7 Februari 2026

Tingkatkan Kapasitas Pengelola Wisata, Dispar Kalsel kembali gelar Bimtek

Foto bersama : sumber Humas Dispar Kalsel

BANJAR – Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan,  melalui Bidang Pengembangan Destinasi, Seksi Pemberdayaan Masyarakat Wisata, menggelar Bimbingan Teknis Pengelolaan Destinasi Pariwisata Geopark Meratus 2025, bertempat di Lampau Dewi Tilam Desa Tiwingan Lama Kabupaten Banjar,
Selasa (28/10)

Kepala Dinas Pariwisata Kalimantan Selatan, Iwan Fitriady, melalui rilis yang disampaikan Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Wisata, Dispar Kalsel, Musrefinah Ledya menjelaskan, Bimtek diikuti Kelompok Sadar Wisata atau Pokdarwis serta masyarakat sekitar destinasi wisata setempat.

Bimtek bertujuan
meningkatkan kapasitas pengelola wisata dan masyarakat dalam mengelola destinasi berbasis geopark secara berkelanjutan. Dimana diketahui, Desa Tiwingan Lama dikenal sebagai salah satu desa wisata unggulan di Kabupaten Banjar.

“Desa ini menawarkan panorama alam menakjubkan, dikelilingi perbukitan hijau, hamparan sawah, dan pemandangan indah Waduk Riam Kanan.Tak heran jika kawasan ini sering dijuluki “Raja Ampat-nya Kalimantan Selatan,” ucapnya

Lediya mengatakan, masyarakat memiliki peran penting dalam menghidupkan nilai-nilai lokal, meningkatkan daya tarik wisata, serta menciptakan pengalaman yang berkesan bagi pengunjung. Mereka harus mampu membangun ikatan emosional dengan wisatawan melalui pengalaman yang autentik dan berkesan, sehingga wisatawan punya cerita yang dapat dibagikan.

“Melalui kegiatan Bimtek ini, kami berharap para anggota Pokdarwis dan masyarakat dapat mempelajari tata kelola destinasi wisata berbasis geopark dengan baik. Sekaligus menggali potensi wisata di wilayahnya masing – masing,” harapnya

Sementara itu, Kepala Bidang Destinasi Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Banjar, Jennita Adistya Putri menambahkan, kegiatan Bimtek ini memiliki peran strategis dalam memperkuat kapasitas pengelola destinasi di kawasan Geopark Meratus, karena merupakan aset kebanggaan Kalimantan Selatan.

Pengelolaan destinasi harus dilakukan secara profesional dengan tetap mengedepankan konservasi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat.

“Upaya ini penting untuk memperkuat posisi Geopark Meratus dalam jejaring geopark internasional, sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat,” tutupnya

Bimbingan Teknis Pengelolaan Destinasi Pariwisata Geopark Meratus 2025 kali ini, menghadirkan narasumber Kepala Desa Tiwingan Lama, Putri Pariwisata Nusantara 2024, dan praktisi pariwisata. (DISPAR.KALSEL-NHF/RIW/RH)

Tinggalkan Balasan

Abdi Persada | Newsphere by AF themes.