7 Februari 2026

Gelar FGD, BPS Kalsel Matangkan Persiapan Sensus Ekonomi 2026

Perwakilan OJK Kalsel memberikan penandatangan kerjasama sebagai bentuk komitmen

BANJARMASIN – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar rapat koordinasi dalam rangka mematangkan persiapan pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026, bertempat di salah satu hotel berbintang Banjarmasin, pada Selasa (28/10).

Kepala BPS Provinsi Kalimantan Selatan, Mukhamad Mukhanif, kepada sejumlah wartawan menjelaskan, bahwa Sensus Ekonomi merupakan agenda nasional yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali. Pada tahun 2026 mendatang, seluruh unit usaha, baik besar maupun kecil, formal maupun informal, akan didata secara menyeluruh.

Kepala BPS Provinsi Kalimantan Selatan, Mukhamad Mukhanif, saat diwancara

“Sensus Ekonomi menjadi langkah strategis untuk memperkuat fondasi data ekonomi dan mendukung visi Indonesia Emas 2045,” ujarnya

Ia menambahkan, melalui kegiatan ini, BPS akan memperoleh gambaran utuh mengenai kondisi perekonomian nasional dan daerah.

“Hasil sensus tersebut nantinya akan menjadi dasar penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi, baik di tingkat daerah maupun nasional,” ungkapnya

Sementara itu, Kepala Disdag Provinsi Kalimantan Selatan, Ahmad Bagiawan menyampaikan, pihaknya mendukung penuh terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang digelar Badan Pusat Statistik (BPS) Kalsel.

Langkah ini
merupakan kebijakan strategis dari BPS dalam memperkuat data ekonomi daerah, khususnya sektor perdagangan.

Kepala Dinas Perdaganga Provinsi, Ahmad Bagiawan, memberikan komentarnya

“Kami mendukung penuh BPS dalam penyediaan dan penguatan data perdagangan. Sektor ini memiliki peran besar dalam mencerminkan kondisi ekonomi masyarakat,” jelasnya

Lebih lanjut Bagiawan menambahkan,
data perdagangan, terutama terkait ekspor dan stabilitas harga bahan pokok, menjadi dasar penting bagi pemerintah, dalam menentukan arah kebijakan ekonomi yang tepat. Dimana, tujuh komoditas ekspor utama Kalimantan Selatan akan disinergikan dengan BPS sebagai upaya memperkuat basis data.

“Data ekspor ini menjadi acuan penting untuk melihat kinerja ekonomi daerah serta kontribusinya terhadap ekonomi nasional,” tutupnya.

Pada Focus Group Discussion (FGD) Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Selatan, juga digelar penandatanganan kerjasama sebagai bentuk komitmen instansi mendukung Sensus Ekonomi. Diantaranya dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalsel, OJK Kalsel, Dinas Pariwisata Kalsel, Dinas Koperasi dan UKM Kalsel, serta beberapa organisasi perangkat daerah lainnya. (NHF/RIW/RH)

Tinggalkan Balasan

Abdi Persada | Newsphere by AF themes.