Jamban Apung di Kota Banjarmasin Dibongkar

BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin tahun 2024 ini, kembali melakukan pembongkaran terhadap Jamban Apung. Kali ini, yang menjadi sasaran pembongkaran di Kawasan Kelayan, Kota Banjarmasin.

Walikota menjelaskan, saat ini pihaknya melakukan pembongkaran sisa sisa jamban yang ada di Kota Banjarmasin. Salah satunya dikawasan Kelayan.

“Di Kota Banjarmasin masih terdapat Jamban Apung, oleh karena itu, pembongkaran kembali dilakukan,” ungkapnya, kepada sejumlah wartawan, Jumat (26/4).

Walikota Banjarmasin Ibnu Sina

Menurut Ibnu, pembongkaran ini dilakukan karena Kota Banjarmasin merupakan Kota Sehat. Sehingga, tidak adalagi warga yang buang air besar sembarangan.

“Dengan tidak adalagi Jamban Apung di Kota Banjarmasin, diharapkan sanitasi semakin sehat di kota ini,” ucapnya.

Ibnu menjelaskan, saat ini di Kota Banjarmasin sudah ada dua puluh dua kelurahan yang sudah bebas dari keberadaan Jamban Apung.

Sehingga, lanjutnya, pada tahun 2024 ini Pemerintah Kota Banjarmasin kembali menargetkan mampu membebaskan 35 kelurahan dari Jambang Apung tersebut.

“Pada tahap awal ini Pemerintah Kota Banjarmasin menghabiskan terlebih dahulu jamban jamban yang masih tersisa disetiap kelurahan,” ucap Walikota Banjarmasin ini. (SRI/RDM/RH)

Tingkatkan Kapasitas, Dinsos Kalsel Bekali 100 Anggota Karang Taruna se Kalsel

BANJARMASIN – Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Karang Taruna se-Kalsel selama tiga hari yaitu 25-27 April 2024 di salah satu hotel berbintang.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinsos Kalsel, Muhammaddun yang diwakili Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Sosial, Surya Fujianorrochim, pada Kamis (25/4).

Kasi Pemberdayaan PSDKSKS, Dion Mulia Anggara Putra (kiri) dan Kabid Pemberdayaan Sosial Dinsos Kalsel, Surya Fujianorrochim (kanan) saat acara Pembukaan Bimtek Karang Taruna se Kalsel

Kabid Pemberdayaan Sosial Dinsos Kalsel, Surya Fujianorrochim mengatakan karang taruna merupakan salah satu pilar sosial masyarakat yang sangat diandalkan sebagai mitra kerja pemerintah.

“Peran dan kontribusinya sangat diperlukan dalam upaya pencegahan dan pengentasan permasalahan kesejahteraan sosial yang ada di masyarakat,” katanya.

Surya menjelaskan tujuan bimtek ini adalah dalam rangka pemberdayaan karang taruna untuk peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan sikap, penguatan peran Karang Taruna dan pemahaman meningkatkan jejaring karang taruna.

“Dalam bimtek ini, kami menghadirkan beberapa narasumber yang dapat mendukung perkembangan karang taruna di wilayah masing-masing,” tuturnya.

Selain itu, lanjut Surya, kegiatan ini juga dalam rangka meningkatkan kapasitas dan memberikan pengetahuan dasar kepada karang taruna yang meliputi konsep dasar penyelenggaraan kesejahteraan sosial, tugas pokok dan fungsi, serta konsep dasar kemampuan teknis Karang Taruna yang didukung pemberian motivasi untuk meningkatkan komitmen Karang Taruna dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial.

“Maka untuk menumbuhkan semangat kewirausahaan perlu dilakukan bimtek tentang Karang Taruna se-Kalsel,” terangnya.

Sementara, Kepala Seksi Pemberdayaan Potensi Sumber Daya Kesejahteraan Sosial Kelembagaan Sosial Dinsos Kalsel, Dion Mulia Anggara Putra mengungkapkan kegiatan ini diikuti 100 orang yang berasal dari unsur Karang Taruna Provinsi dan Karang Taruna dari 13 Kabupaten/Kota se Kalsel.

“Kegiatan ini dimaksudkan sebagai wujud dan perhatian Pemerintah Daerah dalam upaya pemberdayaan potensi sumber daya kesejahteraan sosial Karang Taruna agar dapat berperan secara optimal dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial,” tuturnya.

Dion menambahkan Karang Taruna juga mempunyai tugas yaitu mengambil inisiatif dalam penanganan masalah sosial, membantu mendorong menggerakkan dan mengembangkan kegiatan penyelenggaraan kesejahteraaan sosial, dan mendampingi warga masyarakat yang membutuhkan layanan sosial.

“Mendampingi program kesejahteraan sosial di tingkat desa atau kelurahan, berperan aktif dalam program nasional dan sebagai mitra pemerintah/institusi dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial,” pungkasnya. (NRH/RDM/RH)

Masyarakat Kandangan Antusias Ramaikan Pekan Olahraga Tradisional Daerah

HSS – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora)nya menggelar, Pekan Olahraga Tradisional Daerah (Portrada), di Lapangan Basket Amandit Utama, Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS). Kegiatan dimulai dari 24 – 27 April 2024.

“Kami bersyukur masyarakat Kandangan antusias mengikuti maupun menyaksikan Portrada ini,” ungkap Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Hermansyah, Jumat (26/4).

Menurut Pj Bupati Hulu Sungai Selatan, tujuannya digelar Portrada ini untuk melestarikan Olahraga tradisional.

Pj Bupati HSS Hermansyah

“Portrada ini untuk melestarikan olahraga tradisional sebagai bagian dari identitas budaya daerah,” ucapnya.

Hermansyah mengatakan, sudah menjadi tugas Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan untuk menghidupkan olahraga tradisional yang secara turun temurun ada di Kalimantan Selatan.

Sehingga, generasi muda semakin menggenal olahraga tradisional yang ada di Kalsel.

“Generasi muda diharapkan dapat mengeluti olahraga tradisional ini,” ucap Hermansyah.

Olahraga tradisional saat ini sudah dipertandingkan di tingkat nasional melalui Fornas.

“Dengan dilaksanakan portrada di daerah maka semakin memperkenalkan olahraga tradisional kepada masyarakat lebih luas lagi,” ujarnya.

Dilaksanakan portrada di Kandangan ini juga dapat meningkatkan kegiatan UMKM di Kabupaten HSS.

“Kami berterima kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Pemerintah Kabupaten HSS, serta Kormi Kabupaten HSS atas terselenggaranya Portrada ini,” ucap Hermansyah.

Pada Portrada Tahun 2024 di Kandangan dilombakan, lima Indorga (Cabang Olahraga) tradisional yang dipertandingkan, yaitu layang layang aduan, lari balok, enggrang, sumpitan, serta balogo. (DISPORA.KALSEL/SRI/RDM/RH)

192 Peserta di Kalsel Ikuti PDN 2024

BANJARMASIN – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar acara pembukaan Pemagangan Dalam Negeri (PDN) Dana Dekonsentrasi APBN Tahun 2024.

Penyerahan Stater Kit Pelatihan, Baju Seragam dan Kartu BPJS Ketenagakerjaan kepada Para Peserta PDN

Acara yang dibuka oleh Kepala Disnakertrans Kalsel, Irfan Sayuti di aula kantor Disnakertrans Kalsel, Kamis (25/04), yang dihadiri, antara lain Direktur Pemagangan Dalam Negeri yang diwakili Sub Koordinator Evaluasi PDN, Habib Daudi yang hadir secara daring, perwakilan Kepala Disnakertrans Kabupaten/Kota di Kalsel, perwakilan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Banjarmasin, Ketua Forum Komunikasi Jejaring Pemagangan (FKJP) Kalsel, perwakilan perusahaan pelaksana PDN, dan 192 orang peserta PDN.

Kepala Disnakertrans Kalsel, Irfan Sayuti saat membuka Program PDN 2024

Dalam sambutannya yang disampaikan melalui daring, Direktur PDN yang diwakili Sub Koordinator Evaluasi PDN Kementerian Ketenagakerjaan, Habib Daudi menyampaikan data Wajib Lapor Ketenagakerjaan Perusahaan (WLKP) di Kemnaker RI menunjukkan bahwa terdapat 22.864 jumlah perusahaan yang ada di Kalsel. Jika dihubungkan dengan jumlah tingkat pengangguran di Kalsel yang mengalami penurunan sekitar 93 ribu orang, Daudi menilai Kalsel adalah provinsi yang ideal diselenggarakan pemagangan.

“Pemagangan berbeda dengan pelatihan keterampilan yang lain karena menyesuaikan dengan kebutuhan perusahaan tempat penyelenggara pemagangan. Sehingga hasilnya tidak hanya meningkatkan jumlah tenaga kerja yang kompeten, tetapi juga peningkatan jumlah penempatan tenaga kerja di perusahaan-perusahaan,” jelasnya.

Sementara, Kepala Disnakertrans Kalsel, Irfan Sayuti menjelaskan pemagangan ini merupakan salah satu upaya mewujudkan masyarakat Kalsel yang sejahtera dan berkualitas sesuai dengan visi Pemprov Kalsel adalah Kalsel Maju (Makmur, Sejahtera dan Berkelanjutan).

“Berdasarkan evaluasi yang dilakukan terhadap bursa kerja, tidak semua lowongan kerja dapat diisi oleh angkatan kerja karena tidak sesuai kompetensi yang dibutuhkan oleh perusahaan. Oleh karena itu, program pemagangan merupakan salah satu solusi tepat untuk menyiapkan tenaga kerja kompeten sesuai dengan pasar kerja,” terangnya.

Irfan menyatakan pihaknya menyambut baik dengan program yang ditargetkan oleh Pemerintah Pusat di Kalsel. Pada tahun 2024 ini, Kalsel mendapatkan kuota peserta sebanyak 192 orang dengan pelaksanaan selama lima bulan.

“Kami berpesan kepada para peserta agar dapat melakukan yang terbaik selama mengikuti pemagangan di perusahaan yang telah diinginkan supaya kedepannya bisa ditarik langsung oleh perusahaan untuk menjadi pegawai tetap,” harapnya.

Ditambahkan Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Pelatihan Penempatan Produktivitas Tenaga Kerja (P4TK) Disnakertrans Kalsel, Indah Fajarwati, untuk teknis peserta nantinya akan melakukan pemagangan yang dibagi dengan satu bulan pelatihan secara teori dan empat bulan langsung terjun ke dunia kerja.

“Tahun 2024 ada 24 perusahaan dari berbagai sektor yang ikut berpatisipasi dengan didominasi oleh sektor perkebunan dan perhotelan,” tuturnya. (NRH/RDM/RH)

Pemprov Terima Kunjungan SKK Migas, Dukung Peluang Investasi di Banua

BANJARBARU – Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor atau Paman Birin melalui Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Roy Rizali Anwar menerima kunjungan kehormatan dan koordinasi manajemen SKK migas PT Pertamina EP Tanjung Field, di ruang rapat H. Aberani Sulaiman Kantor Gubernur Banjarbaru, pada Kamis (25/4) siang.

Sekdaprov Kalsel bertukar cenderamata dengan Ketua SKK Migas Kalimantan Sulawesi

Kunjungan tersebut dimaksudkan untuk mengo­munikasikan perkembangan kegiatan sektor usaha hulu migas dan peluang kerja sama dengan pemerintah provinsi Kalimantan Selatan.

“Pada prinsipnya Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan sangat terbuka terhadap peluang-peluang investasi di bidang pengembangan sumber daya alam dengan tetap memper­hatikan kearifan lokal dan ling­kungan hidup,” ujar Roy saat menerima kunjungan.

Suasana pertemuan pemerintah provinsi Kalsel dengan rombongan SKK Migas

Roy menyambut baik kedatangan manajemen SKK Migas, PT Pertamina EP Tanjung Field, dan Mubadala Energy yang dipimpin Kepala Perwakilan SKK Migas wilayah Kalimantan – Sulawesi, Azhari Idris sekaligus menyampaikan paparan singkat terkait Migas di wilayah Kalimantan Selatan.

“Tentunya kami sangat mendukung terkait langkah-langkah yang dilakukan teman – teman SKK Migas, terlebih wewenangnya memang ada di pemerintah pusat bukan daerah. Akan tetapi kami mewakili masyarakat Kalsel bahagia karena potensi alam kita begitu bagus di sektor migas ini. Kami berharap potensi ini dapat memberikan manfaat kepada seluruh masyarakat yang ada di Kalimantan Selatan,” harapnya.

Sementara itu, Kepala SKK Migas, Azhari Idris dalam paparannya menyampaikan ucapan terima kasih atas sambutan yang luar biasa dari Pemerintah provinsi Kalsel.

“Terakhir kali saya ke Kalsel itu saat pandemi COVID 19 waktu mengirim oksigen. Dan Alhamdulillah sekarang bisa hadir lagi di sini. Kunjungan kami ke sini selain koordinasi adalah juga meminta dukungan, baik dari pemerintah provinsi maupun kabupaten menyangkut masalah koordinasi, sosialisasi, perizinan dan rekomendasi untuk kegiatan usaha hulu migas, dan dukungan koordinasi penanganan persoalan sosial yang mungkin timbul,” harapnya.

Dalam kesempatan tersebut, selain diisi dengan pemaparan materi dari SKK Migas Kalsul, juga dilanjutkan Pertamina EP Tanjung Field, dan Mubada Energy. Selanjutnya pemaparan materi ditanggapi dinas-dinas terkait di Pemprov Kalimantan Selatan dalam bentuk dialog. Turun hadir kepala Bapedda Kalsel, Kepala Bapenda Kalsel, perwakilan PUPR Kalsel, Perwakilan LHK Kalsel, dan perwakilan dari PT. Bangun Banua. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

KTH Binaan Pemprov Kalsel, Panen Perdana Beras Merah

BANJARBARU – Pemprov Kalsel melalui UPT Dinas Kehutanan (KPH Kayutangi) melaksanakan panen perdana Demontrasi Plot (Demplot) Penyuluhan beras merah seluas 5 hektar di areal kelola usaha KTH Tetap Langgeng Desa Hakim Makmur Kecamatan Sungai Pinang pada Rabu (24/4) lalu.

Beras merah yang ditanam merupakan hasil panen perdana yang ditanam 6 (enam) bulan lalu. Penanaman Beras merah dilaksanakan atas kerja sama PBPH PT Hutan Rindang Banua (PT.HRB) dan KTH Tetap Langgeng difasilitasi KPH Kayutangi. PT HRB memberikan bantuan penyediaan benih beras merah.

Suasana panen perdana beras merah

Penanaman beras merah dilakukan dengan pola Agroforestry yaitu kegiatan pemanfaatan dan pengelolaan lahan hutan yang dikembangkan secara optimal dengan pendekatan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sesuai. Selain penanaman beras merah, pada lahan kelola KTH Tetap Langgeng juga di tanamani dengan tanaman empon empon berupa kencur, sehingga pada lahan tersebut akan terjadi panen 2 produk yaitu beras merah dan kencur untuk jangka pendek, sedangkan untuk jangka panjang berasal dari tanaman kehutanan berupa Sengon dan Jabon.

Ketua KTH Tetap Langgeng, Saelan menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi tingginya kepada Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor, yang melalui Dinas Kehutanan telah melakukan segala upaya pembinaan kepada KTH. Sehingga KTH dapat memanfaatkan kawasan hutan sesuai dengan fungsinya.

Sementara itu, Kepala KPH Kayutangi, Rini Hartanti, dalam sambutannya menyebutkan, kegiatan pembudidayaan beras merah ini merupakan wujud dari komitemen KPH Kayu tangi dalam meningkatkan kesejahteraaan masyarakat di dalam kawasan hutan.

‘KPH Kayu Tangi akan senantiara mendukung produk produk unggulan dari setiap KTH yang ada di wilayah kerja KPH Kayutangi,” jelas Rini dalam rilisnya yang diterima Abdi Persada FM pada Jumat (26/4).

Lebih lanjut kepala KPH Kayu Tangi mengingatkan KTH Tetap Langgeng, jika produksi beras merah sudah rutin berjalan setiap tahun, agar KTH Tetap Langgeng bisa membayarkan PNBP Kepada Negara, dimana sesuai Permen LHK 64 tahun 2017, maka PNBP beras / gabah adalah sebesar Rp120,- / kilogram. Pembayaran PNBP merupakan kewajiban KTH sebagai pihak yang memanfaatkan kawasan hutan.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan, Fathimatuzzahra, sangat menyambut baik segala inisiatif dan upaya yang bertujuan mendorong berkembangnya usaha rakyat disektor kehutanan khususnya pengolahan HHBK berbasis masyarakat, yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjaga kelestarian hutan.

“Bukan saatnya lagi mengkonfrontasikan masyarakat dengan hutan terkait aspek legal pengelolaannya. Namun keberadaan masyarakat dalam kawasan hutan harus bisa dikelola menjadi aset penting dalam mendorong tumbuh kembangnya kembali hutan sebagai tulang punggung ekonomi Kalimantan Selatan. Paman Birin akan menantiasa memberiksan perhatian lebih dalam upaya pengentasan kemiskinan di dalam dan sekitar kawasan hutan, baik itu fasilitasi kegiatan maupan sarana dan prasana ekonomi produktif yang di butuhkan oleh Kelompok Tani Hutan (KTH),” tegasnya.

Kegiatan panen perdana ini juga dihadiri BPHL Wilayah IX Banjarbaru, PT HRB, Dinas Pertaanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Banjar serta Forum KTH dan PKSM Wilayah KPH Kayutangi. (DISHUT.KALSEL-RIW/RDM/RH)

Produktivitas Pangan Kalsel Ditarget Meningkat, Pemprov Bakal Maksimalkan Padi Apung

BANJARBARU – Hasil produksi padi Kalsel ditarget sebanyak 7 ton per hektare mulai tahun 2025. Salah satu upaya yakni melalui sistem padi apung.

Menurut Kepala Bappeda Kalsel Ariadi Noor, penanaman padi melalui sistem padi apung sangat efisien mengingat kondisi geografis Kalsel yang sebagian besar merupakan dataran rendah.

Kepala Bappeda Provinsi Kalimantan Selatan, Ariadi Noor

“Padi apung sangat memungkinkan dikembangkan di Kalsel, kita punya rawa monoton, kita punya bekas galian tambang. Itu bisa dimanfaatkan sebagai areal penggunaan padi apung,” kata Ariadi, Rabu (24/4).

Melalui penerapan padi apung, Ariadi menilai hasil produksi padi bisa mencapai 25 ton per hektare. Jauh dibanding cara menanam konvensional yang hanya menghasilkan kurang lebih 4 ton per hektare.

“Bahkan bisa panen setiap minggu, kalau pemeliharaannya dengan siklus yang benar,” ungkap Ariadi.

Di sisi lain, lanjut Ariadi, penerapan padi apung juga tidak menggunakan lahan yang luas. Hanya saja diperlukan modal awal yang sedikit lebih banyak untuk membeli alat apung sebagai media tanam.

“Hanya modal awal saja yang lebih banyak. Biaya operasional bisa lebih murah, bahkan alat itu bisa dipakai sampai 20 tahun,” beber Ariadi.

Diketahui peningkatan hasil produktivitas pangan Kalsel menjadi salah satu prioritas dalam penyusunan Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) tahun 2025.

Sektor pertanian Kalsel pada tahun tersebut direncanakan bisa menggunakan sistem modern dan berkelanjutan seperti padi apung.

“Kami akan bekerjasama juga dengan Institut Pertanian Bogor dalam memaksimalkan penerapan padi apung ini,” tutup Ariadi. (SYA/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Upayakan Peningkatan Ekspor Tahun 2024

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, melalui Dinas Perdagangan Kalsel, mengupayakan tahun 2024 ini dapat terjadi peningkatan ekspor.

Foto bersama

Kepada sejumlah wartawan, Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan, Sulkan, usai pembukaan Rakernis, pada Kamis (25/4) mengatakan, guna meningkatkan wawasan dan pengetahuan para pelaku usaha, agar dapat bersaing di pasar Internasional, pihaknya menggelar Rapat Kerja Teknis Bidang Perdagangan tahun 2024. Ia berharap, dapat semakin meningkatkan ekspor nantinya.

“Kami siap dukung dan fasilitasi ekspor, guna memperluas akses pasar bagi produk-produk unggulan di Banua,” ucapnya

Disampaikan Sulkan, Rapat Kerja Teknis Bidang Perdagangan tahun 2024 ini, mengangkat tema “Penguatan Kolaborasi dan Sinergitas Ekspor Kalimantan Selatan”. Pihaknya akan terus mendorong jajaran Dinas Perdagangan Provinsi Kalsel, Kabupaten dan Kota, dengan cara berkoordinasi bersama Kementerian Perdagangan, dalam upaya peningkatan ekspor di daerah.

“Kita tetap lakukan perjanjian kerjasama perdagangan, baik bilateral maupun multilateral,” jelas Sulkan

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kalimantan Selatan, Roy Rizali Anwar, menyampaikan, guna mengembangkan produk-produk unggulan, yang dinilai memiliki daya saing di pasar global. Rakernis ini sangat tepat, untuk memperkuat struktur ekonomi, agar lebih kokoh dan berkelanjutan. Dimana, tidak hanya mengandalkan sumber daya alam (SDM) yang tidak terbarukan.

Sekdaprov Kalsel Roy Rizali Anwar, saat memberikan komentar pada awak media

“Saat ini masih banyak memiliki tantangan yang harus dihadapi, diantaranya kurang daya saing produk daerah di pasar global, yaitu produk-produk usaha kecil dan menengah yang masih berskala industri rumah tangga,” ungkapnya

Roy menambahkan, selama ini Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, terus berupaya mendorong optimalisasi sumber pertumbuhan ekonomi baru, diantaranya investasi bagi usaha kecil, menengah maupun besar dalam rangka meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat. Selain itu melakukan pembinaan kepada pelaku usaha, baik eksportir maupun calon eksportir. Dimana, sangatlah penting untuk tercipta optimalisasi seluruh potensi sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki, dan memetakan strategi guna meningkatkan ekspor di Kalsel.

“Jalinan sinergisitas yang kuat dapat memajukan ekspor, seperti produk pangan (makanan dan minuman), kerajinan sasirangan, kriya, dan lainnya,” tutup Roy

Rapat Kerja Teknis Bidang Perdagangan tahun 2024, ini menghadirkan Narasumber Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Pimpinan Kantor Perwakilan Bank Indonesia, Kepala Kanwil Bea Cukai, Perwakilan Bappeda Kalsel dan Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, diikuti peserta Dinas Perdagangan Kabupaten dan Kota, serta beberapa SKPD terkait diantaranya Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel, Dinas Perikanan dan Kelautan Kalsel, serta Dinas Perindustrian Kalsel.

Untuk diketahui, Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Rapat Kerja Teknis Bidang Perdagangan tahun 2024, dibuka secara resmi ileh Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, diwakili Sekretaris Daerah Kalsel, Roy Rizali Anwar, didampingi Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, Sulkan beserta jajaran Disdag Kalsel. bertempat disalah satu Hotel Berbintang di Banjarmasin. (NHF/RDM/RH)

Wasit Keolahragaan Diminta Update Ilmu Pengetahuan Untuk Peningkatan Prestasi Olahraga di Banua

BANJARMASIN – Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan menggelar pelatihan dan pengembangan tenaga keolahragaan Tahun 2024, untuk peningkatan kemampuan para wasit di Banua, disalah satu hotel di Kota Banjarmasin, Rabu (24/4) yang dibuka oleh Kepala Dispora Kalsel Hermansyah diwakili Sekretaris Dispora Kalsel Fathul Bahri.

Sekretaris Dispora Kalsel Fathul Bahri

Dalam sambutannya menyampaikan, digelarnya kegiatan ini penting dilakukan dalam rangka peningkatan kemampuan para wasit.

“Tujuan dari diadakannya pelatihan ini untuk agar para wasit selalu update dengan aturan yang baru,” ungkapmya.

Sehingga, diminta kepada seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan maksimal.

“Kami meminta para peserta pelatihan untuk mengikuti kegiatan dengan serius, sehingga ilmu yang didapat menjadi berguna,” ucapnya.

Sementara itu, Kabid Peningkatan Prestasi Dispora Kalsel Heru Susmianto mengatakan, pelatihan wasit ini diikuti 4 cabang olahraga, yaitu, Anggar, Kick Boxing, Triathlon, serta Jiujitsu.

Kabid Peningkatan Prestasi Olahraga Dispora Kalsel Heru Susmianto

Pelatihan dilaksanakan dari tanggal 24 sampai 26 April 2024, di Kota Banjarmasin.

“Saat ini peraturan dalam pertandingan serta keolahragaan selalu berkembang, khususnya, perwasitan,” ucap Heru.

Maka, lanjutnya, wasit wasit di daerah diminta untuk selalu update terhadap perkembangan baru dibidang perwasitan dan keolahragaan tersebut.

“Karena itu Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraganya terus melakukan peningkatan SDM para wasit yang ada di Banua,” ujar Heru. (SRI/RDM/RH)

DPRD Banjarmasin Gelar Rapur Penetapan Dua Perda

BANJARMASIN – Kalangan Legislatif menggelar Rapat Paripurna Penetapan dua buah Peraturan Daerah, bertempat di ruang Rapat Paripurna DPRD Banjarmasin, pada Rabu (24/4) siang.

Suasana Rapat Paripurna DPRD Banjarmasin

Usai memimpin rapat ditemui di Ruang kerjanya, Ketua DPRD Banjarmasin, Harry Wijaya, menyampaikan, dalam Rapat Paripurna ini dua buah Perda yang ditetapkan yakni tentang Bangunan Gedung dan Penyelenggaraan Wabah Penyakit Menular. Ia berharap, pembangunan gedung di kota ini dapat memenuhi unsur keindahan, kekuatan dan ramah bagi lingkungan. Sedangkan untuk penyakit menular, Pemerintah Kota harus mampu menangani apabila terjadi wabah nantinya.

Ketua DPRD Banjarmasin, Harry Wijaya, saat memberikan komentarnya

“Perda Bangunan Gedung, sangat penting diterapkan baik untuk menata dan menciptakan keselamatan. Kemudian untuk Penyelenggaraan Wabah Penyakit Menular, dimaksudkan saat terjadi wabah, mampu dilakukan penanggulangan secara maksimal,” jelasnya

Disampaikan Harry, selain penetapan dua Perda, pihaknya menyampaikam pengumuman Rekomendasi terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Wali Kota (LKPj) Walikota tahun 2023, setelah sebelumnya digelar rapat pembahasan secara detail dari seluruh Komisi.

“Kami ingin terwujud pembangunan yang lebih maju lagi,” pintanya

Sementara itu, Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina menambahkan, pihaknya mengapresiasi terhadap kalangan legislatif yang sudah menetapkan dua Perda ini, dalam rangka untuk kemajuan kesejahteraan masyarakat dan pelayanan kesehatan yang maksimal. Terkait rekomendasi akan terus meningkatkan pembangunan yang lebih baik di kota seribu sungai.

“Kita akan terus menerus menjalin sinergisitas di lapangkan,” tutupnya

Untuk diketahui, gelaran rapat paripurna DPRD Banjarmasin, dipimpin Ketua DPRD Banjarmasin Harry Wijaya, didampingi Wakil ketua Matnor Ali, Tugiatno, dan Sekretaris DPRD Banjarmasin Iwan Ristianto. Dihadiri Walikota banjarmasin ibnu sina, juga Sekretaris Daerah Banjarmasin Ikhsan Budiman, beserta kalangan legislatif, eksekutif, bertempat di ruang Rapat Paripurna DPRD Banjarmasin. (NHF/RDM/RH)

Exit mobile version