berkontribusi bagi pemerintahan.

Kepala BKD Kalsel, Dinansyah (Tengah)

“Dengan bergabung sebagai PPPK melalui tes ini, akan meningkatkan kinerja yang telah dilakukan selama ini sekaligus memperoleh kepastian status sebagai ASN. Namun, menjadi ASN adalah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar yang menuntut integritas, profesionalisme, dan dedikasi dalam melayani masyarakat,” ujar Dinansyah, Minggu (8/12).

Ia menambahkan pelaksanaan tes ini dilakukan secara transparan dan berbasis Computer Assisted Test (CAT) untuk memastikan integritas dan objektivitas penilaian.

Dari total 5.007 peserta, sebanyak 4.989 peserta mengikuti ujian di Gedung Idham Chalid Banjarbaru, sementara sisanya memilih titik lokasi ujian di Gedung Institut Agama Hindu Tampung Penyang Palangkaraya dan Kantor Regional V BKN Jakarta.

“Bagi peserta yang lolos seleksi nantinya diharapkan dapat menjalankan tugas dengan profesional serta memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah Kalsel,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengadaan, Pemberhentian, dan Informasi Kepegawaian BKD Kalsel, Mashudi, menyampaikan bahwa peserta yang tidak lolos seleksi PPPK Tahap I Pemprov Kalsel memiliki peluang untuk diangkat menjadi PPPK paruh waktu. Namun, keputusan ini masih bergantung pada regulasi baru yang sedang dirumuskan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN RB) serta kemampuan keuangan daerah.

“Masyarakat, khususnya tenaga honorer, diharapkan untuk tetap bersabar menunggu informasi resmi. Sosialisasi lebih lanjut akan disampaikan setelah regulasi dari KemenPAN RB diterbitkan,” katanya.

Mashudi juga mengajak kepada para pegawai honorer Pemprov Kalsel yang belum sempat mendaftar seleksi PPPK di tahap pertama untuk mengikuti pada tahap kedua yang berlangsung dari 17 November – 31 Desember 2024 mendatang.

“Persiapan dan pastikan antara lain telah bekerja minimal 2 (dua) tahun secara terus menerus di lingkungan Pemprov.Kalsel dan berbagai dokumen lengkap sesuai format yang diminta, agar proses seleksi berjalan lancar tanpa kendala administratif,” tutupnya. (BDR/RDM/RH)

Coffee Morning Bersama Pejabat Pemprov, Muhidin : Mari Membangun Kalsel Besama Diniatkan Ibadah

BANJARBARU – Plt Gubernur Kalsel, Muhidin, didampingi Sekretaris Daerah Provinsi, Roy Rizali Anwar, memimpin pertemuan atau coffee morning bersama pejabat lingkup Pemprov Kalsel di Aula Kebun Raya Banua, Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Kalsel pada Senin (9/12).

Coffee morning yang dihadiri para Kepala SKPD lingkup Pemprov Kalsel dan pejabat eselon III ini, berlangsung penuh keakraban.

Di awal coffee morning, Muhidin terlebih dulu mengenalkan diri, keluarga dan menceritakan karier politiknya, mulai sebagai anggota DPRD Tapin, DPRD Provinsi dan dilanjutkan kesuksesan menjadi Walikota Banjarmasin, sebagai Wakil Gubernur Kalsel satu periode disambung Plt Gubernur Kalsel saat ini.

Muhidin juga menyampaikan komitmennya untuk kerja bersama dan profesional dalam menjalankan tugas masing-masing.

“Apapun yang kita hadapi, kita pikirkan bersama,” ujarnya.

Muhidin juga mengajak semua bersama-sama membangun Kalimantan Selatan dan bersinergi antar SKPD lingkup Pemprov Kalsel.

“Ayo membangun Kalimantan Selatan bersama-sama diniatkan untuk ibadah,” pesan Muhidin.

Pada kesempatan itu, Muhidin mengingatkan tak ada istilah ‘kuning – biru’ dan semua pejabat maupun ASN lingkup Pemprov Kalsel ini, bersikap netral dalam bertindak dan semua mengutamakan kerja bersama.

Perkenalan dan cerita Muhidin pun menjadi makin terjalin rasa keakraban, apalagi disertai joke-joke lucu dari pengalamannya sejak waktu kecil, masa sekolah hingga sebagai pejabat.

Muhidin juga menegaskan, tidak ada rasa dendam dalam dirinya kepada siapapun dalam hal adanya perbedaan sikap atau dukungan, pada saat pencalonan gubernur dan wakil gubernur pilkada serentak lalu.

Pada kesempatan itu, Muhidin juga menyinggung masalah tenaga honorer atau kontrak di masing – masing instansi, dengan diperkenankannya menambah tenaga jika memang sangat diperlukan, dengan catatan, memilih orang-orang yang berkompeten di bidangnya dan dilakukan pengawasan disiplin kerja.

“Jangan sampai ada yang tidak masuk (absen, red) ke kantor, tapi terima gaji,” ujar Muhidin.

Terkait gaji honorer, Muhidin juga akan meningkatkan kenaikan menjadi Rp3,3 juta yang akan diusulkan pada anggaran perubahan 2025 mendatang, yang disesuaikan dengann Upah Minimum Provinsi (UMP) 2025. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Permudah Penagihan Tunggakan PKB, UPPD Samsat Batulicin Gunakan Aplikasi Si Suanang

BANJARBARU – Unit Pelayanan Pendapatan Daerah (UPPD) Samsat Batulicin mencetuskan inovasi yang mempermudah penagihan kepada penunggak Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).

Sosialisasi apliasi Si Suanang kepada RT dan tokoh masyarakat di Kabupaten Tanah Bumbu

Inovasi tersebut berupa aplikasi Si Suanang atau Sistem Supporting Penagihan Tunggakan, dan sudah digunakan di UPPD Samsat Batulicin sejak 3 bulan terakhir.

Kepala UPPD Samsat Batulicin Indra Abdillah, melalui Kepala Seksi PKB-BBNKB Hariyadi, menjelaskan keunggulan penggunaan aplikasi tersebut diantaranya untuk memangkas penggunaan kertas dalam mendata para penunggak PKB.

Kepala Seksi PKB-BBNKB Samsat Batulicin Hariyadi (kanan) saat memberikan keterangan kepada wartawan

“Data penunggak pajak sudah ada di aplikasi itu. Petugas hanya cukup mendatangi langsung ke alamat penunggak sesuai data yang tertera di aplikasi,” jelasnya, saat ditemui di Banjarbaru, belum lama tadi.

Aplikasi yang bisa digunakan di ponsel pintar itu, lanjut Hariyadi, juga telah digunakan oleh sejumlah RT dan tokoh masyarakat, yang secara langsung diberdayakan oleh UPPD Samsat Batulicin untuk melakukan penagihan kepada wajib pajak (wp).

“InsyaAllah tahun depan kita rencanakan seluruh RT dan tokoh masyarakat di Tanah Bumbu bisa bekerjasama dengan kita,” ungkapnya.

Selain data penunggak, aplikasi yang langsung terhubung ke Badan Pendapatan Daerah Kalsel itu, pun memiliki tabel laporan terkait hasil penagihan, sehingga akan lebih memudahkan keputusan terkait biaya ataupun pencabutan status menunggak.

“Misalnya kendaraan yang menunggak itu sudah hilang, ditarik oleh pihak pembiayaan atau rusak berat. Semua laporan langsung tersampaikan ke Bapenda Kalsel untuk perubahan status maupun biaya tunggakan,” pungkasnya. (SYA/RDM/RH)

Exit mobile version