13 Januari 2026

Peringati HDI 2025, Disdikbud Kalsel Apresiasi Kreativitas Siswa SLB C Pembina

BANJARBARU – Sekolah Luar Biasa (SLB) C Negeri Pembina Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) Tahun 2025, di Aula SLB C Negeri Pembina, Banjarbaru, pada Kamis (18/12).

Siswa SLB C Negeri Pembina menampilkan kreativitas pada HDI 2025

Peringatan HDI tahun ini mengusung tema “Bersama Tingkatkan Kreativitas dalam Membantu Anak Berkebutuhan Khusus, Mainkan Peran Nyata untuk Meraih Cita-Cita”. Kegiatan tersebut dibuka Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Selatan, Galuh Tantri Narindra, yang diwakili Kepala Seksi Kelembagaan Sarana dan Prasarana Pendidikan Khusus Disdikbud Kalsel, Muhammad Rusdi.

Beragam aktivitas kreatif mewarnai peringatan HDI di SLB C Negeri Pembina. Para siswa menampilkan berbagai bakat melalui pentas seni, pameran karya, hingga kegiatan pengembangan keterampilan yang dirancang sesuai dengan kebutuhan dan potensi masing-masing peserta didik.

Kepala Disdikbud Kalsel, Galuh Tantri Narindra, melalui Muhammad Rusdi, menyampaikan rasa bangga atas kreativitas dan keberanian para siswa dalam mengekspresikan bakat mereka.

“Kami sangat mengapresiasi pihak sekolah yang telah melaksanakan kegiatan ini. Melalui peringatan Hari Disabilitas Internasional, kita dapat melihat bakat-bakat anak yang selama ini mungkin belum banyak terlihat, kini bisa ditampilkan sesuai dengan kemampuan masing – masing,” ujar Rusdi.

Ia menambahkan, sebagai bentuk komitmen dalam mendukung pendidikan inklusif, sepanjang tahun 2025 Disdikbud Kalsel telah menyalurkan berbagai bantuan fasilitas untuk menunjang kreativitas dan prestasi siswa Sekolah Luar Biasa.

“Bantuan yang diberikan meliputi peralatan pendidikan edukatif khusus, peralatan olahraga standar, serta alat praktik keterampilan seperti kelas memasak, membatik, dan salon. Selain itu, juga dilakukan pembangunan dan rehabilitasi sarana fisik sekolah, mulai dari ruang kelas, ruang keterampilan, mushola, hingga lapangan sekolah,” tuturnya.

Dengan dukungan fasilitas tersebut, Rusdi berharap para siswa dapat belajar dengan lebih nyaman, termotivasi untuk terus mengembangkan potensi, serta mampu meraih prestasi yang membanggakan.

“Kami berharap, dengan fasilitas yang semakin lengkap, anak-anak dapat belajar dengan lebih baik dan terus meningkatkan prestasi mereka,” harapnya.

Sementara itu, Kepala SLB C Negeri Pembina Provinsi Kalimantan Selatan, Rosita Sari, menegaskan bahwa peringatan Hari Disabilitas Internasional tidak sekadar bersifat seremonial, melainkan menjadi wujud nyata apresiasi terhadap potensi dan cita-cita para siswa.

Melalui metode bermain peran, siswa diajak untuk berimajinasi sekaligus merasakan langsung profesi atau peran yang mereka impikan di masa depan. Seluruh siswa dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP, hingga SMA, turut berpartisipasi menampilkan bakat dan kreativitas mereka.

“Semangat yang ditunjukkan anak-anak ini tidak terlepas dari peran guru yang terus memberikan motivasi, serta dukungan orang tua yang selalu hadir mendampingi,” jelas Rosita.

Ia juga mengajak masyarakat untuk memberikan ruang dan kesempatan yang setara bagi anak-anak penyandang disabilitas agar dapat berperan aktif dalam kehidupan bermasyarakat.

“Harapan saya, anak – anak ini memiliki panggung di dunia nyata untuk menggali dan menunjukkan potensi mereka. Jangan mengucilkan atau mengabaikan, tetapi lihatlah mereka bukan dari kekurangannya, melainkan dari begitu banyak kelebihan yang dimiliki,” pungkasnya. (BDR/RIW/RH)

Abdi Persada | Newsphere by AF themes.