Dorong Inovasi Guru, Disdikbud Kalsel Gelar Lomba Konten Pembelajaran VR

BANJARMASIN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Selatan, terus berupaya mendorong inovasi pembelajaran berbasis teknologi digital, salah satunya melalui Lomba Konten Pembelajaran Virtual Reality (VR) tahun 2025.

Salah satu peserta lomba konten pembelajaran Virtual Reality (VR) tahun 2025

Kegiatan yang digelar oleh Balai Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (BTIKP) Kalsel ini, menjadi ajang kreativitas bagi para guru untuk beradaptasi dan berinovasi, dalam pemanfaatan teknologi digital di dunia pendidikan. Hasil lomba diumumkan di salah satu hotel berbintang Banjarmasin, Rabu (29/10)

Kepala BTIKP Provinsi Rusiani (ki-ka)

Kepala Disdikbud Kalsel, Galuh Tantri Narindra, yang sambutannya dibacakan Kepala BTIKP Provinsi Rusiani, saat menutup lomba pembuatan konten pembelajaran berbasis Virtual Reality tahun 2025, menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan kreativitas dan kemampuan guru dalam merancang media pembelajaran yang menarik dan interaktif.

Oleh karena itu, guru dan peserta didik kini dituntut untuk berpikir kritis, kolaboratif, serta kreatif dalam memanfaatkan teknologi.

“Melalui lomba ini, para guru di Kalimantan Selatan membuktikan semangat dan kemampuan luar biasa mereka dalam berinovasi,” ucapnya

Rusiani menambahkan, karya Virtual Reality yang dihasilkan para peserta bukan hanya menarik secara visual, tetapi juga kaya nilai edukatif, serta berpotensi menjadi media pembelajaran yang efektif dan menyenangkan bagi siswa.

Ia berharap semangat inovasi para guru terus tumbuh, dan pembelajaran digital di Kalimantan Selatan semakin berkembang menuju pendidikan yang kreatif, adaptif, dan berdaya saing tinggi.

“Para peserta yang mengikuti lomba ini dinilai telah mampu mempresentasikan ide pembelajaran mereka dengan sangat jelas melalui konten VR yang dibuat,” jelasnya

Sementara itu, salah satu juri nasional, Andes Rizky, mengapresiasi pelaksanaan lomba ini. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menilai kemampuan guru beradaptasi dengan teknologi, tetapi juga kreativitas dalam menerapkan metode pembelajaran inovatif.

“Kami menilai berdasarkan kreativitas, ketelitian, kesesuaian dengan tema, pesan yang disampaikan, serta testimoni dari siswa,” ungkapnya.

Dari hasil penilaian juri, Rizqi Annisa, guru SMAN 1 Danau Panggang Kabupaten Hulu Sungai Utara, berhasil meraih Juara Pertama dengan karya berjudul “Galeri Sumber Bunyi Nusantara”, media pembelajaran berbasis VR yang mengenalkan alat musik tradisional Indonesia kepada siswa, sekaligus menjadi upaya pelestarian budaya bangsa.

“Saya sangat bangga dan termotivasi. Lomba ini menginspirasi kami para guru untuk terus berinovasi dan berkontribusi bagi kemajuan pendidikan di Kalimantan Selatan,” tutupnya

Adapun pemenang lainnya yaitu Dwi Nuryanto dari UPTD SMPN 5 Batu Ampar, Kabupaten Tanah Laut sebagai Juara Kedua, dan M. Roni Anshary dari SMAN 1 Angkinang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan sebagai Juara Ketiga. (NHF/RIW/RH)

Satpol PP dan Damkar Kalsel, Siap Bantu Penanganan Batingsor

BANJARBARU – Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Provinsi Kalimantan Selatan, menyatakan kesiapannya untuk turut membantu dalam penanganan musibah banjir, puting beliung, dan longsor (Batingsor) di Banua.

Satpol PP dan Damkar Kalsel memiliki peran penting dalam membantu pemerintah daerah menghadapi berbagai potensi bencana. Terutama menjelang musim hujan, yang biasanya disertai peningkatan curah hujan tinggi dan potensi cuaca ekstrem.

Karena itu, Satpol PP dan Damkar terus memperkuat kesiapsiagaan, baik dari sisi sumber daya manusia, sarana prasarana, hingga sistem koordinasi di lapangan.

Plt. Kepala Satpol PP dan Damkar Provinsi Kalimantan Selatan, Ronny Eka Saputra, melalui Kabid Perlindungan Masyarakat dan Pemadam Kebakaran, Maulana Fatahillah menyampaikan, bahwa sinergi antarinstansi menjadi kunci utama dalam memperkuat sistem tanggap darurat.

Kabid Perlindungan Masyarakat dan Pemadam Kebakaran, Maulana Fatahillah

Satpol PP dan Damkar Kalsel juga menyiagakan personel serta peralatan khusus di beberapa wilayah rawan bencana seperti Kabupaten Banjar, Hulu Sungai Selatan, Tapin, Tanah Laut, dan Tanah Bumbu. Peralatan yang disiapkan antara lain mobil pemadam, pompa air, perahu karet, alat evakuasi korban, serta perlengkapan komunikasi untuk koordinasi cepat.

“Setiap tahun, kami selalu bersiaga penuh untuk mengantisipasi bencana banjir, puting beliung, maupun longsor. Satpol PP dan Damkar Kalsel akan berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, serta relawan masyarakat, agar langkah-langkah cepat bisa dilakukan saat terjadi bencana di lapangan,” ungkap Maulana, usai kegiatan In House Training Diklat Pemadam I Angkatan VI se-Kabupaten/Kota Provinsi Kalimantan Selatan, Selasa (28/10).

Lebih lanjut Maulana menyebutkan, selain kesiapan teknis, peningkatan kemampuan sumber daya manusia juga menjadi fokus penting. Melalui kegiatan pelatihan dan simulasi kebencanaan, para personel Damkar dilatih untuk tanggap dalam melakukan penyelamatan korban, pemadaman kebakaran akibat korsleting listrik di daerah banjir, hingga membantu evakuasi warga yang terdampak bencana.

“Kami juga terus melakukan pelatihan rutin baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, untuk memastikan seluruh petugas memiliki kemampuan teknis dan mental tangguh dalam menghadapi situasi darurat,” ungkap Maulana.

Ia menambahkan, komitmen Satpol PP dan Damkar Kalsel tidak hanya sebatas pada upaya penanganan saat bencana, tetapi juga dalam tahap mitigasi dan pencegahan. Upaya ini dilakukan dengan memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya kewaspadaan dini, terutama di daerah rawan banjir dan longsor.

“Kami juga berupaya menumbuhkan kesadaran masyarakat agar selalu siap dan siaga menghadapi potensi bencana. Masyarakat diharapkan dapat memahami tanda-tanda alam serta mengetahui langkah-langkah penyelamatan awal sebelum bantuan datang,” sahut Maulana.

Satpol PP dan Damkar Kalsel siap mendukung penuh kebijakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam menjaga keselamatan warga Banua. Pihaknya akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota untuk memastikan respons cepat dalam setiap kejadian bencana, terutama yang menimbulkan dampak luas bagi masyarakat.

“Keselamatan warga adalah prioritas utama kami. Dengan sinergi lintas instansi dan dukungan masyarakat, kami optimis penanganan bencana di Kalimantan Selatan bisa dilakukan secara cepat, terarah, dan efektif,” tutup Maulana.

Dengan adanya kesiapsiagaan tinggi dari Satpol PP dan Damkar bersama seluruh pihak terkait, diharapkan penanganan musibah Batingsor di Banua dapat dilakukan secara terpadu, cepat, dan berorientasi pada keselamatan masyarakat.

Langkah ini juga menjadi bentuk nyata komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan daerah yang tangguh dan siap menghadapi ancaman bencana. (MRF/RIW/RH)

Hidupkan Tradisi Literasi Klasik, Museum Lambung Mangkurat Gelar Pameran Temporer Ke-3 Tahun 2025

BANJARBARU – Museum Lambung Mangkurat Provinsi Kalimantan Selatan, kembali menghadirkan kekayaan budaya Banua melalui Pameran Temporer ke-3 Tahun 2025, yang mengusung tema “Aksara Pembawa Warta: Pameran Naskah Kuno dan Kitab Klasik Kalimantan Selatan”.

Pameran Temporer ke-3 ini, menampilkan berbagai naskah kuno dan kitab klasik asal Kalimantan Selatan, yang menjadi bukti kekayaan intelektual masyarakat Banua di masa lampau.

Kegiatan ini resmi dibuka Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, melalui Kepala Bidang Kebudayaan sekaligus Plt Kepala Museum Lambung Mangkurat, Raudati Hildayati, di Ruang Pameran Museum Lambung Mangkurat, Banjarbaru, pada Rabu (29/10).

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kalsel menggunting pita tanda dibukanya pameran temporer ke-3

Raudati menyampaikan, penyelenggaraan pameran bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan wujud tanggung jawab moral dan intelektual, dalam melestarikan kekayaan budaya bangsa.

“Kegiatan pameran bukan hanya sekadar seremoni belaka, melainkan manifestasi tanggung jawab kita untuk menjaga, merawat, meneliti, dan menyebarluaskan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam warisan sejarah, termasuk naskah-naskah kuno yang menyimpan pengetahuan dan kebijaksanaan masa lampau,” ujarnya.

Raudati menegaskan, warisan berupa naskah dan kitab klasik bukan hanya teks tertulis, melainkan cermin peradaban dan identitas bangsa. Dalam konteks kekinian, naskah-naskah tersebut tetap relevan sebagai sumber pengetahuan bagi kajian akademis, penelitian filologis, hingga pengembangan ilmu kebudayaan dan peradaban Islam.

“Melalui pameran ini, Museum Lambung Mangkurat berupaya memberikan ruang bagi publik untuk melihat langsung kekayaan warisan budaya, sekaligus menghidupkan kembali tradisi literasi klasik yang semakin terpinggirkan oleh kemajuan teknologi informasi,” tambahnya.

Raudati juga menyinggung pentingnya peran negara, dalam pelestarian kebudayaan sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Dimana negara memiliki tanggung jawab untuk melindungi, mengembangkan, memanfaatkan, dan membina kebudayaan nasional.

“Pelestarian naskah kuno merupakan bagian penting dari empat pilar pemajuan kebudayaan tersebut. Melalui pameran ini pula kami ingin menegaskan kembali pentingnya museum sebagai pusat pembelajaran kebudayaan dan peradaban,” katanya.

Ia juga menegaskan fungsi museum sebagai ruang hidup bagi nilai-nilai yang pernah menggerakkan kehidupan masyarakat di masa lalu, bukan sekadar tempat penyimpanan benda lama.

“Museum adalah jembatan antara masa lalu, masa kini, dan masa depan. Disinilah kita belajar bahwa kebudayaan bukan hanya warisan, tetapi sumber inspirasi untuk membangun peradaban yang lebih baik,” pungkasnya. (SYA/RIW/RH)

Siap Berkolaborasi Dengan Pemprov, DPRD Dukung Pencegahan Korupsi Di Kalsel

BANJARMASIN – Dalam rangka peningkatan upaya pencegahan korupsi di Provinsi Kalsel, DPRD siap berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Kalsel. Kesiapan ini ditegaskan Ketua DPRD Kalsel Supian HK, usai mengikuti Pembukaan Pelatihan Integritas Sektor Eksekutif Dan Legislatif di Lingkungan Pemprov Kalsel, Rabu, (29/10)

Supian HK menegaskan, melalui fungsi pengawasannya, DPRD Kalsel siap melaksanakan hal-hal yang menjadi arahan KPK RI. Yakni sebagai fungsi pengawasan, siap bekerjasama dengan pihak terkait.

Ketua DPRD Kalsel Supian HK

“Beberapa yang masih perlu peningkatan akan dijadikan pelajaran dan pengalaman. Insya Allah 2026 akan jadi lebih baik lagi”, jelasnya.

Supian berharap, pelatihan integritas ini, dapat semakin meningkatkan persepsi dan pemahaman semua pihak, terhadap nilai integritas dan mengamalkannya dalam menjalankan tugas dan amanah yang diemban.

Sementara itu, Gubernur Kalsel Muhidin, sangat bersyukur mendapatkan pencerahan dari KPK RI untuk eksekutif dan legislatif di lingkungan Pemprov Kalsel. Hasil paparan dan arahan dari Deputi Bidang Koordinasi dan Supervisi, akan menjadi bahan dan dasar upaya peningkatan kinerja bersama.

Selanjutnya, Muhidin mengajak DPRD Kalsel untuk bekerjasama, baik dalam meningkatkan nilai integritas maupun terkait penggunaan APBD Kalsel ke depan, agar menjadi lebih baik melalui bimbingan KPK RI.

“Bagaimana untuk menyikapi hal-hal yang terjadi tadi. Mudah – mudahan kami dengan DPRD bisa bekerjasama dengan lebih baik untuk menyikapi hal-hal penggunaan anggaran yang ada di Kalsel”, jelasnya

Sebelumnya, Deputi Bidang Koordinasi Dan Supervisi KPK RI, Agung Yudha Wibowo dalam paparannya menerangkan, beberapa komponen yang harus menjadi perhatian bersama. Melalui pelatihan integritas yang ditujukan kepada sektor eksekutif dan sektor legislatif.

Agung berharap, pelatihan integritas dapat meningkatkan meningkatkan pemahaman tentang antikorupsi, memperkuat integritas, serta mendorong terwujudnya birokrasi yang bersih dan akuntabel.

Pelatihan Integritas yang berlangsung selama 1 hari ini juga mengundang para istri Anggota DPRD Kalsel.

“Adapun materi yang diberikan antara lain tentang penguatan komitmen menjaga integritas, delik pidana korupsi dan gratifikasi,” tutupnya. (DPRD.KALSEL-NHF/RIW/RH)

Jaga Stabilitas Ketersediaan Ikan, UPTD Pelabuhan Perikanan Banjarmasin Andalkan Cold Storage

BANJARMASIN – Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan, melalui UPTD Pelabuhan Perikanan Banjarmasin, menjaga stabilitas ketersediaan ikan dengan Cold Storage.

Kepala Dislutkan Kalsel Rusdi Hartono, diwakili Kepala UPTD Pelabuhan Perikanan Banjarmasin Ahmad Jaki menjelaskan, untuk menjaga kestabilan ketersediaan ikan, Pelabuhan Perikanan Banjarmasin dilengkapi tempat penampungan ikan atau Cold Storage.

Kepala UPTD Pelabuhan Perikanan Banjarmasin Ahmad Jaki

“Dengan adanya Cold Storage di Pelabuhan Perikanan Banjarmasin, maka stabilitas pasokan dan harga ikan dapat terjaga di Kota Banjarmasin dan sekitarnya,” ungkap Jaki, Rabu (29/10).

Sehingga, lanjutnya, ketersediaan ikan di Pelabuhan Perikanan Banjarmasin selalu tersedia setiap waktu.

“Untuk masyarakat yang ingin membeli ikan, dapat langsung ke Pelabuhan Perikanan Banjarmasin, karena ketersediaan ikan selalu ada di tempat ini,” ucap Jaki.

Selain itu, lanjutnya, Pelabuhan Perikanan Banjarmasin ini merupakan milik semua, sehingga masyarakat dapat langsung membeli ikan di tempat tersebut.

Dijelaskan Jaki, Cold Storage merupakan tempat penyimpanan ikan, dengan cara membekukan ikan hasil tangkapan, untuk memperpanjang masa simpannya. Sehingga mencegah pembusukan dan menjaga kualitas ikan.

“Dengan sistem tersebut maka memungkinkan ikan untuk disimpan saat produksi melimpah dan didistribusikan saat permintaan tinggi, sehingga dapat menstabilkan ketersediaan pasokan ikan,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Jaki mengatakan, UPTD Pelabuhan Perikanan Banjarmasin Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan, memasok kebutuhan ikan sampai ke provinsi tetangga, yakni Kalimantan Tengah, serta Kalimantan Timur.

“UPTD Pelabuhan Perikanan Banjarmasin ini, tidak hanya memenuhi kebutuhan ikan untuk wilayah Kota Banjarmasin saja, tetapi juga daerah lainnya,” ungkapnya.

Untuk Provinsi Kalimantan Tengah, seperti daerah terdekat Kapuas, Palangkaraya, Sampit, bahkan hingga Pangkalanbun.

Meski begitu Jaki memastikan, pasokan ikan di Pelabuhan Perikanan Banjarmasin, diutamakan untuk Kota Banjarmasin dan sekitarnya.

“Setelah kebutuhan tercukupi, barulah ikan dikirim ke daerah lain,” ujar Jaki.

Dalam upaya peningkatan pemenuhan kebutuhan ikan di Kota Banjarmasin dan sekitarnya, UPTD Pelabuhan Perikanan Banjarmasin terus berupaya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, dalam hal pemenuhan serta kestabilan pasokan serta harga ikan. (SRI/RIW/RH)

Tingkatkan Kapasitas Pengelola Wisata, Dispar Kalsel kembali gelar Bimtek

BANJAR – Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan,  melalui Bidang Pengembangan Destinasi, Seksi Pemberdayaan Masyarakat Wisata, menggelar Bimbingan Teknis Pengelolaan Destinasi Pariwisata Geopark Meratus 2025, bertempat di Lampau Dewi Tilam Desa Tiwingan Lama Kabupaten Banjar,
Selasa (28/10)

Kepala Dinas Pariwisata Kalimantan Selatan, Iwan Fitriady, melalui rilis yang disampaikan Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Wisata, Dispar Kalsel, Musrefinah Ledya menjelaskan, Bimtek diikuti Kelompok Sadar Wisata atau Pokdarwis serta masyarakat sekitar destinasi wisata setempat.

Bimtek bertujuan
meningkatkan kapasitas pengelola wisata dan masyarakat dalam mengelola destinasi berbasis geopark secara berkelanjutan. Dimana diketahui, Desa Tiwingan Lama dikenal sebagai salah satu desa wisata unggulan di Kabupaten Banjar.

“Desa ini menawarkan panorama alam menakjubkan, dikelilingi perbukitan hijau, hamparan sawah, dan pemandangan indah Waduk Riam Kanan.Tak heran jika kawasan ini sering dijuluki “Raja Ampat-nya Kalimantan Selatan,” ucapnya

Lediya mengatakan, masyarakat memiliki peran penting dalam menghidupkan nilai-nilai lokal, meningkatkan daya tarik wisata, serta menciptakan pengalaman yang berkesan bagi pengunjung. Mereka harus mampu membangun ikatan emosional dengan wisatawan melalui pengalaman yang autentik dan berkesan, sehingga wisatawan punya cerita yang dapat dibagikan.

“Melalui kegiatan Bimtek ini, kami berharap para anggota Pokdarwis dan masyarakat dapat mempelajari tata kelola destinasi wisata berbasis geopark dengan baik. Sekaligus menggali potensi wisata di wilayahnya masing – masing,” harapnya

Sementara itu, Kepala Bidang Destinasi Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Banjar, Jennita Adistya Putri menambahkan, kegiatan Bimtek ini memiliki peran strategis dalam memperkuat kapasitas pengelola destinasi di kawasan Geopark Meratus, karena merupakan aset kebanggaan Kalimantan Selatan.

Pengelolaan destinasi harus dilakukan secara profesional dengan tetap mengedepankan konservasi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat.

“Upaya ini penting untuk memperkuat posisi Geopark Meratus dalam jejaring geopark internasional, sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat,” tutupnya

Bimbingan Teknis Pengelolaan Destinasi Pariwisata Geopark Meratus 2025 kali ini, menghadirkan narasumber Kepala Desa Tiwingan Lama, Putri Pariwisata Nusantara 2024, dan praktisi pariwisata. (DISPAR.KALSEL-NHF/RIW/RH)

Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-97, Pemprov Kalsel Dorong Pemuda Banua Jadi Pencipta Sejarah Baru

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 Tahun 2025, di halaman Kantor Gubernur Kalimantan Selatan di Banjarbaru, Selasa (28/10).

Upacara dipimpin Plt Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kalsel, Muhammad Muslim, serta dihadiri perwakilan Forkopimda Kalsel, para Kepala SKPD, dan Tenaga Ahli Gubernur.

Plt Kepala Biro Kesra Setdaprov Kalsel, saat memimpin jalannya upacara.(foto : MC Kalsel)

Membacakan sambutan Menpora, Erick Thohir, Muhammad Muslim menyampaikan, peringatan Hari Sumpah Pemuda bukan hanya momentum mengenang sejarah, tetapi juga pengingat pentingnya persatuan dan peran strategis generasi muda dalam membangun bangsa.

“Peringatan Hari Sumpah Pemuda ini bukan sekadar pengingat bagi para pemuda-pemudi masa kini tentang pentingnya persatuan, tetapi juga menjadi pengikat misi para pemuda untuk membangun bangsa dengan nilai-nilai patriotik, gigih, dan penuh empati,” ujarnya.

Ia menambahkan, hal itulah yang menjadi kekuatan utama bangsa Indonesia. Muslim juga mengajak para pemuda untuk menjadi agen perubahan, bukan sekadar pelengkap sejarah, melainkan pencipta sejarah baru.

“Pemuda Indonesia harus tetap berdiri kokoh ketika badai datang,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan, Febriadin Hafiz, mengajak seluruh generasi muda Banua untuk menjadikan momentum Hari Sumpah Pemuda ke-97, sebagai penguat semangat persatuan dan kreativitas dalam membangun daerah.

Febriadin menyampaikan, semangat Sumpah Pemuda harus terus dihidupkan, bukan hanya lewat seremoni, tetapi juga dengan tindakan nyata yang menunjukkan kontribusi pemuda bagi bangsa.

“Pemuda hari ini harus menjadi motor perubahan. Mereka bukan hanya penerus, tapi pelaku utama pembangunan. Semangat Sumpah Pemuda adalah tentang kolaborasi dan kontribusi nyata,” ujarnya.

Ia juga menilai, bahwa era digital saat ini menuntut pemuda untuk kreatif, adaptif, dan berdaya saing tinggi. Baik di tingkat lokal, nasional, maupun global.

Untuk itu, Dispora Kalsel terus mendorong berbagai program pengembangan kepemudaan, seperti pelatihan kepemimpinan, kewirausahaan, hingga pembinaan olahraga prestasi.

“Kita ingin pemuda Kalimantan Selatan tidak hanya bangga dengan sejarah Sumpah Pemuda, tapi juga mampu menulis sejarah baru dengan prestasi dan karya positif bagi masyarakat,” pungkasnya.

Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97, mengusung tema “Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu”. Tema tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi lintas generasi dan lintas sektor sebagai kunci mewujudkan Indonesia yang maju, mandiri, dan berdaya saing global. (SYA/RIW/RH)

POPNAS 2025 Jakarta, Kalsel Siap Berangkatkan192 Atlet dan Official

BANJARBARU – Dalam rangka mendukung kesuksesan pelaksanaan Pekan Olahraga Pelajar (POPNAS) Tahun 2025 di Jakarta, maka Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga, siap mengirim Kontingen Kalsel ke ajang olahraga pelajar tertinggi di Tanah Air tersebut.

Foto : net

Kabid Peningkatan Prestasi Dispora Kalsel Heru Susmianto mengatakan, pada ajang POPNAS Tahun 2025 di Jakarta, kontingen Provinsi Kalimantan Selatan diperkuat 192 orang atlet serta offisial.

Kabid Peningkatan Prestasi Dispora Kalsel Heru Susmianto

“Saat ini seluruh Kontingen Kalsel telah siap diberangkatkan, untuk mengikuti POPNAS di Jakarta,” ungkap Heru, pada Topik Kita Hari Ini (TKHI) bersama Radio Abdi Persada FM, Selasa (28/10).

Keikutsertaan atlet pelajar Kalsel ini, lanjutnya, sebagai bukti dukungan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, dalam pembinaan olahraga dari usia pelajar.

“POPNAS Tahun 2025 di Jakarta, berlangsung 1 sampai 10 November 2025, dengan mempertandingkan sebanyak 23 cabang olahraga. Sedangkan kontingen Provinsi Kalimantan Selatan mengikuti 16 cabang olahraga,” jelas Heru.

Pemerintah Kalsel, tambahnya, tidak menarget medali kepada para atlet yang bertanding, namun diminta untuk dapat menampilkan kemampuan maksimal yang dimiliki.

“Keikutan para atlet pada POPNAS ini, merupakan peluang bagi para atlet untuk meraih prestasi tertinggi, agar dapat mengikuti pertandingan lainnya,” ungkap Heru.

Karena, lanjutnya, para atlet pelajar ini merupakan atlet yang dilakukan pembinaan secara berkelanjutan. Sehingga, prestasi capaian atlet terus dipantau.

“Dispora Kalsel berharap kepada seluruh atlet agar dapat memberikan prestasi terbaik,” ucap Heru.

Dalam kesempatan tersebut, Heru mengungkapkan, beberapa cabang olahraga (cabor) yang menjadi andalan Provinsi Kalsel pada POPNAS Tahun 2025 di Jakarta. Salah satunya cabor gulat.

“Cabang olahraga gulat pada ajang POPNAS ini, dipertandingkan atas permintaan dari tuan rumah DKI Jakarta,” ungkapnya.

Mengingat, tuan rumah memiliki hak istimewa untuk memilih cabor olahraga yang dipertandingkan.

“Masuknya cabor gulat ini, menjadi keuntungan bagi Provinsi Kalimantan Selatan, mengingat Gulat merupakan cabor andalan Kalsel,” ujar Heru.

Heru berharap, cabor gulat dapat menyumbangkan medali untuk Kontingen Provinsi Kalimantan Selatan pada POPNAS Tahun 2025 di Jakarta mendatang.

“Kami telah membicarakan dengan pelatih gulat potensi meraih medali, dan para atlet gulat yang ikut POPNAS di Jakarta, merupakan atlet potensial,” ucap Heru.

Dikatakan Heru, selain gulat, cabor andalan lainnya, seperti dayung, pencak silat, angkat besi, tinju, serta olahraga lainnya, diharapkan dapat menyumbangkan medali, untuk Kontingen Provinsi Kalimantan Selatan. (SRI/RIW/RH)

Pererat Hubungan Kelembagaan dan Perkuat Sinergi, KPID Kalsel Kunjungi LPPL Abdi Persada FM

BANJARBARU – Dalam rangka mempererat hubungan kelembagaan dan memperkuat sinergi di bidang penyiaran, Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kalimantan Selatan, melakukan kunjungan silaturahmi ke Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Radio Abdi Persada FM, Selasa (28/10).

Rombongan KPID Kalsel yang dipimpin Ketua KPID Kalsel, Muhammad Leoni Hermawan, disambut langsung Direktur LPPL Abdi Persada FM, Syarifah Norhani, bersama Anggota Dewan Pengawas, Novita Setyanti, serta jajaran direksi LPPL Abdi Persada FM.

Suasana kunjungan KPID Kalsel ke LPPL Abdi Persada FM

Ketua KPID Kalsel, Muhammad Leoni Hermawan mengatakan, bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat koordinasi, kolaborasi, dan komunikasi antara KPID Kalsel dengan lembaga penyiaran di Banua, termasuk LPPL Abdi Persada FM.

“Kami ingin menjalin silaturahmi sekaligus berdiskusi dengan lembaga penyiaran yang ada di Kalimantan Selatan agar sinergitas antar lembaga dapat semakin erat dan berjalan berkesinambungan,” ujarnya.

Ia menambahkan, melalui kegiatan silaturahmi ini KPID Kalsel membuka ruang komunikasi dua arah, termasuk menerima berbagai saran dan masukan dari lembaga penyiaran, untuk bersama-sama meningkatkan kualitas penyiaran di daerah.

“Tentunya ke depan masih banyak tantangan di dunia penyiaran. Kami berharap silaturahmi ini membawa kebaikan, manfaat dan memperkuat kerja sama antarlembaga penyiaran di Banua,” tambahnya.

Lebih lanjut, Leoni menegaskan, bahwa KPID Kalsel berkomitmen untuk terus memperkuat peran dan fungsi penyiaran di Kalimantan Selatan melalui pembinaan dan pengawasan, terhadap seluruh lembaga penyiaran, baik televisi maupun radio.

“Kami terus mendorong lembaga penyiaran agar mematuhi aturan dalam setiap siaran. Penyiaran memiliki peran strategis dalam membentuk karakter masyarakat, sehingga penting bagi kita menghadirkan konten yang berkualitas dan mencerdaskan seluruh lapisan masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur LPPL Abdi Persada FM, Syarifah Norhani, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan KPID Kalsel, terhadap lembaga penyiaran publik daerah. Ia menilai kunjungan tersebut menjadi momentum positif dalam memperkuat hubungan kelembagaan sekaligus motivasi bagi lembaga penyiaran publik untuk terus berinovasi.

“Kami sangat berterima kasih atat kunjungan KPID Kalsel. Ini menjadi bentuk dukungan nyata sekaligus motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas siaran dan pelayanan publik di bidang penyiaran,” ujar Syarifah.

Ia juga menegaskan, bahwa LPPL Abdi Persada FM siap berkolaborasi dengan KPID Kalsel, baik dalam hal kerja sama siaran, peningkatan konten, maupun penguatan literasi media bagi masyarakat.

“Kami berharap kerja sama ini semakin erat dalam mewujudkan penyiaran yang informatif, edukatif, serta berpihak pada kepentingan masyarakat. Dengan dukungan KPID, kami optimis penyiaran publik daerah akan semakin maju dan profesional,” pungkasnya. (BDR/RIW/RH)

Gelar FGD, BPS Kalsel Matangkan Persiapan Sensus Ekonomi 2026

BANJARMASIN – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar rapat koordinasi dalam rangka mematangkan persiapan pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026, bertempat di salah satu hotel berbintang Banjarmasin, pada Selasa (28/10).

Kepala BPS Provinsi Kalimantan Selatan, Mukhamad Mukhanif, kepada sejumlah wartawan menjelaskan, bahwa Sensus Ekonomi merupakan agenda nasional yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali. Pada tahun 2026 mendatang, seluruh unit usaha, baik besar maupun kecil, formal maupun informal, akan didata secara menyeluruh.

Kepala BPS Provinsi Kalimantan Selatan, Mukhamad Mukhanif, saat diwancara

“Sensus Ekonomi menjadi langkah strategis untuk memperkuat fondasi data ekonomi dan mendukung visi Indonesia Emas 2045,” ujarnya

Ia menambahkan, melalui kegiatan ini, BPS akan memperoleh gambaran utuh mengenai kondisi perekonomian nasional dan daerah.

“Hasil sensus tersebut nantinya akan menjadi dasar penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi, baik di tingkat daerah maupun nasional,” ungkapnya

Sementara itu, Kepala Disdag Provinsi Kalimantan Selatan, Ahmad Bagiawan menyampaikan, pihaknya mendukung penuh terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang digelar Badan Pusat Statistik (BPS) Kalsel.

Langkah ini
merupakan kebijakan strategis dari BPS dalam memperkuat data ekonomi daerah, khususnya sektor perdagangan.

Kepala Dinas Perdaganga Provinsi, Ahmad Bagiawan, memberikan komentarnya

“Kami mendukung penuh BPS dalam penyediaan dan penguatan data perdagangan. Sektor ini memiliki peran besar dalam mencerminkan kondisi ekonomi masyarakat,” jelasnya

Lebih lanjut Bagiawan menambahkan,
data perdagangan, terutama terkait ekspor dan stabilitas harga bahan pokok, menjadi dasar penting bagi pemerintah, dalam menentukan arah kebijakan ekonomi yang tepat. Dimana, tujuh komoditas ekspor utama Kalimantan Selatan akan disinergikan dengan BPS sebagai upaya memperkuat basis data.

“Data ekspor ini menjadi acuan penting untuk melihat kinerja ekonomi daerah serta kontribusinya terhadap ekonomi nasional,” tutupnya.

Pada Focus Group Discussion (FGD) Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Selatan, juga digelar penandatanganan kerjasama sebagai bentuk komitmen instansi mendukung Sensus Ekonomi. Diantaranya dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalsel, OJK Kalsel, Dinas Pariwisata Kalsel, Dinas Koperasi dan UKM Kalsel, serta beberapa organisasi perangkat daerah lainnya. (NHF/RIW/RH)

Exit mobile version