DPRD Banjarmasin : Penanganan Anjal dan Gepeng Harus Lintas Sektor

BANJARMASIN – Kalangan Legislatif menilai penanganan anak jalanan, pengemis dan gelandangan, harus melibatkan seluruh lintas sektor di kota ini. Hal itu disampaikan, Wakil Ketua DPRD Banjarmasin, Matnor Ali, kepada wartawan pada Kamis (25/5)

Matnor menjelaskan, guna mewujudkan penanganan maksimal bagi gelandangan, pengemis dan anak jalanan, tidak hanya dibebankan Dinas Sosial Banjarmasi, juga melibatkan beberapa lintas sektor diantaranya, Satuan Polisi Pamong Praja dan Dinas Pendidikan. Mengingat kesejahteraan sosial, menjadi tugas wajib Pemerintah Daerah dalam rangka untuk melaksanaan pembangunan yang lebih baik dan maju terdepan.

“Kami minta mereka saling kerjasama dan bersinergi di lapangan,” ucapnya

Disampaikan Matnor, selama ini Kota Banjarmasin sudah dimiliki Peraturan Daerah tentang Penanganan Gelandangan, Anak Jalanan dan Pengemis, ini artinya berbagai upaya dan langkah dalam melakukan sudah jelas dan terarah.

“Adanya Perda ini merupakan komitmen bersama untuk mewujudkannya, yaitu tahun 2023 ini terjadi penurunan jumlah anak jalanan, pengemis dan gelandangan,” katanya

Lebih lanjut Matnor menambahkan, peranan dari pengusaha dan warga sekitar sangat besar dalam memberdayakannya, dengan cara memberi lapangan pekerjaan, yang mana bertujuan sebagai langkah pencegahan, agar tidak kembali turun ke jalan dengan profesi sebelumnya, baik sebagai anak jalanan, pengemis dan gelandangan.

“Pengusaha dan warga, dengan memberi peluang kerja, akan sangat membantu mereka, untuk bekerja sesuai kemampuan,” tutup Matnor. (NHF/RDM/RH)

Kabupaten/Kota di Kalsel Diimbau Ikut Andil Naikkan Harga Jual Gabah Para Petani

BANJARBARU – Untuk meningkatkan kualitas hidup para petani di Kalimantan Selatan, yang selalu mengalami penurunan harga dimusim panen padi. Maka Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) menghimbau kepada Pemerintah Kabupaten-Kota, agar dapat ikut serta membeli gabah para petani.

Hal ini disampaikan, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kalimantan Selatan Syamsir Rahman, baru-baru tadi.

Syamsir menyampaikan masih banyak Kabupaten-Kota di Kalsel yang tidak menyiapkan dana cadangan untuk pembelian gabah petani. Hal ini menyebabkan petani terpaksa menjual gabah mereka dengan harga yang murah kepada tengkulak sehingga menyebabkan inflasi. Sehingga Pemerintah Daerah Harus memiliki dana cadangan untuk membeli gabah para petani, sehingga petani tidak perlu menjual kepada tengkulak.

“Hal ini sudah diterapkan di Kabupaten Tabalong dan Tanah Laut. Dan dinilai berhasil meningkatkan harga jual para petani, ” ucap Syamsir.

Ia melanjutkan, Kabupaten Tanah Laut dan Kabupaten Tabalong dinilai telah berhasil menerapkan program pembelian gabah para petani dengan harga yang lebih tinggi dibandingkan harga yang dibeli oleh Badan Urusan Logistik (Bulog) serta tengkulak.

“Dengan meningkatnya harga jual para petani, maka para petani akan senang dan tetap menanam padi ditahun – tahun selanjutnya,” lanjut Syamsir.

Syamsir menambahkan, selain dengan menghimbau Kabupaten-Kota agar menyiapkan dana cadangan untuk membeli gabah para petani, pihaknya juga akan kembali mengatur pola tanam para petani. Dengan diaturnya pola tanam para petani dalam menanam padi, maka produksi padi akan kembali meningkat, sehingga akan terjadi peningkatan pasokan beras, yang juga berdampak untuk menurunkan angka inflasi.

“Secara bertahap pola tanam para petani akan kembali ditingkatkan pertriwulan ditahun ini, sehingga inflasi di sektor hortikultura akan selesai dengan sendirinya pada saat terjadinya musim panen,” Tutup Syamsir. (MRF/RDM/RH)

Gubernur Kalsel Ajak Warga Tionghoa Jaga Kerukunan Antar Umat Beragama

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Gubernur Sahbirin Noor mengajak warga Tionghoa yang tergabung dalam Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI), untuk dapat menjaga kerukunan antar umat beragama baik di Tanah Air maupun di Kalsel.

Permintaan tersebut disampaikan Gubernur yang akrab disapa Paman Birin tersebut, pada saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PSMTI ke 19, di Kota Banjarmasin, Jumat (26/5).

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor

“Pemerintah Provinsi berharap, agar Rakernas ini dapat menghasilkan program kerja lebih baik lagi, serta dapat menyelesaikan persoalan persoalan yang dihadapi oleh PSMTI serta lainnya,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut Paman Birin, Pemerintah Provinsi Kalsel juga meminta, agar PSMTI dapat hidup berdampingan dengan damai, dengan masyarakat lainnya.

Sementara itu, Walikota Banjarmasin Ibnu Sina yang juga turut hadir pada Rakernas tersebut mengharapkan, kegiatan skala nasional lebih sering dilaksanakan, di Kota Banjarmasin.

Walikota Banjarmasin Ibnu Sina

“Dengan diselenggarakan kegiatan Rakernas PSMTI di Kota Banjarmasin, dengan jumlah peserta sebanyak 600 orang lebih dari perwakilan daerah di Tanah Air ini. Kota Banjarmasin dapat lebih dikenal lagi,” ungkapnya.

Tentunya, lanjut Ibnu, dengan kedatangan anggota PSMTI di Kota Banjarmasin, dapat meningkatkan perekonomian dari sektor penginapan, pariwisata, kuliner, serta lainnya.

“Kami tentu berharap kegiatan berskala nasional seperti Rakernas PSMTI, lebih banyak lagi di Kota Banjarmasin,” ucap Ibnu.

Hadir pada Rakernas PSMTI tersebut, Ketua Umum PSMTI Wilianto Tanta, Ketua DPRD Kalsel Supian HK serta lainnya. (SRI/RDM/RH)

Kebun Raya Banua Dinilai Berpotensi Baik Terhadap Ekonomi dan Pariwisata

BANJARBARU – Kebun Raya Banua dinilai berperan baik dalam sektor perkembangan kawasan pariwisata dan ekonomi. Apalagi, setelah berhasil menerima penghargaan terbaik ke II dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tentu profesionalitas dari pengelolannya harus terus ditingkatkan.

Penghargaan yang diberikan BRIN kepada Kebun Raya Banua sebagai peringkat ke II secara nasional

Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kalsel, Muhammad Amin, menyebut, tidak hanya dalam pengelolaannya saja yang sudah menjalankan konsep profesional. Melainkan secara pendapatan pun turut ikut melampui batas penetapan target.

Kepala BRIDA Provinsi Kalsel Muhammad Amin usai menjelaskan potensi dan perkembangan dari Kebun Raya Banua

“Kita lihat pada tahun 2022 lalu targetnya kan Rp380 juta. Namun setelah terealisasi ternyata melebihi target yang naik dua kali lipat hampir 800 jutaan,” ucapnya kepada Abdi Persada FM, Kamis (25/5).

Terlebih, kata dia, saat ini Kebun Raya Banua dibawah naungan BRIDA Provinsi Kalimantan Selatan masih menjajaki masa peralihan status dari Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

“Harapan kami, jelas mereka bisa terus melakukan pengembangan potensial agar nantinya Kebun Raya Banua dapat menjadi destinasi wisata yang selalu diminati pengunjung,” harapnya.

Ia juga menyarankan, sebagai tindaklanjut untuk peningkatan kualitas agar sekiranya terus mengalami perkembangan dan dapat berdaya saing. Kebun Raya Banua diperbolehkan untuk studi tiru.

“Silahkan kalau mau mendatangi Kebun Raya Indrokilo Boyolali atau Kebun Raya Bogor yang setidaknya bisa meningkatkan kualitas. Kalau nanti ada penilaian ya target bisa diperingkat pertama, kalau pun idak jangan sampai prestasi menurun,” ungkapnya.

Sebelumnya, Kepala Kebun Raya Banua, Adilla Redha Yanti, menyampaikan, pihaknya terus melakukan pembenahan serta peningkatan fasilitas.

“Kami akan terus berbenah dan bekerja keras agar menjadi lebih baik baik,” tuturnya.

Hasil data penerimaan 2022 lalu menunjukkan jumlah pendapatan mencapai Rp756 juta atau mengalami kenaikan sebesar 202 persen.

“Peningkatannya terjadi karena pada saat ini pandemi COVID-19 telah melandai. Terjadi kenaikan pada triwulan IV,” paparnya.

Sementara dari sektor kedatangan pengunjung ke Kebun Raya Banua, dibeberkannya, turut ikut merangkak naik hingga 662 persen.

“Pengunjung wisatawan di tempat kita tercatat mencapai 180.724 orang itu total keseluruhan pada tahun 2022 lalu,” paparnya. (RHS/RDM/RH)

PLTB Tanah Laut Jadi Pemasok Listrik Cadangan IKN Nusantara

BANJARBARU – Proyek masa depan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) yang bakal dibangun di Tanah Laut, Kalsel, telah dilirik perusahaan. Mereka adalah PT Adaro Power dan PT Pembangkit Listrik Jawa Bali Investasi milik PLN Persero.

Kepala Dinas ESDM Kalsel, Isharwanto, melalui Kabid Energi, Nazaruddin Al Haidar, mengungkapkan, dua perusahaan itu menyatakan siap membeli cadangan listrik hasil tenaga kincir angin raksasa ini.

“Dari informasi yang kami dapatkan dari Kementerian ESDM untuk Adaro itu sebesar 60 Mw dan PLN sekitar 40 Mw (Megawatt),” ujarnya, baru-baru tadi.

Ia membeberkan, besaran volume listrik keseluruhan dari hasil olah kincir raksasa itu diperkirakan mampu mengumpulkan hingga 312 Megawatt.

“Ini cukup besar dan cukup untuk pasokan listrik cadangan kita. Sementara kalau investasi tentu ada nantinya melalui pendatangan kesepahaman (MoU) antara pemerintah dan pihak yang terlibat dalam pemanfaatan listrik dari PLTB,” ucapnya.

Dari hasil survey sebelumnya, kata dia, strategisnya berada di pegunungan Meratus. Setelah dilakukan studi kelayakan (FS) potensial untuk dapat menghasilkan tenaga listrik ternyata lebih dominan di kawasan pantai lepas di Tanah Laut.

“Kami mulai melakukan survey awal itu 23 Maret 2023 dan desain PLTBnya juga sudah ada. Nanti bakal dimasukkan ke dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Kalsel sekaligus menyesuaikan peraturan menteri dari 12 mil laut karena rencananya dibuat di tepian pantai dan ditanam. Hasil survey ternyata angin kencang itu di laut,” bebernya.

Ia mengungkapkan, pembangunan ini dipastikan tetap berlanjut. Apalagi, PLTB yang dibangun di Tanah Laut itu bakal diproyeksikan untuk kebutuhan pasokan listrik di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur.

“Artinya, suplai listrik dari kita di Kalsel melalui PLTB di Tanah Laut,” ungkapnya.

Energi Baru Terbarukan (EBT) yang menjadi bagian dari proyek strategis nasional itu, ungkap Nazaruddin, sesuai dengan hasil diskusi dengan Kementerian ESDM sementara hanya akan ada satu pancang tiang yang dipasang untuk kebutuhan listrik.

“Kincir angin listrik (PLTB) ini akan beroperasi pada 2045 mendatang. Proyeknya juga melibatkan Pemprov Kalsel, Pemkab Tala,” tutupnya. (RHS/RDM/RH)

UPPD Samsat Martapura Gelar Sosialisasi PAP Kepada Wajib Pajak

BANJAR – Dalam rangka meningkatkan pendapatan Pajak Air Permukaan (PAP), Unit Pelayanan Pendapatan Daerah (UPPD) Samsat Martapura akan melaksanakan sosialisasi kepada pelanggan wajib pajak.

Disampaikan Kepala UPPD Samsat Martapura Zulkifli, Kepada Abdi Persada FM, baru – baru tadi.

Zulkifli menyampaikan, dalam rangka meningkatkan PAP diwilayah Kabupaten Banjar, pihaknya selalu melaksanakan intesipikasi dan juga estenpikasi kepada pelanggan wajib pajak, dengan selalu memberikan sosialisasi tentang PAP. Pihaknya juga melakukan kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Banjar, dalam rangka untuk menambah wajib pajak diwilayah Kabupaten Banjar.

“Realisasi PAP di Kabupaten Banjar mulai Januari hingga Mei ditahun 2023, mencapai Rp.3,5 Milyar atau dengan persentase sebesar 44,7 persen. Capaian ini terbilang masih rendah, dari target yang telah ditetapkan sebesar Rp. 8Milyar lebih, hingga akhir tahun,” ungkap Zulkifli.

Zulkifli menambahkan, Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Riam Kanan, menjadi penyumbang terbesar Pajak Air Permukaan (PAP), di Kabupaten Banjar, dengan persentase mencapai 89,1 Persen hingga bulan Mei ditahun 2023. Selain PLTA Riam Kanan, PT Air Minum Intan Banjar menduduki posisi kedua penyumbang PAP terbesar, dengan persentase sebesar 7,4 persen.

“Kemudian disusul dari sektor pertambangan 2,6 persen, dan perkebunan 0, 9 persen,” ungkapnya.

Ia melanjutkan, dalam rangka meningkatkan PAP diwilayahnya, pihaknya juga terus mensosialisasikan Peraturan Gubernur (Pergub) No 038, Tahun 2021, untuk menambah pelanggan wajib pajak dibidang PAP, kegiatan jemput bola dilaksanakan dalam rangka sosialisasi tentang Pergub No 038, Tahun 2021. bagi wajib pajak yang belum mengetahui tentang peraturan gubernur tersebut, pihaknya terus melaksanakan sosialisasi dari pintu ke pintu disetiap perusahaan yang memakai air untuk kegiatan mereka.

“Apabila pelaku perusahaan sudah memahami terkait Pergub No 038, Tahun 2021. Maka kami akan menjadikan mereka sebagai wajib pajak,” tutup Zulkifli. (MRF/RDM/RH)

Jelang Keberangkatan, Satu Jemaah Haji Asal Banjar Wafat

BANJAR – Empat hari jelang keberangkatan kelompok terbang pertama asal kabupaten Banjar, Humas Kementrian Agama Banjar mengumumkan berita duka. Satu jemaah haji asal kecamatan Karang Intan, meninggal dunia pada Kamis (25/5) sore. Jemaah yang wafat tersebut bernama Awariyah Masyuni Majri usia 50 tahun 4 bulan, warga jalan Datu Panjang, Madi Kapau Timur Karang Intan Kabupaten Banjar.

Almarhumah Awariyah merupakan salah satu jemaah haji Kalsel kloter pertama, yang akan diberangkatkan perdana pada Senin (29/5). Almarhum tercatat mendaftar sebagai jemaah haji pada 9 Desember tahun 2010 lalu.

“Keluarga besar Kementerian Agama Kalsel dan PPIH Embarkasi Banjarmasin turut berduka cita atas meninggalnya almarhumah, semoga almarhumah husnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran”, ujar Kepala Kanwil Kemenag Kalsel Dr. H. Muhammad Tambrin, M.M.Pd saat mendengar kabar tersebut.

Hal ini memang sangat disayangkan, mengingat operasional pemberangkatan haji tinggal menghitung hari. Tentu sudah banyak persiapan dan rencana yang telah dilakukan almarhumah untuk berangkat haji.

“Akan tetapi sebagai manusia kita hanya bisa berencana, namun Allah SWT jua lah yang menentukan dan menghendaki apakah kita bisa melaksanakan ibadah haji atau tidak,” tambah Tambrin.

Tambrin menceritakan kasus meninggalnya jemaah haji menjelang keberangkatan haji sudah sering terjadi, bahkan ada yang sudah sampai di embarkasi meninggal dunia.

“Seperti kasus dua hari yang lalu diberitakan satu orang jemaah haji asal Surabaya satu hari menjelang keberangkatan meninggal dunia,” katanya.

Oleh karena itu, Tambrin kembali mengingatkan seluruh jemaah haji yang akan berangkat, agar senantiasa menjaga kondisi kesehatan dengan sebaik-baiknya dan penting juga untuk senantiasa berdoa kepada Allah, agar diberikan kesehatan dan keselamatan serta kemudahan dalam melaksanakan ibadah haji.

“Semoga semua jemaah haji diberikan umur yang panjang dan kesempatan dapat melaksanakan haji dengan sempurna,” harapnya. (KANWIL.KEMENAG.KALSEL-RIW/RDM/RH)

DKPPP Kabupaten Balangan Studi Tiru ke LPPL Abdi Persada FM

BANJARBARU – Dalam upaya meningkatkan pelayanan dan penyampaian informasi kepada masyarakat tani, pembudidaya ikan dan khalayak luas lainnya. Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kabupaten Balangan mengunjungi LPPL Radio Abdi Persada FM, yang berada di Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalsel, pada Kamis (25/5).

Kunjungan tamu dari Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Balangan

Kedatangan perwakilan DKPPP Kabupaten Balangan disambut Kepala Dinas Kominfo Kalsel Muhammad Muslim yang diwakili Kepala Bidang Informasi Publik dan Statistik Tarwin Patik Mustafa, Kasi Pengelolaan informasi publik dan media Noor Aneka Lindawati, Dewan Pengawas LPPL Abdi Persada FM, beserta Direktur dan jajaran Direksi LPPL Abdi Persada FM.

Kepada Reporter Abdi Persada FM, Pengawas Perikanan DKPPP Kabupaten Balangan Riyadi N G Brata menyampaikan, tujuan pihaknya mendatangi LPPL Radio Abdi Persada FM, yakni untuk melakukan studi tiru pembelajaran mengenai regulasi, tata kelola, serta sarana dan prasarana yang diperlukan dalam operasional penyiaran. Hal ini dikarenakan DKPPP Kabupaten Balangan berencana akan mendirikan radio pertanian di Kabupaten Balangan.

“Mengingat Kabupaten Balangan sangat jauh dan sulit dijangkau sehingga kita akan memanfaatkan teknologi radio digital untuk menghubungkan kegiatan DKPPP dengan masyarakat,” ungkap Riyadi.

Riyadi menambahkan, dengan adanya radio streaming (digital) pihaknya mengharapkan seluruh pelosok Kabupaten Balangan dapat mendengar radio streaming yang juga didukung dengan dibangunnya pemancar jaringan koneksi internet yang sudah dapat dijangkau diseluruh desa wilayah Kabupaten Balangan.

Di lokasi yang sama, Direktur LPPL Abdi Persada FM Ibnu Min Haji menyampaikan, pihaknya mengucapkan terima kasih kepada DKPPP Kabupaten Balangan untuk studi banding bagaimana pembangunan radio streaming milik DKPPP Kabupaten Balangan khususnya para masyarakat tani, pembudidaya ikan dan khalayak luas lainnya.

“LPPL Radio Abdi Persada FM merupakan lembaga penyiaran milik Pemerintah Provinsi Kalsel. Sehingga kami mengapresiasi dengan kedatangan DKPPP Kabupaten Balangan yang ingin melakukan studi tiru ke radio ini,” ucap Ibe (sapaan akrabnya). (MRF/RDM/RH)

Muslam Kalsel Gelar Lomba Menyanyi Lagu Banjar 2023

BANJARBARU – Museum Lambung Mangkurat Provinsi Kalimantan Selatan (Muslam Kalsel) untuk pertama kalinya menggelar lomba menyanyi lagu banjar, di haman depan museum, di Banjarbaru, Kamis (25/5).

Suasana lomba menyanyi lagu banjar 2023, di halaman museum lambung mangkurat provinsi Kalimantan Selatan

Lomba yang diselenggarakan menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) nonfisik Bantuan Opersional  Museum dan Taman Budaya (BOP MTB) Tahun 2023 ini, mendapat antusias tinggi dari  masyarakat.

Dalam lomba ini, setiap peserta berhak membawakan salah satu dari delapan lagu Banjar yang sudah disiapkan oleh panitia. Yakni Uma Abah, Halin, Sanja Kuning, Kasih Putus di Luhuk Badingsanak, Sangu Batulak, Dandaman Banua, Lanting Nini serta Galuh Banjar.

Kepala Muslam Kalsel Taufik Akbar, mengatakan lomba ini bertujuan untuk melestarikan lagu-lagu daerah Kalsel yang memiliki nilai sejarah serta pesan moral didalamnya.

Kepala Museum Lambung Mangkurat Provinsi Kalimantan Selatan, Taufik Akbar (tengah), saat memberikan keterangan kepada wartawan

“Ini memang tugas kita sebagai bagian dari pelestari budaya daerah khususnya Kalsel,” ujarnya.

Lomba diikuti oleh 29 peserta dari berbagai daerah di Kalsel. Mereka merebutkan hadiah berupa uang tunai total 29 Juta Rupiah serta tropi penghargaan.

“Tadinya ada 33 peserta yang mendaftar, tetapi mungkin karena berhalangan hadir makanya hanya ada 29 peserta yang hadir,” ungkapnya di sela kegiatan.

Akbar berencana menjadikan lomba ini sebagai salah satu event rutin tahunan Muslam Kalsel. Bahkan, ia berniat menggelar lomba itu dengan lebih meriah di tahun mendatang.

“Rencananya tahun depan kita akan tambah lagi pesertanya, kita coba undang nanti sekolah-sekolah untuk turut memeriahkan,” tuturnya. (SYA/RDM/RH)

Kabupaten Tala Juara Umum Pada Cabor Kempo POPDA Tingkat Provinsi Tahun 2023

BANJARMASIN – Pada hari kedua Pelaksanaan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Tingkat Provinsi di Kota Banjarmasin. Kabupaten Tanah Laut (Tala) keluar sebagai juara umum pada cabang olahraga (Cabor) Kempo, yang telah menyelesaikan keseluruhan pertandingan mereka, di Gedung Bola Voli Sangar Kegiatan Belajar (SKB) Mulawarman, Kamis (25/5).

Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tanah Laut Rudi Inti Hansyah mengatakan, pihaknya bersyukur atas keberhasilan Kabupaten Tanah Laut ini, pada cabor beladiri kempo ini.

Sekretaris Dispora Kab Tala Rudi Inti Hansyah

“Alhamdulillah kami berhasil keluar sebagai juara umum pada cabor kempo,” ungkapnya, kepada Abdi Persada FM.

Dan, lanjut Rudi, pihaknya berharap, keberhasilan cabang olahraga kempo ini, dapat diikuti oleh cabor cabor lainnya, yang diikuti oleh Kabupaten Tala.

“Pada POPDA sebelumnya Kabupaten Tanah Laut berada diperingkat ke 2 untuk perolehan medali,” ucapnya.

Sehingga, tambah Rudi, pihaknya berharap pada POPDA Tahun ini Kabupaten Tanah Laut dapat mempertahankan posisi peringkat ke dua tersebut.

“Andalan cabor berpeluang untuk mendulang medali bagi Kabupaten Tala, yaitu pada cabang olahraga beladiri seperti Karate, Taekwondo, Judo serta renang,” ungkapnya.

Sementara itu, Kontingen Pelajar Kota Banjarmasin pada cabor panahan di hari pertama pertandingan digelar, pada Kamis 25 Mei 2023, di lapangan sepakbola SKB Mulawarman, berhasil menyumbangkan medali emas, untuk kontingen Kota Banjarmasin.

Seperti yang disampaikan, Pelatih Panahan Kontingen Kota Banjarmasin POPDA Tingkat Provinsi Kalsel Aris E Hariyati.

Pelatih Panahan Kontingen Pelajar POPDA Kota Banjarmasin Aris E Hariyati

“Kami bersyukur, pada hari pertama digelar pertandingan cabor panahan, kontingen pelajar Kota Banjarmasin berhasil menyumbangkan 6 medali, terdiri dari 1 medali emas yang berhasil diraih oleh Fattan Nindya Giffari, serta 5 medali perak,” ungkapnya.

Pada POPDA ini kontingen pelajar Kota Banjarmasin diperkuat 22 atlet.

“Melihat hasil pada pertandingan di hari pertama ini, kami berharap dapat keluar sebagai juara umum, pada cabor panahan tersebut,” ucap Aris. (SRI/RDM/RH)

Exit mobile version