Gelar In House Training Pemadam I Angkatan 6, Satpol PP dan Damkar Tingkatkan Profesionalisme Personel se Kalsel

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, melalui Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar), terus memperkuat kapasitas sumber daya manusia di bidang penanggulangan kebakaran dan penyelamatan. Salah satunya dengan menggelar in house training Diklat Pemadam I Angkatan 6 se-Kabupaten/Kota Provinsi Kalimantan Selatan.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin di Banjarbaru, pada Selasa (28/10), dan dibuka secara resmi, Pelaksana Tugas Kepala Satpol PP dan Damkar Provinsi Kalimantan Selatan, Ronny Eka Saputra.

Ronny menjelaskan, pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan profesionalisme, para personel pemadam kebakaran di seluruh kabupaten kota di Kalimantan Selatan. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan memiliki kemampuan teknis, kedisiplinan, serta kesiapsiagaan tinggi dalam menghadapi berbagai situasi darurat kebakaran, maupun bencana lainnya.

Pelaksana Tugas Kepala Satpol PP dan Damkar Provinsi Kalimantan Selatan, Ronny Eka Saputra.

Menurut Ronny, kegiatan in house training seperti ini akan rutin dilaksanakan sebagai bagian dari upaya pembinaan berkelanjutan, terhadap personel Damkar di seluruh Banua. Pelatihan berkala tersebut menjadi wadah penting untuk memperkuat mental, meningkatkan keterampilan teknis, dan menumbuhkan solidaritas antar petugas dalam menjalankan tugas kemanusiaan.

“Pelaksanaan in house training juga bertujuan memperkuat sinergi dan koordinasi antar satuan pemadam kebakaran di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, agar penanganan kebakaran dan penyelamatan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan efektif,” ungkap Rony.

Tantangan dalam pengelolaan bahaya kebakaran semakin kompleks dari waktu ke waktu. Pesatnya pembangunan, padatnya pertumbuhan penduduk, dan perubahan iklim semakin meningkatkan potensi risiko kebakaran di berbagai sektor, baik di permukiman, industri, maupun lingkungan alam terbuka.

Kondisi tersebut, menurut Rony, menuntut semua pihak untuk lebih waspada dan memperkuat upaya pencegahan melalui edukasi, pelatihan, serta penerapan standar keselamatan yang lebih ketat.

“Satpol PP dan Damkar Provinsi Kalsel berkomitmen untuk terus mendorong peningkatan kompetensi sumber daya manusia di bidang penanggulangan kebakaran. Dengan begitu, pelayanan kepada masyarakat dapat dilaksanakan secara profesional, tangguh, dan responsif di seluruh wilayah Banua,” lanjut Rony.

Melalui kegiatan Diklat Kualifikasi Pemadam I angkatan VI ini, para peserta diharapkan tidak hanya memahami prosedur dan teknik pemadaman, tetapi juga memiliki kemampuan analisis risiko dan kesiapsiagaan mental dalam menghadapi potensi bencana kebakaran.

“Kegiatan hari ini merupakan salah satu bentuk pengabdian kami dalam meningkatkan kemampuan aparatur pemadam kebakaran. Program ini sudah berjalan enam tahun dan menjadi salah satu prioritas Pemerintah Provinsi,” tutup Rony.

Untuk diketahui, kegiatan in house training Diklat Pemadam I Angkatan 6 se-kabupaten/kota, diikuti para petugas pemadam kebakaran dari berbagai kabupaten/kota di Kalimantan Selatan dan berlangsung selama 7 hari, dengan materi meliputi teori dan praktik lapangan terkait penanggulangan kebakaran serta keselamatan kerja. (MRF/RIW/RH)

Bank Kalsel Resmikan Kantor Kas Sungai Andai, Dekatkan Layanan Perbankan ke Masyarakat

BANJARMASIN – Bank Kalsel kembali memperluas jangkauan layanannya, dengan meresmikan Kantor Kas Sungai Andai, yang berada di bawah koordinasi Cabang Utama Banjarmasin. Kantor kas yang berlokasi di Jalan Padat Karya, Kelurahan Sungai Andai, Kecamatan Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin ini, diresmikan secara langsung oleh Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin, pada Senin (27/10).

Momen peresmian kantor kas Sungai Andai

Pembukaan Kantor Kas Sungai Andai merupakan bagian dari komitmen Bank Kalsel untuk menghadirkan layanan perbankan yang semakin dekat, cepat, dan mudah dijangkau oleh masyarakat, khususnya di kawasan permukiman Sungai Andai yang terus berkembang pesat.

Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin menyampaikan, bahwa pembukaan kantor kas ini diharapkan dapat memperkuat pelayanan kepada nasabah sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kantor Kas Sungai Andai kami hadirkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan layanan perbankan yang lebih mudah diakses. Kami ingin memastikan setiap lapisan masyarakat mendapatkan pelayanan terbaik dari Bank Kalsel, sesuai dengan semangat kami yang Setia Melayani Melaju Bersama,” ungkapnya.

Kantor Kas Sungai Andai melayani berbagai produk dan jasa perbankan, mulai dari pembukaan rekening, transaksi tunai dan non-tunai, hingga layanan pembayaran dan setoran. Dengan dukungan SDM profesional dan sistem layanan digital yang terus dikembangkan, Bank Kalsel optimis kehadiran kantor kas ini akan memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekitar.

Camat Banjarmasin Utara, Norrahmawati, menyampaikan apresiasi dan rasa senangnya atas kehadiran Bank Kalsel di wilayahnya. Menurutnya, Sungai Andai merupakan kawasan dengan jumlah penduduk yang padat, sehingga kehadiran layanan perbankan menjadi kebutuhan penting bagi warga.

“Kami sangat senang Bank Kalsel kini hadir di Sungai Andai. Masyarakat di sini sangat padat, tentu keberadaan kantor kas ini akan sangat membantu mereka untuk bertransaksi dan menabung. Kami juga mengajak masyarakat agar tidak sungkan datang ke Bank Kalsel. Menabung tidak harus langsung besar, bisa sedikit demi sedikit, yang penting rutin dan menjadi kebiasaan baik,” ujar Norrahmawati.

Selain peresmian, kegiatan ini juga menjadi momentum bagi Bank Kalsel, untuk terus memperkuat peran sebagai bank daerah yang mendorong inklusi keuangan, serta memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal.

“Kami berharap Kantor Kas Sungai Andai dapat menjadi titik pelayanan yang ramah, aman, dan solutif bagi seluruh nasabah. Dengan semangat Setia Melayani Melaju Bersama, Bank Kalsel akan terus tumbuh bersama masyarakat,” tutup Fachrudin. (ADV-RIW/RH)

Soft Launching QRIS Tap, Tandai Kesiapan Perbankan Kalsel dalam Inovasi Pembayaran Digital

BANJARMASIN – Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, resmi melakukan soft launching layanan pembayaran terbaru, QRIS Tap, yang dihadiri Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, Fadjar Majardi, bersama pimpinan perbankan di Kalimantan Selatan. Peluncuran ini dilaksanakan bertepatan dengan kegiatan Bankers Day 2025, yang merupakan ajang kebersamaan antara Bank Indonesia dan perbankan di Kalimantan Selatan.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Sultan Suriansyah Banjarmasin, Minggu (26/10) ini, sekaligus menjadi penanda kesiapan sejumlah perbankan di Kalimantan Selatan dalam mengimplementasikan QRIS Tap kepada masyarakat luas, sebagai bagian dari komitmen bersama mempercepat transformasi digital di sektor keuangan.

Dalam kesempatan tersebut, sejumlah merchant UMKM turut menghadirkan pengalaman langsung (experience) bagi peserta, untuk mencoba bertransaksi menggunakan QRIS Tap, yang memungkinkan pembayaran cukup dengan satu sentuhan ponsel ke alat pembaca (NFC reader).

QRIS Tap merupakan pengembangan dari standar nasional QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard), yang memungkinkan masyarakat melakukan transaksi hanya dengan “menempelkan” atau mendekatkan ponsel ke mesin pembaca (reader) berbasis Near Field Communication (NFC), tanpa perlu memindai kode QR secara manual.

“Melalui QRIS Tap, masyarakat di Kalimantan Selatan dapat menikmati transaksi yang lebih cepat, lebih praktis, dan tetap aman. Cukup menggunakan ponsel yang mendukung NFC, transaksi selesai dalam hitungan detik,”
ujar Fadjar Madjardi dalam sambutannya.

Fadjar menambahkan, bahwa Kalimantan Selatan mencatat capaian positif dalam adopsi transaksi digital. Hingga Agustus 2025, volume transaksi QRIS di wilayah ini telah mencapai 36,8 juta transaksi, mencerminkan semakin kuatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan pembayaran non-tunai.

“Melalui QRIS Tap, diharapkan digitalisasi ekonomi daerah dapat semakin inklusif, efisien, dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” tambahnya.

Soft launching QRIS Tap ini juga menjadi langkah awal untuk memperluas ekosistem pembayaran digital di Kalimantan Selatan. Peluncuran di tingkat masyarakat akan dilanjutkan dengan kegiatan QRIS Tap Experience, yang akan diselenggarakan pada pekan ke-2 November 2025 di Duta Mal Banjarmasin.

Dalam kegiatan ini, masyarakat dapat mencoba langsung fitur QRIS Tap serta mendapatkan edukasi mengenai manfaat dan keamanan transaksi digital. Dimana keunggulan dan manfaatnya, praktis, tidak perlu memindai QR Code atau memasukkan jumlah manual, cukup “tap” ponsel ke reader.

Selain itu, QRIS Tap cepat, dimana proses transaksi berlangsung sangat singkat, ideal untuk situasi dengan mobilitas tinggi. Aman dan andal, dibangun atas kerangka standar nasional QRIS yang sudah diterapkan BI.

QRIS Tap Mendukung UMKM dan lokasi publik. Yakni Memudahkan merchant menerima pembayaran digital, membantu pencatatan transaksi dan memperkuat profil keuangan usaha.

Untuk masyarakat pengguna ponsel dengan fitur NFC, cara penggunaan QRIS Tap sangat mudah. Pertama buka aplikasi pembayaran yang telah mendukung fitur QRIS Tap. Kemudian aktifkan fitur QRIS Tap atau pilih menu NFC Pay. Masukkan PIN sesuai aplikasi jika diperlukan, lalu dekatkan atau tempelkan ponsel ke terminal pembayaran merchant yang sudah dilengkapi reader, dan transaksi berhasil, selesai dalam hitungan detik.

Bank Indonesia berharap implementasi QRIS Tap di Kalimantan Selatan akan semakin memperkuat ekosistem pembayaran digital yang Cepat, Mudah, Murah, Aman, dan Handal (CEMUMUAH), serta mendorong perluasan inklusi keuangan digital di seluruh lapisan masyarakat.

“Kami mengajak seluruh pelaku usaha, masyarakat, dan penyedia layanan pembayaran untuk bersama – sama menjadikan QRIS Tap bagian dari gaya hidup transaksi sehari-hari” tutup Fadjar. (BIKalsel-RIW/RH)

Lanjutkan Safari GEMARIKAN, Dislutkan Kalsel Sambangi Tanah Bumbu

TANAH BUMBU – Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Provinsi Kalimantan Selatan, kembali melaksanakan Safari Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (GEMARIKAN) di Kabupaten Tanah Bumbu.

Kepala Dislutkan Kalsel, Rusdi Hartono, diwakili Kasi Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Dislutkan Kalsel, Martiah Akhdianti menjelaskan, Dislutkan Kalsel telah menggelar program Safari GEMARIKAN di Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu).

“Kegiatan Safari GEMARIKAN di Kabupaten Tanbu ini, untuk mendorong konsumsi ikan dan mencegah stunting,” ungkapnya, Senin (27/10).

Kegiatan tersebut, lanjutnya, meliputi sosialisasi, edukasi, serta pembagian paket olahan ikan kepada masyarakat setempat.

“Program GEMARIKAN ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Kalsel melalui Dislutkan untuk meningkatkan gizi dan kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Dengan tujuan utama, meningkatkan konsumsi ikan di masyarakat sebagai sumber protein penting untuk mencegah stunting dan meningkatkan kecerdasaan pada anak.

“Pada kegiatan tersebut Dislutkan Kalsel memberikan edukasi tentang manfaat ikan bagi kesehatan,” jelasnya lagi.

Selain itu, melalui kegiatan ini, dilakukan sosialisasi pentingnya mengonsumsi ikan sejak usia dini sebagai langkah nyata dalam mencegah stunting dan mewujudkan generasi sehat, cerdas, dan kuat.

Pada kesempatan tersebut, juga dibagikan paket olahan hasil perikanan kepada anak anak PAUD di RA Darul Azhar, Desa Bersujud, Kecamatan Simpang Empat, untuk menumbuhkan kebiasaan gemar makan ikan dimulai dari rumah.

“Kami juga membagikan paket olahan hasil ikan untuk anak anak,” ujarnya.

Kegiatan ini terlaksana bekerja sama dengan Dinas Perikanan Kabupaten Tanah Bumbu, TP PKK Provinsi Kalimantan Selatan, serta TP PKK Kabupaten Tanah Bumbu.

“Bersama kita wujudkan Generasi Sehat, Mandiri, dan Berprestasi Menuju Indonesia Emas,” ucapnya.

Seperti diketahui, Program Safari GEMARIKAN ini penting karena, meskipun angka konsumsi ikan di Kalsel cukup tinggi, pemerintah tetap mendorong konsumsi ikan sebagai salah satu upaya pencegahan stunting. (DISLUTKANKALSEL/SRI/RIW/RH)

Gelar Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar di Kalsel, Pemprov Beri Apresiasi Tinggi MPR RI

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memberikan apresiasi tinggi, terhadap pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI tingkat SMA sederajat se-Kalimantan Selatan Tahun 2025, yang digelar di salah satu hotel di Banjarbaru, pada Senin (27/10).

Pembukaan Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI di Kalsel Tahun 2025

Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, diwakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalsel, Galuh Tantri Narindra menyampaikan, bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar kompetisi adu pengetahuan, tetapi juga menjadi momentum untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda.

“Melalui kegiatan ini diharapkan anak-anak kita semakin mencintai Indonesia, memiliki semangat nasionalisme yang kuat, dan tidak melupakan jati diri bangsa di tengah pesatnya modernisasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, peserta lomba merupakan siswa-siswi terbaik dari berbagai SMA dan SMK di Kalimantan Selatan yang telah melalui proses seleksi di tingkat daerah.

“Dari sini kita memilih sekolah-sekolah terbaik yang akan bersaing di tingkat provinsi, dan nantinya pemenang akan mewakili Kalimantan Selatan di tingkat nasional. Harapan kami, mereka bisa memberikan hasil terbaik karena mereka adalah anak-anak hebat yang membawa nama daerah,” ungkapnya.

Galuh Tantri juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada MPR RI, atas konsistensinya menyelenggarakan kegiatan yang sarat nilai kebangsaan ini.

“Melalui kegiatan seperti ini, kita juga berharap para pelajar tidak hanya berprestasi dalam pengetahuan, tetapi juga memiliki jiwa cinta tanah air yang kuat dan menjadi generasi penerus yang siap menjaga persatuan dan keutuhan bangsa,” tutupnya.

Sementara itu, Anggota Badan Sosialisasi MPR RI, Evi Apita Maya, yang membuka kegiatan tersebut menjelaskan, bahwa Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI, bertujuan membumikan nilai-nilai luhur bangsa yang menjadi fondasi negara.

“Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika adalah tiang penyangga yang menjaga keutuhan bangsa. Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan semangat nasionalisme, patriotisme, dan rasa cinta tanah air di kalangan generasi muda,” jelasnya.

Ia bahkan menyoroti tokoh besar asal Kalimantan Selatan, KH. Idham Chalid, sebagai sosok teladan penerapan empat pilar kebangsaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Peran KH. Idham Chalid dalam sejarah Indonesia menunjukkan implementasi nyata empat pilar. Beliau selalu mengedepankan toleransi dan persatuan, serta menjadi contoh bagi generasi muda Banua untuk menjadi agen perubahan yang cerdas dan berintegritas,” pungkasnya. (BDR/RIW/RH)

Jadi Kota Keempat, Diskominfo Kalsel Gelar Sosialisasi Keterbukaan Informasi Publik di Banjarmasin

BANJARMASIN – Dalam rangka mendukung program pemerintah terhadap keterbukaan informasi publik, maka Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar Sosialisasi Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2025, di Kota Banjarmasin, Senin (27/10). Sosialisasi dibuka Sekdako Banjarmasin Ikhsan Budiman, diwakili Plt Asisten 3 Setdako Banjarmasin Jefrie Fransyah.

“Pemerintah Kota Banjarmasin memberikan apresiasi atas dilaksanakannya Sosialisasi Keterbukaan Publik oleh Diskominfo Kalsel ini,” ungkap Jefrie, kepada sejumlah wartawan.

Dimana, lanjutnya, Kota Banjarmasin dipilih sebagai salah satu daerah yang mendapatkan kesempatan tersebut.

“Sosialisasi ini sangat penting untuk mengingatkan Pemerintah Kota Banjarmasin, pentingnya keterbukaan informasi publik,” ucapnya.

Mengingat, tambah Jefrie, keterbukaan informasi publik ini merupakan kewajiban seluruh instansi di Pemerintah Kota Banjarmasin.

“Kami mengingatkan kepada seluruh SKPD di Kota Banjarmasin, untuk melakukan keterbukaan informasi publik, untuk kepentingan masyarakat, berdasarkan visi dan misi Wali Kota Banjarmasin, Maju Sejahtera,” ujarnya.

Sementara itu, Kasi Layanan Informasi Publik Diskominfo Kalsel Muhammad Ayub Khan menjelaskan, sosialisasi keterbukaan informasi publik ini, merupakan dukungan dan komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menciptakan atau mendorong iklim keterbukaan informasi publik di Provinsi Kalimantan Selatan.

Kasi Layanan Informasi Publik Diskominfo Kalsel M Ayub Khan

“Berdasarkan amanat undang undang nomor 14 Tahun 2008 tentang keterbukaan publik, maka Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melaksanakan sosialisasi ini secara bertahap di seluruh kabupaten kota di Banua,” ungkap Ayub.

Karena itu, tambahnya, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, mengajak seluruh pemerintah daerah 13 kabupaten kota, untuk mendukung serta melaksanakan keterbukaan informasi publik.

“Maka dengan begitu masyarakat mendapatkan informasi publik, yang tepat, akurat, serta terpercaya,” ucap Ayub.

Sedangkan, lanjutnya, pada Tahun 2025 ini, sudah dilaksanakan sosialisasi di 4 lingkup pemerintah kabupaten kota. Dimana Kota Banjarmasin merupakan daerah ke 4 yang mendapatkan sosialisasi tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Ayub juga mengungkapkan, berdasarkan hasil monitoring tahun lalu, Kota Banjarmasin untuk keterbukaan informasi publik, sudah cukup informatif.

“Kami berharap, dengan adanya sosialisasi ini maka pada tahun tahun mendatang, Kota Banjarmasin dapat lebih meningkatkan lagi layanan informasi keterbukaan publiknya sampai mencapai informatif,” ucap Ayub.

Diskominfo Kalsel berharap kepada pemerintah kabupaten/kota dapat bersama sama mengembangkan kelembagaan Pejabat Pengola Informasi dan Dokumentasi (PPID).

“Karena melalui PPID inilah semua informasi diberikan kepada masyarakat, dengan kanal kanal yang sudah tersedia atau melalui website yang dikelola oleh masing masing PPID,” jelas Ayub. (SRI/RIW/RH)

Asah Kemampuan Komunikasi ASN, BPSDMD Kalsel Gelar Pelatihan Public Speaking

BANJARBARU – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar Pelatihan Public Speaking bagi ASN di lingkungan Pemprov Kalsel, di Aula Kampus 1 BPSDMD Kalsel, Banjarbaru, pada Senin (27/10).

Kegiatan dibuka langsung Kepala BPSDMD Kalsel, Faried Fakhmansyah, dan diikuti sebanyak 30 peserta dari berbagai SKPD di lingkungan Pemprov Kalsel.

Lewat pelatihan ini, Faried menekankan pentingnya kemampuan berbicara di depan umum, sebagai keterampilan utama bagi ASN di era modern.

Kepala BPSDMD Kalsel Faried Fakhmansyah saat menyampaikan sambutan.(foto : BPSDMD Kalsel)

“Public speaking di era sekarang berubah dari keterampilan tambahan menjadi kebutuhan utama bagi Aparatur Sipil Negara,” ujarnya.

Faried menjelaskan, perubahan zaman dan meningkatnya harapan publik terhadap citra pemerintah, membuat komunikasi kini tidak hanya sekadar penyampaian informasi, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun kepercayaan, mempengaruhi opini, dan menciptakan hubungan konstruktif antara pemerintah dan masyarakat.

Menurutnya, ASN tidak lagi cukup hanya menguasai administrasi, tata kelola, dan penyusunan kebijakan. Semua kemampuan tersebut akan kurang berarti jika tidak dibarengi dengan kecakapan menyampaikan pesan secara efektif, persuasif, dan profesional di berbagai konteks, seperti presentasi program kerja, rapat antar instansi, sosialisasi kebijakan ke masyarakat, hingga wawancara dengan media.

“ASN dituntut tampil sebagai komunikator yang tenang, jelas, dan meyakinkan. Sayangnya, masih banyak ASN yang belum percaya diri, gugup, atau kesulitan menyesuaikan gaya komunikasi dengan audiens,” tambahnya.

Melalui pelatihan ini, Faried berharap para ASN dapat mengembangkan potensi diri sebagai komunikator publik yang profesional, bukan hanya mahir berbicara di depan umum, tetapi juga mampu membangun komunikasi yang terbuka, jujur, efektif, dan empatik.

“Kemampuan public speaking bukan sekadar tampil hebat di depan umum. Lebih dari itu, ini adalah seni membangun komunikasi yang menghargai keberagaman dan menjawab kebutuhan masyarakat dengan empati,” tegasnya.

Faried juga menegaskan bahwa ASN memiliki peran penting sebagai jembatan antara kebijakan pemerintah dan harapan masyarakat.

“Setiap kata yang disampaikan, setiap sikap saat berbicara, berdampak langsung terhadap kepercayaan publik dan keberhasilan pelayanan,” pungkasnya. (SYA/RIW/RH)

Jalankan Fungsi Pengawasan, Legislatif Banjarmasin Agendakan Tinjau SPPG MBG

BANJARMASIN – Kalangan Legislatif Banjarmasin, akan meninjau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) penyedia program Makanan Bergizi Gratis – MBG, pekan depan.

Kepada sejumlah wartawan, Senin (27/10), Ketua Komisi IV DPRD Banjarmasin Nelly Listriani menyampaikan, peninjauan ini
merupakan bentuk tanggung jawab moral dan kepedulian DPRD terhadap kesehatan peserta didik. Sekaligus memastikan pelaksanaan program makan bergizi yang merupakan program pemerintah pusat, berjalan aman dan sesuai standar.

Ketua Komisi IV DPRD Banjarmasin, Nelly Listriani

“Hasil rapat Badan Musyawarah tadi, kita agendakan untuk meninjau SPPG penyedia MBG, mulai dari proses pengolahan makanan, standar kebersihan dan keamanan harus terpenuhi,” ucapnya

Nelly mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi program yang digagas pemerintah pusat ini, karena sangat membantu pemenuhan gizi anak-anak di sekolah. Namun evaluasi tetap perlu dilakukan agar keamanan dan kualitas makanan terjamin, dengan cara melakukan pemeriksaan menyeluruh, untuk memastikan keamanan dan kualitas bahan makanan yang disajikan. Sehingga, dapat membantu terpenuhi gizi anak-anak di sekolah tersebut.

“Kita ingin pihak sekolah dan penyedia makanan harus melakukan pengecekan menyeluruh distribusi makanan untuk memastikan tidak ada faktor pencetus lain yang berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan,” pintanya

Lebih lanjut Nelly menambahkan, Komisi IV DPRD Banjarmasin berencana akan kembali turun ke lapangan pekan depan, untuk melihat secara langsung proses pengolahan makanan di beberapa sekolah.

Langkah ini diharapkan dapat memperkuat pengawasan serta menjamin pelaksanaan program makan bergizi berjalan sesuai harapan dan aman bagi seluruh peserta didik di Kota Banjarmasin.

“Kami sebagai fungsi pengawasan secara berkelanjutan, pelaksanaan program ini harus berjalan maksimal, aman, dan memberi manfaat nyata khususnya bagi peserta didik,” tutupnya. (NHF/RIW/RH)

Gencarkan Upaya Tekan Inflasi Daerah, Pemprov Kalsel Dukung Pembentukan dan Operasional Koperasi Merah Putih

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus menunjukkan komitmennya, memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat. Salah satunya melalui pembentukan dan percepatan operasional Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP), yang juga diharapkan mampu menekan laju inflasi di daerah.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalimantan Selatan, Gusti Yanuar Noor Rifai menjelaskan, bahwa pembentukan KDKMP merupakan salah satu langkah strategis pemerintah, memperkuat struktur ekonomi masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.

Melalui koperasi ini, distribusi barang kebutuhan pokok diharapkan menjadi lebih efisien dan terjangkau, sehingga dapat membantu menekan laju inflasi di daerah serta menjaga daya beli masyarakat.

Keberadaan KDKMP akan menjadi wadah penguatan ekonomi berbasis kerakyatan, di mana koperasi berperan langsung dalam menstabilkan harga kebutuhan pokok serta memotong rantai distribusi yang panjang antara produsen dan konsumen. Dengan begitu, keuntungan dapat lebih dirasakan masyarakat kecil, khususnya pelaku UMKM dan petani lokal.

“Sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia, seluruh Koperasi Merah Putih ditargetkan sudah dapat beroperasi penuh pada Maret 2026 mendatang. Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan siap menindaklanjuti instruksi tersebut dengan melakukan koordinasi intensif bersama pemerintah kabupaten dan kota, untuk memastikan kesiapan koperasi di setiap wilayah,” ungkap Rifai, usai menghadiri rapat koordinasi pengendalian inflasi daerah secara daring dari Command Center Setdaprov Kalsel, Senin (27/10).

Lebih lanjut, Rifai menyampaikan, Pemprov Kalsel juga akan memperkuat sinergi antar sektor, dengan melibatkan Dinas Perdagangan, Dinas Pertanian, serta lembaga keuangan dan perbankan, agar pelaksanaan program ini berjalan efektif dan berkelanjutan.

Melalui sinergi ini, Koperasi Merah Putih diharapkan berfungsi optimal sebagai penyedia kebutuhan dasar masyarakat, penyangga harga di pasar, sekaligus penggerak utama ekonomi desa dan kelurahan.

Pemprov Kalsel tidak hanya berfokus pada pembentukan kelembagaan koperasi, tetapi juga pada peningkatan kapasitas pengurus dan anggota koperasi melalui pelatihan manajemen usaha dan strategi bisnis berbasis potensi lokal. Dengan cara ini, koperasi diharapkan dapat tumbuh mandiri dan berdaya saing tinggi dalam menghadapi tantangan ekonomi global.

“Program ini bukan hanya soal koperasi berdiri, tetapi bagaimana koperasi menjadi alat perjuangan ekonomi masyarakat, menumbuhkan semangat gotong royong dan kemandirian ekonomi di seluruh pelosok daerah,” tutup Rifai. (MRF/RIW/RH)

SiRakyat, Jejak Sakti BEM FH ULM Untuk Banua

BARITO KUALA – Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat (BEM FH ULM) Kabinet Satya Bhakti, menyelenggarakan program pengabdian masyarakat bertajuk “Kolaborasi Rakyat (SiRakyat)” dengan tema “JEJAK SAKTI: Jalinan Erat Mahasiswa bersama Masyarakat dalam Aksi Kolaborasi Terbaik”.

Kegiatan ini merupakan perwujudan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pilar pengabdian kepada masyarakat, yang dilaksanakan dengan semangat kesukarelaan, dan bertujuan membawa manfaat nyata bagi komunitas sasaran.

Rangkaian kegiatan SiRakyat 2025 di Desa Jejangkit Pasar

Program SiRakyat 2025, digelar di Desa Jejangkit Pasar, Kecamatan Jejangkit Kabupaten Barito Kuala, pada 3 akhir pekan. Yakni pada 20 September, 27 September serta 11 dan 12 Oktober 2025.

Dalam rilisnya, Ketua Pelaksana SiRakyat 2025, Muhammad Robianoor menjelaskan, bahwa Desa Jejangkit Pasar terpilih, setelah pihaknya melakukan survei ke sejumlah desa. Hasilnya, Desa Jejangkit Pasar yang paling menarik perhatian.

“Desa Jejangkit Pasar ini memenuhi beberapa syarat, seperti jarak dan waktu perjalanan tidak begitu jauh dari ULM, dengan akses jalan yang masih dapat ditempuh dengan aman,” paparnya.

Selain itu, masyarakat yang terlihat antusias dengan aktivitas mahasiswa pendatang, serta tanggapan dari perangkat desa yang sangat responsif serta suportif dengan kegiatan-kegiatan SiRakyat 2025, menjadi pertimbangan desa ini terpilih sebagai desa binaan SiRakyat 2025.

Selama tiga kali kunjungan, menurut Robianoor, serangkaian kegiatan komprehensif digelar di Desa Jejangkit Pasar, demi melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.

Yakni meliputi penanaman pohon (Aksi Hijau Desa), pelatihan branding UMKM, kegiatan keagamaan (Cahaya Maulid), pemeriksaan kesehatan gratis (Sehat Bersama), sosialisasi hukum (Bincang Hukum Desa), edukasi anak sekolah (Ceria Edukasi), lomba untuk anak-anak dan remaja (Riang Warna Desa), dokumentasi kuliner khas desa (Khas Sapari), pembuatan profil desa digital (Jejak Profil Desa), serta rangkaian penutupan dengan pertunjukan seni dan budaya (Closing Ceremony dan Panggung Harmoni).

“Program SiRakyat 2025 dilatarbelakangi komitmen BEM FH ULM, untuk menumbuhkan rasa kepedulian, kepekaan, dan kreativitas mahasiswa dalam mengabdi dan memberi manfaat kepada masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, juga meningkatkan kemampuan bersosialisasi dan adaptasi mahasiswa, di tengah masyarakat desa, membantu masyarakat desa melalui optimalisasi pengenalan potensi desa ke masyarakat luas, mewujudkan masyarakat desa yang sadar dan paham hukum; serta memperluas wawasan masyarakat desa terkait isu-isu krusial.

Program ini juga merupakan respons terhadap kondisi Desa Jejangkit Pasar yang menghadapi berbagai tantangan pembangunan. Meskipun memiliki potensi pertanian dan sumber daya alam yang baik, desa ini menghadapi kerawanan banjir yang mengganggu aktivitas warga serta UMKM lokal, yang masih belum berkembang optimal dari sisi branding dan pemasaran.

“Melalui kolaborasi dengan berbagai organisasi kemahasiswaan dan institusi terkait bidang hukum, SiRakyat 2025 diharapkan mampu memotivasi pemuda dan anak-anak desa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi demi kemajuan Desa Jejangkit Pasar,” tutupnya.

Melalui pendekatan yang partisipatif, kegiatan ini mendorong kolaborasi antara BEM FH ULM, KM FH ULM, masyarakat setempat dan pihak yang terlibat (mitra kerja), agar dapat memberi kebermanfaatan dan dampak positif dalam jangka panjang. (ADV-RIW/RH)

Exit mobile version