Pameran Hardiknas Kalsel 2024, Pemprov Harapkan Pendidikan di Banua Terus Berkembang

BANJARBARU – Dalam rangka menyemarakkan bulan Merdeka Belajar sekaligus untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2024, sejumlah pelaku pendidikan di Kalimantan Selatan menggelar Pameran dengan mengangkat tema “Bergerak Bersama, Lanjutkan Merdeka Belajar” bertempat di halaman Museum Lambung Mangkurat, Banjarbaru, Jum’at (17/5).

Kegiatan tersebut dibuka oleh Gubernur Kalsel yang diwakili Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Husnul Hatimah, dalam sambutannya ia mengatakan pameran ini merupakan momentum yang sangat baik untuk menampilkan berbagai capaian kinerja dan inovasi pendidikan yang telah dilakukan di Kalsel.

Suasana Pembukaan Pameran Hardiknas 2024

“Pameran ini dapat menjadi ajang untuk menampilkan capaian kinerja dan inovasi pendidikan di daerah masing-masing, serta mempromosikan kekayaan budaya lokal, serta dapat melihat secara langsung bagaimana kurikulum merdeka telah memberikan ruang bagi satuan pendidikan di Kalsel dan guru-guru untuk berinovasi dan mengembangkan model pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik daerah,” katanya.

Ia menambahkan kegiatan ini menunjukkan bahwa semangat merdeka belajar dan merdeka berbudaya telah mengakar kuat di daerah, hal ini menunjukkan pendidikan di daerah terus berkembang dan bergerak maju seiring dengan perkembangan zaman.

“Pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional, diperlukan sinergi yang kuat antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat,” ucapnya.

Husnul juga berterima kasih dan memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini sehingga diharapkan kegiatan tersebut dapat memberikan informasi dan pengetahuan kepada masyarakat.

Foto bersama usai Pembukaan Pameran Hardiknas 2024

“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mensukseskan acara pameran ini termasuk para peserta pameran panitia dan pihak-pihak terkait lainnya, terima kasih atas kerja keras dan dedikasi dalam mempersiapkan acara ini,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Husnul menyampaikan Pemerintah Provinsi tentu berperan dalam menyediakan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai, serta menyusun kebijakan dan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat

“Lembaga pendidikan bertugas untuk menyelenggarakan proses pembelajaran yang berkualitas dan mengembangkan potensi peserta didik secara optimal sedangkan masyarakat berperan mendukung dan berpartisipasi aktif dalam upaya peningkatan mutu pendidikan,” tutupnya.

Untuk diketahui, Kegiatan pameran tersebut diselenggarakan selama 3 hari yakni dari 17 – 19 Mei, dimeriahkan dengan berbagai macam perlombaan, pertunjukan seni, dan juga stand dari satuan pendidikan yang ada di Kalsel. (BDR/RDM/APR)

2024, Dinsos Kalsel Bakal Bangun 55 Unit RS-RTLH

Banjarmasin – Upaya Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam mengentaskan kemiskinan terus digencarkan melalui Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Kalimantan Selatan dengan membangun 55 unit bantuan Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni (RS-RTLH).

Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Provinsi Kalimantan Selatan, Gusnanda Effendi mengatakan bantuan RS-RTLH ini merupakan program unggulan dari Bidang Perlindungan dan Jamsos Dinsos Kalimantam Selatan.

Bantuan RS-RTLH tersebut adalah kegiatan rehabilitasi rumah kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang rumahnya tidak layak untuk dihuni.

Kabid Perlindungan dan Jamsos Kalsel, Gusnanda Effendi

“Seperti tahun sebelumnya, di tahun 2024, kita melakukan perbaikan atau rehabilitasi rumah sebanyak 55 unit yang tersebar di seluruh kabupaten/kota di Kalsel,” jelasnya, Jum’at (17/5).

Gusnanda menjelaskan program bantuan RS-RTLH ini melibatkan pemilik rumah KPM, warga/tetangga sekitar, Ketua RT, Pembakal dan Pendamping.

“Disebut rehabilitasi sosial karena dikerjakan bersama-sama,” terangnya.

Adapun komponen yang dikerjakan pada rehabilitasi rumah ini adalah Atap, Lantai, Dinding (Aladin) yang kondisinya sudah lapuk dan tidak layak lagi.

Selain itu, lanjut Gusnanda, program RS-RTLH ini juga menyediakan toilet karena hampir 90 persen masyarakat yang RTLH tidak memiliki toilet yang layak.

“Biaya bantuan sebesar Rp25 juta per unit yang digunakan untuk pembelian material dan lain-lain,” sebutnya.

Gusnanda berharap bantuan RS-RTLH yang diberikan ini bisa meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat di Banua, khususnya yang berpenghasilan rendah. (NRH/RDM/APR)

Tingkatkan Kapasitas, Dinsos Kalsel Gelar Bimtek Pemutakhiran Datu Soban

Banjarmasin – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Kalimantan Selatan terus menunjukkan keseriusannya dalam menyediakan data-data Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) serta Potensi Dan Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) di 13 Kabupaten/Kota.

Hal tersebut dibuktikan dengan digelarnya Bimbingan Teknis Pemutakhiran Data Terpadu Sosial Banua (Datu Soban) se Kalimantan Selatan Tahun 2024 selama dua hari yaitu 16-17 Mei 2024 di salah satu hotel berbintang.

Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan, Gusnanda Effendi mengatakan kegiatan ini diikuti para supervisor, petugas data dan TKSK Kecamatan di kabupaten/kota di Kalsel.

“Kita ketahui, Datu Soban ini merupakan aplikasi berbasis web yang dimiliki Dinsos Kalsel yang berisi 26 PPKS dan 12 PPKS,” jelasnya, Jum’at (17/5).

Gusnanda berharap Datu Soban menyajikan data yang reliable (dapat diandalkan), up-to-date (terbaru), dan bisa dipertanggungjawabkan sehingga perlu dilakukan bimtek pemutakhiran data.

Mengingat, Datu Soban ini digunakan untuk membantu instansi maupun SKPD lain dalam membuat suatu program kegiatan. Selain itu, data tersebut juga bisa dimanfaatkan untuk memberikan bantuan sosial kepada masyarakat yang memerlukan.

“Bagaimana kita bisa menyalurkan bansos secara tepat sasaran kalau kita tidak memiliki data yang betul-betul bisa dipertanggungjawabkan,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pengelolaan Data Dinsos Kalsel, Sugiyono, menjelaskan kegiatan bimtek ini dibagi menjadi empat kali kegiatan.

“Hari ini adalah kegiatan terakhir yang diikuti empat kabupaten yaitu dari Kabupaten Tapin, Banjarbaru, Tanah Laut dan Tanah Bumbu,” terangnya.

Sugiyono mengungkapkan bimtek ini bertujuan untuk memutakhirkan data-data PPKS yang diantaranya anak terlantar, anak dengan kedisabilitasan, lanjut usia terlantar, penyandang disabilitas, dan perempuan rawan sosial ekonomi.

“Materi yang disampaikan dari Dinsos Kalsel, Badan Statistik Pusat (BPS) dan Dinas Kominfo Kalsel terkait aplikasi yang kita terapkan pada Datu Soban,” ucapnya.

Sugiyono menambahkan supaya data-data lebih mutakhir, valid dan akurat, Datu Soban juga dilengkapi dengan foto dan titik koordinat dari PPKS tersebut.

Ia juga berharap melalui bimtek ini, para petugas data dapat melaksanakan tugas yang telah ditetapkan, tepat waktu dan menghasilkan data yang akurat serta bisa dipertanggungjawabkan. (NRH/RDM/APR)

Ciptakan Wirausaha Baru, Disnakertrans Kalsel Gelar Program TTG Tata Boga di Desa Bincau Muara

Banjar – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Selatan melaksanakan kegiatan terapan Teknologi Tepat Guna (TTG) bidang Tata Boga di Desa Bincau Muara Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Selatan, Irfan Sayuti mengatakan sesuai dengan arahan Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor bahwa pihaknya akan terus mendorong peningkatan perekonomian dengan menciptakan wirausaha baru, salah satunya dengan kegiatan TTG ini.

“Kegiatan ini merupakan kegiatan tahunan kami yang sudah banyak menghasilkan wirausaha baru di bidang tata boga seperti yang pernah kami laksanakan di Desa Indrasari pada tahun sebelumnya,” jelasnya, Kamis (16/5).

Kepala Disnakertrans Kalsel, Irfan Sayuti saat memberikan sambutan

Irfan menerangkan, pelatihan ini sangat berdampak positif untuk memberdayakan masyarakat, khususnya para Ibu Rumah Tangga (IRT) dengan mengoptimalkan potensi sumber daya manusia yang masih dapat dikembangkan sebagai peluang peningkatan pendapatan keluarga, aksebilitas masyarakat dan peningkatan perekonomian lokal.

Untuk itu, pihaknya berharap setelah kegiatan ini selesai, para peserta mampu menjadi wirausaha yang tangguh dan bisa membantu menopang ekonomi keluarga.

“Sehingga bisa menuntaskan kemiskinan dan mengurangi pengangguran di Kalimantan Selatan,”harapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan Pelatihan Penempatan Produktivitas Tenaga Kerja (P4TK) Disnakertrans Kalsel, Indah Fajarwati menambahkan kegiatan TTG ini dilaksanakan selama tiga hari yaitu 15-18 Mei 2024.

Pada kegiatan ini, lanjutnya, para peserta tidak hanya diberikan bantuan sarana dan prasana, akan tetapi mereka juga dilatih langsung oleh instruktur yang ahli di bidang tata boga.

“Berbagai olahan yang akan diberikan oleh instruktur diantaranya pembuatan kue tradisional, kue kering, bakery hingga pastry,” tuturnya.

Menanggapi hal ini, Kepala Bidang Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Banjar, Syahidi Amrullah mengucapkan terimakasih dengan adanya kegiatan TTG yang dilaksanakan oleh Disnaketrans Kalsel kerena kegiatan ini sangat membantu masyarakat untuk menjadi modal usaha berwirausaha.

“Kegiatan ini akan terus kami dorong agar tidak berhenti setelah pelaksanaan ini selesai. Kami akan upgrade lagi skill mereka dengan program-program dari kami,” pungkasnya. (DISNAKERTRANS.KALSEL-NRH/RDM/APR)

Meski Refocusing, DPRD Banjarmasin Meminta Program Pembangunan Tetap Berkesinambungan

BANJARMASIN – Kalangan Legislatif meminta meski terjadinya Refocusing, seluruh program pembangunan tetap dijalankan secara berkesinambungan.

Kepada sejumlah wartawan, Anggota Komisi III DPRD Banjarmasin, Muhammad Isnaini, pada Jumat (17/5) mengatakan, saat ini ada sebagian SKPD yang belum melaksanakan program pembangunan, dengan alasan terkendala keterbatasan anggaran, karena dampak dari refocusing anggaran 2023. Ia berharap, jangan sampai menjadi alasan di tahun 2024.

“Kami ingin pembangunan tetap berjalan optimal di lapangan,” ucapnya

Ia menyampaikan, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Banjarmasin mendapatkan anggaran APBD Kota Banjarmasin mencapai 2,1 Trilyun dalam rangka melaksanakan kegiatan tugas pokok dan fungsinya sebagai penyedia layanan publik. Sedangkan, Refocusing hanya 348 miliar, ini artinya masih banyak anggaran untuk merealisasi kegiatan pokok yang sudah diprogramkan.

“Refocusing bukan alasan tidak melakukan pekerjaan,” pintanya

Lebih lanjut Isnaini menambahkan, selama ini Pemerintah kota Banjarmasin juga telah menerima anggaran dari Pemerintah Pusat, maka dana itu dapat digunakan untuk belanja dalam melaksanakan pembangunan di kota seribu sungai. Namun, kalau masih belum bisa merealisasikan program, hendaklah segera digelar diskusi dengan pihak legislatif.

“Pembangunan di Banjarmasin ini harus semakin maju dan terdepan dari kota besar lainnya,” tutup Isnaini. (NHF/RDM/APR)

Pemko Banjarmasin Peringati Proklamasi Gubernur Tentara ALRI

BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin Memperingati Proklamasi Gubernur Tentara ALRI Divisi IV Pertahanan Kalimantan atau Proklamasi 17 Mei 1949, di halaman Balaikota Banjarmasin, Jumat (17/5). Upacara dipimpin Sekretaris Dearah Kota Banjarmasin Ikhsan Budiman.

“Perjuangan Proklamasi Gubernur Tentara ALRI Divisi IV Pertahanan Kalimantan menjadi pedoman bagi masyarakat Kalimantan Selatan,” ungkap Ikhsan kepada sejumlah wartawan, usai upacara.

Sekda Kota Banjarmasin Ikhsan Budiman

Sehingga, lanjutnya, momen ini diingat kembali bagaimana kesadaran pejuang untuk bersedia, menyatakan diri untuk menjadi bagian NKRI.

“Semangat para pejuang tersebut, dapat menjadi panutan masyarakat saat ini, untuk membangun Kota Banjarmasin,” ujarnya lagi.

Pada kesempatan tersebut Pemerintah Kota Banjarmasin menandai Peringatan HUT Proklamasi Gubernur Tentara ALRI Divisi IV Pertahanan Kalimantan Ke 75, menjadi momentum penting Kalimantan sebagai Ibu Kota Negara Nusantara atau IKN.

“Peringatan HUT ALRI tahun ini sangat penting, karena mengukuhkan Kalimantan sebagai Ibu kota Nusantara,” ujarnya.

Maka, dengan itu membuktikan bahwa Kalimantan sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia atau NKRI. (SRI/RDM/APR)

Pimpin FGD, Kadishut Kalsel Bahas Tindak Lanjut Hasil Monitoring dan Evaluasi Pembangunan Sentra Kayu di Kalsel

Banjarmasin – Kepala Dinas Kehutanan (Kadishut) Provinsi Kalsel Fathimatuzzahra, memimpin langsung Focus Group Discussion (FGD) Pembahasan Tindak Lanjut Hasil Monitoring dan Evaluasi Pembangunan Sentra Kayu di Kalsel yang dilaksanakan di Kantor Pusat Pemasaran Hasil Hutan (PPHH) dijalan Gatot Subroto Banjarmasin, pada Kamis (16/5) pagi.

Kadishut Kalsel menyampaikan, bahwa diskusi ini merupakan tindak lanjut dari Perjanjian Kerjasama Usaha antara HTR Koperasi Tani Gemah Ripah dengan 7 industri pemegang PBPHH Skala Usaha Besar dalam rangka pembangunan sentra kayu di Areal Persetujuan Pengelolaan Perhutanan Sosial di Kalsel.

Kadishut Kalsel saat memimpin FGD

“Hasil dari kerjasama HTR Gemah Ripah dengan 7 industri dari PBPHH ini diharapkan dapat turut serta memenuhi kebutuhan sumber bahan baku industri bagi perusahaan yang melakukan kerjasama dan peningkatan ekonomi bagi masyarakat melalui operasionalisasi persetujuan perhutanan sosial dalam hal ini Gapoktanhut HTR Gemah Ripah. Rapat hari ini dalam rangka pembahasan upaya tindak lanjut Hasil Monitoring dan Evaluasi Pembangunan Sentra Kayu Kalsel,” kata Fathimatuzzahra.

Pada kesempatan yang sama, Kasi Iuran dan Penatausahaan Hasil Hutan (IPHH) Dishut Kalsel, Irvan menjelaskan, hasil kegiatan monitoring dan evaluasi yang telah dilaksanakan pada 8 Mei 2024 secara bersama – sama pada lokasi HTR Gemah Ripah di Desa Asam – asam Kecamatan Jorong Kabupaten Tanah Laut.

“Kesimpulannya, hasil dari monitoring dan evaluasi di lapangan kemarin secara bersama-sama ini menyimpulkan, bahwa berdasar evaluasi penilaian tim untuk oersentase tumbuh rata-rata pada keseluruhan blok yang dikerjasamakan adalah sebesar 75 persen dan selanjutnya agar terus diupayakan pelaksana, supaya capaian persentase tumbuh dari tanaman sesuai kesepakatan dapat mampu mencapai 100 persen, dan untuk itu masih diperlukan pemeliharaan tanaman lanjutan secara intensif berupa penyulaman tanaman serta pemeliharaan lanjutannya untuk meningkatkan persentase tumbuh tanaman,” kata Irvan.

Suasana FGD yang dipimpin Kadishut Kalsel

Lebih lanjut Irvan menjelaskan, bahwa agar kegiatan Pruning segera dilakukan dibeberapa blok yang belum dilakukan pruning.

“Sehingga tidak menggangu pertumbuhan tanamannya karena apabila percabangan terlalu banyak akan mempengaruhi kualitas dan harga jual di industri, begitu pula terhadap penggunaan herbisida agar lebih diperhatikan lagi, karena terlihat di beberapa jalur tanaman ada bagian tanaman yang terkena sehingga menjadi agak kekuningan,” kata Irvan.

Hasil Focus Group Discussion yang dihadiri 7 industri pemegang izin PBPHH, Pejabat Esselon Dishut Kalsel, KPH Tanah Laut dan UPT Kementerian LHK di Kalsel ini selanjutnya akan ditindak lanjuti kedua belah pihak yang bekerjasama melalui fasilitasi Dinas Kehutanan provinsi Kalimantan Selatan, untuk mewujudkan terbangunnya pembangunan sentra kayu di Kalimantan Selatan. (DISHUT.KALSEL-RIW/RDM/APR)

Peringati Puncak HUT Proklamasi Gubernur Tentara ALRI Divisi IV, Paman Birin : Terus Gelorakan Semangat Para Pahlawan

HULU SUNGAI SELATAN – Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, mengikuti upacara peringatan HUT Proklamasi Gubernur Tentara ALRI Divisi IV Pertahanan Kalimantan yang ke 75 di Monumen Proklamasi 17 Mei 1949, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, pada Jum’at (17/5).

Kegiatan ini menjadi momentum mengenang jasa para pahlawan yang gugur saat memperjuangkan banua.

Sahbirin Noor menyampaikan, Proklamasi 17 Mei merupakan bagian dari sejarah Kalsel, yang tidak akan lekang oleh jaman. Tokoh banua menunjukkan kegigihannya mempertahankan Kalsel, sebagai bagian NKRI. Peringatan Proklamasi ini menjadi sejarah penting, dimana peringatan harus dilaksanakan ditempat proklamasi itu digaungkan pertama kali.

“Marilah kita memghayati semangat juang, karakter tangguh, gigih, disiplin dan pantang menyerah para pejuang. Yang mana itu akan selalu relevan disetiap jaman,” ungkap Paman Birin (sapaan akrabnya).

Menurutnya, momen ini menunjukkan kegigihan toko banua mempertahankan Kalimantan sebagai bagian dari NKRI. Divisi IV Pertahanan Kalimantan adalah bagian dari sejarah dan ini menjadi modal bagi kita yang hidup saat ini.

“Kerjasama dan solidaritas yang dibingkai dalam rasa cinta tanah air menjadi kunci mewujudkan cita – cita kemerdekaan yang sejati,” lanjutnya.

Tak lupa, Paman Birin juga berpesan kepada generasi muda bahwa semangat para pahlawan bisa menjadi modal dasar untuk terus belajar.

“Supaya mereka siap untuk menghadapi tantangan di zaman nya masing – masing,” terangnya.

Gubernur Paman Birin juga mengajak seluruh lapisan masyarakat, agar mengenang jasa para pahlawan yang gugur, serta mendoakan, agar pahlawan mendapat tempat terbaik disisinya. Raga para pahlawan boleh tiada, namun jasa – jasa mereka harus terus dikenang.

Gubernur kalsel (kanan) saat memberikan tali asih

“Jasa – jasa pahlawan sangatlah mulia, dimana karakter tangguh, gigih, disiplin, harus menjadi landasan dalam menempuh kehidupan” tutupnya.

Pada puncak peringatan HUT Proklamasi Gubernur Tentara ALRI Divisi IV, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor bersama stakeholder terkait juga membagikan tali asih, kepada para veteran peran. Selain itu, puncak peringatan juga dihadiri masyarakat, dengan memakai kostum para pejuang terdahulu. (MRF/ RDM/APR)

Dalami Dunia Radio, Mahasiswa Prodi Ilkom Uniska Kunjungi LPPL Abdi Persada FM

BANJARBARU – Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Radio Abdi Persada 104,7 FM menerima kunjungan dari Universitas Islam Kalimantan (UNISKA) Muhammad Arsyad Al-Banjari (MAAB) Banjarmasin Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Program Studi Ilmu Komunikasi, di Banjarbaru, Kamis (16/5).

Kunjungan yang berjumlah 63 orang tersebut terdiri dari dosen dan mahasiswa yang bertujuan untuk memberikan wawasan industri radio dan juga penyiaran digital dengan cara praktek.

Dosen UNISKA Banjarmasin Muhari berharap melalui kegiatan kunjungan ini dapat menambah ilmu serta pengalaman terlebih lagi sesuai dengan jurusan mereka yakni Ilmu Komunikasi

Suasana Kunjungan Uniska ke LPPL Abdi Persada FM

“Ini bagian dari explorasi teori yang sudah kami berikan kepada mahasiswa dibangku kuliah, mereka belajar produksi kali ini mereka melihat langsung bagaimana dunia penyiaran dan pemberitaan secara mendalam di Abdi Persada FM,” ucap Muhari.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada LPPL Abdi Persada FM dan Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Selatan telah memberikan sambutan yang baik atas kunjungan tersebut

“Semoga kegiatan ini dapat bermanfaat bagi mahasiswa dan mudah-mudahan mereka bisa terus menerapkan Ilmu yang didapat serta melalui kunjungan ini dapat lebih memicu bakat dan minat terhadap penyiaran,” ungkapnya

Sementara itu, Plt. Direktur Abdi Persada FM, Endah Puspita Sari mengapresiasi antusias dari mahasiswa UNISKA Program Studi Ilmu Komunikasi yang mengikuti seluruh rangkaian kunjungan ke LPPL Abdi Persada FM, ia juga menilai kegiatan ini sangat penting bagi mereka terlebih lagi untuk generasi muda agar lebih meminati radio

“Saya mewakili seluruh jajaran LPPL Abdi Persada FM sangat berterimakasih atas kunjungan ini, antusias mereka sangat tinggi dengan kegiatan ini diharapkan bisa bermanfaat dan dapat lebih mengetahui Radio yang bukan hanya didengar melainkan juga bisa disaksikan lewat media sosial dan YouTube,” tutupnya.

Untuk diketahui, pada rangkaian kunjungan tersebut para mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk berdiskusi dengan jajaran direksi LPPL Abdi Persada FM mengenai penyiaran serta dapat merasakan secara langsung siaran di kabin siar LPPL Radio Abdi Persada. (BDR/RDM/APR)

Pemprov Kalsel Bersama Dekranasda Ikuti Pameran Expo Syukuran HUT Ke-44 Dekranas di Solo

SOLO – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Perindustrian (Disperin) bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Kalsel sebagai pembina Industri Kecil dan Menengah (IKM) mengikutsertakan Pameran Expo dalam Rangka HUT Dekranas ke-44, di salah satu Hotel di Solo, Jawa Tengah.

Selain itu, HUT Dekranas ke-44 dirangkai dengan Rapat Kerja Nasional Dekranas dan Parade Mobil Hias yang telah didukung Dinas Pariwisata, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalsel diikuti TP PKK Kalsel dalam mendukung pariwisata.

Plt Kepala Disperin Provinsi Kalsel, Mursyidah Aminy yang juga Plt Ketua Harian Dekranasda Provinsi Kalsel mengatakan, pihaknya memang membawa dua pelaku IKM dengan memasarkan produk unggulannya masing-masing, termasuk sasirangan.

Produk kerajinan unggulan IKM yang dipamerkan sudah terbukti kualitasnya, seperti produk kain sasirangan dan fashion berbahan sasirangan ready to wear.

Ketua Dekranasda Provinsi Kalsel, Hj Raudhatul Jannah (Kiri)

“Mudah-mudahan kerajinan produk sasirangan Kalsel bisa lebih menarik minat masyarakat karena kita sudah tahu Sasirangan sekarang sudah terdaftar sebagai warisan budaya sehingga sasirangan terhindar dari adanya pengakuan dari daerah atau negara lain,” kata Mursyidah, Rabu (15/5).

Mursyidah mengungkapkan, pihaknya akan terus menjalankan program Ketua Dekranasda Provinsi Kalsel, Raudatul Jannah (Acil Odah) dalam memajukan potensi produk kerajinan yang bernilai ekonomi untuk peluang usaha.

“Sehingga para pelaku usaha di Kalsel bisa termotivasi dalam mengembangkan produknya agar bisa lebih memperluas jaringan pasar,” tutur Mursyidah.

Diutarakannya, kedepannya akan lebih memotivasi para pelaku IKM dalam mengembangkan sasirangan pewarna alam karena memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

“Kami memang mendukung penuh kepada para pelaku IKM dalam memasarkan produk daerah agar bisa diminati pasar domestik dan pasar ekspor,” tutup Mursyidah. (DISPERIN.KALSEL-MRF/RDM/APR)

Exit mobile version