18 Juli 2024

LPPL Radio Abdi Persada 104,7 FM

Bergerak Untuk Banua

Kunker Lagi ke Kalsel, Mentan SYL Ajak Pelaku Perkebunan Akselerasi Program Peremajaan Sawit

3 min read

Sekdaprov Kalsel memberikan komitmen rakor kelapa sawit kelapa Mentan SYL

BANJARMASIN – Untuk kedua kalinya pada Agustus ini, Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo melakukan kunjungan kerja ke provinsi Kalimantan Selatan. Kali ini pada Selasa (22/8) malam, Mentan, SYL menghadiri Rapat Koordinasi Kelapa Sawit se Kalsel disalah satu hotel di Banjarmasin.

Dalam arahannya, SYL mengajak para pelaku perkebunan sawit se Kalsel, untuk melakukan akselerasi Program Peremajaan Sawit hingga hilirisasi, melalui perbaikan tata kelola sawit secara berkelanjutan.

Mentan SYL saat memberikan arahan pada rakor kelapa sawit se Kalsel

“Hari ini secara khusus saya mengajak semua pihak yang terlibat untuk ikut dalam memajukan perkebunan sawit secara berkelanjutan melalui program-program pemerintah seperti PSR, pengembangan SDM, sarana dan prasarana,” paparnya.

Perkebunan kelapa sawit Indonesia, sambung Mentan, berkembang di 26 provinsi di Indonesia. Dua pulau utama sentra perkebunan kelapa sawit di Indonesia adalah Sumatra dan Kalimantan.

“Kalimantan Selatan memiliki potensi yang sangat mumpuni. Kelapa sawit kita berproduksi lebih baik di tempat ini. Dan hari ini kita Rakor kan bersama Pak Gubernur, ada Pak Kapolda, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Ketua DPR untuk mendorong sama – sama. Salah satu yang harapkan bisa segera terimplementasi adanya replanting,” sebutnya saat memberikan keterangan kepada wartawan.

Mentan SYL berfoto bersama jajaran Forkopimda Kalsel yang hadir pada rakor kelapa sawit

Pada Rakor Sawit se Kalsel ini, telah disepakati bahwa replanting sawit di Kalsel tahun 2023 akan mencapai 10.000 ha. Untuk itu, petani sawit yang melakukan replanting juga didorong untuk melakukan pola tanam tumpang sari sawit dengan komoditi lain seperti kacang, umbi – umbian, jagung dan lainnya.

Sementara itu, Gubernur Kalsel, dalam sambutannya yang dibacakan Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Roy Rizal Anwar mengatakan, provinsi Kalsel sebagai salah satu daerah penghasil kelapa sawit memainkan peran yang penting.

Terkait hal ini, pemerintah Provinsi Kalsel telah mengambil langkah konkret menuju pembangunan perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan. Yakni melalui peraturan Gubernur nomor 13 tahun 2023, tentang rencana aksi daerah perkebunan kelapa sawit berkelanjutan (RAD-KSB) 2022 -2024.

“Kami telah menetapkan arah yang jelas untuk mewujudkan visi dan misi Kalimantan Selatan, yakni Kalsel maju (Makmur, Sejahtera dan Berkelanjutan) sebagai gerbang ibu kota negara,” jelas Roy.

Bersamaan, Dirjen Perkebunan Kementan, Andi Nur Alamsyah, mengatakan, pihaknya saat ini berupaya memperbaiki tanaman perkebunan yang telah tua/rusak atau tidak menghasilkan, dengan penggantian tanaman melalui kegiatan 
peremajaan atau rehabilitasi.

Sesuai data statistik perkebunan tahun 2022, tercatat hampir 30 persen dari total luas perkebunan di Indonesia dalam kondisi tua/rusak/tidak menghasilkan.

“Jika kondisi tersebut dibiarkan akan mempengaruhi produksi perkebunan kita, bahkan berdampak juga pada penurunan devisa negara,” kata Andi.

Andi mengatakan investasi perkebunan merupakan investasi jangka panjang, untuk itu dalam pelaksanaanya perlu disiapkan dengan sangat baik. Salah satu faktor utama dan paling penting adalah pemilihan benih. Direktorat Jenderal Perkebunan sangat serius dalam menyiapkan benih tanaman perkebunan bermutu dalam rangka medukung peningkatan produksi, nilai tambah dan daya saing industri perkebunan.

“Bentuk keseriusan tersebut diwujudkan melalui sistem penyediaan, pengawasan dan peredaran benih melalui Bank Benih Perkebunan (BABE BUN),” kata Andi.

Lebih lanjut, Andi mengatakan sistem aplikasi ini akan difokuskan untuk mendukung akselerasi program PSR agar dapat digunakan stakeholder kelapa sawit rakyat, agar dapat mengakses penyediaan dan penggunaan benih palsu dapat diminimalisasi, pemasaran atau bisnis benih sawit lebih terbuka atau tidak terjadi monopoli, serta distribusi benih sawit lebih terorganisasi.

“Pengembangan kelapa sawit ke depan memiliki konsep yakni “sawit satu” yang dilakukan melalui perbaikan tata kelola kelapa sawit yang memiliki sistem terintegrasi berbasis spasial sehingga perlu kerja inovatif serta kerja kolaboratif dengan berbagai pihak,” lanjut Andi.

Luas areal perkebunan kelapa sawit Kalimantan Selatan, menyumbang 3,1 persen dari total luas areal perkebunan kelapa sawit Indonesia, dan 2,6 persen dari total produksi kelapa sawit Indonesia. (RIW-KEMENTAN/RDM/RH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Abdi Persada | Newsphere by AF themes.