15 Juli 2024

LPPL Radio Abdi Persada 104,7 FM

Bergerak Untuk Banua

Muslam Kalsel Beri Edukasi Tentang Kearifan Lokal ke Sekolah Lewat Museum Keliling

2 min read

Petugas museum (kanan) saat mengajarkan seorang pelajar tentang cara bermain balogo

BANJARBARU – Selain menampilkan berbagai benda bernilai sejarah dan budaya, Museum Lambung Mangkurat Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mempunyai berbagai program kerja yang berkaitan dengan penyampaian informasi tentang budaya dan kearifan lokal masyarakat. Salah satunya yaitu melalui kegiatan Museum Keliling.

Museum keliling rutin dilaksanakan setiap tahun oleh museum di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel, dengan menghadirkan “museum mini” yang berisi benda-benda koleksi museum ke sekolah. Selain itu, juga digelar beberapa kegiatan bernilai budaya dan kearifan lokal masyarakat Banua.

Suasana pemberian materi budaya dan kearifan lokal oleh Museum Lambung Mangkurat di SMKN 1 Tanjung

Kepala Museum Lambung Mangkurat Kalsel, Muhammad Taufik Akbar, menjelaskan museum keliling merupakan salah satu upaya untuk mengedukasi masyarakat khususnya pelajar (generasi milenial) tentang sejarah dan budaya lokal.

“Budaya dan kearifan lokal yakni suatu warisan tak benda yang harus diketahui oleh generasi muda,” ujar Akbar, Rabu (18/10)

Menurutnya, kegiatan ini juga seiring dengan keinginan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, yang berharap tradisi masyarakat sejak zaman dahulu tidak pudar oleh kecanggihan teknologi.

“Karenanya museum keliling ini kita gelorakan. Ini agar sekolah-sekolah yang berlokasi jauh dari museum, tetap bisa mendapatkan edukasi tentang sejarah dan budaya,” tuturnya.

Seperti pada Agustus lalu, pihak museum menggelar museum keliling ke Kabupaten Tabalong, tepatnya ke SMK Negeri 1 Tanjung.

Disana, Akbar menyebut, pihaknya menyelenggarakan berbagai lomba tradisional seperti balogo, sembari menerangkan tentang bagaimana aturan dan sejarah tentang permainan itu.

“Kita juga hadirkan beberapa peralatan yang digunakan dalam permainan tradisional seperti untuk permainan balogo, dakuan, bakujur, sepak raga, gasing, tiwah, kaleker,” bebernya.

Akbar berharap, sinergitas yang terjalin antara pihaknya dan sekolah, bisa menjadikan museum sebagai salah satu jendela informasi dalam membentuk Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkompeten.

“Sesuai dengan keinginan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor. Beliau ingin menjadikan museum sebagai salah satu kunci kesuksesan generasi muda di masa yang akan datang,” tutupnya. (SYA/RDM/RH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Abdi Persada | Newsphere by AF themes.