23 Januari 2026

Dukung Astacita, Pemprov dan Polda Kalsel, Sinergi Sukseskan Penanaman Bibit Jagung

BANJARBARU – Dalam mendukung program astacita Presiden RI Prabowo dan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka, pada penanaman bibit jagung secara serentak di seluruh Indonesia. Polda Kalsel terus bersinergi bersama Pemerintah Provinsi Kalsel, dalam mensukseskan program tersebut.

Rakoor kesiapan penanaman jagung serentak secara virtual, diruang rupatama Polda Kalsel

Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan menyampaikan, Polda Kalsel siap menanam bibit jagung, di area lahan produktif dan tumpang sari, dengan luas kurang lebih 99 ribu hektar. Pihaknya juga sudah melaksanakan beberapa kegiatan, salah satunya membuka lahan penanaman dengan luas mencapai 120 hektar, di Jalan Gubernur Syarkawi, dan pembuatan kolam bioplog dilahan seluas 115 hektar.

“Dengan adanya penanaman bibit jagung secara serentak ini, diharapkan Kalsel dapat berpartisipasi, dalam meningkatkan swasembada pangan terlebih khususnya pangan jagung,” ungkap Rosyanto Yudha, saat mengikuti rakoor kesiapan penanaman jagung serentak secara virtual, diruang rupatama Polda Kalsel, Senin (13/1) sore

Sementara itu, Kabid Tanaman Pangan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalsel, Rahmawaty menyampaikan, pihaknya siap mensuplai bibit jagung kepada Polda Kalsel, agar program presiden Prabowo Subiyanto, yakni Astacita dapat sukses terlaksana di banua Kalimantan Selatan.

“Jadi swasembada pangan ini tidak hanya padi tetapi juga swasembada pangan untuk jagung,” ungkap Rahma.

Untuk jagung ada target 2,5 juta hektare yang diproduksi secara reguler atau yang biasa ditanam setiap tahunnya. Sedangkan ini, yang bekerjasama dengan kepolisian di Seluruh Indonesia adalah jagung dengan target 1,7 Hektare. Dimana jagung yang tumpang sisip dengan tanaman perkebunan seperti sawit, karet dan lain sebagainya.

Terkait jagung tusip atau tumpang sisip ini, Rahmawaty menjelaskan, kriterianya dari edaran Dirjen Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian adalah bukan lahan reguler dan bukan dilahan padi tusip, dan diarahkan untuk perluasan areal baru. Kemudian, ada dua untuk penyediaan sarana produksi seperti benih dan pupuk.

“Apabila untuk jagung dilahan rakyat yang ada kelompok taninya itu diwajibkan mengusulkan CPCL atau calon petani – calon lokasi, yang sudah terdaftar, dan yang diberikan hanya benih dari Dirjen Ketahanan Pangan, namun pupuknya diambilkan dari pupuk subsidi. Tapi apabila lahan jagung tusip ini di lahan perusahaan itu adalah kewajiban perusahaan melalui dana CSRnya. Makanya itu tadi dirapat hadir juga para perusahaan sawit, GAPKI, nanti di lahan-lahan itu mereka yang mendukung untuk sarana produksinya,” sahut Rahma.

Rahmawati menambahkan, pihaknya juga melakukan kolaborasi terkait jagung tusip, sama seperti dengan padi tusip. Dimana jagung tusip ini tidak hanya Dinas Pertanian tapi juga Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi karena padi tusip dan jagung tusip dikomandoi atau dikoordinatori oleh Dirjen Perkebunan. Adapun terkait penanaman serentak pada 15 Januari mendatang, Ia menuturkan bahwa ada areal lahan tanam baru di daerah jalan Gubernur Syarkawi didekat Rumah Sakit Sambang Lihum seluas 120 hektare.

“Tadi kami juga sudah menyerahkan secara simbolis benih jagung varietas R1 10 kg untuk penanaman serentak nanti sisanya menunggu CPCL, karena itu lahan ada kelompok taninya. Untuk diketahui Kalimantan Selatan ditargetkan luas lahan area tanam jagung tumpang sisip sebesar 99.543 Hektare,” tutup Rahma. (MRF/RDM/RH)

Tinggalkan Balasan

Abdi Persada | Newsphere by AF themes.