Pertengahan Januari 2025, Polda Kalsel Kembali Musnahkan Sabu

BANJARBARU – Polda Kalsel kembali memusnahkan barang bukti narkoba dalam jumlah besar. Hal ini sebagai pencapaian program asta cita Presiden RI. Narkoba yang dimusnahkan hasil ungkapan Ditresnarkoba Polda Kalsel sebesar 65.524 gram sabu, 12.171 butir ekstasi dan 576,09 gram serbuk ekstasi selama November 2024. Pemusnahan dipimpin langsung Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan. Dihadiri Forkopimda Kalsel berlangsung di markas Polda Kalsel di Banjarbaru pada, Rabu (15/1).

Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, menyampaikan, jika dilihat dari barang bukti yang berhasil diungkap jajaran Ditresnarkoba, Kalsel saat ini sudah menjadi pasar.

“Kalsel masih jadi pasar. Nah ini yang kita coba hilangkan dengan bersinergi untuk memberantas ini,” ungkap Yudha.

Dirinya mengakui ada beberapa pintu masuk yang telah dipetakan dan diperketat untuk mencegah masuknya barang haram tersebut dari negara tetangga, seperti Malaysia dan Filipina.

“Pintu-pintu masuk narkoba ini kita petakan untuk kita perketat masuk ke indonesia,” lanjut Yudha.

Sementara, mewakili Gubernur Kalsel Muhidin, Staff Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Setdaprov Kalsel, Agus Dyan Nur, menyampaikan bahwa penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba ini, kita ketahui bersama sangat berbahaya. Karena dapat merusak kesehatan dan kehidupan kita, serta dapat mengancam keberlangsungan generasi penerus bangsa.

“Hal ini juga menandakan, bahwa banua kita, menjadi salah satu tujuan, bagi para pelaku kejahatan narkoba, bahkan menjadi bagian dari jaringan internasional,” ucap Agus.

Ia juga mengajak untuk bersama-sama memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Mulai dari para orang tua, guru, dosen, asn, tokoh pemuda, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta para alim ulama.

“Jangan pernah lelah, jangan pernah bosan, untuk terus mengingatkan anak-anak kita, anggota keluarga kita, orang-orang terdekat kita, peserta didik kita, mahasiswa kita, pemuda kita, dan masyarakat kita, tentang bahaya maupun dampak buruk dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba,” tutup Agus.

Di tempat yang sama, Dir Resnarkoba Polda Kalsel Kombes Pol Kelana Jaya, mengungkapkan, barang bukri narkoba yang dimusnahkan itu, masih ada kaitannya dengan jaringan Internasional Fredy Paratama Gembong narkoba yang masih diburu saat ini. Menurutnya, cara jaringan ini mengedarkan brang haram, dengan metode yang berbeda-beda. Hal itupun terus dilakukan antisipasi oleh pihaknya guna memberantas peredaran narkoba di Kalsel.

“Cara mereka ini berubah-rubah. Ini selalu kami pelajari, agar bisa dicegah dan diberantas khususnya masuk ke Kalsel. Mulai transaksi keuangan hingga modifikasi alat angkut membawa narkoba,” ucap Kelana.

Adapun narkotika yang dimusnahkan itu, hasil ungkap sebanyak 9 kasus dan mengamankan 13 tersangka. (MRF/RDM/RH)

Dermaga Pelabuhan Banjarraya Siap Jadi Lokasi Sandar Kapal Wisata Pinisi

BANJARMASIN – Dermaga Pelabuhan Banjarraya saat ini telah bersiap untuk menjadi lokasi sandarnya Kapal Wisata Pinisi di Perairan Barito.

Kepala UPTD Pelabuhan dan Penyeberangan Banjarmasin Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin Nortain mengatakan, saat ini pihaknya telah mempersiapkan tempat sandar untuk Kapal Wisata Pinisi milik PT Ambang Barito Nusapersada.

Kepala UPTD Pelabuhan dan Penyebrangan Banjarmasin Nortain

“Kami sudah siap sebagai tempat sandar dari Kapal Wisata Pinisi tersebut,” ungkapnya, kepada sejumlah wartawan, pada Rabu (15/1).

Nantinya, lanjut Nortain, Kapal Wisata Pinisi tersebut akan belayar setiap harinya melalui Dermaga Pelabuhan Banjar Raya, Kecamatan Banjarmasin Barat.

“Kerjasama yang dilaksanakan hanya sebagai tempat sandar dari Kapal wisata pinisi,” ujarnya.

Sedangkan, pengelolaan tetap dilakukan oleh PT Ambang Barito Nusapersada.

“Kami hanya mengenakan tarif retribusi kepada pengunjung pengguna layanan Pelabuhan Banjarraya ini,” ucapnya.

Sementara itu, Camat Banjarmasin Barat Ibnu Sabil mengatakan, Kecamatan Banjarmasin Barat tentu mendukung dengan dijadikan tempat sandar Kapal Wisata Pinisi di Dermaga Pelabuhan Banjar Raya.

“Dengan adanya Kapal wisata pinisi tersebut diharapkan dapat meningkatkan parawisata di Kecamatan Banjarmasin Barat,” ujarnya.

Ibnu Sabil menyampaikan, dengan meningkatnya wisata tersebut, dapat meningkatkan perekonomian di Kecamatan Banjarmasin Barat. (SRI/RDM/RH)

Tingkatkan Layanan Jemaah Haji, Menteri Agama RI Diskusikan Tiga Poin Penting dengan Menhaj Saudi Arabia

ARAB SAUDI – Menteri Agama, Nasaruddin Umar bertemu dengan Menteri Haji dan Umrah, Tawfiq F Al Rabiah, dalam kunjungannya ke Arab Saudi. Pertemuan dua menteri ini berlangsung di Jeddah, Minggu (12/1).

Menag RI saat bertemu dengan Menhaj Arab Saudi

Menag, Nasaruddin Umar mengatakan, ada tiga hal yang dibicarakan bersama Menhaj Tawfiq dan semuanya terkait upaya meningkatkan layanan bagi jemaah haji Indonesia. Hal ini disampaikan Menag usai memimpin rapat di Kantor Urusan Haji (KUH) pada Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah.

Hadir pada rapat, Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang beserta jajaran, Kepala Badan Penyelenggara Haji (BP Haji) Mochammad Irfan Yusuf, Wakil Kepala BP Haji, Dahnil Anhar Simanjuntak, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU), Hilman Latief, Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri, Muchlis M Hanafi, Konjen RI di Jeddah, Yusron Ambary, dan Konsul Haji KJRI Jeddah Nasrullah Jasam.

“Pembicaraan kita itu tadi ada tiga komponen, dan itu semua dalam rangka meningkatkan layanan jemaah haji Indonesia,” terang Menag di Jeddah, pada Rabu (15/1).

Pertama, Menag meminta tambahan petugas haji. Dijelaskan Menag, jemaah Indonesia menunggu sangat lama untuk bisa beribadah haji. Karenanya, banyak di antara mereka yang sudah lanjut usia (lansia).

Berdasarkan data Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) pada Ditjen PHU, jemaah lansia dengan usia 65 tahun ke atas yang berhak melunasi Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2025 (sesuai urutan nomor porsi), jumlahnya lebih dari 42 ribu. Selain itu, ada sekitar 10 ribu kuota prioritas yang juga dialokasikan bagi jemaah lansia pada musim haji tahun ini.

Sebagian dari jemaah lansia, ada juga yang punya keterbatasan. Untuk keberhasilan mereka dalam berhaji, harus ada pendamping. Sementara kuota petugas haji Indonesia saat ini hanya 2.210.

“Kalau kita hanya punya jumlah petugas seperti sekarang, satu pesawat rencananya hanya didampingi tiga petugas kloter (kelompok terbang). Bagaimana mungkin 400 orang atau 300 lebih, hanya dibimbing oleh tiga orang,” ujar Menag.

Belum lagi, menurut Menag, pembagian gender laki-laki dan perempuan. Karena tidak mungkin petugas laki-laki melayani perempuan.

“Jadi harus ada. Ini poinnya yang laki-laki dan perempuan harus kita hitung kembali,” sambungnya.

Terkait info pembatasan usia 90 tahun ke atas, Menag berharap yang dijadikan patokan bukan usia, tapi syarat istithaah. Sebab, banyak juga jemaah dengan usia 90 tahun ke atas tapi kondisi fisiknya sehat dan mampu beraktivitas.

Kedua, Menag melobi Menhaj Saudi Arabia, agar para petugas dibebaskan dari biaya masuk Masyair (Arafah-Muzdalifah-Mina). Ketentuan ini kabarnya akan diberlakukan Saudi pada musim haji 1446 H.

“Kami sampaikan itu kalau bisa kita free of charge seperti tahun lalu,” sebutnya.

Ketiga, Menag menyampaikan skema Tanazul kepada Menteri Haji Saudi. Dijelaskan Menag, skema Tanazul adalah memberi kesempatan kepada jemaah yang tinggal di sekitar Jamarat, untuk kembali ke hotelnya (tidak menempati tenda di Mina), saat fase Mabit. Mereka nantinya akan mengambil kesempatan Mabit di area sekitar jamarat. Setelah itu, mereka kembali ke hotel masing-masing untuk beristirahat.

“Skema ini akan mengurangi kepadatan di Mina. Jumlah jemaah haji Indonesia sangat banyak dan skema ini dirasa akan berpengaruh dalam mengurangi kepadatan,” ucap Menag.

Menag menambahkan bahwa banyak negara yang menilai manajemen penyelenggaraan haji Indonesia sangat baik. Karenanya, banyak negara yang datang untuk belajar ke Indonesia.

Selain bertemu Menteri Haji dan Umrah, dalam kunjungannya ke Arab Saudi, Menag juga berjumpa beberapa stakeholder penyedia layanan haji.

“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Arab Saudi karena telah merancang program perhajian dengan sangat baik. Saya kira ini juga menjadi obsesi pemerintah Indonesia agar penyelenggaraan haji tahun ini lebih baik dari sebelumnya,” ungkap Menag. (KEMENAG.RI-RIW/RDM/RH)

PAD 2024 Lab K3 Kalsel Mampu Lampaui Target

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Laboratorium Kesehatan dan Keselamatan Kerja Lab (K3) Kalsel, tahun 2024, telah mampu melampaui target Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekitar 108 persen.

Salah satu pegawai Lab K3 Kalsel melakukan pengujian udara ambien dan emisi di Kapuas Provinsi Kalteng

Kepada wartawan, Kepala Laboratorium Kesehatan dan Keselamatan Kerja Provinsi Kalimantan Selatan, Noorlianisyah, ditemui di ruang kerjanya pada Selasa (14/1) mengatakan, untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun ini sebelumnya ditargetkan Rp2,5 miliar, dan telah mampu melampaui target sebesar Rp2,7 miliar, dari yang sudah dilayani sekitar 251 perusahaan.

Kepala Lab K3 Kalsel Noorlianisyah

“Pelayanan pengujian ini tidak hanya tersebar di seluruh Kabupaten dan Kota, juga lintas Provinsi yakni Kalimantan Tengah,” ucapnya

Disampaikan Noorlianisyah, keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras dari seluruh pegawai dan staf Laboratorium Kesehatan dan Keselamatan Kerja Provinsi Kalimantan Selatan, untuk mengenalkan, mempromosikan dan memberikan pelayanan bagi seluruh perusahaan. Dimana, melayani pengujian faktor fisika dan kimia lingkungan kerja, udara ambien dan emisi sumber tidak bergerak, serta kesehatan kerja meliputi Audiometri, kelelahan kerja, sphirometri, ergonomi juga hiegiene dan sanitasi.

“Perusahaan yang dilayani diantaranya tambang batu bara, kelapa sawit, karet, hotel dan rumah sakit,” ungkapnya.

Noorlianisyah menambahkan, untuk di tahun 2025 ini pihaknya terus memberikan pelayanan terbaik bagi perusahaan dengan meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM), dan promosinya di media sosial melalui akun Laboratorium K3 Prov.Kalsel. Selain itu, temu pelanggan juga akan digelar sebagai agenda rutin tahunan nantinya.

“Terbukti promosi di medsos berdampak mengalami peningkatan permintaan pelayanan,” tutup Lily. (NHF RDM/RH)

2025, Kecamatan Banjarmasin Barat Pastikan Tingkatkan Pelayanan

BANJARMASIN – Kecamatan Banjarmasin Barat di tahun 2025 ini, akan terus meningkatkan pelayanan untuk warga setempat.

Seperti yang disampaikan, Camat Banjarmasin Barat Ibnu Sabil, kepada sejumlah wartawan, Selasa (14/1).

“Pada tahun 2024 lalu di Kecamatan Banjarmasin Barat memiliki pelayanan untuk masyarakat yang tinggal di kawasan tersebut, dengan moto Pelayanan Kecamatan Banjarmasin Bersinar,” ungkapnya.

Camat Banjarmasin Barat Ibnu Sabil

Pelayanan yang diberikan, lanjut Ibnu Sabil, bertujuan untuk mewujudkan Pelayanan Publik yang efektif, efisien, dan transparan, mewujudkan pelayanan publik yang bisa dipertanggungjawabkan, meningkatkan kualitas SDM berkompeten dan profesional, serta mewujudkan sarana dan prasarana pelayanan publik yang memadai.

“Di Kecamatan Banjarmasin Barat terdapat dua UPTD layanan pembayaran pajak, serta layanan kependudukan,” ucapnya.

Selain itu, tambah Ibnu Sabil, terdapat juga layanan waris, menikah.

“Kami juga menambah pelayanan hukum dan keluarga (Peluk) yang menfasilitasi masyarakat yang memiliki permasalahan hukum serta lainnya,” jelasnya.

Layanan lainya yang ada di Kecamatan Banjarmasin Barat yakni, petikemas edukasi, yang bekerjasama dengan pihak ketiga.

“Pada layanan petikemas edukasi ini sebagai wadah berkumpul untuk memberikan edukasi kepada masyarakat yang ada di Kecamatan Banjarmasin Barat ini,” tutur Ibnu Sabil lebih lanjut.

Layanan lain, seperti Basinggah Setumat merupakan layanan edukasi film sejarah, budaya Banjar. Seperti, nonton bareng bersama dengan masyarakat sekitar.

“Kegiatan ini dilaksanakan di Halaman Kantor Kecamatan Banjarmasin Barat,” ujarnya.

Ibnu Sabil mengatakan, selain itu pihaknya juga memberikan layanan untuk bidang wisata dikawasan Kecamatan Banjarmasin Barat.

“Kami baru saja meluncurkan wisata kano di Sungai Jafri Zam Zam,” ucapnya.

Kedepannya, tambah Ibnu Sabil, pihaknya akan terus mengembangkan potensi wisata di kawasan Kecamatan Banjarmasin Barat ini. (SRI/RDM/RH)

Laka Beruntun di Jalan Jurusan Pelaihari, Pasangan Suami Istri Meninggal di TKP

BANJARBARU – Unit Laka Lantas Polres Banjarbaru melakukan olah TKP dalam penanganan kasus kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Jl. A. Yani Jurusan Pelaihari Kel. Landasan Ulin Timur Kec. Liang Anggang Kota Banjarbaru pada hari Senin (13/1) sekira pukul 16.30 WITA.

Kecelakaan lalu lintas ini melibatkan 1 (satu) unit truck (dalam penyelidikan), 1 (satu) unit mobil avanza warna hitam dengan Nopol DA 1442 LL dan 1 (satu) unit kendaraan roda 2 dengan Nopol DA 6205 AHY.

Kronologis berawal saat 1 ( Satu ) Unit Truck melintas di Jl. A. Yani Jurusan Pelaihari yang datang dari arah Bati-bati menuju ke arah Simpang 4 LIK, kemudian berusaha hendak mendahului atau menyalip namun tertabrak 1 ( Satu ) Unit Mobil Toyota Avanza Warna Hitam yang terdorong kedepan sehingga dan hilang kendali kemudian tertabrak 1 ( Satu ) Unit Sepeda Motor Honda Beat yang dikendarai oleh pasangan suami istri yang posisinya satu arah menuju ke arah Simpang 4 LIK Banjarbaru.

Akibat dorongan tersebut dua orang yang berada di sepeda motor jatuh terseret hingga tercebur ke aliran sungai dan meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara untuk pengemudi mobil avanza tidak mengalami luka – luka namun untuk truk yang menyenggol mobil avanza sebelumnya langsung kabur.

Kapolres Banjarbaru AKBP Pius X Febry Aceng Loda, melalui Kasi Humas Polres Banjarbaru Ipda Kardi Gunadi menuturkan bahwa pemilik mobil avanza dan honda beat merupakan korban dari truk yang kabur usai menabrak terlebih dahulu.

“Untuk identitas kendaraan bermotor dan pengemudi truk tersebut saat ini masih dalam penyelidikan dan pengejaran Unit Laka Lantas Polres Banjarbaru,” jelas Ipda Kardi.

“Untuk korban laki – laki berinisial YU dan perempuan berinisial JA kemudian dibawa ke RSD Idaman Banjarbaru yang mana kedua korban telah dinyatakan meninggal dunia dengan kondisi memar di bagian dada dan luka pada bagian kaki akibat benturan dan diperkirakan pingsan saat hingga tidak bisa bernafas saat berada di dalam aliran sungai”, tambahnya. (POLRES.BJB/RDM/RH)

Masuki Hari Ke-9, MCU RSJ Sambang Lihum Layani 1.613 Peserta

BANJAR – Terhitung sejak 3 Januari 2025, Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sambang Lihum membuka layanan Medical Check Up (MCU) bagi tenaga kontrak yang lulus menjadi PPPK pada seleksi gelombang pertama akhir tahun 2024 tadi. Hingga hari ke-9 pada Selasa (14/1), tercatat sudah ada 1.613 peserta yang memanfaatkan layanan MCU di rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Kalsel tersebut.

Suasana MCU RSJ Sambang Lihum pada hari ke-9

Kepada Abdi Persada FM, Plt Wadir Penunjang Non Medik Hukum dan Litbang RSJ Sambang Lihum, Rahmadi mengatakan, setiap harinya peserta dibatasi maksimal 200 orang saja. Hal ini untuk memastikan hasil pemeriksaan, sudah dapat diterima peserta dalam satu hari saja.

“Sesuai komitmen kami untuk memberikan hasil pemeriksaan dalam satu hari, maka pembatasan dilakukan agar para tenaga medis dan tenaga administrasi yang terlibat pada kegiatan ini, dapat bekerja dengan maksimal,” ujar Rahmadi.

Pendaftaran untuk MCU ini, menurut Rahmadi, dapat dilakukan sebagai online atau datang langsung ke RSJ Sambang Lihum, paling lambat pukul 08.30 WITA setiap hari Senin hingga Sabtu.

“Kita sudah mulai proses pemeriksaan kesehatan dari jam setengah 9 pagi sampai siang hari. Jadi bagi yang mendaftar offline, perlu untuk datang lebih awal,” tambahnya.

Rahmadi memastikan, layanan MCU RSJ Sambang Lihum, tidak hanya diperuntukan bagi tenaga kontrak yang lulus menjadi PPPK seleksi gelombang pertama saja, tetapi juga bagi tenaga kontrak yang ingin melengkapi persyaratan melanjutkan pekerjaan, serta mereka yang lulus menjadi CPNS di lingkup Kanwil Kementrian Agama Kalsel serta Kanwil Kemenkumham.

“Bahkan kita juga melayani peserta dari luar Kalsel. Seperti Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah,” tutupnya.

MCU di RSJ Sambang Lihum meliputi 3 kategori pemeriksaan. Yakni kesehatan fisik, rohani serta bebas atau sehat dari narkoba. Dimana tarif yang dibebankan, sudah sesuai dengan aturan Pemprov Kalsel. Yakni dengan kisaran 900 hingga 1 juta rupiah, tergantung dengan jumlah indikasi layanan yang digunakan, pada tes narkoba. MCU ini rencananya digelar hingga 31 Januari 2025. (RIW/RDM/RH)

Banggar DPRD Kalsel Pelajari Strategi Optimalisasi PAD ke DPRD DKI Jakarta

JAKARTA – Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi Kalimantan Selatan melakukan studi komparasi ke DPRD DKI Jakarta untuk membahas strategi optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada Senin (13/1).

Suasana Kunjungan Kerja DPRD Kalsel ke DPRD DKI Jakarta

Rombongan yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Kalsel, Kartoyo, disambut oleh anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta, Lukmanul Hakim, beserta jajaran.

Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta, Lukmanul Hakim menjelaskan bahwa salah satu upaya DKI Jakarta dalam mengoptimalkan PAD adalah melalui penerapan peraturan daerah (Perda) baru tentang retribusi sampah. Perda ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dan perusahaan terkait pentingnya pengelolaan sampah.

“Ada Perda retribusi sampah, yang mengharuskan masyarakat memilah sampah sejak awal. Perda ini tidak hanya berlaku di lingkungan rumah tangga, tetapi juga untuk perusahaan,” jelas Lukmanul Hakim.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kalsel, Kartoyo mengapresiasi langkah DKI Jakarta dan mencatat bahwa penerapan Perda retribusi sampah dapat menjadi inspirasi bagi Kalsel.

“Di DKI ini ada Perda tentang retribusi sampah, yang mengharuskan warga memilah sampah sendiri. Saat ini, Pemprov DKI sedang melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait Perda ini,” ujar Kartoyo di akhir kegiatan.

Kunjungan ini diharapkan dapat memberikan masukan berharga bagi DPRD Kalsel dalam meningkatkan PAD melalui kebijakan-kebijakan inovatif dan adaptif. (ADV-NRH/RDM/RH)

Pekan Kedua Januari 2025, Inflasi Kalsel Capai 1,95 Persen

BANJARBARU – Memasuki pekan kedua Januari 2025, inflasi Kalimantan Selatan (Kalsel) mencapai 1,95 persen atau di bawah target nasional 2,5 plus minus 1 persen.

Hasil capaian tersebut diketahui dalam rapat pengendalian inflasi yang digelar Kemendagri secara virtual, pada Senin (13/1).

Meski tergolong baik, inflasi Kalsel masih belum bisa mencapai rata-rata nasional 1,57 persen.

Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri (PPDN) Dinas Perdagangan Kalsel, Sutikno mengatakan, inflasi Kalsel yang masih tinggi diakibatkan banyaknya bahan pokok yang belum swasembada.

TPID Kalsel menghadiri rapat pengendalian inflasi bersama Kemendagri secara virtual

Sutikno menyebut sejauh ini sedikitnya sudah ada tiga item yang sudah swasembada di Kalsel. Yakni beras, telur dan daging ayam.

Sementara komoditas lain, menurutnya masih perlu kerjasama dengan provinsi yang mengalami surplus bahan pokok.

“Misalnya bawang merah, cabai dan sayur mayur lainnya. Kita akan coba datangkan dari daerah Jawa, Nusa Tenggara dan daerah lainnya,” katanya, saat menghadiri rapat, di Command Center Setdaprov Kalsel, Banjarbaru.

Upaya tersebut tentunya akan di dukung dengan rumusan subsidi angkutan yang akan dikomunikasikan dengan stakeholder terkait.

Di samping itu, Sutikno meminta Bupati/Wali Kota agar lebih memacu produktivitas bahan pokok yang fluktuasinya sangat tajam agar bisa barter bahan pokok dengan daerah lain.

Selain itu pemekaran dan daya cakup pemasaran, menurut Sutikno juga harus diperluas.

“Seperti ke IKN, daging ayam kita lebih, telur kita lebih, suatu saat kita harus mencari pasar di IKN, karena Kalsel ini pusat logistiknya Kalimantan,” pungkasnya. (SYA/RDM/RH)

Dukung Astacita, Pemprov dan Polda Kalsel, Sinergi Sukseskan Penanaman Bibit Jagung

BANJARBARU – Dalam mendukung program astacita Presiden RI Prabowo dan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka, pada penanaman bibit jagung secara serentak di seluruh Indonesia. Polda Kalsel terus bersinergi bersama Pemerintah Provinsi Kalsel, dalam mensukseskan program tersebut.

Rakoor kesiapan penanaman jagung serentak secara virtual, diruang rupatama Polda Kalsel

Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan menyampaikan, Polda Kalsel siap menanam bibit jagung, di area lahan produktif dan tumpang sari, dengan luas kurang lebih 99 ribu hektar. Pihaknya juga sudah melaksanakan beberapa kegiatan, salah satunya membuka lahan penanaman dengan luas mencapai 120 hektar, di Jalan Gubernur Syarkawi, dan pembuatan kolam bioplog dilahan seluas 115 hektar.

“Dengan adanya penanaman bibit jagung secara serentak ini, diharapkan Kalsel dapat berpartisipasi, dalam meningkatkan swasembada pangan terlebih khususnya pangan jagung,” ungkap Rosyanto Yudha, saat mengikuti rakoor kesiapan penanaman jagung serentak secara virtual, diruang rupatama Polda Kalsel, Senin (13/1) sore

Sementara itu, Kabid Tanaman Pangan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalsel, Rahmawaty menyampaikan, pihaknya siap mensuplai bibit jagung kepada Polda Kalsel, agar program presiden Prabowo Subiyanto, yakni Astacita dapat sukses terlaksana di banua Kalimantan Selatan.

“Jadi swasembada pangan ini tidak hanya padi tetapi juga swasembada pangan untuk jagung,” ungkap Rahma.

Untuk jagung ada target 2,5 juta hektare yang diproduksi secara reguler atau yang biasa ditanam setiap tahunnya. Sedangkan ini, yang bekerjasama dengan kepolisian di Seluruh Indonesia adalah jagung dengan target 1,7 Hektare. Dimana jagung yang tumpang sisip dengan tanaman perkebunan seperti sawit, karet dan lain sebagainya.

Terkait jagung tusip atau tumpang sisip ini, Rahmawaty menjelaskan, kriterianya dari edaran Dirjen Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian adalah bukan lahan reguler dan bukan dilahan padi tusip, dan diarahkan untuk perluasan areal baru. Kemudian, ada dua untuk penyediaan sarana produksi seperti benih dan pupuk.

“Apabila untuk jagung dilahan rakyat yang ada kelompok taninya itu diwajibkan mengusulkan CPCL atau calon petani – calon lokasi, yang sudah terdaftar, dan yang diberikan hanya benih dari Dirjen Ketahanan Pangan, namun pupuknya diambilkan dari pupuk subsidi. Tapi apabila lahan jagung tusip ini di lahan perusahaan itu adalah kewajiban perusahaan melalui dana CSRnya. Makanya itu tadi dirapat hadir juga para perusahaan sawit, GAPKI, nanti di lahan-lahan itu mereka yang mendukung untuk sarana produksinya,” sahut Rahma.

Rahmawati menambahkan, pihaknya juga melakukan kolaborasi terkait jagung tusip, sama seperti dengan padi tusip. Dimana jagung tusip ini tidak hanya Dinas Pertanian tapi juga Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi karena padi tusip dan jagung tusip dikomandoi atau dikoordinatori oleh Dirjen Perkebunan. Adapun terkait penanaman serentak pada 15 Januari mendatang, Ia menuturkan bahwa ada areal lahan tanam baru di daerah jalan Gubernur Syarkawi didekat Rumah Sakit Sambang Lihum seluas 120 hektare.

“Tadi kami juga sudah menyerahkan secara simbolis benih jagung varietas R1 10 kg untuk penanaman serentak nanti sisanya menunggu CPCL, karena itu lahan ada kelompok taninya. Untuk diketahui Kalimantan Selatan ditargetkan luas lahan area tanam jagung tumpang sisip sebesar 99.543 Hektare,” tutup Rahma. (MRF/RDM/RH)

Exit mobile version