BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, melalui Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar), terus memperkuat kapasitas sumber daya manusia di bidang penanggulangan kebakaran dan penyelamatan. Salah satunya dengan menggelar in house training Diklat Pemadam I Angkatan 6 se-Kabupaten/Kota Provinsi Kalimantan Selatan.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin di Banjarbaru, pada Selasa (28/10), dan dibuka secara resmi, Pelaksana Tugas Kepala Satpol PP dan Damkar Provinsi Kalimantan Selatan, Ronny Eka Saputra.
Ronny menjelaskan, pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan profesionalisme, para personel pemadam kebakaran di seluruh kabupaten kota di Kalimantan Selatan. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan memiliki kemampuan teknis, kedisiplinan, serta kesiapsiagaan tinggi dalam menghadapi berbagai situasi darurat kebakaran, maupun bencana lainnya.
Menurut Ronny, kegiatan in house training seperti ini akan rutin dilaksanakan sebagai bagian dari upaya pembinaan berkelanjutan, terhadap personel Damkar di seluruh Banua. Pelatihan berkala tersebut menjadi wadah penting untuk memperkuat mental, meningkatkan keterampilan teknis, dan menumbuhkan solidaritas antar petugas dalam menjalankan tugas kemanusiaan.
“Pelaksanaan in house training juga bertujuan memperkuat sinergi dan koordinasi antar satuan pemadam kebakaran di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, agar penanganan kebakaran dan penyelamatan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan efektif,” ungkap Rony.
Tantangan dalam pengelolaan bahaya kebakaran semakin kompleks dari waktu ke waktu. Pesatnya pembangunan, padatnya pertumbuhan penduduk, dan perubahan iklim semakin meningkatkan potensi risiko kebakaran di berbagai sektor, baik di permukiman, industri, maupun lingkungan alam terbuka.
Kondisi tersebut, menurut Rony, menuntut semua pihak untuk lebih waspada dan memperkuat upaya pencegahan melalui edukasi, pelatihan, serta penerapan standar keselamatan yang lebih ketat.
“Satpol PP dan Damkar Provinsi Kalsel berkomitmen untuk terus mendorong peningkatan kompetensi sumber daya manusia di bidang penanggulangan kebakaran. Dengan begitu, pelayanan kepada masyarakat dapat dilaksanakan secara profesional, tangguh, dan responsif di seluruh wilayah Banua,” lanjut Rony.
Melalui kegiatan Diklat Kualifikasi Pemadam I angkatan VI ini, para peserta diharapkan tidak hanya memahami prosedur dan teknik pemadaman, tetapi juga memiliki kemampuan analisis risiko dan kesiapsiagaan mental dalam menghadapi potensi bencana kebakaran.
“Kegiatan hari ini merupakan salah satu bentuk pengabdian kami dalam meningkatkan kemampuan aparatur pemadam kebakaran. Program ini sudah berjalan enam tahun dan menjadi salah satu prioritas Pemerintah Provinsi,” tutup Rony.
Untuk diketahui, kegiatan in house training Diklat Pemadam I Angkatan 6 se-kabupaten/kota, diikuti para petugas pemadam kebakaran dari berbagai kabupaten/kota di Kalimantan Selatan dan berlangsung selama 7 hari, dengan materi meliputi teori dan praktik lapangan terkait penanggulangan kebakaran serta keselamatan kerja. (MRF/RIW/RH)

