28 April 2026

Pekan Kedua Januari 2025, Inflasi Kalsel Capai 1,95 Persen

TPID Kalsel menghadiri rapat pengendalian inflasi bersama Kemendagri secara virtual

BANJARBARU – Memasuki pekan kedua Januari 2025, inflasi Kalimantan Selatan (Kalsel) mencapai 1,95 persen atau di bawah target nasional 2,5 plus minus 1 persen.

Hasil capaian tersebut diketahui dalam rapat pengendalian inflasi yang digelar Kemendagri secara virtual, pada Senin (13/1).

Meski tergolong baik, inflasi Kalsel masih belum bisa mencapai rata-rata nasional 1,57 persen.

Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri (PPDN) Dinas Perdagangan Kalsel, Sutikno mengatakan, inflasi Kalsel yang masih tinggi diakibatkan banyaknya bahan pokok yang belum swasembada.

TPID Kalsel menghadiri rapat pengendalian inflasi bersama Kemendagri secara virtual

Sutikno menyebut sejauh ini sedikitnya sudah ada tiga item yang sudah swasembada di Kalsel. Yakni beras, telur dan daging ayam.

Sementara komoditas lain, menurutnya masih perlu kerjasama dengan provinsi yang mengalami surplus bahan pokok.

“Misalnya bawang merah, cabai dan sayur mayur lainnya. Kita akan coba datangkan dari daerah Jawa, Nusa Tenggara dan daerah lainnya,” katanya, saat menghadiri rapat, di Command Center Setdaprov Kalsel, Banjarbaru.

Upaya tersebut tentunya akan di dukung dengan rumusan subsidi angkutan yang akan dikomunikasikan dengan stakeholder terkait.

Di samping itu, Sutikno meminta Bupati/Wali Kota agar lebih memacu produktivitas bahan pokok yang fluktuasinya sangat tajam agar bisa barter bahan pokok dengan daerah lain.

Selain itu pemekaran dan daya cakup pemasaran, menurut Sutikno juga harus diperluas.

“Seperti ke IKN, daging ayam kita lebih, telur kita lebih, suatu saat kita harus mencari pasar di IKN, karena Kalsel ini pusat logistiknya Kalimantan,” pungkasnya. (SYA/RDM/RH)

Tinggalkan Balasan

Abdi Persada | Newsphere by AF themes.