2024, Disdag Kalsel Akan Jalankan Program Kerja Unggulan

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, melalui Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan, tahun 2024 ini akan menjalankan tiga program kerja unggulan.

Kepada Abdi Persada FM, Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan, Sulkan, ditemui di ruang kerjanya pada Selasa (13/2) mengatakan, ketiga program kerja itu pengembangan perdagangan dalam negeri, kemudian pengawasan distribusi barang dan pembinaan perdagangan luar negeri. Ia berharap berjalan lancar dan sukses nantinya, karena akan dilaksanakan Kepala Bidang beserta jajaran Disdag Kalsel.

“Program kerja untuk pengawasan distribusi barang dan pengembangan pasar dalam negeri, aktivitasnya memastikan distibusi keperluan barang pokok, agar dapat terjamin lancar,” ucap Sulkan

Suasana Pasar Murah di halaman Disdag Kalsel, beberapa waktu lalu

Ia menyampaikan, untuk operasi pasar tetap dilaksanakan dalam rangka pengendalian inflasi di seluruh kabupaten dan kota. Dimana, telah dianggarkan satu tahun. Selain itu, pasar murah akan digelar menjelang Hari Besar Keagamaan, seperti menyambut bulan suci Ramadhan, Hari Raya Idul Fitri, dan Natal.

“Operasi pasar merupakan agenda rutin tahunan, yang akan digelar secara bergantian,” katanya

Lebih lanjut Sulkan menambahkan, guna menekan angka inflasi di Kalimantan Selatan, dalam waktu dekat pihaknya akan melaksanakan operasi pasar ke dua Kabupaten yaitu di Hulu Sungai Utara dan Hulu Sungai Tengah. Kegiatan ini sangat penting untuk memasok keperluan dan kelancaran bahan pokok di masyarakat.

“Dalam kepemimpinan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, Pemerintah akan terus berupaya mengendalikan laju inflasi, dan selama ini dapat terlaksana dengan baik, melalui dukungan dari berbagai pihak,” tutupnya. (NHF/RDM/RH)

Baru 3.533 Jemaah Haji Kalsel Lakukan Pelunasan Bipih, Batas Akhir Diperpanjang Hingga 23 Februari 2024

BANJARMASIN – Kementerian Agama RI melalui Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, memperpanjang batas akhir pelunasan tahap pertama, yang semstinya berakhir pada 12 Februari 2024, menjadi 23 Februari 2024.

Perpanjangan batas akhir pelunasan tahap 1 ini pun disambut baik Kepala Kantor Wilayah Kemenag Kalsel, Muhammad Tambrin. Mengingat hingga Senin (12/2) sore Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kemenag Kalsel mencatat, baru 3.533 jemaah haji yang melakukan penunasan Bipih, dari total porsi 4.071 jemaah haji Kalsel tahun 1445 H/ 2024 M.

“Jadi masih ada 538 porsi yang belum terisi dan dengan adanya perpanjangan masa pelunasan ini kita harapkan bisa terpenuhi,” ujarnya Senin (12/2) sore.

Menurut Tambrin, total porsi jemaah haji Kalsel tahun 1445 H/ 2024 M adalah 3.818 ditambah 253 porsi tambahan menjadi 4.071 jemaah haji. Sedangkan jumlah jemaah haji Kalsel yang masuk kuota pelunasan Bipih berjumlah 4.963, terdiri dari 3.818 non cadangan, yakni jemaah yang masuk nomor urut porsi, jemaah haji lunas tunda dan lansia ditambah kuota cadangan 1.145 orang.

Dengan adanya perpanjangan batas akhir pelunasan tahap 1 ini, Tambrin memerintahkan kepada jajarannya di Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU), agar segera berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan baik di tingkat provinsi maupun daerah melalui Seksi PHU yang ada di Kemenag Kabupaten/kota masing-masing.

“Koordinasi dengan pihak terkait harus diperkuat lagi agar proses pemeriksaan kesehatan jemaah yang menjadi salah satu syarat pelunasan dapat berjalan maksimal,” sambungnya.

Sebelumnya, berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 6 Tahun 2024, tanggal 9 Januari 2024, Biaya Perjalanan Ibadah Haji atau Bipih untuk Embarkasi Banjarmasin sebesar Rp56.471.105 dan pelunasan Bipih untuk embarkasi Banjarmasin setelah dikurangi setoran awal sebesar Rp25.000.000 menjadi Rp31.471.105. (KANWIL.KEMENAG.KALSEL-RIW/RDM/RH)

Komisi III DPRD Kalsel Apresiasi Program Bedah Rumah Dari Pemprov Kalsel

TANAH LAUT – Untuk memastikan Program Bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Tahun 2023 yang dilakukan oleh Dinas Perumahan Rakyat Dan Kawasan Permukiman Provinsi Kalimantan Selatan (Disperkim Kalsel) terealisasi sesuai harapan masyarakat, Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melakukan peninjauan langsung ke rumah warga yang mendapatkan bantuan program tersebut di Desa Pandahan Kecamatan Bati-Bati, Senin (12/2).

Disela peninjauan, Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalsel, Muhammad Rosehan Noor Bahri menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Kalimantan Selatan dan Disperkim Kalsel yang sudah merealisasikan keinginan dan harapan masyarakat melalui program bedah rumah. Selain itu, pihaknya juga berharap ke depan Pemerintah Provinsi Kalsel dapat merealisasikan pengerukan sungai-sungai di kawasan Desa Pandahan Kecamatan Bati-Bati, mengingat daerah ini tahun lalu terkena bencana banjir yang luar biasa.

“Ada satu keinginan warga disini juga kalau bisa sungai itu dikeruk. Jadi ambang batas ketinggian air sungai itu bisa turun. Sehingga pada saat ada banjir dadakan atau banjir akibat hujan, mereka tidak terkena dampak yang luar biasa”, ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan Sekretaris Komisi III DPRD Kalsel, Gusti Abidinsyah. Ia juga berharap jumlah warga yang mendapatkan program bedah rumah ini dapat ditingkatkan serta pagu anggaran dari Program RTLH senilai 20 juta per unit agar dinaikkan menjadi 30 juta per unit sehingga penanganan masalah sanitasi menjadi bagian dari program ini.

“Kami mohon, mudah-mudahan dana ini bisa dinaikkan dari 20 juta menjadi 30 juta. Jadi sekaligus sanitasinya. Termasuk kalau bisa jumlah unitnya juga diperbanyak,” harapnya.

Sementara, salah satu warga Desa Pandahan yang mendapatkan Program Bantuan RTLH, Halimatus Sa’diyah dengan ekspresi gembira menyampaikan terimakasih kepada Gubernur Kalsel H. Sahbirin Noor, Ketua DPRD Kalsel dan Anggota Dewan Kalsel, khususnya Komisi III, atas bantuan perbaikan rumah yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Kalsel melalui Disperkim Kalsel.

“Himung banar ulun, bahagia banar kada kebanjiran lagi ulun. Dulu sakit hati bila hujan turun, hari ini tenang kawa guring sudah. (Senang sekali saya, bahagia sekali tidak kebanjiran lagi saya. Dulu sedih bila hujan turun, sekarang hati tenang bisa tidur),” ucapnya. (ADV-NRH/RDM/RH)

Komisi I DPRD Kalsel Monitoring Kesiapan Pemilu 2024 di Batola

BARITO KUALA –Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melakukan monitoring pelayanan dan persiapan pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) Tahun 2024 di Kecamatan Alalak dan Kecamatan Mandastana, pada Senin (12/2).

Suasana Kunjungan Komisi I DPRD Kalsel ke Kecamatan Alalak dan Kecamatan Mandastana

Ketua Komisi I DPRD Kalsel, Rachmah Norlias, selaku pimpinan rombongan, memberikan apresiasi terhadap pelayanan dan persiapan Pemilu di dua kecamatan tersebut. Bahkan hari libur di empat tanggal merah beberapa hari yang lalu, mereka masih melayani pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang baru, rusak maupun hilang.

Untuk persiapan Pemilu sendiri sampai saat ini, Rachmah menilai, sesuai hasil pantauan di lapangan pada dua kecamatan tersebut cukup bagus. Tinggal tahap pendistribusian surat suara dan alat peraga ke masing-masing Tempat Pemungutan Suara (TPS).

“Kami juga mengingatkan agar penempatan TPS harus di tempat yang strategis agar bisa dijangkau masyarakat di wilayah tersebut. Untuk Kecamatan Mandastana, pihak TPS diharapkan mampu mengantisipasi apabila di musim hujan ini ada genangan-genangan air,” jelasnya.

Rachmah berharap tingkat partisipasi masyarakat terhadap Pemilu 2024 mampu mencapai angka di atas 80 persen. Hal itu bercermin pada Pemilu 2019 yang angka partisipasi masyarakat hampir mancapai 81 persen.

Sementara, Camat Alalak. Muhammad Sya’rawi, yang juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Camat di Mandastana mengucapkan terima kasih karena Komisi I DPRD Kalsel bisa langsung datang untuk melihat pelayanan dan melihat langsung logistik-logistik keperluan dari Pemilu 2024 ini.

“Kunjungan para wakil rakyat ini menjadi motivasi kami untuk terus meningkatkan pelayanan yang ada,” terangnya. (ADV-NRH/RDM/RH)

Gempa Dirasakan Warga SDN Sungai Jingah 5 Banjarmasin

BANJARMASIN – Sekolah Dasar Negeri (SDN) Sungai Jingah 5 Banjarmasin merasakan gempa magnitudo 4.8, yang terjadi dibeberapa wilayah di Kalsel, Selasa (13/2).

Salah satunya dirasakan di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Sungai Jingah 5, di Jalan Sungai Andai, Kelurahan Sungai Jingah, Kecamatan Banjarmasin Utara.

Gempa yang terjadi pada jam 09.22 WITA tersebut, membuat para pengajar sempat berlarian keluar ruang dewan guru.

Guru Olahraga setempat Panji Rifki Maulana mengatakan, pihaknya sempat merasakan getaran yang membuat lemari hingga kursi bergoyang.

Guru Olahraga SDN Sungai Jingah 5 Banjarmasin Panji Rifki Maulana

“Ketika hendak istirahat di ruang kantor, kami diberi tahu salah satu guru kenapa bergoyang, ketika melihat lemari dan kursi bergoyang maka kami lari keluar,” ungkapnya.

Setelah itu, lanjutnya, ia membuka whatsapp melihat status guru guru di sekolah lain, merasakan hal yang sama.

“Ketika membuka google ternyata memang telah terjadi gempa di wilayah Kalimantan Selatan,” ucapnya.

Akibat gempa tersebut, terdapat retakkan pada dinding di Ruang Dewan Guru di SDN tersebut. Termasuk bagian depan pintu.

“Sebenarnya sudah ada retakan di kantor, namun telah ada gempa tadi malah bertambah, begitu juga dibagian pintu,” ungkapnya.

Menurut Panji, akibat gempa tadi sempat pembelajaran terhenti sebentar. (SRI/RDM/RH)

RSUD Ansal Terus Kembangkan Layanan Baru Yang Telah Operasional

BANJARMASIN – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Moch. Ansari Saleh (Ansal) terus mengembangkan layanan baru yang telah beroperasi untuk meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Direktur RSUD dr. H. Moch. Ansari Saleh, Among Wibowo mengatakan mulai pada tahun 2023 lalu, RSUD Ansal telah mempunyai unit baru layanan “Stroke Center” yaitu ruangan khusus untuk memberikan pelayanan kepada pasien-pasien yang mengalami stroke yang disebut High Care Unit (HCU) dengan kapasitas 10 tempat tidur.

Direktur RSUD dr. H. Moch. Ansari Saleh, Among Wibowo

“Dulu sebelum ada ruangan Stroke Center, pasien-pasien stroke ditempatkan di ruangan-ruangan biasa. Nah sekarang sudah ada ruangan khusus namanya Stroke Center sehingga pemantauan, pengawasan dan penanganan terhadap pasien-pasien stroke bisa lebih baik,” jelasnya, kepada wartawan, melalui aplikasi WhatsApp, Senin (12/02).

Among menambahkan saat ini, pelayanan pasien stroke yang dirawat dapat terpantau selama 24 jam karena terdapat alat monitor yang berguna untuk memantau tanda vital dan kondisi klinis pasien stroke.

“Pada 2023 lalu, terdapat 538 pasien yang dirawat di ruang Stroke Center di RSUD Ansari Saleh,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut Among, RSUD Ansal juga telah membuka Pusat Layanan Luka Bakar (Burn Center) dengan didasarkan pada situasi dan kondisi Kalsel sebagai wilayah rawan bencana kebakaran.

“Saat ini, tersedia pelayanan rawat jalan dan rawat inap dengan kapasitas lima tempat tidur dengan dua unit isolasi,” tambahnya.

Dengan adanya Pusat Layanan Luka Bakar, diharapkan pasien-pasien yang ada kasus luka bakar dapat segera ditangani sehingga angka kecacatan maupun kematian akibat luka bakar bisa ditekan.

“Burn Center juga diharapkan menjadi pusat rujukan di Kalsel, sehingga dari kabupaten/kota manapun bila ada kasus-kasus luka bakar bisa dirujuk ke RSUD Ansari Saleh untuk kita lakukan penanganan lebih lanjut,” terangnya. (NRH/RDM/RH)

Gempa di Kalsel, Gubernur Minta Masyarakat Tetap Tenang

Banjarbaru – Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) Sahbirin Noor, atau yang akrab disapa Paman Birin, menghimbau masyarakat di daerahnya untuk tetap tenang dan tidak panik, terkait gempa bumi yang terjadi pada Rabu 13 Februari 2023, pukul 09.22 WITA.

Imbauan tersebut disampaikan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, melalui Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel Raden Suria Fadliansyah. Menurut Suria, pihaknya bersama BPBD Kabupaten – Kota, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) serta Instansi terkait, akan terus melakukan koordinasi dan analisa digital terkait peristiwa alam tersebut.

“Dari laporan BPBD Kalsel dan analisa BMKG peristiwa gempa yang terjadi masuk kategori dangkal dibawah 50 km dan getarannya terjadi di sebagian wilayah Tapin, Batola dan Kabupaten Banjar serta sebagian Kota Banjarmasin,” ungkap Suria.

Ia melanjutkan, berdasarkan data BPBD Kalsel, saat ini gempa yang terjadi sekitar tujuh detik tersebut, di lokasi bencana gempa tidak terdapat bangunan yang roboh atau membahayakan.

“Kami kembali mengingatkan agar masyarakat tetap tenang dan jangan mudah terpengaruh pada informasi informasi yang kurang valid,” lanjut Suria.

Senada dengan Kepala BPBD Kalsel, Kepala Stasiun Geofisika Balikpapan Rasmid, melalui siaran pers yang dikirimkan ke BPBD Kalsel, juga mengimbau agar masyarakat tetap tenang, dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Kendati demikian ia juga mengimbau masyarakat menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah.

“Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi, melalui website (http://www.bmkg.go.id atau melalui aplikasi IOS dan Android infobmkg,” ungkap Rasmid.

Untuk diketahui, Kalsel diguncang gempa tektonik yang terjadi pada Selasa (13/2) pukul 08:22:24 WIB. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M4,7. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 3,19° LS ; 115,12° BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 19 Km arah Timur Laut Banjar, Kalimantan Selatan pada kedalaman 10 km. Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas patahan Meratus. Berdasarkan estimasi peta guncangan (shakemap), gempa bumi ini menimbulkan guncangan di daerah Kota Banjarmasin, Kabupaten Tapin, dan Kabupaten Barito Kuala (Marabahan). Hingga saat ini, belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi terjadi tsunami. (BPBB.KALSEL/MRF/RDM/YS)

BLK Kalsel Gelar Pelatihan Kompetensi Angkatan Pertama Tahun 2024

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Balai Latihan Kerja (BLK) Provinsi Kalimantan Selatan melaksanakan pelatihan keterampilan bagi pencari kerja berbasis kompetensi institusional angkatan pertama, bertempat di Aula BLK Provinsi Kalimantan Selatan Kota Banjarbaru, pada Senin (12/2).

Dalam sambutannya sekaligus membuka acara tersebut Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Selatan, Irfan Sayuti menyampaikan Pelatihan ini merupakan peningkatan soft skil dan hard skill bagi para pencari kerja dan juga modal awal bagi para peserta untuk menambah wawasan ketika sudah memasuki dunia kerja.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Selatan, Irfan Sayuti memberikan selamat kepada peserta

“Dengan adanya pelatihan ini, inilah modal bagi para peserta agar menjadi seorang yang profesional, ahli dan berkopetensi di bidangnya terlebih lagi ketika nantinya berkiprah didunia kerja maupun membuka lapangan pekerjaan,” ucapnya.

Sementara itu Kepala Balai Latihan Kerja Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Yusfiansyah mengatakan pelatihan ini merupakan pelatihan perdana di tahun 2024 yang menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan 5 macam program pelatihan seperti pengelolaan administrasi perkantoran, menjahit pakaian dewasa, tata rias kecantikan, servis sepeda motor, dan desain grafis muda.

Kepala Balai Latihan Kerja Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Yusfiansyah

“Pada pelatihan ini kami melaksanakan 5 macam program pelatihan dengan jumlah peserta 80 orang dari Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Kalimantan Selatan dan tentunya sudah melalui seleksi berbagai tahapan mulai dari pendaftaran hingga wawancara, dengan jumlah pendaftaran diawal mencapai 2.500 Orang,” katanya.

Yusfiansyah juga berpesan kepada para peserta pelatihan agar mengikuti kegiatan tersebut dengan maksimal dan juga diharapkan untuk mengikuti semua arahan yang diberikan.

“Kepada para peserta yang mengikuti pelatihan ini diharapkan mereka mengikutinya dengan serius dan juga melaksankan kegiatan ini dengan sunguh-sungguh agar tujuan yang dicapai nanti mendapatkan hasil yang maksimal dalam pelatihan tersebut,” tutupnya.

Untuk diketahui pelatihan keterampilan bagi pencari kerja berbasis kompetensi institusional angkatan pertama di BLK Provinsi Kalimantan Selatan ini dilaksanakan mulai dari 12 Februari hingga 2 April dan pada akhir pelatihan akan dilakukan sertifikasi uji kompetensi serta dilakukan pemagangan selama 2 bulan bagi para peserta. (BDR/RDM/RH)

Target Selesai Tahun Ini, Masyarakat Sambut Gembira Pembangunan Jembatan Tambak Baru – Tambak Anyar

BANJAR – Desa Tambak Baru dan Tambak Anyar Ilir di kabupaten Banjar, sebentar lagi akan terhubung dengan jembatan dengan bentang 60 meter. Prosesi pembangunannya dimulai di awal tahun, dan ditargetkan selesai sebelum tahun 2024 berakhir.

Dua desa ini secara geografis berdekatan, dan dipisahkan aliran sungai Martapura. Namun aliran sungai inilah, yang memaksa warga Desa Tambak Anyar Ilir harus memutar ke kota Martapura, untuk menuju Desa Tambak Baru di seberang.

Namun bagi warga Tambak Anyar Ilir yang menyekolahkan anaknya di ponpes Desa Tambak Baru, terkadang terpaksa menggunakan alat transportasi perahu kecil, untuk mempersingkat waktu tempuh. Kondisi ini tentunya berisiko tinggi, apalagi saat arus sungai lebih deras dari biasanya.

Alat transportasi air yang digunakan saat jembatan belum dibangun

Oleh karena itu, warga Desa Tambak Anyar Ilir menyambut gembira, rencana pemerintah provinsi Kalimantan Selatan membangun jembatan penghubung dua desa tersebut. Hal itu tampak pada acara selamatan pembangunan jembatan, yang digelar pada Senin (12/2) di titik lokasi pembangunan.

Selain dihadiri ribuan warga dua desa, selamatan ini juga dihadiri Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor, yang diwakili Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalsel, Ahmad Solhan. Sementara Tuan Guru Muhammad Wildan Salman, didaulat untuk memimpin pembacaan doa selamat.

Kepala Dinas PUPR Provinsi Kalsel

Kepada wartawan usai acara, Ahmad Solhan memaparkan, jembatan ini nantinya tidak hanya menghubungkan Desa Tambak Baru dan Tambak Anyar Ilir, tetapi juga sejumlah desa disekitarnya.

“Jembatan ini dibangun dengan rangka baja, dan bentang 60 meter. Jembatan ini kelas C, dan Insya Allah lebar jalannya 5 meter, dan dapat dilintasi roda empat dari dua arah,” ujarnya.

Solhan menambahkan, jembatan ini juga akan menjadi jalur alternatif untuk memecah arus lalu lintas di jalan nasional, terutama jalan Ahmad Yani.

“Saat kegiatan keagamaan seperti haul Guru Sekumpul, jembatan ini juga nantinya dapat digunakan bagi jemaah dari luar kabupaten Banjar,” tutupnya.

Jembatan dengan anggaran 14,7 miliar rupiah ini, mulai dibangun pada Februari ini, dan ditargetkan selesai sebelum akhir tahun 2024. (RIW/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Persiapkan Pemilihan Putra Putri Pariwisata 2024

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, melalui Dinas Pariwisata, tengah mempersiapkan Pemilihan Putra-Putri Pariwisata tahun 2024.

Kepada wartawan, Kepala Dinas Pariwisata Kalsel, melalui Kabid Pemasaran Muhammad Noor, pada Senin (12/2) mengatakan, saat ini pihaknya membuka pendaftaran delegasi bagi tiga belas Kabupaten dan Kota, mulai tanggal 29 Januari hingga 29 Februari. Sedangkan pendaftaran Audisi Umum tanggal 1 Februari sampai dengan 5 Maret 2024. Ia berharap, para peserta dapat mempersiapkan dari sekarang, berbagai macam wawasan dan pengetahuan, tentang kearifan lokal, budaya daerah masing-masing serta bahasa inggris, Geopark Meratus.

Kabid Pemasaran Dinas Pariwisata Kalsel, Muhammad Noor, saat memberikan komentarnya

“Pemilihan putra-putri Pariwisata Kalsel ini merupakan agenda rutin tahunan,” ucapnya

Disampaikan Muhammad Noor, untuk persyaratan pendaftaran diantaranya berdomisili di Kalsel, mendapatkan izin orang tua dan keluarga, serta bersedia mengikuti program kerja putra-putri pariwisata selama satu tahun nanti. Namun, untuk tahun 2024 ini ada syarat berbeda dengan tahun 2023 lalu, yaitu harus lulus dari SMA/ sederajat, juga harus berusia 19 sampai dengan 25 tahun.

“Alhamdulillah hingga sekarang sudah ada beberapa kabupaten/kota mendaftarkan delegasinya,” kata Muhammad Noor

Lebih lanjut Ia menambahkan, selama masa pendaftaran pemilihan Putra Putri Pariwisata Kalsel ini, pihaknya tidak memberikan batasan jumlah peserta delegasi yang didaftarkan oleh Pemerintah kabupaten/kota, selama masih sesuai dengan syarat dan kriteria yang telah ditetapkan. Kebanyakan yang mendaftarkan delegasi lebih dari satu.

“Dengan digelarnya kembali pemilihan putra-putri Pariwisata Kalsel tahun 2024, dapat menciptakan regenerasi Banua yang berkualitas, terutama mempromosikan destinasi wisata baik secara Nasional hingga Mancanegara,” tutupnya

Untuk diketahui, rangkaian kegiatan pemilihan putra-putri Pariwisata Kalsel tahun 2024, diantaranya pelaksanaan audisi umum 9-10 Maret, technical meeting 22 April, masa karantina terbuka 23-24 April, dilanjutkan karantina tertutup 25-26 April, malam Inagurasi 26 April, dan Grand Final pada tanggal 27 April 2024 mendatang. (NHF/RDM/RH)

Exit mobile version